I don’t know why I’m still waiting…

idk
Author: @slsknntiputri
Title: I don’t know why I’m still waiting…
Main cast : Kim Hyera/You
Exo members that you want
Kwon Jae In
Genre: Sad, hurt
Rating: PG
Length: Oneshot
Note: Ff ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri! Pernah di publish di WP pribadi dengan sedikit perbedaan:3 http://knntiputri.wordpress.com/2014/02/09/i-dont-know-why-im-still-waiting/
TYPO EVERYWHERE, DON’T BASH, DON’T BE SIDERS!
~Happy Reading~

“Kapan kau akan kembali padaku? Kembali dikehidupanku walau kita tak bersatu. Jawabannya tidak akan pernah, sampai kapanpun. Kau memiliki kehidupan sendiri, bagaimanapun, kau tidak akan pernah melihatku dan aku tidak akan pernah terlihat oleh dirimu. Entah mengapa aku sangat ingin menunggumu kembali disini. Entah sampai kapan aku akan berada disini, menunggumu, yang tak akan pernah kembali..”

Kring.. Kring..
Alarm berbunyi menandakan aku harus segera bangun dan memulai hari baruku pagi ini. Diawali dengan berjalan kekamar mandi, memakai seragamku, memakan sarapanku, masuk ke mobil dan sampai disekolahku.
“Hyera!” Teriak seorang yeoja setelah aku berada tepat didepan pintu kelas 3A. Jae In. Kwon Jae In.
“Ne?”
“Kenapa kau baru datang?”
“Memang aku harus datang jam berapa?” Aku melihat jam tanganku, masih menunjukan pukul 06.45
“Biasanya kau datang pukul 6.30?”
“Hmm? Hanya terlambat 15 menit, tidak mengurangi nilai ku kan?” Sambil menjulurkan lidah dan menarik tangan gadis itu untuk sampai dikelas kami, kelas 2A.
***
Jung seonsaengnim memberikan tugas dan dia meninggalkan kelas, saat ini keadaan kelasku pun sunyi karena tugas yang diberikannya. Sedangkan aku, aku sudah selesai mengerjakan tugas matematika itu. Tiba tiba Jae In yang duduk di sampingku mengagetkanku yang sedang melihat awan awan, karena tempat dudukku tepat disamping jendela.
“Hye” Panggilnya setengah berbisik
“Ada apa?”
“Gwenchana, aku hanya memastikan kau tidak melamun” Sambil memberi winknya padaku
“Ck! Kau ini”
***
Aku berada di depan gerbang sekolah menunggu jemputanku datang. Sedangkan Jae In sudah lebih dulu pulang menaiki bus. Tiba tiba saat aku sibuk dengan kegiatan menungguku, seseorang yang tidak lain adalah kakak kelasku mengagetkanku. Kulihat sebuah kotak persegi berada di tangannya.
“Annyeong Hyera”
“Ah, n-ne sunbae. A-ada apa?”
“Aniya, kau sedang menunggu siapa? Namjachingumu?” Apa? Namjachingu? Lucu sekali.
“..Mwo? Namjachingu? Tidak, aku sedang menunggu jemputanku”
“…” Belum sempat dia menjawab, mobil yang sedari tadi aku tunggu berada dihadapanku saat ini.
“Sunbae, maaf aku harus pergi” Aku membungkukan badanku dan pergi menuju pintu mobil dan hendak membukanya, tapi dia memanggilku lagi.
“Hyera, ini untukmu” Dia memberi kotak persegi itu padaku
“Ah? Gomawo” Akupun sekarang benar benar masuk kedalam mobil. Melaju meninggalkan gedung sekolah dan lelaki yang berada didepannya, perlahan yang semakin lama semakin tidak terlihat.
***
Sejak tadi aku hanya memutar mutar coklat pemberian sunbaeku, entah apa yang membuatku tidak ingin memakan coklat ini melainkan hanya memandanginya saja dengan senyuman tipis menghiasi wajahku. Rasanya aku ingin memberitahu pada Jae In bahwa aku sangat senang kini, tapi biarlah langit yang menyaksikan kebahagiaanku dari atas balkon kamarku. Apa alasan dia memberiku coklat ini? Apakah ada maksud tertentu atau memang dia tidak suka dengan coklat? Ah sudahlah, aku tidak ingin merusak kebahagiaanku dengan pertanyaan pertanyaan yang tak bisa kucerna dan kujawab tanpa alasan darinya.
Langit sore telah berganti dengan langit malam indah yang bertaburan bintang dan anginpun menghampiriku dan menyuruhku untuk segera masuk. Akupun segera mengambil langkah untuk masuk ke dalam dan menutup pintu yang menyambungkan balkon dan kamarku.
Saat ini, di tempat tidurku aku mamandangi sebuah coklat yang ada di tanganku dengan seksama. Membukanya lalu memakannya. Sial! Aku lupa kalau ini sudah malam, tidak ingin kejadian yang sama seperti 1 bulan yang lalu kembali terulang. Dimana saat aku memakan coklat terlalu banyak dimalam hari bersama teman temanku yang sedang menginap dirumahku dan beberapa hari setelah itu berat badanku naik 2kg! Walaupun hanya 2kg, tapi tetap saja itu telah menambah berat badanku yang sebelumnya menjadi semakin berat. Akupun membungkus coklat itu kembali dan menaruhnya dikulkas kecil yang ada dikamarku dengan dilanjutkan oleh berjalan gontai menuju kamar mandi untuk sekedar menggosok ulang gigiku yang sudah ternodai oleh coklat. Lalu menghempaskan tubuhku kasar ke tempat tidur dan perlahan mataku tertutup, dengan cepat dunia mimpi semakin membuat tidurku nyenyak.
***
Hari demi hari kulewati sama seperti kemarin kemarin yang akan seperti ini setiap harinya. Dimulai dari bangun dipagi hari, mandi, memakai seragamku, mamakan sarapanku, berada disekolah sampai pukul 3 sore, pulang kerumah, mandi, mengerjakan tugas, makan malam bersama keluargaku, belajar, sampai tertidur kembali diatas ranjangku setiap malam. Dan akan seperti itu setiap harinya, dengan warna berbeda dihari hari yang berbeda.
Sejak saat itu, saat dimana aku sedang berdiri didepan pintu besar yang diatasnya terpampang jelas gedung yang bertuliskan ‘Seoul Global High School’, tiba tiba seorang lelaki dengan postur tubuh pendek namun memang lebih tinggi dariku telah berdiri membelakangiku entah sejak kapan dan dia telah mengejutkanku. Dengan membawa sebuah persegi yang berbalut kertas berwarna merah muda. Entah apa yang ada dibalik kertas merah muda itu. Aku memasang wajah yang sangat kuyakini terlihat memuakkan jika aku melihatnya di cermin, tegang dan malu.
“Annyeong Hyera”
“Ah, n-ne sunbae. A-ada apa?”
“Aniya, kau sedang menunggu siapa? Namjachingumu?” Apa? Namjachingu? Lucu sekali.
“..Mwo? Namjachingu? Tidak, aku sedang menunggu jemputanku”
“…” Belum sempat dia menjawab, mobil yang saat itu aku tunggu berada dihadapanku.
“Sunbae, maaf aku harus pergi” Aku membungkukkan badanku dan pergi menuju pintu mobil dan hendak membukanya, tapi dia memanggilku lagi.
“Hyera, ini untukmu” Dia memberi kotak persegi itu padaku
“Ah? Gomawo”
Aku benar benar meninggalkannya pada saat itu, saat apa yang kutunggu itu sudah datang dihadapanku dan dia. Membungkukkan sedikit badanku dan langsung masuk kedalam mobil, agak sedikit terburu karena ingin menyebunyikan wajah yang mungkin sudah seperti warna pita merah yang saat itu tengah kupakai.
Kubuka kertas merah muda itu dengan hati hati namun terlalu cepat untuk tidak merusak kertas itu, lagi lagi rasa penasaranku terhadap benda yang ada dibaliknya mampu membuatku tidak bisa mengendalikan emosi saat aku membukanya. Sebuat coklat terlihat disepasang mataku, membuat sebuah senyum simpul terukir menghiasi wajahku. Memutar mutarnya, memandanginya, lalu memakannya di malam hari.
***
Dia, seorang lelaki yang sudahku kagumi sejak 1 tahun lalu, sejak pertama kali aku menginjak sekolah ini bersama siswa siswi lain yang menjadi temanku sekarang, termasuk Jae In. Lelaki yang mampu menambahkan warna dalam hari hariku sejak 1 tahun terakhir, lelaki yang mampu membuat moodku berubah ubah, kadang senang, sedih dan juga kecewa. Pernah saat itu aku melihatnya bersama perempuan, teman sekelasnya atau mungkin pacarnya. Entahlah. Saat itu aku sangat ingin pergi dari situ, tapi entah mengapa kakiku terasa sangat keram dan kaku hingga akhirnya peristiwa yang sangat tidak ingin aku lihat terjadi dengan begitu cepat dan mulus. Tak kusadari sebuah butir bening menghiasi pipiku saat itu, yang terjatuh dari sudut mataku. Aku lari sekencang kencangnya dari tempat itu, menjauh untuk menenangkan hati dan pikiranku. Semuanya terasa kosong. Aku duduk disebuah tempat yang ramai oleh siswa siswi SMA Seoul, kantin. Aku menenangkannya dengan cara ini, menceritakan semua kepada Jae In. Menumpahkan segala rasa kekesalanku, kesedihanku, kekecewaanku karena kejadian yang baru saja kulihat yang sampai sekarang masih terekam diotakku.
Aku merasa putus asa dengan apa yang selama ini kuperjuangkan. Selama 1 tahun lebih aku mengaguminya, tapi inikah balasannya?
Disaat coklat itu ditanganku, aku merasa sangat senang. Hanya sementara. Setelah aku mendengar cerita Jae In yang tidak seharusnya dia ceritakan padaku. Dia berumur satu tahun diatasku, dia kelas 3 dan aku kelas 2. Kenaikan kelas sudah ada didepan mataku, tinggal menghitung jam. Aku yakin dia lulus, itu artinya aku akan segera berpisah dengannya. Dia memiliki tunangan dan pertunangan itu akan diselenggarakan setelah kenaikan kelas dan kelulusannya. Tidak akan ada lagi pemandangan indah setelah hariku berlalu tanpanya satelah liburan sekolah ini, tidak ada lagi senyuman dan tawa yang membuat tarikan senyuman menghiasi wajahku. Selamat tinggal. Terima kasih atas semua yang kau berikan padaku selama ini, terima kasih telah memberikan kebahagiaan tersendiri untukku. Walau itu tak kau sadari, tapi aku senang telah mengenal dirimu.
***
Tak terasa, aku sudah kembali menjalankan aktifitasku seperti biasa, sebagai kakak kelas di Seoul Global High School. Tanpa dirimu. Dirimu yang dulu menyinari hariku, mewarnai hariku dengan berbagai warna. Tapi, tidak lagi untuk saat ini dan selamanya. Kau telah menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu kau akan pergi dari hidupku, menjauh dari kehidupanku.
Berbagai pertanyaan muncul setelah itu. Saat aku bertanya tanya untuk apa kau memberi ku sebuah coklat pada hari itu? Apakah kau menyadari akan perasaanku? Tidak. Itu tidak seharusnya untukku. Tapi itu untuk tunanganmu yang waktu itu aku lihat sedang bersamamu dan setelah itu aku menangis tanpa mengeluarkan suara sepanjang malam. Dia telah pulang terlebih dahulu tanpa memberitahumu. Itulah alasan mengapa coklat itu menjadi milikku.
“Aku merindukanmu.. Dimana kau sekarang? Apakah kau masih mengingatku?”
***
3 Years Later
Aku melihatmu! Aku melihatmu bersama keluargamu, keluarga kecil yang terlihat amat bahagia. Dilengkapi oleh seorang bayi perempuan yang cantik, seperti ibunya. Aku tersenyum dalam tangisku. Menyembunyikan kehancuran yang terpendam. Tidak. Aku tidak boleh menangis. Aku harus bahagia melihatmu bahagia, walau tanpaku.
Tak terasa waktu berjalan menelan semua kenanganku dan kembali memutarnya. 3 tahun tanpamu, dan 3 tahun pula aku menunggu jawaban yang tak akan pernah terjawab. Maafkan aku, aku tidak bisa menghapus ini semua. Seharusnya aku tidak boleh mengharapkanmu lagi, sampai kapanpun.
Apa yang terjadi jika kau mengetahui ini suatu saat nanti? Akankah kau terkejut setelah tahu penantianku selama ini? Akankah kau merasakan betapa sakit hati ini melihatmu tertawa bahagia tanpaku? Aku salah, maafkan aku. Selama ini sudah kucoba untuk menahan semua. Tapi, jika takdir berkata lain akulah yang harus jadi korban atas penantianku. Menunggumu.
Aku tidak akan pernah bosan mengatakan aku mencintaimu, walau kenangan pahit menyiksa diriku dan bukan diriku yang saat ini berada disampingmu. Menjadi bagian dari hidupmu. Kelak aku pasti akan memiliki sebuah keluarga, tapi bolehkah jika aku ingin terus mengenangmu? Kaulah yang selama ini menjadi peran utama dalam perjalanan hidupku setelah aku mengenalmu.
“Aku mencintaimu, maafkan aku atas semua ini. Terima kasih telah menemaniku selama ini. Menemaniku dalam khayal dan mimpi. Bukan pada kenyataan jika aku bisa memilikimu. Terima kasih..”
-END-
Siapa yang kalian bayangkan pas baca ff ini? Kalo mau baca versi yang sedikit berbedanya bisa dikunjungi kok WP pribadi ku http://knntiputri.wordpress.com/2014/02/09/i-dont-know-why-im-still-waiting/ comment ya pendapat kalian tentang ff ini^^ Ini ff pertamaku yang pertama dipost soalnyaa authornyabawel -_- Follow juga yaa @slsknntiputri;) promotedulu.-.

3 thoughts on “I don’t know why I’m still waiting…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s