The Lords Of Legend (Chapter 17)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

“Setelah peperangan itu, Suho dan Kris memang menciptakan dewa-dewa baru sebagai bekal untuk menghadapi Ragnarok nanti. Mereka menciptakanku pertama kali. Aku adalah dewa Thor, aku dibuat dari cahaya bintang dan mereka memberikanku kekuasaan langit. Saat aku tercipta, mereka langsung memberikanku sebuah misi untuk dilaksanakan. Dan misi itu adalah menangkap Orion.”jelas Chen ketika mereka memutuskan untuk keluar dan duduk bersama diatas bukit.

Sehun menoleh, menatap Chen dengan kening berkerut. “Siapa Orion itu?”

“Apa kau benar-benar tidak pernah mempelajari tentang Mitologi, huh? Bahkan Orion saja kau tidak tau.”cibir Baekhyun benar-benar geleng-geleng kepala dengan tingkah Sehun.

Sehun tidak menjawab, hanya mencibir karena dia memang tidak mengetahui siapa Orion itu.

Orion adalah anak dari Poseidon dan Euriale. Dia dulunya bekerja pada Raja Oinopion sebagai pemburu. Yah, dia memang pemburu yang hebat dimana tembakannya tidak pernah meleset sekalipun. Namun, suatu malam dia diusir oleh Raja Oinopion dan dibutakan karena telah memperkosa putri Merope, anaknya. Oinopion datang kepadaku setelahnya dan menceritakan tentang perbuatan Orion, tapi aku tidak mempercayainya. Aku pikir dia sedang memfitnah Orion karena yang ku tau, Orion adalah dewa yang baik.” Suho mengambil alih. Dia menghentikan kalimatnya sejenak lalu mendongak menatap langit. “Ternyata Orion pergi ke pulau Delos dan akhirnya bertemu dan menjadi pengikut yang paling disukai Artemis. Dia bahkan mengembalikan penglihatannya dan menjadi rekan yang baik. Namun, lagi-lagi Orion membuat ulah dengan mengatakan jika dirinya adalah pemburu yang paling hebat. Bahkan dia lebih hebat dari Artemis dan ibunya, Leto. Artemis marah, dan dia mengadukan hal itu pada dewa Apollo, Lay. Lagi-lagi aku tidak langsung mempercayainya dan menyuruh Lay untuk mencari tau yang sebenarnya terjadi, tidak ku sangka Orion justru menantang Lay untuk adu kekuatan. Saat Lay mengatakannya padaku, aku benar-benar sangat marah pada Orion. Jadi, aku menciptakan kalajengking raksasa untuk menangkapnya.”

“Maksudmu Chen?”tanya Sehun hati-hati karena kini ekspresi semua dewa terlihat sangat serius.

Suho mengangguk pelan, “Chen berhasil menangkapnya dengan menyetrumnya hingga dia lemas dan membawanya ke hadapan kami. Awalnya aku ingin Orion untuk di kurung di dalam Erebos, tapi karena Kris khawatir dia akan bertemu dengan Jotun, jadi dia meminta Chen untuk mengurungnya di langit dan akhirnya dia berubah menjadi rasi bintang.”

“Lalu? Kenapa kalian bilang dia kembali? Bukankah Chen sudah mengurungnya?”tanya Sehun benar-benar bingung.

Suho dan Kris menoleh, menatap Chen yang kini menunduk sambil menghela napas panjang. “Karena Taurus memintaku untuk memaafkannya.”ucapnya pelan, terselip rasa bersalah yang teramat dalam dibalik ucapannya. “Taurus adalah sahabatku, dia benar-benar baik hati dan dia meyuruhku untuk memaafkannya. Aku menuruti ucapan Taurus jadi aku tidak mengurungnya selamanya, dia bisa kembali jika waktunya telah tiba. Aku pikir Orion tersentuh dan sadar tentang perbuatannya, tidak ku sangka dia justru membunuh Taurus sebelum berubah menjadi rasi bintang.” Chen menghentikan ucapannya, berada dalam keterdiaman cukup lama, membuat Tao harus menepuk-nepuk punggungnya.

Sehun tidak tau siapa Taurus dan bagaimana baiknya dia, sebenarnya, dia juga tidak mengerti tentang semua yang dikatakan oleh dewa-dewa itu. Tapi, ada satu hal yang ia mengerti, persahabatan bisa membuat seseorang berubah. Bisa membuat seseorang yang semula berhati keras menjadi lembut dan pemaaf, seperti Chen.

“Aku benar-benar menyesal. Harusnya aku mengurungnya selamanya. Harusnya aku tidak mendengarkan ucapan Taurus dan mengikuti perintah Zeus dengan baik. Aku menyesal. Sekarang, dia bahkan sudah bebas dan mengejarku hingga kesini. Kalian pasti—“

“Hey, Chen.”potong Kris. Chen menoleh, menatapnya. “Selamanya kau adalah pemburu Orion.”serunya tersenyum. “Walaupun Orion adalah pemburu hebat, tapi aku dan Suho menciptakanmu lebih hebat darinya. Walaupun rasi bintang Orion terlihat begitu terang di langit, tapi dia akan redup saat rasi bintang Scorpion muncul. Dia akan selalu redup, saat kau ada.”

Suho mengangguk, ia merangkul pundak Chen yang duduk disampingnya. “konstelasi Orion muncul di bulan Januari saat musim dingin karena dia sedang melarikan diri dari konstelasi Scorpion yang sedang mengejarnya di musim panas. Selamanya kau adalah pemburu, dan walaupun sekarang dia benar-benar ada disini, aku yakin kau bisa mengalahkannya lagi.”hiburnya.

“Chen, kau adalah raksasa. Harusnya Orion bukanlah tandinganmu.” Chanyeol menyahuti. Memperlihatkan ibu jempolnya pada Chen.

Namun tiba-tiba, terdengar suara tawa Sehun yang terdengar sangat geli. Ia tertawa terbahak-bahak, hingga perutnya terasa sakit.

“Raksasa bagaimana? Dia bahkan tidak lebih tinggi dari bahuku pwahahaha…”

Chen langsung mendelik, “Hey, aku adalah raksasa!”ketusnya kesal.

“Sehun, jika Chen memperlihatkan wujud aslinya, kau pasti terkejut. Dia menyeramkan.”seru Lay disusul anggukan Kai yang duduk disampingnya.

Sehun masih tertawa, “harusnya kau mengubah wujudmu menjadi orang yang tinggi seperti Chanyeol. Jika dia mengatakan dia adalah raksasa, aku memeprcayainya karena dia memang tinggi. Tapi kau? Pwaahaha…”

“Isssh!” Chen hanya merutuk, sebenarnya sangat ingin memukul kepala Sehun saat ini.

“Lalu dimana keberadaan Orion itu? Apa ada yang mengetahuinya?” Xiumin bersuara. Tidak memperdulikan suara tawa Sehun yang masih terdengar.

“Terakhir mengenalnya, dia adalah seseorang yang licik. Aku yakin dia mempunyai rencana untuk membalas dendam.”balas Lay masih mengingat jelas bagaimana sifat Orion dulu.

“Tunggu. Tanggal berapa sekarang?”tanya Chen seperti sedang mendapat sebuah ide.

“20 Februari. Kenapa?”tanya Chanyeol bingung.

“Sial. Sudah berlalu 49 hari!”

Kening Chanyeol semakin berkerut. “hah? Apa maksudmu?”

“Kau berniat bertemu dengan Sirius?” D.O bersuara, bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Chen.

Chen mengangguk, “Yaah, satu-satunya yang bisa ku andalkan hanya dia. Dia pasti mengetahui tentang Orion, setidaknya kemana dia akan pergi sekarang.”

“Hey Chen, ini bukan saatnya hibernasi!”dengus Baekhyun tidak terima.

“Aku tidak hibernasi, Baekhyun. Aku mencari Sirius.”

“Tapi itu membutuhkan waktu yang lama. Kau akan meninggalkan kami?”

“Chen akan pergi?”tanya Sehun tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka sekarang. “Kemana?”

“Aku harus pergi ke Canis Major dan bertemu Sirius.”

Canis Major? Sirius? Hey, bisakah kalian berbicara sesuatu yang aku mengerti? Orion, Sirius, Taurus, siapa mereka?”

Chen menghembuskan napas keras, menatap Sehun tajam dan beberapa detik kemudian terdengar suara gemuruh guntur yang bersahut-sahutan di langit. Sehun langsung menunduk terkejut sambil melindungi kepalanya. Mereka sedang berada di atas bukit yang tinggi sekarang, mudah bagi kaki petir untuk menjangkaunya dan menghanguskan kepalanya.

Suho tertawa geli, “Chen, hentikan. Wajar saja jika dia banyak bertanya, dia terjatuh ke bumi bahkan sebelum sempat mengetahui dunianya sendiri.”

“Park Sehun, sebaiknya kau bersikap baik jika tidak mau petir itu menjadikanmu daging panggang.”dengus Luhan ikut kesal.

Sehun melirik keatas langit takut-takut dan membuka tangannya saat ia rasa keadaan sudah aman kembali, “Memangnya apa yang ku perbuat? Hey, aku hanya bertanya. Kau tidak perlu mengeluarkan petirmu.”

Canis Major adalah tempat seperti pintu gerbang, tempat dimana bintang-bintang pergi dan kembali. Sirius adalah penjaga tempat itu. Jadi, Chen ingin menemuinya, setidaknya untuk mengetahui kemana Orion pergi setelah bertahun-tahun menjadi rasi bintang.”

Sehun langsung mengadah ke langit, lalu menatap Suho lagi dengan mata terbelalak, “maksudmu… Chen akan pergi keatas? Ke langit? Bersama bintang-bintang yang terbang itu?” tenggorokannya terasa cekat, ia menelan ludah. Suho hanya mengangguk membuat Sehun semakin terperangah, “bagaimana bisa?!”

“Kau tidak mendengar penjelasanku?! Aku diberikan kekuasaan atas langit jadi aku bisa pergi kesana kapan saja! Hiiiih!”

Suho dan Tao buru-buru menahan tubuh Chen yang hampir saja menerkam Sehun. Dengan paksa mendudukkannya kembali dan menghusap dadanya agar dia menahan kesabaran.

“Jika saja disini diperbolehkan menggunakan kekuatan, aku pasti sudah menyetrummu!”

Sehun hanya bungkam, lalu bersembunyi di balik punggung Kris. Ternyata saat marah, si pendek Chen sangat menyeramkan.

“Sehun, dengarkan aku baik-baik.” Suho mencoba memberikan penjelasan. “Sirius akan bersinar terang pada tanggal 1 januari, saat Matahari terletak dalam posisi bawah. Di tempat yang tinggi dengan keadaan langit yang bersih, kau bisa melihatnya dengan jelas. Tapi, karena ini sudah mencapai 20 Februari, cahaya Sirius hanya terlihat samar dan Chen tidak bisa berkomunikasi dengannya. Jalan satu-satunya adalah dengan mendatanginya langsung ke Canis Major.”

Sehun mendengarkan penjelasan Suho dengan seksama, kepalanya mengangguk-angguk, sedikit mengerti dengan cara penjelasan Suho yang terdengar seperti guru TK-nya dulu.

“Tapi, jika Chen pergi, itu artinya dia akan berubah menjadi rasi bintang. Saat-saat itu disebut hibernasi, dimana Chen harus menunggu sampai bintangnya melakukan pembakaran sempurna sebelum akhirnya dia bisa menjadi dewa kembali.”

Sehun akhirnya mengerti, “Jadi kita harus menunggu Chen? Walaupun dia sudah menemukan Sirius dan mengetahui jawabannya?”

Suho mengangguk, “Setidaknya, membutuhkan waktu selama 50 hari masa pembakaran diri dan Chen bisa kembali lagi kesini.”

“Chen, jangan pergi. Aku akan kesepian jika kau pergi.”lirih Chanyeol menunduk.

Chen tersenyum lembut menatap Chanyeol, “Aku hanya pergi selama 50 hari, Loki. Tidak lama.”

“Tapi—“

Orion bebas karena aku tidak mengikuti perintah Zeus dan Odin dengan baik. Sekarang dia bebas, dan aku harus bertanggung jawab atas itu.”lanjut Chen bijaksana.

Kris dan Suho saling pandang, lalu sama-sama tersenyum lembut menatap Chen. “Tidak ada dalam sejarah dimana Orion mengejar Scorpion, yang terjadi selalu Scorpion adalah pemburu Orion dan itu tidak akan pernah berubah,”ujar Suho. “Aku senang karena kau sangat berani untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Kau benar-benar seorang Thor.

“Chen, kami akan menunggumu sampai kau kembali. Setelah itu kita pergi ke negeri Langit bersama-sama.”kata Kai tersenyum lebar.

“Yeaaah, biar bagaimanapun, bintang Chen memang harus berhibernasi. Aku tidak mau kau menjadi lemah. Manfaatkan waktu hibernasimu dan kembalilah menjadi dewa yang kuat.”sahut Baekhyun, wajahnya tidak terlihat senang namun ucapannya terdengar sangat tulus membuat Chen tersenyum lega.

“Chen,”panggil Kris, Chen menoleh. “Malam ini, sebagai Zeus, pemimpin negeri Langit, aku memberikanmu sebuah perintah. Kau harus menangkap Orion dan mengurungnya kembali. Selama-lamanya. Tidak perduli siapapun yang menyuruhmu untuk memaafkannya, jangan dengarkan siapapun. Hanya dengarkan perkataanku dan ikuti perintahku.”

Secepat kilat Chen mengangguk mantap, “aku akan melaksanakannya, Zeus.”

***___***

Pagi harinya, Sehun menemukan wajah keruh Chanyeol di kursinya. Duduk seorang diri karena Chen tidak ada lagi disampingnya. Pemandangan itu memang terasa sangat janggal. Biasanya, Sehun akan melihat seorang raksasa yang duduk bersama seorang kurcaci. Tapi kini raksasa itu terlihat kesepian tanpa ada kurcaci disampingnya.

Sehun memutuskan untuk menghampiri Chanyeol dan menjatuhkan diri di kursi yang ada didepannya. Ia memutar, duduk menghadap Chanyeol dan tersenyum lebar.

“Hey, kau tau Arcade?”tanya Sehun membuat Chanyeol mendongak. Ia menatap Sehun bingung, lalu menggeleng pelan. “Arcade adalah tempat dimana kita bisa memainkan beberapa permainan.”

“Permainan?”

“Yeaah, biasanya aku juga kesana jika sedang bosan.”jawab Sehun mengangguk-anggukan kepalanya. “Mau kesana? Aku bisa menemanimu.” Ia menatap Chanyeol dengan mata berbinar.

“Hah? Kesana? Tapi ini kan—“

“Mana Luhan dan Kai?”potong Sehun tidak menemukan Luhan dan Kai di meja mereka.

“Keluar bersama Tao, mungkin ke kantin menemaninya membeli sarapan.”

“Kalau begitu ayo pergi sekarang! Sebelum murid-murid lain melihat kita.”

Sehun menarik lengan Chanyeol paksa dan menyeretnya keluar kelas sebelum di dapati oleh teman-teman sekelas mereka. Chanyeol terus mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan namun Sehun tidak menggubrisnya sama sekali. Terus menarik Chanyeol dan membawanya menuju koriodor utama.

Hari masih sangat pagi jadi masih banyak waktu yang tercipta sebelum gerbang sekolah tertutup. Sehun dan Chanyeol menyelinap keluar diantara murid-murid yang justru berjalan masuk.

Sudah berada cukup jauh dari gedung sekolah, akhirnya Sehun dan Chanyeol menghentikan lari mereka. Keduanya terengah-engah, sampai membungkuk karena kehabisan napas.

“Sehun… hhh… hhh… sebenarnya… kau… mau… membawaku kemana?”

Sehun tidak langsung menjawab pertanyaan Chanyeol. Ia mengatur napasnya dulu lalu berdiri tegak.

“Sudah ku bilang, aku akan menemanimu ke Arcade.”

“Hey, tapi bagaimana jika Odin dan Zeus mencariku?”

“Sudahlah. Kita bisa menyelesaikannya nanti. Sekarang yang terpenting adalah menyembuhkan kesendirianmu dulu.”

Chanyeol tertegun menatap Sehun.

Sehun tersenyum lalu menepuk sebelah pundak Chanyeol, “jangan pikir kau kehilangan sahabatmu. Kau masih punya aku dan yang lain. Kau tidak sendirian.”

Ada kebahagiaan kecil yang dirasakan oleh Chanyeol saat mendengar Sehun mengatakannya. Selama ini, dia hanya melihat Sehun yang akan menjadi emosi jika seseorang menyakiti keluarga dan sahabatnya. Tapi sekarang? Dia termasuk ke dalam kategori sahabat di hati Sehun. Saat ini, dia sedang memperlakukannya seperti dia memperlakukan Ilhoon atau Minhyuk. Dan Chanyeol sangat senang dengan hal itu.

“Bukankah membolos bukan perbuatan yang baik?”tanya Chanyeol masih ragu.

“Terkadang, peraturan dibuat untuk dilanggar. Jadi kau jangan khawatir. Ayo!”

***___***

Luhan dan Kai benar-benar terkejut saat mereka tidak menemukan Chanyeol di bangkunya. Juga… tidak melihat Sehun padalah 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi.

“Dimana Chanyeol? Kau tidak melihatnya?”tanya Luhan pada Minhyuk.

Minhyuk menggeleng, “Saat aku datang dia sudah tidak ada. Bukankah seharusnya kalian yang lebih tau?”

“Tadi dia memang pergi bersama kami, tapi dia menghilang. Lalu dimana Sehun? Dia belum datang?”

Minhyuk mengendikkan kedua bahunya, “mungkin terlambat.”

“Mungkin Chanyeol sedang menyendiri karena masih sedih. Sebentar lagi dia pasti kembali.” Kai berbisik, dibalas dengan anggukan Luhan.

***___***

Sehun benar-benar membawa Chanyeol menuju tempat Arcade di daerah yang berada dekat dengan sungai Han. Sebelumnya, Sehun sudah menyuruh Chanyeol untuk melepas blazernya dan memakai jaketnya sebagai penutup kemeja. Sedangkan dirinya sendiri, dia mengganti seragam sekolahnya dengan kaus putih yang selalu ia gunakan untuk latihan sepak bola.

Keduanya memainkan beberapa permainan, seperti Street Fighter dan beberapa jenis permainan lain. Bagi Chanyeol, ini adalah pertama kalinya dia datang ke tempat seperti itu. Tempat itu lumayan ramai, banyak murid-murid laki-laki yang berlalu lalang dan terlihat asik memainkan permainan. Mungkin mereka juga sedang membolos seperti Sehun dan Chanyeol.

Sehun memilih untuk bermain bola basket sebagai olahraga kedua yang disukainya selain sepak bola. Cukup lihai memasukkan bola-bola ke dalam keranjang dan berhasil mencetak skor tinggi. Chanyeol berdiri disampingnya, bertepuk tangan karena Sehun melakukannya dengan baik.

“Kau juga harus bermain. Jangan hanya melihatku.”suruh Sehun mendoorng tubuh Chanyeol.

Chanyeol menggeleng, “aku tidak tau caranya.”

“Permainan apa yang mau kau mainkan? Aku akan mengajarkanmu.”

Chanyeol tersenyum lebar saat mendengar Sehun akan mengajarinya, kemudian ia menunjuk permainan yang ada tak jauh dari mereka. Tabung kaca yang mengurung beberapa jenis boneka di dalamnya.

Mata Sehun langsung membulat seketika, “kau mau main itu?!” Chanyeol mengangguk semangat. “Itu adalah permainan anak perempuan!”

“Tapi aku mau boneka itu. Yang warnanya hijau. Dia seperti Kai.” Ia menunjuk boneka Krongg yang tergeletak paling pojok.

“Tapi—“

“Kau bilang kau akan mengajariku.”rengek Chanyeol cemberut.

“Jika temanku melihatku, aku pasti akan diejek habis-habisan.”rutuk Sehun pada dirinya sendiri lalu perlahan bergerak maju. Ia menyesal. Harusnya ia tidak berjanji pada Chanyeol tadi.

“Kau cukup menggerakkan tuasnya dan arahkan ke boneka itu lalu tekan tombol ini untuk mengambilnya, Mengerti?”

Chanyeol mengangguk saat dia mengerti.

“Kalau begitu aku akan bermain permainan lain. Kau main sendiri disini, ya?”

Chanyeol langsung menoleh,”kau mau meninggalkanku?”

‘Sial. Dia tau.’

Sehun menggeleng sambil mengibaskan kedua tangannya, memasang senyum paling manis agar Chanyeol tidak curiga.

“tentu saja tidak. Aku ingin bermain juga. Jika ada yang tidak kau mengerti, kau bisa mencariku. Aku ada dipermainan basket.”

Dengan mudah Chanyeol mempercayainya, “baiklah.”

Sehun berbalik, berjalan dengan langkah-langkah cepat menuju permainan yang berada paling jauh.

“Memangnya siapa yang mau memainkan permainan payah itu?”

***___***

“Hah? Chanyeol dan Sehun tidak ada?!”seru para dewa kaget setelah mendengar cerita Kai dan Luhan.

“Aku sudah mengelilingi sekolah tapi tidak menemukan Chanyeol. Juga sudah mengecek di rumah Sehun, dia juga tidak ada.”balas Kai merasa lelah karena habis berteleportasi ke banyak tempat.

“Tidak mungkin. Tadi aku pergi bersama Chanyeol.”ujar Baekhyun.

“Yeaah setelah itu dia menghilang.”

“Apa mungkin dia pergi bersama Sehun?”cetus Xiumin.

“Tapi kemana?”

“Tidak tauu…”

Akhirnya Kris mengambil alih, “sudahlah. Kita tunggu saja, mereka pasti kembali.”

***___***

“Sehuuun…”

Sehun terkejut bukan main saat Chanyeol sudah berdiri disampingnya dengan wajah yang keruh. Bagaimana dia bisa menemukannya? Padahal sepertinya baru lima menit yang lalu dia meninggalkan Chanyeol.

“Aku tidak mendapatkan bonekanya dan koinku sudah habis.”

“Kalau begitu kau tidak bernasib baik. Kita coba lain waktu, oke?”balas Sehun santai, masih fokus pada bola terakhirnya. Jika lemparannya masuk, dia akan mendapat nilai sempurna.

“Kau masih punya koin, kan? Tolong ambilkan boneka itu.”

“Sisa satu. Aku ingin bermain Street Fighter setelah ini.”

“Sehun… tapi aku ingin boneka itu. Ayolaaah.” Chanyeol menarik-narik ujung kaus Sehun, membuat tubuh Sehun bergoyang dan lemparannya jadi melenceng.

Sehun mengumpat, “sial!” lalu menoleh kearah Chanyeol. “Hey, kau membuatku gagal!”

“Aku mau boneka yang disana. Yang berwarna hijau.”

Jika saja ini bukan tempat umum, Sehun pasti sudah memarahi raksasa tinggi ini. Ia menghela napas panjang, menahan-nahan kesabarannya. Sepertinya dia tidak bisa main street fighter hari ini.

Terpaksa, ia mengikuti langkah Chanyeol menuju permaiann tadi. Dan dengan berat hati memasukkan koin terakhirnya ke dalam celah. Sebenarnya Sehun malas-malasan saat ia menggerakkan tuas menuju kearah Krongg. Menekan tombol merah setengah hati sedangkan Chanyeol terlihat begitu fokus. Capit besi itu menurun, perlahan mengangkat tubuh Krongg dan membawanya ke lubang.

BUMP!

“Congratulation!”suara perempuan terdengar dari mesin. Chanyeol menjerit senang, berjongkok untuk mengambil hadiahnya.

“Sehun, kau benar-benar hebat! Kau mendapatkannya!”

Sehun mencibir malas, “koin kita sudah habis dan aku sangat haus. Karena aku sudah mendapatkan ini untukmu, kau harus mentraktirku bubbletea.”

***___***

Keduanya menuju kedai sederhana yang ada di pinggir sungai Han. Siang itu sangat dingin, namun Sehun merasa baik-baik saja dengan kaus putihnya.

Chanyeol mentraktirnya segelas choco bubbletea sedangkan dia membeli coklat panas untuk dirinya sendiri.

“Kau tau kenapa kau tidak bisa merasakan dingin walaupun salju sedang turun?” Chanyeol memulai pembicaraan.

“kenapa?”

“Karena kau adalah pengendali angin.”

“benarkah?”

“Yaaah… Suho dan Kris benar-benar sempurna menciptakanmu. Kau diberi kekuasaan atas angin tapi kau juga bisa mengendalikan api karena kau mempunyai sifat bengis yang disimbolkan dengan api. Kekuasaanmu adalah planet Mars.”

“Chanyeol, kau tau? Sebenarnya aku sangat takut menghadapi Ragnarok itu. Membayangkan sosok Jotun yang terdengar sangat mengerikan saja mampu membuat jantungku berdegup tak karuan. Apalagi saat menghadapinya nanti.”

“Begini… sebenarnya—“

“Maaf, permisi…” Tiba-tiba seseorang menghampiri mereka, memotong pembicaraan keduanya.

Sehun dan Chanyeol sama-sama menoleh. Dan langsung mengerutkan kening menatap seorang laki-laki yang tidak mereka kenal sudah berdiri disamping mereka. Laki-laki itu tersenyum.

“Aku duduk di meja itu dan aku ingin pergi. Aku baru saja datang dari luar negeri jadi belum mengetahui Seoul dengan baik. Apa kalian bisa memberitahuku dimana daerah Apgeujong itu?”

Sehun dan Chanyeol saling pandang bingung sesaat. Sebelum akhirnya menjawab ketus pertanyaan pria itu.

“Kau bisa bertanya pada supir taksi.”seru Sehun dengan nada datar.

Pria itu tertawa, “ah, kau benar juga. Maaf sudah mengganggu kalian.”

“Jangan percaya pada rakyat Seoul. Semua orang disini adalah orang jahat. Apalagi orang asing yang tidak kau kenal seperti kami.”

Pria itu semakin tertawa geli mendengar ucapan Sehun, “oke.. oke.. baiklah. Aku pergi. Thanks.”

Setelah orang itu pergi, Sehun mencibir pelan. “dasar aneh.”

TBC

Iklan

77 thoughts on “The Lords Of Legend (Chapter 17)

  1. aisyah berkata:

    sorry thor baru bisa comen di chap ini, soalnya dulu gtw caranya :(, mulai sekarang aku bakal comen
    tapi ini Keren thorrr (y) 😀
    Next chapter nya lebih panjangan dikit ya thor, penasaran soalnya hehe
    Fighting ^^9

  2. juliahwang berkata:

    Huuwaa aku telat baca’a !!! Bagaimana ini ? *lebay* >.<

    oke comment pertama aku telat baca /ini penting/ /di gebukin satu planet/ -,-
    kedua aku mau tanya, eon di kepala eon pasti ada perpustakaan ya ? Aduh eon pinter banget!!! Jujur di chap ini aku sama kaya Sehun, bingung banget msalah mitologi, wong aku hidup'a jaman modern 😀 wkwk dan sumpah eon penjelasan eon tuh gak ada mati'a! Berasa real banget! Suka banget deh eon, bagi" ilmu'a dikit dong *eh :* eon neomu saranghae pkok'a ^^ ttg mitologi dan semua penjelasan di chap ini bener" daebak!
    Ketiga jeongmal kamsahamnida udh buat sweett moment'a Ultimate biasku, Chanyeol-Sehun :* aduh mrk manis banget disini, aku suka pkok'a suka! 😀
    dan terakhir, aku penasaran sama pria yg nanya tu, aku itu si Orion itu ? Aduh mana Chen gak ada lagi –" pkok'a chapter ini gokil deh!

    Kaya'a cuma itu aja eon, mian klo kepanjangan, berasa curcol disini :'D keep writing Mija eonni :* di tunggu chap selanjut'a 😉

  3. WianCa berkata:

    daebak eon
    aku jdi penasaran ama lnjutan nya
    oya eon aku pngen nanya di sni kok bacon jarang ngmong ya eon ?
    biasa nya kan dya yg paling berisik
    kekeke…
    2 jempol deh utk eonni
    hwaiting

  4. Sukma lia berkata:

    Huuwaaa…>_<
    daebak jeongmal daebak..:-D
    keren bnget ceritanya..
    Aku paling suka ff yang bergenre brothersip…
    Cpetan di nextt nde…
    Udah penasaran tingkat dewa dngan kelanjutannya..

  5. Sukma lia berkata:

    Huuwaaa…>_<
    daebak jeongmal daebak..:-D
    keren bnget ceritanya.
    Aku paling suka ff yang bergenre brothersip…
    Cpetan di nextt nde…
    Udah penasaran tingkat dewa dngan kelanjutannya..

  6. Lucky Park berkata:

    Sebelumnya maaf eon, aku telat baca FFnya dan aku penggemar FF mu dari dulu tapi baru sempat komen skrng 🙂
    Kok menurut feelingku itu orng yg lagi tanya” itu kotak pandoranya Sehun ya ?/cumanebak/
    itu Kai disamain sama krongg gara” Kai bisa tiru in suaranya krongg di Weekly Idol gk eon ?/sok tau/
    ditunggu lanjutannya…
    #maaf kepanjangan

  7. bintang dwi ananda berkata:

    mian author aku sdh bc part ini smpai berkali2. ayo next chap ya jgn lm2:( penasarannn. author bnr2 jjang!!!! annyeong kekeke~~~~

  8. puji Astaemin berkata:

    aaa chanyeol mrengek sprti anak kcil kkk~
    tpi qhu curiga sma orang yg nanya daerah apgeujong tu pa jngn2 orang tu orion yg lg nymar jdi manusia ea (?)
    ah— qhu bnr2 jdi makin pnasaran sma kelanjutan dr ff ni
    next chapter always d tunggu loh thor. .
    fighting! !! 🙂

  9. raysa maulida berkata:

    oh mi ja oennie/oppa, maaf baru ninggalin komen sekarang, soalnya sempet ke warnet sekarang, soalnya aku pake hp loadingnya lemot, oh mi ja unnie/oppa lanjuti dong the lord of legend nya, partnya jangan banyak2 ya… susah kalo di hp…. ceritanya kereeeeennn……. aku tunggu balasannya. dan ff nya tentunya….

    oh ya… blog ini salah satu blog favorit aku kalo baca ff, boleh tau ga nama fb ato twitternya?
    biar aku bisa komunikasinya gampang, lewat hp bisa, kalo komputer, biayanya mahallll…

    aku mau nanya, siapa orang misterius yang nemuin sehun chanyeol di chapter 17?
    terima kasih, mohon balasannya… 🙂

  10. raysa maulida berkata:

    satu kali lagi ya aku koment… 🙂 berjuang buat ff nya… jangan pernah bosen, kita para reader butuh hiburan, hiburannya baca ff anda, oh ya, kalo boleh saran, lebih baik bikin novel aja? kalo bagus kan bisa aja ampe luar negeri, dibaca ama lee soo man ahjussi, ato sutradara korea….. amiiiinnn….. biar difilmin….. semoga sehat selalu…

  11. ainafarida berkata:

    Mimindeull yg baik, jujur aku suka banget sama FF ini. Sudahkah ada pemikiran untuk melanjutkannya ? Ini terlalu awal jika menggantung. Konflik baru sudah dimulai kan ? Curiga cowok misterius yg nanya HunYeol itu si Orion deh. Dg segala kerendahan hati tolong lanjutin lagi min. Aku baca FF chapter yg menurtku bagus eh nanggung pas rame2nya. Mohon didengar ya chingu 😉
    Salam hangat dari sider yg udah mulai insyaf ini min hehe

  12. exo hun hunnie berkata:

    Eonnie Mija naneun jeongmal choisonghabnida karena baru bisa komen di chap ini 😦 soalnya aku baru tau caranya eon 😦
    Eon sumpahan and suerran dehh ff fantasy yg ada di blog eonnie sungguh2 daebak :))) aku udah baca semuanya 😀
    Aku paling suka the wolf and not the beauty,12 forces 12 knights and ff ini the lords of legends 😀 eon cepetan diupdate yahh eon lanjutan dari the wolf and not the beauty dan chap ini juga dilanjut 😀
    Fighting eon^^ :)))

  13. Oh Yuugi berkata:

    Waahh,, ug terakhir itu misterius juga yah.. pasti nanti tuh orang nongol lagi.. Tapi dia siapa? Orang biasa, atau jgn2 Orion yg lagi diincer Chen atau bangsa Jotun yg ikut turun ke bumi dan menyamar sbgai manusia seperti yg dilakuan para Dewa.. Waahh,, kalo gitu, apa perang antar dewa dan jotun juga akan terjadi di bumi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s