Love Falls

the first

Nama / Penulis : Ines >>> @IDSNSMT / @oleoleo_Ines
Tittle : FIRST STORY▬LOVE FALLS
Tag (Tokoh) : Tao, Juniel and Others.
Genre : Romance, Friendship, etc.
Length : One-Shot
Note : “Ini hanya sebuah cerita karangan yang terinspirasi dari lagunya Romantic J – LOVE FALLS. Selebihya murni bayangan saya. Kalau ada kesamaan kata, tokoh, dan jalan cerita, saya mohon maaf. Karena saya juga tidak bermaksud menjiplak karya anda yang memang merasa cerita ini sama dengan karya anda. Itu hanya ketidaksengajaan bila benar-benar terjadi. Saya terinspirasi dari lirik lagu LOVE FALLS-nya Romantic J. Terimakasih.”

▓▓▓LOVE FALLS▬START▓▓▓

“Hallo! Tao kau sedang dimana? Kenapa kau belum juga datang ke kantor, huh? Apa kau baru bangun? Kau tidak lihat ini jam berapa!!? Kau tidak takut bos akan memecatmu? Cepat kemari! Banyak sekali pekerjaan yang harus kita selesaikan!”

Ah perempuan ini memang sangat cerewet. Baru saja aku mengangkat panggilannya, dia langsung berbicara dengan berbagai macam pertanyaan. Yang mana yang harus ku jawab lebih dulu? Bahkan aku lupa dia sudah bertanya apa saja.

“Hey bocah! Kenapa kau diam saja? Kau sedang ada dimana, huh? Kau mendengarkanku tidak!!?”

“Tenanglah, aku mendengarkanmu, noona. Aku dirumah.”

“Apa!!!? Dirumah? Cepat kemari! Aku disini sedang kebingungan karena kau tidak ada.”

“Apa aku belum memberitahumu? Aku sudah berhenti bekerja disana, noona.” Ya, aku rasa aku sudah memberitahunya dua hari yang lalu setelah aku mengundurkan diri dari perusahaan itu.

“Benarkah? Aku merasa kau belum pernah memberitahuku tentang itu.”

“Kau memang pelupa yang sangat konsisten, noona. Dua hari yang lalu aku sudah menceritakannya padamu. Dan kau langsung menendangku, setelah itu kau marah dan meninggalkanku di café sendirian. Kau juga membuatku harus membayar pesanan kita. Padahal kau berjanji akan meneraktirku.”

“Oohhh… Aku ingat. Hahaha, ah kenapa aku lupa? Jadi seharusnya sekarang aku juga sedang marah padamu. Ah ya, aku marah padamu karena kau meninggalkanku dan membiarkanku sendirian bekerja disini. Aku marah padamu, Taooo. Bye~”

Sambungan telepon itu langsung terputus. Ah, apa-apaan dia? Umurnya saja yang sudah lebih dewasa dariku. Tapi sikapnya, apa harus aku memanggilnya noona.

Sekarang apa yang harus kulakukan dihari ketiga ku sebagai pengangguran? Sangat membosankan. Kalau dipikir-pikir kenapa juga aku harus mengundurkan diri dari pekerjaan itu. Padahal aku hanya hidup sendirian. Tapi biarlah uang tabunganku masih banyak dan kurasa cukup untuk setahun,

Lagipula, cita-citaku adalah menjadi seorang Master Wushu yang terhebat dan terkenal diseluruh dunia. Ah, tidak apa-apa meski tidak mungkin terjadi, tapi aku akan bermimpi setinggi mungkin. Bukankah tidak ada yang mustahil didunia ini?

Aku Huang Zi Tao pemegang prinsip itu. Setelah pertengkaran hebat antara ayah dan ibuku yang mengakibatkan mereka berpisah saat aku masih berada disekolah menengah pertama, aku benar-benar kecewa pada mereka. Dan aku memutuskan untuk ikut dengan pamanku yang akan pulang ke korea. Ya, aku asli orang cina.

Aku melupakan semua keluargaku yang ada di cina. Entahlah, aku menganggap mereka tidak pernah ada. Aku disini, aku hidup di korea dengan pamanku. Aku membiasakan diri untuk bisa melakukan semuanya sendiri tanpa harus merepotkan paman. Ya, pamanku juga hidup sendiri.

Sejak smp, aku juga sudah ikut paman bekerja. Hanya bekerja paruh waktu. Setidaknya aku bisa mencukupi keperluan sekolahku. Paman selalu berkata dia tidak pernah merasa dibebani olehku. Dia justru merasa senang karena ada yang menemaninya. Baiklah, aku cukup tenang tinggal bersamanya.

Dan setelah aku duduk di kelas 2 sekolah menengah atas. Aku kehilangan pamanku. Paman meninggal dunia dan aku harus tinggal sendirian sampai hari ini juga.

Aku turun dari ranjangku dan membuka gorden biru yang menghalangi masuknya cahaya itu. Aku memperhatikan semua yang ada diluar. Aku baru sadar kalau hari ini sudah memasuki musim dingin. Pantas saja sedari malam tadi begitu dingin. Aku jadi malas untuk mandi. Lagipula untuk apa mandi. Hari ini tidak ada acara keluar untukku.

Adakah seseorang yang mengutukku diluar sana. Begitu membuka kulkas… betapa indahnya, persediaan makananku habis. Apa-apaan ini. Aku terpaksa mandi dihari yang dingin ini dan keluar untuk membeli makanan. Lebih baik aku pergi ke restaurant saja. aku sedang malas melakukan apa-apa, meskipun membeli bahan makanan. Sesampainya dirumah pasti tak akan jadi makanan yang sudah siap santap.

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Malam hari seperti ini, menurutmu apa yang bisa membuatmu bahagia? Berteriaklah ya jika dirumah sendirian adalah hal yang sangat membosankan. Ini malam musim dingin, adakah orang lain yang bersemangat keluar?

Tidak? Aku rasa ada. Aku! Ya aku rasa aku bersemangat, mengigat setiap malam musim dingin, Kyungsoo sahabatku akan bernyanyi untuk semua orang dipusat kota dan pasangan kekasih lainnya memberikan tepuk tangan juga hadiah untuknya. Aku fans beratmu Kyungsoo.

Do Kyungsoo, dia sahabatku di sekolah menengah atas. Harusnya saat ini aku juga masih sekolah dan duduk dikelas tiga bersamanya. Tapi apalah, aku terpaksa berhenti sekolah. Mengertilah keadaanku.

Aku segera mengunci pintu dan berlari menuju taman kota. Rumahku dekat dengan taman kota. Ayolah, sepertinya aku juga belum terlambat melihatnya. Dan… benar saja. kyungsoo baru duduk dikursi tempatnya bernyanyi bersama…. Entahlah, kurasa itu teman barunya. Dia punya tubuh yang tinggi, putih dan berambut hitam. Dia hanya membawa gitar. Partner barunya mungkin.

Aku duduk disalah satu kursi taman yang ada dibawah pohon dan melihatnya cukup jauh. Banyak pasangan yang sudah lebih dulu menunggunya. Mereka berdua memulainya. Pria tinggi itu mulai memetik senarnya dan Kyungsoo mulai bernyanyi. >>> coba dengarkan lagu EXO yang Angel<<<

Kurasa itu lagu yang pernah dia tanyakan padaku. Kalau tidak salah judulnya Angel. Aku sudah bilang padanya, itu lagu yang sangat bagus dan aku orang pertama yang menyukai dan mendengarkan lagu itu. Kyungsoo kau membuatku mengingat semua kenangan persahabatan kita. Aku benar-benar merindukannya.

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Usai bernyanyi aku langsung berbincang dengan Kyungsoo dan Chanyeol. Ternyata pria tinggi itu Chanyeol. Dia murid baru dikelas Kyungsoo. Permainan gitarnya bagus juga.

“Bagaimana kabarmu?”, Kyungsoo memulai pembicaraan setelah seorang pelayan mengantarkan coklat panas pesanan kami.

“Tentu aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Baik. Benarkah kau baik-baik saja? aku tidak yakin. Bahkan Yuri noona bilang padaku kau mengundurkan diri dari pekerjaanmu,” Kyungsoo meniup-niup coklatnya.

“Kalian berdua sama saja. Aku baik-baik saja, haruskah aku pergi ke rumah sakit dan meyakinkanmu dengan perkataan seorang dokter? Jangan bercanda..”

“bukan itu maksudku. Kau kan sendirian dirumah, aku hanya khawatir. Bagaimana jika kau bunuh diri?”

“kau kira aku pria stress yang ditinggal kekasihnya. Frustasi lalu bunuh diri. Yang benar saja, aku bukan tipe orang yang seperti itu. Lagipula aku tidak punya kekasih. Huang zi tao yang selalu sendirian. Itulah nama lengkapku…”

“kau masih sendirian? Ku kira kau sudah menikah. Haha..” Kyungsoo tertawa sendirian. Sementara aku hanya meliriknya sinis.

“memangnya kau sudah punya pacar, huh?”

“Tentu saja. aku ini tampan, tao. Tidak seperti kau. Apalagi suaraku sangat merdu seperti yang kau bilang.”

“Jangan percaya dengan perkataanya. Dia baru saja berpisah dengan pacarnya tadi siang.” Ujar Chanyeol membuat Kyungsoo mengembungkan pipinya dan menatap tajam Chanyeol. Sementara aku dan Chanyeol menertawakannya.

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Salju putih mulai turun malam ini, jalanan juga mulai kotor dengan salju. Aku semakin merapatkan jaketku dan berjalan tanpa arah. Aku sedang tidak ingin dirumah. Kyungsoo dan Chanyeol juga langsung pulang setelah coklat panas tadi habis. Apa tidak ada yang ingin menemaniku.

Mengingat-ngingat apa saja yang tadi kami bicarakan. Aku jadi teringat dengan perkataan Kyungsoo yang bertanya tentang kekasih. Benar juga, kenapa aku tidak punya kekasih? Bahkan aku rasa aku juga belum pernah jatuh cinta. Kapan aku bisa merasakannya? Bagaimana juga rasanya? Mereka bilang indah? Benarkah?

Aku tidak tau sekarang aku dimana. Kaki ini hanya terus berjalan mengikuti jalan ini. Aku mengedarkan pandanganku. Tempat ini jauh lebih indah dari taman kota. Lalu ku tengadahkan kepalaku. Ah, kenapa langit begitu indah? Begitu banyak bintang yang bersinar disana. Aku kembali melihat sekelilingku. Dan…

Pandanganku bertemu dengan seorang gadis yang berdiri tak jauh dihadapanku. Aku tak ingin mengalihkan pandanganku darinya. Dia lebih indah dari salju yang turun. Dia lebih terang dari bintang yang ada dilangit. Dia bahkan jauh lebih cantik dari yang pernah aku lihat. Oh tuhan, siapakah dia?

Tanpa aku sadari, kakiku berjalan kearahnya. Lihatlah dia. Bukankah dia sangat cantik dengan pakaian yang sedang dia pakai. Aku memperhatikan semua tentangnya. Lihatlah tangannya yang putih dan mulus itu. Aku ingin sekali menggandeng tangannya, lalu berjalan bersama dan…

“Hei bodoh, kau sedang apa? Cepat ikut aku. Aku sudah menemukan ponselku!” Tiba-tiba sorang perempuan lain menarik tangannya dengan kasar dan pergi. Perempuan cantik tadi sempat menengok ke arahku dengan tatapan sendu. Ada apa dengannya?

Aku ingin sekali berlari mengejarnya. Tapi untuk apa? Apa alasanku mengejarnya? Tidak ada. Sudahlah lupakan gadis cantik itu.

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Sejak hari itu. Sejak aku bertemu gadis itu. Entahlah, aku terus memikirkannya. Bahkan wajahnya terus terbayang dibenakku. Kenapa? Beberapa hari yang lalu aku juga bertemu dengannya ditempat yang sama saat malam hari. Usai aku menonton Kyungsoo. Esok harinya aku juga bertemu dengan waktu dan keadaan yang sama.

Apa-apaan ini? Yang aku pikirkan, kenapa dia selalu memasang wajah sedihnya. Tatapan sendunya juga. Apa ada hal yang begitu berat dalam hidupnya? Aku ingin sekali melihatnya tersenyum. Aku ingin bisa membuatnya tersenyum.

Oh tuhan apa yang sedang aku alami. Apa ini yang orang-orang sebut jatuh cinta? Sungguh? Apa aku sedang jatuh cinta?

Malam ini aku juga melihat penampilan Kyungsoo lagi. Tapi dia pulang lebih dulu. Akhirnya aku hanya minum coklat panas bersama Chanyeol. Tadinya aku ingin menceritakan semua tentang gadis itu pada Kyungsoo malam ini. Tapi karena dia tidak ada… apa harus aku bercerita pada Chanyeol? Apa dia bisa dipercaya?

“Ku dengar kau ingin bercerita sesuatu pada Kyungsoo. Bercerita apa?” akhirnya Chanyeol angkat bicara setelah lama kami terdiam. Ternyata dia pendengar yang hebat. Dasar!

“apa aku bisa mempercayaimu?” tanyaku ragu.

“Tentu. Kau tenang saja, Kyungsoo bilang aku sama sepertimu. Aku tidak punya teman selain dia disekolah. Lagipula aku tidak pernah menceritakan rahasia orang lain.”

“aku ragu. Bahkan beberapa hari yang lalu kau memberitahuku soal hubungan Kyungsoo dengan kekasihnya yang baru saja berpisah.” Chanyeol cengegesan.

“Aku hanya ingn membenarkan ucapannya. Lagipula kalian berdua sahabat, mana mungkin harus ada kebohongan. Aku juga memberitahu sahabat Kyungsoo kan? Jadi bukan masalah. Kalaupun aku membocorkan rahasiamu. Paling-paling hanya pada Kyungsoo. Kau bisa mempercayaiku.”

“Baiklah…”, aku menceritakannya pada Chanyeol. Semuanya. “Apa ini yang namanya jatuh cinta? Aku memang payah dalam cinta. Aku bahkan belum tahu bagaimana rasanya?”

“Aku rasa kau memang sedang jatuh cinta.”

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Kenapa hidupku seperti drama saja. aku dan gadis itu seperti karakter utamanya. Kami bertemu lagi dijalan ini. Kali ini dia tersenyum padaku. Tak ada tatapan sendunya lagi. Ah kenapa hatiku langsung berdegup sangat kencang. Aku, apa yang harus aku lakukan?

Aku mendekatinya. Dia masih tersenyum. Aku benar-benar tak bisa melepas senyumnya. Senyum yang benar-benar indah.

“Hallo?” ucapnya yang membuatku mengerjapkan kedua mataku. Aku hanya tersenyum, rasanya lidah ini kelu. Aku tidak bisa berkata apapun.

“kau… pria yang kemarin dan beberapa hari yang lalu kan?” tanyanya. Aku hanya mengangguk. Kami terdiam. Aku rasa dia jauh lebih gugup dariku. Dia seperti berpikir untuk kalimat selanjutnya yang harus dia ucapkan. Aku.. aku harus membantunya.

“Aku Tao. Dan kau?”

“Juniel… namaku Juniel.”

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Ah… aku akan mengumumkannya. Aku benar-benar bahagia. Juniel. Oh tuhan, gadis itu benar-benar impianku. Dia seperti malaikat cantik yang menjadi penerang hidupku. Setelah kami berkenalan tadi, aku mengajaknya berbincang disebuah café.

Dia orang yang periang. Dia juga ramah, dia terlalu sering menebar senyumannya. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Dia masih kelas 2 sma dan bersekolah disekolah yang sama dengan Kyungsoo. Selama dicafe tadi aku lebih banyak menatapnya daripada mengajaknya berbicara.

Aku juga sempat bertukar nomor ponsel dengannya.Terakhir aku mengantarnya pulang. Dan setelah itu… aku benar-benar bahagia. Aku merindukannya. Secepat ini, baru saja aku berpisah dengannya kurang dari setengah jam. Aku sudah merindukannya.

Aku mengambil ponselku dan langsung meneleponnya. Ah tidak, aku langsung mematikan panggilannya. Ini terlalu cepat. Bagaimana jika dia mencapku jadi orang yang tidak benar. Aku, lebih baik mengirimnya pesan saja. tapi apa? Apa yang harus ku kirim?

To : Juniel
Hai, aku Tao. pria yang tadi? Kau masih ingat, kan? Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan?

Aku membacanya kembali. “ah tidakkk… bukan seperti ini. Ini terlalu mejelaskan bahwa aku ridnu padanya.” Aku menghapus pesan itu dan menulis yang baru. Bagiamana jika begini saja…

To : Juniel
Juniel, aku Tao. pria yang tadi. Kau sudah makan?

Aku membacanya ulang dan… itu terlalu jelas bahwa aku rindu padanya. Lebih jelas dari yang tadi. Itu juga terlalu perhatian untuk orang yang baru berkenalan. Bukankah dia juga sudah menyimpan nomorku. Jadi untuk apa memperkenalkan lagi. Aku kembali menghapus pesannya dan menulis ulang.

To : Juniel
Selamat malam, Juniel. Kau sedang apa? Apa aku menggangumu?

Aku membacanya dan.. ini lebih baik dari yang tadi. Aku langsung mengirimnya. Aku menunggu balasannya. Ah, kenapa menulis pesan saja aku begitu gugup. Apalagi jika aku langsung bertanya padanya. Mungkin aku akan jauh lebih gugup. Tapi kurasa memang benar. Tadi saja aku sudah gugup.

Kenapa lama sekali. Apa dia sudah tidur? Atau dia sedang belajar. Aku terus melihat layar ponselku. Setengah jam sudah berlalu. Ponselku bergetar. Aku langsung membuka satu pesan yang masuk. Dan… Apa? Ini dari Kyungsoo. Ah, menggangu saja. aku mengharapkan pesan dari Juniel, bukan dia.

From : Kyungsoo
Ah siapa yang sedang jatuh cinta? Kau? Sungguh? Kenapa kau tidak mengabariku? Setidaknya kirim pesan saja? coba beritahu aku, siapa orang yang sedang membuatmu jatuh cinta? Apa dia cantik? Aku tidak yakin kau benar-benar sedang jatuh cinta :p

Ah anak itu hanya mengejek saja. tidak bisakah dia serius? Aku benar-benar jatuh cinta. Ini yang pertama. Dan anak itu langsung mengejekku? Dasar! Lihat saja aku tidak akan membalas pesannya. Bahkan dia tidak meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita sahabatnya yang sedang jatuh cinta.

Juniel kemana? Kenapa dia masih belum membalas pesanku? Baiklah tao.. mungkin dia memang benar-benar sudah tidur. Kalau begitu aku juga tidur saja. Tapi aku tidak bisa… aku masih menunggu pesannya. Dia pasti akan membalasnya. Aku rasa aku gila -_-

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Aku bangun terlalu pagi. Ini masih jam 4. Sungguh, tidak biasanya aku seperti ini. Aku langsung melihat ponselku. Juniel benar-benar tidak membalasnya. Kenapa? Apa dia tidak ingin berkenalan denganku. Atau aku menggangunya? Aku kecewa.

Biarlah, mungkin Juniel sedang tidak memegang ponselnya. Atau baterai ponselnya habis. Berpikirlah positif, Tao! sekarang apa yang harus aku lakukan sepagi ini? Tidur lagi? Aku rasa aku tidak mau. Bagaimana jika aku mandi dan bersiap-siap untuk … mengantar Juniel ke sekolah? Ah ya, aku akan mengantarnya.

Rumah Juniel terlihat sepi, apa dia sudah berangkat? Baiklah, akan ku tunggu sebentar. Aku melihatnya, dia berjalan keluar dengan wajah datarnya.

“Hai!”

“Tao!” Juniel tersenyum dan segera menghampiriku. “Kenapa kau disini? Kau sedang apa?”

“Aku? Aku menunggumu. Bagaimana jika aku mengantarmu ke sekolah?”

“Jalan kaki bersamamu? Aku suka…” Dia tersenyum. Aku tersenyum mendengarnya. Aku sudah bilang padanya aku tidak mau dipanggil kakak. Makannya tadi dia hanya memanggil namaku. Itu jauh lebih baik menurutku.

“memangnya kau tidak sekolah?”

“Aku terpaksa berhenti. Seharusnya aku masih kelas tiga disekolah yang sama denganmu.”

“Sungguh? Kau benar-benar seniorku kalau begitu.”

“Ya…”

Aku memandangnya dari ekor mataku. Sementara dia focus kedepan jalan. Yaampun, dia lebih cantik dari dekat. Kenapa tuhan baru mempertemukanku dengannya. Tanpa dirasa, kami sudah sampai didepan sekolah.

“Terimakasih sudah mengantarku.” Juniel kembali tersenyum.

“Belajarlah yang baik.”

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Mungkin sudah satu bulan aku berteman dengan Juniel. Tidak pernah sekalipun aku bosan bertemu dengannya. Bahkan aku lebih sering merindukannya. Aku juga sudah satu bulan menyimpan rasa cintaku untuk nya. Aku tidak pernah bisa mengatakannya. Itu terlalu …. Aku gugup.

Aku duduk dibangku taman. Ya, aku sedang menunggu gadis itu. Aku akan menyatakan perasaanku sekarang. Kau harus bisa Tao. tapi aku takut. Bagaimana jika Juniel menolakku? Itu sangat memalukan.

“Kau lama menungguku? Maaf terlambat. Aku ada sedikit urusan dengan keluargaku.” Juniel datang dengan senyuman lalu dia duduk disampingku. Nafasnya masih terengah.

‘tidak apa-apa. Aku juga baru sampai.”

“kau mau bicara apa?”

“aku mencintaimu.” Aku mengatakannya? Aku berhasil mengataknnya dalam satu kali nafas tanpa menatapnya. Ku lihat Juniel yang tampak kaget.

“Apa yang barusan kau katakan? Kau sedang bercanda kan? Ah tidak. Aku mengerti, kau mencintaiku sebagai sahabat, kan? Aku juga.” Juniel tersenyum tanpa menatapku. Aku menatapnya dan memegang tangannya.

“aku mencintaimu lebih dari sekedar sahabat. Aku ingin kita bersama untuk selamanya.” Juniel langsung melepaskan pegangan kami. Dia menggeleng.

“tidak.”

“kenapa? Apa yang harus aku lakukan supaya kau mau menerimaku?” Juniel menggelengkan kepalanya lalu berlari menjauh dariku. Aku sudah memanggilnya berkali-kali tapi dia tidak mendengarnya. Aku mengejanya, tapi dia hilang dengan sebuah taxi. Aku meneleponnya, tapi tidak aktif. Dia tidak ada dirumahnya.

Aku cemas. Apa yang aku takutkan terjadi semuanya. Kenapa seperti ini? Kenapa Juniel seperti ini?

Sejak hari tu dia tidak pernah lagi bisa kuhubungi, aku juga tidak pernah bertemu dengannya di taman. Aku benar-benar frustasi. Kemana gadis itu? Aku benar-benar merindukannya. Jika memang dia tidak mau seharusnya dia tidak seperti ini. Cuku pjawab saja tidak. Aku tidak akan memaksanya. Jika memang dia ingin menjadi sahabat. Aku akan menerimanya.

Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana. Malam ini aku kembali duduk di café bersama Kyungsoo dan Chanyeol.

“Kau kenapa? Wajahmu benar-benar seperti orang yang ingin mati.” Ujar Chanyeol sambil memperlihatkan wajah cemberutnya.

“bukankah hari ini kau sedang jatuh cinta? Bagaimana kelanjutan kisahnya?” Sambung Kyungsoo.

“Diamlah. Bahkan gadis itu langsung pergi setelah aku melemparkan pertanyaanku tentang perasaannya. Dia tidak kuhubungi setelah itu. Dan kami tidak pernah bertemu lagi. Aku benar-benar heran dengannya.” Aku semakin sedih dan menenggelamkan wajahku dilipatan kedua tanganku.

Mengapa kisah cintaku seperti ini? Tak bisakah Juniel menjadi milikku.

“benarkah? Gadis yang sombong sekali. Baru saja kau tanyai perasaannya sudah lari bagaimana jika kau mengajaknya menikah. Mungkin dia akan ⤚ “

“Chanyeol diam! Bersabarlah. Mungkin dia memang bukan untukmu, Tao. lagipula masih banyak gadis yang lebih baik dari dia.” Nasehat Kyungsoo tidak membuatku lebih baik. Justru aku lebih ingin menagisi diriku sendiri yang begitu malang.

“Aku merasa ada kisah seorang gadis yang berhubungan denganmu.” Aku dan Kyungsoo hanya melirik Chanyeol tak mengerti.

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

“aku tidak mau. Aku sedang malas keluar malam-malam seperti ini, Kyungsoo.”

“Kami tidak mau tau. Kau harus datang ke taman sekarang juga. Kami punya lagu baru, dan kau harus mendengarkannya. Jika tidak aku tidak mau berteman denganmu lagi.”

“ancaman macam apa itu. Kau seperti seorang gadi saja. aku tidak mau!”

“Hei, TAO! KAU HARUS DATANG!” suara Chanyeol begitu keras. Ah, baru kali ini aku mendengarnya berteriak. Entahlah, malam ini rasanya aku tidak mau keluar. Untuk pertama kalinya. Meskipun alasannya adalah lagu baru Kyungsoo. Tapi aku tidak mau. Aku benar-benar ingin diam.

“Tao, kau dengar tidak? Kau harus datang kesini. Kami tidak hanya punya lagu baru, kami punya anggota baru. Dan itu seorang gadis. Kau pasti menyukainya. Anggap saja pengganti orang yang bernama Juniel itu.” Kata-kata Chanyeol begitu bersungut.

“aku tetap tidak mau. Aku tidak ⤚”

“Yeee… Terimakasih kau sudah mau datang kemari. Aku akan memberikan hadiah untukmu.!” Teriakan Chanyeol membuatku mendesah kesal. Kenapa dia selalu bersikap semaunya. Baiklah, apa boleh buat.

Aku berjalan lebih pelan. Ouhh, benar-benar malas. Aku duduk dibangku taman, tempat biasa aku menonton mereka berdua bernyanyi dari kejauhan. Kyungsoo baru saja naik setelah kukabari aku sudah ditaman. Chanyeol naik selanjutnya. Dan.. apa? Siapa perempuan itu? Seorang perempuan juga naik ke atas panggung yang tidak terlalu tinggi itu.

Aku… aku seperti mengenalnya? Bukankah itu Juniel? Mereka tak merasakan aku terkejut? Mereka langsung memainkan musiknya. >>> coba dengar lagunya Romantic J – Love Falls<<<

Tanpa sadar aku mendekat dan tersenyum. Suara Juniel labih dulu terdengar dari lagu baru ini. Mereka bilang judulnya Love Falls. Dan apa kalian tau. Lirik lagu itu adalah kisah ku dengannya. Tapi aku tidak tau apa akhir dari pertanyaan itu.

Selesai bernyanyi aku langsung menunggu mereka bertiga dicafe. Mereka datang dan … kam diam. Tidak ada yang memesan. Aku menatap Juniel penuh rindu.

“Itu lagu ciptaan Juniel. Lagu baru dia.” Buka Kyungsoo.

“Bagaimana pendapatmu?” Sambung Chanyeol.

“Itu kisah kita? Kau dan aku…” aku terus menatap Juniel yang memandang kebawah. “Kau kemana saja? kau marah padaku? Kau membenciku? Kalau kau tidak mau kau bisa menolaknya tanpa harus pergi jauh dariku.” Mataku memanas. Tapi Juniel lebih dulu menangis. Aku ingin menangis, tapi aku menahannya. Aku hanya sedih karena aku benar-benar merindukannya.

“apa arti semua ini?” lanjutku.

“Aku… aku tidak bermaksud pergi darimu. Aku hanya… aku tidak percaya bahwa kau benar-benar menyukaiku juga. Aku belum bisa,,, aku tidak bisa mengontrol diriku. Pada kenyataannya aku juga mencintaimu, tapi aku hanya tidak bisa mengatakannya. Aku perlu waktu untuk bisa mengatakannya padamu.. Aku…”

Aku tidak peduli apa yang dia katakan, yang aku tangkap adalah dia juga mencintaiku. Aku langsung bangkit dan memeluknya. Oh inikah rasanya rindu yang terbalaskan? Betapa leganya hatiku.

“Aku merindukanmu terlalu banyak. Aku tak bisa mengatur hidupku setiap kali aku mengingat kenyataan bahwa kau lari setelah mengetahui perasaanku.”

“Aku mencintaimu.” Ujar Juniel berbisik, dia masih menangis.

“Aku juga. Kau tidak usah menangis. Aku tidak suka melihatmu menangis. Siapa yang membuatmu menangis? Aku akan menghajarnya.” Hiburku.

“kau.. kau yang membuatku menangis.”

“Kita akan menghajar orang yang membuat adik kita menangis.” Ucap Chanyeol yang langsung memukul kepalaku dengan bukunya dan Kyungsoo juga langsung memukul lenganku.

“Hey, kenapa kalian memukulku? Lagipula kenapa kau menangis karenaku?” Aku memajukan bibirku kesal. Apa-apaan ini.

“Karena kau membuatku merasakan sakitnya menahan rindu.”

“Harusnya aku yang berkata seperti itu.”

“Katakan saja.” balas Juniel dengan wajah datarnya.

“kau membuatku merasakan sakitnya menahan rindu.” Ulangku langsung. Juniel hanya menatapku datar. Chanyeol dan Kyungsoo hanya ber-Oh-ria.

“Hanya seperti itu?”

“Lalu kau mau aku seperti apa?” Tanya Juniel.

“Peluk aku!” Aku membentangkan kedua tanganku sambil tersenyum.

“Kau sudah memelukku tadi. Jadi tidak perlu…” apa? Kenapa seperti itu?.

“Yasudah aku pergi!” Aku membalikan badanku dan pergi. Kutengok kebelakang. Tak ada yang mengejarku. Sungguh. Begitu jahatnya mereka, Aku terus berjalan tanpa ingin kembali. Jika aku kembali bukankah akan sangat memalukan?

Aku berjalan sampai dijalan tempat aku dan Juniel bertemu. Hey, sejak kapan ada neon yang menyala disini. Bahkan tempat ini seperti berbeda. Aku curiga~ apalagi setelah mendegar Chanyeol berkata sebuah hadiah.

“Kau marah? Jangan marah, aku kan hanya bercanda.” Tiba-tiba Juniel memelukku dari belakang. Aku ingin tersenyum. Tapi… akan kukerjai dia. Aku berlagak marah dan memasang wajah kesal.

“tertawa saja bersama mereka. Biarkan aku sendiri.”

“walaupun aku mau menerimamu menjadi pacarku. Kau tetap tidak mau memaafkanku?” Tanya Juniel benar-benar menjebakku. Aku melepas pelukannya dan beralik menghadapnya.

“Kau kira aku masih mencintaimu?”

“Kau… “ Ku lihat wajahnya memerah, dia langsung menunduk malu. Kulihat dia juga seperti ingin menangis.

“Aku mencintaimu. Aku juga menyayangimu. Sampai kapanpun akan seperti itu. Kau mau kan menemaniku sampai akhir hayatku? Kau ingin menjadi pacarku?” Ucapke serius sambil memegang kedua tangannya.

Juniel memandangku seperti ragu. “Tadi aku hanya bercanda. Sungguh, aku masih mencintaimu. Aku tidak akan pernah bosan melakukan itu.” Juniel langsung memelukku.

“Aku tidak mengulangi yang kemarin. Aku juga mencintaimu.”

♥♥♥ LOVE FALLS ♥♥♥

Aku bahagia. Aku bisa bersama dengan Juniel dan tersenyum bersamanya. Kini aku tidak menonton permainan music Kyungsoo dam Chanyeol sendirian lagi. Aku menontonnya seperti pasangan yang lain.

Ternyata Kyungsoo dan Chanyeol juga sering mendengarkan cerita dari Juniel. Pantas saja kemarin mereka begitu memaksaku untuk mendengarkan lagu barunya. Ternyata mereka ingin membantu Juniel yang rindu padaku. Ah, tau darimana aku dia merindukanku? Tentu saja dari orangnya.

Aku sangat bersyukur bisa memiliki Juniel. Semoga dia bisa bersamaku selamanya. Juniel, malaikat cantikku yang benar-benar membuatku bahagia. Dia seperti kado dimusim dingin yang dikirim snta lebih awal dari natal.

“Tao, aku ingin kita selalu bersama. Kau tidak boleh meninggalkanku. Karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita akan selalu bersama. Iya, kan?”

Aku mengangguk, tersnyum dan memeluknya.

▓▓▓LOVE FALLS▬FINISH▓▓▓

▓▓▓NEXT▬CROOKED▓▓▓

 

6 thoughts on “Love Falls

  1. amelia berkata:

    waha.. tao astaga.. apa kalok dia lagi jatuh cinta begini yah?? wkk lucu amat.. xD
    ffnya keren thor.. alurnya juga ngk terlalu cepet.. ada sedikit kurang huruf.. tapi selebihnya bagis thor.. next nya di tunggu yah.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s