FF EXO : SIXTH SENSE Extra Chapt

Sixth sense

Tittle  : Sixth Sense

Author : Oh Mi Ja

Cast    : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Genre  : Brothership, Friendship, Mistery, Sad

Hujan telah reda dan dia masih berada di rumah sekarang. Seminggu telah berlalu namun tidak membawa pergi kesedihan itu. Dia masih menyendiri di rumah, tidak menghiraukan gedoran pintu dan panggilan-panggilan yang ditujukan untuknya. Hanya duduk di depan jendela kamarnya sambil menatap lurus ke depan, kearah jendela kamar Sehun.

Sedangkan di rumah sakit, Yixing juga masih berada dalam kesedihannya karena selain kehilangan adiknya, kakaknya juga belum sadar. Masih kritis dan koma. Membuatnya sedikit bingung, antara menghibur Jongin atau menemani Luhan disini.

Selama seminggu ini, dia memang hanya bertemu dengan Jongin sebanyak tiga kali. Untuk mengantar makanan dan memaksanya mengunyahnya karena dia masih bersikap seperti mayat hidup yang kehilangan nyawa. Selebihnya, dia harus menjaga Luhan dan melawan rasa takutnya sendiri.

Dia tidak lagi tinggal di rumah keluarga Jung setelah kepergian Sehun. Walaupun nyonya Jung dan tuan Jung masih memaksanya untuk tinggal, tapi dia bersikeras kembali ke apartementnya sendiri. Berada di kamar itu akan membuatnya semakin merindukan Sehun. Dan semakin merasa bersalah karena gagal menyalamatkannya.

“Ge, kau berjanji pada oema dan appa tidak akan meninggalkanku, kan? Kapan kau akan bangun? Aku merindukanmu.”serunya serak sambil membersihkan tubuh Luhan dengan kain basah.

“Ge, sekarang aku sadar aku tidak bisa berbuat apapun tanpamu. Aku sangat bergantung. Dan aku sangat kesepian saat kau tidak ada.”lanjutnya lagi, kini menghusap kedua matanya dengan lengan baju.

“Ge, Sehun pergi dan Jongin masih terus menunggunya di kamar. Aku juga akan menunggumu sampai kau sadar. Kita akan menghibur Jongin bersama-sama.”

Suara pintu terdengar membuat Yixing langsung menoleh ke belakang. Ternyata nyonya Jung.

“Oema? Kenapa datang sepagi ini?”tanyanya langsung berdiri dan menghampirinya.

“Kenapa? Apa oema tidak boleh datang?”balas nyonya Jung tersenyum.

“Tidak. Bukan begitu. Tapi…”

“Oema ingin membawakanmu makanan. Kau pasti belum sarapan kan?”

Mereka memutuskan untuk duduk di ruang tunggu yang ada didepan ruang perawatan Luhan. Nyonya Jung membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanan untuk Yixing.

“Apa Jongin sudah makan? Apa dia baik-baik saja?”tanya Yixing khawatir.

Nyonya Jung tersenyum samar, helaan napasnya terdengar panjang. “Masih seperti kemarin. Masih duduk di kamarnya dan terus menunggu Sehun muncul.”

“Oema, aku minta maaf jika—“

“Oema tidak mau mendengar apapun lagi, Yixing.”potong nyonya Jung cepat. Ia menunduk, menatap kosong kearah makanan yang dibawanya. “Sehunnie sudah pergi dan itu kenyataan. Oema tidak ingin menyalahkan siapapun. Termasuk dirimu dan Jongin. Hanya saja, tolong berhenti menyalahkan diri kalian atas kejadian itu. Hal itu membuat oema semakin merindukan Sehunnie lebih dalam lagi.”

Yixing tergugu, matanya tidak terlepas dari wajah sedih nyonya Jung yang ada didepannya. Wanita cantik itu, kini terlihat lebih tua dengan pipi yang sangat tirus. Akhir-akhir ini, dia tidak lagi pernah memakai make up seperti biasanya. Hanya menggelung rambutnya dan memakai make up yang tipis. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih dan tuan Jung bilang, dia tidak lagi rajin memasak seperti dulu. Dia pikir, tidak ada lagi yang akan memakan masakannya.

Yixing mengulurkan tangannya, menggenggam tangan nyonya Jung dan tersenyum menatapnya. “Aku akan pulang setelah semua ini selesai. Aku akan menemani oema dan appa lagi. Jadi sekarang, oema jangan bersedih. Aku tidak ingin melihat oema menangis.”

Nyonya Jung balas menggenggam tangan Yixing dan menciumnya, matanya kembali mengeluarkan bening-bening Kristal bersamaan dengan rasa kesepiannya yang semakin memuncak hebat. Dia telah kehilangan dua anak kandungnya, juga Jongin, Luhan dan Yixing. Mereka semua pergi. Mereka semua menghilang. Saat ini, dia hanya butuh satu hal. Dia hanya butuh sebuah pelukan dari anak-anaknya. Hanya itu.

“Terima kasih karena kau sangat menyayangi kami. Terima kasih karena kau memilih menjadi orang yang kuat atas kesedihan kami. Terima kasih.. karena kau tidak pergi.”

***___***

Yixing menyempatkan diri kembali ke rumah keluarga Jung karena nyonya Jung dan tuan Jung sedang berada di rumah sakit untuk menjaga Luhan. Berada sendirian di rumah besar itu, dia seperti sedang menonton sebuah film nyata yang terjadi di depannya.

Saat melewati ruang tamu, dia melihat dirinya dan yang lain sedang duduk bersama sambil menunggu tuan Jung pulang. Bercerita tentang hari-hari mereka dan semua masalah yang telah terjadi.

Di ruang keluarga, dia melihat dirinya, Sehun, Luhan dan Jongin yang sedang bermain playstation. Sehun pasti akan marah saat kalah, dia akan memukul dirinya ataupun Jongin karena tidak mau mengalah. Sedangkan Luhan, jika sedang bertanding dengan Sehun, dia akan mengalah. Dia akan membiarkan Sehun menang.

Kaki-kakinya menuntunnya ke dapur, tempat paling sering mereka menghabiskan waktu. Mereka selalu memuju kelezatan masakan nyonya Jung dan tidak akan melewatkan kesempatan makan bersama itu. Bahkan tidak jarang mereka berebut lauk yang berakhir dengan pipi cemberut Sehun dan suara tawa Jongin yang selalu saja menang. Pada akhirnya, Luhan atau Yixing akan memberikan lauk mereka untuk Sehun.

Saat dia sampai di lantai dua, di satu-satunya tempat yang paling menciptakan rasa sakit dihatinya. Dia dipaksa untuk benar-benar kembali. Dipaksa untuk meluapkan kembali kenangan-kenangan yang sudah mati, bersama orang-orang yang sudah pergi.

Kenangan-kenangan itu begitu kuat, bersatu dengan kesedihan dan kerinduan. Di sini, saat dia dan Sehun banyak menghabiskan cerita dan pada akhirnya terlelap bersama. Sehun selalu menceritakan tentang apapun, bahkan masalah pribadi yang membuatnya malu jika diceritakan pada tuan dan nyonya Jung. Tak jarang juga, mereka menonton pertandingan bola yang disiarkan saat tengah malam secara diam-diam pada hari sekolah.

Semuanya tentang persahabtan, persaudaraan dan kekeluargaan. Saat dia kehilangan arah dan menyerah atas semua masalah, dia menemukan Jongin. Lalu Jongin memperkenalkannya dengan keluarga kecil ini. Sebuah keluarga yang menerimanya dengan tangan terbuka dan terus tetap ada.

Yixing kembali merasakan sebuah pukulan keras menghantam dadanya, dia merindukan Sehun. Dia ingin Sehun kembali. Juga Luhan dan Jongin. Saat ini, dia merasa kesepian.

Dulu, saat dia sedang bersedih, Luhan, Jongin dan Sehun selalu ada disampingnya, Membantunya berdiri dan mengajaknya menghadapinya bersama-sama. Sekarang, saat semuanya telah pergi, dia dituntut untuk menghadapinya sendiran. Dia butuh pegangan, namun tidak ada seorang pun yang mengulurkan tangan.

Bagi Jongin, Sehun adalah sesuatu yang berharga. Saat dia kehilanagn keluarganya pada kecelakaan beberapa tahun lalu, Sehun menemaninya dan menguatkannya. Wajar jika dia merasa seperti ini saat Sehun pergi. Dia juga seperti itu saat kehilangan kedua orang tuanya.

Bergerak maju menuju jendela kamar Sehun, Yixing mengulurkan tangan untuk membuka horden dan langsung terkejut begitu melihat Jongin disebrang sana. Sedang duduk dengan mata menerawang dan pandangan kosong. Matanya masih sembab, dan wajahnya terlihat pucat.

Yixing mengambil sebuah kertas putih yang ada di meja belajar Sehun, menuliskan beberapa kata dengan spidol dan menunjukkannya pada Jongin. Dia yakin Jongin menyadari kehadirannya.

‘Kau terlihat buruk. Mau ayam goreng? Aku akan membelikannya untukmu.’

Jongin melihatnya, namun dia tidak bereaksi apapun. Yixing mengambil sebuah kertas lagi, kembali menuliskan sesuatu untuk Jongin.

‘Aku harus bagaimana? Agar kau kembali seperti dulu. Aku sangat sedih.’

Yixing melihat ada seulah senyuman samar yang ditunjukkan oleh Jongin saat dia membaca tulisan itu. Ia bergerak maju, membuka jendela kaca Sehun dan berteriak pada Jongin.

“Kau selalu bilang kau adalah yang paling kuat, tapi sekarang kau tidak terlihat begitu. Aku bisa menguatkanmu asal kau memberiku kesempatan. Ayo kembali menjadi seperti dulu. Ayo wujudkan mimpi-mimpi kita. Kau bilang kau mau menjadi penari hebat, kan?”

Disebrang sana, Jongin menggeleng pelan sambil menangis. Dia menatap Yixing dengan penuh kesedihan. Seperti sudah tidak mempunyai kekuatan apapun lagi. Memandang wajah sahabatnya itu sesaat, Jongin menutup matanya dan tiba-tiba tubuhnya berguling ke samping.

Yixing terperangah. Jongin tidak lagi terlihat di bingkai jendela. Dia terjatuh. Dan itu membuat kakinya langsung bergerak pergi. Dia berlari cepat menuju rumah Jongin, menggedornya kuat-kuat agar Jongin membukakan pintunya.

“Jongin! Kau tidak apa-apa, kan? Jongin!”teriaknya.

Tidak menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka pintu rumah Jongin, akhirnya Yixing mendobraknya. Terus mendobraknya hingga pintu itu terbuka karena hatinya terasa sama sekali tidak tenang.

Tidak memperdulikan lengannya yang terasa berdenyut-denyut, Yixing berlari menaiki anak-anak tangga menuju lantai dua. Saat dia membuka pintu kamar Jongin, dia benar-benar terkesima begitu melihat pemandangan yang ada didepannya.

Jongin sudah tergeletak lemas dilantai dengan wajah pucat. Kepanikannya semakin menjadi saat dia melihat bercak-bercak darah yang ada disekitar kaki kursi yang di duduki Jongin.

“JONGIN!!”

Yixing menghambur kesana. Memeluk tubuh sahabatnya itu erat-erat. Bercak-bercak darah itu berasal dari pergelangan tangannya. Dia tidak tau apa yang sudah terjadi tapi firasatnya memburuk karena darah yang tercecer itu terlihat sangat banyak.

Sejak kapan dia menggoresnya? Sejak kapan dia membiarkan darahnya menetes keluar? Dan sejak kapan dia menjadi begini bodohnya?

“Jongin! Jongin!” Yixing terus memanggil-manggil Jongin sambil mengguncang tubuhnya. Kemudian, merobek kausnya hingga membentuk untaian kain panjang dan menutup luka di pergelangan tangan Jongin untuk menghentikan darahnya. Tidak perduli itu berguna atau tidak, dia berharap masih ada harapan.

“Jongin! Demi Tuhan, buka matamu! Jongin!”panggil Yixing menepuk-nepuk pipi Jongin.

Jongin membuka matanya perlahan, tersenyum saat dia menemukan Yixing ada disampingnya. Mulutnya bergerak, mengatakan sesuatu yang membentuk kata ‘maaf’.

Yixing semakin menangis sejadi-jadinya, dia menggeleng kuat-kuat. “Ayo bangun! Kau berjanji akan menemaniku. Kau berjanji akan terus ada. Ayo bangun!”

Jongin tersenyum lirih, kembali menggerakkan mulutnya dan mengucapkan kata ‘maaf’ sekali lagi.

“Tidak! Kau harus menepatinya! Jongin, di dunia ini aku hanya memiliki satu sahabat dan itu kau. Aku mohon. Jangan lakukan ini seperti Kris melakukannya. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Jongin!”

Yixing terus mengguncang tubuh Jongin. Tidak perduli jika hal itu menyakitinya atau tidak. Tidak perduli jika dia akan merasa terluka atau tidak. Dia terus melakukannya. Dia terus memanggil nama Jongin sampai tenggorokannya terasa sakit, sampai suaranya tidak lagi mampu didengar.

Tapi, semua itu tidak ada gunanya. Jongin tersenyum dan berikutnya dia menutup matanya. Menghilangkan wajah Yixing dari pandangannya. Dia pergi, menyusul Sehun, menyusul Taeyeon dan kedua orang tuanya. Dia pergi… meninggalkan Yixing.

Saat rasa sakit itu masih menari-nari di hatinya, ‘Sesuatu’ itu kembali datang dan merasuki tubuh Yixing. Yixing mampu melihat dengan jelas jika orang-orang berbaju putih itu berlari ke sebuah ruangan. Memberikan pertolongan untuk seseorang yang tergeletak lemah diatas ranjang itu.

Banyak alat-alat kedoteran yang digunakan untuk menyelamatkannya. Bahkan alat pemompa jantung agar detak jantungnya kembali terdengar. Terus berupaya hingga akhirnya suara nyaring dari mesin pendeteksi detak jantung memenuhi ruangan dan memperlihatkan garis lurus di layar monitornya.

Yixing termundur ke belakang, napasnya terasa sesak, membuatnya menguap-nguap mencari oksigen untuk paru-parunya. Dia kehilangan kesadaran, mencari pegangan namun tidak menemukannya di manapun.

Dalam kenyataan, dia melihat tubuh Jongin tergeletak lemas di depannya. Dalam pikirannya, dia melihat tubuh Luhan yang sudah ditutup dengan kain putih.

Semua ini membuatnya hampir gila. Semua ini membuatnya merasakan sakit hingga kaki dan tubuhnya melemas. Ia meluruh ke lantai, disamping tubuh Jongin dengan tangis tanpa suara.

***___***

Si bodoh Jongin melihat si ketus Yixing pertama kali.

Dia menuduhku orang jahat dan berteriak histeris memanggil suster, membuatku di pukuli oleh kakaknya.

Si ayam Jongin bertemu dengan si gila Yixing.

Aku senang saat dia tertawa saat aku terjatuh karena keberatan memakai kostum ayam itu. Aku senang melihatnya tersenyum.

Zhang Yixing… saat kau menemukan surat ini aku pasti sudah pergi. Sekarang, kau pasti sangat membenciku, kan? Kau pasti membenciku karena aku telah mengingkari janji.

Yixing-ah… aku selalu mengatakan jika aku adalah orang yang kuat dan kau bisa bergantung padaku. Dan aku juga pernah mengatakan jika Sehun jauh lebih kuat daripada diriku. Kenyataan memang mengatakan jika Sehun sudah terlalu bergantung padaku dan dia tidak bisa melakukan apapun tanpaku, tapi sebenarnya, akulah yang sangat bergantung padanya.

Aku merasa gagal. Aku merasa bersalah karena tidak bisa menjaganya. Aku tidak bisa hidup dalam kesedihan seperti ini terus-menerus. Aku memutuskan pergi.

Si gila Yixing sudah berubah, dia akan menjadi pianis terkenal di dunia.

Kau akan mengikuti audisi itu, kan? Buka laci kecil yang ada disamping tempat tidurku, diam-diam aku sudah mengambilkan formulir untukmu. Aku juga sudah mengisinya, tapi maaf karena aku belum sempat memberikannya pada pihak panitia.

Hey, kau tau? Aku sangat iri padamu. Kau punya banyak kelebihan yang tidak aku punya. Kau bisa menari, kau bisa bernyanyi, kau bisa bermain piano dan kau juga sangat pintar dalam pelajaran. Kenapa kau begitu sempurna?

Jangan merasa jika aku telah meninggalkanmu. Jangan merasa kau sendirian sekarang. Aku selalu ada, aku selalu mendukungmu. Hanya saja, kau tidak bisa melihatku.

Kim Jongin selamanya akan menjadi sahabat Zhang Yixing.

Di kehidupan selanjutnya, aku tidak berharap menjadi Kim Jongin lagi. Tapi aku berharap aku tetap bisa menjadi sahabatmu. Siapapun diriku di kehidupan berikutnya, aku tetap ingin menjadi sahabat Zhang Yixing.

Terima kasih. Hiduplah dengan baik karena hal itu akan membuatku tenang.

Kesendirian menemukannya duduk seorang diri di sudut ruangan. Musim gugur datang, menerbangkan daun-daun maple yang berguguran tertiup angin. Menyelinap masuk ke dalam celah-celah besi jendela dan akhirnya berakhir di telapak tangan namja itu.

Musim gugur datang, meninggalkan keperdian orang-orang yang sudah pergi dibelakang. Tapi rasa sakit masih disini. Belum pergi, bersama kenangan dan semua rasa yang telah ditinggalkan mereka.

Kepergian membuat seseorang menjadi seorang diri. Menimbulkan kesedihan teramat dalam dan tidak bisa menghilang selamanya. Walaupun hari telah berganti minggu dan minggu berganti degan bulan. Sepertinya dia tidak termasuk ke dalam orang yang beruntung, yang bisa menghadapi semua kenyataannya.

Kenyataan dan takdir adalah musuhnya yang paling kejam.

Seseorang iri dengan semua kelebihan yang dia punya. Tapi dia justru berharap dia tidak mempunyai kelebihan sama sekali. Sederhana, hanya berharap tentang kebersamaan.

Jika kehidupan kedua itu memang ada, dia juga tidak ingin menjadi Zhang Yixing. Tapi, dia tetap ingin menjadi sahabat Kim Jongin, adik Zhang Luhan dan kakak dari Jung Sehun. Jika saja bisa…

Bangunan itu sangat besar, dipenuhi dengan orang-orang berbaju putih yang terus berlalu lalang. Terlihat tiga orang sedang duduk bersama di sebuah ruangan berbentuk persegi dengan luas 8x8m².

“Bagaimana keadaan anakku, dokter Kim?”tanya wanita tua itu melirih. Keriput dan uban sudah terlihat, menandakan umurnya yang semakin lama semakin menua.

Dokter Kim Suho membenarkan kacamatanya, “dia masih sering histeris saat tengah malam. Dalam seminggu ini juga telah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 3x.”

“Tapi kau bilang, dia bisa sembuh dengan terapi.”

“Nyonya Jung, menyembuhkan penyakit kejiwaan tidak semudah menyembuhkan penyakit fisik. Dia sudah terlalu dalam merasakan kesedihan. Dia tidak bisa menerima kenyataan tentang orang-orang yang dia sayangi pergi meninggalkannya. Membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya, dan bahkan…” dia menghentikan kalimatnya sesaat. “… tidak bisa sembuh selamanya.”

Suami wanita itu langsung memeluk istrinya saat istrinya mulai menangis. Menepuk-nepuk punggungnya agar dia bisa menerima kenyataan pahit ini.

“Maaf nyonya… tuan… aku sudah mengusahakan semuanya. Dari mengajaknya bicara dan bermain musik. Tapi dia tidak bereaksi apapun. Dia hanya bereaksi saat mengatakan jika seseorang akan mati besok, atau dia akan mati hari ini. Hanya seperti itu. Kelebihannya benar-benar menyiksa fisik dan jiwanya.”

“Dokter Kim, sampai kapan dia akan mempunyai kelebihan itu? Apa tidak bisa dihilangkan?”

“Tuan, aku adalah psikolog dan bukan Tuhan. Aku tidak tau tentang hal itu.”jawab Suho pelan. “Tapi bagaiamanapun juga, aku tetap akan berusaha menyembuhkan Yixing karena dia adalah sahabat Kris.”

Dokter Kim, nyonya Jung dan tuan Jung berjalan bersama menuju sebuah ruangan yang terletak di sudut lorong panjang itu. Sebuah ruangan yang dijaga ketat dan langsung menghadap pada pemandangan diluar. Dokter Kim sengaja menempatkannya di ruangan itu. Dia adalah pasien yang harus diperhatikan karena dia sering mengamuk dan tak jarang menghancurkan barang-barang, membuatnya harus terus memberikannya obat penenang jika hal itu terjadi.

Mereka bertiga mendapatinya sedang duduk diam menghadap jendela dengan tatapan kosong. Hanya bisa melihatnya dari jendela kaca ruangan dan tidak bisa menjangkaunya, nyonya Jung benar-benar merasa sangat sedih. Terlebih lagi dengan kondisinya yang belum juga memperlihatkan perkembangan.

Saat mereka terus menatapnya dalam diam, tiba-tiba dia berbalik ke belakang dan menatap tajam kearah mereka. Ia mengulurkan tangan, menunjuk kearah dokter Kim yang berdiri di sisi kanan.

Kemudian berdesis menakutkan, “kau akan mati…”

END

Iklan

91 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Extra Chapt

  1. Baekkiss berkata:

    ini ff pling sedih ya 😦 knpa jongin luhan mninggal juga 😦 malah yixing jd gila -_- dan terakhir suho bakal mninggal.. smua yg dkt yixing kok pd mninggal 😦

  2. intanawalur0712 berkata:

    HUAAAAA 😥 kenapa semuanya meninggallllllllllll 😥 aku nangis -ini beneran- kayak ngerasa aku ikut ngenal Sehun,Luhan,Jongin dan ada disekitar mereka..pokoknya ini..susah ngungkapinnya..yang jelas Daebak lahh!! Daebak! Daebak! Daebak!

    -kenapa harus ada yang meninggal sih..hiks..hiks..hiks-

    keep writing kak! :”)

  3. Nicha berkata:

    Huaa 😥 thor kok sedih banget … Yixing oppa kasian … Semuanya meninggal .
    Ini ff yg bikin aku nangis sesenggukan(?)
    Tp daebak thor !!! FIGHTING

  4. cha ahreum berkata:

    huuaa. .gue nyesek bacanya. .kasian xing xing gege ditinggal sama orang yang disayanginya. .
    *nangis di pojokan*

  5. bbuing bbuing berkata:

    BUSET INI SEDIH BANGET….
    SPECHLESS GATAU MAU NGOMONG APA INI KEREN BANGET SUMPAH
    MERINDING IH
    UDAH SEHUN MATI KAI MATI LUHAN MATI EH LAY GILA. ATURAN DARI PERTAMA AKU G BACA SIXTH SENSE KALO TAU INI AKHIRNYA. PALING ANTI BACA FF SAD .. huaaaaaaaa…
    SERIBU JEMPOL DAH BUAT OH MI JA ^^ kkk

  6. yuntil berkata:

    nggak tau mau ngomong apa
    yang jelas ini nyesek bgt
    unni… gomapta telah mbuat aku menangis…
    nice work…
    dtunggu ff selanjutnya eo…

  7. wulanaprian berkata:

    Endingnya!!!!! Ini ff terkejam dr oh mi ja, sehun, kai, luhan mati, lay jd gila :O gmn ga depresi kalo cobaan dtg bertubi2 gitu??? Depan mata semua yg mau mati keliatan, ya lah stresss

  8. ChoKyuLate berkata:

    Astaga, ini ff bkin nyesek + mewek.
    sehun meninggal aja gk rela ditambah pula jongin & luhan. apalagi lay gila.. prihatin ama nasib lay.
    daebak bkin aku mewek! keep writing.

  9. Shin Hyun Young berkata:

    DEMI APA AUTHOR-NIIIMMM
    KENAPA SEMUANYA MENINGGAAAAAL
    ASTAGA
    PERTAMA TAEYEON TERUS KRIS TERUS SEHUN TERUS JONGIN TERUS LUHAN TT____TT
    DAN DI AKHIR CERITA YIXING BILANG KAU AKAN MATI…’ SAMBIL NUNJUK SUHO TT____TT

    HUUUUUAAAAA
    KENAPA FF BROTHERSHIPMU YANG AKU BACA SELALU BERAKHIR TRAGIS AUTHOR-NIIIMMM TT_____TT
    AKU BANJIR AIR MATA BACANYA INIIII HIKS
    FEELNYA DAPET BANGET, JADI IKUT NGERASAIN GIMANA RASANYA

    LAIN KALI BUAT YANG CASTNYA U-KISS DONG AUTHOR-NIM… YA? YA? YA?
    KEEP WRITING AUTHOR-NIM
    HWAITING!
    /CAPSLOCK JEBOL/._.v/

  10. kim sangri berkata:

    Kai? Meninggal? Luhan? Juga? Lay? Gila?
    Aduh sumpah nyesek banget. Baca ff in sambil dengerin lagu different nya taeyeon. Suho kenapa? Dia jg mau meninggal? Hah? Ya ampun . Udah thor bikin meninggal semuanya aja. Biar happy ending di akhirat gituu-yehet-
    keren thor. Sequel ya? Plis plis plis. Keep writing thor

  11. CEAyoong berkata:

    AUTHOR SELAMAT YA, KAMU UDAH NGEBUAT DIRIKU NANGIS AGAIN :’O HUAAAAAA!! 😥 *GulingGuling* KASIAN YIXING , UDAH DITINGGAL ORTUNYA,KRIS,TAE,SEHUN,JONGIN,LUHAN, GMANA GA STRES COBA?!! BAGUS FF NYA WALOPUN SAD END :'<

  12. azziris berkata:

    Crtanya kok kmbli ke chap 1 ,yixing jd gila lgi…
    Mlah makin parah…semuanya jg mninggal…
    Sdih bngeeeetttttt…tp kereennn,walau akhirnya jongin mninggal..tp alur crtanya bgs bnget,bikin penasaran…keep writing thor….

  13. citra berkata:

    Hwa… sedih ceritanya thor, sad ending lagi,, duh thor kasian Lay.. kehilagan semuanya, tapi lebih kasian lagi sama nyoya dan tuan jung.. 😦

  14. XoByunXingQian berkata:

    Author aku udah baca ff ini dari chapter pertama sampe yang terakhir ini
    ga nyangka ending nya bakal kaya gini,huaaa~ bener” bikin aku nangisa
    feel nya dapet banget aku kaa bisa ngerasain perasaan jadi jongin,sehun,luhan sama yixing juga…
    keep writing author… di tunggu karya” yang lain nya ya ^^

  15. Swing (@anisaakade) berkata:

    ini adalah ff exo yang pertama kali gua baca dan sumpahh ini bikin gua nyesek banget.
    *untung ni cuman ff thor kalo real mah. dah kaga tau mau ngomong apaan.
    btw ffnya BENER_BENER GOOD!! 1000000000000000000000jempol for u thor (y)Like
    *\thor tuh FF kaga kepengen buat di lanjut lagi? hwaiting \./

  16. melinnnn berkata:

    maafkan aku author krna gak comment di chap sebelumnya, habisnya aku penasaran dan juga ngebut bacanya ㅠㅠ

    bener deh thor ini ff buat aku jd nangis malam”. ff nya aku sangat suka (y). tapi kenapa org” terdekatnya lay-ge harus pergi semua? ㅠ luhan ge, jongin oppa, sm sehun oppa kenapa harus meninggal? ㅜㅠㅠ
    aku gak tau lagi mau comment apa lagi, sekali lagi mianhe thor krn gk comment di chap sebelumnya

  17. diah berkata:

    Eettdaaahhh endingny horror bgt thor ??!! Trus itu hidupny yixing knp surem bgt sii ??!! TT.TT

    Tp ffny keren.. aku kya lg nnton film… keren !!! Semoga karya berikutny lebih cetar y thor !! Amiinnn ^^

  18. yunwoo berkata:

    Omaigat knp endingnya mati semua ,,, mana yixing jd gila beneran,,,,,ak sedihh thoorrr,,, ak nangis bombay.,,,yaampun,,, ak harus sgera mandi dan menyegarkan otakku biar ak g ikutan gila,,, huaa kasiannn yixing ,,,, jonginku knp meninggal,,, luhan jg., sehunnn jg,,,
    Hanya sisa tuan sm nyonya jung,,,
    Kyaaaaa keren thor,r,,, ak berasa kesedot masuk ke dlm ceritaa,,,, kerennn bgt

  19. dita berkata:

    makasih thor makasih….banget udah buat aku nangis. sedih banget sehun mati kok jongin sama luhan ikutan mati juga sih.

  20. lovehunhancouple berkata:

    Annyeong thor. Dari awal aku udah membaca ff ini tapi baru komen di bagian endingnya. Ceritanya bener-bener menyentuh dan buat aku nangis gk berenti. Persahabatan dan persaudaraan mereka harus diacungi jempol kurasa. Tapi Lay jadi gila karena kematian satu-persatu saudara dan sahabatnya. Aku cuma bisa bilang makasih karena ff ini bener-bener menyentuh. Semua ff yang dihasilkan oleh author selalu membuat hati aku tersentuh dan akhirnya menangis tanpa suara dan tersenyum terharu. Makasih atas semua ff yang author publish disini dan maafin aku yang jarang komen di ff author. Aku hanya komen dibagian ending dan bahkan waktu aku membaca ff author dulu aku gk komendan berakhir menjadi silent reader. Terus berjuang thor. Fighting

  21. kyuko berkata:

    ff yang sangat keren thor dr alurnya lalu suasanannya seakan kita mengikutinya dan Tidak Bisa di tebak gimana cerita kedepannya atau ada solusi untung yingxing tp trnyata dr chap k chap trrnyata bkan itu melainkan ia ditinggal oleh sendiri , cuma solusi untung yingxing munkin ga ada yah karena hnya ia yng tau gmna keadaan selanjutnya 🙂 daebak

  22. Jung Han Ni berkata:

    huhu sedih banget 😥 , nangis mulu bacanya, apalagi pas baca surat dari jongin.. itu sedih banget eon.. ga nyangka endingnya bakal kaya gini, kasian yixing cobaan hidupnya berat banget 😥
    semua ff eonni daebak ><

  23. Taehyungie berkata:

    Aku gak ngerti lagi mau komen apa tapi ini bener2 sedih dan nyesek banget😂😂 gak kuat ya ampunn. Kasian yixing jadi sendirian ya meskipun ada nyonya&tuan jung tapi tetep aja beda rasanya😭 gak kuat!! Sedih dah seriusan😭😭😭😭

  24. lulujung berkata:

    Keren dah thor… Rasanya mau nangis tp gak bisa… Huhuhu… Kesian tuh xing xing… Daebak dah thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s