You Hurt Me (Sequel) 1/2

yuhurtmi

Nama : @shehuniex
Judul Cerita : You Hurt Me (Sequel)
Tag : Oh Sehun, Jung Kryistal, Choi Sulli, Zitao, Kim Kai Support cast : Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Length : Two Shoot
Catatan Author : mohon maaf kalau ada typo, cerita ini murni dari fikiran author, jadi tolong jangan di copas. Minta komennya juga untuk membangun supaya bisa membuat tulisan yang lebih baik.

Happy reading~

***

 

“hei, kenapa tidak menelfonku kalau mau kesini? Aku bisa menemanimu”

Yeoja yang sedari tadi menatap kosong kea rah luar jendela mendongakkan kepalanya dan mengangkat kedua sudut bibirnya untuk membentuk senyuman. Meyakinkan namja dihadapannya kalau ia baik-baik saja.

Tanpa meminta izin, namja itu menarik kursi dan duduk di hadapannya.

“aku tidak ingin mengganggumu, kau orang sibuk Kai”

Kai mendengus sebal. Tidak ingin terlalu memusingkan, yeoja itu kembali mengalihkan pandangannya kea rah luar jendela, menatap orang-orang yang berlalu lalang.

“aku akan selalu ada waktu untukmu Kryistal-ah. kau sahabatku”

Kini balas yeoja itu, Jung Kryistal yang mendengus sebal.

Sudah dua minggu berlalu sejak pertemuan mengaggetkan dengan Oh Sehun, selama itu juga Kai selalu datang saat Kryistal membutuhkan seseorang. Namja itu juga yang akan tiba-tiba datang ketika Kryistal menangis tersedu-sedu di kamarnya dan menenangkannya dengan memeluknya erat, meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Kryistal sangat menghargai itu. Ia tahu Kai melakukannya karena mereka adalah sahabat. Sulli dan Tao dengan jadwalnya yang begitu padat tidak bisa selalu berada disamping kryistal ketika ia membutuhkan, itulah sebabnya Kai merasa dirinyalah satu-satu nya orang yang dibutuhkan Kryistal. Ia tidak membantah itu. Dengan keadaannya yang sekarang membuatnya membutuhkan seseorang untuk berada disampingnya dan mendukungnya, dan disanalah Kai berada, datang ketika ia menangis atau ketika Kryistal sedang merasa benar-benar kesepian. Dan tentu saja, Kryistal sangat berterima kasih untuk itu.

“tapi kau tidak bisa terus-menerus selalu bersamaku.” Ucap Kryistal dengan nada bosan, ia benci menjadi prioritas utama Kai. Ia bukan tanggung jawab namja itu. “kau sudah mengcancel beberapa jadwal yang sudah kau buat demi diriku. Aku tidak mau mengacaukan lagi” benar. Demi berada disisinya selama ia membutuhkan, Kai sampai harus membatalkan beberapa jadwalnya. Kryistal benci untuk menjadi pengacau. Semua yang sudah di dapatkan Kai sekarang ini adalah hasil kerja kerasnya selama ini, sebagai sahabat tentu saja ia tidak mau mengacaukannya.

“itu bukan masalah untukku Kryistal-ah, masih ada waktu lain untuk mengatur ulang jadwalku. Tapi tidak ada waktu lain saat kau membutuhkanku”

“aku tidak membutuhkanmu sekarang” bohong, aku sangat membutuhkan seseorang saat ini. Bayang-bayang ketika Sehun memperkenalkan Song Naeun sebagai tunangannya terus menghantuiku.

            jinjja?” ucap Kai dengan nada mencemooh.

Kryital mengalihkan tatapannya menatap Kai. “jangan seperti ini Kai.” Ucapnya lirih, “kau membuatku merasa tertekan. Aku tidak mau mengacau”

“kau tidak pernah mengacau”

“ya, aku mengacau.” Kryistal bersikeras.

Kai menghela nafas panjang dan tidak membantah. Itu tidak akan pernah berakhir kalau sudah mulai berdebat dengan Kryistal. “ingin memesan sesuatu? Kau sudah sarapan?”

“aku sudah memesan kopi”

“apa yang kau makan pagi ini?”

“Kai–”

“kau hanya perlu menjawabnya.” Ucap Kai tak terbantah.

Kryistal menghela nafas panjang, mengaku kalah. “hanya susu putih”

“kalau begitu kita harus memesan makanan, setelah itu aku akan mengantarmu ke kampus. Jam berapa kau ada kelas?”

“jam 10.”

“bagus, sekarang ayo kita pesan makanan untukmu”

 

***

 

“mulai menyesalinya Oh Sehun?”

Sehun menoleh kearah kursi penumpang dan mendengus kasar. ia tidak butuh mendengar sindiran-sindiran dari kaka sepupunya. Sudah cukup kakak sepupunya itu terus menyindirnya dirumah. Tatapan Sehun kembali teralih menatap kearah café, dimana yeoja itu sedang duduk bersama seorang namja yang juga sahabatnya.

“jangan menjadi seorang pengecut Oh Sehun. Apa kami, hyung mu ini mengajarimu untuk menjadi seorang pengecut?” tukas Baekhyun kasar. “mengakui Naeun sebagai tunanganmu?” Baekhyun tertawa sinis, “yang benar saja Oh Sehun!”

hyung! Hentikan!” bentak Sehun memukul kasar stir mobilnya. “aku sudah lelah mendengar semua ocehanmu! Tidak bisakah kau hanya diam dan mendukungku?”

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum sinis. “mwo? Mendukungmu? Yang benar saja Oh Sehun!”

“kau tidak tahu bagaimana menjadi diriku hyung! Aku menyayangi Kryistal tapi disisi lain ada sahabatku yang ternyata mencintaiku. Dia bahkan harus menahan sakit ketika melihatku bermesraan dengan Kryistal!”

“Ini sudah lebih dari dua tahun Oh Sehun! aku yakin Sulli sudah tidak memiliki perasaan padamu!”

“bagaimana aku bisa tahu? Bagaimana kau bisa tahu? Bagaimana kita semua bisa tahu?! Tidak ada yang bisa memprediksi perasaan seseorang hyung!

“kau masih mencintai Kryistal kan?”

“tentu saja! kau tidak harus bertanya untuk itu” tukas Sehun

“kalau begitu, kenapa tidak kau mempertahankannya Sehunie? Kenapa kau justru menjadi seorang pengecut seperti ini?!” Baekhyun berteriak, “tidakkah kau lihat bagaimana menderitanya Kryistal? dia masih mencinttaimu Sehunie! Dia masih menjaga rasa cintanya untukmu, bahkan ketika kau menghilang begitu saja.”

hyung… cukup.” Sehun berucap. Suaranya terdengar memohon ketika mengucapkannya. Ia benar-benar tidak bisa mendengar itu lagi. Ia tahu Kryistal masih mencintainya. Kata-kata yeoja itu di café terakhir kali terus terbayang-bayang di kepalanya.

“‘percayalah, kalau aku mencintaimu…’ dan aku percaya itu, bahkan sampai sekarang, sampai saat ini aku masih percaya dengan kata-katamu itu”

 

“dua tahun kau menghilang, tidak ada kabar sama sekali, tidak tahu bagaimana keadaanmu. Apakah kau masih hidup, sehatkah kau, apa terjadi sesuatu padamu. Tapi satu yang kuyakini, dimanapun kau berada kau akan tetap mencintaiku”

Aku tetap mencintaimu Kryistal-ah, hati ini masih milikmu. Ucap Sehun dalam hati. Ia masih milik Kryistal, sampai kapanpun ia yakin dirinya masih milik Kryistal.

“apa tujuanmu melakukan ini?”

Suara Baekhyun membuyarkan lamunan Sehun. ia menoleh kearah kaka sepupunya itu. “mengembalikan persahabatan kami.”

Baekhyun tertawa sinis. “berhasilkah itu Sehunie? Apa hubungan persahabatan kalian kembali utuh? Atau masih kah kalian menjadi sahabat?” tanyanya tajam. “mereka bahkan tidak mau lagi menganggapmu sebagai sahabatnya, Sehunie. Kau menghancurkan semuanya. Kau menghancurkan persahabatanmu.”

 

***

 

“Kryistal-ah~ mianhe…. Aku baru bisa menghubungimu. Hari ini jadwal benar-benar padat” suara Sulli di sebrang sana terdengar bersungut. Kryistal hanya bisa tersenyum mendengarnya. Tidak hanya Kai yang menjadi super posessiv, tapi Sulli dan Tao juga seperti itu padanya.

ne… gwenchana. Tadi Kai datang menemaniku, jadi tidak perlu khawatir”

jinjja? Aku iri padanya! Kai selalu bisa bebas menghabiskan waktu bersamamu, sedangkan aku dan Tao hanya bisa bertemu denganmu ketika kami memiliki waktu senggang!”

“hei, bukankah itu tidak masalah? Setidaknya kita masih bisa bertemu”

“sedang dimana kau? Apa kelasmu sudah selesai?”

nde… baru saja selelsai dan aku sedang dalam perjalanan pulang”

“bersama Kai?”

ani… aku pulang sendiri.” jawab Kryistal, “Kai tidak tahu kapan kelasku berakhir, ia akan menjemputku kalau sampai tahu”

yak! Kenapa kau justru terkesan menjauhinya? Memangnya apa yang salah kalau Kai menjemputmu?”

Kyistal tersenyum getir. Ia menolehkan kepalanya untuk melihat apa ada bus yang datang atau tidak. Sepertinya ada keterlambatan, karena biasanya jam segini bus yang membawanya ke rumah seharusnya sudah datang. Sekarang sudah pukul 8 malam, dan tidak ada seorangpun di hatle selain dirinya. Ini sudah menjadi hal biasa untuknya, jadi tidak terlalu membuatnya khwatir.

“ini sudah malam Kryistal-ah! tidak baik kalau kau seorang diri! Aku akan menelfon Kai atau Tao!”

hajima!” Kryistal reflek berteriak. “aku bisa pulang sendiri, ahh~ itu bus nya sudah datang. Nanti aku telfon lagi, aneyong” Kyistal buru-buru menutup sambungan telfonnya dan menghela nafas panjang. ia terpaksa berbohong karena kalau tidak segera mengakhiri sambungan mereka, Sulli akan mencoba menelfon Kai dan tanpa diragukan lagi namja itu akan segera datang untuk menjemputnya. Kryistal tidak mau itu, Kai pasti lelah setelah melewati jadwalnya hari ini.

 

“hei cantik”

 

Kryistal menolehkan kepalanya dan melihat seorang pria dengan tatto di lengannya berjalan mendekat kearahnya. Kryistal mulai panic, ia benci dengan pria-pria seperti ini, itu selalu membuatnya waspada.

 

“apa yang kau lakukan disini sendirian cantik? Lebih baik ikut denganku” ucap pria itu lagi semakin mendekati Kryistal.

Kryistal menjadi semakin panic. Bau beer dari pria itu memberitahunya kalau pria itu sedang mabuk yang artinya ia harus semakin waspada!

Ya tuhan! Tolong selamatkan aku. Kryistal merapalkan do’a dalam hati.

Ia tersentak ketika pria itu menggamit lengannya dan menariknya untuk mendekat dengan tubuh pria itu. Kryistal menjadi semakin panic, dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan lengan nya dari cengkraman pria itu.

“lepaskan aku!” teriak kryistal. ia sangat berharap teriakannya itu bisa terdengar oleh seseorang. Ia sangat takut. Ia butuh pertolongan. Tanpa sadar, airmata mulai merember melalui kedua matanya.

jebhal… lepaskan aku! Lepaskan!” Kryistal kembali berteriak. Ia kembali berusaha melepas lengannya. Tapi karena ulahnya itu, justru membuat tangannya sakit karena cengkraman pria itu yang semakin kencang.

“shhh… diam gadis cantik. Hanya ikut saja denganku”

Shireo! Shireo! Shireo!” Kryistal semakin menjadi.

“DIAM!” bentak pria itu dan menarik lengan Kryistal kasar.

appo….” Lirihnya. Ia akhirnya menghentikan usahanya untuk memberontak dan tangisnya semakin deras.

“LEPASKAN TANGANMU!”

Suara maskulin yang sangat di hafalnya terdengar jelas di telinganya. Dadanya justru semakin bergemuruh.

Tanpa bisa di proses. Lengan kryistal terlepas dari cengraman pria bertatto itu dan tubuhnya sudah berada di pelukan dada bidang milik seseorang yang sangat dirindukannya.

Oh Sehun.

Namja itu menolongnya.

Sehun melepas pelukannya dan menarik Kryistal untuk berlindung di belakanganya. Dalam hitungan detik, tinjuan demi tinjuan dilayangkan Oh Sehun pada wajah dan tubuh pria bertatto itu. Seperti kehilangan akal, Sehun memukulnya tanpa henti.

“hentikan Oh Sehun! sudah cukup… itu sudah cukup!” Kryistal berusaha menyadarkan Sehun. ia mendekati Sehun, menarik lengan namja itu untuk menghentikan. Bukannya berhenti, justru Kryistal terhempas kebelakang karena Sehun yang sedang kehilangan akalnya menepiskan lengannya dengan kasar.

“auhh…” Kryistal meringis.

Seperti tersadarkan dari segala emosinya. Suara Kryistal yang mengaduh menghentikan tinju Sehun yang sudah hampir mengenai wajah babak belur pria bertatto itu. Ia dengan kasar melepas tangannya dari pria bertatto dan berlari menghampiri Kryistal.

“Kryistal-ah, gwenchana? Mianhe… jeongmal mianhe…” ucap Sehun dengan nada bersalah yang begitu jelas. Ia menjulurkan tangannya untuk membantu Kryistal berdiri, tetapi justru di tepis oleh yeoja itu.

“jangan sentuh aku.” Ucap Kryistal dingin, dengan airmata yang masih mengalir deras di kedua matanya, Kryistal beranjak dari tempatnya. Ia sempat meringis ketika merasakan rasa perih di lengannya dan kedua sikutnya.

“kau berdarah” ucap Sehun. tanpa meminta izin namja itu menarik lengan Kryistal dan memeriksa kedua sikunya yang kini mulai mengeluarkan darah. “mianhe..”

“lepas!” tepis Kryistal kasar. masih dengan sesenggukan, ia menatap tajam kearah sehun. “tidak usah kau pedulikan aku Oh Sehun. aku bisa mengurus diriku sendiri.”

“tapi Kry–”

“Kryistal-ah! gwenchana? Apa yang terjadi?”

Kryistal langsung berlari memeluk Kai ketika melihat sahabatnya itu datang. Lagi-lagi dan lagi-lagi, Kai datang tepat pada waktunya. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang Kai, menenggelamkan kepalanya pada dada Kai dan mulai menangis kencang.

appo… ” lirihnya. “aku ingin pulang. bawa aku pulang” pintanya dengan lirih.

ne… ayo kita pulang sekarang.” ucap Kai dingin. Kryistal tau kini tatapan Kai menatap lurus kearah Sehun yang sedang berdiri disana menatap kearahnya. “tidak akan ku biarkan siapapun menyakitimu lagi Kryistal-ah. tidak akan.” Setelah mengatakannya dengan penuh penekanan dan ancaman, Kai menuntun Kryistal untuk masuk kedalam mobilnya.

 

***

 

“apa yang terjadi denganmu oppa? Kenapa tangan dan bajumu penuh darah seperti ini?”

Sehun menepis tangan yeoja dihadapannya dan berjalan begitu saja memasuki kamarnya. ia tidak butuh siapapun mengkhawatirkannya.

“kau beruntung karena Baekhyun oppa belum pulang.”

Sehun mengerang mendengar suara yeoja yang kini berdiri di pintu kamarnya. “pergilah Song Naeun. Aku sedang tidak dalam mood baik.”

“apa yang terjadi oppa?

“aku sudah bicara sangat jelas Song Naeun. Pergi” Sehun berucap dingin.

“tidak sampai kau cerita padaku!”

“aku berkelahi! Puas?! Sekarang pergi.” Tidak ingin mendengar kekeras kepalaan Naeun, Sehun berjalan mendekati yeoja itu mendorongnya untuk keluar dari kamarnya, menutup pintunya dan menguncinya.

“aku akan mengatakannya pada Baekhyun oppa!” ancam gadis itu menggedor-gedor pintu kamar Sehun.

“terserah! Aku tidak peduli dengan oppa mu itu!” bentak Sehun lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menenangkan dirinya di bawah siraman air dingin. ia harus meredakan emosinya.

 

***

 

“duduklah” Kai menyuruh Kryistal untuk duduk di sofa apartemen miliknya sementara ia pergi ke dapur untuk membuatkan coklat hangat untuk sahabatnya itu. Sebelum memasuki dapur, Kai menatap Kryistal sejenak dan menggelengkan kepalanya. Seharusnya ia tidak membiarkan Kryistal pulang sendiri. batinnya.

Setelah coklat hangat yang dibuatnya selesai, Kai membawanya ke ruang tamu dan duduk di samping Kryistal. Ketika ia menaruh dua cangkir coklat panas di atas meja, baru disadarinya kalau tangan Kryistal bergetar. Kai mengangkat kepalanya untuk melihat wajahnya. Dia tidak menangis, Kryistal tidak menangis. Hebat, bahkan dengan tangan dan tubuhnya yang bergetar hebat yeoja itu tidak menangis.

gwenchana?” tanya Kai, dengan lembut ia menggenggam tangan Kryistal. “apa kau takut?”

Kryistal menggelengkan kepalanya, “ani…”

            “lalu kenapa kau gemetar Kryistal-ah? katakan padaku, jangan membuatku khawatir” ucap Kai lembut.

Baru lah setelah Kai mengatakan itu, setitik airmata jatuh dari kedua mata Kryistal. Perlahan dan perlahan, tangis Kryistal mulai semakin deras. Kai tidak mengatakan apapun, ia hanya mengulurkan tangannya dan menarik Kryistal ke dalam dekapannya. Sahabatnya ini membutuhkannya, Kryistal membutuhkan sandaran.

gwenchana… menangislah Kryistal-ah” bisiknya. Ia menyandarkan pipinya di puncak kepala Kryistal dengan kedua tangannya mengelus lembut punggung Kryistal, membiarkan sahabatnya itu tau kalau ia ada disini dan semuanya akan baik-baik saja.

Selama beberapa saat, tidak ada yang bersuara. Hanya suara isak tangis Kryistal yang terdengar di seluruh ruangan.

 

“aku….” Kryistal mulai membuka suara. Kini tangisnya sudah mulai reda. Kai menjauhkan tubuh gadis itu dari pelukannya dan memegang kedua pundak Kryistal untuk melihat wajah gadis itu. “aku… merindukannya, Kai. Aku sangat merindukannya….”

Sial! Kai mengumpat dalam hati. Dengan frustasi ia menyisir rambutnya dengan tangannya. Ia marah pada Oh Sehun. Sangat marah. Bagaimana bisa namja yang selama ini ia anggap sebagai sahabatnya itu tega menyakiti Kryistal. yeoja berhati dingin yang bahkan susah untuk dekat dengan siapapun, kini harus menangis sesenggukan karena ulah Oh Sehun.

Tapi jika ingin jujur, ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Oh Sehun. Kenapa namja itu tega menyakiti Kryistal, dan kenapa Sehun tega-tega nya menghilang tanpa kabar meninggalkan sahabat-sahabatnya disini.

Untuk menghindari Kryistal?

Rasanya itu tidak mungkin. Sehun memiliki pemikiran dewasa, ia tidak mungkin bertingkah kekanakan seperti ini.

Apa karena Sulli? apa Sehun ingin menjaga perasaan Sulli?

Itu bisa jadi salah satu kemungkinannya. Mengenal Sehun sejak kecil sudah membuatnya sangat hafal dengan sifat Sehun yang lebih mementingkan persahabatan dari pada dirinya sendiri.

Sejak kecil, yang menjadi prioritas Sehun adalah hyung nya dan sahabat-sahabatnya. Ia akan mengorbankan apapun untuk orang-orang yang disayangnya itu. Seperti saat kami menginjak bangku sekolah menengah pertama. Saat itu sedang masa orientasi, Kai dan Tao lupa membawa barang yang di perintahkan oleh senior. Dengan tidak berfikir dua kali, Sehun langsung memberikan barang tersebut pada Kai dan Tao yang alhasil membuatnya di hukum dua kali lipat karena ia melewatkan barang itu untuk sahabat-sahabatnya. Sehari setelahnya Sehun jatuh sakit sampai harus dirawat dirumah sakit dan Kai maupun Tao baru tahu di hari ketiga Sehun dirawat, itupun karena dokter yang merawat Sehun adalah ibunya Sulli.

Kai dan Tao marah tentu saja, begitu juga Sulli. tapi dengan senyum rasa bersalahnya Sehun mengatakan, ‘aku hanya tidak mau kalian khawatir, ini hari-hari pertama kalian masuk sekolah, aku tidak mau mengacaukannya’ tidak ada yang membantah. Baik Tao maupun Kai hanya menatap tajam kearah Sehun tanpa mengatakan apapun.

“kenapa dia menolongku Kai?”

Suara lirih Kryistal menyadarkan Kai. Ia menatap kryistal yang kini sedang menatapnya.

“kenapa Sehun menolongku?” ulang Kryistal.

Kai menghela nafas panjang. “karena dia masih peduli padamu Kryistal-ahSehun masih mencintaimu. Tambahnya dalam hati. Ia bertekat harus menemukan jalan untuk Sehun dan Kryistal. Hal pertama yang harus dilakukannya, tentu saja bertemu Sehun dan bertanya apa yang terjadi. Dan tidak lupa, ia membutuhkan Tao karena ia juga sahabat Sehun.

 

***

 

oppa, Sehun oppa bertengkar”

Sehun melempar kasar bantalnya kearah tembok ketika mendengar suara adik sepupunya itu mengadu pada kakaknya, Baekhyun.

Sial! Tidak bisakan ia hanya diam saja dan tutup mulut?!

            Pintu kamar terbuka dan tanpa melihat, ia sudah tahu siapa yang masuk ke kamarnya.

“Kenapa kau bertengkar Oh Sehun?!” bentak Baekhyun.

Sehun berbalik menatap kemarahan Baekhyun, lalu beralih menatap Naeun yang berdiri di belakang Baekhyun dengan dagu terangkat. Menyebalkan!

            “kau tidak perlu tahu hyung

“tidak perlu tahu katamu?! Kau tanggung jawabku sekarang Oh Sehun!” bentak Baekhyun

“tapi aku sudah dewasa hyung!! Tidak bisakah kau tidak mencampuri kehidupanku?!” Sehun balas membentak. Ia benar-benar akan membalas Naeun kalau sampai masalah ini terdengar sampai ketelinga Luhan. Ia tidak mau membuat hyung nya khawatir.

“dewasa katamu?!” Baekhyun tertawa sinis, “mengakui Song Naeun, adik sepupu mu sendiri sebagai pacar di depan sahabat-sahabat dan KEKASIHMU apa itu dewasa Oh Sehun?!”

“aku tidak mau membahasnya hyung” Sehun berucap malas. Ia tidak mau membahas masalah itu lagi. Hatinya terasa tertanjap sebuah paku besar kalau mengingatnya. Bagaimana sedihnya Kryistal, bagaimana airmata gadis it uterus membasahi kedua pipinya dan bagaimana yeoja itu mengatakan kalau ia masih mencintai Sehun.

Oh Ya Tuhan…. Tidak bisakah orang-orang terus membuatku merasa bersalah dan tersiksa?!

           “jangan membuat rumit semuanya Oh Sehun. Luhan hyung sedang berjuang demi dirimu dan kita semua. Jangan sampai ia mendengar hal ini dan mempengaruhi pengobatannya.” Ucap baekhyun tajam, wajahnya benar benar serius. “aku tidak akan segan segan membunuhmu kalau sampai itu terjadi Oh Sehun.”

 

***

Iklan

9 thoughts on “You Hurt Me (Sequel) 1/2

  1. phi berkata:

    luhan sakit????? ohhhh tidakkkkk T_T

    oh ternyata sehun cuma pura-pura tunangan thooooo….
    semangat buat author…. di tunggu chapter berikutnya. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s