I was Your Destiny

i wash your destiny

Author                  : @moccappucino_
Judul cerita         : I was Your Destiny
Tag tokoh            : Lee Donghae
Genre                   : sad romance
Rating                   : PG 15
Length                  : oneshot

hallo , ini fanfiction pertama yang aku buat.pernah aku publish di blog pribadi kangrisungterritory.wordpress.com dan di superjuniorff2010.mohon maaf kalo masih ada typo . semoga suka kkk~

Happy Reading ^^

Author POV

“yakk,oppa ini sudah siang.oh ayolah cepat bangun. “

Risung mendesah frustasi setiap kali harus membangunkan suaminya ini.bayangkan saja dari lima belas menit lalu ia berusaha mengganggu mimpi indah suaminya, tapi usahanya sangat sia-sia karena sang suami tak bergerak barang sesenti pun.

sudah berbagai ancaman ia gunakan tapi suaminya itu tetap tak perduli.tapi ia tau sebenarnya suaminya itu sudah bangun hanya saja sepertinya suaminya itu sengaja mengerjainya.ia mendekat untuk menarik tangan suaminya tetapi wajah polos suaminya saat terpejam membuatnya mengurungkan niatnya.wajah itu begitu tampan tapi begitu kontras saat mata itu terbuka,hanya ekspresi kekanakan yang ada dalam wajah tampan itu.

“apakah aku begitu tanpan yeobo?kkk~”

kekehan itu membuat Risung mengerucutkan bibir sebal.suaminya itu hobby sekali  membuatnya merasa jengkel disetiap pagi.tak pernah merasa puas jika sudah menggoda istrinya.

“yak cepat mandi,jangan banyak bercanda ini sudah jam tujuh oppa.bagaimana bisa perusaan Lee dipegang oleh Direktur sepertimu.”

itu bukan pertanyaan melainkan sebuah pernyataan.Risung tak habis pikir dengan kakek mertuanya,menyerahkan perusahaan sebesar itu pada cucunya yang tak memiliki jiwa dewasa sama sekali.masih ada kakak iparnya yang setidaknya lebih bijaksana dari pada suaminya itu.sekalipun Donghae suaminya itu adalah cucu kesayangan, seharusnya tak semudah itu kan?itu tanggung jawab yang besar,dan parahnya harus dipegang oleh tangan direktur seperti ini.

“karyawan-karyawanku tak akan mempermasalahkan itu.harabeoji juga tak akan memarahiku sekalipun aku meliburkan diri sebulan penuh jika pada akhirnya akan ada tangisan bayi dirumah ini.ah uri aegi. ”

GLEKKKK

Risung merasa menelan batu panas saat kalimat harapan itu tertangkap oleh indra pendengarnya,merasa panas dirongga dadanya saat melihat wajah suaminya begitu berbinar saat mengatakan ‘uri aegi’.ia juga menginginkan tangisan bayi itu ada dikamar ini,dirumah ini.ia begitu tau suaminya itu sangat menyukai anak kecil,sangat tau bahwa sang suami menginginkan anak darinya bahkan sebelum menikah ia sudah mengetahui hal itu.tapi dua tahun sudah usia pernikahan mereka dan sampai detik ini tak ada sedikitpun tanda-tanda kehamilan dalam rahimnya.dokter tak mengatakan ada masalah dalam rahimnya tapi kenapa bayi itu tak kunjung datang?air matanya mendesak keluar.

“mianhae oppa.”

sontak mata Donghae mengarah padanya,Donghae mengutuk dirinya sendiri saat melihat perubahan wajah istrinya.ia hanya kelepasan bicara dan tak menyangka akan mendapat respon sepeti ini dari sang istri.air mata itu turun begitu deras tanpa isakan dan itu berati  istrinya begitu terluka.

Sialann,

“yakk,uljima.maafkan aku,aku tak bermaksud menyakitimu.kita belum diberi kepercayaan.mungkin ini salahku karena begitu kekanakan sehingga Tuhan belum menitipkannya pada kita.uljjima.”

kalimat penyesalan itu begitu lancar keluar dari mulut Donghae,merasa harus menyumpal mulutnya sendiri lain kali.ini bukan pertama kalinya Risung menangis karena ucapannya.

“maafkan aku oppa tidak bisa memberi anak padamu.bahkan ini sudah menginjak dua tahun usia pernikahan kita.aku istri yang tak bergu…” Donghae menghentikan ucapan istrinya dengan memeluknya.

“yakk,jangan berkata sembarangan Sungie~a.bukan tidak bisa tapi belum.jangan bicara seolah kau istri tak berguna,kau sangat berguna.jika tak ada kau,organ yang ada ditubuh ini tak akan berjalan semulus ini.kita sudah berusaha dan Tuhan tak akan tinggal diam. Atau kau ingin berusaha lebih keras lagi pagi ini hmm?”

Menggoda istrinya,cara itulah yang ia lakukan sekarang.mencoba membuat istrinya tersenyum dengan caranya.dan berhasil senyuman menggoda yang ia berikan direspon oleh istrinya walaupun guratan kesedihan itu masih terlihat,setidaknya ia dapat menciptakan senyuman dibibir istrinya.
Risung memukul lengan suaminya,ia tau suaminya itu hanya berusaha menghiburnya.

“cepat bangun dan mandi.harabeoji dan eomma sudah sarapan dari tadi oppa.kau harus pergi keperusahaan.palli”

Sesaat sebelum Risung berdiri dari ranjang tangan donghae kembali menariknya hingga membuatnya terjatuh.Dengan cepat donghae menarik Tengkuk istrinya dan memberikan ciuman selamat paginya.

“Morning Kiss..kkkk”

“aishhh,cepat mandi.”
Risung hilang kesabaran menghadapi tingkah suaminya itu.tapi dia begitu bersyukur mendapat suami beranama Lee Donghae itu.seseorang yang berhasil mengubah marganya sehingga ia mendapat gelar Ny. Lee.ia tersenyum melihat punggung itu menghilang dibalik pintu kamar mandi.hanya beberapa detik karena pintu itu kembali terbuka dan kepala itu menyembul menampakan senyum kekanakan itu. lagi.

“kau tak berniat mandi bersamaku Lee Risung?”

“LEE DONGHAEEEE!!”

“arraseo..arraseo.” kepala itu kembali masuk membuat senyuman itu mengembang kembali.

Donghae POV

Aku kelur dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil yang aku pegang.

“kemana dia?” aku tak melihatnya,atau dia sudah turun.istri yang polos,cantik,baik,dewasa, dia begitu mencintaiku dan paling penting aku juga sangat mencintainya.kupandangi foto besar berlindung figura yang tergantung didinding kamar ini,foto pernikahan kami.aku begitu bersyukur memilikinya.wanita yang dahulu adalah sahabat ku waktu dibangku unniversitas.wanita yang dulu menggandeng tanganku saat aku terpuruk menerima kenyaatan gadis yang begitu kucintai sebelum dia,cinta pertamaku meninggalkanku.aku begitu bersyukur Tuhan menciptakan wanita sepertinya didunia ini terlebih wanita itu diciptakan untuk menjadi pendampingku.aku tak bisa mengungkapkan kata-kata lagi untuk menggambarkannya.

Istriku sudah menyiapkan kemeja dan jas untuk kekantor.setelah memakainya aku segera turun kebawah.menginjak anak tangga terakhir senyumku mengembang melihatnya duduk bersama eomma dan harabeoji.mereka sedang membicarakan apa?

“selamat pagi.” Sapaku ramah.eomma dan sungie~e menyunggingkan senyuman.dua wanita yang sangat kucintai.kepalaku menoleh kearah harabeoji dan mulutku langsung menganga melihatnya tetap menikmati koran paginya.

“aissh,harabeoji tak berniat memberikan senyum pagimu untukku.tega sekali  mengacuhkanku.”

Ucapku manja.kakekku yang sangat kusayangi walaupun sangat menyebalkan.harabeoji yang menjagaku dan eomma saat Appa menyusul halmeoni disurga.harabeoji yang menemaniku dan Donghwa hyung bermain saat kami merindukan sosok appa.harabeoji begitu berharga untukku.

“hmm.kau terlambat empat puluh lima menit donghae~a.” Aishh.. kudengar dua wanita yang kucintai itu terkekeh ,

“yakk,yeobo,eomma kalian begitu senang harabeoji memarahiku eo?”

Aku berjalan mendekat meniciumi pipi-pipi orang yang ada dimeja makan ini.

“sudahlah,cepat makan sarapanmu dan pergi ke perusahaan hae.” ucap eomma padaku.dan istri ku hanya tersenyum.manis sekali.aku mengabiskan sarapanku dengan sedikit cepat.karena jam sembilan memang ada rapat diperusahaan.

“aku selesai,aku berangkat keperusahaan .”

Ucapku sembari mengecup kening istriku.

“hati-hati .” aku hanya melambaikan tanganku tanpa menoleh.

aku memasuki mobilku dan menjalankannya pelan,jalanan kota seoul sudah lumayan ramai jam-jam begini.aku memandangi foto wanitaku yang menggantung diatas dasbor mobilku.neomu yeppeo.
setelah hampir setengah jam perjalanan aku sampai depan pintu perusahaan,aku menyerahkan kunci mobilku pada penjaga depan pintu.banyak pasang mata yang menyapa hormat padaku,aku hanya menyunggingkan senyum indahku ini kkk~.
Direktur  Lee yang tampan siapa yang bisa menolak pesona seorang Lee Donghae.aku masuk keruanganku dan sudah mendapati berkas-berkas yang harus kutanda tangani itu menumpuk dimeja kerjaku.auraku meredup seketika.

Tok tok tok.

“ya,masuk.” Ucapku dengan tetap mencoretkan tanda tanganku pada berkas-berkas sialan ini.
“selamat pagi sanjangnim, sekertaris pengganti nona Han sudah datang dan siap bekerja hari ini.apakah ia boleh masuk untuk menghadapmu sekarang atau setelah rapat?” aku mengangkat kepalaku mendapati nona Jung bagian resepsionis menghadapku.memang sekertaris pribadiku Han MinRi mengundurkan diri karena menikah,dan aku akan mendapat sekertaris baru.

“suruh dia masuk saja nona Jung.”

“baiklah,permisi.” Aku menganggukkan kepalaku dan melanjutkan pekerjaanku.tak beberapa lama pintuku kempali diketuk dan aku menyuruhnya masuk.

“selamat pagi sanjangnim,”

“ya ,pagi.silahkan duduk nona..”
kepalaku terangkat meminta lanjutan namanya,sontak aku berdiri dengan cepat dari kursiku menyebabkan kursi itu mundur menabrak dinding dengan debuman yang lumayan keras.mataku dan matanya langsung melebar mendapati siapa yang ada dihadapan kami masing-masing.aku cukup terkejut dengan kehadirannya diperusahaanku.apa maksudnya? Rahangku mengeras melihat mata itu berkaca-kaca.apa dia ingin berakting didepanku?wajah itu tetap sama dengan wajah gadisku tiga tahun lalu.anggun dan mempesona.ada apa denganmu Lee Donghae?keinginan memeluk tubuh itu menguasai tubuhku.aku mengepalkan tanganku disamping tubuhku.menatap tajam tubuhnya yang berdiri kaku didepan wajahku.kakinya bergetar,aku dapat melihat ketakutan itu.kendalikan dirimu Lee Donghae.

“Brengsekkkk!!” makiku pada diri sendiri

“oppa.Donghae oppa,” kudengar suara merdu itu memanggil namaku,suara yang sama dengan dulu.suara syarat kemanjaan saat memanggil namaku.

“berani sekali kau menampakkan wajahmu dihadapanku lagi Kim Shin Yeong!!”

……..

Risung POV

Setelah membereskan meja makan Aku kembali ke kamar.aku berjalan kearah Lemari dan mencari kalung pemberian Donghae oppa kepadaku,tiba-tiba eomma ingin aku memakainya tetapi aku lupa dimana meletakkannya.ada kotak yang kutemukan disela tumpukan baju Donghae Oppa ,aku mengambilnya,mungkin saja ada didalam kotak itu.
seperti ditampar dengan tangan suamiku sendiri.mataku melebar syok melihat isi kotak itu,foto-foto gadis itu masih tersimpan rapi.hatiku sakit sekali melihat ini,melihat foto saat suamiku mencium pipi gadisnya.gadis yang menjadi cinta pertama suamiku.apa maksud Donghae oppa dengan masih menyimpan foto-foto Shin Yeong? Apa perasaan itu masih ada oppa?dadaku terasa sesak membayangkan kemungkinan itu.apa aku hanya sebagai pelarianmu.pikiran-pikiran buruk itu berputar-putar diotakku.kilasan-kilasan masalalu seperti rol film yang siap menyakitiku.

“aku sangat mencintainya Sungie~a.”

“dia meninggalkanku tanpa alasan.dimana aku mencarinya?”

“aku tak pernah bisa melupakannya Sungie.”

“dia satu-satunya yang bisa membuatku menatap seorang gadis.”

“mau kah kau menikah denganku Risung~a?”

“arrggghhhhhhhhhhhhhh..”

Tubuhku melemas,dadaku terasa kosong tanpa oksigen,kepalaku pusing.Tubuhku merosot dan bersandar dipinggir ranjang.aku tak siap jika harus menerima kenyataan ini,kenyataan bahwa selama dua tahun bayang-bayang cinta masih ada diotak suamiku terhadap cinta pertamanya.hal itu tak bisa disangkal.gadis itu cantik,anggun dan tak ada seorang pria pun yang dapat menolak pesona anggunnya dan aku yakin termasuk suamiku sendiri.

tok tok tok
“risung~a kau kenapa?apa kau didalam” buru-buru aku menghapus air mataku.kumasukkan foto-foto itu kedalam kotak itu lagi dan memasukkannya kelemari tempatnya semula.aku tak mau eomma melihat air mataku.

“ne,eomma.”

Aku membuka pintu mendapati eomma dan harabeoji menatapku kawatir.mereka begitu memperhatikanku.

“gwenchana? Kenapa kau berteriak,apa terjadi sesuatu?kau menangis nak?” tanyanya beruntun.

“anioo,hanya ada serangga yang membuatku sedikit takut.makanya aku berteriak.eomma tak usah khawatir.” Ucapku tersenyum meyakinkan.

“yasudah,aku dan harabeoji turun.kami ada ditaman jika kau perlu sesuatu.”
aku hanya mengangguk dan tersenyum tulus.

Author POV

Donghae hanya berdiam diri diruangannya.kepalanya pusing memikirkan kejadian hari ini.gadis yang mati-matian ia lupakan kembali datang seenak kakinya.apalagi ia harus siap bertemu setiap hari dengan mantan kekasihnya itu, dan parahnya sebagai sekertaris pribadi.ini benar-benar gila menurutnya.Takdir sedang bermain-main dengan kehidupannya.

“dokter memfonisku mengidap kanker oppa,aku sakit mengetahui itu.aku berfikir bahwa aku akan mati dan meninggalkanmu.aku tau kau begitu mencintaiku maka dari itu aku pergi sebelum kau melihatku mati.aku lebih memilih kau membenciku dari pada aku melihatmu  terluka saat detik-detik kematianku.aku pergi keluar negeri mencari pengobatan.dan ternyata aku sembuh selama tiga tahun pengobatanku itu.aku kembali ke Korea untuk mencarimu,hanya untukmu.tapi aku tak menemukanmu dirumahmu.dan hari ini aku sama sekali tak tahu jika kau yang akan menjadi Bos ditempat kerja baruku.maafkan aku oppa.”

“aku sudah menikah Shin Yeong~a.”

“ini gila,,Brengsekkk arrggghh..”

Donghae memporak porandakan meja kerjanya.merasa benar-benar merasa frustasi dengan keadaannya ini.ia mengacuhkan beberapa karyawan yang masuk keruangannya.

“bersihkan ruanganku.aku pulang.”

“ne sanjangnim.”

Donghae berjalan keluar dari perusahaan dan melihat gadis itu menunduk.pria itu tak memperdulikannya hatinya masih tak sanggup melihat gadis itu dalam jarak pandangnya setelah tiga tahun menghilang.Donghae berjalan menuju parkiran memasukkan kunci dengan tergesa-gesa.menginjak gas dan melajukan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata menuju rumah,tak sampai lima belas menit ia sudah sampai dan meletakkan mobil sembarangan.otaknya  kacau.tanpa menyapa orang-orang yang ada ditaman depan ia langsung menuju kamar dan mendapati Risung duduk dipinggir ranjang.

“ohh,oppa.kenapa kau pulang.ini baru jam dua belas.bukankah ini belum waktunya makan siang eo?”

Pria itu melemparkan tas kerjanya sembarangan dan berjalan memeluk Risung.Risung sedikit syok dengan perbuatan Donghae yang tiba-tiba, ia merasa ada yang tak beres dengan suaminya itu

“ada apa dengan suamiku hm? katakan?” ucapnya lembut sembari mengelus punggung Donghae.
“anio,hanya malas dikantor.aku ingin pulang.dan memeluk istriku.”

Risung tak semudah itu percaya,ia hanya diam dan tak mau bertanya lebih.mana mungkin ia hanya kekantor beberapa  jam dan pulang kalau tak ada masalah yang mengganggunya.ia begitu memahami suaminya itu.mungkin suaminya belum mau bercerita sesuatu padanya.pandangan Risung mengarah pada pintu lemari.ia teringat foto itu.
ia tak boleh terlihat sedih sekarang.

“ganti bajumu dan istirahatlah oppa.” Ucap Risung sambil melepas pelukan manja Donghae.Donghae merasa bingung dengan Risung seperti ada yang menganggu pikiriran istrinya itu,tak mungkinkan dia tau permasalahannya tadi.ia mengganti pakaiannnya dan menyuruh Risung menemaninya dikamar.

Pagi ini Donghae merasa ragu pergi keperusahaan,ia takut perasaannya kembali lagi.bahkan ia tak sempat sarapan menyadari ini sudah jam setengah sembilan dan ia belum berangkat keperusahaan.ia tak bisa mencampurkan masalah pribadinya dengan perusahaan.ia mendapati Shin Yeong yang menunduk menyapanya.hatinya kembali berdesir melihat senyuman Shin Yeong.ia segera masuk keruangannya.

“ada apa denganmu Donghae,ingat istrimu dirumah.aishhh..apa mungkin aku masih memiliki perasaan padanya.mengingat alasannya kemarin.ia tak benar-benar berniat meninggalkaku.tapi aku juga mencintai Risung.dia sudah menemaniku selama tiga tahun ini.mana bisa aku bersikap egois seperti ini.maafkan aku.”
ia berbicara sendiri sembari memandangi fotonya bersama Risung dimeja kerjanya.ia memijat pelipisnya ,ini sangat memusingkan baginya.ia harus fokus hari ini.perusaannya sedang bersaing dan perusahaan Lee harus memenangkan tender itu melawan perusahaan Kim Ryeowook itu.

“ayo Lee Donghae.”

Saat masuk ruang Rapat ia dapat melihat sekertaris barunya itu melangkahkan kaki dibelakangnya karna itu memang tugasnya sebagai sekertaris pribadi.satu setengah jam ia berada diruang rapat itu tanpa bisa tak memandang sekertarisnya itu.sesekali mata mereka bertemu pandang dan desiran itu memang masih ada.

“Selamat Tuan Kim,perusahaan kami menjatuhkan pilihan kepada perusahaan anda,dan  untuk anda tuan Lee mungkin lain kali kita bisa bekerja sama .”

Ucap direktur Park pemilik perusahaan terbesar dikorea,Donghae membuang nafas pendek sebelum menerima jabatan tangan itu,mencoba tersenyum menanggapi perkataan lawan bicaranya.ia kalah,untuk pertama kalinya ia tak bisa memenangkan sebuah tender besar.harabeoji pasti kecewa.

“ne,semoga lain kali kita bisa bekerja sama.”

Risung POV

Aku berniat mengantarkan Makan siang ini untuk Donghae oppa mengingat ia tak sempat sarapan,pasti ia kelaparan.aku memasak spesial untuknya.semoga ia menyukai hasil kerja keras memasakku ini.aku mengendarai mobil dengan kecepatan sedang jalanan seoul cukup ramai karena ini waktuu jam makan siang.para karyawan pasti pergi untuk makan siang didekat-dekat kantor mereka.aku sudah sampai diperusahaan dan menemui Nona Jung selaku resepsionis.

“annyeong Nona Jung”

Sapaku Ramah,kami sudah saling mengenal.karena aku memang sering kesini untuk sekedar menemani Donghae oppa makan siang atau mengantar berkas penting yang tertinggal.

“ah,annyeong Ny.Lee.apa ada yang bisa kubantu?”

“apa Direktur Lee ada diruangannya,aku ingin mengantar ini.” Ucapku sembari menunjukan bekal yang kubawa.Nona Jung tersenyum membuat pipiku memerah.

“Lee sanjangnim ada diruangannya baru selesai rapat.anda bisa langsung keruangannya.aish mesra sekali membuatku iri saja.” Ucapnya menggoda.aku hanya memamerkan senyumku terhadapnya.

“gomawo nona Jung.annyeong.”

Aku pergi keruangan Donghae Oppa,aku ingin memberinya kejutan karena aku tak sempat mengabarinya jika aku kemari.

“Opp…aa”

saat aku membuka pintu mataku melebar syok melihat pemandangan didepanku.gadis itu berada disini.diruangan suamiku.dan parahnya dalam keadaan yang tak pantas untuk kulihat.kedua bibir itu menyatu membuat gerakan-gerakan kecil.tangan kekar itu,melingkar sempurna pada Pinggang ramping itu.dadaku sakit.kakiku melemas.ini buruk.sangat buruk.makanan yang kubawa jatuh berantakan.air mataku lolos begitu mudah.aku seperti tak menapak bumi lagi semua terlihat buram dimataku.

“Risung~aa..”

Tautan bibir itu terlepas,pelukan tangan suamiku itu juga terlepas.dan jantungku juga terasa lepas dari tubuhku saat kedua pasang  mata itu terarah padaku.mata pria yang selalu kusukai menjadi mata yang menyeramkan untukku saat ini.kalian terkejut?terganggu? maaf aku akan pergi.aku berlari tak tentu arah menabrak karyawan-karyawan yang menyapaku .aku tak perduli ,yang aku pikirkan bisa cepat sampai dimobilku dan pergi dari tempat ini.ia mengejarku.maaf aku tak perduli.

“risung~aa buka pintunya.aku mohon,ini salah paham. Risungg~aa..”

Ia menggedor kaca mobil,aku menguncinya dari dalam.aku menyalakan mesin mobil dan menginjak gas dalam membuat mobil ini melaju sangat cepat.air mataku tak henti-hentinya turun.aku masih hidup kah ?kenapa tubuhku terasa tak memilikin organ.ponselku terus berdering menampilkan namanya,aku tak menghiraukannya.kuambil ponselku dan kuambil baterainya melemparnya ke jok belakang,aku butuh sendiri.

Donghae POV

Setelah rapat itu aku kembali keruanganku,dia masih mengikutiku.aku tak bisa berada dekatnya seperti ini terus.ini tak boleh terjadi.tapi aku benar –benar merindukan sosok itu.aku berbalik dan ini diluar dugaanku kutarik tubuhnya dan menciumnya dengan brutal.dia hanya diam.aku ingin menghentikan ini tapi setan dalam tubuhku tak mengijinkannya sampai suara itu terdengar olehku.

“Opp…aa”

“Risung~aa..”

Spontan kulepaskan tubuh mungil itu,matanya juga terbelalak syok melihat siapa yang berdiri diambang pintu ruangan.wajah wanitaku terlihat sangat terluka.mataku menangkap apa yang dibawanya terjatuh tak berbentuk dilantai.makan siang.aku menyakitimu lagi.dia berbalik dan berlari menuju keluar.dia terlihat linglung menabrak karyawan-karyawanku.apa yang dia lakukan?menaiki mobil dengan keadaan sepeerti ini,ini akan membahayakan nyawanya.

“Risung~aa buka pintunya.aku mohon,ini salah paham. Risungg~aa..”

Ia tak menggubrisku,ia terus melaju dengan kecepatan tinggi.aku berlari menuju ruanganku lagi untuk mengambil ponselku,aku melihat Shin Yeong diruanganku berdiri kaku.

“maafkan aku oppa,ini salahku.”

Dia menangis,bodoh.ini salahku.aku mencoba mengabaikannya dan mencari ponselku.Risung terpenting saat ini.beberapa kali aku menghubunginya tak diangkat dan sekarang mati.

“Sialan,brengsek,bodohh.. Donghae Bodohh arrgghh..”

Aku membanting ponselku dan berlari keluar menuju parkiran.aku harus pulang dan menjelaskan semuanya,aku tak mau ia pergi meninggalkanku.itu buruk.
aku melajukan mobilku dengan kecepatan diatas rata-rata.aku tak perduli dengan lampu lalu lintas yang kuterobos.aku harus cepat sampai rumah.

Aku membuka pintu dengan sangat kasar.Eomma dan Harabeoji menjingkat kaget dengan apa yang kuperbuat.wanitaku belum pulang.

“yakk,anak kurang ajar.dimana sopan santunmu hah?”

Aku tak perduli dengan makian harabeoji,aku menuju kamar dan masih tak menemukannya.aku kembali turun dan melihatnya duduk disebelah eomma.wajah itu mencoba biasa-biasa saja tapi itu tak cukup berhasil sayang.maafkan aku.

“eommonim harabeoji,aku lelah aku ingin kembali kekamar.”

Dia berlalu melewatiku,kepala itu tertunduk dan berjalan menuju kamar kami.aku mengikutinya dari belakang.ia terduduk dengan tatapan kosong.ia melihatku dan tersenyum.kau tau,untuk pertama kalinya dalam hidupku melihatmu tersenyum itu menyakitiku.aku berjalan mendekat.

“ini tak seperti yang kau fikirkan,sungguh ini diluar dugaanku.”

“aku tak menyalahkanmu oppa,sungguh.jangan membahas masalah ini lagi hm?aku mohon.
aku tak ingin Harabeoji dan eomma tau.aku hanya syok.aku baik-baik saja sekarang,ijinkan aku menenangkan diri,sebentar saja .”

Ia berdiri dari duduknya dan melangkah kekamar mandi.ia mengunci pintunya.dan kudengar ia menyalakan sower.tak mungkin ia mandi siang seperti ini.ini hanya caramu menutupi tangismu kan sayang?mianhae,jeongmal mianhae.
pertama kali sejak tiga tahun lalu,air mataku kembali jatuh.aku mengingkari janjiku.

“oppa tak boleh menangis lagi,aku yakin ia memiliki alasan lain.kau harus percaya itu.”

“jika tersenyum kau lebih tampan oppa,jeongmal.”

“berjanjilah padaku,kau harus hidup dengan baik.jangan menangis lagi.jika berjodoh,kalian pasti bertemu lagi,percayalah padaku.jangan menangis lagi yaksok?”

“yaksokk”

Aku bodoh.

Shin Yeong POV

Aku tetap berdiri kaku diruangan ini,kakiku terasa berat untuk melangkah barang semili pun.tak perduli dengan kehadiran karyawan-karyawan yang menyaksikan kejadian tadi.aku berdosa,kenapa aku sungguh bodoh untuk tetap bertahan disini.alasanku kembali sudah tak ada.aku menyakiti wanita lain demi egoku.aku bodoh.

“Shin Yeong,apa yang terjadi?” kulihat Jung Sena berbicara padaku
“aku jahat,aku bodoh Sena~ah.aku menyakitinya.aku menyakiti mereka.”

Sena menatapku tak percaya setelah mendengar apa yang kuceritakan padanya,tentang masa laluku dengan Pria itu.ia terlihat bingung sekaligus syok dengan penuturan ku.

“apa yang harus ku lakukan.aku bersalah.aku tak mau merusak rumah tangga mereka.”

“jelaskan semuanya”

Aku menatapnya.

“jelaskan semuanya pada Ny Lee.”

Author POV

Sejak kejadian itu Risung menjadi pendiam, tak seperti biasanya juga seorang Lee Donghae mampu bangun pagi tanpa dibangunkan.ia merasa tersiksa dengan keadaan rumah tangganya,Risung memang tetap menjalankan kewajibannya.memasak dan menyiapkan baju untuknya.Donghae merasa bersalah pada istrinya itu.ia harus berbuat apa untuk mengembalikan istrinya.

“oppa,ayo sarapan.ah dasimu begitu berantakan.”

Risung mendekat kearah Donghae untuk  membenarkan dasi.selalu menghindar dari kejaran mata donghae yang berusaha untuk mendapat balasan.menolak untuk saling bertatap muka.Risung mundur menjauh setelah membenarkan dasi Donghae.Donghae mengacak rambutnya frustasi melihat penolakan istrinya.ia berangkat keperusahaan tanpa sarapan.lagi.

“aku harus bagaimana,?”

Donghae tak pernah konsentrasi saat menyetir.berulang kali ia hampir menabrak pejalan kaki.sampai pada akhirnya ia selamat sampai perusahaan.beberapa sapaan karyawan tak digubrisnya.ia mengasihani dirinya sendiri dan ia benar-benar merutuki kebodohannya.ia masuk kedalam ruang kerjanya.Donghae duduk sembari melipat kedua lengannya diatas meja,menyembunyikan kepalanya dibalik lipatan kedua tangannya sangat lama ia berada dalam keadaan seperti itu.ia tak bisa menghirup nafas dengan benar jika tanpa wanita itu disampingnya.Shin Yeong memang Cinta Pertamanya tapi itu masa lalu baginya dan Kang Risung adalah masa depannya.ia mendengar derap langkah yang mendekat kearah meja kerjanya.ia tak perduli,ia menutup telinga.

“maafkan aku,ini salahku.aku akan pergi dan kembali keluar negeri.ijinkan aku menebusnya.aku akan menjelaskannya pada istrimu.”

Donghae mengangkat kepalanya.melihat Shin yeong yang berlutut sembari menangis.gadis yang berlutut didepannya itu benar-benar terlihat merasa bersalah.Shin Yeong tak sepeuhnya bersalah.ini juga salahnya yang tak bisa mengontrol diri.ia berdiri dan menghampiri gadis itu.menyentuh lengan ramping itu dan membantunya berdiri.memegang kedua bahu Shin Yeong.

“ini bukan sepenuhnya salahmu,ini juga salahku.jangan terlalu menyalahkan dirimu.kau hanya perlu membantuku menjelaskannya pada Risung.”

“aku benar-benar minta maaf.”

“aku mengerti.” Donghae memeluk Shin Yeong untuk memberi kekuatan pada gadis itu.walaupun Donghae sendiri sebenarnya butuh kekuatan.dan nyatanya kekuatannya berada pada Istrinya.tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat pelukan itu.ia tak mendengar percakapan sebelumnya yang ia tau adalah pelukan pria yang ia sebut suami kepada sang mantan kaekasih.

“kalian memang ditakdirkan untuk bersama.” Ucapnya pelan dan hanya ia yang bisa mendengarnya.ia pergi dengan senyuman perih.

Risung POV

Apa aku harus mendiamkan suami ku seperti ini terus-menerus?aku tak bisa seperti ini,bahkan aku tak mendengarkan penjelasnnya sedikitpun.itu memang keterlaluan tapi mungkin aku hanya salah paham padanya.dadaku kosong tanpa dia disampingku.dia melewatkan sarapannya untuk menghindariku.ini juga salahku mengacuhkannya.apa aku harus pergi keperusahaannya dan mengantarkan makanannya.mungkin itu hal benar.
aku menyiapkan sarapan untuknya.makanan kesukaannya dduboki dengan saus keju diatasnya.sedikit aneh tapi aku heran karena dia menyukainya.

“kau mau kemana Risung~a?”

Aku menoleh kebelakang dan mendapati harabeoji berdiri menghadapku.

“harabeoji,,aku akan mengantarkan makanan ini untuk donghae oppa,ia tak sarapan tadi.ini masih pagi pasti ia lapar .”
“apa kalian ada masalah?kulihat kalian tak seperti biasanya.katakan padaku jika ikan pendek itu melakukan hal buruk padamu,kurontokkan giginya.”
aku hanya tertawa menanggapi omongan harabeoji yang membelaku.harabeoji dan Donghae oppa saling menyayangi walaupun diluar selalu terlihat bertentangan.

“anioo,hanya masalah kecil.kami bisa mengatasinya harabeoji.baiklah sarapan ini sudah siap.aku pergi.”

Aku mencium pipi harabeoji dan meninggalkan rumah.aku memilih menaiki taksi ,aku sedang tak ingin mengendarai mobil saat ini.aku berjalan menuju Ruangan Donghae oppa.aku membuka pintu ruangannya, sedetik kuurungkan niatku saat kejadian itu kembali terjadi.suamiku kembali melakukannya.pelukan yang  mereka lakukan.aku merasa menjadi penghalang diantara mereka.menjadi tembok tak kasap mata yang mencoba memisahkan mereka.mereka masih saling mencintai.kau harus sadar itu Risung~a.
“kalian memang ditakdirkan untuk bersama.” Ucapku lirih.
aku harus segera pergi dari perusahaan ini sebelum mereka melihatku.ini saatnya aku mengalah,saatnya aku harus pergi.aku menemukan jawabannya.mengapa aku dan Donghae oppa tak pernah diberi kesempatan memiliki anak.ini jawabannya.kami dilahirkan bukan untuk bersama.
aku hanya tersenyum tipis membalas sapaan Jung Sena.berlari pulang dan aku harus pergi dari rumah itu.itu bukan rumahku lagi.
aku mengemasi pakaian-pakaian yang akan kubawa.harabeoji sedang tidur dan eomma tak ada dirumah.selangkah lagi aku akan mencapai pintu keluar kediaman keluarga Lee.

“maafkan aku harabeoji,eommonim ini jalan terbaik.” Dengan berat kulangkahkan kakiku keluar dari rumah yang  telah kuhuni selama dua tahun ini.begitu banyak kenanganku dirumah ini.dan saat ini waktunya telah datang menjemputku untuk pergi dari kehidupannya.

Donghae POV

“aku pulang..”

Teriakku saat selesai menutup pintu rumah.kenapa aku merasa rumah ini sepi sekali,dimana penghuninya?aku melihat arah dapur tak ada,taman belakang tak ada,,

“kau mencari Risung ?”

Kutolehkan kepalaku dan mendapati Harabeoji dan eomma sedang melihat tajam kearahku.kenapa firasatku ada yang tak beres.ada apa sebenarnya selama aku bekerja?

“ne,dimana dia.apa dia pergi keluar?”

Aku memandang harabeoji dan eomma bergantian,menuntut jawaban atas pertanyaanku.

“benar dia pergi.dan kurasa untuk beberapa saat dia tak akan kembali.”

Eomma menangis?aku mencerna setiap kata yang keluar dari mulut harabeoji,’tak akan kembali’ apa maksudnya? aku menuntut penjelasan lebih pada dua orang dihadapanku.

“maksud harabeoji apa?”

“kau ada masalah dengannya?aku melihatnya pergi membawa koper sepulang mengantar sarapan untukmu.sejak beberapa hari lalu aku merasa ada yang tak beres dengan kalian Hae.apa kau menyakiti menantuku?KATAKAN!!!!!”

“MWOO?? Kenapa harabeoji tak mencegahnya?aku tak bertemu dengannya diperusahaan,apa mungkin ia melihatnya.kenapa jadi serumit ini..argghhh.”

“aku melihat wajahnya yang begitu terluka,maka dari itu aku tak mencegahnya dan membiarkannya menenangkan diri.aku tau kalian bisa menyelesaikannya.bawa pulang cucu menantuku hae.”

Aku memandangi harabeoji dan eomma bergantian.kuputuskan untuk menghubunginya.dan aku mendengarnya.

“yeoboseo..”

“kau diamana Risung~a,pulanglah.aku mohon,kejadian diperusahaan tak seperti yang kau fikirkan.dengarkan penjelasanku.”

“maafkan aku oppa,ijinkan aku menenangkan diriku untuk beberapa saat.”

Eomma merebut ponsel yang kupegang,wajah eomaku lusuh karena air mata.dia begitu menyayangi Risung,melebihi Kasih sayangnya padaku,dan aku begitu tau perasaan eommaku saat ini,karena aku juga merasakannya.

“pulanglah Risung~a,eomma mengkhawatirkanmu chagi.pulanglah,aku akan memukuli putraku dihadapanmu.kau tak kasihan pada eomma nak?dimana kau biar Donghae menjemputmu.”

“mianhae eomma,aku tak bisa pulang saat ini,aku mohon mengertilah.untuk kali ini hmm.saranghae.”

Tut tut tut eomma menangis histeris,sambungannya terputus,Risung tak mengaktifkan ponselnya.aku harus mencarimu kemana Risung~a.Tubuhku merosot bersamaan air mata ini.tubuhku mati rasa merasakan pukulan-pukulan eommaku.aku juga sangat terluka eomma.aku memasuki kamarku tanpa suara,mengunci pintu dan melempar apapun yang kulihat.aku tak dapat mengontrol emosiku.aku tak memperdulikan gedoran pintu kamarku.ingin aku membunuh diriku sendiri sekarang.mataku menangkap figura foto pernikahan kami.aku terjatuh karena kebodohanku sendiri.

“aku mohon kembalilah,aku mencintaimu … maafkan aku.sungguh maafkan aku”

Author POV

Sudah seminggu sejak kepergian Risung,Donghae mengurung diri dikamarnya.tak memakan apapun yang disediakan oleh Kim ahjumma ataupun eommanya.pintu itu berhasil dibuka dengan menggunakan kunci pintu cadangan yang dimiliki kakeknya. Begitu terkejut mendapati kamar anak dan cucunya begitu berantakan mengalahkan kapal pecah sekalipun.mereka bingung apakah itu masih bisa disebut kamar atau gudang.
mereka dapat melihat kehancuran itu diwajah Donghae.wajah Donghae yang tampan dibanjiri oleh air mata,matanya bengkak dan wajahnya pucat persis seperti mayat hidup.
sedangkan Donghae pun tak dapat merasakan apapun lagi dalam tubuhnya.ia seperti tak memiliki organ berjenis jantung,paru-paru,hati dan sebagainya.semua dibawa pergi oleh istrinya.jika diberi pilihan,donghae lebih memilih mati dari pada hidup tanpa Risung.

“kau tak bisa seperti ini Donghae~ya.carilah dia..eomma yakin dia masih mencintaimu.”

“dia tak akan memaafkan pria brengsek sepertiku eomma.dia tak akan mau kembali padaku,”
Donghae kembali meneteskan air mata,memperlihatkan betapa rapuhnya ia saat ini.Donghae merasa tak punya penyanggah lagi sekarang.

“Pengecut!!!”

Donghae dan eommanya menatap kearah sumber suara.kakeknya berdiri diambang pintu dengan wajah penuh amarah.
merasa cucu kesayangannya itu sangat pengecut jika harus menyerah sekarang.mendengar kalimat putus asa itu keluar dari mulut cucunya menghantarkan sakit sendiri.ia juga menginginkan cucu menantunya itu kembali secepat mungkin.

“jangan hanya diam mengasihani kebodohanmu tanpa berbuat apa-apa bodoh!! Dia tak akan kembali jika kau tak mengajaknya kembali.apa kau sudah mencari ketempat-tempat yang mungkin ia datangi.aku benar-benar akan menendangmu jika kau tak membawanya kembali.”

Setelah mengatakan hal itu kakek donghae pun kembali kekamarnya.membiarkan cucu bodoh kesayangannya itu mencerna kalimat tegas yang ia berikan.
Donghae merasa perkataan kakeknya benar.ia tak akan bisa menemukan wanitanya jika ia terus diam dikamar tanpa melakukan apapun.

“eomma,dia pasti disana.”

Eomma donghae bingung dengan apa yang dikatakan Donghae.mengkerutkan kening menuntut penjelasan,

“aku yakin dia dimeokpo.” Donghae segera pergi  kekamar mandi dan bersiap pergi.ia begitu yakin istrinya pergi ke Meokpo mengingat istrinya itu tak punya siapa-siapa diseoul ini.

Risung POV

Sudah seminggu kepergianku dari rumah itu.aku merindukannya disampingku,tapi aku harus melatih hidupku tanpa dirinya mulai dari sekarang.aku pergi ke Meokpo tempat kelahiranku.mengingat eomma dan appa ku sudah bearada disurga .masih ada Shim ahjumma yang setia menjaga rumah ini dan kami hanya berdua.tubuhku lemas sekali hari ini.perutku sangat mual,tapi aku tak dapat mengeluarkan apapun dari mulutku.kepalaku terasa sangat berat.

Tok tok tok

“ya masuklah.”

“Nona,makanan sudah saya siapkan.apakah mau saya antar kemari saja?”

“tidak ahjumma,aku akan turun.”

Shim ahjumma terlihat  khawatir dengan wajahku.aku tersenyum padanya.

“aku tak apa,hanya sedikit pusing dan mual.mungkin masuk angin,apa Shim ahjumma punya obatnya?”

“apa nona yakin hanya sekedar masuk angin?Nona tidak melupakan siklus bulanan mu?”

Tanyanya ragu,aku melupakannya.seharusnya aku datang bulan dua minggu lalu.aku tak mau mengambil kesimpulan sendiri.aku harus membuktikan dulu pemikiran ini.
aku meminta Shim ahjumma untuk membeli test kehamilan diapotik.dan aku benar benar terkejut melihat dua garis merah yang nampak pada test kehamilanku ini.aku bingung harus merasa senang atau sedih.aku keluar dari kamar mandi berniat mencari Shim ahjumma untuk memberi tahu kabar ini.dan apa yang kudapati setelah membuka pintu kamar mandi membuatku spontan mundur beberapa langkah.wajah pucat itu berdiri dihadapanku.sekarang.siapa yang memberi tahunya aku ada disini?
kepalaku menoleh kesamping mendapati Shim ahjumma berdiri diambang pintu kamar,menuntut jawaban apakah ia yang memberi tahu Donghae oppa jika aku ada disini dan Shim ahjumma hanya menggelengkan kepalanya.

“Shim ahjumma tak memberitahuku sama sekali.dia penurut sekali padamu.dan Shim ahjumma  tolong tinggalkan kami berdua.”

Suara berat itu membuatku memandangnya,aku ingin bergerak memeluknya tapi aku tak boleh melakukan itu.aku akan kehilangan kendali nantinya dan tak bisa melepaskannya.mataku terasa buram untuk memandang apapun ,air mataku sudah mendesak untuk keluar.jangan saat ia berada didepanku.kumohon.

“apa yang oppa lakukan disini?” ucapku berusaha tenang.

“kenapa kau meninggalkanku tanpa mendengarkan penjelasanku Risung~a ? aku hampir mati tanpa kau dalam jarak pandangku.”

Aku menutup mataku membuat air mata itu sukses turun,buru-buru aku menghapusnya.aku mengangkat kepalaku dan menyunggingkan senyum untuknya.untuk calon mantan suamiku.

“dengarkan aku  dan kumohon jangan memotong ucapanku sebelum aku selesai memberi alasanku.” Ucapku tegas tapi tetap tersenyum

“gadismu sudah kembali,cinta pertamamu sudah kembali oppa.aku tau betapa terpuruknya kau saat Shin Yeong pergi meninggalkanmu dulu.aku dapat melihat itu dari matamu.kau masih menyimpan perasaan itu oppa.tidak mudah kan mengabaikan kehadirannya? Tidak mudah kan untuk tak mengacuhkan pesonanya? kau memang tak mengatakannnya padaku atau kau memang tak menyadarinya.tapi ketahuilah,matamu yang berbicara padaku.kau tau,kau memang ditakdirkan bersamanya.kau ingat ucapanku dulu kan?jika berjodoh,kalian pasti bertemu lagi.dan taraaa.. kalian benar-benar bertemu.Tuhan begitu baik padamu.aku hanya akan menjadi tembok untuk hubungan kalian.jangan merasa bersalah arrachi? Sungguh aku tak apa.kembalilah padanya dan ceraikan aku.kita tak ditakdirkan bersama,kau harus tau itu.sekali lagi aku tak apa-apa,jangan menyalahkan dirimu.bisa kau mengerti ucapanku hm?aku tau kau cukup pintar untuk mengerti itu.”

Ternyata air mataku turun sangat deras saat mengucapkan kalimat-kalimat itu.kalimat seolah aku baik-baik saja dengan keadaan seperti ini,dadaku begitu sakit tapi aku berusaha tersenyum meyakinkan .aku menghapus air mata dipipi ‘calon mantan suamiku’ ini.dia hanya diam memandangiku.aku mencoba melihat wajahnya.

“kenapa semudah itu kau melepasku?dia masa laluku Sungie~a.dan percayalah hanya kau yang kuharap menjadi masa depanku.maafkan aku,sungguh.kau boleh memaki ku,kau boleh memukulku.jangan tunjukan senyummu untuk menutupi sakitmu karna itu juga menyakitiku sungie~a.maafkan akuu”

Donghae oppa terduduk dilantai memegang kedua kakiku,apa yang ia lakukan.kenapa ia tak bisa mengerti .aku menyentuh lengannya dan membantunya berdiri.

“Shin Yeong akan menjadi masa depanmu,aku mohon pergilah dan kembali ke Seoul.”

Aku mencoba mendorongnya untuk keluar tapi tenagaku tak cukup kuat.sampai benda itu jatuh kelantai dan berhasil dilihatnya.tes kehamilanku.Donghae oppa mengambilnya dan menatapku tak percaya.

“ini milikmu.benar ini milikmu,tak mungkin ini milik Shim ahjumma.kenapa kau merahasiakannya? Kenapa kau bersi kukuh meminta cerai padaku disaat kau mengandung anakkuu??”

Donghae POV

Ia mendorongku untuk keluar dari kamarnya.tapi maaf ,aku tak berniat pergi Risung~a.aku tak sebodoh itu untuk mengulang kesalahannya yang ketiga kali.sampai aku melihat ada yang jatuh dari tangannya.aku menajamkan pengelihatannku dan mengambil benda itu.tes kehamilan,dan menampilkan dua garis yang menyimpulkan kehamilan.ini miliknya?wajahnya menegang.

“ini milikmu.benar ini milikmu,tak mungkin ini milik Shim ahjumma.kenapa kau merahasiakannya? Kenapa kau bersi kukuh meminta cerai padaku disaat kau mengandung anakkuu??”

Teriakku frustasi,yang benar saja.dia menyuruhku menceraikannya untuk gadis lain dan ternyata dia sedang mengandung anak yang sudah kuinginkan ada dirahimnya sejak dulu.permintaan Konyol yang tak akan pernah kuturuti Sungie~a.

“jelaskan padaku berapa usia kandunganmu?kau ingin aku meninggalkan wanita yang sedang mengandung anakku?itu Konyol.kau lihat ,Tuhan tak mengijinkanmu terlepas dariku.Aku adalah Takdirmu Sungie~ ,kau harus belajar menerima itu jika kau tetap tak mau. dan setelah aku tau hal ini jangan paksa aku lagi untuk menceraikanmu.itu hanya ada dalam mimpimu.sekarang ikut aku kembali ke Seoul.dengarkan penjelasanku.”

Ia hanya menunduk dan menangis menerima ajakanku,aku memberi salam pada Shim ahjumma dan meninggalkan meokpo.aku berhasil membawa Istriku pulang.aku tak sabar melihat ekspresi eomma dan harabeoji saat dirumah nanti.dia hanya diam memandang keluar jendela,aku melupakan sesuatu.apakah ia belum makan.aku menghentikan mobil ku dipinggir kedai penjual makanan.ia harus makan,setidaknya untuk anak kami.setelah membeli makanan itu aku kembali kemobil dan memberikan bungkusan itu padanya.

“makanlah,setidaknya pikirkan anak kita yang ada didalam rahimmu.”

Kulihat ia Dengan berat  menerima makanan itu,tapi sudut bibirku tertarik kebelakang melihatnya memakanan makanan yang ku belikan itu.aku kembali mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang,tak mau membahayakan nyawa kami.aku ingin hidup lebih lama bersama keluarga kecilku.
akhirnya kami sampai dirumah.aku membukakan pintu mobil untuknya menggandeng tangannya masuk kedalam rumah.

“harabeoji,eomma aku membawanya.”

Teriakku..
harabeoji dan eomma terlihat sangat bahagia saat melihat menantu mereka berhasil kubawa pulang.mereka memeluk istriku.

“kalian tau aku tak hanya membawanya,aku juga membawa ini..”

Tanganku kuarahkan pada perut Risung,pipinya terlihat merah merona akibat perbuatannku yang tiba-tiba.aku tersenyum melihatnya.Aku merindukanmu Risung~a.

“apa maksudmu bocah pendek?bicara yang jelas.”

Harabeoji tak punya sikap manis sedikitpun ,padahal aku berhasil membawa menantu kesayangannya.

“abeoji tak tau maksud donghae?Risung hamil.benar begitu Risung~a?”

Eomma bertanya pada Istriku itu dan hanya dibalas senyuman.aku harus membawanya kekamar,ia harus istirahat.anak dan Istriku ku tak boleh merasa lelah.

“Risung harus istirahat eomma,harabeoji.kajja yeobo.”

Didalam kamar kami hanya saling diam.aku tak betah dengan situasi seperti ini.aku melihatnya keluar dari kamar mandi langsung menyuruhnya duduk disebelahku,

“apa kau masih marah padaku?ini giliranku bicara dan kumohon,sekali saja jangan memotong ucapanku arra?”

“saat dia datang sebagai sekertaris baruku,aku memang sangat terkejut.aku memang sedikit merindukannya.tapi apa kau tau,aku masih memikirkanmu.lelaki manapun memang tak bisa menolak pesona anggunnya.kuakui, termasuk aku.tapi pesona istrikulah yang paling kuat yang bisa kulihat.maaf karena aku tak bisa mengontrol emosiku dan menciumnya.nyatanya getaran itu sudah tidak ada Sungie~a.mungkin kau pergi karena melihatku berpelukan dengan Shin Yeong,tapi harus kau tau dia ingin membantu menjelaskan padamu.dia merasa bersalah padamu,dia sudah pergi meninggalkan Korea.kau yang berada disampingku selama tiga tahun ini,dan kaulah orang yang kuharap tetap slalu disampingku sampai aku mati.apapun yang terjadi,kumohon.jangan pernah lagi meninggalkan aku.yakinkan dirimu bahwa aku selalu mencintaimu dan aku juga akan selalu berusaha meyakinkanmu bahwa aku selalu mencintaimu.hanya dirimu ,Lee Risung ku.apa kau bisa mengerti ucapanku Ny.Lee?”

Dia tak mengucapkan sepatah katapun dan langsung memelukku.ia menangis dan kali ini dapat kulihat itu bukan tangisan kesedihan.aku membalas pelukannya.ini yang aku rindukan.saat dimana kami saling tertawa bersama.aku tau, aku adalah alasannya tersenyum. dan dia tau, dia adalah alasanku hidup.hanya sekali, aku berjanji tak akan mengulangi kesalahanku.istriku sangat sempurna.hanya aku yang boleh menjadi suaminya dan hanya aku yang boleh memiliki malaikat sepertinya.ia melepaskan pelukan kami dan menatapku,kuhapus bulir-bulir air mata itu.

“aku juga sangat mencintaimu,tapi..”

Dia menggantungkan kalimatnya,aku takut dengan apa yang akan ia bicarakan nantinya.

“tapi apa sungie~a?” ucapku takut.jangan sampai ia mengatakan hal yang tak ingin kudengar lagi.

“tapi aku akan membaginya dengan uri aegi.” Aku menghembuskan nafas lega mendengarnya.aku menyentuh perutnya.membayangkan akan ada tangisan bayi dikamar ini.anak yang sudah kami tunggu selama ini,akhirnya datang juga.aku bergerak mencium perut istriku yang masih rata.aku memandang wajahnya dan kini wajahku sudah berada pas didepan wajahnya.perlahan maju menikmati kedekatan kami.bibir kami bersentuhan melepaskan perasaan rindu yang kami rasakan.bibirku bergerak pelan diatas bibirnya.merengkuh pinggangnya semakin mendekat tanpa menyakitinya,aku melepaskan tautan bibir kami dan mencium kedua kelopak matanya yang tertutup.aku berjanji tak akan membuat mata indah ini bengkak karena air mata lagi.

“sekarang tidurlah..” aku menyelimuti tubuh kami,aku memeluknya dan menyandarkan kepalanya pada dadaku.terasa hangat jika ia memelukku.merengkuh pinggangnya semakin mendekat dan aku akan tidur nyenyak.

Four years later

Risung POV

Sinar matahari pagi berhasil membangunkanku dari tidur nyenyak.aku mengerjapkan mataku membiasakan sinar matahari memasuki retinaku.masih menikmati hembusan nafas yang menerpa pucuk kepalaku.aroma suamiku yang mampu menenangkan hatiku.aku mengakat kepalaku dari dada bidang suamiku yang kupakai sebagi bantal setiap malam.tapi tangan itu begitu kokoh melingkari pinggangku.kudongakkan kepalaku bersamaan dengan kepalanya yang menunduk melihatku,ku berikan senyumku pagi ini untuknya dan memberikan Morning kiss untuknya.

“ini sudah pagi,cepat bangun.aku harus menyiapkan sarapan oppa.”

Ia kembali memejamkan matanya,tapi aku tau ia tak benar-benar tidur lagi.ia malah semakin merapatkan pelukannya.kucium pipinya dan kembali meletakkan kepalaku diatas dada bidangnya.

“sebentar lagi sungie~a.aku masih ingin memelukmu.”

Aku mengerucutkan bibirku. Dia masih kekanakan -_-

“Eommaaa,appaaaa kalian sudah bangunnn..” kudengar suara anak kecil diluar pintu kamar kami.

“aishh,anak itu mengganggu saja.” Aku memukul dada suamiku,tak benar-benar memukul juga.hanya sebagai peringatan untuk ucapannya.anak sendiri dikatakan pengganggu itu keterlaluan.

“itu anakmu oppa.cepat lepaskan aku HaeRi terus mengetuk pintu oppa.”

Perdebatan kecil kami terus berjalan hingga kami tak sadar HaeRi sudah berdiri disamping ranjang  Donghae oppa dengan bibir yang mengerucut dan muka tertekuk.

BuGGGG

“yakkkk….”

Donghae oppa melepaskan pelukannya dan mendelik kaget melihat siapa yang memukulnya,aku terkekeh geli melihatnyaa.HaeRi memukul Appanya dengan Boneka Nemo besarnya tepat diwajah.aku mengarahkan tanganku dihadapan HaeRi dan Ditepuknya tanganku dengan tangan mungilnya.Donghae oppa mengangkat tubuh kecil anakknya itu untuk naik keatas ranjang.

“heii,berani sekali kau memukul appa hmm?”

“salah appa sendiri tak melepaskan eomma.aku hanya melindungi eomma.”

Donghae oppa mendelik melihat anaknya.aku juga bingung ,dari mana ia belajar kalimat seperti itu.pasti harabeoji.

“astaga,siapa yang mengajarimu?harabeoji eoo.”

Aku terkekeh melihatnya.anak dan appa yang tak pernah akur.

“aku lapar eomma.yakk apppaaaa lepaskan…” Donghae oppa memeluk HaeRi dari belakang dan menidurkannya seperti guling.HaeRi berteriak marah karena kelakuan appanya itu.

“tunggulah dimeja makan.eomma akan memasak untukmu dulu .arrachi?.”

“nee,”  HaeRa memberiku dan Donghae oppa Morning Kiss dan pergi keluar.aku segara turun dari ranjang dan mencuci muka.setidaknya untuk sedikit membersihkan wajahku  sebentar.aku terkejut mendapati Donghae oppa yang mengikuti kekamar mandi.pikiran mesumnya selalu berjalan disaat yang tak tepat.aku mendekatinya dan mencium bibirnya kilat.

“apa kau tak menginginkan adik untuk HaeRi,satu laki-laki mungkin.” Gila.

“Tidak Trimakasih .Haeri masih kecil.”

“oh ayolahhhh..sudah lama kita tak melakukannya,” yakkkk apa-apaan memasang puppy eyes seperti itu.tak mempan.

“ayolah Yeobooo..”

“HaeRi sudah kelaparan  oppa.kau tak kasihan pada anakmu.dia sudah menungguku.”

“tidak,aku tak kasihan padanya.dia selalu menggagalkan rencanaku.”

“yakkkk,dia anakmu.berhenti merengek .”

“ayolahhh…. sebentar saja eo eo eo..aku janji.sebentar saja setengah jam”

“LEE DONGHAEEEEE MENYINGKIRRRR…”

2 thoughts on “I was Your Destiny

  1. dyaheonnie.1808 berkata:

    Untung happy end meskipun sempet nyesek juga. Kesimpulannya, jgn maen api klo ‎​Ъќ>:/ ‎​♏ªªàÛ kebakar. Cuma maen aja ‎​Ъќ>:/ boleh apalagi beneran yach. Bagus cerita ΐπi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s