A Cutie Candy Girl

201307016_LUHAN_1

Judul              : A Cutie Candy Girl

Author           : Onfanllcouple

Cast               : Xi Luhan

Exo members

Funai(OC)

Genre              : fluffy

Rating             : PG 14

Length                        : ficlet

Summary        : “ a cutie candy girls.. she’s like that..”

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Hi… readers.. Ohh.. I miss you guys.. anybody miss me??

I’m back^^

Shortfic with Exo cast

Happy reading and comment please^^

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

. . . . . . . . .

. . . . .

. . .

 

Luhan, pria itu kini sedang berada dalam kamarnya. Diatas ranjang nya menutup mata sembari membayangkan sesuatu. Seorang gadis yang seimut permen.

“Luhan! Cepat kemari!!”

Mendengar suara salah seorang temannya yang memanggil, mau tak mau Luhan membuka matanya kembali dan beranjak ke sumber suara.

“Kris! Tidak perlu berteriak seperti itu juga! Aku belum benar-benar tuli!!”

Begitu sampai di ruang tv, Luhan mengambil bantal yang ada di sofa dan melemparkannya pada salah seorang pria yang sedang duduk di karpet. Pria yang paling tinggi itu menghentikan acara makan popocorn nya sejenak untuk memberikan death glare nya pada Luhan. Sayangnya pria bermata rusa itu tidak takut sama sekali ia malah mengambil bantal yang masih tersisa diatas sofa dan hampir saja melemparkan bantal itu lagi. Kalau saja seorang pria berlesung pipit tidak menarik bantalnya terlebih dahulu, mungkin wajah tampan Kris sudah kembali menjadi sasaran empuk amarah sang rusa.

“oh, come on guys. . don’t do childish thing anymore! We must get more mature..”

Ucap salah seorang pria yang baru datang dari dapur sambil membawa beberapa kotak pizza.

“hey!! Tutup mulut kalian semua! Disini aku yang paling tua! Mana tanda hormat kalian pada yang tua?? Memanggil ku gege saja susah sekali!”

“hey~ aku selalu memanggil Lu-ge.” Sanggah pria berlesung pipit tadi sambil menengadahkan kepalanya menatap Luhan yang masih berdiri di tempatnya.

“aku tau itu Lay! Maksud ku yang lain..” keluh Luhan sambil menyilangkan kedua tangannya didada.

“kita lahir di tahun yang sama.. jadi jangan terlalu berharap untuk panggilan itu. Bahkan wajah mu jauh terlihat lebih muda dari Yixing.”

“lalu bagaimana dengan tuan Gangnam?!” Luhan menatap pria yang baru saja hendak memasukkan pizza nya kedalam mulut. Kini terpaksa pria itu menunda makannya dan tersenyum cengengesan pada Luhan.

“ne~ Lu-GE!”

Luhan kemudian menghempaskan dirinya keatas sofa lalu menatap layar kaca yang sedang menampilkan film. Sebuah film komedi romance, film yang sudah mereka sepakati sebelumnya. Entah mengapa mereka tibat-tiba ingin menonton sebuah drama picisan seperti itu. Biasanya 3 orang itu, Lay tidak termasuk. Mereka akan saling ngotot dengan pilihan film mereka masing-masing.

Kris dengan film hantunya, karena selama di Van Couver dia tidak bisa nonton film horror gara-gara adiknya yang penakut.

Suho yang akan menentang habis-habisan karena dia sendiri memang takut hantu dan akan memperjuangkan film bergenre medis action. Entahlah Suho suka dapat film yang aneh-aneh menurut Yixing. Lihat, bahkan ini seorang Zhang Yixing yang biasanya tak peduli apapun, bisa berkomentar tentang itu.

Terakhir Luhan akan datang membawa film animasi seperti, Despicable me misalnya. Untuk yang itu ketiga sama-sama menurunkan rahangnya kebawah.

“oh, come on! We are mature right, ?!” Suho melirik kedua temananya, Kris dan Lay.

“Tanyakan itu pada diri mu sendiri, Suho. Dan berhenti bicara seperti itu!!”

Jangan tanyakan lagi siapa yang berteriak seperti itu. Pikirkan dalam bayangan kalian masing-masing.

 

Tapi untuk kali ini semua setuju untuk menonton film cinta. Mungkin karena. .

Lay tak sengaja bertemu dengan seorang gadis di jalanan,

Suho yang sedang belajar bahasa inggris dan berusaha bersikap dewasa,

Atau Kris dengan lukisannya yang belum jadi sampai sekarang. .

Terakhir Luhan sendiri sedang mengingat seseorang. .

 

Pemain film itu juga bukan Angelina Jolie yang seksi lalu di temani Tom Crush..

Oh,, yang benar saja?? Kapan itu akan terjadi??

 

Mungkin cerita nya juga terlalu klise. Pertengkaran antara pemuda dan gadis yang sebenarnya saling mencintai tapi mereka terlalu sulit untuk mengungkapkannya. Sebagai seorang gadis, ia hanya bisa menunggu dan disisi lain pemuda itu terlalu takut untuk di tolak.

Terkadang juga ada bagian komedi yang terselip tapi entah kenapa itu tidak memberikan kesan lucu bagi mereka. Karena walau pun layar kaca itu terus memancarkan radiasi. Bukan berarti pikiran mereka fokus pada film itu. Sebaliknya pikiran mereka terlalu sibuk mengambang entah kemana.

Sampai ada adegan dimana ruang kelas sedang kosong ketika semua murid pergi berhamburan ke kantin. Ceritanya sudah bel istirahat.

Sebenarnya pemuda itu juga sudah pergi tadinya bersama teman-temannya. Entah kebetulan atau memang ada di naskah. Pemuda itu kembali untuk mengambil hp nya yang tertinggal. Di kelas itu ia tak sengaja bertemu dengan si gadis yang memang sedang sibuk mengerjakan tugas. Suasananya tiba-tiba sangat hening. Melihat keadaan kelas yang kosong, pemuda itu sempat berhenti sejenak di tempatnya dan memandangi gadis pujaannya itu. Meski gadis itu tidak berbalik sebenarnya jantung sekarang sedang terpompa kuat seperti ingin meledak saat itu juga.

Pemuda tadi sudah berjalan pelan meninggalkan kelas. Namun setelah melewati beberapa kelas. Pemuda itu kembali berbalik ke kelas nya dengan cepat kemudian menarik lengan gadis itu. Membawa gadis itu ke pojokan kelas lalu menyuruhnya berjongkok agar tidak ada orang yang bisa melihat mereka lewat jendela kelas.

Deg. . deg. . deg . .

Muncul efek suara jantung yang berdegup kencang.

Lalu mata mereka saling memandang satu sama lain. Akhirnya dengan gugup pemuda itu berkata. .

“aku mencintai mu. Sungguh. . Maukah kau jadi pacar ku?”

“. . .”

Gadis itu tidak menjawab tapi hanya melotot begitu mendengar pernyataan pemuda yang berada didepannya saat ini. Sampai akhirnya pemuda itu lemas dan mulai melepas pegangan tangannya. Tetapi gadis itu malah tersenyum menyeringai.

“kalau begitu cium aku. .” kata gadis itu sambil mengangkat kepalanya, menantang. .

Perlahan pemuda itu kembali mendekat . .

10 cm

8 cm

5 cm

“ttiiitt. . . . krak.. crush… ~.~ =_= L” (suara tidak elit)

Gambarnya hancur dan bunyi nya begitu menyakitkan telinga..

Saat sudah dibagian yang paling penting kasetnya malah rusak..

Dan yang paling WOW nya adalah ternyata saat dibagian itu semua fokus menonton. Kini mereka tanpa Luhan merutuki Lay yang tidak memeriksa kasetnya saat membeli.

Entah kenapa Luhan tiba-tiba blank dan berjalan dengan gugup ke kamarnya. Kris, Suho dan Lay menghentikan acara pukul-pukulan mereka dengan menatap heran Luhan yang berjalan layaknya zombie.

Begitu sampai di kamar, Luhan naik ke ranjangnya dan langsung tiduran menutupi badannya dengan selimut sampai ke leher. Udaranya mendadak terasa begitu dingin di kulitnya padahal AC nya tidak dinyalakan.

Luhan menutup mata dan . .

‘Ting!’

Muncul adegan film itu lagi di mimpinya tapi tunggu.. ada yang berbeda,,

Pemuda itu sekarang berubah menjadi Luhan dan seorang gadis cantik yang Luhan kenali sebagai calon pacarnya waktu itu..

5 cm..

Dan Oops..

Gadis itu membelakan matanya lebar begitu tidak ada lagi jarak diantara bibirnya dan bibir Luhan.

Biasanya pemuda lain akan mendorong gadis nya sampai ke terhempas ke lemari atau ke dingding merintih kesakitan akibat gesekan bibirnya yang tajam.

Tapi Luhan bisa menahan semua nafsunya selama ini. Karena ia tidak mencintai gadis itu semata karena tubuhnya yang berlekuk-lekuk seperti yang diinginkan para pria umumnya..

Atau mata nya yang besar dan memukau begitu berkedip, seperti tipe idamannya

Bibirnya yang kecil dan rambutnya yang panjang.. masih banyak yang seperti ini =_=

Tapi karena ia benar-benar mencintai gadis itu dengan tulus bahkan sampai saat ini juga ia belum bisa melupakannya. .

Luhan memberikan sentuhan yang lembut dan hangat pada bibir pink itu. .

Gadis itu bisa melihat Luhan yang terus menutup matanya dan ia menyukai setiap detik sensasi tersendiri yang Luhan berikan padanya. .

1 menit berakhir

Luhan menarik kembali bibirnya..

Lalu mereka tersenyum satu sama lain..

~=_+ >< +_=~

 

Sementara itu Kris, Suho dan Lay berdiri didekat ranjang Luhan meratapi temannya yang sedang tertidur itu dengan alis yang terangkat dan dahi yang mengkerut. .

“kira-kira apa yang Luhan mimpikan?”

Kening Kris benar-benar mengkerut sekarang ini seperti kakek-kakek tua.

“kenapa bibirnya moyong begitu??”

tanya Suho polos sambil terus mengamati gerakan bibir Luhan dan menirukannya..

“eung~ Wo Ai Ni, Funai~” Luhan mengigau sambil tersenyum cengengesan..

“dia tidak sedang melanjutkan adegan dalam film tadi kan?”

Lay menatap kedua temannya sambil menyilangkan tangan didada sedangkan Kris dan Suho hanya bisa mengangkat bahunya tinggi-tinggi . .

 

 

 

Fin. . .

 

Wahhhhhhhh… geje..

Udahlah selesai ini…

Fiuh~ fiuh~

Subuh-subuh.. baru selesai..

Thanks udah baca.. tolong komentar nya ya..

Tunggu edisi berikutnya oke^^

4 thoughts on “A Cutie Candy Girl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s