You Hurt Me [3/3]

sestallikai copy copy

Nama : @shehuniex
Judul Cerita : You Hurt Me
Tag : Oh Sehun, Jung Kryistal, Choi Sulli, Zitao, Kim Kai

Support cast : Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Length : trilogy
Catatan Author : ini murni dari fikiran author, mohon jangan copas. Minta comment nya yaaa supaya bisa membangun author bikin cerita lebih baik. makasiihhh

Happy reading ~

***

 

Suasana sore hari benar-benar terasa sejuk hari ini. Sejak pagi hingga siang tadi hujan terus turun membasahi bumi. Hingga saat ini pun, ribuan air itu masih terus turun walaupun berupa rintikan kecil. Disudut ruangan, seorang namja dengan seragam sekolahnya sedang duduk terdiam seraya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Sekelebat percakapan itu masih terngiang ditelinganya. Percakapan yang tidak pernah disangkanya harus sampai ketelinganya.

‘tapi aku mencintainya… aku mencintai Oh Sehun!’

          ‘aku tau kau mencintainya! Kau tidak akan menangis seperti ini kalau bukan karena mencintainya Sulli-ya! Tapi sekarang kau bisa apa? ini jalan yang kau tempuh’

          ‘aku tidak mau mengkhianati sahabatku sendiri Kai’

           ‘Cih..’ namja itu mendesis dalam hati. ‘apa nya yang tidak mau mengkhianati, memangnya apa yang dilakukannya sekarang dinamakan apa?!’ makinya dalam hati. ‘berbohong padanya tentang perasaannya, bukankah itu juga disebut pengkhianatan? Tidak tahukah gadis itu kalau hal itu sangat menyayat hatinya? Mengetahui kalau sahabat baiknya menangis karena diriniya.’

‘kenapa kau tidak jujur saja padanya Sulli-ya? itu akan memudahkanmu. Kalau memang nantinya Sehun akan menolak, setidaknya perasaanmu sudah lega’

          ‘tidak semudah itu Kai…’ gadis itu semakin menangis. ‘kau tahu aku paling dekat dengannya, kalau sampai dia tahu perasaanku… aku takut dia akan menjauhiku’

          ‘itu tidak mungkin. Oh Sehun akan tetap menyayangimu Sulli-ya, dia akan tetap menjadi sahabatmu’

         

“Hey! Sedang apa?’

Namja itu tersentak saat seseorang menepuk pundaknya. Ia mendongak untuk melihat siapa orang itu dan langsung tersenyum melihat gadisnya yang kini sedang menatapnya bingung. “kemarilah,” namja itu menggenggam tangan gadis itu dan menuntunnya untuk duduk disebelahnya. Setelahnya, ia melingkarkan tangannya pada pinggang gadis itu dan menyandarkan kepalanya di pundak gadis itu.

Gadis itu terheran-heran dengan kelakuan namja yang merupakan kekasihnya itu. sebelumnya, tidak pernah namja itu melakukan hal-hal seperti ini di depan umum. Ia adalah tipe namja yang sangat anti dengan ‘memaerkan kemesraan’.

wae? Ada apa ini Sehunie?”

Sehun menghela nafas panjang dan mulai memejamkan matanya. Membuat dirinya serileks mungkin. Untuk saat ini, dia benar-benar butuh seseorang untuk menopangnya. “biarkan seperti ini sebentar saja. aku lelah Kryistal-ah

Walaupun masih bingung dengan sikap kekasihnya itu, Kryistal hanya diam saja dan membiarkan Sehun bersandar padanya seperti itu. Ia sedikit bisa merasakan beban yang sedang menganggu kekasihnya itu. Tidak ingin menjadi kekasih yang terlalu possessive Kryistal tidak akan banyak bertanya apa yang terjadi, biar saja Sehun sendiri yang mengatakan padanya jika saatnya tiba nanti.

saranghaeyo, nona Jung…” gumam Sehun. Suaranya benar-benar hanya berupa gumaman kecil, kalau saja kepala Sehun tidak sangat dekat dengan telinga Kryistal, mungkin saja gadis itu tidak akan mendengarnya. “ini terlalu rumit. Aku bingung apa yang harus aku perbuat…”

“serumit apa Sehunie? Ingin berbagi denganku?”

Sehun menggelengkan kepalanya diatas pundak Kryistal. Ia tidak akan bercerita pada gadis itu, masalah ini terlalu rumit. Ia tidak mau kalau Kryistal nantinya akan merasakan apa yang dirasakannya sekarang. Untuk sekarang, cukup dirinya saja yang terbebani, dan akan mencari jalan keluarnya sendiri untuk masalah ini.

arraso.. aku mengerti.” Ucap Kryistal lembut, sebelah tangannya mengelus kepala Sehun. “apa ini hanya kita berdua saja? yang lainnya tidak akan datang?” tanyanya melihat tidak ada tanda-tanda akan kedatangan teman-temannya.

“hmm… ini hanya kita berdua” jawab Sehun. “aku hanya membutuhkanmu sekarang ini”

“hmm, oke. Tapi… apa seharian ini kita hanya akan duduk duduk diam seperti ini saja Sehunie? Ahhh.. kau akan membuatku mati bosan disini Sehunie” keluh Kryistal.

Mendengar itu, Sehun terkekeh pelan. Mood nya sudah mulai kembali hanya denngan mendengar bagaimana gadisnya mengeluh seperti itu. Hampir seumur hidup mengenalnya, tidak sekalipun mendengar gadis itu mengeluh seperti ini. Itu benar-benar terdengar lucu!

“tentu saja tidak, sayang.” Sehun menggoda dengan memanggil gadis itu ‘sayang’. “memangnya kau ingin kemana? Aku akan menemanimu seharian ini ketempat yang ingin kau kunjungi”

jinjja!

“hmm.. tentu!”

Kryistal menekan-nekan telunjuknya pada pipinya terlihat berfikir. Sehun tidak tahan dengan sikap gadisnya itu langsung mengecup pipinya lembut dan mengacak-acak rambutnya. Tawanya lepas ketika melihat ekspresi shock Kryistal berubah menjadi wajah kesal gadis itu. “yak! Jangan suka menciumku tiba-tiba seperti itu!”

wae? Memangnya apa yang salah kalau aku mencium kekasihku?” tanya Sehun dengan wajah polos.

“aku malu…” bisiknya dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.

yak! Kenapa harus malu? Jangan seperti gadis baru kenal kemarin lah, kita sudah kenal sejak kecil Kryistal-ah.. apa yang membuatmu malu?”

“tapikan tidak pernah ada pria yang menciumku seperti itu!” bantah Kryistal, “kecuali Minho oppa dan appa ku tentu saja” tambahnya menyebut kakak laki-lakinya dan ayahnya.

“ahh~ berarti mulai sekarang kau harus membiasakannya”

“tapikan tidak harus ditempat umum seperti ini! orang-orang bisa melihat kita!”

“jadi kau lebih suka melakukannya di tempat sepi? Woahh~”

“SEHUNIE!” bentak Kryistal.

Sehun tertawa lepas melihat wajah kesal gadisnya. Memang sudah menjadi hobi barunya menggoda gadisnya itu sampai ngambek. Tapi dia akan kelimpungan sendiri saat Kryistal benar-benar marah padanya. Gadis itu sangat susah dirayu kalau sudah marah.

“jangan marah Kristal-ah.” Rayu Sehun, “kajja! Bukankah kau mau aku menemanimu jalan-jalan? Tidak asik kalau hanya ngambek dan duduk –duduk disini” dan tanpa meminta persetujuan dari Kryistal, Sehun menggenggam erat tangan gadis itu dan membawanya keluar café. Seperti yang dikatannya tadi, untuk hari ini adalah hari mereka berdua. Biarkan hari ini ia merasakan perasaan bahagia bersama kekasihnya sebelum keesokan harinya ia harus memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk menyelesaikan masalahnya ini.

 

***

 

“ada apa? kenapa sejak keluar café tadi wajahmu terus murung seperti ini?”

Sulli mengerjapkan matanya sebelum menoleh pada namja disampingnya. Sebisa mungkin ia memaksakan sudut bibirnya membentuk senyuman. “tadi oppa bicara apa?”

“kenapa wajahmu murung seperti ini setelah keluar dari café tadi?” namja itu mengulang.

Sekali lagi Sulli berusaha untuk tersenyum. Ia tidak mengatakan apapun untuk mejawab pertanyaan itu. Tidak mungkin baginya untuk memberitahu kakak sepupunya itu kalau ia sedang patah hati karena melihat Sehun bersama Kryistal yang saling berpelukan dan tertawa lepas. Biarpun ia sudah mengantisipasi dengan hal-hal seperti itu, tetap saja ia tidak bisa memungkiri kalau perasaannya sakit melihat itu semua. Ia hanya manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan.

“kenapa Taemin oppa tidak berlatih dance? Bukankah hari ini jadwal oppa latihan? Kai sudah sejak pagi pergi ketempat latihan bersama teman-temannya” Sulli mencoba mengalihkan topic.

“tidak, aku malas” jawab Taemin santai.

yak! Oppa tidak boleh malas-malas seperti ini! bukankah kompetisi selanjutnya sebentar lagi? apa oppa tidak mau mengikutinya?”

“tentu saja aku ikut. Bagaimana mungkin aku melewatkan hal besar seperti itu”

“tap–”

“Sulli-ya!” ucapan Sulli terhenti ketika mendengar suara yang sangat familiar memanggil namanya. Ia mendongakkan kepalanya melihat Kryistal yang sedang melambai-lambaikan tangan padanya dan berjalan kearahnya. Lagi-lagi ia membuat senyum palsu, ia mencoba tersenyum lebar pada kedua sahabatnya itu.

“hey! Apa yang kalian berdua lakukan disini? Sedang kencankah?” goda Sulli.

Wajah Kryistal terlihat memerah, dengan reflek dia melepas genggaman tangannya dari Sehun. “ani.. kami hanya sedang jalan-jalan saja. kau sendiri, apa yang kau lakukan?”

“Taemin hyung, bukankah hari ini jadwal hyung untuk latihan dance?” tanya Sehun. Mencoba mengalihkan pandangannya dari Sulli. Ia suda menyapa gadis itu tadi, jadi tidak perlu khawatir kalau ia akan terlihat menghindar. “apa kau membiarkan Kai yang mengatur semuanya? Huh, dasar kau ini”

“kau sendiri, kenapa tidak berlatih?”

“tentu saja karena aku memiliki acara sendiri dengan kekasihku” Sehun menjawab santai dan merangkul pundak Kryistal. wajahnya sengaja terlihat sepolos mungkin.

yak! Oh Sehun! Berani-beraninya kau…” desis Taemin.

Selain berstatus kaka sepupu Sulli, Taemin juga merupakan senior Sehun dan Kai di dance club, ekskul tari yang ada disekolahnya. Sebagia ketua, Taemin memang terkadang suka seenaknya dengan memberikan tanggung jawab pada Kai untuk menggantikannya karena jabatan Kai sebagai wakil. Biasanya, setelah ini Kai akan marah-marah pada Taemin, beradu mulut dengan kata-kata yang justru terdengar konyol dan pada akhirnya mereka berbaikan.

“ayolah hyung… apa hyung tidak kasian pada Kai, kau kan tau sendiri bagaimana para sunbae yang tidak suka diatur-atur oleh hobae nya. Kai pasti akan kerepotan mengatasi itu semua”

Taemin mendesis, “cih, baiklah, baiklah kau menang! Aku akan kembali ke sekolah dan membatu Kai” ucapnya akhirnya. “ayo Sulli-ya!

Sehun tersenyum senang akhirnya bisa membujuk sunbae nya itu. Ketika Sulli berjalan melewatinya, Sehun menepuk puncak kepala gadis itu seraya berucap. “aku titip Kai padamu. Pastikan kalau Taemin hyung benar-benar tidak merepotkan Kai” setelah itu ia mengedipkan sebelah matanya dan membiarkan Sulli berjalan menjauh Karena tangan gadis itu di gandeng oleh Taemin.

Tanpa Taemin sadari, disampingnya Sulli sedang menangis dalam diam. Air matanya terus menerus menetes tanpa bisa dihentikan. Sulli sejak tadi sibuk menghapus kedua pipinya yang terus basah karena airmata. Ia tidak mau kalau sampai Taemin melihatnya seperti ini, kakak sepupunya itu pasti akan bertanya macam-maca padanya.

Oh Sehun… bagaimana aku bisa melupakan perasaan ini? aku tidak mau menyakiti banyak orang. Tolong bantulah aku…

 

***

 

Sehun terus menggenggam tangan Kryistal sepanjang mereka berjalan-jalan. Tidak sekalipun namja itu melepaskan tangannya pada Kryistal, seolah-olah takut kalau gadis itu akan hilang. Kryistal sendiri tidak merasa terganggu, mengingat bagaimana Sehun tadi yang terlihat sedih membuatnya berfikir kalau namja itu membutuhkan seseorang, dan orang itu dirinya. Jadi, ia biarkan saja Sehun melakukan apa yang namja mau asalkan itu bisa membuatnya lebih baik.

“kita mau kemana Sehunie?” tanya Kryistal. Sejak turun dari bus tadi, Sehun hanya membawanya berkeliling tanpa arah.

molla” jawab Sehun santai mengangkat kedua bahunya.

Kryistal yang melihat itu menaikan kedua alisnya. “yak! Ini tidak lucu!”

“aku kan sudah berjanji akan mengukutimu kemanapun, tapi sejak tadi justru kau yang mengikutiku, jadi aku ajak kau jalan-jalan tidak jelas saja”

yak!” gerutu Kryistal. Ia menghela nafas panjang dan menghentikan langkahnya. Membuat Sehun yang menggenggam tangannya ikut berhenti.

wae?” tanya Sehun

“kau bilang mau menemaniku kemanapun kan?”

Sehun mengangguk

“hmm.. kalau begitu, bagaimana kalau kita pergi ke sungai han?”

Sehun hanya membalasnya dengan senyuman dan menganggukan kepalanya.

 

Sesampainya disungai Han, mereka berdua hanya berdiam diri menatap tepat kearah sungai. Memejamkan mata masing-masing membiarkan angin kencang menerpa mereka. Sehun membuka matanya terlebih dahulu, ia melirik Kryistal yang masih memejamkan matanya menikmati angin yang terus menerpa wajahnya, menerbangkan rambutnya hingga menutupi wajahnya. Sehun tersenyum melihat itu, gadis nya benar-benar terlihat sangat cantik. Begitu natural dengan sinar matahari yang menerpa wajahnya. Hanya dengan make up tipis seperti itu saja gadisnya sudah terlihat begitu menawan sampai-sampai membuat dadanya sesak.

Sehun melingkarkan lengannya di pinggang Kryistal, memeluk gadis itu dari belakang. Bisa dirasakannya sentakan gadis itu karena kaget dengan apa yang dilakukannya secara tiba-tiba ini. Tapi Sehun tidak peduli, ia mesejajarkan wajahnya dengan Kryistal, mengecup pipi gadis itu lembut lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kryistal.

Sehun benar-benar merasa buruk hari ini. Perasaan Sulli padanya terus menganggunya dan membuatnya tidak nyaman. Yang ia ingin kan sekarang adalah berada disisi Kryistal, membiarkan gadis itu menenangkannya karena memang hanya Kryistal lah yang bisa mengembalikan mood nya.

“aku menyayangimu, sangat sangat menyayangimu.” Bisik Sehun

“Hey, ada apa? kenapa dari tadi kau terus mengatakan kau menyayangiku. Aku sudah tau itu Sehunie, tanpa kau harus mengatakannya berulang kali seperti ini”

ani.. aku hanya ingin kau percaya padaku kalau aku menyayangimu, apapun yang terjadi.”

“tentu saja aku percaya”

“teruslah percayai itu Kryistal. Apapun yang terjadi kedepannya, kau harus yakin dan percaya aku menyayangimu. Hanya dirimu.”

 

***

 

Matahari baru saja menghilang diufuk barat ketika Sehun sudah mengantar Kryistal ke rumahnya. Sehun memang tidak berencana untuk mengajak Kryistal untuk pulang terlalu larut. Gadis itu sudah menemaninya dari pagi hingga sore menjelang malam, Kryistal pasti lelah karena tidak berhentinya kaki mereka berlajan berkeliling.

Sehun mengeluarkan ponselnya dan menakan tombol angka 3 cukup lama yang akan langsung menyambungkannya ke nomor seseorang.

yoboseo?

            “Sulli-ya, apa sekarang kau sedang sibuk?”

ani, waeyo?”

            “bisa kah kau ke apartemen Kai sekarang? aku perlu membicarakan sesuatu”

“sekarang? hmm… bisa saja. Tunggu saja ku disana, aku akan bersiap-siap”

            “perlu aku menjemputmu?” tanya Sehun. Sekarang memang belum terlalu malam, tapi tetap saja ia akan merasa khawatir kalau sampai terjadi apa-apa pada Sulli. Seorang gadis memang sangat mudah membuatnya khawatir.

aniya Sehunie, aku bisa berangkat sendiri. kau tidak perlu khawatir, arrachi?”

            “hmm, arraso. Aku akan menunggumu di apartemen Kai”

Setelah memutus sambungannya, Sehun menghela nafas panjang dan memasukan ponselnya kembali ke sakunya. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju halte untuk menunggu bus yang akan membawanya menuju apartemen Kai.

Angin malam ini benar-benar menembus kulit. Setelah turun dari bus, Sehun melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Ia sengaja berhenti di halte yang cukup jauh dari apartemen Kai. Sebelum mendengar semua yang aka dikatakan sahabat-sahabatnya nanti, ia harus mempersiapkan diri. Ia harus memantapkan hatinya. Semua ini terasa salah, ia tidak bisa menjalani semua ini kalau keadaannya menjadi begitu rumit.

Tiga puluh menit sudah berlalu, Sehun kini sudah sampai di depan apartemen Kai. Waktu terlewat begitu saja tanpa sempat disadarinya.

Membuka apartemen Kai –karena ia sudah tahu password nya- Sehun langsung masuk dan menyalakan lampu. Ia berjalan menuju kamar tidur berharap menemukan Kai disana, tapi ternyata tidak, Kai tidak ada disana. Ia pun memutuskan untuk duduk disofa sambil menunggu Kai dan Sulli. Kai mungkin masih dalam perjalanan setelah latihan.

“astaga Sehunie! Kau mengagetkanku!” teriak Kai. Sehun membuka matanya dan melihat sahabatnya itu berjalan kearahnya dan menjatuhkan diri disampingnya.

“baru pulang latihan, huh?”

“hm. hm” Kai menangguk setuju, tangannya sibuk melepaskan tali sepatu. “apa yang kau lakukan disini?”

“aku—”

“Sehunie… Kai… aku datang” teriakan Sulli memotong ucapan Sehun. Kai mengangkat sebelah alisnya menatap Sehun. Sedangkan namja itu hanya balik menatap Kai seraya mengangkat kedua bahunya.

Sehun menegakkan tubuhnya ketika Sulli sudah berada diruang tamu. Ia menghela nafas panjang, menggelengkan kepalanya pelan sebelum berkata. “langsung saja, karena aku tidak pintar berbasa basi, aku punya satu pertanya untuk kalian berdua, dan aku benar-benar memohon kalian untuk menjawab jujur”

Sehun mengangkat kepalanya menatap Sulli dan Kai bergantian. Lalu tersenyum tidak percaya. “apa kalian berdua benar-benar berkencan?”

Kai terlihat bisa mengendalikan emosinya karena tidak ada reaksi berlebihan yang di tampilkannya. Berbeda dengan Sulli yang langsung terkesiap dengan suara tertahan dan kedua tangan menutup mulutnya.

“kenapa kau bertanya seperti itu?”

Sehun menatap Sulli, “aku hanya meminta kalian untuk menjawab jujur, apa itu begitu sulit?”

“bukan.. bukan seperti itu—”

“tidak. Kami tidak berkencan. Semua ini hanya pura-pura” potong Kai.

Sulli menatap Kai tidak percaya dengan kedua matanya yang mulai berkaca-kaca. Tanpa suara, gadis itu menyebutkan nama Kai karena tidak percaya kalau namja itu akan mengatakannya.

“tidak ada gunanya lagi menyembunyikannya Sulli-ya, aku yakin kalau sebenarnya Sehun sudah tahu semuanya” jawab Kai menatap Sulli. mencoba memberi pengertian pada gadis itu. untuk apa mereka berbohong lagi kalau kenyataannya Sehun sudah tau kebenarannya? Itu hanya akan membuat masalah bertambah rumit.

Sehun bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati Sulli. “sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku Sulli-ya? apa kau mencintaiku? Apa kau menyayangiku?”

“Sehunie…” Sulli tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisikan itu yang keluar.

“kenapa kau tidak mengatakannya saja padaku saat aku bertanya padamu pertama kali? Karena takut menyakitiku?” Sehun berkacak pinggang dan tertawa sinis. “kau tau? Justru apa yang kau lakukan sekaranglah yang menyakitiku. Kau membuatku menjadi orang jahat karena menyakiti perasaanmu dan aku benci untuk melakukan itu. aku benci ketika melihatmu sakit seperti itu”

“kau salah paham… aku–”

“bukankah sejak awal sudah aku katakan padamu? Aku tidak mau menyakitmu Sulli-ya, aku tidak mau menyakiti sahabatku yang begitu ku sayang. tapi keadaan yang sekarang ini justru membuatku menjadi orang jahat yang menyakitimu dan membuatmu menangis” Sehun menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. “aku bahkan tidak bisa tau kalau kau menangis, aku tidak bisa menangkanmu karena hal yang membuatmu menangis adalah aku sendiri. kau tidak akan tahu betapa tersiksanya aku Sulli-ya

Sulli mulai terisak. Mendengar ucapan Sehun dan melihat betapa kacaunya pria itu benar-benar menghancurkannya. Ia memberanikan diri untuk mendekati Sehun dan memeluknya. “jangan seperti ini Sehunie, kau berhak bahagia, kalian berhak bahagia. Aku hanyalah orang ketiga yang akan menjadi penghalang diantara kalian berdua…” ia mengeratkan pelukannya, “dan aku tidak mau itu Sehunie, aku ingin kalian bahagia”

“Bagaimana bisa aku bahagia sementara sahabatku sendiri tersakiti seperti ini?!! aku tidak bisa seegois itu Choi Sulli! kita sudah bersama sejak kecil, dan aku tidak mau hanya karena keegoisan masing-masing itu akan menghancurkan persahabatan kita!” Sehun berteriak dengan kalut. Ia tidak melepaskan pelukannya pada Sulli dan justru semakin mengeratkannya. Ia menangis sekarang, dalam pelukan Sulli, sekeras yang ia bisa. Biar saja orang lain akan mengatainya cengen atau apapun, tapi perasaannya saat ini benar-benar tidak tertolong. Hatinya sudah hancur berkeping-keping hanya dengan tau kalau sahabatnya ini mencintainya dan memilih untuk memendamnya yang justru menyakiti hatinya.

Demi Tuhan! Bagaimana Sulli tidak merasakan sakit hati. Mereka selalu bersama kemanapun dan tanpa perasaan Sehun jusrtu bermesraan dengan Kryistal yang tanpa sadar bisa sangat jelas dilihat Sulli dan menyakiti hati gadis itu begitu dalam. Tanpa perlu berada di posisi Sulli, semua orang akan bisa merasakan bagaimana yang gadis itu rasakan. Sakit. Luar biasa sakit!

            Setelah tangis masing-masing mulai reda. Sehun melepas pelukannya. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menghela nafas dengan kasar. “aku tidak bisa melakukan ini. aku tidak bisa..”

“apa maksudmu Sehunie? Kau ingin mengakhiri hubunganmu dengan Kryistal?! Fikirkan bagaimana perasaan Kryistal!!” bentak Kai yang sedari tadi memilih untuk diam. Ia ingin Sehun dan Sulli menyelesaikan dulu masalah mereka. tapi mednegar ucapan Sehun barusan benar-benar membuat darahnya naik. Ia tahu kalau Sehun tidak mau menyakiti Sulli, tapi kalau namja itu memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Kryistal, itu justru akan membuat lebih banyak orang lagi yang merasa sakit hati.

Kai mengangkat kerah baju Sehun dengan kasar dan melayangkan tinju tepat di pipi kirinya. Sehun tersungkur kebelakang, dan Kai lagi-lagi melayangkan tinjunya, tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Tidak ada perlawanan apapun dari Sehun, namja itu hanya dia menerima pukulan demi pukulan yang melayang mengenai wajahnya. Bahkan rasa perih dan darah yang mengalir diwajahnya pun tidak dihiraukannya.

Sehun merasa dirinya pantas menadapatkan pukulan itu. Ia memang seorang yang brengsek yang bahkan pukulan-pukulan dari Kai tidak akan bisa sebanding dengan apa yang telah dilakukannya.

“berhenti! Kai kumohon berhenti!” Sulli terus berteriak, ia menahan tubuh Kai yang masih melayangkan tinjunya pada Sehun. “Kai… kumohon berhenti…” kali ini Sulli mulai menangis kencang. Dan sepertinya itu berhasil menghentikan Kai karena namja itu langsung menghentikan tangannya yang sudah melayang untuk menyentuh wajah Sehun. Ia berbalik dan memeluk Sulli yang menangis kencang. Salah satu kelemahan Kai adalah melihat seorang gadis menangis.

“ini bukan salah Sehun, semua ini salahku. Kalau saja aku sejak awal mengaku tentang perasaanku tentunya hal ini tidak akan terjadi. Aku minta maaf”

“tidak perlu minta maaf. Toh semuanya sudah terjadi, ini mungkin memang menyakitkan, tapi aku yakin kelak semuanya akan baik-baik saja” setelah mengatakan itu, tanpa berkata apapun lagi bahkan menolehkan kelapanya kebelakang, Sehun pergi keluar dari apartemen Kai.

 

***

 

Sejak hari dimana mereka berjalan-jalan bersama menghabiskan waktu berdua. Kryistal tidak lagi melihat Sehun, bahkan mendapatkan kabarnya pun tidak. Ponselnya selalu dalam keadaan mati ketika ia mencoba menghubunginya, apartemennya akan selalu kosong ketika ia menghampirinya. Menurut beberapa tetangga, Sehun dan Luhan sudah pindah beberapa minggu yang lalu, mereka sendiri tidak tahu kemana perginya kedua kaka adik itu. Tapi yang pasti akan memakan waktu cukup lama karena mereka tidak lagi menyewa aparetemen itu.

Kryistal merasa frustasi, begitu juga sahabat-sahabatnya yang lain. Dua hari setelah Sehun mulai menghilang, barulah ia tahu kalau ternyata malam dimana setelah Sehun mengantarnya pulang namja itu bertengkar hebat dengan Kai dan Sulli. Ia juga tahu mengenai perasaan Sulli pada Sehun dan tentu saja ia tidak bisa menyalahkan Sulli untuk memiliki rasa itu. Tidak ada orang yang tahu bagaimana perasaan seseorang.

gwenchana? Kau terlihat lelah Kryistal-ah,” Kryistal mendongak dan mendapati Kai yang berdiri dihadapannya, menatapnya dengan tatapan khawatir. Dan tanpa bisa ditahan lagi, Kryistal mulai menangis. Ia merindukan Sehun, begitu menginginkan Sehun untuk berada disini, disisinya, bersamanya.

“hei, aku yakin Sehun baik-baik saja” bisik Kai. Namja itu berlutut didepan Kryistal dan menarik gadis itu kedalam pelukannya. kedua tangannya mengelus punggung gadis itu untuk menenangkan.

“aku tau dia pasti baik-baik saja. tapi… kenapa dia meninggalkan kita semua? Apa dia tidak sekalipun merindukanku? tidak merindukan kalian?” Kryistal makin terisak. Rasa rindunya pada Sehun begitu menyesakkan dadanya. Kalau saja ada sesuatu yang bisa dilakukannya, pasti sudah ia lakukan untuk bisa menemukan Oh Sehun kembali.

Selama beberapa menit Kai membiarkan Kryistal menangis dipelukannya, ketika pada akhirnya tangisnya sudah reda ia melepaskan pelukannya. “sudah lebih baik? ingin pulang? aku akan mengantarmu”

Tanpa berkata apapun Kryistal hanya menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan Kai, membiarkan namja itu menuntunnya.

Sesampainya dirumah, yang bisa Kryistal lakukan hanyalah membaringkan tubuhnya dikasur dan menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong. Setiap memorinya bersama Sehun berkelebat diatas sana, membuatnya merasa tidak ingin sadar dari lamunannya itu. saat-saat mereka bersama begitu membahagiakan. Sehun memang bukan namja yang romantic, tetapi ia dengan segala tingkahnya yang ‘memang Sehun’ selalu bisa membuatnya tertawa dan bahagia.

Suara ponselnya menyadarkannya, dan tanpa melihat siapa yang menelfon ia langsung menempelkannya di telinganya.

yoboseo?

“apa benar ini Kryistal?”

            “hmm.. aku sendiri Kryistal, ini siapa?”

Terdengar helaan nafas lega disebrang sana, “um.. aku Park Chanyeol, kakak sepupu Oh Sehun”

            “oh?”

            “aku hanya ingin memberitahumu kalau keadaan Sehun sekarang baik-baik saja. Ia berada ditempat yang aman sekarang. Ia berjanji suatu saat akan kembali, dan ketika dia saatnya kembali keadaan akan kembali seperti semula. Begitulah yang Sehun katakan padaku untuk disampaikan padamu”

            “kapan tepatnya ia akan kembali? Kenapa tidak mengabari salah satu dari kami, para sahabatnya? Apa sebegitu tidak berartinya kah kita?”

            “tidak seperti itu Kryistal-ahjantung Kryistal berhenti berdetak untuk beberapa saat ketika suara berat milik Chanyeol berganti menjadi suara khas yang sangat dihafalnya. Suara kekasihnya, Oh Sehun.

“Sehunie…” Kryistal muali terisak. Hanya mendengar suaranya saja sudah membuat dadanya kembali sakit. ia membutuhan Sehun disini, ia menginginkan Sehun untuk kembali.

“hei, kau mulai menangis Krystal-ah

            “aku merindukanmu Oh Sehun, benar-benar merindukanmu. Tidakkah kau juga merindukanku? merindukan sahabat-sahabatmu? Dimana kau sekarang Sehunie? Kembalilah… kumohon”

            “aku tidak bisa Kryistal-ah, aku–

            “kenapa tidak bisa?!! Kau hanya harus kembali dan berkumpul bersama kami!”

“Kryistal-ah dengar, aku berjanji padamu untuk kembali suatu saat nanti. Seperti yang sudah dikatakan Chanyeol hyung, ketika aku kembali nanti keadaan diantara kita semua sudah kembali seperti awal”

            “kau seorang pengecut Sehunie… hanya bisa bersembunyi dan lari dari kenyataan” desis Kryistal

Sehun terdengar menghela nafas panjang, “benar. aku memang seoranng pengecut dan aku minta maaf untuk itu”

            “tidak akan!”

            “Kryistal-ah..

            “cukup. Jika memang ini apa yang kau mau, lakukankanlah. Tapi satu hal yang harus kau tau Sehunie, kau benar-benar menyakiti perasaanku, begitu dalam.” dan tanpa menunggu balasan dari Sehun, Kryistal langsung memutus sambungannya dan menangis semakin kencang. Air mata seperti tidak ada habisnya keluar dari kedua matanya, sudah beberapa hari ini ia menangis dan tetap saja air matanya masih sanggup untuk keluar. Tanpa sadar Kryistal jatuh tertidur karena lelah menangis.

 

***

 

Sehun membuka pintu kamar Kryistal dan menemukan gadis itu jatuh tertidur. Saat mendengar betapa marahnya gadis itu padanya, ia memutuskan untuk pergi menemui Kryistal. Mendengar suara tangisnya saja sudah menyiksanya begitu dalam.

Berusaha untuk tidak bersuara, Sehun berjalan mendekat kearanjang Krystal dan duduk di samping gadis itu. Hatinya kembali ditikam seribu pisau ketika melihat air mata di pipi Kryistal yang masih belum kering. Gadis itu pasti sudah begitu banyak mengeluarkan airmatanya, dan itu semua karena dirinya. sialan! Bagaimana bisa ia menjadi begitu brengsek seperti ini!

            Dengan lembut, Sehun menyentuh pipi Kryistal, menghapus airmata gadis itu secara perlahan. Ia benar-benar tidak ingin membangunkan gadis itu.

Kalau ditanya apakah ia merindukan Kryistal, jawabannya tentu saja ‘YA’, ia sangat, sangat merindukan gadisnya itu. Perasaannya pada Kryistal tidak mungkin bisa sirna begitu saja, ia masih mencintai Kryistal. Masih sangat mencintainya.

Sehun menundukkan kepalanya dan mengecup kening Kryistal lembut, lalu beralih mengecup bibirnya. “aku mencintaimu sayang, percayalah itu. aku benar-benar minta maaf karena harus melakukan ini semua. Aku tidak mau menyakiti perasaan Sulli, dia sudah seperti adik untukku. Tidak mungkin bagiku membiarkan Sulli melihat kemesraan kita berdua sementara hatinya tercabik-cabik.” Kini Sehun berganti mencium kedua pipi Kryistal, “ku harap kau mengerti. Ini semua demi kebaikan kita bersama. Saranghaeyo Jung Kryistal”

Dan setelah itu, Sehun beranjak dari tempatnya. Membenarkan selimut pada tubuh Kryistal dan mulai meninggalkan kamar gadis itu.

Percayalah.. aku mencintaimu Jung Kryistal.

 

***

           

Dua tahun sudah berlalu sejak menghilangnya Sehun. Tidak pernah sekalipun namja itu memberi kabar. Kryistal, Kai, Tao dan Sulli hanya bisa berdoa semoga Sehun baik-baik saja. Biarpun Sehun sudah meninggalkan mereka tanpa kabar seperti ini, tetap saja namja itu adalah sahabat mereka.

Kryistal duduk dipojok café di samping jendela. Hari ini mereka sudah berjanji untuk bertemu. Semenjak memasuki bangku Universitas, mereka mulai jarang bertemu karena kesibukan dikampus masing-masing. Tidak ada dari mereka yang memasuki Universitas yang sama, keempatnya berpencar sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.

“sudah lama menunggu Kryistal-ah?

Kryistal mengangkat wajahnya dan tersenyum melihat Kai. Namja itu menarik kursi di depannya dan duduk. Ada perubahan lagi dengan namja itu. Kalau dua minggu lalu saat terakhir mereka bertemu rambut Kai berwarna perak keunguan, kini namja itu mengubahnya menjadi hitam pekat. Kehidupannya sebagai dancer yang sudah go international memaksanya untuk memperhatikan style nya. Biarpun begitu, tetap saja Kai terlihat tampan.

Omong-omong tentang Kai, beberapa bulan setelah kelulusan sekolah mereka, Kai tidak langsung mendaftar di universitas melainkan memutuskan untuk lebih menekuni dunia dance, ikut kompetisi sana sini sampai akhirnya kini Kai ditawari management terkemuka dan bisa mewujudkan mimipinya menjadi dancer international.

“tidak, aku juga baru sampai” jawab Kryistal.

“dimana yang lain? Apa mereka belum datang?”

Kryistal mengangkat kedua bahunya, “kau tahu jelas bagaimana sibuknya mereka.”

“yah.. mau bagaimana lagi, kehidupan idol memang sangat merepotkan” sahut Kai.

Kryistal meringis mendengar ucapan Kai, “kau sendiri sorang idol Kim Kai”

“tentu saja aku berbeda” elaknya.

Keduanya tertawa menanggapi candaan ringan itu. Biarpun jarang bertemu, tidak pernah sekalipun mereka merasa canggung. Semua berjalan seperti biasa.

Seperti yang sudah diketahui, Sulli kini sudah menjadi seorang idol yang sangat terkenal. Semua orang tahu siapa gadis cantik anggota girlband terkemuka di Korea Selatan itu. walaupun begitu, yang membuat Kryistal salut adalah Sulli tidak pernah absen tiap kali mereka merencanakan pertemuan seperti ini. Meskipun selalu datang terlambat, Sulli tidak pernah melewatkan pertemuan.

Sedang Tao, kini namja berwajah sinis tetapi begitu penyayang itu suda menjadi atlete bela diri yang mewakili China dalam beberapa kompetisi Korea. Biarpun tinggal di Korea Selatan, tetap saja karena kewarganegaraanya adalah China ia harus membawa nama asal negaranya itu. Ada beberapa orang yang menjuge nya karena hal itu dan ada juga yang bisa memaklumi. Sebagai sahabat tentu saja Kryistal, Sulli, dan Kai berpihak pada Tao.

Dan Kryistal sendiri, ia memilih untuk menjadi gadis biasa saja. Melanjutkan kuliah dengan jurusan desaign. Sejak kecil ia tidak pernah sekalipun bermimpi untuk menjadi seorang idol. Ia hanya ingin menjadi gadis biasa yang mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya, memiliki suami yang baik, punya anak yang lucu dan hidup bahagia bersama. Sesederhana itu.

“lihat, itu mereka sudah datang”

Kai menyenggol lengan Kryistal dan mengarahkan dagunya kearah Tao dan Sulli yang baru saja memasuki café. Sulli dengan semangat langsung berlari dan memluk Kryistal erat, bergantian memeluk Tao. Sifat gadis itu yang selalu ramai tidak pernah berubah. Beruntung suasana café ini selalu sepi, membuat yang lain bisa menghela nafas lega karena tidak perlu khawatir aka nada seseorang yang memperhatikan.

“ahhhh aku merindukanmu Kryistal-ah! baru dua minggu kita bertemu dan aku sudah merindukanmu” pekik Sulli kembali memeluk Kryistal dari samping. Kryistal sendiri hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan Sulli dan tersenyum memaklumi.

nado Sulli-ya. Biarpun aku sering melihat penampilan hebatmu di televise tetap saja aku masih tidak percaya kalau itu ada sahabatku” ucap Kyistal.

“sepertinya kita tidak diharapkan Kai” ucap Tao

“sedih sekali kita berdua tidak ada yang merindukan” sahut Kai. Keduanya saling berpelukan dengan wajah sedih.

Sulli dan Kryistal tertawa hebat. Kedua sahabat namja nya ini, semakin dewasa justru sifatnya semakin seperti anak kecil. Selalu membuat ramai suasana kalau sudah berkumpul seperti ini. Itulah mengapa walaupun hanya dua minggu terlewat, masing-masing dari mereka sudah merasa rindu satu sama lain.

“tentu saja kami juga merindukan kalian” ucap Sulli dan Kryistal dengan Sulli memeluk Kai dan Kryistal memeluk Tao erat.

Mereka berempat memesan makanan dan menikmati mengobrol bersama selama berjam-jam. Kalau dulu mereka akan bebas berjalan-jalan, kini mereka harus puas hanya dengan duduk-duduk dan mengobrol di café ini. Kepopuleran dari Kai, Sulli dan Tao membuat mereka tidak bisa bebas berkeliaran dimana-mana.

Tidak apa, hanya dengan seperti ini saja, semuanya sudah sangat menikmati. Tidak masalah tidak bisa jalan-jalan keluar dengan bebas, asalkan bisa bersama seperti ini sudah membuat mereka semua senang.

“bagaimana dengan kuliahmu Kryistal-ah? apa sunbae mu masih mengganggumu?” tanya Tao. Selalu topic ini yang akan ditanyakannya. Sunbae yang mengejar Kryistal. Salah satu sifat Tao yang tidak pernah berubah sejak SMA, begitu protectif jika ada yang mencoba mendekati Kryistal. Awalnya Kryistal tidak tahu kenapa Tao samapai seperti itu padanya sampai ia bertanya dan Tao menjawab.

‘kau ini memang dari luar terlihat kuat dan dingin. tapi aku tahu didalam kau hanya gadis biasa yang lemah, yang membuatku harus melindungimu. Memang benar kau sudah menolak mereka, tapi kalau kau memang setangguh yang terlihat dari luar, kau bisa mengatasi mereka dengan mudah’

            Begitulah yang dikatakan Tao. Saat itu Kryistal sempat sebal karena diakatai lemah, tapi kalau benar-benar diperhatikan, apa yang diakatakan Tao ada benarnya. Kalau memang ia setangguh yang orang lain lihat, para seniornya itu sudah menjauh darinya dengan penolakan tegasnya. Faktanya, para seniornya itu akan pergi dan tidak mengganggunya lagi ketika Tao sudah turun tangan. Seperti sunbae nya di universitas saat ini, ketika Kryistal menceritakan tentang sunbae nya yang begitu menganggunya, Tao langsung menghubungi sunbae nya itu dan mengatakan untuk tidak menganggu Kryistal atau nantinya akan berurusan langsung dengannya. Risih memang, tapi Kryistal sangat menghargai itu, Tao melakukannya karena sahabatnya itu begitu khawatir padanya.

“seperti biasa, kau selalu bisa untuk menyingkirkan mereka”

Tao menyeringai dan mengacak-acak rambut Kryistal, “katakan saja padaku kapanpun kau diganggu oleh sunbae mu yang lainnya. Arrachi?

ne.. arasso

“ahhh… iri nya.” gumam Sulli menatap Tao menuduh, “tidak pernah sekalipun kalian berdua para namja – namja kesayanganku melakukan hal seperti itu padaku”

“untuk apa? tanpa kami harus turun tangan pun kau sudah bisa mengusir para namja kecentilan itu dengan mulut cerewetmu!” ucap Kai mengacak-acak rambut Sulli.

Tao yang duduk didepan Sulli membungkukkan kepalanya mendekat pada Sulli untuk mengecup kening Sulli dan mengacak-acak rambutnya gemas. “aku saja yang merupakan sahabatmu sejak kecil sangat mudah merasa takut jika kau sudah marah-marah Sulli-ya

“huh, kalian berdua memang jahat” dumel nya. Dan mereka berempat pun terawa lepas.

 

“hei kalian semua, sudah lama tidak bertemu”

Mereka berempat menghentikan tawa mereka masing-masing ketika mendengar suara yang begitu familiar ditelinga mereka. Sulli dan Kryistal yang duduknya menghadap pintu dan otomatis bisa langsung melihat pria itu sudah kehilangan nafas mereka. keduanya menutup mulut mereka dengan kedua tangannya.

Oh Sehun…

Disana berdiri sosok Oh Sehun. Sahabat mereka yang menghilang tanpa kabar, kini beridiri disana dihadapan mereka semua.

            Kai dan Tao langsung berdiri dan berhambuur memeluk Sehun dengan eratnya, mengucapkan umpatan-umpatan karena menghilangnya Sehun. Namja itu hanya menimpalinya dengan tenang dan tertawa. Ketika akhirnya pandangannya tertuju pada Kryistal senyumnya semakin lebar.

Lain halnya dengan Kryistal, gadis itu masih diam terpaku. Bahkan ketika Sehun sudah berdiri dihadapannya pun Kryistal masih tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa terpaku menatap sosok Sehun yang menjulang di hadapannya.

“tidak merindukanku nona Jung?”

Kryistal mengerjapkan matanya, mendongak untuk menatap Sehun lalu langsung berhambur memeluk namja itu. air matanya tanpa bisa ditahan mulai menetes. “tentu saja aku merindukanmu” bisiknya.

Sehun tertawa dan balas memeluk Kryistal. “kau tidak banyak berubah ternyata, masih saja tidak menunjukkan dirimu”

Kryistal melepas pelukannya dan menatap Sehun bingung, “maksudmu?”

Sehun mengangkat kedua bahunya, “disaat aku melihat sahabat-sahabatku yang lain muncul di Tv dengan segala prestasi mereka yang memberitahuku kalau keadaan mereka baik-baik saja, kau tidak ada disana, kau tidak muncul di layar itu dan membuatku terus berfikir bagaimana keadaanmu saat itu”

“bukankah itu adil? Kami juga tidak tahu bagaimana keadaanmu saat itu” balas kryistal.

“hey, sudah mulai bisa membantah rupanya” ucap Sehun, sebelah tangannya mengacak-acak rambut Kryistal gemas.

Dan hanya dengan hal kecil seperti itu –yang bahkan Kai dan Tao juga sering melakukannya- membuat dadanya kembali berdesir. Ini berbeda, semuanya berbeda tentang Oh Sehun. Kalau ia tidak merasakan apapun saat Kai dan Tao melakukannya, berbeda ketika Sehun yang melakukannya. Hatinya akan berdetak diluar batas kalau Sehun yang melakukannya, bahkan hanya dengan melihat senyumnya yang seperti ini saja, sudah membuat dadanya tertasa sesak karena terlalu bahagia.

Ia sadar betul bagaimana perasaannya, hati nya masih dimiliki Oh Sehun.

            “bagaimana kabarmu Sehunie? Dimana kau tinggal selama ini?” tanya Kai.

Mereka kembali duduk, dengan bertamah Sehun yang kini mengambil tempat di samping Kryistal.

“aku baik-baik saja selama ini,” Sehun tersenyum meminta maaf dan kembali berucap, “selama ini aku tinggal di LA bersama paman dan bibi ku”

“ahh ya! aku ingin memperkenalkan kalian pada seseorang” sehun beranjak dari tempatnya, berjalan keluar café dan tidak lama kemudian kembali memasuki café dan kembali kemeja mereka.

Kryistal mendadak merasakan pening dikepalanya. Sesuatu seperti menghantam ulu hatinya membuatnya tertasa sakit dan mual.

Oh Sehun, dengan senyumnya yang begitu lebar berdiri dihadapan mereka semua, tidak seorang diri tetapi bersama… seorang gadis. Tangannya mereka saling menggenggam erat seolah tidak ingin terpisahkan. Dan Kryistal kembali merasasakan sesuatu menghantam tubuhnya hingga hancur lebur tak bersisa ketika mendengar ucapan Sehun. Ya Tuhan… ada apa dengan semua ini.

            “kenalkan, ini Song Na Eun, tunanganku”

“Sehunie!” suara pekikkan Sulli memenuhi café, gadis itu menatap Sehun tidak percaya.

Kai yang melihat situasi akan rumit langsung memotong, “tunganganmu? Jinjjayo? Kau bahkan bertunangan tanpa memberitahu kami? ahhh… kau ini benar-benar…”

Disisi lain, Tao langsung merangkul Sulli dan berbisik. “jangan membuat suasana mejadi sulit Sulli-ya, kita harus memikirkan bagaimana perasaan Kryistal”

chukkae Sehunie..” Tao berdiri dan memeluk singkat Sehun lalu bersalaman dengan Song Nae Eun. Kai mengikuti di belakangannya. Sulli hanya menatap Sehun dengan tatapan tajam dan Kryistal hanya bisa terdiam.

Ia masih tidak bisa mencerna semuanya. Situasi ini begitu rumit. Baru saja ia merasa bahagia karena Sehun kembali dan sekarang ia harus merasakan sesuatu menghantam tubuhnya hingga hancur lebur ketika Sehun memperkenalkan seorang gadis pada mereka semua sebagai tunangannya. Demi Tuhan! Tunganannya! Hubungan mereka bahkan sudah sejauh itu!

Lengan Kai disekeliling Kryistal menyadarkan gadis itu. ia mengangkat kepalanya menatap Kai yang menganggukkan kepalanya dengan yakin lalu beribisik. “lakukan sebisamu, kami semua disini bersamamu” setelah mengatakan itu Kai mengecup pipi Kryistal dan membantu gadis itu untuk berdiri.

Dengan segenap keberanian yang ia punya, Kryistal berdiri dihadapan Sehun dan menatap tepat dimanik mata namja itu. “bisa kalian mmebiarkan kami bicara berdua?” ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya.

Tanpa perlu dikomando dua kali, Kai, Tao dan Sulli langsung beranjak dari tempatnya. Mereka menghampiri Song Na Eun dan meminta gadis itu untuk ikut bersama mereka. walaupun sempat terlihat ragu, tapi gadis itu tetap menurut setelah mendapat persetujuan dari Sehun.

Keheningan terjadi, setelah kini Sehun dan Kryistal hanya berdua. Mereka duduk saling bersampingan. Kryistal benci situasi seperti ini, membuat perasaannya menjadi semakin kacau dan karena nya ia tidak bisa menahan airmatanya serta isak tangisnya yang lolos dari tenggorokkannya.

Ia menangis sebagai pelampiasan rasa sakitnya.

“jangan menangis Kryistal-ah… jangan. Kau tidak boleh menagis seperti ini”

“tidak bisa…” lirih Kryistal, “situasi ini membuat airmataku tidak bisa berhenti untuk menagis”

mianhe… jeongmal mianhe…” bisik Sehun. Dengan ragu, ia menyampirkan tanganya pada punggung Kryistal dan memeluknya. “mianhe…

“aku bahkan masih mengingat kata-katamu Sehunie”

“berhenti… kumohon berhenti…” pinta Sehun memohon.

“’percayalah, kalau aku mencintaimu…’ dan aku percaya itu, bahkan sampai sekarang, samapai saat ini aku masih percaya dengan kata-katamu itu”

“Kyistal-ah…

“dua tahun kau menghilang, tidak ada kabar sama sekali, tidak tahu bagaimana keadaanmu. Apakah kau masih hidup, sehatkah kau, apa terjadi sesuatu padamu. Tapi satu yang kuyakini, dimanapun kau berada kau akan tetap mencintaiku

“kenapa Sehunie? Kenapa kau tega melakukan ini semua padaku? Apa segitu marahnya kau pada kami semua, sahabatmu, hingga kau melakukan hal kejam ini padaku?”

Sehun merasakan sesak didadanya, ia semakin mempererat pelukannya. “tidak seperti itu, aku begitu menyayangi kalian para sahabatku, tidak mungkin aku membenci atau bahkan marah pada kalian” ia diam sejenak dan menghela nafas, “bukankah sudah pernah kukatakan padamu Kryistal-ya? aku akan kembali, dan begitu saatnya kembali situasi sudah kembali seperti biasa. Kita berlima menjadi sahabat seutuhnya…

“dan sekarang kau kembali..” Kryistal memotong ucapan Sehun, “… yang artinya sudah tidak ada perasaan itu lagi didirimu”

“Kryistal-ah… dengar–”

Kryistal melepas pelukan Sehun dan menatap pria itu lekat-lekat. Tidak diperdulikannya bagaimana penampilannya saat ini, dengan airmata yang terus menerus membasahi kedua pipinya. “hanya satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu dan kuhomon untuk kau menjawab dengan jujur”

Sehun hanya diam tidak berkata apapun. Melihat air mata yang tidak hentinya turun membasahi pipinya membuatnya pilu. Ia menjulurkan tangannya mencoba menyentuh pipi itu.

“jangan..” cegah Kryistal sebelum sempet tangan Sehun menyentuh pipinya. “jangan pernah menyentuhku Oh Sehun”

“Kryistal–” Sehun mendesah.

Kryistal menggelengkan kepalanya, sebagai tanda ia tidak mau medengarkan Sehun. Ia tidak butuh mendengar penjelasan Sehun, ia hanya butuh kepastian. Setelah menghela nafas berat akhirnya Kryistal bersuara.

“apa kau masih mencintaiku Oh Sehun?”

Sehun bungkam, tidak bisa menjawab. Kini wajahnya berubah pucat. Sekelebat ingatannya tentang apa yang ia lakukan di apartemen Kai berputar diotaknya. Sama persis seperti yang di alaminya sekarang, bahkan ucapan Kryistal pun sama seperti apa yang ia katakan pada Kai dan Sulli saat itu. Jadi beginikah yang dirasakan Sulli dan Kai saat itu? merasa terpojokan dan tidak bisa mengatakan apapun? Ahh benar, sepertinya Ia kena karma. “aku…. ” Sehun mendongakkan kepalanya, lalu kembali menatap Kryistal dan mengeha nafas dengan kasar. “tidak, perasaanku–”

“baik, itu sudah cukup.” Tanpa membiarkan Sehun untuk menyelesaikan ucapannya, ia langsung beranjak dari tempatnya. “selamat atas pertunanganmu” ucapnya dengan derai airmata. Setelah itu Kryistal langsung berjalan meninggalkan Sehun keluar café. Hatinya sudah hancur tidak tertolong. Ia seperti mati rasa saat ini. Oh Sehun telah menghancurkannya, dengan begitu dalam.

            ‘Percayalah, aku sangat mencintaimu….’

            Kata-kata Sehun sebelum namja itu menghilang kembali berkelebat di kepala Kryistal. persetan dengan kata-kata itu, semuanya sudah tidak berarti lagi sekarang. Sehun sudah bertunangan, tidak akan ada lagi kesempatan untuknya. Semuanya sudah berakhir, benar-benar berakhir.

           

            Didalam café, Sehun menatap kosong pintu café tempat dimana Kryistal pergi meninggalkannya. Ini memang sudah semestinya dengan keadaan seperti ini. Mereka tidak mungkin kembali lagi. Walaupun mungkin Sulli sudah tidak menyimpan rasa padanya, tetap saja memang keadaan seperti inilah yang seharusnya terjadi. Kembali menjadi sahabat, tidak ada lagi percintaan dalam sahabat. Label ‘Persahabatan’ sudah lebih dari cukup untuk mereka semua.

Mianhe Kryistal-ya… jeungmal mianhe….

 

 

THE END

4 thoughts on “You Hurt Me [3/3]

  1. putrisiriah berkata:

    sehun kok kyak gtu sama krystal nya .pdahal krystal nya udah rindu banget ama dia nya .tapi malahan nyakitin krystal nya ..mlah bwa tungangan nya pula tu . klo kya gtu bgusan krystal sma tao ja biar sehun cembutru gitu .atau krystal punya penyakit ja yg gak sehun tw .biar ending nya sad .padahal krystal nya cinta banget sm sehun malah sehun yg jahat banget .sedih banget sihh .dah lah aku tunggu ja kelanjutan nya thor .. di tunggu ya .and cepat ngeposting nya OK

  2. anynonymous berkata:

    Thor, ceritanya sedih ;-; tapi kok sehun tega sih sama krystal? Padahal si krystal udah nunggu sehun, eh taunya sehun udah punya tunangan ;–; fanficnya bagus thor!! Keep writing😀 ditunggu karya yang lain lagi okee

  3. phi berkata:

    aku gak suka liat sehun jadi jahat gitu… huaaaaam kenapa sehun jadi jahat gitu!!!!!! gak rela gak rela gak rela!!!!!!!! hwaiting buat author yang udah buat cerita ini… kalo bisa ada sequelnya yaa ya ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s