FF : GROWL Chap. 6

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Langkah Yoora terhenti saat sepasang matanya juga menangkap sosok pria yang tak lagi asing dalam ingatannya. Dunia seperti berhenti berputar dan menghilangkan semua orang yang ada disekeliling mereka. Kini, yang ada hanyalah mereka berdua yang sedang berdiri dalam satu garis lurus. Saling kontak mata. Dan saling berusaha menahan rasa keterkejutan mereka.

Sehun terbelalak, langsung menghampiri Yoora, berusaha menenangkannya sebelum dia mengamuk hebat. Dia sangat mengerti bagaimana watak kakak kandung Chanyeol itu.

“Noona, dengar. Ini tidak seperti yang kau bayangkan.”bisiknya mengguncang tubuh Yoora. Yoora mengerjap. Kembali pada kenyataan dan memandang Sehun linglung. “Sebenarnya tadi semuanya baik-baik saja. Tapi ada seseorang yang melaporkan balapan ini. Chanyeol dan Tao, mereka hanya—“

Yoora melepaskan cekalan Sehun dilengannya, mengabaikan pria berkulit putih itu dan berjalan menghampiri seorang pria yang masih saja terpaku mengikuti langkahnya datang.

“Lepaskan mereka.”tegas Yoora terdengar dingin. Kris masih memandangnya lurus dalam keterdiaman. “Aku membawa jaminan untuk mereka. Jadi lepaskan mereka sekarang.”

“Maaf nona, tapi mereka berdua—“

“Aku bilang lepaskan mereka!” Yoora membentak Xiumin yang mencoba menjelaskan permasalahannya. Ia melirik sekilas kearah Xiumin lalu mengembalikan tatapan tajamnya pada Kris kembali.

Situasi itu, semakin membuat Sehun, Chanyeol dan Tao terpaku tak mengerti.

“Apa hubunganmu dengan mereka?”tanya Kris pelan.

Yoora tertawa mendengus, “apa perdulimu?”

“Kenapa kau tidak memberitahuku jika selama ini kau ada disini? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku?”cecar Kris tetap dengan frekuensi suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. “Kau masih belum berhenti, kan?”

Yoora menelan ludah. Ada rasa sakit yang perlahan dirasakannya kembali. Rasa sakit yang sebenarnya sudah lama terkubur dalam-dalam di hatinya. Ia mengalihkan pandangan dan maju dua langkah menghampiri Xiumin.

“Bebaskan kedua adikku.”

“Kedua adikmu? Tapi Tao—“

“Kim Xiumin.”panggil Kris berdiri di depan Xiumin, disamping Yoora. “Bebaskan mereka.”

Xiumin terkejut, “apa? Tapi kau bilang—“

“Aku bilang lepaskan mereka.” Kris menandatangani sebuah dokumen dan merobeknya dari sisi yang menempel lalu memberikannya pada Yoora. “Adik-adikmu bebas.”serunya menatap Yoora dengan tatapan teduh. Mata dinginnya menghilang.

Yoora menerima lembaran kertas itu. Tidak berubah. Masih dengan ekspresi yang tidak menyenangkan. Ia berbalik, menghampiri Chanyeol dan Tao yang sudah dibebaskan dari sel.

“Kita pulang.”perintahnya tegas sementara Chanyeol dan Tao saling pandang lalu mengangguk patuh.

Chanyeol dan Tao mengikuti langkah Yoora yang berjalan paling depan, disusul Sehun yang mengikutinya di belakang. Ia sendiri tidak mengerti kenapa membebaskan Chanyeol dan Tao jauh lebih mudah daripada dirinya dulu. Apa karena kecantikan Yoora yang mampu membuat manusia paling kejam seperti Kris tidak berdaya? Atau karena ada alasan lain? Yang jelas, kali ini sedikit berbeda.

Disela-sela langkahnya, Tao melirik kearah Kris dan melihatnya sedang menatap kearahnya. Seketika ia menciut.

“Noona.”panggil Tao menghentikan langkah Yoora dan membuatnya menoleh. “Sepertinya aku—“dengungnya dengan mata yang tak lepas menatap Kris.

“Kau ikut denganku, Tao! Ayo pulang!”

Tao mengigit bibir bawahnya kelu. “tapi…”

“Kau membantah ucapanku?”

Sehun langsung menarik lengan Tao dan menyeretnya. Sebelumnya, ia sempat berbisik memperingatkan. “Kau cari mati?”

***___***

Luhan langsung menarik punggungnya dari tembok rumah Chanyeol dan berdiri tegak saat melihat ketiga temannya muncul dari belokan. Tak sabar, ia menghampiri mereka dengan langkah-langkah panjang.
“Bagaimana? Kalian baik-baik saja?”tanya Luhan khawatir.

“Kau yang memberitahu Yoora noona, kan?”desis Sehun kesal.

Luhan langsung menunduk, “maaf. Aku melakukannya karena aku khawatir kalian akan di tahan.”

“Sudahlah. Lagipula semuanya sudah terjadi, sekarang waktunya kita untuk mempersiapkan diri. Sebentar lagi Yoora noona akan datang dan dia pasti memarahi kita habis-habisan.”desah Chanyeol. Ia tidak bisa membayangkan dengan apa yang akan terjadi nantinya, Terlebih lagi karena kakak sulungnya itu sedikit banyak juga menguasai material art seperti Tao.

“Kita pasti mati.”sahut Tao menyetujui.

Memutuskan untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu Yoora, mereka berempat sama sekali tidak bersuara. Mereka tau kesalahan kali ini benar-benar fatal, membuat Yoora sendiri yang turun tangan untuk menyelesaikan semuanya. Belum lagi ekspresinya yang benar-benar terlihat marah tadi. Dia pasti sangat kesal.

Tak lama, mereka mendengar deru suara motor berhenti didepan rumah. Mereka sudah tau jika itu adalah suara motor besar Yoora, membuat mereka semakin menahan napas.

Saat Yoora terlihat di ruang tamu, bahkan tidak memberikan waktu untuknya membuka mulut, Chanyeol langsung berlutut didepan Yoora dengan kedua tangan yang mengatup diatas kepalanya. “Noona, maafkan kami. Aku mohon maafkan kami. Jangan marah. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lain kali. Maaf… maaf… maaf…”

“Noona. Aku juga minta maaf. Jangan memarahi Chanyeol saja, sebenarnya ini salahku.”sahut Sehun juga melakukan hal yang sama disebelah Chanyeol.

“Tidak, ini salahku. Mereka seperti ini karena membelaku. Noona, maafkan aku.”tambah Tao.

Yoora hanya menghembuskan napas panjang menatap adik-adiknya itu. Masih kesal, tapi entah kenapa kekesalannya justru bukan diciptakan oleh mereka. Kesal ini karena orang lain. Karena masa lalu.

“Sudahlah. Kalian pergi tidur, sudah hampir pagi. Aku juga ingin tidur.”ucapnya malas sambil berlalu, meninggalkan mereka berempat dalam kebingungan.

Mereka berempat saling menatap dengan kening berkerut, “kenapa dia tidak marah?”tanya Luhan.

Chanyeol mengangkat kedua bahunya, “seharusnya dia berteriak pada kita, lalu memukul seperti biasa.”

“Apa hal tadi adalah hal yang wajar?”

Chanyeol langsung menggeleng, “Tidak mungkin. Hal tadi sudah keterlaluan. Untung saja mobil kita berhasil selamat.”

“Apapun itu. Kita bicarakan lagi besok pagi. Aku pulang dulu.”putus Luhan bangkit berdiri, disusul oleh Sehun.

“Aku juga ingin pulang.”

“Kau tidak menginap disini?”balas Chanyeol.

Sehun menggeleng sembari tersenyum, “aku pulang saja.”

“Lalu bagaimana denganku? Apa aku juga harus pulang? Kris ge pasti akan membunuhku!” Tao menunjuk dirinya bingung, lantas mengacak rambutnya frustasi. Wajah dingin Kris masih terbayang-bayang di kepalanya.

“Sudahlah. Kau tidur disini saja, besok aku akan menemanimu pulang.”seru Sehun menepuk pundak Tao.

“Kita berkumpul disini besok. Bye.”

***___***

Yoora terduduk dalam diam di kursi belajarnya sambil memandangi sebuah foto yang tergeletak diatas meja lekat-lekat. Foto dirinya bersama seseorang di depan menara Eiffel beberapa tahun lalu.
Ia masih mampu mengingat dengan jelas bagaiamana kemesraan itu terajut dan bagaimana mereka menikmati status mereka sebagai sepasang kekasih yang menikmati liburan bersama. Hanya berdua. Tanpa ada seseorang yang menganggu atau mengacaukannya. Mereka terlihat serasi saat bersama.

Namun, ingatan lain juga terasa sangat jelas di kepalanya. Saat pertengkaran hebat itu merusak segalanya. Membuat rencana-rencana masa depan yang sudah mereka susun, menjadi hilang seketika. Keduanya berbeda arah. Keduanya tidak sependapat. Saat cinta harus dipisahkan oleh pilihan sulit, menjadi orang baik atau menjadi orang jahat.

“Kenapa harus bertemu denganmu lagi?”

***___***

Mereka mengingkari janji mereka kemarin. Bahkan tidak ada yang muncul saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Semuanya masih berpetualang di alam mimpi mereka masing-masing.
Melihat Tao dan Chanyeol yang tergeletak di ruang tamu dengan televisi yang masih menyala, Yoora hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dua adiknya itu. Dua raksasa itu benar-benar memenuhi lantai ruang tamu dengan tubuh mereka.

Setelah selesai melakukan semuanya – membuka bengkel dan memasak – Yoora bergegas menuju rumah Luhan dengan sebuah mangkuk besar ditangannya. Tanpa sengaja ia bertemu dengan ibu Luhan yang sudah siap untuk bekerja di depan.

“Omoni, annyeonghaseo~”sapa Yoora ramah sambil sedikit membungkuk.

Ibu Luhan seketika menoleh dan tersenyum saat melihat Yoora, “Yoora-yaa…”

“Aku membawakan sup rumput laut untuk omoni dan Luhan. Tapi, sepertinya aku terlanbat karena omoni sudah akan pergi bekerja.”

“Aaah… maafkan aku. Tapi sebenarnya kau tidak perlu repot-repot membuatnya.”

Yoora langsung menggeleng, “Tidak. Aku sama sekali tidak repot. Aku akan meletakkannya di dalam agar Luhan bisa memakannya saat dia bangun. Dia pasti belum bangun, kan?” Yoora tertawa kecil.

“Yeaah, karena semalam dia pulang sangat pagi. Dia pasti membuat ulah lagi, kan?”

“Sama saja dengan Chanyeol, Sehun dan Tao. Mereka sangat keras kepala. Tapi, aku sudah menangani semuanya. Omoni tidak perlu khawatir.”

“Gomawo, Yoora-yaa. Aku banyak berhutang budi padamu.”

“Tidak. Justru kami-lah yang banyak berhutang budi pada omoni. Omoni selalu menjaga kami sejak kami masih kecil. Gomapseumnida.”

Ibu Luhan tersenyum lembut, sambil mengulurkan tangan dan menghuap kepala Yoora. “Aku pergi dulu. Kau jangan lupa makan dan jangan terlalu letih saat bekerja. Arra?”

Yoora mengangguk, menatap sesaat punggung ibu Luhan sampai menghilang di belokan lalu berjalan masuk ke rumah Luhan.

“Oe? Kau sudah bangun?” Yoora terkejut melihat Luhan yang melintas didepannya sambil meneguk segelas air mineral. Rambutnya terlihat acak dan dia juga terlihat terkejut saat melihat Yoora datang.

“Noona, sedang apa? Sepertinya oema sudah pergi bekerja.”

“Aku tau. Aku bertemu dengan omoni didepan.”balas Yoora sambil meletakkan mangkuk yang ia bawa diatas meja makan. “Aku hanya ingin mengantar ini.”

“Apa itu?”balas Luhan duduk di kursi makan.

“Sup rumput laut. Aku khawatir omoni belum menyiapkan makanan untukmu jadi aku mengantarnya. Jika kau mau daging, datanglah ke rumah. Chanyeol dan Tao juga belum bangun, kalian bisa makan bersama.”

Luhan menggeleng, “tidak perlu. Aku akan makan ini saja, terima kasih noona.”

Yoora menghela napas panjang, “kau harus hidup dengan baik karena ibumu tidak bisa selalu mengurusimu. Jika ada sesuatu, kau katakan saja padaku.”

Luhan terkekeh, “harusnya kau mengatakan hal itu pada Sehun, noona. Dia benar-benar hidup seorang diri, bahkan kemarin ia bertengkar lagi dengan ayahnya. Lagipula, kami bukan anak kecil lagi. Kami bisa menyelesaikan masalah kami sendiri…” buru-buru Luhan melanjutkan ucapannya sambil meringis. “…kecuali kemarin.”

Yoora mendengus, “kalian selalu membuat ulah.”

“Bukan aku. Tapi mereka.”kilah Luhan. “Tapi, kenapa tadi malam noona tidak marah sama sekali? Bukankah biasanya noona akan berteriak memarahi kami? Kenapa tadi malam tidak?”. Yoora terdiam mendengar pertanyaan Luhan. “Aku tidak tau apa yang noona pikirkan, Tapi, aku benar-benar minta maaf.”

Yoora terus berusaha mempertahankan ekspresi wajahnya agar tetap tenang. Ia menjatuhkan diri di kursi yang ada di hadapan Luhan, balas menatap wajahnya.

“Apa selama ini kepala polisi kejam yang kalian maksud adalah dia?”

Luhan mengangguk singkat, “dia adalah orang yang terus memukuli Sehun dan sangat membenci kami. Tapi kesalnya, dia tidak pernah bisa membalas jika dipukuli.”

Kening Yoora berkerut, “kenapa?”

“Noona, kau tau? Si kepala polisi yang kejam itu adalah kakak sepupu Tao. Sehun tidak akan mungkin memukulnya karena Tao.”

Detik itu juga, mata Yoora langsung membulat lebar. Ia terperangah hebat setelah mendengar ucapan Luhan barusan.

“Apa?! Kakak sepupu Tao?!”

“Yeaah, Tao adalah alasan Sehun kenapa dia tidak bisa membalas perbuatan Kris.” Luhan mencomot satu telur gulung yang sudah disediakan ibunya dengan sumpit, mengunyah santai tanpa mengetahui bagaimana efek yang sudah ia timbulkan untuk seseorang yang sedang duduk didepannya itu.

“A-aku… pulang dulu…”

Yoora berdiri, segera meninggalkan rumah Luhan dengan langkah-langkah panjang. Kakak sepupu Tao? Jadi selama ini, adiknya bersahabat dengan adik sepupu mantan kekasihnya?

Ada kekesalan yang tiba-tiba ia rasakan. Entah ditujukan pada siapa, karena ia tau semua ini bukanlah kesalahan Tao. Dia bahkan tidak mengetahui apapun tentang hubungan mereka berdua dimasa lalu. Tapi, setiap kali ia melihat Tao, pria itu akan mengingatkannya pada Kris. Seseorang yang sangat ingin ia lupakan.

Sesampainya di rumahnya, ia melihat Tao dan Chanyeol masih tertidur. Kali ini dengan posisi Chanyeol yang menjadikan lengan Tao sebagai bantalnya. Yoora tersenyum lirih.

Dia tidak mempunyai alasan untuk membenci Tao karena pria itu sangat menyayangi adiknya. Bahkan persahabatan mereka lebih terlihat sebagai ikatan persaudaraan sekarang.

Menarik napas panjang dan mencoba menerima kenyataannya, Yoora berjalan menuju kamarnya sendiri. Dia memutuskan untuk pergi bekerja lebih awal dari biasanya.

***___***

“Dia pasti masih tidur.”rutuk Chanyeol saat ia, Tao dan Luhan sudah berkumpul di bengkel rumahnya pukul 3 sore.
Tao hanya mengangguk, wajahnya masih terlihat mengantuk serta rambutnya yang masih sangat berantakan.
“Mungkin dia kelelahan.”seru Luhan. “Aku akan ke rumahnya. Mengantar makanan karena saat bangun dia pasti kelaparan.”
“Kalau begitu kami ikut.” Chanyeol melompat dari tumpukan ban mobil yang ia duduki.

“Lalu siapa yang akan menjaga bengkelmu, huh? Sudahlah, aku hanya mengantar makanan dan membangunkannya.” Kemudian ia berpaling pada Tao. “Tao, bagaimana denganmu? Kau mau ikut atau tetap tinggal?”

“Aku ikut. Aku bosan disini.” Tao bergumam dengan matanya yang masih tertutup.

“Dan kalian akan meninggalkanku?”

“Meninggalkan apanya? Kami hanya pergi beberapa meter dari tempatmu berada.”cibir Luhan lalu meninggalkan Chanyeol yang langsung cemberut karena ditinggalkan oleh mereka.

Tao dan Luhan berjalan menuju rumah Sehun yang tak jauh dari sana. Sudah hampir sore dan dia masih saja belum bangun. Kebiasaannya setiap hari libur jika sedang tidak bekerja paruh waktu.

“Astaga. Dia bodoh sekali. Pintunya tidak terkunci.”

Dan kebiasaannya yang kedua adalah, dia tidak pernah mengunci pintu rumahnya sendiri.

Luhan dan Tao menerobos masuk dan langsung menghela napas panjang saat pintu yang mereka buka terhalang oleh badan Sehun.

Ini kebiasaannya yang ketiga, dia mampu tidur dimana saja dan kapan saja. Tidak jarang juga seperti ini, tubuhnya tergeletak di depan pintu. Park Yoora bahkan pernah mengira jika terjadi sesuatu dengan Sehun saat dia ingin membangunkannya. Dia sampai memanggil Luhan dan Chanyeol yang berakhir dengan jawaban, ‘noona, dia hanya tidur. Bukan sedang pingsan.’

“Ya ya ya, Oh Sehun!”teriak Tao, dia masih tidak bisa membuka pintunya.

Sehun hanya menggeliat, menggeser tubuhnya sendikit sehingga mereka berdua bisa masuk ke dalam walaupun celah yang diciptakan tetaplah sempit.

“Jika ada perampok, dia pasti sudah ditembak mati.”cibir Tao geleng-geleng kepala.

“Kau pikir perampok mana yang mau datang ke rumah ini? Tidak ada barang berharga sama sekali.”balas Luhan. Lalu ia berjongkok disamping Sehun dan membangunkannya. “Ini sudah sore. Bisakah kau bangun sekarang? Kau bilang kau akan mengantar Tao pulang.”

Sehun hanya bergumam. Tidak menjawab apapun.

“Aiiiish, anak ini benar-benar. Ya Oh Sehun!” Kali ini Tao menggunakan kakinya, menendang-nendang bokong Sehun agar ia mau bangun.

“Hey, jangan menendangku!” akhirnya Sehun berteriak sambil menepis kaki Tao. “Mau apa kalian kemari? Pergi!”

“Ini sudah pukul 3 sore! Kami menunggumu, bodoh!”

“Issssh.” Sehun berbalik kembali dan menenggelamkan wajahnya pada lantai, mengabaikan omelan Tao.

“Sehun, cepat bangun!!!”

“Arrrgghhhh….” Sehun mengerang kesal. Menendang-nendang udara lalu akhirnya duduk membuat Luhan tertawa geli melihatnya. Ia mendelik kearah Tao. “Jika aku selesai mencuci mukaku, aku akan menghajarmu!”

Bersungut-sungut, ia bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Tao tertawa puas, teriakannya ada gunanya juga ternyata.

Tak lama, setelah selesai mencuci muka. Sehun duduk bersandar pada dinding, menghadap kedua teman-temannya. Wajahnya masih terlihat kesal. Sembari mengeringkan rambut depannya yang basah, ia merutuk.

“Bisakah kalian hanya menungguku di bengkel Chanyeol? Jangan kemari.”

“Kenapa? Aku ingin mengantarkan makanan untukmu. Dari Yoora noona.”

“Jika hanya kau, tidak apa-apa. Tapi jika membawa raksasa ini, rumahku terasa bertambah sempit.”

“Raksasa? Kau juga raksasa.”cibir Tao tidak terima.

“Kau lupa mengunci pintu rumahmu lagi?”

“Tidak. Aku lupa dimana aku meletakkan kuncinya. Sepertinya hilang saat balapan kemarin.”

“Dan kau membiarkan pintunya tidak terkunci?”

Sehun menatap Luhan bingung, “kenapa? Lagipula aku sering meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci. Tenang saja, tidak akan ada yang berani mencuri barang-barangku.”

Luhan hanya menghela napas panjang, menyerah. “Kau bilang kau akan menemani Tao pulang.”

“Kapan? Sekarang? Aku akan ganti baju dulu.”

“Hey Sehun.”cegah Tao menahan lengan Sehun. Ia menatap Sehun ragu. “Apa tidak apa-apa? Semalam, sepertinya Kris ge terlihat aneh.”

“Tenang saja. Kita sudah bebas, dia tidak akan memukul kita.”

“Bagaimana jika dia marah?”

Sehun tetap membalasnya enteng, “Setidaknya dia tidak memukul, kan?” Ia mengambil sebuah kaus dari lemarinya, membuka kaus yang dipakainya sekarang dan melemparnya pada keranjang pakaian kotor lalu memakai kaus yang baru.

“Ayo.”ajaknya.

“Kau tidak makan dulu?”

“Aku akan memakannya nanti.”

***___***

Sehun dan Tao turun dari bus yang mereka tumpangi lalu berjalan bersisian di jalan setapak menuju rumah Tao. Sembari merapikan tatanan rambutnya yang tidak sempat ia sisir dan berkaca pada kaca mobil-mobil yang berjejer.

“Sepertinya Kris ge sedang tidak berada dirumah. Mobilnya tidak ada.”seru Tao tidak melihat apapun di halaman rumahnya.

Sehun ikut menengok, “lalu bagaimana? Kau mau kembali ke rumah Chanyeol?”

“Tao menggeleng, “tidak. Sebaiknya kau berada di rumah. Setelah Kris ge pulang, aku akan menjelaskannya dan meminta maaf.”

“Kau yakin?” Sehun terlihat ragu. “Aku bisa mengantarmu lagi, nanti.”

“Aku yakin. Lagipula aku lelah. Aku ingin melanjutkan tidurku.”

Sehun akhirnya menyetujui kemauan Tao. Ia mengangguk, “baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu.”

Ia berbalik, menjauhi rumah Tao dan bergegas kembali ke rumah Chanyeol. Perutnya mulai lapar, dia ingin makan. Duduk menunggu di halte bus, tiba-tiba sepasang mata Sehun menangkap sesuatu. Kearah sebrang jalan, pada seseorang yang sedang berjalan linglung dan tidak menyadari jika beberaa kali dia sudah menabrak orang-orang pejalan kaki.

“Bukankah itu si pria kerdil?”

Sehun memutuskan untuk berlari menuju jembatan penyebrangan dan menghampirinya. Dia tidak terlihat baik. Seperti kehilangan kesadaran saat ia berjalan. Yang ada dipikirannya, mungkin Suho sudah mengganggunya lagi.

Sehun mengulurkan tangannya, tiba-tiba menarik lengan Kyungsoo ke belakang sebelum dia sempat menabrak seseorang lagi. Kyungsoo terkejut, ia menoleh dan mengerjap menatap Sehun, bingung.

“Kau buta? Kau berjalan sambil menabrak orang-orang.”

Kyungsoo masih mengerjap, menatap sekelilingnya dengan pandangan kosong.

“Apa yang terjadi denganmu? Kau bisa pulang sendiri? Aku akan mengantarmu.”

“Aku tidak mau pulang.”suara Kyungsoo terdengar serak dan tidak jelas.

“Ha?”

“Aku tidak mau pulang.”ulangnya lagi, kali ini sambil menunduk. “Mereka bilang, ayahku terlibat dalam organisasi terlarang. Dia menyelundupkan senjata illegal untuk ketua mafia itu. Sekarang, dia menjadi incaran polisi.” Kyungsoo seperti tidak sadar saat mengatakannya.

Hal itu membuat Sehun semakin bingung, “Apa yang sedang kau katakan?”

Kyungsoo tidak mengatakan apapun lagi setelahnya. Masih menatap kearah jalan raya dengan pandangan kosong. Tidak ada pilihan lain selain membawanya ke rumah Chanyeol karena dia tidak mengetahui alamat rumah pria mungil itu.

***___***

Sehun benar-benar memohon pada Chanyeol agar dia mau mengijinkan Kyungsoo menginap di rumahnya satu malam. Karena tidak mungkin dia memberikan tumpangan di rumahnya yang sangat sempit itu, bahkan baginya, dia masih memerlukan ruangan yang luas.

Saat Park Yoora pulang, ia juga terkejut bukan main melihat pria asing sedang tertidur di kamar adiknya. Kembali menjadi Park Yoora yang biasanya, ia memarahi Chanyeol dan Sehun yang membawa orang asing ke dalam rumahnya.

“Apa kalian pikir rumahku adalah tempat penampungan, huh?!”

Tapi pada akhirnya semua berjalan baik, dia tetap mengijinkan Kyungsoo untuk menginap satu malam samapi kondisinya membaik.

Paginya, giliran Kyungsoo yang terkejut saat mendapati dirinya berada ditempat yang asing. Dan semakin terkejut saat melihat Chanyeol berdiri didepan kaca, sedang merapikan rambutnya.

“Kau?”serunya kaget.

Chanyeol berbalik lalu mendengus, “akhirnya kau bangun.”

“Aku dimana?”

“Kau tidak ingat? Sehun membawamu kesini kemarin. Dia bilang kau seperti orang gila di jalan.”

Kening Kyungsoo berkerut, “Ha?”

“Sudahlah. Aku tidak punya waktu lagi. Aku harus berangkat sekolah. Sebaiknya kau tunggu disini hingga kami pulang, Sehun bilang dia akan mengantarmu pulang.”

Kyungsoo menepis selimutnya lalu berdiri, “aku bisa pulang sendiri.”

“Yaah, terserah kau. Asal kau tidak menabrak orang-orang lagi.” Chanyeol bersiul cuek lalu meninggalkan kamarnya, menuju meja makan dan mencomot sebuah roti dari mesin panggang.

“Ini rumahmu?”tanya Kyungsoo, masih linglung.

“Kau pikir rumah siapa?”

“Hey, kau sudah bangun?” tiba-tiba suara lain terdengar. Itu Luhan, disusul Sehun dibelakangnya.

Tanpa basa-basi, Sehun melemparkan sebuah blazer dan kemeja putih pada Kyungsoo. Reflek, Kyungsoo menangkapnya dan memandang barang-barang itu bingung.

“Pakai itu. Ikut kami pergi ke sekolah.”suruhnya.

“Mungkin sedikit kebesaran karena tapi daripada kau berdiam diri di rumah, sebaiknya kau ikut kami.”usul Luhan tersenyum.

Kyungsoo menggeleng, “Aku tidak membawa buku-buku pelajaranku.”

Kali ini Sehun melemparkan tas ranselnya kearah Kyungsoo, “apa lagi?”

Kyungsoo terperangah. “Kau tidak akan membawa buku?”

“Apa kau bisa berhenti bicara? Cepat pakai karena kita sudah terlambat.”

***___***

Sehun menangkap sesuatu yang aneh pada diri Kyungsoo. Walaupun tidak mengenalnya, tapi sepertinya dirinya yang kemarin tidak seperti ini. Kemarin dan hari ini dia terlihat linglung dan tidak fokus pada apapun yang ada disekitarnya. Ingin bertanya tapi dia juga merasa itu bukan urusannya. Dia pikir dia sudah cukup berbuat baik dengan menolongnya kemarin.

Bertemu dengan Tao di halte bus dekat sekolah, kehadiran Kyungsoo membuat Tao terkejut bukan main. Terlebih lagi, dia hadir bersama Sehun, Chanyeol dan Luhan.

“Sedang apa kau disini?”ketus Tao masih kesal karena Kyungsoo adalah penyebab pertandingan kemarin.

Luhan merangkul pundak Tao lalu berbisik, “Jangan bertanya apapun. Biarkan dia.”

Walaupun merasa masih kesal tapi Tao tetap membiarkannya berjalan bersama mereka. Dia memang seperti tidak merasakan orang-orang yang ada disekitarnya, berjalan dengan kepala menunduk namun tidak melihat tanah yang dipijaknya. Pandangannya kosong.

BRUK

“Kau buta?! Kau membuat minumanku tumpah!” Tanpa sengaja Kyungsoo menabrak seseorang yang sedang berjalan menuju mobilnya. Dan tanpa sengaja juga membuat minuman yang dipegangnya tumpah mengenai kemeja putihnya.

Sehun, Chanyeol, Tao dan Luhan menoleh dan langsung terkejut saat mendapati siapa yang ditabrak oleh Kyungsoo. Byun Baekhyun.

“Kau tidak perlu mendorong tubuhnya hanya karena dia menumpahkan minumanmu.”desis Chanyeol menarik tubuh Kyungsoo ke belakang.

Saat Baekhyun menatap kearah orang yang sedang bicara dengannya, ekspresinya tak kalah terkejut.

“Aku bahkan punya alasan untuk meninju wajahnya sekarang.”

“Hhhh… kalian lagi.” Zhang Yixing keluar dari pintu kemudi, menjulurkan kepalanya sambil menghela napas panjang.

“Pergilah. Kalian hanya berdua, sedangkan sekolah kami ada didepan sana. Kalian tidak akan menang.”ucap Chanyeol tegas.

Baekhyun meremas gelas minumannya sembari menatap tajam kearah Chanyeol, “Malam ini setelah pulang sekolah, aku menunggumu di lapangan Yonggi.”

Chanyeol tertawa mendengus, “untuk apa?”

“Masalah kita yang kemarin belum selesai. Aku ingin menyelesaikannya hari ini.”serunya dingin. “Tentunya jika kau tidak merasa takut.”

“Tentu saja tidak.”balas Chanyeol cepat. “Aku menunggumu malam ini, Byun Baekhyun.”


TBC

37 thoughts on “FF : GROWL Chap. 6

  1. Rani berkata:

    yaw ini sekarang masalahnya tambah rumit
    makin penasaran
    baekhyun sama chanyeol sudah ada konflik
    tinggal nunggu keluarnya si kai
    hemzz lanjutkan!!!!!!!!!!!!

  2. nina berkata:

    hahahaha aku ngakak kebiasaan na sehun😄
    masalah na kyungsoo berat bgt sih
    laahhh ketemu byun baek
    aaiisshhh berkelahi lagi
    ckckck

  3. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Aigo0o mulai lg,emg zneng kale yah buat xa”y yeol ffa dlah tnggi?hoho dbk lnjt’y themangat nni..o yah ff daddy’z bztfnd’y uda da lnjtn’y lum?ax tnggu^^

  4. jamonghyun berkata:

    Adoohh ini bisa ga kerjaan mreka ga ketemu trus berantem . Selalu gitu -_- wajar yora kesel haha . Eh tapi penasaran abis lah sm kisah cinta yora sm kriseeuuuu hahay

  5. kiszluhanznx berkata:

    ini nih . cerita yang gue seneng . susah ditebak’y .
    dan ini juga yg bikin gue cuyung~ ama Mija eon xD .
    emang jago’y bikin orang penasaran dan bikin ff genre beginian . BroFriend’y bikin minder .
    Fighting .)9

  6. adezenianggraeni berkata:

    Wow Growl daebakk eonni, ayo eonni lanjut-lanjut aku suka Yoora-Kris dan persahabat EXO memberdeul keke~

  7. beagle line berkata:

    baekyeol musuhan noooo😥 … tapi untuk kepentingan cerita ya udah deh… author ttep semangat ya lanjutin cerita.. fighthing😄

  8. Tiikaa berkata:

    Wihhh,, kris sma yoora itu mantanan to? Hahaha pntes kris lngsung luluh dn bebasin sehun cs wktu lihat yoora. Tpi kira2 mrka putus knapa ya??… Trus itu mksud kris apa? Kok dia nnya yoora psti blum brhentikan? Blum berhenti apa??
    ok deh, next aku tunggu ya eon

  9. wulanaprian berkata:

    Mau balapan lg -.- itu anak br4 emosian bgt ya. Dikit2 balapan. Ga ada abisnya. Jd si kris itu punya masa lalu sm yoora? Tp blm dijelaskan knpa mreka pisah. Atau mungkin krn kris polisi dan yoora anak geng? Kayanya *sotoi.

  10. Nuro'isya Ar-Razhes Sparkyu'nest berkata:

    wah. Mana lanjutanya ini. Thor bikin penasaran jja. Eh thor tp ‘main cast/pemeran utamaya’ g trlalu jelas ‘mian komen yg ntu’. tp gw suka krna ini ff exo. Lanjut thor ke capt brikutnya… Hahahahaha

  11. Nuli Pandari berkata:

    Sbnernya ff nya Keren *SELALU* tapi agak gimana gtuh… ggak dapet feelnya.. knapa haruus brmsuhan dngan ssma EXO.. kalo musuhnya dari Grup lain mnurut Gue feel nya bakal lebih dapet. Lebih greget..

    Kenapa gak dapet feelnya.. Karenaa….. kita/Gue udah terbiasa sama Kpribadian Chen yg baik.. Baekki yg ceria Lay yang baik hati. Kalo Kai ok lah dia paling pantes di jadiin brandalan..

    Gue cma nyaranin aja sih.. mukin Author harus lebih pinter.. nyari cast yg sesuai sma Karakternya.. tapi ff nya keren ko.. Lanjutkan..

  12. mongochi*hae berkata:

    untung dh tao gk dbnci yoora kya dia ngbenci kris..

    klo gk gmna prsahabatan mereka ??

    ap yg trjd am kyungsoo ????

  13. vina berkata:

    wahh penasaran nihh sama cerita masalalunya yoora dan gimana kai disitu… nanti kalau mau udahan alias end, happy ending yah🙂

  14. Dini berkata:

    aish baru kelar masalhnya udah mau balap lagi ? Chanyeolllllll,-
    Yoora unnie sama Kris gege dulunya pacaran ? huhu putusnya gara2 apa ? kenapa sekarang Yoora unnie keliatan gasuka sama Kris ? baek oppa jadi jahat disini ? nanti wajah unyu nya ilang lagi. Hmm… huaaaa peluk Luhan aja deh♡ *eh kkk
    next chap asap unnie😉

  15. Eminent lu'luin berkata:

    annyeong chingu eminent imnida. . chingu aku sudah bca ffmu dri chap sbelumnya tpi bru komen d.chap ini mian ne chingu, smoga aku mnjdi reader yg slalu bsa komen. skali lgi mian . . .

    chingu aku ska ffmu bkin penasaran, pnasaran sma critanya kris yoora . . next chingu jngan lama” iah. .
    gomawo. .

  16. NHJ_XiuKai129 berkata:

    Yahh,,, tolong lanjutkan GROWL begitu menarik eoh!! Tapi tolong datangkan si kulit tan itu *lirik kai😀 Keep Writing SEMANGAT!!!

  17. Nana Kim berkata:

    Nice FF!!! Ceritanya sulit utk ditebak, masalah pun terus mengalir layaknya air /knpajadibersyairyaa?/
    Sehun walaupun nakql tapi aslinya dia baik hati #makincinta♥
    Daebak!!! and Keep writing thor~!!! Next FF nya cepet yaaa!

  18. amelia berkata:

    jadi yoora sama kris pernah pacaran??
    ini sebenernya apa yang terjadi sama kyungsoo?? terus sebenernya suho ngapain waktu itu nanyain ayah kyungsoo??
    ah, sumpah penasaran banget.. next yah thor^^

  19. Nadya* berkata:

    astaga jadi kris dan yoora mantan kekasih terus tao sepupu kris dan tao bersahabat sama chanyeol ,dunia memang sempit

    ““Kenapa kau tidak memberitahuku jika selama ini
    kau ada disini? Kenapa kau tidak pernah
    menghubungiku?”cecar Kris tetap dengan
    frekuensi suara yang hanya bisa didengar oleh
    mereka berdua. “Kau masih belum berhenti, kan?”

    penasaran masih belum berhenti tentang apa ?
    next thor,,,!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s