You Hurt Me [2/3]

sestallikai copy copy

Nama : @shehuniex
Judul Cerita : You Hurt Me
Tag : Oh Sehun, Jung Kryistal, Choi Sulli, Zitao, Kim Kai
Support cast : Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Length : trilogy
Catatan Author : ini murni dari fikiran author, mohon jangan copas. Minta comment nya yaaa supaya bisa membangun author bikin cerita lebih baik. makasiihhh
Happy reading ~

***

Sehun tersenyum lebar saat melihat Chanyeol dan Baekhyun berkunjung lagi kerumahnya. Dua hari sudah berlalu sejak Sehun memastikan bagaimana perasaan Sulli padanya dan meyakinkan kalau dugaan ketiga hyung nya itu salah. Dan benar saja, Sulli memang menyukainya, tapi perasaannya itu sama seperti apa yang Sehun rasakan padanya. Menyukai sebagai sahabat dan keluarga.
Tapi yang tidak pernah disangka-sangkanya, apa yang diucapkan Sulli setelahnya. Kalau gadis itu sedang berkencan dengan Kai. Sebagai sahabat yang sering bertemu, bagaimana bisa kalau Sehun tidak tahu kalau kedua sahabatnya itu sudah berkencan. Apa mereka berdua sengaja menyembunyikannya? Tapi kenapa? Ahh entahlah. Sehun merasa tidak mau memusingkan itu, mungkin saja mereka hanya belum siap untuk memberi tahu yang lainnya tentang hubungan mereka ini.
“kenapa kau senyum-senyum seperti itu Sehunie?” ucap Baekhyun menatap Sehun ngeri.
“yak! Hyung, jangan menatapku seperti itu” omel Sehun lalu menjatuhkan diri disebelah Baekhyun dan Chanyeol di sofa ruang keluarga.
“dimana Luhan hyung?” tanya Chanyeol
“tadi hyung bilang keluar sebentar untuk bertemu teman-temannya. Sore nanti mungkin sudah pulang” jawab Sehun. Ia membetulkan posisi duduk nya dan menunjukkan wajah serius. “hyung, setelah hyung menyarankan ku untuk memastikan bagaimana perasaan Sulli padaku, kemarin lusa aku sudah memastikannya”
“lalu?” ucap Baekhyun antusias. Disampingnya, Chanyeol juga terlihat antusias karena ia menegakkan tubuhnya dan menatap Sehun tertarik.
“dia memang menyukaiku” jawab Sehun. Ia menyembunyikan senyumnya saat melihat bagaimana senangnya ekspresi kedua hyung nya yang sudah merasa yakin kalau dugaan mereka benar. “tapi hanya sebagai sahabat” lanjut Sehun lalu tertawa keras.
“yak! Sehunie, itu tidak mungkin. Sulli benar-benar menyukaimu!” Baekhyun bersikeras.
“tidak hyung, Sulli bahkan memberitahu kalau dia sudah berkencan dengan Kai. Aku sendiri juga kaget dengan berita itu” ucap Sehun jujur.
“berkencan dengan Kai? Sahabatmu juga bukan?” tanya Chanyeol
Sehun mengangguk, “benar, sepertinya mereka baru-baru ini mulai berkencan” ucapnya mengira-ngira.
“kalau sudah begini, apa yang akan kau lakukan pada Kryistal?”
“hmm.. aku akan mendekatinya perlahan, membuatnya sadar kalau aku menyanginya lebih dari seorang sahabat” ucap Sehun mantap.
“ahh terserah kau saja Sehunie. Asal itu membuatmu bahagia, aku akan mendukungnya. Hwaitiing~” ucap Chanyeol lalu mengacak-acak rambut Sehun.
“ahhh~ teranyata adik kecil kita ini sudah dewasa” Baekhyun ikut-ikutan mengacak-acak rambut Sehun.
“yak! Hyung, rambutku berantakan!”

***

Seperti apa yang katakannya. Dua minggu ini, seperti biasa Sehun dan sahabat-sahabatnya rutin bertemu setiap pulang sekolah. Tanpa berusaha menutup-nutupi, Sehun terus mendekati Kryistal perlahan, memberikan perhatian, berharap gadis itu menyadari perasaannya. Tidak ada yang protes tentang apa yang dilakukannya, bahkan ketiga temannya sudah tahu bagaimana perasaannya pada Kryistal. Seperti yang pernah dikatakan Luhan, Sehun memang paling tidak bisa menyembunyikan perasaanya. Namja satu ini terlalu to the point.
Seperti biasa, hari ini mereka janjian untuk bertemu di tempat biasa mereka berkumpul.
“dimana Kryistal?” tanya Sehun yang melihat Tao datang hanya sendiri.
“cih. possesive” gerutu Kai. Disebelahnya, Sulli hanya sedang asyik memainkan ponsel Kai seraya bersandar pada bahu Kai.
Sehun tidak memperdulikannya dan hanya menatap sekeliling untuk mencari Kryistal.
“dia sedang ke supermarket di depan sana membeli cemilan untuk kita. Nah, itu dia sudah datang” ucap Tao.
Sehun segera bangkit dari tempatnya untuk menghampiri Kryistal yang kesusahan membawa barang belanjaannya. Entah apa yang di beli gadis itu, tapi sepertinya cukup berat.
“kenapa tidak meminta bantuan orang lain kalau belanjaanmu berat seperti ini.” ucap Sehun yang tanpa permisi langsung mengambil alih belanjaan Kryistal. Benar saja, belanjaan itu memang berat.
“apa yang kau beli?”
“snack” jawab Kryistal
“cih, snack tidak seberat ini Kryistal-ah” ejek Sehun
Kryistal menyeringai. “aku membeli cocacola untuk kita semua. Kita belum merayakan kemenangan Kai, juga kebersamaannya bersama Sulli. Jadi, sekarang saja kita merayakannya”
“ahhh benar juga” gumam Sehun.
Mereka tiba di tempat yang lainnya berada dan langsung menjatuhkan belanjaan mereka. Kai, Sulli dan Tao menatap bingung.
“Kryistal bilang ini untuk merayakan kemenangan Kai yang belum sempat kita rayakan, juga kebersamaan Kai dengan Sulli” jelas Sehun, “tapi bukankah perayaan kau dan Sulli harusnya kalian yang mengadakan. Setidaknya mentraktir kami” omel Sehun pada Kai.
“yak! Sehunie, kalau aku punya uang, kalian semua akan ku traktir bubble tea!” elak Kai. Membuat yang lain tertawa karena pria itu berusaha mentraktir bubble tea.
Mereka pun menikmati pesta kecil mereka sampai tidak ingat kalau langit sudah berubah menjadi gelap. Memang suka seperti ini, ketika kita bersama orang-orang yang kita sayangi, waktu terasa terlalu cepat berlalu tanpa bisa kita sendiri sadari.
Setelah membereskan sampah-sampah hasil pesta kecil yang mereka adakan. Mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
“aku akan mengantarmu pulang Kryistal-ah” ucap Sehun.
“nde..” sahut kryistal santai.
Ini sudah menjadi kebiasaan mereka. setelah kumpul bersama ini berakhir, Sehun akan rutin mengantar Kryistal pulang sampai rumahnya, sedang kan Kai, Sulli dan Tao akan pulang bersama karena rumah mereka searah.
Setelah saling mengucapkan salam selamat tinggal, Sehun dan Kryistal berjalan menuju halte bus. Biarpun arah rumah Sehun berlainan dengan rumah kryistal, ia tidak pernah mengeluh untuk mengantar gadis itu sampai depan rumahnya.
Bus yang mereka tumpangi akhirnya tiba, mereka berdua pun masuk dan mengambil tempat duduk agak kebelakang. Selama beberapa saat perjalanan, tidak ada yang membuka suara. Sehun sibuk dengan headset nya, sedangkan Kryistal terlihat gugup seperti ingin menanyakan sesuatu pada Sehun. Sesekali gadis itu melirik Sehun dengan ujung matanya.
“Sehun..” panggil Kryistal, setelah menghela nafas sejenak.
“nde..?” Sehun melepas headset nya.
“kenapa kau mau repot-repot mengantarku seperti ini? belakangan ini kau juga bersikap baik padaku, seperti… umm… menspesialkan diriku” ucap Kryistal gugup. “apa benar yang dikatakan Tao, kalau kau….” Kryistal berdeham membersihkan tenggorokkannya. “kalau kau… menyukaiku?”
Sehun terdiam sesaat mendengar ucapan Kryistal, mencoba mencerna apa yang dikatakan gadis itu. Setelah mendapatkan yang Kryistal maksud, Sehun tersenyum lembut. “nde, aku menyukaimu.. hmm lebih tepatnya menyayangimu. Entah sejak kapan, tapi aku menyadari kalau aku tanpa sadar mulai memperhatikanmu dan melihatmu berbeda. Aku melihatmu sebagai seorang wanita. Wanita yang cantik dan begitu mengesankanku dan tentu saja menarik hatiku”
Kryistal hanya membatu mendengar ucapan Sehun yang begitu berterus terang. Namja ini benar-benar tidak pintar menyembunyikan perasaannya!
“aku…” bagaimana ini? apa yang harus dikatakannya?
“aku menyayangimu Kryistal¬-ah. mau kah kau mengubah status kita yang hanya sebagai sahabat menjadi sepasang kekasih?” tanya Sehun berterus terang. Ia bahkan tidak membiarkan Kryistal menyelesaikan uncapannya.
“Sehun, aku…” lagi-lagi Kryistal hanya bisa membatu menatap Sehun. Setelah berfikir berapa lama, akhirnya Kryistal menganggukan kepalanya dan bergumam pelan. “nde.. aku mau menjadi kekasihmu”
“mwo? Apa yang baru saja kau katakan? Aku tidak bisa mendengarnya Kryistal-ah” ucap Sehun menggoda. Ia sengaja mendekatkan telinganya kearah Kryistal.
“yak! Sehunie, jangan menggodaku!”
“ahhh~ sekarang mulai memanggilku Sehunie, huh?” tanya Sehun. Ia mengerutkan hidungnya dan menepuk puncak kepala Kryistal gemas. “ucapkan sekali lagi, jebal…”
“tidak mau!”
“ayolah Kryistal-ah… kalau kau memintaku untuk mengatakan bagaimana perasaanku padamu, dengan sukarela aku akan mengatakannya” ucap Sehun, ia mengedipkan matanya pada Kryistal dan mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu, lalu berbisik. “aku menyayangimu, sangat, sangat menyayangimu Jung Kryistal”
Sehun tergelak melihat kryistal yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu benar-benar sangat lucu!
“hentikan itu Sehunie! Aku malu!” ucap Kryistal masih menutup wajahnya.
“ani.. aku tidak akan berhenti sampai kau mengatakan apa yang tadi kau katakan.” Sehun bersikeras. Ia kembali medekatkan wajahnya pada Kryistal, “Jung kryistal, aku menya–”
“aku mau menjadi kekasihmu Oh Sehun!” pekik Kryistal.
Sehun tersenyum lebar. Tangannya terjulur menyentuh kepala gadis itu dan menyandarkan di dadanya. “aku berjanji tidak akan menyakitimu. Aku benar-benar menyayangimu Kryistal-ah” bisiknya.

***

Sehun mengerang pelan ketika mendengar dering ponselnya yang terus-menerus berbunyi. Ia menutup kepalanya berusaha untuk meredam dering ponsel itu dari telinganya, tapi percuma saja, dering ponsel itu terus menganggunya membuatnya terpaksa meraba-raba kasur untuk mencari dimana ponselnya berada. Setelah menemukannya, ia pun menekan tombol hijau dan meletakan ponselnya di telinganya tanpa membuka kedua matanya.
“yoboseo?” sapanya dengan suara parau. Ia sendiri tidak yakin apakah orang disebrang sana bisa mendengar ucapannya dengan suara yang kelewat serak seperti ini. Tapi siapa peduli dengan itu semua, orang yang sedang menelfonnya ini sudah mengganggu waktu tidurnya.
“kau masih tidur Sehunie” Sehun bisa mendengar jelas kalimat PERNYATAAN dari suara disebrang sana. Sial! Itu Kryistal! Makinya pada diri sendiri. Kedua matanya langsung terbuka lebar dan ia mendudukkan tubuhnya. Ia melirik jam dinding di kamarnya dan mendesah kencang. Sial! Ia kesiangan lagi.
Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana ia dan sahabat-sahabatnya akan berkumpul di kedai bubble tea langganan mereka dan berlanjut bermain di apartemen Tao atau berjalan-jalan sampai malam menjelang. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 8.12 yang mengartikan kalau dirinya sudah sangat terlambat dari jam yang sudah mereka janjikan. Mereka harusnya berkumpul pukul 07.00.
“mianhe Kryistal…” sesal Sehun. Ia tau gadis itu akan marah, bukan hanya Kryistal, tetapi teman-teman yang lainnya pun pasti akan marah padanya. “aku benar-benar kesiangan, semalaman aku nonton pertandingan bola bersama ketiga hyung ku” lanjut Sehun mencoba memberi alasan.
“jangan banyak berasalan, lebih baik kau cepat kemari” sahut Kryistal dingin. Yah, memang begitulah sifat Kryistal, dingin dan to the point, sama seperti Sehun, gadis itu akan mengatakan saja apa yang difikirkannya. Sangat berbeda dengan Sulli yang akan langsung mengomel jika Sehun bangun siang dan terlambat ke tempat yang sudah dijanjikan. Kryistal hanya akan berkata singkat dan terdengar dingin. yang justru membuatnya lebih merasa bersalah untuk datang terlambat. Tapi itu bukan masalah untuk Sehun, justru sifat gadis itu yang berbeda itulah yang membuatnya jatuh hati.
“baiklah aku akan segera kesana, sekarang aku akan bersiap-siap”
“jangan lama-lama!” terdengar suara Sulli
Sehun tertawa lalu menjawab, “nde… aku tidak akan lama”

***

Ketika sampai, Sehun segera menghampiri teman-temannya dan mengucap kan maaf sampai berkali-kali. Teman-temannya itu hanya mencibir dan berkomentar betapa Sehun tidak bisa mengubah kebiasaannya yang sering terlambat saat berkumpul seperti ini. Kai saja yang sangat sulit dibangunkan bisa datang lebih dulu darinya walaupun pria itu juga terlambat.
“yak! Berhentilah marah padaku, aku benar-benar minta maaf.” Sehun berucap untuk kesekian kalinya. “tadi dirumahku sangat kosong, Luhan hyung sudah pergi sejak pagi jadi tidak ada yang membangunkanku”
“apa kau harus selalu dibangunkan, huh?!” omel Sulli mewakili semuanya, “Kai saja yang sangat sulit dibangunkan masih bisa bangun lebih awal darimu!”
“nde… aku memang salah. Aku minta maaf” ucap Sehun lagi. Kalau mau diakui, ini semua memang kesalahannya. Tiap hari libur, ia memang sangat slit untuk beranjak dari kasur, bahkan jika dibangunkan oleh hyung nya ia pun masih sangat sulit untuk beranjak dari kasur.
“sudahlah jangan memarahinya terus, lebih baik kita memesan minuman saja, kalian mau apa? biar aku yang akan memesan” ucap Kryistal.
Sehun menoleh menatap gadis disebelahnya itu sambil menyeringai lebar. Ia merasa senang karena gadisnya itu membelanya. Tetapi senyumnya langsung surut ketika mendengar Kryistal berucap. “kenapa tersenyum seperti itu? kau fikir aku melakukannya untuk membelamu? Cih, tentu saja tidak.” Lalu gadis itu segera beranjak dan pegi menuju meja pemasanan.
Sehun mengertukan hidungnya melihat sikap Kryistal lalu ikut bangkit untuk menyusul gadis itu. Kedua tangannya dengan gemas mengacak-acak rambut Kryistal dan memiting leher gadis itu untuk semakin mendekat padanya. “dasar gadis jahat, bahkan kau tidak mau membela kekasihmu ini, huh?” bisik Sehun.
Kryistal menarik tangan Sehun berusaha untuk melepas lengan Sehun yang melingkar di lehernya. Ia memajukan bibirnya ketika akhirnya bisa terlepas. “biar saja! ini kan memang kesalahanmu”
“huh, masih tidak berubah rupanya. Kau masih nona cantik yang dingin” ejek Sehun, lalu kembali mengacak-acak rambut Kryistal.

“boleh aku tebak? Kau pasti akan berkata kalau kau yang membayar semua bubble tea yang kami pesan, dan tentu saja itu untuk merayakan sesuatu” ucap Tao ketika Sehun dan Kryistal kembali dengan membawa bubble tea pesanan mereka semua.
Sehun tersenyum lebar menanggapi ucapan Tao, sedangkan Kryistal hanya diam, menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sudah merah padam. Ia terlalu malu teman-temannya mengetahui hubungannya dengan Sehun.
“hmm… aku hanya ingin mentraktir kalian, memangnya tidak boleh?” sahut Sehun
“cih, mana mungkin” ejek Kai, “kemarin kau menertawakanku karena jika aku punya uang, aku akan mentraktir kalian bubble tea, tapi kenyataannya kau lah yang melakukan itu Sehunie”
“aku tidak tahu lagi makanan apa yang pas dengan dompetku untuk mentraktir kalian, jadi maaf saja kalau hanya ini yang bisa kami berikan”
“hmm… kami.” Tao mengulang ucapan Sehun dengan penuh penekanan.
“baiklah, kurasa kalian tanpa perlu aku beritahu pun kalian sudah tau kalau aku dan Kryistal sudah berkencan” ucap Sehun akhirnya.
“bukan hal yang mengejutkan” sahut Kai
“sudah ku duga” sahut Tao
“aku tidak akan berkomentar apapun, yang bisa kukatakan hanya kata ’selamat’” ucap Sulli tersenyum.
Sehun balas tersenyum dan suasana pun kembali ramai seperti biasanya. Untuk hari ini, mereka berencana untuk pergi ke taman hiburan. Biasanya, jika para gadis –terutama Sulli- mengusulkan hal itu, para pria akan menolak mentah-mentah karena merasa disana tidak ada yang menarik. Sekalinya ada pun, para gadis tidak akan satu fikiran dengan mereka. Seperti, jika para gadis ingin menaiki kereta yang membawa mereka mengelilingi boneka-boneka di sepanjang perjalanan, para pria akan menolak habis-habisan walaupun pada akhirnya akan mengalah. Tetapi jika para pria sudah berniat menaiki atau memasuki wahana yang ekstrim para gadis akan menolak, meluncurkan jurus mereka dengan memasang wajah sedih seperti anak kucing dan anehnya selalu berhasil membatalkan niat para pria untuk menaiki wahana tersebut.
“kali ini aku ingin naik rollercoaster. Kalian para gadis harus ikut” ucap Sehun
“aniyo! Itu terlalu menakutkan Sehunie, aku tidak mau!” tentang Sulli.
“kalian saja yang naik wahana menyeramkan itu, kami para gadis akan menunggu dibawah”
“dan membiarkan kalian berkeliaran berdua saja dan digoda para pria?” tanya Sehun retoris, “tentu saja tidak boleh. Kau harus terus bersamaku Kryistal”
“posesive” decak Kryistal
“tentu saja,” Sehun merangkul kryistal, “aku tidak mau ada seorang pri pun yang mengganggumu”
“tapi aku tidak mau menaiki wahana itu Sehunie, itu terlalu menakutkan!” Kryistal bersikeras.
“kau akan duduk disebelahku. Kau bebas mencubit tanganku kalau kau takut”
Ketika melihat Kryistal yang hanya diam saja dengan wajah cemberut, Sehun mengambil tangan gadis itu dan mengganggamnya. “jebal…” mohonnya.
Selama sepersekian detik kryistal hanya diam saja menatap wajah Sehun yang memelas sampai akhirnya ia menganggukan kepalanya dan mengatakan ‘ya’.
Sehun bersorak senang karenanya. Setelah mendapat persetujuan Kryistal, ia menolehkan wajahnya menatap Sulli dan mulai membujuk gadis itu. Tidak mungkin mereka akan meninggalkan Sulli sendirian, gadis itu tentu saja harus ikut.
“Kryistal sudah setuju, bukankah kau tidak punya pilihan nona Choi?” tanya Sehun menyeringai.
“tidak. Aku tetap tidak akan ikut!” Sulli bersikeras.
“ayolah Sulli, bukankah kami sudah selalu mengikuti apa yang kau inginkan, bahkan kami ikut menaiki kereta yang membawa kami ke dalam istana boneka. Kau tentu tahu bagaimana rasanya sebagai seorang pria yang menaiki wahana itu” Sehun tidak menyerah. Kalau untuk masalah merayu seperti ini, Sehun lah yang paling mahir, sudah begitu, tidak ada yang bisa membujuk Sulli selain Sehun. Kekeras kepalaan gadis itu hanya bisa di luluhkan oleh rayuan-rayuan Sehun.
“tidak!”
“kalau kau tidak ikut, aku tidak mungkin meninggalkanmu disini Sulli-ya” ucap Sehun, ia segera melanjutkan ucapannya ketika melihat bibir Sulli yang sudah terbuka untuk membantah. “kalau kau berharap Kai akan menenemanimu, itu tidak mungkin. Kai akan ikut bersama kami”
Sulli menoleh menatap Kai untuk memastikan, dan bahunya langsung merosot saat melihat senyuman Kai yang begitu lebarnya seraya mengangkat kedua bahunya. Ia sudah kalah, dan pastinya terpaksa harus ikut menaiki wahana itu.
Melihat tanda-tanda menyerah dari Sulli, Sehun bersorak senang dan langsung mengacak-acak rambu Sulli membuat gadis itu semakin menunjukkan wajah kesal. “aku yakin kau akan menikmati ini!”
“aku tidak yakin” sahut Sulli.
Tanpa memperdulikan Sulli yang masih saja bergumam untuk mengomeli Sehun. Sehun sendiri justu langsung merangkul Kryistal dan Tao untuk jalan terlebih dahulu dihadapannya. Dengan sabar mereka mengantri cukup lama karena memang peminat dari wahana tersebut sangat banyak, dan tantu saja itu tidak menyurutkan niat Sehun, Tao dan Kai yang memang sudah sangat menanti saat-saat seperti ini tiap kali mereka ke taman bermain seperti ini. Berbeda dengan ketiga pria itu, Kryistal dan Sulli –tentu saja lebih sering Sulli- terus mengomel dan mengeluh betapa lelahnya mereka menunggu, udara panas yang memakar kulit mereka, sampai cahaya matahari yang terik pada siang itu mereka keluhkan Karena menurut mereka cahaya matahari itu membuat rambut mereka rusak. Yah, hampir semua gadis memang seperti itu. Meributkan sesuatu yang seharusnya tidak diributkan. Sehun, Kai dan Tao tentu nya sudah terbiasa dengan hal itu karena persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak kecil membuat mereka sudah faham sifat satu sama lain.
“kau ingin minum?” tanya Sehun lembut pada Kryistal. Ia melepas topi yang kini dikenakannya dan memakaikannya diatas kepala Kryistal.
“ani, aku tidak haus” ucap Kryistal tersenyum. “Sehunie… aku ingin melepas jaket ini, udara begitu menyengat sekarang”
“tidak boleh!” bantah Sehun tegas, ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “kalau saja kau memakai kaus yang normal tentu saja aku akan mengizinkanmu. Tapi mengingat tanktop yang kau gunakan saat ini…” Sehun kembali menggelengkan kepalanya, “tidak boleh. Para pria disini akan sangat kesenangan kalau melihat kulit putihmu”
“dasar berlebihan!” ejek Sulli lalu menarik hoodie yang dikenaka Sehun sampai menutupi wajah namja itu.
“yak! Sulli-ya!”

Sampai saatnya tiba bagian mereka, Kryistal dan Sulli masih saja terlihat ragu-ragu untuk ikut meniaki wahana itu. Sehun yang melihat itu menatap Kryistal dan menepuk puncak kepalanya lembut, “takut, huh?”
“hmm..hmm” Kryistal mengangguk jujur. Toh, tidak ada gunanya kalau ia mau berbohong untuk tidak takut.
Sehun tersenyum lembut lalu menjulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Kryistal. “ada aku, jadi kau tidak perlu khawatir. kajja”

***
“bukankah itu menyenangkan?” sorak Sehun senang. Tidak jauh berbeda denganya, Kai dan Tao pun ikut bersorak. Beberapa kali mereka datang ketempat ini besama-sama tetapi hanya bisa puas dengan menikmati kereta air yang membawanya memasuki istana penuh boneka yang menyambut sepanjang perjalanan. Untuk sekarang, akhirnya mereka bisa menikmati suasa taman hiburan yang sesungguhnya.
“itu menakutkan” keluh kryistal.
Sehun menghentikan langkahnya tepat di depan Kryistal dan menatap gadis itu lekat dengan tersenyum menggoda. “benarkah?” tanyanya, ia mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan, “tadi siapa ya yang menggenggam tanganku dan berteriak begitu kencangnya dan pada akhirnya tersenyum lebar”
“yak! Siapa yang tersenyum lebar? Aku tidak tersenyum!” elak Kryistal.
Sebenarnya memang benar apa yang dikatakan Sehun. Biarpun wahana itu sangat menakutkan tetap saja tadi ia juga merasa sangat menikmati selama mereka bermain. Belum lagi Kryistal yang akan menggenggam erat tangan Sehun ketika kereta akan menuruni turunan terjal dan berputar-putar, dan pada akhirnya akan ditertawakan Sehun.
“tapi kau menikmatinya bukan?” tanya Sehun masih dengan senyum menggodanya. Ia mendekatkan wajahnya pada Kryistal, menatap kedua mata indah itu seksama sebelum akhirnya mengecup lembut pipi Kryistal dan berbisik. “saranghaeyo..”
Pipi Kryistal bersemu merah. Ia memang yakin kalau tidak ada orang lain yang bisa mendengar ucapan Sehun barusan, tetap saja ia merasa sangat malu mendapat ucapan terus terang seperti itu. belum lagi, Sehun yang mengecup pipinya secara tiba-tiba di tempat umum seperti ini.
“n-nado..” ucap Kryistal pada akhirnya. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam untuk menyembunyikan wajah merahnya.
“aku tahu” sahut Sehun begitu percaya diri. Sebelah lengannya menggenggam tangan kryistal dan menarik gadis itu untuk berjalan disampingnya. “kajja, kita harus segera menyusul mereka sebelum mereka marah lagi”
Kryistal hanya menurut saja. Diam-diam, ia tersenyum dan bersyukur dalam hati bisa seperti ini dengan Sehun. Jujur saja, ia benar-benar tidak menyangka kalau Sehun bisa sebegini manisnya jika sudah menyayangi seseorang. Bersama-sama sejak kecil ternyata tidak membuatnya jadi tahu bagaimana Sehun sebenarnya, namja ini masih saja sulit di perkirakan. Sehun mungkin namja yang berterus terang dengan apa yang diucapkannya, tapi bukan berarti Sehun bisa dengan mudah menunjukkan semua emosinya. Biar begitu, Kryistal tetap saja menyayanginya.

***

Setelah menikmati makan siang, mereka berlima memutuskan untuk kembali pulang. Matahari sudah mulai berubah warna menjadi jingga dan mulai menyembunyikan wujudnya. Tidak terasa, ternyata mereka sudah menghabiskan waktu seharian ini bersama-sama di taman bermain. Karena besok sudah mulai libur sekolah, Sehun dan tao tidak perlu khawatir jika harus pulang malam, mereka berdua justru sudah berencana untuk menginap diapartemen Kai selama liburan ini. Memang masih sebuah rencana sih, karena Sehun sendiri juga belum izin pada Luhan. Biarpun ia tau kalau hyung nya itu akan mengizinkan, tetap saja ia ragu. Ia tidak mau meninggalkan hyung nya sendirian dirumah.
“kau menginap dirumah Kai lagi?”
Sehun mengerjapkan matanya dan menoleh menatap kryistal. “hm?”
“kau menginap dirumah Kai malam ini?” Kryistal mengulangi.
“molla, aku belum izin pada hyung. Tapi kalau nanti setelah mengantamu sampai rumah dan sudah sangat larut malam untuk pulang kerumah, mungkin aku akan menginap dirumah Kai. Wae?”
“kau tidak perlu mengantarku, aku bisa pulang sendiri”
“aniya, aku harus memastikan kalau kau selamat sampai rumah”
“tap–”
“Kryistal-ah?”
Kryistal tidak melanjutkan ucapannya ketika mendengar namanya dipanggil. Baik Kryistal maupun Sehun, keduanya menoleh kearah sumber suara. Sebelah alis Sehun terangkat ketika melihat seorang namja dengan tersenyum lebar yang tertuju hanya pada kryistal sedang berjalan kearah mereka.
“ahhh sunbae itu, bukankah sudah ku bilang berhenti mendekati Kryistal”
Samar-samar Sehun mendengar Tao bergumam. Ia pun menolehkan kepalanya menatap Tao dan bertanya, “kau kenal dia?”
“tentu saja.” sahut Tao, wajahnya benar-benar terlihat tidak senang. Kedua mata tajamnya menatap sinis pada namja yang kini sudah berdiri didepan kryistal. “dia sunbae yang terus mengejar Kryistal sejak pertama kali kita memasuki sekolah”
Sehun menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Tao. Matanya tidak lepas dari Kryistal dan namja dihadapannya yang kini sedang membicarakan sesuatu. Jadi dia orangnya…
Berbeda dengan namja yang sedang tersenyum lebar dan terlihat bahagia bisa bertemu Kryistal, gadis itu justru memasang wajah datar dengan ekspresi terganggu. Sementara namja itu terus mengoceh ini itu, Kryistal hanya menatap dengan malas dan menjawab seadanya saja. Sehun yang melihat itu tersenyum tipis dan berfikir untuk mendekati gadis itu. kekasihnya itu sedang butuh bantuan.
“ada masalah… sayang?” Sehun berdiri dibelakang Kryistal, sebelah tangannya langsung merangkul Kryistal dan menariknya semakin dekat dengannya.
“euh?” Kryistal mendongakkan kepalanya.
Tidak memperdulikan ekspresi bingung dari gadis itu, Sehun terus menatap lurus pada namja didepannya dengan senyum meremehkan. “mwo? Nugu?”
“ak–”
“ahh~ kau pasti sunbae yang mengejar kekasihku ini, benarkan sayang?”
Kryistal menundukkan kepalanya dalam. ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan semu diwajahnya tiap kali Sehun memanggilnya sayang.
Sehun menjulurkan tangannya pada namja didepannya dan berucap dengan lantang, “kenalkan, aku Oh Sehun. Kekasih Jung Kryistal”
“oh.. eung.. aku Kim Suho, sunbae Kryistal di sekolah”
“hmm…” Sehun mengangguk-anggukan kepalanya, “apa kau masih ada perlu dengan kekasihku? Ini sudah terlalu malam, aku tidak mau kalau Kryistal harus sampai rumah terlalu larut. Jadi, kalau tidak ada yang diperlukan lagi, kami permisi dulu” setelah mengatakan itu, Sehun yang masih merangkul kryistal menarik gadis itu untuk ikut bersamanya menghampiri teman-temannya yang masih menunggu. Ia bahkan tidak menunggu Suho untuk mengucapkan sesuatu.
“po-se-ssiv” gerutu Kai saat Sehun dan kryistal sudah bergabung.
Sehun melepas rangkulannya dan mengangkat kedua bahunya. “aku hanya menolong nona Jung karena melihat sepertinya ia butuh bantuan”
“jangan sok tahu!” tandas kryistal
“mwo? Jadi kau memang menikmati mengobrol dan dikejar-kejar olehnya?”
Kryistal mendesis mendengar ucapan Sehun. “aniya! Bukan seperti itu!”
“sudahlah kalian berdua, lebih baik kita cepat pulang atau para gadis akan sampai rumah terlalu larut.” Tao mencoba melerai.
Sehun pun langsung mengalah dan mengikuti teman-temannya menaiki bus. Langit sudah semakin gelap, ia sangat khawatir kalau para gadis akan sampai rumah terlalu larut. Jadi, daripada ia harus beradu argumen dengan Kryistal, lebih baik ia mengalah dan segera mengantar gadisnya itu sampai rumah dengan selamat.

***

“kenapa kau menangis lagi? bukankah ini yang kau mau?” ucap pria itu dingin pada gadis dihadapannya. Ia jengah dengan sikap gadis dihadapannya ini, berpura-pura semua baik-baik saja tetapi sebenarnya hatinya hancur berkeping-keping. Bagaimana mungkin gadis itu tidak merasakan sakit hati tiap kali melihat pria yang disayanginya begitu perhatian pada gadis lain dihadapannya, di depan matanya. “kau yang memintaku menjalankan sandiwara ini. kau yang menelfonku malam itu dan memintaku untuk membantumu. Kalau kau sudah tahu begini akhirnya, harusnya kau tidak melakukan sandiwara ini!”
Tidak menghiraukan ucapan dan sindiran-sindiran dari pria didepannya. Gadis itu terus saja menangis sesenggukan. Bahkan ia tidak berusaha untuk meredam isakan tangisnya itu. Hatinya terlalu sakit, sangat, sangat sakit. Ini memang sudah menjadi resikonya sendiri karena sudah memulai, tapi biarpun begitu tetap saja rasa sakit itu tidak bisa dihiraukannya. Inilah jalan yang diambilnya, memilih mengalah untuk memberi kebahagiaan pada orang-orang yang ia sayang.
“tapi bagiaman mungkin aku bisa menjadi penghalang diantara mereka berdua! Itu sangat jahat!” pria itu yang tidak tega melihat gadis didepannya menangis kencang seperti itu pun menghampirinya dan memeluknya. Mengelus-elus rambut sebahu gadis itu mencoba memberi ketanangan.
“tapi kalau kau saja begini terus, ini juga membuatku menjadi orang jahat karena terus-terusan melihatmu menangis dan tidak bisa melakukan apapun!”
“kau tidak akan mengerti! Aku mencintainya, tetapi tidak bisa untuk mengungkapkannya” gadis itu terus menangis. “itu sangat menyakitkan… lebih dari yang kau kira” dan mendengar ucapan lirih gadis itu, sahabatnya sejak kecil, gadis yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri membuat pria itu semakin mengeratkan pelukannya. Ia tidak mengerti dengan situasi sekarang ini. Ia menyayangi gadis dalam pelukannya dan tidak mau melihat gadis itu terus-terusan menangis seperti ini, tapi ia juga tidak bisa melakukan apapun untuk membantu. Ini semua menyangkit kebahagiaan sahabat-sahabatnya, teman sepermainan sejak kecil yang sudah dianggapnya sebagai keluarga.
“kalau memang begitu, kita sudahi saja ini semua, kau hanya akan menyaiti dirimu sendiri… Sulli-ya”
“tapi aku mencintainya Kai… aku mencintai Oh Sehun”

 
~TBC~

3 thoughts on “You Hurt Me [2/3]

  1. emaesa berkata:

    mwo ?? o.o jadi kai sulli sandiwara doang ? astaga ternyata sulli emng bneran suka sehun😮
    sulli ga boleh ganggu sehun krystal ..
    sulli uda clop sama kai😀

    lanjut author

  2. skyaa berkata:

    Ooo…jadi yg dibilang baekhyun sm chanyeol bneran ya.. keren ceritanya, gak nyangka klo bakalan ada konflik lagi..hoho
    Ayo lanjut author..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s