FF: Ghost Rider (Part 12)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

“APA?! KAU MENANTANG MYUNGSOO DI PERTANDINGAN UJI COBA?!”
Baekhyun hanya bisa mengangguk pelan sambil menghembuskan napas panjang. Ia melorotkan punggungnya di sandaran sofa rumahnya, menatap teman-temannya dengan sorot paling menyesal.
“Aku sangat kesal dan tanpa sadar mengatakannya. Dia menatapku seperti sedang meremehkan dan mengancamku juga. Aku membencinyajadi aku mengatakannya. Aku mengatakannya!” Baekhyun berbicara cepat sampai melupakan jika ia harus menarik napas. Begitu cepat karena jantungnya terasa sangat berdebar-debar.

Ia menghembuskan napas keras dan semakin melorotkan punggungnya pada sandaran sofa, “aku mengatakannya. Bagaimana iniiiii?” tanya panik, suaranya melemas.

“Bodoh. Kenapa kau mengatakannya?” Jongdae memberikan segelas air putih untuk Baekhyun agar dia tenang.

Baekhyun menerimanya, meneguknya, lalu mengembalikannya pada Jongdae. Matanya beralih pada Lay.

“Dulu kau berjanji akan mengajariku cara untuk mengalahkan Myungsoo.”desahnya.

“Tapi, ini adalah pertandingan sebenarnya. Bukan balapan liar.”

“Memang apa bedanya?”

Kris menepuk pundak Baekhyun, “tidak semudah itu, Baek. Kau bukan seorang pembalap, hanya seseorang yang tiba-tiba menjadi pembalap. Bukan meremehkanmu, tapi.. bahkan aku menjadi seperti ini saat melawannya. Dan.. bukankah kau tau bagaimana kondisi Chanyeol sekarang?”

Ucapan Kris membuat Baekhyun semakin menciut. Semangatnya saat menghadapi Myungsoo tadi seketika luntur. Kris benar. Bahkan pembalap hebat seperti dirinya dan Chanyeol saja tidak bias mengalahkannya. Apalagi dirinya? Dia bahkan baru beberapa bulan yang lalu mampu mengendarai mobil.

“Setidaknya, aku ingin mengalahkannya untuk Chanyeol. Aku sudah berjanji.”lirih Baekhyun menunduk.
Lay bengkit dari duduknya sembari mengulurkan tangan dan mengacak rambut Baekhyun, “selalu ada cara untuk setiap ketulusan.”ucapnya yakin. Baekhyun memandangnya lurus. “Aku harus ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Chanyeol. Jangan khawatir, aku pasti membantumu.”

***___***

Gemuruh suara guntur terdengar bersaut-sautan di langit. Bersamaan dengan angin yang berhembus mulai kencang. Sepertinya malam itu akan turun hujan. Baekhyun melangkah menuju balkon kamarnya, mencari Chanyeol.

“Kau tidak masuk? Sebentar lagi akan turun hujan.” Ia mendongak keatas, menatap Chanyeol yang sedang duduk di atap rumahnya seperti biasa.

“Aku hantu. Aku tidak akan sakit.” Chanyeol menyambung ucapannya lagi sebelum Baekhyun sempat membuka mulut, “aku juga tidak bisa basah.”

Baekhyun mendengus, “terserah kau.” Ia menurunkan pandangannya, menatap lurus ke depan. Rasanya sepi tanpa ada gonggongan Byul. Saat teringat akan sesuatu, ia mendongakkan kepalanya kembali. “Hey, Park Chanyeol”panggilnya.

Chanyeol menoleh, “apa?”

“Apa kau tidak berniat untuk melihat tubuhmu? Kau tidak mau mencobanya?”

Air muka Chanyeol seketika berubah, ia memalingkan pandangannya dan menatap lurus ke depan.
“Tidak.”

“Kenapa?”

“Bagaimana perasaanmu saat kau melihat tubuhmu terbaring lemas diatas ranjang? Bukankah sangat menakutkan?” Ia menelan ludah. “Aku tidak mempunyai keberanian sebesar itu.”

“Tapi, bagaimana jika Tuhan memberikanmu kesempatan setelahnya? Mungkin Dia hanya ingin menjadikanmu orang yang lebih kuat.”

Wajah Chanyeol tetap datar. Matanya menerawang ke depan tanpa fokus pandangan. Hatinya kalut. Namun, ia tetap berusaha bersikap tenang untuk menyembunyikan semuanya.

“Byun Baekhyun,” Chanyeol menurunkan pandangannya, menatap Baekhyun. “Berhentilah.”lirihnya. “Aku mohon berhentilah.”

Kening Baekhyun berkerut, “Maksudmu?”

“Kau tidak akan menang melawan Myungsoo. Berhentilah.”

“Tapi, bukankah kau bilang—“

“Maafkan aku.” Tiba-tiba tubuh Chanyeol muncul didepan Baekhyun. “Maaf jika aku sudah melibatkanmu dalam masalahku. Tapi, aku mohon kau berhenti. Hal itu akan membahayakan dirimu.”

Baekhyun menggeleng, “Tidak mungkin. Harus ada seseorang yang mengalahkan Myungsoo. Dia harus diberi pelajaran.”

“Byun Baekhyun!”seru Chanyeol setengah membentak. “Ini bukan lelucon. Dia benar-benar bisa membahayakan dirimu!”

“Tapi kau yang memintaku untuk membantumu!” Baekhyun ikut kesal.

“Aku tau dan sekarang aku sangat menyesal! Aku mohon berhentilah…” suara Chanyeol melirih di akhir kalimat. Ia menatap Baekhyun penuh harap.

Baekhyun menghembuskan napas keras, “Kenapa?! Kenapa sekarang kau menjadi pengecut seperti itu?! Harusnya kau memperjuangkan mimpimu! ” Ia merasa kesal dengan sikap Chanyeol yang justru tidak berpihak padanya. Bukankah dia sedang membantunya memperjuangkan mimpinya? Kenapa dia justru memintanya berhenti saat semuanya sudah berada di tengah jalan? Dia tidak mungkin bisa kembali. “Park Chanyeol, semuanya sedang memikirkanmu. Sedang memikirkan bagaiamana caranya agar kau bisa tenang. Tapi, kenapa kau justru tidak memikirkan dirimu sendiri?! Semua ini untukmu!”

Baekhyun terengah. Lelah berteriak pada Chanyeol yang terus menunduk diam tanpa berani menatap Baekhyun apalagi membalas ucapannya. Dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang harus diputuskannya. Dia tidak ingin Baekhyun terluka, apalagi kehilangannya.

“Aku pernah menjadi pengecut. Aku pernah menjadi seseorang yang sama sekali tidak berguna. Aku sangat penakut. Bahkan untuk melindungi diriku sendiri. Tapi sekarang, perlahan-lahan aku bisa mengatasi semuanya sendiri. Setelah melindungi diriku sendiri, aku juga ingin melindungi orang lain.” Baekhyun melunak. “Aku hanya ingin kau kembali seperti Park Chanyeol yang dulu. Saat aku pertama kali mengenalmu.Saat kau benar-benar yakin jika kau bisa mengalahkan Myungsoo…”

Baekhyun tersadar. Ia melirik sekilas kearah arloji yang melingkar dipergelangan tangannya. Sudah waktunya untuk tidur karena dia harus pergi ke universitas pagi-pagi sekali. Sebelum ia berbalik melangkah menuju ranjang tidur, ia sempat mengucapkan sesuatu yang mampu membuat Chanyeol bergetar.

“Setidaknya kau harus berani menemui dirimu sendiri.”

***___***

Angin malam itu masih sama. Masih berhembus kencang menunggu hujan yang tak kunjung membasahi bumi. Walaupun kilat petir dan suara guntur sudah mengiringi, tapi rintik-rintik air sepertinya tidak juga terpancing.
Didepan ruangan itu, Chanyeol berdiri dalam diam. Hati dan pikirannya bergejolak hebat. Antara ingin dan tidak ingin. Antara ingin cepat mengakhiri dan lari lagi.

Ia memejamkan matanya kuat-kuat, mengepal kedua tangannya disamping tubuh, bersamaan dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya.
Saat ini, ia sedang menghadapi ketakutan terbesarnya. Saat ini, ia sedang berusaha untuk melawan dirinya sendiri. Karena seseorang menyuruhnya untuk menjadi seorang pemberani. Tidak lari namun menghadapi.

Karena, berlari bukanlah kebebasan.

Perlahan, kakinya bergerak.Sambil memejamkan kedua matanya,tanpa sadar kakinya melangkah ke depan. Tubuhnya menembus pintu dan sekarang berada di dalam sebuah ruangan yang gelap.
Saat ia membuka mata, ia menemukan seorang pria sedang tertidur dipinggir ranjang tidur dengan posisi duduk yang menjadikan kedua lengannya sebagai bantal. Cahaya kilat petir sesekali menyinari punggungnya. Dan tentunya… memperjelas seseorang yang sedang terbaring lemah diatas ranjang.

Chanyeol tergugu. Menelan ludah pahit sembari mencoba menormalkan jantungnya yang terus berdetak cepat. Ia gugup. Dan dia takut.

Berjalan pelan ke depan, ia berdiri tepat didepan ranjang sambil menatap kesegala arah. Ada banyak alat kedokteran disana. Juga suara mesin pendeteksi jantung yang berdetak mengikuti detak jantungnya. Hingga akhirnya pandangannya jatuh pada seseorang yang sedang terbaring lemas dengan banyak alat kedokteran yang melekat pada tubuhnya. Seseorang yang menjadi ketakutan terbesarnya.

Dirinya sendiri…

Chanyeol menerawang. Menatap lirih sosok itu dengan rasa sakit yang mulai meluap kepermukaan. Kini, ia benar-benar menatapnya jelas, bersamaan dengan isakannya yang mulai terdengar. Ia menangis. Sejadi-jadinya. Hingga membuatnya seperti kehilangan kekuatan untuk menopang tubuhnya sendiri. Ia menunduk dalam, menjangkau pegangan besi ranjang rumah sakit sambil terus menangis sedih.

***___***

Pagi harinya, Baekhyun tidak menemukan Chanyeol di rumahnya. Ada kekhawatiran yang terselip di hatinya namun terpaksa ia tepis karena ia harus sampai di universitas dalam waktu 20 menit.

Setelah menyambar tas ranselnya, ia berlari menuruni anak-anak tangga rumahnya dan langsung melompat ke dalam mobil. Hanya berselang seperempat detik setelah ia menutup pintu mobil sebelum akhirnya ia terkejut bukan main melihat Chanyeol muncul di kursi disebelahnya.

“Astaga, kau mengagetkanku!”serunya menghusap-husap dadanya. Chanyeol tidak bereaksi, membuat Baekhyun mengembalikan pandangan padanya lagi. Detik itu juga matanya langsung melebar kaget melihat wajah Chanyeol yang lusuh dengan sepasang matanya yang sembab.

“A-ada apa? Kau menangis?”

Chanyeol semakin menunduk, “aku sudah melihatnya…”isaknya kembali terdengar. “Aku sudah melihat tubuhku sendiri. Aku melihatnya…”

Baekhyun tidak merasa menyesal karena menyuruh Chanyeol melakukan hal menyakitkan itu, ia justru merasa senang. Akhirnya ia bisa mengalahkan rasa takutnya, akhirnya ia bisa menerima kenyataan. Ia tersenyum, mengulurkan tangan dan menepuk-nepuk punggung Chanyeol.

“Semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir.”

***___***

“Kau tunggu disini.”perintah Baekhyun sembari melotot pada Chanyeol.

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh masuk?”
“Karena jika kau berada di dalam, kau hanya akan menggangguku.”dengus Baekhyun kesal. “Ini ujian evaluasi, Chanyeol.”

“Baiklah. Aku mengerti. Aku akan menunggumu disini.” Akhirnya Chanyeol mengalah, menjatuhkan dirinya pada kursi kayu yang ada di depan ruang kelas Baekhyun.
Baekhyun mengangguk, kemudian berjalan masuk ke dalam kelas. Sudah ada Jongdae disana, sedang bergulat dengan buku kumpulan rumus dan semacamnya untuk mempersiapkan ujian nanti. Si pintar itu selalu saja memaksa otaknya untuk memikirkan banyak hal.

“Apa kau tidak belajar tadi malam? Kenapa kau membaca buku sebanyak itu?”

Jongdae hanya menatap sekilas, “terkadang membaca satu buku saja tidak cukup untuk menemukan jawaban. Aku harus menemukan pilihan lain dengan cara yang berbeda.”

“Pantas saja wajahmu terlihat cepat tua, kau terlalu banyak berpikir.”ejek Baekhyun.

Jongdae langsung menurunkan bukunya dan menatap Baekhyun kesal, “Yah, aku memang terlihat tua. Tapi si tua ini selalu memberikanmu jawaban jika ada soal yang sulit.”

“Hahaha… jangan sombong. Aku sudah belajar dan menyiapkan diri tadi malam. Aku tidak akan bertanya apapun padamu lagi.”

“Kita lihat saja nanti.”

Chanyeol sudah berada di koridor setelah 5 menit lalu ia berjanji pada Baekhyun untuk menunggunya di luar. Ia tidak betah hanya duduk diam disana. Ini adalah kali pertama Chanyeol berkeliling di universitas Baekhyun karena sebelumnya, ia hanya muncul di beberapa tempat saja, seperti kelas Baekhyun dan taman.
“Oe? Kyungsoo?”gumam Chanyeol saat melihat sosok Kyungsoo yang sedang berjalan tak jauh didepannya. Chanyeol mengikutinya memasuki sebuah ruang kelas, hingga tak lama dosen pengajar datang.
Ia menyandarkan punggungnya pada dinding kelas saat dosen memulai pelajarannya. Melipat kedua tangan didepan dada dan terus menatap kearah Kyungsoo lurus.

Dalam ingatannya, ia tidak mengingat apapun tentang seseorang yang Baekhyun bilang adalah sahabatnya itu. Namun, saat kemarin ia melihat dirinya tertidur dengan posisi duduk untuk menjaganya, ia sangat percaya jika Kyungsoo memang sahabatnya.

Sempat membenci, namun semua itu sirna ketika melihat ketulusannya. Dia hanya ingin melindungi dirinya dari dunia luar hingga tega memukuli Baekhyun.

“Kyungsoo, siapapun dirimu… aku banyak berhutang budi padamu. Terima kasih.”

Chanyeol tidak menyadari jika ia telah meneteskan beningan air mata yang perlahan membentuk sebuah sungai kecil di pipinya. Ia tersentuh. Mungkin ada banyak hal yang sudah ia lupakan tentang kebaikan sahabat-sahabatnya, mungkin ia tidak lagi ingat bagaimana mereka sudah berkorban untuknya. Dia benar-benar merasa sangat bodoh.

***___***

“Maaf Jongdae, ini mendadak. Aku tidak bisa menjelaskannya padamu. Hanya saja aku harus ke Hongkong sekarang.”
“……”
“Oema memberitahuku jika appa sedang dirawat di rumah sakit karena serangan jantung. Aku sudah memesan tiket siang ini, 30 menit lagi pesawatku akan berangkat.”
“……”
“Maaf, aku benar-benar minta maaf. Sekarang aku harus pergi, sesampainya disana aku akan menghubungimu.”

Baekhyun mematikan sambungan teleponnya dengan Jongdae yang sedang menunggunya di kantin. Setelah ujian evaluasi berakhir, ia berjanji akan menemui Jongdae di kantin setelah menyerahkan beberapa tugas susulan pada dosen. Tapi, ibunya justru lebih dulu memberitahunya jika ayahnya sedang sakit.

Tanpa pikir panjang berlari meninggalkan ruang kelas dan terkejut saat tidak menemukan Chanyeol disana.

“Sial. Kemana hantu itu? Aku sudah tidak punya waktu.”umpatnya kesal sembari melirik kearah arlojinya.

Baekhyun melanjutkan langkahnya, sambil menatap berkeliling mencari Chanyeol. Dia harus memberitahu pria itu tentang kepergian mendadaknya. Hanya khawatir jika Chanyeol mencarinya karena merasa kesepian. Walau bagaimanapun, dia adalah satu-satunya orang yang bisa dilihat oleh Chanyeol.

Baekhyun menghentikan langkahnya tiba-tiba saat ia mendapat sebuah ide. Buru-buru berbalik dan berlari menuju ruang kelasnya lagi. Ia merobek sebuah kertas dari buku catatannya, dan dengan cepat menulis sebuah pesan singkat.

‘Chanyeol, aku harus pergi ke Hongkong sekarang. Jaga dirimu.’

Baekhyun sudah hampir meletakkan kertasnya diatas meja sebelum akhirnya ia menggeleng dan menuliskan beberapa kalimat lagi dibawahnya.

‘Jangan duduk di atap rumahku saat hujan turun dan jangan berbuat ulah. Aku akan segera pulang dan memenangkan pertandingan untukmu. Byun Baekhyun’

Baekhyun menempel kertas itu diatas mejanya dengan lem perekat lalu segera mungkin berlari keluar. Tinggal 25 menit lagi sebelum pesawatnya lepas landas. Dia harus pergi ke bandara saat ini juga.

DEG!

Chanyeol langsung menarik punggungnya saat tiba-tiba ia merasakan detak jantungnya seperti ingin meledakkan dadanya. Berdetak sangat kuat, hingga ia bisa mendengar bagaimana bunyi yang tercipta.
“Arrgghhh….”

Ia menggeram keras. Deru jantungnya begitu menyakitkan. Seperti menyesakkan rongga paru-parunya dan menghentikan aliran darahnya. Tangan Chanyeol mengepal kuat bersamaan dengan giginya yang menggertak menahan sakit.

Sekuat tenaga, ia memaksa kakinya untuk melangkah. Sebisa mungkin berlari keluar, meninggalkan ruang kelas Kyungsoo dan mencari Baekhyun.

Keringat dingin sudah mengucur deras membasahi pelipisnya, Chanyeol seperti tidak lagi mampu menahan rasa sakit di dadanya. Ia menapaki dinding-dinding dengan telapak tangan untuk membantu menopang tubuhnya yang seperti ingin ambruk.

“B…aek…hyun…”

Bahkan frekuensi suaranya hanya mampu didengar oleh dirinya sendiri. Tidak mampu memanggil Baekhyun yang sedang berlari didepannya.

Chanyeol masih terus berusaha menjangkau Baekhyun dalam usahanya. Hingga akhirnya, tubuhnya meluruh bersamaan dengan punggung Baekhyun yang hilang di ujung koridor.
Ia tersungkur di lantai, masih dengan tangan yang mencengkram dadanya. Dengan wajah pucat dan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya, ia menatap lirih ke depan.
“Baekhyun…”

Dan perlahan… Chanyeol juga menghilang.





TBC

Iklan

43 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 12)

  1. s wanda putri berkata:

    mwo..yeollie kmn..??
    aigoo…yeolli hrs balik ke tubuhnya tp nanti klo.balik ia masih inget baekhyun gak yah..

    next ne jgn lama” fighting!!!

  2. GD berkata:

    Wah wah chanyeol ada apa denganmu nak? Jangan-jangan itu ingatannya chanyeop bakal balik atau dia bakalan jadi manusia lagi

  3. GD berkata:

    Mian tadi komennya kepotong -_- trus nanti baekhyun gimana gamau kalo baekhyun matigara” balap ama myungsoo ditunggu next chapter palli juseyo

  4. irna cho berkata:

    nah loh, knp tuh chanyeol? apa karena kepergian baekhyun? masa sampe ngaruh gitu sih. feeling aku chanyeol kayaknya balik lg ke tubuhnya ya. smoga aja sih

  5. Nabila berkata:

    what the? YEOL MAU KEMANA?
    Jangan kerumaku yeol, kerumah baek aja /eh

    kamija, yeol mau ketubuhnya lagi? bangun dan ngelawan myungsoo?
    aku pengen liat pertandingannyaaa!!

  6. kiszluhanznx berkata:

    kya~ ff baekyeol yang gue suka . 🙂 .
    itu kenapa si chanyeol?? . mau meninggal ato mau hidup lagi?? . 😀 -,- .
    satu kata buat Baekhyun dan Mija eon . “FIGHTING!!” . 😀 ^^ .

  7. sunaaoi berkata:

    huaaa aku seneng banget akhirnya ff ini lanjut 🙂
    ceritanya buat aku jantungan hehehe…

    hah? kira-kira yeolie kemana ya? menghilangnya itu sama seperti part sebelum-sebelumnya, yang akhirnya baek ketemu sama tubuh asli yeolie :/

    yasudahlah… tetap semangat membuat ceritanya dan publishnya jangan lama-lama hehehe
    Semangatt… 🙂

  8. Jyeehyun berkata:

    Apa maksud semua ini…..
    Aaaaa chanyeol mau kemana, bingung tolonghhh
    Author jangan gitu ah bikin penasaran ajaa

    Next chapter jangan lama lama/waitingitugaenak/
    Salam perjuangan authornim tercintahh:*

  9. amelia berkata:

    chanyeol balik ke tubuhmya kah?? atau gimana?? bikin penasaran authornya.. u,u
    next chapter di tunggu thor.. ^^

  10. adezenianggraeni berkata:

    eoh eottokhe ? Chanyeol kemana ? Apa balik ke tubuhnya? Apa dia sadar? aaaa~ eonni jebbaaaaallll jangan lama-lama publish part selanjutnya.

    Oh Mi Ja eonni hwaiting !!!

  11. prima berkata:

    yg laen pada komen chanyeol kmana ??? #kepo deghh #just kidding #nie chanyeol ma aq …
    buat teteh (?) mija, i lop u so muchhhhh, muach #flying kiss

  12. maudy123 berkata:

    Aduh telat~ kirain belum publish maklum lg fokus sama UTS dan COMEBACK EXO *siapa yg nanya*
    lanjutin terus ya chingu! ^^
    Aku punya firasat kalo chanyeol menghilang karena bakal sadarkan diri dari koma.. tpi gtau sih ^^

  13. tia08 berkata:

    loh loh yeol kok hilang, jangan2 dia kembali ke tubuh’a dan bangun dari koma’a atau jangan2 bakal terjadi sesuatu ma baekhyun?

    asli sukses bgt bikin penasaran, keren~ sangat keren~
    ditunggu bgt lanjutan’a, jangan lama2 ne 🙂

  14. wulanaprian berkata:

    Let me guess. Mungkin si Chanyeol mau sadar dr komanya. Makanya dia merasakan sakit teramat sangat di bagian dada. Tp sayangnya baek ga denger dan chanie ngerasain sakit sendirian *sotoy*

  15. Tiikaa berkata:

    Wihhh. Itu chanyeol knapa menghilang? Apa jngan2 dia balik ke tubuh nya ya eon? Trus ntar baekhyun gmana? Apa dia bkalan nyadar klau chanyeol menghilang. Trus apa diaa bsa ngalahin myungsoo dia arena balap nnti.. penaasaraaannnnb

  16. yomollayo berkata:

    wah penasaran banget aama lanjutan ff nya
    jangan jangan chanyeol sudah mau sadar dari koma nya atau ada hal buruk yang bakal terjadi pada Baekhyun?
    next chapernya selalu di tunggu.. fighting oh mija eonni

  17. kim sangri berkata:

    Uwahhh..daebak. Mianhamnida unnie,aku telat baca hehehe ^^V

    Chanyeol meninggal?! Oh tidaaakkk. Tapi kayaknya enggak ya un? Lanjutnya jgn lama2 un *maksa
    semangat buat lanjut ya unnie!!! Jangan lp sm ff Sixth Sense nya ya..aku tunggu eh ralat kami tunggu!!

  18. jungdongae berkata:

    chanyeol menghilang lagi??
    moga-moga si chanyeol ngga kenapa-napa..

    aku bingung..
    katanya chanyeol bisa megang benda mati..
    tapi kok dia bisa nembus pintu kamar rumah sakit ya??

    ada yang bisa jawab ngga?

  19. ShinNitaO berkata:

    Kenapa juga Chanyeol suka berada di atap, lucu juga sih kalau hantu basah hhha. Kenapa juga Chanyeol jadi penakut begitu, melihat tubunhya sendiripun tidak beranai. Oh… ayolah Park Chanyeol.

    WAITTTT!!! Baekhyun pergi, dan tiba-tiba dada Chanyeol sakit. Apa hubungannya?? Dan Cahnyeol juga menghilang, oh kemana kau pergi Park Chanyeol. kematian??? TIDAAAAAAK, Chanyeol tidak mungkin mati, pati dipanggil untuk kembali ketubunhnya. Iyakan iyakan. AArgh yang aku tunggu adalah Chanyeol sadar dan hidup kembali. DAEBAKK

    Sungguh cerita yang rumit tapi sungguh sungguh KEREEEN!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s