Who I Miss?

Who I Miss

Tittle                : Who I Miss?

Author             : Marga Rieta

Cast                 : EXO and Park Ri Rin

Length             : Oneshoot

Genre              : School Life, Romance, Friendship, Comedi

Rating              : PG13

PLOT AND STORY IS MINE,setelah sekian lama ga pernah nulis lagi saya kembali dengan FF yang gaje miris lah, tawakkal aja buat yang baca!. Awalnya pengen buat chaptered tapi terhalang tugas kuliah yang menumpuk so enjoy The OneShoot. Dan sebelumnya ff ini pernah saya post di blog pribadi saya kaibaekindonesia.blogspot.com jadi yahh bukan punya orang yah karena itu blog saya pribadi. Langsung deh kebanyakan bacot juga nih guenya –“

.:NO SIDER..NO PLAGIATOR..NOCOPAS..NOBASHING :.

 

Alunan angin menyapu wajah seorang Yeoja yang duduk di bangku taman, rambut panjang nya yang terurai seakan menari mengikuti alunan angin. Matanya lekat memandang seorang Namja yang sedang memainkan bola basket di tangannya menghindari hadangan pemain yang berusaha merebut bola yang digenggamnya. Seperti terhipnotis kedua bola mata Yeoja itu tak hentinya terenyuh memandang Namja berkulit coklat itu.

Aigoo. . kau sungguh manis”

Ne’ Gomawo Rin~ah

“hehe Cheonma. .” seakan sadar dari lamunan nya, Yeoja yg akrab disapa Ri Rin itu berbalik.

“Sudah kuduga, hya~ Byun Baekhyun! Beraninya kau menggodaku” Ri Rin memukul bahu Namja yang tiba – tiba muncul di sampingnya itu.

Mungkin bukannya tiba – tiba tapi karena dirinya yang sibuk memperhatikan Namja di tengah lapangan itu

Baekhyun Pov

Kulangkahkan kaki ku menuju taman, kudapati sahabatku yang masih saja memandang Kai salah seorang adik kelas ku yang ku kenal sekali wataknya ‘Digilai banyak Yeoja’.

Aigoo. . kau sungguh manis’ kudengar Ri Rin melontarkan sebuah kalimat yang berhasil membuat jantungku seperti berhenti berdetak. Secepatnya ku netralkan raut wajahku yang mungkin memucat.

Ne’ Gomawo Rin~ah’ bisik ku ke telinganya yang berhasil membuat pandangan nya teralih ke arah ku, sempat mengucapkan sebuah kata yang terpotong kurasa dia sadar itu suaraku.

Author Pov

“Yaa~ hentikan, kau menunggu bahuku lepas baru mau berhenti!”

“Kau jahat sekali Mr. Byun

“Apa salah ku?”

Ani. . .”

“Pergilah! Aku mau melihat Kai lagi, jika kau terus disini itu hanya mengganggu konsentrasiku saja”

Shireo!” ujar Baekyun seraya menyandarkan kepalanya dipundak Yeoja yg berhasil merebut hatinya selama 5 tahun ini, cinta pertamanya Park Ri Rin.

Ri Rin Pov

Lagi – lagi aku harus diganggu Namja sialan ini, salalu saja begini ketika aku sedang sibuk dengan Kai. Dia bilang tidak ingin kehilangan gelar ‘Favorite Couple’ yang diberikan penghuni sekolah kepada kami. Sangat lucu dan selalu membuatku merasa geli dan ingin tertawa dengan hal – hal aneh yg selalu membuat orang tidak mengerti akan candaannya, tapi itulah letak kelucuan yang membuatnya berbeda.

‘Favorite Couple’? itu gelar yang 2 tahun ini kami sandang, entah lah apa alasan mereka memberi kami gelar itu, tapi aku dan Baekhyun hanyalah sahabat bukan pasangan kekasih seperti yang mereka semua pikir. Aku hanya menganggapnya seperti Oppa kandungku, tapi tunggu, . . seperti nya dia tidak menganggapku Dongsaengnya tetapi lebih menganggapku Noona. Liat saja kelakuannya yg kekanak – kanakan, tapi tetap saja aku tak bias menolak perlakuan lucunya.

Author Pov

Sepasang mata memandang dua pasangan itu dari kejauhan, tatapan yang sedikit sulit untuk diartikan.

“Yaa~ apa yang kau lihat pabo oper bolanya” ucap Namja tinggi yang sedang melambai – lambai kan tangan di sudut lapangan.

“Ah, Ne

***

“Kau yakin membawanya?”

“Ah. . . kau pasti lupa memasukkannya sehabis mengerjakan tadi malam”

“Kau ini benar – benar Rin~ah

Merasa bosan dengan pemandangan yang tiap hari menghiasi harinya, Baekhyun yang melewati kelas Ri Rin dengan malas berjalan menghampiri Yeoja yang terlihat bingung itu. Menyodorkan sebuah buku berwarna pastel dengan nama yang bertengger di atasnya.

‘Park Ri Rin’

Pabo~” Ujar baekhyun singkat seraya mengacak lembut puncak kepala Yeoja yang baru saja menghela nafasnya lega.

“Benar – benar bikin iri. . . hyaaa~ Ilhoon-si kapan kau bisa bersikap semanis itu padaku!!” teriak Chorong pada kekasihnya yang juga teman sekelasku.

Wanita yang terlihat lembut tapi bertindak badas jika bersama kekasihnya Ilhoon. Terang saja saat ini dia pemilik sabuk hitam Taekwondo.

“Chagiya apa yang kau katakan oh? aku mencintaimu dengan cara ku sendiri” balas Ilhoon yang terdengar sedikit kekanak –kanakan di telinga Ri Rin

“Aisss jinja~” ucap Ri Rin dengan gelak tawa sambil memperhatikan kedua sahabatnya yang beradu argumen

“Aku iri padamu Rin-ah

“Hey kenapa kau beraegyo padaku minah-ya, hentikan!”

“Kapan aku bisa punya yang seperti Byun Baekhyun”

Ri Rin Pov

Beginilah pagiku, dipenuhi hiruk pikuk berbagai kecerobohan ku yang hingga akhirnya selalu di akhiri dengan Byun Baekhyun.

Chakaman, jam berapa ini?”

Ommo. . Minah-ya aku lupa menunggu Kai lewat di depan kelas kita”

Hyaa~ Baekhyun saja apa tidak cukup” Lontar minah kearah ku kesal.

“Tidak telatkan? Apa yang kau pikirkan Ri Rin sampai melupakan hal sekompleks ini ” cerca ku pada diriku sendiri

Aku bukan seorang diri menunggunya, beberapa Yeoja pun terlihat dengan sengaja berdiri di koridor hanya sekedar untuk bisa menyapanya terkesan munafik, dasar Sasaeng!. Hal itu jauh berbeda dengan ku yang dengan terang – terangan mengangkat Smart Phone ku yang bertuliskan namanya Kim Jong In. Seperti sedang menonton Live Show Idol grup favorite mu dan membawa sesuatu yang bertuliskan nama Bias mu, Yes! He is my bias on my real life, Kim Jong In.

Author Pov

Kai melangkahkan kaki menyusuri koridor yang entah sejak kapan dipenuhi YeojaYeoja yang terus intens menatapnya. Seperti magnet, ketika Kai lewat di hadapan mereka seraya tertarik akan medannya mereka akan menunduk, menyapa bahkan memanggil – manggil nama Kai.

Tetapi tidak dengan ‘Yeoja aneh’ yang mengenakan beberapa pernak – pernik bertuliskan namanya. Bukannya ikut menyapa Kai dan mengumbar senyuman termanis yang dimilikknya, dia justru hanya akan menatap Kai dengan tatapan yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan perkataan atau beberapa kalimat saja.

Kai terus berjalan dengan santai seperti tuli akan sekelilingnya. Bukan bermaksud ingin bersifat sombong, tapi seorang Yeoja telah merebut perhatian nya sejak lama. ‘Yeoja Aneh’ itu Park Ri Rin.

Terus berjalan berberapa meter hingga mendekatinya. Seakan hatinya memintanya untuk berbalik dan memeluk erat Ri Rin yang dia pikir harusnya tak perlu repot – repot melakukan banyak hal untuknya yang justru membuatnya semakin merasa seperti pecundang karena tak bisa memilikinya.

Kai menghentikan langkahnya, seraya mengucapkan sebuah kalimat.

“Bisa kah kau hentikan kelakuan aneh mu itu?”

“Kau membuat ku seperti orang bodoh”

Ri Rin Pov

‘Apa?. . . Apa yang Kai katakan?’

‘ Kim Jong in, . . Apa dia menolakku?’

‘ Bahkan sekedar sebagai fans nya?’

‘Aku bahkan tak pernah berani bermimpi bisa menjadi kekasih mu’

‘Aku memang tidak cantik. Tapi apa aku seburuk itu dimatamu? aku hanya menyukai mu Kim Jong In. Apa menyukaimu membuat mu terlihat bodoh?’

Belum kuasa aku mencerna ucapan nya yang memilukan hati kembali dia melontarkan kata – kata yang membuat sekujur tubuhku melemas.

“Berhentilah! Kau sebaiknya mengurusi Baekhyun Hyung”

Ingin rasanya aku berteriak mengelak dan mengungkapkan semua kata – kata yang berkutat di dalam dipikiranku. Tapi tenggorokan ku seperti tercekat, hanya bisa menunduk menahan selaput bening yang mulai mebasahi mataku. Ingin ku beranikan diri mengangkat kepala ku menatapnya, tapi menahan air mataku pun sudah cukup sulit.

Pabo!!” dengan suara bergetar ku beranikan diri untuk berucap dan hanya kata itu yang sejauh ini berhasil keluar.

Selaput air mata itu sudah tidak terbendung lagi, kulangkahkan kakiku meinggalkannya. Langkah kecilku perlahan melebar dan membuatku sedikit berlari, yang kupikirkan saat ini hanya pergi sejauh yang ku bisa.

***

Kai Pov

Kejadian tadi pagi masih mengerayangi pikiran ku.

‘Mengapa aku bisa sebodoh itu?’

‘ Mengapa aku bisa sekasar itu?

‘Mengapa aku bisa segegabah itu ?’

‘Mengapa aku bisa setega itu padanya?’

Begitu banyak pertanyaan yang ada di benakku. Guru yang mengajar pun tidak lagi menjadi pusat perhatian ku. Tapi satu hal yang tak perlu kutanyakan lagi pada diriku.

‘Kenapa aku terus memikirkannya?’

‘Ri Rin, Park Ri Rin aku sudah memiliki jawabannya. Aku sangat mencintainya’

Yeoja yang awalnya menatapku dengan tatapan yang selalu membuat ku terpukau hari ini tetunduk menangis karena ku, betapa terkutuknya aku.

Author Pov

Dengan langkah gontai Ri Rin kembali ke kelas

“Hya~~~ Park Ri Rin Micheoso!!”

“Dari mana saja kau? Odiga. . umm, Odiga

“Ini sudah jam istirahat kenapa masih di kelas” ujarnya malas menimpali cercaan pertanyaan yang di lontarkan sahabat – sahabatnya.

“Kami yang seharusnya bertanya, kau kemana saja pelajaran guru killer itu tidak masuk”

“Oh iya, . Geurigo. . . Baekhyun Oppa mencarimu”

Perkataan Chorong itu sukses membuat Ri Rin tersadar dan kembali mengingat memory pagi ini yang ingin sekali di lupakannya. Kembali bulir air mata itu menetes membasahi lengan seragamnya. Dieratkannya dekapan tangannya diwajah untuk meredam isakannya.

Usapan tangan minah yang sedari tadi dia rasakan kini berhenti, suara Chorong yang terus mengomel dan mengumpati Kai yang juga sesekali menasehatinya pun mengilang. Di gantikan suara Namja yang selalu akrab di telinganya

“Gwaenchana?”

Ri Rin Pov

‘Gwaenchana?’

Ku dengar suara yang selalu membuatku merasa nyaman. Byun Baekhyun aku membutuhkanmu, membutuhkan mu untuk selalu berada di sisiku.

Ku kalungkan lenganku di pinggannya memeluknya erat dan menangis sebisa ku. Aku tidak pernah suka menangis terang – terangan di depan orang lain bahkan di hadapan Omma ku sendiri. Menangis seperti menunjukkan kekalahan dan sisi lemah kita. Tapi, ketika bersamanya aku seperti bebas berekspresi tanpa ragu atas apapun yang akan merusak imageku.

“Kau tau kan aku tidak pernah marah padamu, bahkan Kai marah padaku karena mu pun aku tak akan menyalahkan mu. Tapi kau tahu kan, kau bahkan hanya Oppa ku, kenapa dia sebodoh itu memakiku, bahkan dia seolah memandang ku seperti Yeoja murahan Oppa” Isak ku tak tertahan.

Kuluapkan semua kesedihan ku ke orang yang selalu menampungnya untukku, Baekhyun Oppa.

“Mian”

“Kenapa kau meminta maaf, Kai yang harusnya meminta maaf pada kita”

Hyaa~~ Park Ri Rin!!”

Author Pov

‘Mian’ ucap Namja yg berdiri kaku itu penuh penyesalan.

Dapat Ri Rin rasakan tangan Namja itu mengelus rambutnya lembut, sentuhan lembut yang sangat membuatnya nyaman.

“Kenapa kau meminta maaf, Kai yang harusnya meminta maaf pada kita” gumam Ri Rin yang masih saja sibuk mengusap air mata di seragam sekolah Namja yang di peluknya erat.

Hyaa~~ Park Ri Rin!!” terdengar suara setengah berteriak. Disertai tatapan tidak suka dari sang pemilik suara, Namja berkulit putih dengan tubuh mungil yang tengah berdiri di koridor depan pintu kelas. Wajah yang biasa memancarkan senyuman lebar dengan Eye Smile itu kini menampakkan raut kebencian.

Dengan reflex cepat, Park Ri Rin yang masih hanyut dalam kesedihannya mengangkat kepala kearah datangnya suara. Didapatinya Namja yang selama ini selalu bersamanya disaat dia berada dalam keputus-asaan, Byun Baekhyun. Namja yang seharusnya berada dalam pelukannya saat ini.

“Op-Oppa?? . . . Jadi yang ini ”

Terlihat keraguan di mata Ri Rin, terjebak dalam situasi yang sangat membingungkan membuatnya tak berani menebak – nebak. Mencoba mendongakan wajahnya, memandang lurus kearah Namja yang masih di peluknya erat.

“Ommo, . Kim Jong In

BUGG

Baekhyun Pov

“Park Ri Rin odiga?”

”Ri Rin-ah~~” teriakku terus memanggil namanya.

”Hyaaa~~ paboya” desis ku putus asa.

Hanya itu kata – kata yang terus terlontar dari mulutku, entah apa yang ada dipikiran gadis bodoh itu. Mengapa hanya Kai yang selalu menjadi akhir dan tujuan nya.Tak pernah kah dia menganggapku sebagai seorang Namja.

Terus kulangkah kan kaki ku menyusuri sekolah kami yang cukup besar ini, gedung – gedung kosong bahkan di taman belakang sekolah aku masih tak bisa menemukan Yeoja ‘bodoh’ ku. ‘Dimana dia sekarang?’

‘Masihkah dia menangis karena Namja sialan itu?’

Setengah jam aku terus mengelillingi sekolah bahkan aku keluar lebih awal di saat jam pelajaran tadi. Entah mengapa kaki ku kini berakhir di koridor kelasnya. Ri Rin, dia selalu menunggu Namja itu disini setiap pagi, sekedar hanya untuk melihat wajahnya dari dekat. Namja itu sebenarnya apa kelebihannya, dia bahkan bukan seorang Ulzzang sepertiku-narsongdikit-

Rasanya bagaikan dihujam ratutas anak panah, jantungku seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat. Yeoja yang selama ini hanya akan menangis di hadapan ku, kini kudapati menangis tersedu – sedu di hadapan Kim Jong In, Namja yang bahkan menjadi alasan kesedihannya.

Hyaa~~ Park Ri Rin!!’ ucapku hampir berteriak.

Ri Rin mengangkat wajahnya yang terlihat sembab.

“Op-Oppa?? . . . “ Kupikir dia memanggilku, tetapi entahlah pikiran ku penuh dengan hal – hal yang memusingkan yang terus berkecamuk. Ku yakin wajah ku telah memerah karena menahan amarah melihat cinta pertamaku berada dalam pelukan Namja lain.

BUGG

aku memukul wajah kai dengan keras

Author Pov

“Akh!” pekik Kai

Kai terpelanting ke samping setelah mendapat pukulan keras di wajahnya. Tak disangka Namja mungil sepertinya memiliki pukulan sekeras itu.

“Tunggu, aku bisa…”

Lagi-lagi sebuah pukulan kembali diterimanya. Kursi yang awalnya rapi menjadi kacau-balau karena tertabrak oleh punggung Kai. Beruntung tak ada satu pun siswa lain yang berada di kelas selain mereka karena masih jam istirahat.

Oppa~~ Oppa sudah. . . Hentikan! Kau menyakitinya Oppa” lerai Ri Rin dengan isakannya.

Terlihat sangat bingung dengan kejadian yang sedang dia saksikan, Baekhyun yang selama ini selalu hangat bisa berubah menjadi sekasar ini karena Kim Jong In yang mempermainkannya

“Aku bilang dengarkan aku!”bentak Kai yang akhirnya menangkis pukulan Baekhyun.

Kai menyingkirkan tangan Baekhyun kasar lalu menyapu darah yang merembes di sudut bibirnya dengan lengan blazer.

Hyung kau membuatku berdarah”

Baekhyun sedikit kaget dengan respon Kai yang tidak sesuai persepsinya, anak itu bahkan masih memanggilnya Hyung setelah apa yang dia lakukan padanya. Tindakan Kai ini sangat membuatnya bingung sekaligus kesal dalam waktu yang bersamaan.

“Apa Ri Rin kekasihmu Hyung?” ujar Kai dengan wajah serius.

“Aku menyukainya. Apa aku boleh memilikinya?”

Baekhyun Pov

Wajahku memucat seketika, seperti tertimpa ton – tonan baja suaraku tercekat tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata. Bocah ini beraninya dia mengeluarkan kalimat yang bahkan selama 5 tahun ini tak berani ku ucapkan.

‘Rin-ah, apakah dia mendengar apa yang di ucapkan Namja sialan ini?’

‘Park Ri Rin kau tak akan meninggalkan ku kan?’

Cukup lama aku terdiam, memilah – milah kata yang harus ku keluarkan dari mulutku. Di sisi lain aku takut menyakitinya dan di sisi lainnya aku tak ingin kehilangannya.

“Mengapa di sini terasa panas?” Ujar Ri Rin memecah keheningan, sangat jelas kurasakan dia menahan suaranya yang bergetar.

‘Sejak kapan si cengeng itu berhenti mengangis?’ pikir ku dalam hati.

“Baekhyun Oppa, Kai-ah mungkin sebaiknya kalian kembali ke kelas jika tidak ingin membantuku memperbaiki meja”

‘Apa yang di pikirkan Yeoja Babo ini?’

‘Kim Jong In Namja yang dia puja – puja baru saja mengutarakan perasaan nya. Dia, Apa dia masih Park Ri Rin? Apa karena menangis seharian membuatnya amnesia?’ benar – benar membuatku pusing.

Ri Rin Pov

Aku hanya mampu membuang pandangan dengan menyusun kembali kursi dan meja yang dibuat berantakan oleh mereka Sebisaku mencoba menetralkan sikap seakan tidak ada yang terjadi. IQku pasti terlalu tinggi jika aku bisa melupakan kejadian sebadas itu -_- Kupandang mereka dengan ekor mataku, keduanya masih terlihat kaku.

KRIING KRIING

”Kurasa kalian bisa kembali ke kelas kalian masing – masing” ujarku seraya menghela nafas puas melihat kursi yang berhasil kususun rapi, sebelum ada yang menyadari telah terjadi sebuah perkelahian

Ku lihat mereka yang duduk saling berhadapan. Kai hanya menundukkan kepala dengan tatapan kosong sedangkan Baekhyun, menatapku dengan tatapan hera. Sedikit sulit untuk menebak apa yang mereka pikirkan.

Hyaa~~ kalian tidak mendengar bunyi bel!!” Teriakku yang seolah membangunkan mereka dari lamunan.

Ah~ Ne

Nde Mian

***

Kuputuskan untuk tidak turun sekolah beberapa hari kupikir keadaan akan lebih baik jika aku tidak ada. Aku tau ini tidak akan mudah, aku berhadapan dengan seorang Byun Baekhyun yang tidak akan ada henti – hentinya mengganggu pagiku.

Hanya berselang beberapa detik lepas aku memikirkan nya, suara cempeng yang dapat memekakkan telinga siapa saja yang berada di sekitarnya terdengar. Aku berani bertaruh dia baru saja menaiki tangga tetapi suaranya sudah lebih dulu bergema di sepanjang koridor kamar ku.

“Park Ri Rin~~” panggilnya dari balik pintu kamar.

Tidak berniat membalas, ku tarik bantal dan selimutku menutupi hampir seluruh badanku

“Ri Rin-ah aku tau kau sudah bangun, bahkan aku yakin kau sudah mandi Ne? jangan membohongiku! Kau bukan orang yang bisa berlama – lama di kasur”

Semua pernyataaan nya benar 100% Byun Baekhyun itu benar –benar sulit untuk dikalahkan.

Palli, kita berangkat ke sekolah. Jangan berfikir yang aneh – aneh lagi umm! ” sambungnya

Geurigo, jangan cemas aku yang akan mengatasi si hitam untukmu” timpalnya lagi.

Hyaa~~ hitam?” teriakku geram dari dalam kamar sambil melepar bantal ke pintu kamar secara reflex.

“Apa maksud mu mengatai Kai hitam?” sambungku lagi tampa sempat berfikir panjang.

Beberapa saat tidak lagi terdengar suara dari balik pintu.

“Ommo . .” gumamku.

Baru tersadar betapa bodohnya aku yang masih sempat membela Kai di hadapannya, bagaimana bisa aku melupakan insiden mereka kemarin. Aku tak ingin menghancunkan perasaan Baekhyun yang entah perasaan jenis apa sebenarnya yang dia miliki untukku

Aku menyingkap selimutku, perlahan melangkahkan kaki meninggalkan ranjang empuk ku. Kupungut bantal yang bergeletak didepan pintu paska lemparan gegabahku tadi. Dengan perlahan kuputar knop pintu kamarku.

Kudapati satu – satunya Namja yang menjagaku selama beberapa tahun terakhir ini setelah Ayahku pergi keluar negeri mengurusi perusahaan kami. Namja itu terkuai lemas bersandar pada dinding, tangannya erat memeluk kaki yang terlekuk sampai ke dada.

‘Mengapa hatiku sakit melihatnya seperti ini? Byun Baekhyun ada apa dengannya, dan ada apa dengan perasaan anehku ini?’

“Baekhyun-ah. . . mianhae” desis ku pelan

Dia mengangkat kepalanya, mata yang biasanya berbinar itu kini memandangku sendu.

“Rin~ah kenapa masih pakai piyama umm? Kajja palliwa kita akan telat jika kau terus seperti ini” Ucapnya seraya berjalan menghampiriku.

Aniya Oppa, sudah ku putuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini akan lebih baik jika aku tidak ada”

Dia hanya terdiam menyisakan keheningan diantara kami membuatku kembali menebak –nebak apa yang dipikirkan nya. Aku menunggu jawabannmu Mr. Byun, aku menunggu Byun Baekhyun yang selalu membujukku.

Author Pov

Baekhyun terhanyut mendengar pernyataan Ri Rin. Sedari awal dia hanya menundukan kepalanya dalam, mengolah maksud ucapan dari Yeoja berambut panjang itu.

“Rin~ah” ujar Baekhyun akhirnya memecah kehenigan.

Seakan mengumpulkan kekuatan Baekhyun mengangkat kepalanya memandah wajah gadis yang sedari tadi menatapnya intens. Kedua bola mata itu bertemu, seolah mencari jawaban akan satu sama lain.

Baekhyun memperdekat jarak diantara mereka, perlahan meraih tubuh Ri Rin. Mendekapnya kedalam sebuah pelukan hangat yang entah mendapat keberanian dari mana dia melakukannya.

Ri Rin terlihat heran memaknai situasi yang sedang dialaminya. Tidak membalas dan tidak menolak pelukan hangat Baekhyun. Ini sedikit berbeda, tidak seperti biasanya, membalas pelukan ringan dari Namja yang dia anggap Oppanya sendiri ini tanpa beban.

Ri Rin hanya terpaku dengan tangan tergantung di samping badannya, tangan kirinya mencengkram erat bantal yang masih di genggamnya. Terus mencari jawaban jauh di dalam sana dan menunggu penjelasan dari sang Namja.

Di Rasakan pelukan itu mengendur, bantal yang sedari tadi di cengkramnya kuat kini berpindah tangan. Sedetik kemudian pelukan itu kembali mengerat.

“Anggap aku bantalmu, saat perlu kau bisa bersandar padaku. Saat kau tidak membutuhkan ku kau bisa meninggalkan ku di samping mu”

***

Bola basket melambung tinggi menuju ring dengan mulusnya. Terlihat Namja yang berdiri di luar garis 3 point menanti hasil lemparannya. Pemain didalam lapangan sontak terkejut ketika lemparan itu melambung jauh melewati jalur seharusnya. Silih berganti menatap satu sama lain berfikiran sama ‘satu pemain bintang mereka sepertinya kehilangan bakatnya.’

”Tidak biasanya kai melewatkan 3 points nya” ujar seorang Namja berpostur tinggi yang sedikit terlihat aneh dengan muka serius yang bertengger di wajahnya.

“Yeolie ada apa dengan anak hitam itu? Apa ia ingin kehilangan fans – fansnya” sahut Namja lain yang memiliki postur badan yang bahkan sedikit lebih tinggi dari Namja yang sebelumnya, ditambah wajah asing yang melengkapi ketampannanya. Menunjuk ke kerumunan gadis yang berdiri di sisi lain tepi lapangan.

“Kai-ah apa yang kau lakukan? Aku tidak ingin kalah di olimpiade” teriak seorang Namja yang menjadi teman satu tim Kai dari bawah ring basket

Hyaa~~ wajah hijau bisakah kau menutup mulut mu!?”

Kai berjalan meninggalkan lapangan basket menepi ke tempat istirahat para pemain. Tampak Namja yang menjadi sasaran teriakan Kai tadi ikut berjalan dibelakangnya dengan wajah cemberut dan bibir yang dipout kan.

Bola mata kai tertuju ke bangku taman, dimana Yeoja yang selalu menjadi alasannya harus bermain sebaik mungkin dalam latihan kecil di tengah jam istirahat. Berfikir akan tindakan bodoh yang dia lakukan tempo hari yang ternyata berbuntut panjang. Tapi dalam hatinya tak ada sedikit pun penyesalan setidaknya dia sudah mengungkapkan perasaannya.

Kai Pov

Bangku taman yang selalu diisi senyuman manisnya itu seperti menjadi ironiku.

‘Baru tersadar akan suatu hal yang penting ketika kau kehilangannya’

Benar – benar sebuah pameo yang nyata bagiku. Aku bahkan telah berlatih trik – trik baru dan mengasah kemampuan 3 point shoot ku, berharap hari ini dia masih menunggu ku. Aku benar – benar merasa bodoh karena seorang Yeoja, pertama kalinya aku mengungkapkan perasaan ku, pertama kalinya aku ditolak, dan pertama kalinya aku di tinggalkan. Park Ri Rin, aku akan menunggu mu selamanya.

***

Author Pov

Baekhyun melonggarkan pelukannya, mengalihkan tangan nya menyentuh pipi Yeoja yang menatap matanya seolah mencari jawaban di dalam sana.

“Jangan berfikir kalau aku akan menunggumu selamanya” pernyataan Baekhyun membuat Ri Rin terkejut membuatnya sulit menafsirkan maksud sebenarnya dari Namja yang mengusap pipinya lembut itu.

“Jangan berfikir kalau aku akan menunggumu selamanya. Jika ia membuatmu menangis sekali lagi. . . aku tak akan menunggumu untuk kembali. Aku akan datang untuk membawamu pergi bersamaku”

Perkataan Baekhyun membuat darah Ri Rin berdesir, tidak bisa dia pungkiri jantungnya berdetak cepat. Membuatnya takut Namja dihadapannya akan mendengar debaran kencang jantungnya. Dialikannya pandangannya seraya membalas pelukan hangat sang Namja berfikir mungkin ini akan meredam debaran jantungnya.

Oppa, Gomawo. . . Mianhae” ucap Ri Rin hampir tak terdengar

~  FIN ~

 

Need Some sequel? Just leave a coment ^^

8 thoughts on “Who I Miss?

  1. namhaerin berkata:

    “Jangan berfikir kalau aku akan menunggumu selamanya. Jika ia membuatmu menangis sekali lagi. . . aku tak akan menunggumu untuk kembali. Aku akan datang untuk membawamu pergi bersamaku”
    aaakh ~ Sequel sequel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s