2 Sides [1/4]

FF 2

Tittle               : 2 Sides

Author           : Irestu

Main Cast     : Kai (EXO)

Taemin (SHINee)

Krystal (Fx)

Other Cast    : Lami (SMRookies)

Sulli (Fx)

Genre                        : Romance, Fiksi, Little Comedy, Friendship

Rate                : 15

Lenght           : 4 shoot

 

Anyoong… makasih banyak lagi buat adminnya yang udah ngepublish ff ini.. maaf kalo ada typo ataupun ceritanya aneh hehe selamat membacaa, jangan lupa comment yaaa J

Jam di dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Seorang namja masih meringkuk dalam selimut hangatnya tanpa bergerak layaknya orang mati. Tidurnya terlihat sangatlah lelap. Bahkan nafasnyapun sangat teratur hingga tak tampak.

Suara alarm sebenarnya sudah berdering sejak satu jam yang lalu. Namun tanpa terganggu akhirnya suara alarm itupun mati dengan sendirinya. Tak ada yang bisa membangunkan namja itu selain oleh suara yang sudah ia kenal dengan baik

“jongin-ah” suara lembut itu terdengar di telinga namja itu. Mengetuk telinganya untuk terbuka lebar dan mendengarkan lebih jauh “bangun sayang, ini sudah mulai siang” kini terasa belaian di kepalanya dan juga tangannya

Perlahan mata namja itu terbuka sedikit-demi sedikit. Ia memandang yeoja lembut nan cantik di hadapannya dengan mata yang menyipit akibat tidur terlalu lama.

“jonginah?” tanya yeoja itu lagi tersenyum

“nde eomma ini aku” jongin tersenyum melihat ibunya

“bangunlah sudah siang. Sebentar lagi gurumu datang. Kau tak mau sampai gurumu mengajar namja tampan yang belum mandi kan?” ibunya membuka selimut anak sulungnya itu

Dengan cepat jongin terbangun dan bergegas menuju kamar mandi. Ibunya mengantar namja itu dengan pandangannya. Senyuman tidak pernah lepas dari wajahnya. Walaupun terkadang senyuman itu memiliki arti kesedihan yang berbeda.

 

^_^

 

Suara bel masuk sudah berdering sekitar lima belas menit yang lalu. Tapi seorang yeoja terlihat masih berlari menghampiri kelasnya yang sudah tertutup itu. Iapun merangsek masuk, membuka pintu itu dengan kasar. Membuat semua yang ada di kelas terkejut. Terutama guru yang sedang mengajar di dalamnya.

“krystal, kau terlambat!” seru yeoja yang sedang mengajarkan pelajaran matematika itu

“maafkan aku sonsaengnim” krystal membungkukkan badannya dalam-dalam. Sebenarnya ini kali pertamanya ia terlambat. Karena suatu hal di jalanan sehingga membuatnya jadi terlambat datang ke sekolah.

Guru itu menghembuskan nafasnya “karena ini kali pertamamu terlambat aku maafkan” tuturnya “tapi jangan pernah mengulanginya lagi, arraseo?”

Krystal mengangguk patuh, ia tersenyum dengan leganya “ghamsahamida sonsaengnim” iapun langsung menuju kursinya dengan diikuti pandangan dari teman sekelasnya.

“ssstt.. kau kenapa?” bisik yeoja berwajah lucu di sampingnya “kenapa kau terlambat?”

“sulli-yah nanti saja aku ceritakannya. Nanti aku dimarahi lagi oleh sonsaengnim” tuturnya langsung mengeluarkan buku pelajarannya

 

^_^

 

“HUAHAHAHAHAHA!” suara tawa seorang yeoja berwajah imut yang tak disangka-sangka memiliki tawa sekeras itu membahana di kafetaria sekolah.

“ya! ssstt… bagaimana kalau yang lain jadi tahu?” gerutu krystal pada sulli

“haha habis haha kisahmu memilukan sekali” tawanya masih belum juga usai

“hah ternyata aku berteman dengan orang idiot. Dimana-mana jika cerita mengharukan kau akan menangis bukannya tertawa terbahak-bahak” krystal memutar bola matanya kesal. Kedua lengannya ia lipat di atas meja.

“mianhae” tutur sulli yang tawanya sudah mulai berubah menjadi kekehan. Dia termasuk orang yang sangat sulit menghentikan tawanya. Jadi setiap kali ia tertawa pasti saja ada bekas senyuman atau kekehan yang akan berlangsung lama.

“sudah puas?” tanya krystal

“mianhae” ulang sulli lagi, ia menarik nafasnya untuk menghentikan kekehannya “jadi kau benar-benar terjatuh di kamar mandi dan membasahi piyamamu sendiri akibat menarik tumpuan sebuah gayung yang penuh dengan air?”

“ya kan aku tadi sudah mengatakannya padamu” bibir krystal terlihat maju beberapa centi. “pantatku benar-benar sakit sekarang”

“apa perlu kau ke tukang pijat?” kekeh sulli

“what? Untuk memijat pantatku? NEVER!” ketus krystal. Sebenarnya bagi siapapun yang melihat mereka berdua layaknya tom and jerry. Sering sekali terjadi adu mulut antara mereka. Mereka sama-sama sering menggoda dan juga menjahili satu sama lainnya. Tapi tak sedikit juga yang merasa iri dengan persahabatan mereka. Persahabatan dua yeoja cantik pintar dan juga populer. Tak sedikit yang menjadi fans mereka. Tapi mereka tak pernah memikirkan hal tersebut

Krystal memain-mainkan sedotan yang ada di dalam gelas jusnya. Lalu ia memandang sulli “kau mau ikut?” tanyanya tiba-tiba

“kemana?” tanya sulli bingung

“sepulang sekolah nanti aku akan mulai ikut kelas dance di dekat rumahku. Appa baru memasukanku ke sana kemarin” jelas krystal “kau ikut juga ya, jadi aku ada teman” pintanya

“shireo” tolak sulli langsung

“ya! waeee?” rengek krystal

“kau kan tahu aku paling buruk jika sudah menyangkut tubuh. Aku paling tidak bisa jika harus menggunakan kekuatan tubuhku” geleng sulli

“aish.. makanya kau jangan hanya meninggikan tubuhmu saja. Tubuhmu begitu tinggi namun tak punya kekuatan sama sekali” rutuk krystal

“ya!” seru sulli kesal karena krystal mengatai tentang kekurangannya “tapi memang ia sih” iapun tak bisa membalas apa-apa. Hal yang paling membuatnya lebih kesal adalah karena semua yang dikatakan krystal benar. Tubuhnya tumbuh sangat tinggi namun ia tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sedikitpun. Ia sangat mudah kelalahan, dan juga takut pada air. Entah apa yang bisa ia lakukan selain bergantung pada otaknya

 

^_^

 

“oppa! Jongin oppa mau kemana?” tanya sebuah suara imut yang keluar dari mulut yeoja kecil nan imut

“eo? Lami-yah, oppa akan keluar sebentar ya” senyum jongin kepada yeoja dongsaengnya itu. Ia mengacak rambut panjang adik kelas empat sdnya itu.

“lami ikut” seru lami dengan manja. Memang lami sangat lengket kepada kakaknya. Namun ada beberapa hal yang membuatnya sulit untuk mendekati oppa satu-satunya itu

“lami sayang, oppa tak bisa mengajakmu. Oppa ada perlu sebentar ya. Lain kali jika oppa pergi bersama eomma, oppa akan mengajakmu” jelas jongin

Mendengar itu lami langsung memberengut sedih. Ia langsung berlari meninggalkan jongin yang hanya bisa melihat adiknya itu dengan tatapan sedih dan penuh penyesalan.

Di dalam mobil ia memandang jalanan dengan tatapan kosong. Wajah adiknya yang bersedih adalah pemandangan yang paling di bencinya. Ia sangat menyayangi adiknya itu. Namun ia tak bisa mengajaknya pergi tanpa pengawasan ibunya. Itu terlalu berbahaya.

Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah merutuki dirinya sendiri. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia tak mungkin membiarkan orang yang ia sayangi berada dalam bahaya gara-gara dirinya sendiri.

“tuan jongin, sudah sampai” suara supir pribadi yang mengantarnya ke sebuah kafe berujar. Membuyarkan lamunannya

“oh ia terimakasih tuan han” senyum jongin “kau tak perlu menungguku disini. Aku akan pulang bersama taemin”

Tuan han mengangguk sambil tersenyum. Jongin keluar dari mobil hitam miliknya itu. Berjalan menyebrangi jalanan menuju kafe yang sudah sering ia datangi itu. Di dalam ia sudah bisa melihat sosok namja dengan wajah cantik sekaligus tampan. Ia masih dibungkus oleh pakaian seragamnya. Pasti anak itu belum pulang ke rumah dulu, pikir jongin

“ya! kau baru pulang sekolah?” tanya jongin sesampainya di hadapan namja itu. Ia duduk dengan senyum lebar di wajahnya

“hei jonginah” seru taemin juga dan langsung saling memberikan high five. “iya aku baru pulang. Tadi ada bebarapa pelajaran tambahan jadi aku harus mendekam di sekolah” kekehnya

“kau ini.. masih saja belajar walaupun dirimu tidak berada dalam bidang itu” geleng jongin

“ya tapi mau bagaimana lagi? Aku sebentar lagi ujian kelulusan. Walaupun aku tak suka belajar tapi aku tetap suka lulus” seru taemin menggebu-gebu

Jongin memandang sahabat sejak kecilnya itu. Sejak dulu hanya dialah temannya. Karena hanya taemin yang bisa mengerti dan juga menerimanya apa adanya. “aku iri padamu”

“sudahlaah.. jangan di bahas lagi. Semua orang sudah memiliki takdir dan juga kelebihannya masing-masing. Tak ada gunanya iri pada orang lain. Kau yang terbaik” senyum taemin menyemangati sahabatnya itu

“arraseo” tutur jongin “kita makan dulu ya sebelum pergi berlatih”

 

^_^

 

Krystal mengikat rambut panjangnya di belakang. Ditalikanya sepatu orange yang ia kenakan agar tidak terinjak dan membuatnya terjatuh di hari pertama latihannya. Kini beberapa orang tengah memperhatikannya. Terutama para namja yang juga berlatih di sini. Sebenarnya itu sangatlah menganggunya. Namun lebih baik ia tidak memperdulikannya.

Ini hari pertamanya, dan jujur ia merasa sangat kesepian. Ya walaupun biasanya juga ia mengikuti klub olahraga tanpa sulli. Tapi setidaknya sudah ada beberapa teman yang ia kenal di setiap klubnya. Dan yang sudah pasti anggota yang lain juga berasal dari sekolahnya jadi lebih mudah untuk mencari teman

Tapi disini sepertinya ia benar-benar sendirian. Sepanjang mata memandang ia belum melihat wajah yang tampaknya familiar. Tapi tunggu…

Ia melihat dua namja memasuki ruang latihan yang luas itu. Terlihat nyaman dan asyik dengan obrolan mereka sambil terkadang terkekeh bersama. Tapi bukan hal itu yang menarik perhatiannya. Namun salah satu namja itu.

Namja yang lebih pendek daripada namja satunya, dan juga memiliki wajah yang cantik. Ya ia yakin, ia tahu saiap namja itu. Tak mungkin jika seseorang yang bersekolah di seoul high school tidak mengenalnya. Ia adalah sunbaenya, dan ia juga terbilang sangat populer di sekolah. Terutama skill menarinya.

“ah jadi disini ia berlatih” tutur krystal pada dirinya sendiri. Matanya tak bisa berhenti memperhatikan namja itu. Terutama harapannya untuk bisa mendapat teman di tempat ini. Setidaknya harapan terbesarnya ada pada sunbaenya itu. Karena mereka bersekolah di sekolah yang sama mungkin saja membuatnya lebih mudah.

Prok..prok..prok.. “ayo semuanya” seru seorang namja yang krystal yakin seorang pelatih disini. “kita memiliki teman baru disini” tuturnya dan langsung melambai pada krystal untuk mendekati semuanya

“eo?” kaget taemin saat melihat krystal

“wae? Kau mengenalnya taeminie?” tanya pelatihnya

“dia.. adik kelasku di sekolah” tutur taemin. Ia memandang krystal memastikan kebenaran yang ia katakan “ia benar, kau sekolah di seoul high school kan?”

“nde sunbaenim, nama saya krystal” angguk krystal sambil membungkukkan tubuhnya

“nah benar, namanya krystal. Mulai sekarang ia akan menjadi bagian dari kita juga. Dan taeminie, sebagai pemimpin muridku dan juga karena kau memang sudah mengenalnya jadi tolong dia untuk beradaptasi disini ya” tutur pelatih itu kepada taemin

“ye? Baik, tapi sebenarnya tidak mengenalnya juga” taemin tersenyum sambil menggaruk kepalanya. Namun ia langsung mendekati krystal yang terlihat gugup itu.

“anyonghaseo” sapa taemin “tenanglah dan jangan gugup. Disini orangnya tidak kanibal kok” ucapnya mencoba mencairkan suasana

Krystal terkekeh mendengar lelucon taemin yang biasanya tidak terlalu lucu itu. “nde sunbaenim ghamsahamida” namun ia tiba-tiba saja melihat ke samping taemin dan dengan gugup menganggukkan kepalanya sopan

Dengan heran taemin juga mengikuti arah mata krystal. Dan langsung menemukan jongin yang berada tepat di sampingnya. Ia berdiri tepat di samping taemin dengan wajah yang datar

“ah ini, dia juga bagian dari kita. Namanya.. jongin, kim jongin” taemin memperkenalkan sahabatnya itu

“anyonghaseo” tutur krystal menyapa dengan sopan.

“nde anyonghaseo krystal ssi” angguk jongin ikut tersenyum

 

^_^

 

Jam sekolah telah usai. Semua murid terlihat saling mendahului untuk keluar dari kelas mereka masing-masing. Tak ada yang paling menggoda selain jam pulang sekolah

“kau akan pergi lagi?” tanya sulli pada krystal yang berjalan di sampingnya “latihan?”

Krystal mengangguk “jadwal latihannya setiap hari senin dan jumat” tutur krystal “mianhae”

“aish.. aku jadi tak ada teman bermain” sulli memberengut

“makanya kau ikut aku saja” senyum krystal penuh harap

“tidak terimakasih, anyooong” lambai sulli langsung meninggalkan krystal. Yang bisa di lakukan yeoja kelahiran california itu hanya menghambuskan nafasnya sambil mengantar sulli dengan pandangannya.

Iapun meneruskan perjalanannya menuju tempat latihan. Dengan santai menikmati semburat kuning di awan yang mulai sore. Namun suasana yang indah itu terganggu oleh suara dari perutnya.

Krystal memegang perutnya yang rata itu “lapar” tuturnya. Matanya langsung jelalatan mencari tempat untuk membeli sesuatu yang dapat mengisi perut kecilnya. Dan iapun menemukan sebuah kafe di sebrang jalan. Berharap di sana menjual beberapa makanan yang dapat mengganjal perutnya

Sebuah bel yang menandakan kedatangan pelanggan berbunyi lembut saat ia membuka pintunya. Ini pertama kalinya ia datang ke kafe ini. Bahkan sepertinya baru kali ini ia memperhatikan bahwa di daerah ini ada sebuah kafe

Tanpa banyak tingkah krystal langsung menuju tempat pemesanan. Memesan beberapa waffle dan juga hot chocolate untuk membalas rasa laparnya

“eo? Krystal ssi!” seru sebuah suara yang langsung membuat krystal menoleh. Matanya sedikit terbelalak kaget saat melihat taemin dan juga temannya berada di sana. Taemin memanggilnya sambil tersenyum ceria seperti biasanya. Dan ia juga masih mengenakan seragam sekolah layaknya krystal. Tapi temannya itu yang seingat krystal bernama jongin tidak menggunakan seragam.

“oh sunbaenim anyonghaseo” bungkuk krystal dengan nampan di atas tangannya

“kemarilah kita makan bersama” ajak taemin

“nde?” kaget krystal mendengar ajakan yang mendadak itu. Kini matanya beralih pada jongin. Tapi namja itu juga tengah tersenyum kepadanya, dengan wajah yang tanpa masalah

“sudah tak apa. Setelah ini juga kau akan ke tempat latihan kan? Tujuan kita sama” tutur taemin lagi

Akhirnya krystal melangkahkan kakinya menuju meja taemin dan jongin. “ghamsahamida sunbaenim” tutur krystal sambil duduk di salah satu kursi yang kosong

“eyy sudahlah jangan sungkan seperti itu” taemin mengibaskan tangannya “ah ia, aku mau ke toilet sebentar. Kalian tidak akan apa-apa kan aku tinggalkan?” tanya taemin. Ia langsung memandang jongin tepat ke matanya

Jonginpun mengangguk. Melihat itu taemin mengerti dan langsung tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan mereka berdua.

“jadi kau satu sekolah dengan taeminie?” jongin membuka pembicaraan

“ah nde” angguk krystal “aku adik kelas taemin sunbaenim tepatnya kelas 11”

Jongin mengangguk “kau mengenal taemin sebelumnya?”

“nde” angguk krystal lagi “sunbaenim cukup terkenal di sekolah” kekeh krystal

“ahh ya pastilah anak itu terkenal di sekolahnya” jongin ikut terkekeh

“keundae.. jongin sunbaenim?” tutur krystal bingung memanggil jongin dengan sebutan apa

“ah jangan sebut aku sunbaenim. Akukan bukan sunbae di sekolahmu” tutur jongin

“lalu.. jika boleh tahu berapa umurmu?” tanya krystal. Ia tak akan nyaman memanggil jongin dengan sebutan apa sebelum ia mengetahui berapa umur namja itu

“aku seumuran dengan taeminie” jawab jongin santai

Mendengar itu krystal langsung mengangguk. Mereka seumuran, namun berbeda sekolah. Mungkin memang mereka berteman selama di tempat latihan, atau mungkin memang teman sejak kecil

“jongin oppa?” krystal masih saja bingung bagaimana cara memanggil namja tinggi dengan kulit agak gelap itu

Jongin hanya mengangkat bahunya “terserah kau saja. Kau memanggilku dengan jongin saja juga tak masalah. Aku tak terlalu mempermasalahkan nama” ia tersenyum memperlihatkan smirknya yang indah. Selama beberapa detik krystal lupa siapa dan dimana ia. Ia terlalu tertuju pada smirk itu.

“wah kalian sedang berbincang apa?” taemin berujar sekembalinya dari toilet. Ia melihat sahabatanya dan hoobaenya itu sedang berbincang ringan

“kita sedang membicarakanmu” jawab jongin

“mwo? Apa yang kalian bicarakan? Kenapa jadi mendadak membicarakanku?” tanya taemin penasaran

“aku tak akan memberitahukannya padamu” geleng jongin

“ya!” seru taemin

Krystal melihat kelakuan dua namja lebih tua darinya itu sambil tersenyum. Sepertinya persahabatan dua namja itu sudah sangat dekat hingga disaat bertengkar saja terlihat bahwa merek sangat dekat. Membuatnya teringat saat-saat bersama sulli.

 

^_^

 

Jongin merasakan sesuatu yang dingin menekan dadanya. Ia bernafas dengan perlahan seperti yang di perintahkan seorang yeoja berpakaian serba putih

“bagaimana perasaanmu?” tanya yeoja yang berprofesi sebagai dokter itu

“baik-baik saja” jawan jongin

Dokter itu mengangguk dan melihat catatannya “kau tidak merasakan pusing mendadak, sesak atau tertidur mendadak kan?”

Jongin menggeleng “belakangan ini aku tidak pernah merasakannya lagi”

“baguslah” angguk dokter itu “selama kau bisa mengontrol dirimu semuanya akan baik-baik saja. Jangan terlalu stress dnegan hal ini ya” senyumnya

“aniyo dokter. Aku sudah terbiasa dengan hal ini sejak aku kecil” kekehnya “lagipula apalagi yang bisa aku lakukan selain menerima?” jongin mengangkat bahunya

“aku mengerti. Sangat sulit bagi anak muda sepertimu memiliki masalah seperti ini. Terkadang ini juga sulit untuk di petakan oleh kami. Tapi untuk sekarang ini keadaan tubuhmu baik-baik saja. Jadi jangan khawatir” jelas dokter itu

Jongin mengangguk dan membungkuk dengan sopannya kepada dokter yang sudah merawatnya sejak kecil itu “ghamsahamida dokter”

 

^_^

 

Lagu lembut melantun di dalam kafe tersebut. Di salah satu pojoknya terdapat dua yeoja yang tengah berbincang di temani dengan segelas minuman di hadapan mereka.

“untunglah kau tidak latihan pada hari minggu” tutur yeoja berambut pendek itu

Krystal terkekeh “arraseo.. kau tak punya teman lain selain aku kan”

“ya!” sentak sulli matanya mengkerut kesal sambil memandang tajam krystal. Namun baru ia sadari bahwa yeoja cantik itu sedang tidak fokus pada dirinya. Matanya memperhatikan sesuatu melewati dirinya.

Sullipun langsung menoleh kebelakangnya. Dan mendapatkan seorang namja bertubuh tinggi dengan pakaian perlente tengah memesan sesuatu. Tapi seingat sulli, ia tidak mengenal namja itu.

Lalu iapun kembali menatap krystal. Namuan temannya satu itu masuk saja fokus pada namja itu. Dan tiba-tiba sajan krystal langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada namja itu.

Kening sulli tambah berkerut bingung “kau mengenalnya? Siapa dia?” tanyanya pada krystal yang masih memandangi namja itu hingga keluar dari kafe

Krystal mengangguk “dia juga ada di kelas dance”

“oh teman latihanmu?” angguk sulli

“dia teman dekat taemin sunbaenim”

“hah? Taemin sunbaenim?”

Krystal mengangguk “taemin sunbaenim juga ada di tempat latihan yang sama denganku”

“mwo? Ya! kenapa kau tidak memberitahuku? Taemin sunbaenim kan terkenal sekali dancenya!” seru sulli kaget

Namun krystal tak menyimpan perhatian pada sulli yang berbicara dengan sibuk itu. Matanya masih saja memperhatikan namja itu, jongin. Ia keluar dari kafe tanpa banyak bicara. Tadi juga saat jongin melihatnya ia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Tak seperti biasanya saat di tempat latihan. Biasanya ia akan menyambutnya dengan sangat ceria.

Di luar juga krystal baru menyadari bahwa ada seseorang yang menunggu jongin. Namja kekar dengan pakaian serba hitam. Berdiri di sebelah mobil hitam yang langsung di naiki oleh jongin. Apa itu supir pribadinya? Sekaya itukan jongin? Tapi kenapa krystal merasa ada yang aneh dengan itu semua?

 

^_^

 

Mobil hitam yang mewah itu meluncur di jalanan trotoar dengan halusnya. Hening, tak ada satupun suara yang keluar dari mulut orang yang berada dalam mobil itu. bagi seorang supir tentu saja tidak baik dan sopan jika ia banyak bicara. Terutama tuan muda yang ia bawa bersamanya juga terlihat terdiam, dan enggan untuk di ganggu

Namja itu hanya duduk di belakang supir sambil menyandarkan kepalanya ke jendela. Matanya mengobserfasi apa-apa yang dilewatinya dengan cepat itu.

“tidak bisakah aku tidak diikutimu terus?” tanya jongin tiba-tiba

Namja tengah baya yang sudah menjadi supirnya cukup lama itu langsung menoleh sebentar “maksud tuan?”

“aku tak pernah pergi kemanapun sendirian” tutur jongin “jika tidak dengan taemin pasti kau yang mengikutiku”

“tapi tuan ini adalah perintah nyonya dan juga demi kebaikan tuan” jelas namja itu

Jongin menghembuskan nafasnya “aku tahu, itu memang untuk kebaikanku. Tapi aku seperti ini sudah sejak lama. Aku hanya ingin merasakannya sekali saja”

“aku mengerti bagaimana perasaan tuan. Tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana tuan, aku diperintahkan untuk menjaga tuan”

“temanku hanya taemin saja, aku juga tak bisa sering-sering bermain dengan lami. Hidupku menyedihkan. Walaupun aku mati juga tak akan menyesal, karena tak ada sesuatu yang berarti dalam hidupku”

“tuan tolong jangan bicara seperti itu. Bukankah nyonya, lami dan juga taemin adalah seseorang yang berarti bagi tuan?”

Jongin mengangguk “ya mereka orang-orang yang berarti. Karena hanya merekalah yang aku punya”

“tuan…”

“maka dari itu, aku ingin meminta tolong” potong jongin

“apa itu tuan?”

“aku ingin satu hari saja pergi dengan bebas. Dokter juga sudah mengatakan bahwa kondisi tubuhku cukup baik sekarang ini. Jadi kejadian itu akan sangat jarang terjadi. Kalau kau tetap bersikeras ingin memantauku tak apa. Asalkan kau harus mengikutku secara diam-diam. Jangan sampai aku melihatmu”

Supirnya itu terdiam beberapa saat. Ia memikirkan dan mempertimbangkan semua resiko yang mungkin terjadi. “baiklah tuan, tapi memangnya tuan akan pergi kemana seorang diri? Atau tuan akan pergi bersama taemin?”

Jongin terdiam, namun ia akhirnya tersenyum “ani aku tak akan pergi sendirian, tapi aku juga tak akan pergi bersama taemin”

 

^_^

 

Jongin berdiri dengan tenangnya. Ia menyandarkan tubuhnya ke sebuah bangunan tinggi yang biasa di sebut sebuah gerbang. Ya, sebuah gerbang sekolah. Diketatkannya kembali jaket yang melekat di tubuhnya untuk menghalangi masuknya angin sore

Ia tak tahu jika ia benar melakukan ini atau tidak. Tapi entah mengapa ide ini muncul begitu saja. Dengan di antar oleh supirnya ia datang ke sekolah ini, sekolah di mana taemin belajar. Namun tujuannya bukan untuk bertemu dengan namja itu. Malah jika ia bertemu dengannya maka semuanya akan berantakan.

Bunyi bel akhir pelajaran sudah berdering beberapa menit yang lalu. Beberapa murid sudah mulai berhamburan keluar sekolah. Namun ia belum melihat orang yang di carinya. Jantungnya benar-benar berdebar keras. Takut-takut ia tak berhasil melakukannya atau mungkin saja ia malah bertemu dengan taemin terlebih dahulu. Ia tak tahu harus menjelaskan bagaiamana jika bertemu dengan taemin.

Tapi tepat saat ia sedang berusaha menenangkan perasaannya itu, ia melihatnya. Orang yang ia tunggu itu keluar dari sekolahnya. Senyum langsung mengembang di wajah jongin. Dengan cepat namun berusaha tidak menarik perhatian ia mendekati orang itu

“anyonghaseo” tuturnya, namun orang yang di panggilnya acuh tak acuh. Ia hanya terus berjalan tanpa melihat ke belakang “krystal ssi!” panggil jongin lagi

Barulah yoeja itu, krystal berbalik. Dan matanya langsung membulat lebar karena terkejut saat melihat jongin ada di hadapannya “eo? Oppa?” kagetnya

Jongin mendekatinya “anyonghaseo”

Krystal mengangguk “nde anyonghaseo. Oppa, kau mencari taemin sunbaenim?”

“aniyo” geleng jongin “sebenarnya aku mencari.. mu”

“nde?” kaget krystal “ada apa?”

Jongin terlihat gugup. Ia memijat-mijat telapak tangannya bingung “mmm.. apa kau ada acara lain setelah sekolah?”

Kening krystal berkerut, menimang-nimang apa tujuan dari pertanyaan jongin “aniyo, aku biasanya langsung pulang kalau tidak ada latihan ataupun ekstrakulikuler”

“ah begitu” agguk jongin “kalau begitu ayo ikut denganku?”

“nde?” ini ketiga kalinya ia shock dalam waktu yang berdekatan

“jangan dulu berfikir yang macam-macam” jongin terkekeh sambil mengibas-ngibaskan tangannya “aku hanya ingin pergi berjalan-jalan, tapi aku tak terlalu tahu tempat di sekitar sini”

“nde? Kenapa kau tak tahu? Memang oppa bukan lahir di sini?” bingung krystal

“ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan, yang penting sekarang kau mau kan menemaniku? Jika aku mengajak taemin ia sering malas jika harus menerangkan kepadaku banyak hal. Sedangkan aku tak punya kenalan lain selain kau” jelas jongin “bagaimana?”

Krystal terlihat terdiam beberapa saat. Keningnya berkerut menandakan ia sedang berfiikir keras. Ya memang ia dan jongin sering berbincang saat latihan, tapi itupun juga bersama taemin sunbaenim. Dan jika harus pergi bersama berdua seperti ini walaupun judulnya hanya mengajak berkeliling daerah sini, ia merasa tak enak

“hanya kau yang bisa mengajakku berkeliling” jongin tersenyum penuh harap pada krystal

“baiklah” krystal mengangguk sambil tersenyum manis

 

^_^

 

Krystal sendiri tak tahu dari mana kata ‘baiklah’ itu berasal. Memang ia termasuk tipa orang yang tidak terlalu sulit untuk berteman. Tapi jika sudah berhubungan dengan seseorang yang berbeda gender dengannya terkadang ia lebih sering menghindarinya.

Sedangkan sekarang ia sedang berjalan dengan seorang namja yang bahkan ia belum mengenal sepenuhnya. Dan ini pula pertama kali baginya untuk pergi hanya berdua dengan seorang namja.

Otaknya terus saja menanyakan ada apa pada dirinya. Namun entah mengapa gelagat dan juga hatinya hanya membiarkannya melakukan apapun yang ia rasa bukan dirinya.

Setiap kali keadaan berubah sepi dan canggung, untunglah jongin langsung mengeluarkan kata-kata yang bisa membuatnya merespon dan berakhir dengan perbincangan yang penuh dengan canda.

Waktu berjalan dengan sangat cepat, tanpa terasa langit sudah berubah menjadi gelap. Angin malam berhembus dengan kencangnya. Sedangkan rystal hanya menggunakan seragam rok pendeknya

“pakai ini” tutur jongin sambil mengulurkan jaketnya

Krystal langsung terkejut melihat itu “ah aniyo” gelengnya

“gwenchana, pakai saja. Seragammu terlalu tipis” serunya sambil langsung menyampirkan jekat tebalnya itu di tubuh krystal

Krystal hanya tertegun di tempat. Ini pertama kalinya juga ia diperlakukan seperti ini oleh namja. Walaupun memang ia termasuk yeoja populer di sekolahnya dan banyak namja yang menyukainya. Namun ia selalu menolak untuk berkontak langsung dengan mereka semua.

“ghamsahamida” angguk krystal tak bisa apa-apa lagi.

Mereka berjalan berdampingan di jalanan seoul yang gemerlapan lapu dari gedung-gedung pencakar langitnya. Akhinya mereka sampai di salah satu kafe yang terlihat nyaman. Setelah memesan seketika saja pembicaraan terhenti

“emm itu..” tiba-tiba krystal membuka mulutnya lebih dulu “bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“tentu saja” jawab jongin, lengannya langsung bertumpu di atas meja kafe. Antusiasmenya keluar, karena selama perjalanan tadi selalu dialah yang harus membuka pembicaraan. Walaupun ia tidak masalah dengan hal itu, namun jujur saja itu sangat melelahkan untuk mencari topik berbeda setiap saatnya

“aku hanya penasaran tentang alasan oppa mengajakku untuk pergi” tanya krystal

Jongin kalah, ia terlihat sedikit terkejut mendengar itu. Karena jujur dia juga tak tahu mengapa ia tiba-tiba mendapat ide untuk mengajak krystal pergi. “ah itu.. kan sudah aku bilang. Aku tak punya kenalan lain selain taemin dan kau. Sedangkan jika aku mengajak taemin pasti dia tidak akan mau”

“bagaimana bisa oppa hanya mengenal aku dan taemin sunbaenim? Bagaimana dengan teman-teman sekolah oppa? Bukankah oppa satu angkatan dengan taemin sunbaenim?”

Jongin mengangguk “benar, tapi aku tak punya teman lain”

“waeyo?”

“karena aku sekolah sendiri” jawab jongin

“maksud oppa?” kening krystal mengkerut. Membuatnya terlihat sangat lucu

Setelah terkekeh sebentar karena melihat wajah lucu krystal akhirnya jongin berdeham “sekolahku di rumah. Aku tak punya teman sekelas lain ataupun teman sekolah. Aku home schooling”

“jinjjayo?” kaget krystal. Walaupun ia tahu ada sekolah semacam itu. Tapi selama hidupnya ia belum pernah bertemu dengan orang yang mengalami hal itu

Jongin mengangguk “makanya aku bilang aku tak punya teman lain. Jadi bagaimana? Apa itu sudah cukup menjadi alasan agar aku bisa mengajakmu pergi?” senyumnya

Teg! Entah mengapa mendengar perkataan jongin memiliki banyak arti di kepalanya. Iapun mendadak tak bisa mengontrol jantung dan otaknya. Yang bisa ia lakukan hanyalah terkekeh tanpa sebab. Ia tahu ia akan terlihat sangat aneh, tapi ia sendiri tak tahu bagaimana menghandle dirinya sendiri

Untunglah makanan datang sehingga mereka langsung makan tanpa banyak suara. Dua-duanya sangat fokus dengan makanan mereka. Berjalan-jalan selama beberapa jam sudah menguras habis sisa energi dalam tubuh mereka.

“bagaimana kau kenyang?” tanya jongin setelah melihat piring krystal bersih

Krystal tersenyum “nde”

“kalau begitu, sepertinya sudah malam. Besok juga kita masih harus sekolah jadi tidak baik jika kita pulang terlalu malam” tutur jongin “ayo aku antar kau pulang”

“nde?” kaget krystal

Namun jongin sudah mendahuluinya keluar dari kafe. Krystal tak bisa melakukan hal lain selain mengikuti jongin. Namun semakin jauh jongin berjalan, kening krystal semakin mengkerut.

Dia tidak mungkin salah lihat, tapi benar bahwa jongin mendekati sebuah mobil hitam mewah yang terparkir di depan kafe tersebut. Ia berbicara dengan namja yang ada di dalam posisi supir dan akhirnya berbalik pada krystal

“ayo masuk” tuturnya santai

“nde?” kaget krysal lagi. Entah sudah berapa kali ia kaget hari ini. Mungkin jika ia memiliki serangan jantung, pasti ia sudah mati.

Tiba-tiba saja jongin menggenggam pergelangan tangan krystal danmenariknya masuk ke dalam mobil yang kini pintunya sudah terbuka “kaendae..” bingung krystal

“tenang saja, aku tidak menculikmu” tutur jongin “aku akan mengantarmu pulang”

Dalam hati krystal ingin sekali mengelak, karena ini terlalu tiba-tiba dan ia merasa sedang di culik karena tiba-tiba ditarik masuk ke dalam mobil asing. Bahkan ia tidak tahu mobil siapa ini. Namun entah mengapa ia percaya pada kata-kata jongin. Yang membuatnya hanya duduk terdiam di samping namja itu

Setelah memberitahukan dimana tempat tinggalnya, seisi mobilpun hening. Hanya alunan musik lembut yang di nyalakan oleh supirlah yang mengisi atmosfir mobil ini. Krystal telah menerima terlalu banyak shock hari ini. Ia perlu waktu untuk menenangkan dirinya.

“kita sudah sampai” tutur jongin sambil memandang krystal

Tubuhnya memang ada di sana, tapi dirinya benar-benar sedang melamun ke tempat lain. Dengan kaget krystal langsung menolah “ah nde”

Jongin terkekeh “waeyo? Kau sedang melamun ya? kenapa kau menjawab dengan kaget seperti itu?”

“ah aniyo” geleng krystal malu sambil terkekeh “neomu ghamsahamida oppa. Oppa yang memintaku untuk berkeliling tapi akhinya oppa yang mentraktirku makan dan juga mengantarkanku pulang”

“sudahlah..” geleng jongin meminta krystal untuk tidak berfikir seperti itu “lagipula ini kan tanda terimakasihku karena kau mau menemaniku”

Krystal tersenyum. Ia membungkukan tubuhnya “keurom ghamsahamida… anyonghaseo”

 

^_^

 

Memasuki kamarnya gelap. Krystal meraba dinding untuk mencari saklar lampu. Setelah kamarnya menjadi terang, iapun langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur. Selama perjalanan tak terasa, tapi sekarang ia tahu bahwa ia lelah sekali.

Tapi tunggu.. krystal meraba pakaiannya. Jaket jongin masih ia kenakan. Jaket hitam yang hangat itu masih berbau seperti jongin. Walaupun baru kali ini saja ia berada dekat dengan jongin tapi ia langsung tahu bagaimana bau tubuh namja tampan itu.

Ujung bibirnya naik ke atas tanpa yeoja itu sadari. Otaknya memutar semua kejadian saat berjalan-jalan dengan jongin. Tertawa bersama, berbincang panjang lebar tanpa tahu waktu. Rasanya seperti sudah mengenal namja itu sejak lama.

Menyadari apa yang di lakukannya, krystal langsung menggelengkan kepalanya. Ditepuk-tepuknya pipi lembutnya. “aish apa yang aku lakukan” tuturnya pada dirinya sendiri.

Sekali lagi krystal menatap jaket yang masih melekat di tubuh rampingnya itu. Melepasnya dan langsung menggantungnya. “aku harus bertemu dengan jongin oppa dan mengembalikannya” tuturnya

 

^_^

 

Pagi yang indah untuk di mulai dengan semangat. Namja yang jika tidur seperti orang mati itu terlihat masih berpetualang di alam mimpinya. Hingga sebuah lengan lembut memegang tangannya

“jonginah, ayo bangun sayang” tutur yeoja itu

Perlahan mata namja itu terbuka tanpa reaksi

“jonginah?”

Namja itu tetap terdiam

“jonginie?” panggil yeoja itu lagi dengan wajah yang mulai khawatir “kim jongin?”

Namja itu hanya menatap yeoja di hadapannya dengan dingin.

“kai?” akhirnya yeoja itu mengeluarkan sebuah nama

“wae?” tanya namja itu lurus dan dingin

Mendengar itu yeoja itu hanya bisa menghembuskan nafasnya sabar. Iapun tersenyum “aku akan keluar” tuturnya.

Iapun keluar tanpa berkata apa-apa lagi, meninggalkan namja yang masih berbaring sambil memandanginya dengan tajam itu. Lengan yeoja itu masuk ke dalam sakunya untuk mengambil ponsel.

Setelah nada sambung berakhir iapun berbicara “katakan pada guru jongin, bahwa dia tidak akan mengambil pelajaran hari ini. Telepon juga taemin untuk datang ke sini”

 

 

TBC

10 thoughts on “2 Sides [1/4]

  1. desywlndr14 berkata:

    Yg satu jongin yg satu kai.. Klo jadi kai dia serem ya? Hehe
    Keren keren ^^
    Next chapter nya jgn lama2 ya eonn😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s