FF: The Wolf and not The Beauty (part 12)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Maafkan aku, Kai. Aku benar-benar minta maaf jika aku telah menyakitimu. Tapi, kau harus mengetahui semuanya. Tentang siapa kami, siapa dirimu dan D.O…”

Kris tidak bersuara sama sekali saat ia dan Kai telah berdiri dalam satu garis lurus. Menatap sepasang mata Kai yang terus menuntut jawaban dari sorotnya. Ia menelan ludah. Baru menyadari jika dia telah melakukan hal bodoh yang akan membongkar semua kenyataan yang telah ia dan Sehun berusaha tutupi sejak dulu.
Kemudian ia berpaling, menatap tubuh lemas Sehun yang tidak berdaya diatas ranjang tidur. Kulitnya terlihat sangat pucat, namun untungnya dia sudah tidak mengerang kesakitan lagi.

Kris merasa sangat gundah. Antara ingin menyimpan semuanya sesuai permintaan Sehun atau membongkar semuanya agar pria itu tidak menderita lagi. Benar-benar kasihan melihatnya harus menanggung semuanya sendiri. Menjalankan sumpah, melawan hasratnya, dan melindungi saudaranya. Dia melakukan tiga hal yang sulit sekaligus.

“Kris…”panggil Kai lagi, bergerak maju mendekati Kris. Pandangannya turun, menatap Sehun yang tengah tertidur. “Apa yang sudah terjadi?” ia menoleh kearah Kris kembali.

“Kau akan mengetahuinya nanti.”jawab Kris singkat, menunduk tanpa berani membalas tatapan Kai.

Kai menghela napas keras, “jangan sembunyikan apapun tentang saudaraku!”desisnya mulai kesal. “Jika kau tidak mau mengatakan alasan kenapa kau bisa melompat sangat tinggi dan bergerak begitu cepat, aku tidak akan memaksamu. Tapi, beritahu aku kenapa Sehun bisa seperti ini! Kenapa matanya berubah merah?! Dan… kenapa dia berdiri didepan gereja itu seorang diri?”

Kris menelan ludah, ia tau ada kecemasan yang mendalam dibalik ucapan Kai barusan. Hal itu seperti tanpa sadar mendorongnya untuk mengatakan semuanya. Untuk mengakhiri penderitaan Sehun selama ini.

Perlahan, Kris mengangkat wajahnya, menoleh ke belakang untuk menatap Sehun sesaat. Dalam hati mengucapkan permintaan maaf pada sahabatnya itu, lalu memandang Kai penuh keyakinan.

Ia bergumam pelan namun terdengar cukup jelas di telinga Kai, “saudaramu… dan aku… kami berbeda.”ujarnya. “Kau… juga berbeda…” Buru-buru ia melanjutkannya lagi, “…dulu.”

Kening Kai seketika berkerut, “apa maksudmu?”

“Kau pasti pernah mendengar cerita penduduk Seoul tentang Werewolf, kan?”tanya Kris memandang Kai lekat. “Mereka sedang menceritakan kami…”
Mata Kai membulat lebar, “Ha?”

“Mungkin kau pikir aku adalah orang gila yang memberitahumu hal yang mustahil. Tapi aku sungguh-sungguh. Saudaramu adalah keturunan terakhir makhluk Werewolf.”

“K-kau gila?” Kris benar-benar membuat Kai terperangah hebat dengan ceritanya, hingga ia berbicara nyaris tergagap. “Makhluk werewolf tidak ada…”

Kris menghela napas panjang. Sudah mengetahui jika Kai tidak akan mempercayainya semudah yang ia pikir. Ia berjalan menjauh, menuju tepi ranjang Sehun yang lain, berjongkok dan meraih sesuatu dari dalam kolong ranjangnya. Sebuah kotak coklat seperti kardus, yang bisa Kai lihat terisi dengan botol-botol minuman.

Kris meletakkan kardus itu diatas meja. Mengambil salah satu botol dan menunjukkannya pada Kai.

“Ini morfin.” Ia melihat ekspresi bertanya Kai. Menjawabnya lebih dulu sebelum pria itu sempat bertanya. ”Kau tau morfin, kan? Peredam nyeri saat rasa sakit yang hebat melanda tubuhmu. Jenis narkotika yang ditemukan tuan Kevin Rouler untuk anaknya. Sehun selalu meminumnya setiap saat.”

Kai mengulurkan tangannya, menerima botol cairan yang berwarna putih itu dan menatapnya lekat-lekat. “Kenapa dia harus meminum ini?”

Kris terdiam sesaat. Tidak langsung menjawab pertanyaan Kai karena hatinya kembali dilanda kegelisahan. Ia ragu namun juga ingin mengatakannya.

Sekali lagi Kris menghela napas panjang, lalu menatap Kai lurus dengan ekspresi serius. “dengarkan aku baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya lagi.”

“Aku tidak ingat kapan tepatnya, tapi aku masih bisa mengingat bagaimana detil semua kenangan itu terjadi. Sudah menjadi kodratnya jika makhluk werewolf harus memakan daging manusia disaat bulan purnama untuk menahan rasa laparnya. Dan itu terjadi pada semua klan werewolf saat itu. Sedikit demi sedikit warga desa mulai menghilang dan ditemukan meninggal. Di tubuh mereka terdapat banyak bekas gigitan dan tak sedikit yang ditemukan hanya tinggal tulang-belulang. Warga mulai resah, dan mulai memburu orang-orang mencurigakan yang diduga sebagai perwujudan werewolf. Hingga akhirnya, dia datang… Seseorang yang mengubah semuanya menjadi berbeda sejak saat itu.”

Kai berusaha tetap tenang, “siapa?”

“Pastor Solomon. Dia mengubah segalanya.”jelas Kris. “Dia adalah Pastor yang terkenal baik hati dan bisa mengobati orang yang sakit. Dia juga mengurus salah satu gereja kumuh di desa. Orang-orang begitu menghormatinya dan mempercayai jika dia memang utusan Jesus. Tapi suatu malam, salah satu klan Rouler tertusuk dengan pisau perak saat sedang memakan daging manusia. Dia sekarat tapi Pastor Solomon justru menolongnya. Entah seperti apa, tapi dia merawatnya seperti merawat anjing kesayangannya. Dan sejak saat itu, hubungan antara werewolf dan seorang Pastor menjadi berubah. Cukup drastis hingga aku sendiri belum bisa menerimakenyataannya.”

“Jadi Pastor Solomon benar-benar ada?”sela Kai mulai bergetar.

Kris mengangguk pelan. “bukan sekedar isapan jempol belaka. Cerita itu memang benar.”jawab Kris.

Ekspresi wajah Kai berubah seketika. Ia terkejut seperti tidak mempercayai semuanya. Kenyataan? Karena selama ini dia menganggap hal itu bukanlah hal yang bisa dipercaya dengan logikanya.
Kai menelan ludah, “Lalu hubungan seperti apa yang kau maksud?”

Werewolf yang terluka itu adalah Charles Rouler. Dan kau pasti mengetahui siapa Charles Rouler itu.”
“Tidak mungkin!” Kai sontak menggeleng kuat. “Ceritamu pasti bohong, kan?! Tidak mungkin! Paman Charles bukanlah makhluk werewolf. Paman Charles adalah dokter yang suka mengobati pasiennya. Dia tidak mungkin menyakiti apalagi memakan daging manusia!”

“Apa kau tidak berpikir kenapa Charles dan keluarganya tidak pernah menetap lama di satu tempat? Apa kau tidak pernah menangkap sebuah keanehan jika mereka tidak pernah bisa terlihat tua? Semua itu bukan hanya sekedar awet muda, Kai.”

“A-apa maksudmu?”

“Apa kau tidak tau jika werewolf hanya akan mati jika di bunuh dengan pisau perak? Selama mereka tidak terancam, mereka akan baik-baik saja. Dan mereka tidak akan bertambah tua seperti manusia pada umumnya.”jelas Kris menatap Kai lurus. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan. “Karena aku sudah menceritakannya padamu, aku rasa kau perlu tau tentang hal ini.”
Kai memandang Kris bingung.

“Sejak kejadian malam itu, ketua klan Rouler telah bersumpah jika mereka akan menyakiti manusia. Juga bersumpah akan menjaga Pastor Solomon dan semua keturunannya hingga titik darah penghabisan.”

“Kenapa?”

“Seperti yang telah ku ceritakan sebelumnya, semua orang mempercayai jika Pastor Solomon adalah utusan Jesus. Darahnya menjanjikan tentang hidup abadi makhluk werewolf. Tidak akan terbunuh dengan pisau perak sekalipun. Karena itu, klan werewolf lain yang tidak terkait dengan sumpah itu, mengincar Pastor Solomon.”ujar Kris sembari merapikan kotak morfin Sehun. “Dan kau tau? Ketua klan Rouler yang mencetuskan tentang sumpah itu adalah Arthur Rouler.” Kris menatap Kai lekat kemudian berdesis, “…ayahmu…”

Kyungsoo duduk diam dikursi belajarnya. Menatap kosong buku pelajaran yang terbentang diatas meja tanpa ingin membacanya. Pikirannya melayang jauh. Seperti mulai menyadari keanehan yang sedang terjadi disekitarnya.
Tentang anak baru itu. Kim Sehun.
Seseorang yang pada awalnya bersikap polos dan kekanak-kanakkan. Bahkan sempat melindunginya waktu itu. Tapi, kenapa sekarang semuanya jadi berubah drastis? Yang kini ia lihat hanyalah seseorang yang dingin dan temperamental. Seperti menarik diri dari semuanya, termasuk dia.
Kyungsoo tidak mengerti apa kesalahannya hingga membuat Sehun seperti sangat membencinya. Bahkan ia pikir ia tidak mempunyai masalah apapun dengan pria tinggi itu. Entah.
Menyerah dengan buku pelajarannya, akhirnya Kyungsoo menutup bukunya sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Bersamaan dengan hembusan napasnya yang terdengar panjang. Ia lelah.
Hanya berselang beberapa detik setelah Kyungsoo menyandarkan punggungnya, tiba-tiba ia menarik punggungnya kembali dan berdiri tegak saat ia melihat sebuah bayangan hitam melintas di depan jendela kamarnya.
Detik itu juga, Kyungsoo langsung berdiri, menghampiri jendelanya dan membuka horden penutup untuk melihat keluar. Keningnya berkerut saat ia tidak menemukan apapun dibaliknya.

Masih penasaran, Kyungsoo juga membuka jendela kamarnya dan menjulurkan kepalanya keluar. Melirik keatas dan kebawah namun tetap tidak menemukan apapun.

“Aku melihat ada bayangan hitam tadi.”gumamnya sambil menutup jendelanya lagi. “Apa aku hanya berhalusinasi?”

****___***

“Tidak mungkin! Jangan mengatakan hal-hal aneh tentang ayahku!” Kai menggebrak meja kesal sambil menatap dingin Kris. “Apa kau pikir aku akan mempercayai semua kata-katamu, hah? Kau orang gila!”
Kris masih bersikap tenang. Masih duduk di sofa dan mambalas tatapan Kai dengan tatapan datar.

“Lalu? Apa kau ingat kapan dan kenapa ayahmu meninggal? Apa kau ingat tentang masa kecilmu? Dan apa kau ingat jika saat kecil kau pernah tinggal bertahun-tahun di Polandia?”
“Ayahku memang orang Polandia tapi aku tidak pernah tinggal disana!”

Kris tertawa mendengus, “benarkah?” Ia berdiri, berjalan mendekati meja kecil yang ada disamping ranjang Sehun kemudian membungkuk untuk membuka lacinya. Mengambil sesuatu dari sana dan kembali menghampiri Kai. “Lalu kau pikir, siapa pria yang ada di foto ini? Foto itu diambil saat kitaberada di Polandia.”

Tubuh Kai seketika menegang. Matanya melebar tak percaya Disana… ia melihat dirinya, Sehun, Kris dan seseorang yang sangat ia kenal wajahnya. Kyungsoo!

Hanya dalam hitungan detik saat rasa sakit itu tiba-tiba menyerang kepala Kai. Serangan rasa sakit hebat yang seperti menghantam kepalanya telak. Bersamaan ingatan-ingatan samar yang memaksa untuk menyeruak keluar, memenuhi kepala Kai.

Kai terhuyung mundur, langsung terduduk disofa dengan erangan keras yang dikeluarkannya. Ia menjambak rambutnya. Urat-uratnya menonjol keluar menahan rasa sakit yang ia derita.

Kris hanya berdiri dalam diam, menatap lirih Kai yang sedang berusaha menahan rasa sakitnya. Ia tau ia sudah memberikan hantaman keras pada pria itu saat ia melihat sosok yang sangat mirip dengan Kyungsoo. Sosok yang telah menajdi sumber rasa sakitnya selama ini.

“Siapa… siapa aku sebenarnya? Siapa dia? Kenapa dia selalu muncul dalam kepalaku?”lirih Kai, tangisnya tumpah, masih menjambak rambutnya kuat-kuat.

Kris menghampiri Kai dan berjongkok di sisinya. Ikut menyesal namun ini adalah waktu yang tepat untuk dia mengetahui semuanya. Dia sudah kehilangan D.O, dan dia tidak mau kehilangan Sehun juga.

“Maafkan aku, Kai. Aku benar-benar minta maaf jika aku telah menyakitimu. Tapi, kau harus mengetahui semuanya. Tentang siapa kami, siapa dirimu dan D.O…”

***___***

Silesia, Selatan Polandia, beratus-ratus tahun lalu……

“Jadi sekarang klan Verdun menjadi bagian kelompok klan Rouler? Whoa! Pasukan kita bertambah banyak.”seru seorang pria berkulit paling putih itu senang. Ia tersenyum lebar, membentuk eyesmile di matanya.
“Ayahmu memang sahabat terbaik ayahku, Kris. Terima kasih.”sahut seorang pria berkulit gelap, menepuk pundak Kris.
Kris tersenyum lembut, “sama seperti kita. Ayahku tidak akan membiarkan ayahmu menanggung semuanya sendirian.”
“Jadi kau adalah seorang jarski (re: vegetarian) sekarang?”tanya pria lain tanpa menatap Kris, kedua tangannya sibuk mengepalkan salju-salju, membentuknya menjadi gumpalan bola.
Kris mengangguk mantap, “tentu saja. Aku sudah meminum zmiana yang diberikan oleh Pastor Solomon. Hasrat pemburuku sudah benar-benar hilang sekarang.”

“Hahaha… dia menangis saat meminumnya. Meronta-ronta saat paman Verdun memegangi tubuhnya. Dia seperti anak kecil.” Sehun tertawa geli, sedangkan ekspresi Kris berubah jadi tidak menyenangkan karena itu. Dia melirik Sehun sinis.

“Apa maksudmu seperti anak kecil? Kau juga menangis. Bahkan lebih parah dariku. Kau menghancurkan satu kursi gereja karena mengamuk!”balas Kris tidak terima.

“Hey, karena aku adalah werewolf muda, jadi masih sulit untukku menahan rasa sakit. Apa kau pikir menghilangkan hasrat pemburu dengan meminum zmiana buatan paman Solomon itu tidak sakit? Tulangku bahkan terasa seperti akan rontok.”elak Sehun.
“Jadi maksudmu aku sudah tua?!”

“Apa kalian tidak menyadari jika kalian justru terlihat seperti anak kecil, huh?”cibir Kai melihat pertengkaran dua pria tinggi itu. “Yang paling hebat adalah aku dan D.O. Kami tidak menangis sama sekali.”ucap Kai terlihat sangat bangga.

“Tapi kau juga menghancurkan satu kursi panjang, Kai.”sahut D.O membuat Sehun dan Kris tertawa.

“Kau pasti ingin menangis, kan?”tuduh Sehun melirik geli kearah Kai.

“Tidak! Sama sekali tidak! Hey, D.O.. kenapa kau memberitahu mereka? Sudah ku bilang jangan beritahu siapapun!”

“Karena kau tidak mencarikanku daging untuk makan malam waktu itu.”balas seseorang yang ternyata bernama D.O itu enteng, masih sibuk dengan bola-bola saljunya.

“Apa seorang kakak tega membiarkan adiknya pergi ke hutan untuk berburu? Apa kau tidak khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi padaku?”

“Kenapa aku harus khawatir? Adikku bahkan seorang werewolf.” Kali ini D.O mengangkat wajahnya, tersenyum geli melihat wajah kesal Kai.
“Terserah kau!”
“Hey, Kris. Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja?” Tiba-tiba seorang pria mungil menghampiri mereka berempat, napasnya terengah karena habis berlari. Ia menatap Kris khawatir, “Sehun bilang kau menangis saat meminum zmiana.” Ia menjelaskan lebih dulu sebelum Kris sempat bertanya kenapa.
Sontak, Kai dan D.O tertawa keras. Mentertawakan Kris yang berubah menjadi sangat kesal menatap Sehun.
“Kau menyebarkannya?!”
“Tidak. Aku hanya memberitahu Luhan.” Sehun menggeleng dengan wajah tak berdosa andalannya. Detik berikutnya, ia menarik lengan Luhan agar mendekat. Kemudian membisikkan sesuatu, “hey, apa kakakmu mengetahuinya? Kau pergi kesini secara diam-diam, kan?”
Luhan mengangguk, “dia sedang tidur. Daddy dan mommy juga sedang pergi mengunjungi kerabat. Sepertinya mereka benar-benar akan menyiapkan banyak pasukan.”

Mata mereka melebar kaget, “Jadi benar-benar akan ada peperangan nanti?”tanya Kai tidak percaya.

Luhan mengangguk lemah, “kalian harus berhati-hati. Biar bagaimanapun, werewolf murni lebih kuat daripada jarski.”

“Lalu kita akan saling berperang begitu?” Sehun menunduk lemas beriringan dengan hembusan napasnya yang terdengar panjang.
Luhan ikut menunduk, “aku tidak mau melawan sahabat-sahabatku.” Ia juga menghela napas panjang.

D.O mengulurkan tangan, menepuk-nepuk pundak Luhan lembut. “Sahabat tidak akan saling menyerang satu sama lain. Kita sudah berjanji, kan?”

Luhan mengangkat wajahnya, menatap bergantian kearah empat sahabatnya dengan tampang memelas. Puppy eyes.

“Kalian harus mengantarku menemui pastor Solomon sekarang. Aku ingin menjadi jarski seperti kalian. Aku tidak mau memakan daging manusia seumur hidupku.”

“Jangan!”cegah Sehun menahan lengan Luhan. “Ayahmu pasti marah besar jika mengetahui bahwa kau berubah menjadi jarski. Bukankah klan Theiss sangat menentang hal itu?”
“Tapi aku tidak mau meminum darah Pastor Solomon untuk hidup abadi. Tidak apa-apa jika suatu saat aku tertangkap oleh warga dan dibunuh dengan pisau perak. Asalkan aku tidak meminum darah manusia. Aku juga ingin menjadi jarski seperti kalian, hanya makan daging hewan. Terkadang, memakan daging manusia membuatku ingin muntah.”
Sehun tetap memandang Luhan ragu, “Luhan, tapi—“
“D.O… Kai… bisakah kalian memberitahu ayah kalian? Aku ingin menjadi kelompok klan Rouler. Walaupun mereka adalah keluargaku, tapi aku tidak ingin hidup bersama mereka. Mereka benar-benar jahat dan sangat kejam.”jelasnya lirih. “Terutama ayahku dan kakak laki-lakiku itu…”

Mata Sehun melebar, “Hey, kau sadar dengan apa yang kau katakan? Kau adalah keturunan terakhir klan Theiss, Luhan. Kau yang akan menggantikan posisi ayahmu sebagai pemimpin nantinya.”

Luhan berlagak seperti tidak mendengar larangan Sehun. Ia tetap bersikeras dengan keinginannya. Tidak meminum darah dan memakan daging manusia lagi. Semua itu sangat menjijikan baginya.

Berpaling, ia menatap Kai dan D.O lemas, “Kalian mau membantuku, kan? Apa ayah kalian tidak mau menerimaku? Aku memang anak dari musuh kalian, tapi aku tidak mau menjadi seorang musuh. Aku mohon.”

D.O dan Kai saling pandang bingung. Akhirnya menyerah dengan keras kepala Luhan yang terus memohon pada mereka.

D.O tersenyum sembari merangkul pundak Luhan, “Aku akan bicara dengan ayahku dulu. Jika dia mengijinkan, besok aku akan mengantarmu menemui Pastor Solomon. Oke?”

Namun Kai terlihat ragu, “D.O, kau yakin? Apa daddy tidak akan marah? Dia adalah keturunan terakhir klan Theiss.”

“Aku akan bicara padanya nanti.” D.O mengangguk yakin. “Tapi, kau juga harus membantuku.”
Kai menghela napas panjang, “Baiklah. Aku akan mencobanya nanti.”

Mendengar itu, Luhan terlihat sangat senang. Dia tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk. Keinginannya untuk menjadi makhluk yang ‘sama’ seperti teman-temannya akhirnya akan terwujud sebentar lagi.

“Hey, sebaiknya kau pulang sekarang. Jika orang-orang melihat kau kesini, aku takut kau akan diserang.”ujar Kris mengingatkan Luhan jika dia sudah melanggar perbatasan yang telah ditentukan. “Tunggu kabar dari kami, kami akan segera menghubungimu.”

Luhan tersadar dan detik berikutnya mengangguk. Ia berdiri sambil membersihkan salju-salju yang menempel di bajunya.

“Aku pulang dulu. Beri kabar padaku secepatnya, oke?”

“Aku akan mengantarmu sampai diperbatasan.” Sehun ikut berdiri.

Keduanya kemudian berjalan menjauhi D.O, Kai dan Kris. Sehun sedikit khawatir jika ada klan Rouler yang melihat Luhan dan menyerangnya ditengah perjalanan pulang. Karena itu dia mengantarnya.

“Aku akan mengikuti mereka.”seru D.O tiba-tiba berdiri.

“Ha? Kenapa? Sehun yang mengantarnya.”sahut Kai menarik lengan D.O agar dia duduk kembali.

“Hanya ragu.”

D.O menjawabnya dengan jawaban pendek. Lalu berjalan mengikuti Luhan dan Sehun yang mulai menjauh. Sebenarnya dia sedikit khawatir dengan persahabatan mereka dengan Luhan. Berawal dari penyelamatannya terhadap Sehun yang tanpa sengaja di buru oleh penduduk, keduanya akhirnya menjadi sahabat baik. Sehun juga mengenalkan Luhan pada teman-temannya.

Sehun tau dia telah salah memilih teman, tapi dia yakin jika Luhan bukan werewolf yang jahat seperti klan Theiss lainnya. Dan karena kekeraskepalaan Sehun itu, teman-temannya yang lain perlahan-lahan menerima kehadiran Luhan ditengah-tengah mereka – walaupun masih menyembunyikannya dari orang lain –

D.O berdiri dibalik batang pohon sambil memperhatikan lurus kedepan. Melihat Sehun dan Luhan yang akhirnya berpisah tepat beberapa meter dari perbatasan. Syukurlah tidak ada siapapun disana.

D.O menghela napas lega sambil tersenyum. Saat Sehun berbalik, ia terkejut menemukan D.O ada dibelakangnya.

“Astaga, kau mengagetkanku!”serunya menghusap-husap dada. “Sedang apa kau disitu?”

D.O terkekeh, “menunggumu.”


TBC

 

48 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 12)

  1. nina berkata:

    ow dulu luhan sahabatan sm mereka iia eon?
    pantesan bisa baik sm sehun pas masa sekarang
    tp kenapa sehun skrg benci bgt sm luhan?
    pasti ada sesuatu di masa itu

  2. emaesa berkata:

    owwww jadi sehun luhan kriss kai d.o beratus ratus tahun yg lalu adalah sahabat .. hmmm arraseo😀
    sekarang mreka knpa jadi musuhan ? —”
    apa jaman dulu luhan hanya pura2 baik sama sehun dkk ?
    ahh tak tau aku ..
    penasaran :’
    lanjut author

  3. s wanda putri berkata:

    tp d.o knp bisa mati trs sehun kok setengah thessis bukannya ia udah minum ramuan itu tp kok sekarang masih ada hasrat pemburuh..penasaran thor

    luhan bertemannya itu tulis atau enggak..??
    next ne penasaran
    fighting!!

  4. Sania berkata:

    Annyeong aku reader baru disini, aku udah baca ceritanya dari awal ceritanya keren dan seru, dan ternyata dulunya luhan jg sahabatan ya sama ke empat orang itu,

    ditunggu kelanjutannya, keep writing

  5. irna cho berkata:

    ya ampun, dulu persahbatan mereka kuat bgt ya. sayang skrg jd retak gtu. smoga aja hubungan mreka bakal balik lg kayak awal

  6. Rani berkata:

    oww sudah sedikit terbongkar deh masa lalunya
    ternyata pada bersahabat tapi
    masih penasaran kenapa mereka bisa berpisah dan hilang ingatan
    lanjutkan
    semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  7. lee dae hwa berkata:

    aku menunggu kelanjutan FF ini, the house tree 2, The Lords of Legend, autumn, Ghost Rider, Sixth Sense, growl,,
    waah…daebak oeni!! bisa buat tulisan seperti saya sedang nonton drama,,dan bisa bikin ff berbeda secara bersamaan,,jempol kanan buat oeni,,lanjutkaan!! saya do’ain ada orang dari SM yg bisa berbahasa indo nyasar ke wordpress koreadansaya ini..dan tertarik dg tulisan oeni..Aamiin
    jebaall…jangan lama” ngepost’y..:) fighting (y)

  8. Bbuble tea Deer berkata:

    Jadi mereka sahabatan.. tp kenapa skrng jd musuhan gt?
    trus kok skrng mereka pisah???
    trus kok si Kamjong lupa ingatan???
    jadi si kyungsoo juga keturunan klan Rouler???? atau engga??
    ahh pusing thor.. terlalu banyak pertanyaan di otakkuu (?)*asaekk haha
    Next chap thor!!
    Cepetan, keburu mati kutu penasaran.. kekeke
    Hwaiting!!!!!!!!!!!

  9. Pen berkata:

    duhhh ga ketebak banget ceritanya !!!
    lanjuttt pehlisss hehe
    bener bener mikir banget baca ff ini
    tapi entah kenapa ngerasa part ini pendek banget yaaa??
    ayooo nun lanjut dan lebih panjag lagiii yaa
    fighting!!

  10. Shizu Zhou berkata:

    Tuch kan… feeling saya bener bgt kalo saya g salah menyukai my dear luhan😀😀
    Wow bgt…. jd tmbh cinta sm EXO. Untungx saya sdh punya video Wolf&Growl yg TCR dulu, jdx bsa mbayangkn gerejanya spt apa n baju skolahx spt apa.
    Hehehehe…. Oh Mi Ja… saya tunggu kelanjutanx…😀

  11. adezenianggraeni berkata:

    Aish, kenapa ketemu TBC ???😦

    Eonni aku semakin penasaran kenapa D.O? Kenapa Kai hilang ingatan, dan siapa Luhan yang dikehidupan sekarang? Apa dia reinkarnasi Luhan yang dulu atau dia memang Luhan. Aish, eonni aku penasaran.
    Eonni next, jangan lama-lama yaaa🙂

  12. BebyPanda berkata:

    , mrka sahabat, tp knpa jd musuh, aduch knapa ada TBC dsitu, pdhl td lg dcrta’n, truz gmna klnjtn’y
    next

  13. jung ha byung berkata:

    waaah.. daebak thor..!! mian baru comment di ff yang ke 12 ini..biar sama kayak jumlah member exo gitu ^^V
    gilaa,, thehun cadel manisku ternyata bisa sangar juga, dan masalah rambutnya dia yang berwarna hitam,, jujur, masih belom bisa dibayangin..😀
    Sumpah, ini ff bener2 mewujudkan kata2 luhan kalo dia gamau dibilang imut lagi tapi manly.. ya meskipun disini dia kelewat manly *ngek*
    oh naga bias kesayanganku, cocok banget sama image nya dia yang always cool, stay cool ama jess cool *eh

    keep writing aja buat sang author terhormat, ditunggu di chapter selanjutnya.. FIGHTING..!!!

  14. Tiikaa berkata:

    WAhh,, ternyata dulu hunhan kris jongin kyungsoo sahabatan yaa.. Tpi knapa mrka jdi kyak skrng ini? trus itu luhan knpa gk ingat sma sehun? Apa dia dibuat hilang ingatan juga? Wahhh makin penasaran

  15. mongochi*hae berkata:

    yah tbc. lg asik flashbackny jga

    hn. jd it ya knp mreka semua jd kya gni.
    hhuuu sedih dh ngebayangin HunHan yg dluny sahabatan skrang musuhan walaupun lulu blm thu hal yg sbnrny dmsa llu

    btw siapa t bayangan ???
    sdngkn sehun & kris gk dsna ???
    aigo. jgn2 …..
    next dtnggu

  16. eun yoo berkata:

    huaaaa tbc ,, padahal lagi seruu
    Semuanya perlahan” terungkap ,,
    tapi kenapa kai sampe diilangin ingatannya ya, dan masih banyak pertanyaan” yang ada di itak ini kekeke
    waahh pojonya di lanjutannya di tunggu banget eonn,, always pokonya di tunggu hehehe ,, jangan lama lama nee ^^

  17. roropoo berkata:

    jujur aku makin penasaran deh kak…
    jadi dulu Luhan sama Sehun itu sahabatan,
    dan karena ada sebuah takdir mereka jadi kayak musuh gt

    tp kl semisal luhan tau d.o
    dia pasti tau kyungsoo mirip d.o juga kan??

  18. hyemi lee berkata:

    Akhirnya kai mulai ingat spa dy sbrnrnya
    Ternyata luhan jg dlu bersahabat dgn kai d.o sehun dan kris tpi syg nyaa luhan di klan theiss
    Lanjut thor
    Fighting

  19. wulanaprian berkata:

    Saya mulai ngerti skrg knpa mreka bs jadi kaya gitu. Mungkin ada faktor pengkhianatan tdk disengaja antara mreka. Atau luhan kepergok sm klannya. Tbc itu ga pas bgt -.- lg enak2 baca jg . Oke lanjut

  20. puji Astaemin berkata:

    wih ni dia ff favorit qhu …
    tpi kyk.a qhu tlat nih bca.a
    yg jls next chapter d tunggu loh thor🙂

  21. Dini berkata:

    Seru iniiii ,lagi seru seru seru nyaaa nyimak cerita flashback mereka. Ternyata Luhan sama Sehun Kai itu sahabatan yah dulunya u,u tapi kenapa sekarang malah musuhan berat? trus kenapa juga Luhan sekarang bisa ga kenal sama Sehun, ga tau apa dia sebenernya? ga inget masa lalu nya ? apa yang terjadi ????
    huaaaaaa unnie uthor Mija nextttttttttttt😦 :*

  22. jungdongae berkata:

    masa-masa yang indah…
    tapi sayaaang.. malah TBC

    keren-keren..
    mian baru komen di sini..
    ditunggu lanjutannya ya..
    oh iya sixth sense nya ditunggu ya thor..

  23. Sandra Lu berkata:

    hai thor, aku reader baru disini ^^
    aku baru nemuin ini ff kemaren siang #kudet dan langsung aku baca sampai part 12 sebenernya aku mau habisin sampai part 17 tapi di part 17 pasti masih ada tbc. aku bukan tipe orang yg suka nunggu FF yg tbc release lama thor, apalagi ffnya bagus dn mesti bikin pensaran mulu kek gini. aothor jjang {} keep wreating ya , jangan lama2 ngerelease part selanjutnya ok ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s