Finding Happiness (chapter 6 END )

POSTER FINDING HAPPINESS

Title              : Finding Happiness (chapter 6 END)

Author           : @leenami0203

Rating           : PG-13

Length          : Chaptered

Genre           : Angst, Hurt, Family

Main Cast      : Lee Nami (OC), Cho Kyuhyun (super junior), Shin Yong Ra (OC)

Support Cast  : Cho Ahra, Lee Hyukjae, Cho Hana, dll

Akhirnya part terakhir, yeeyy yeeyy. Di part terakhir ini ceritanya author bagi dua karena kepanjangan. Dimohon jangan bosan yaps.

Happy Reading !!

“Wae ?” tanyanya cepat saat melihat Ahra menunggu didepan pintu dengan gelisah.

“Kyu, Eunhyuk menyuruhku untuk mengecek CCTV lantai dua, dan kau tahu apa yang kutemukan? Gambar Yong Ra masuk ke kamar Appa dan Eomma,” Kyuhyun dan Ahra buru-buru masuk ke dalam rumah lalu melihat video CCTV yang merekam kelakuan Yong Ra.

Mata Kyuhyun melotot setelah melihat Yong Ra masuk, lalu keluar dengan dua buah kotak ditangannya dilanjutkan masuk ke kamar Kyuhyun dan keluar dengan sebuah alat game ditangannya.

“MWO? Aish jadi benar dia pelakunya,” Kyuhyun mulai geram dengan tingkah Yong Ra lantas meninju meja didepannya.

“Kyu, kau mau kemana? Tunggu,” teriak Ahra ketika melihat Kyuhyun keluar rumah. Dengan cepat Ahra menarik tangan Kyuhyun, ”Kau mau kemana Kyu?”

“Tentu saja ke rumah Yong Ra, aku ingin meminta pertanggung jawabannya!!” Kyuhyun berkata sambil menahan emosinya agar tidak meluap-luap.

“Percuma kau kesana dengan tangan kosong Kyu, kita bawa rekaman CCTV dan data sidik jari serta mengajak Eunhyuk Oppa untuk mewakili pihak kepolisian. Mungkin dengan begitu Yong Ra mau mengakui kesalahannya,” Ahra memberikan saran kepada Kyuhyun yang hanya dibalas dengan anggukan singkat.

Besoknya, sambil menunggu Hyukjae, Ahra mencoba menenangkan adiknya yang masih saja tersulut emosi dengan memeluk dan mengusap penggungnya. Beberapa saat kemudian ketika Hyukjae datang, Kyuhyun langsung berdiri semangat. Tanpa membuang waktu mereka langsung menuju kediaman keluarga Shin.

Tok tok tok

“Selamat pagi Bibi Shin, apakah Yong Ra ada dirumah?” tanya Kyuhyun ramah dan sopan seperti biasanya.

“Ne, kau langsung masuk saja Kyu”

“Maaf, apakah bisa jika Bibi saja yang memanggilkannya?” Kyuhyun memberi isyarat bahwa  dia tidak sedang sendiri. Eomma Yong Ra yang menyadarinya lantas mengangguk dan memanggilkan anaknya.

Yong Ra sedikit terkejut melihat beberapa orang tamu dirumahnya, lalu membungkuk memberikan hormat. Eunhyuk mulai angkat bicara.

“Shin Yong Ra-ssi, maksud kedatangan kami kesini adalah ingin menanyakan kasus pencurian yang dialami Nyonya dan Tuan Cho…kami menduga kau adalah tersangka utamanya, kami membawa beberapa bukti seperti data sidik jari dan rekaman CCTV,” Nyonya Shin yang duduk disamping anaknya menoleh dengan kaget.

“Benarkah yang dikatakannya?” selidik Nyonya Shin kepada Yong Ra dengan tatapan tajam.

Tidak ada jawaban apapun dari mulut Yong Ra, dia hanya diam sambil menunduk. Tiba-tiba terdengar isakan kecil dan itu berasal dari Yong Ra. Dia menangis.

“Ne, aku melakukannya..hiks..hiks..maaf,” akhirnya pengakuan itu terungkap juga dari mulut Yong Ra. Kyuhyun yang mendengarnya menggeram menahan emosi.

Kyuhyun benar-benar sudah tidak kuat menahan amarah, akhirnya berdiri dan meluapkan semuanya di depan Yong Ra tanpa memperdulikan Bibi Shin di sebelah Yong Ra.

“HANYA KATA MAAF YANG KAU UCAPKAN SETELAH KAU MEMBUAT KEKACAUAN INI?????” Kyuhyun lepas kendali dan membentak Yong Ra dengan keras, sedangkan yang dibentak hanya menangis sesenggukan.

“KAU HAMPIR SAJA MEMBUNUH EOMMAKU DAN KAU MEMFITNAH ORANG TAK BERSALAH, LEBIH PARAHNYA LAGI KAU MENGHANCURKAN KEHIDUPANKU, KAU MEMBUAT ISTRIKU PERGI..APAKAH KAU SADAR?? HA??” Ahra mencoba menenangkan Kyuhyun yang sudah benar-benar kalap. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita jadi dia bisa mengerti perasaan Yong Ra.

Tak di sangka Yong Ra berlutut di bawah Kyuhyun, “Oppa, maafkan aku hiks..aku benar-benar menyesal..aku minta maaf Oppa hiks..hiks.. kau boleh melakukan apa saja untuk membalas perbuatanku,”

Ahra yang melihat hal tersebut memberi kode kepada Eunhyuk untuk mengajak Kyuhyun keluar karena suasana semakin panas. Sedangkan Ahra didalam menenangkan Yong Ra.

Setelah mengerti Eunhyuk langsung membawa Kyuhyun keluar dan menengkannya, Kyuhyun berteriak meluapkan emosinya sambil mengacak-acak rambutnya ketika dia ingin meninju pohon Eunhyuk mencegahnya.

“Jangan meluapkan emosi dengan menyakiti dirimu sendiri Kyu, ikut aku,” Eunhyuk membawa Kyuhyun ke sebuah lapangan luas kosong yang hanya ada hamparan rumput, guna berteriak sepuasnya meluapkan emosi.

Sedangkan di rumah Yong Ra, Ahra masih menenangkan Yong Ra dengan memeluknya dan sesekali mengelus kepalanya.

“Eonni, aku benar-benar sangat menyesal. Mungkin Kyuhyun Oppa tidak akan bisa memaafkan kesalahanku, tapi aku sungguh-sungguh menyesali perbuatanku. Jika diperbolehkan memutar waktu aku ingin mengulang semuanya Eonni..hiks..hiks”

“Aish, apa yang kau bicarakan? Kyuhyun pasti memaafkanmu, percayalah!… Sekarang apakah kau mau menceritakan padaku alasan kau melakukan semua itu?” Yong Ra mengangguk lalu menceritakan semuanya dari awal pernikahan ketika Kyuhyun mengungkapkan perasaannya, menyuruh menceraikan istrinya, menjalin hubungan secara diam-diam, hingga berakhir dengan menendang Nami keluar dari rumah Kyuhyun yang menyebabkan penyakit jantung Eomma Kyuhyun kambuh.

Nyonya Shin yang mendengarkan penuturan anaknya tidak menyangka bahwa anaknya yang selama ini dikenal sebagai yeoja polos mampu melakukan hal selicik itu. Dia benar-benar sudah malu dengan anaknya, bagaimana jika berhadapan dengan keluarga Cho nantinya? Harus menaruh muka dimana?

“Eomma benar-benar malu padamu Yong Ra, jadi ini alasannya kau meminta keluar negeri?” tanya Eomma Yong Ra tak kuasa menahan kekecewaan karena kelakuan anaknya. Yong Ra hanya mengangguk.

“Baiklah Eomma akan mengirimmu keluar negeri, kau bisa menyelsaikan studi mu disana” Eomma Yong Ra mengatakan dengan pasrah dan sedih.

“Eonni, apa yang harus kulakukan agar Kyuhyun Oppa memaafkanku?” Yong Ra masih menundukkan kepalanya dengan tangan saling mengkait karena takut.

“Temui Appa dan Eommaku, katakana pada mereka sejujurnya. Jika Appa dan Eomma memberimu maaf, maka Kyuhyun akan mudah memaafkanmu”

“Bagaimana jika mereka tidak memaafkanku Eonni?”

“Tidak ada salahnya mencoba, aku akan berusaha membantumu” Ahra menghela nafas berat.

***

Dengan sisa keberaniannya, Yong Ra mengunjungi kediaman keluarga Cho untuk meminta maaf sekaligus pamit karena dia akan pindah ke China.

Yong Ra merasa sangat gugup, dihadapannya ada tuan dan nyonya Cho yang menatapnya seperti banteng yang berhadapan dengan sebuah kain merah, hendak menyeruduknya. Sedangkan di sisi kanan ada Kyuhyun yang menunjukkan raut wajah tidak peduli. Dibelakangnya ada Ahra yang mengelus pundaknya untuk membantu memberikan kekuatan.

“Paman, Bibi, sebenarnya kedatangan saya kesini adalah untuk meminta maaf kepada kalian. Saya ingin mengaku bahwa__hiks hiks” belum sempat menyelesaikan kalimatnya Yong Ra sudah menangis.

“Tidak perlu kau lanjutkan, kami sudah tau semuanya dari Kyuhyun dan Ahra. Pergilah sejauh mungkin, maka kami akan memaafkanmu!” ucap Appa Kyhyun datar dan dingin. Eomma Kyuhyun hanya diam saja dengan tatapan menusuk seolah Yong Ra adalah daging yang siap di jadikan sate.

“Nde? Paman dan Bibi sudah memaafkanku? Gamsahamnida, gamsahamnida Paman, Bibi” Yong Ra berkali-kali membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih. Lalu beralih menghadap Kyuhyun, dia berdehem sebentar untuk menghilangkan kegugupannya, “Oppa, apakah kau sudah memaafkanku?”

“Ne, pergilah” jawab Kyuhyun singkat.

“Gomawo,” ucapnya dengan senyuman manis dan tulus. Dia beralih pada Ahra, “Gomawo Eonni,” Ahra hanya mengangguk smabil menepuk bahu Yong Ra.

Yong Ra menuju bandara diantarkan oleh Kyuhyun, sebelum berangkat dia berbalik.

“Oppa, apakah kau sudah menemukan istrimu?” tanyanya yang membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

“Maafkan aku, aku benar-benar menyesal..”

“Sudahlah, aku tau kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan aku sudah memaafkanmu. Baik-baiklah di China, jangan pernah kecewakan orang-orang yang menyayangimu lagi..” Kyuhyun menjawab tanpa memandang Yong Ra.

“Ne. Aku akan berusaha. Oppa……”, panggilnya.

“Aku titip salam untuk Nami dan sampaikan maafku jika kau sudah bertemu dengannya. Aku berangkat dulu. Sampai jumpa…” Yong Ra mencoba tersenyum selembut mungkin. Walaupun kenyataannya hanyalah senyuman pahit yang keluar. Jauh dilubuk hatinya dia masih mencintai Kyuhyun, tapi dia bertekad akan melupakan Kyuhyun dan memulai hidup baru yang lebih menyenangkan.

“Hati-hati!”

Akhirnya satu masalah telah selesai, tapi hati Kyuhyun belum tenang karena Nami belum diketahui keberadaannya.

***

Sudah dua tahun lamanya Nami menghilang.

Setiap harinya Kyuhyun selalu mengunjungi makam Eomma dan Appa Nami untuk sekedar meminta maaf dan memberikan bunga. Dia selalu berharap bisa menemukan Nami disana. Seperti halnya hari ini dia kembali berkunjung, tapi dikagetkan dengan sebuah suara seorang lelaki dibelakangnya.

“Chogio, Anda siapa? Kenapa berada di depan makam orang tua Lee Nami-ssi?” tanya lelaki tersebut yang sontak membuat Kyuhyun bingung dan bertanya-tanya siapa dia, kenapa bisa mengenal Lee Nami.

“Memangnya kau siapa? Kenapa bisa mengenal Lee Nami?” bukannya menjawab Kyuhyun justru balik bertanya sambil memandangi lelaki di depannya dari atas sampai bawah dengan tatapan menyelidik.

“Aku Han Seung Ji, calon suaminya!” jawab Lelaki itu mantap yang berhasil membuat Kyuhyun terkejut dan menatapnya tajam, “kau siapa?” tanya Seung Ji melanjutkan perkataanya.

“Aku Cho Kyuhyun, suaminya!” aku Kyuhyun bangga sambil mengangkat tangan menunjukkan cincin pernikahannya dengan Nami, yang malah membuah Seung Ji kebingungan salah tingkah.

“Ch..Cho Kyuhyun? Ja..jadi kau Cho Kyuhyuh itu?” Seung Ji terkejut dan memandang Kyuhyun sejenak. Tinggi, tampan, pantas saja Nuna menyukainya, pikir Seung Ji dalam hati memuji sosok Kyuhyun.

“Apa kau pernah melihat Lee Nami di sekitar sini? Ah, bukan di sekitar sini saja tapi di semua tempat,” tanya Kyuhyun cepat dan membuat raut muka Seung Ji berubah sedih. Kyuhyun menyadari ada yang tidak beres dengan yang terjadi. Kyuhyun terus menerus mendesak Seung Ji untuk memberi tahu informasi tentang Lee Nami.

“Eng..sebenarnya..eumm..Nuna…eng bagaimana mengatakannya..emmh..” Seung Ji mencoba menjelaskan tapi dia bingung cara menatakannya karena tatapan Kyuhyun yang terus menyelidik membuatnya gugup.

“Katakan dengan jelas, apa yang terjadi,” serobot Kyuhyun tidak sabaran karena dia benar-benar ingin mengetahui keadaan yeoja yang sudah  dua tahun ini dirindukannya.

“Eng..begini Hyung,aku akan bercerita dari awal saja,” Seung Ji memutuskan menceritakan semuanya kepada Kyuhyun.

***

Han Seung Ji POV

Flash back

Sekitar dua tahun yang lalu aku dan teman-teman ku mengadakan acara hiking bersama di luar kota. Ketika perjalanan pulang samar-samar aku melihat nuna sedang berjalan sendirian, keadaanya sangat mengenaskan rambut berantakan, tubuh kurus, muka pucat, dia berjalan dengan langkah gontai sambil menatap kosong kedepan.

Awalnya aku tidak percaya bahwa itu Nami Nuna mengingat dia sudah tinggal bersama keluarga Cho yang kaya raya. Tapi setelah kuliat baik-baik ternyata dia benar-benar Nami Nuna. Aku menyuruh temanku yang mengendarai mobil untuk berhenti karena aku berniat membawanya pulang ke rumah. Aku berusaha meneriakkan namanya beberapa kali.

Betapa terkejutnya aku ketika Nami Nuna berjalan ke tengah jalan, dia sempat membalikkan badan melihatku. Dan yang dilakukannya hanya melambaikan tangannya. Setelah itu…

“NUNAAAA AWAAAAAAAAAAAAAS!!!!!!!”

BRAKKKK

Sebuah mobil kencang yang sedang melaju menabraknya. Aku sangat shock dengan apa yang kulihat, buru-buru aku berlari ke seberang jalan untuk melihat kondisi Nuna. Mataku melebar tatkala melihat darah segar mengalir sangat banyak disekujur tubuh Nuna. Sesegera mungkin aku menelepon ambulan dan eomma ku.

“NAMI NUNAAA JEBAL IRONA, NAMI NUNAAAA…NUNAAA,” aku terus menerus memanggil namanya, tapi Nuna tak kunjung membuka matanya.

Dokter bilang kondisi Nuna benar-benar kritis, dan harus cepat-cepat dilakukan operasi. Tanpa pikir panjang Eomma langsung menyetujuinya, tapi ada sebuah kendala saat itu. Operasi bisa dilakukan jika sudah dilakukan pembayaran setengahnya. Alhasil Eomma pontang-panting mencari pinjaman kemana-mana karena uang tabungannya telah digunakan untuk membelikanku sebuah motor baru. Sebenarnya Eomma ingin meminta bantuan keluarga Cho, tapi dia tidak tahu tempat tinggal ataupun kontak keluarga Cho sama sekali.

Tiga hari berlalu dan kami belum juga mendapat pinjaman uang dari manapun, dan tiga hari itu pula tubuh Nuna tergeletak lemas di rumah sakit tanpa ada penanganan pasti. Nuna hanya dibaringkan di kamar inap biasa dengan selang infus tertempel di tangannya.

Aku merasa tidak tega melihat Eomma kesana kemari mencari pinjaman dana, sejenak aku menyesali kehidupanku yang miskin ini. Akhirnya dengan berat hari aku menjual kembali motor baruku, lalu menggunakan uangnya untuk membayar biaya operasi. Akhirnya operasi itu dilakukan.

Kami menunggu di luar ruang operasi dengan perasaan cemas. Setelah 11 jam lamanya, lampu ruang operasi padam menandakan operasi selesai, dokter keluar ruangan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bagaimana dok?” tanya Eomma panik.

“Maaf, kami sudah berusaha semampu kami. Nona Lee terlalu banyak mengeluarkan darah, dan sekarang saraf kerja otaknya telah mati tapi jantungnya masih berdetak walaupun sangat lemah. Bisa dikatakan pasien mengalami koma, hanya sebuah keajaiban yang bisa menyembuhkannya” terang dokter yang sontak membuat tubuhku lemas. Eomma menangis sesenggukan dipelukanku.

Setelah itu Nami Nuna dipindah ke ruang inap biasa, setiap hari kami selalu berdoa agar dia kembali membuka matanya. Tapi hal itu tak kunjung dilakukannya hingga dua tahun ini.

Nami Nuna hidup dengan dibantu berbagai alat disekelilingnya. Bahkan dokter menyarankan untuk melepas semua alat batu yang digunakan tersebut dan berkata bahwa kita harus mengikhlaskan Nuna. Kami bersikeras untuk menunggu Nuna bangun, walaupun otaknya telah mati tapi jantungnya terus berdetak, itu menandakan ada sebuah alasan mengapa Nuna masih bertahan hidup.

Kami tidak tahu apapun yang terjadi di masa lalu antara Nuna dan keluarga Cho, tapi kami selalu berharap suatu saat ada salah satu dari keluarganya untuk datang. Dan sekarang doa itu terjawa dengan adanya kau –Kyuhyun– disini.

Flashback end

***

Author POV

“Aku akan mengantarkanmu ke tempat Nuna, mungkin dengan kedatanganmu bisa merubah segalanya” ucap Seung Ji setelah menyelesaikan ceritanya.

“Gomawo… Aku harap begitu,” Kyuhyun berbicara dengan nada sangat pelan nyaris tak terdengar.

“Emm…Hyung maafkan perkataanku yang menyebutkan bahwa ‘aku calon suaminya’, aku hanya bercanda. Benar, aku hanya bercanda saja Hyung. Nuna hanya mencintaimu seorang” Seung Ji mengucapkan dengan nada takut-takut.

“Haha gwaenchana, bagaimana kau tahu kalau Nami mencintaiku?” tanya Kyuhyun penasaran dengan yang diucapkan Seung Ji.

“Kau tahu, dulu Nami nuna sering meningap dirumahku. Sebelum tidur kita biasa bercerita bersama, aku menceritakan yeojachinguku sedangkan dia selalu menceritakan sosok ‘Cho Kyuhyun’ yang katanya sempurna itu selama bertahun-tahun hingga aku bosan mendengarnya.” Kyuhyun hanya terkekeh mendengar cerita Seung Ji.

@ hospital

Kyuhyun melihat sosok yeoja di sebuah ruangan bercat putih sedang berbaring lemas dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Lalu pandangannya beralih pada yeoja paruh baya yang tertidur di sofa.

“Itu Eomma ku, dia tidak pernah mau pulang kerumah. Dia takut jika suatu saat ketika Nami Nuna bangun tidak ada orang disekitarnya.” Kyuhyun menatap iba pada kedua sosok manusia berhati malaikat didepannya. Bagaimana mungkin mereka bisa sangat baik hati, pikirnya.

“Enngh…”, Bibi Han terbangun dari tidur dan bingung melihat Kyuhyun di depannya.

“Nugu?” tanyanya.

“Cho Kyuhyun imnida” jawab Kyuhyun sambil membungkukkan badan.

“Aahh jadi kau yang bernama Cho Kyuhyun itu, pantas saja Nami sangat menggilaimu. Kau sangat tampan, nak” Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi pujian yang dilontarkan Bibi Han.

“Ada yang ingin aku bicarakan padamu, bisakah kita keluar sebentar?” Bibi Han memberikan isyarat kepada Seung Ji untuk menunggu Nami, lalu mengajak Kyuhyun ke taman rumah sakit untuk menanyakan masalah apa yang terjadi pada Nami.

Kyuhyun menjelaskan detail masalah yang dialami mereka. Bibi Han hanya mendesah dan merasa kasihan dengan hidup Nami, dia juga merasa menyesal karena tidak bisa menjaga Nami dengan baik.

“Emmh, jika Bibi merasa lelah pulang saja dan istirahat dirumah. Aku akan menjaga Nami” Kyuhyun memberikan saran yang hanya dibalas anggukan oleh Bibi Han.

Sepeninggalan Bibi Han, Kyuhyun terus menggenggam tangan Nami seolah-olah tidak membiarkan Nami pergi jauh. Sedangkan Seung Ji menunggu diluar.

“Kapan kau akan bangun? Apa kau tidak lelah? Apa kau tidak merasa kasihan dengan orang-orang di sekelilingmu? Mereka semua mengkhawatirkanmu,” ucap Kyuhyun.

“Aku bahkan belum meminta maaf padamu,” lanjutnnya dengan mencium punggung tangan Nami.

Eomonim, Abeonim, Ahra, dan Eunhyuk sudah dikabari bahwa Nami telah ditemukan dan sekarang berada di rumah sakit. Mereka semua lekas menjenguknya.

Eomma membelai halus kepala Nami, ”Aku tidak menyangka jika akan berakhir seperti ini, aku menyesal telah memperlakukan mu dengan buruk. Lekaslah bangun anakku,” air mata keluar dari mata Eomma Kyuhyun, lalu buru-buru menyekanya dengan punggung tangan.

Eunhyun melihat dengan pandangan sedih ke arah Kyuhyun, “Kyu, pulang dan istirahatlah. Kau tidak lihat dirimu sangat kacau, sudah 5 hari ini kau tidak pulang. Biarkan kami menjaganya sementara,” Kyuhyun tetap tidak beranjak dari tempatnya dan tetap menggenggam tangan Nami.

“Apa kau pikir Nami akan senang ketika terbangun melihatmu dalam keadaan seperti ini?” sambung Ahra.

Dengan berat hati Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya, lalu mengecup kening Nami sekilas dan keluar meninggalkannya.

***

Hari berganti hari Nami tak kunjung membuka matanya. Namun Kyuhyun tidak pernah lelah untuk menunggu. Dia selalu merawat Nami dengan baik, mengajak berbicara, mencium kening setiap akan tidur dan ketika terbangun, memijat kakinya, dan lain-lain.

Entah kenapa rasanya Kyuhyun ingin mengecup bibirnya, mungin dengan begitu Nami akan bangun seperti yang ada di dongeng snow white ataupun sleeping beauty, pikirnya.

CHUP~

“Engh…” perlahan-lahan Nami membuka matanya.

Kyuhyun membelalakkan matanya lebar-lebar, tak disangka caranya berhasil. Dia buru-buru memencet tombol yang ada disebelah ranjang Nami untuk memanggil dokter.

Dokter memeriksa Nami dan berkata bahwa kondisinya sangat mencengangkan karena membaik secara drastis, tapi Nami masih butuh banyak istirahat agar kondisinya benar-benar pulih seperti semula.

Kyuhyun merasa beban yang selama ini menghimpitnya hilang seketika, berkali-kali dia mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas keajaiban yang diberikan. Buru-buru dia menghubungi keluarganya dan Bibi Han serta Seung Ji.

Kyuhyun terus menerus membelai dan mengecup pipi Nami, sedangkan Nami hanya diam saja bingung dengan yang terjadi.

“Apa aku sudah gila?” tiba-tiba Nami bertanya dengan nada pelan yang membuat Kyuhyun bingung dengan apa yang terjadi.

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

“Siapa kau? Kenapa mencium pipiku sembarangan?” Kyuhyun terkejut dengan pertanyaan Nami, lantas memanggil dokter kembali.

“Kadang kala orang yang baru saja terbangun dari koma masih syok dengan keadaan sekitarnya sehingga dia tidak mengingat apapun, seperti sedang menyusun kepingan puzzle yang tercecer dalam otaknya. Tapi percayalan itu tidak akan berlangsung lama, karena aku tidak menemukan keganjilan di otaknya.” kata dokter itu sambil tersenyum.

Nami menyuruh Kyuhyun keluar ruangan karena merasa rishi dipandangi tanpa berkedip selama lebih dari 3 jam, sehingga meninggalkan Ahra seorang di dalam kamar.

“Nami-ah, apa kau benar-benar tidak mengingat Kyuhyun suamimu?” tanya Ahra menyelidik.

Seketika itu Nami tertawa kencang, “Hahahahahahaha… Kau tahu Eonni, aku hanya berpura-pura amnesia, aku senang sekali melihat wajah bodohnya ketika dia terkejut aku tak mengenalinya…” tapi diluar dugaan, Ahra menatapnya datar tanpa ada tawa yang keluar dari bibirnya.

“Nami-ah, kau tahu apa yang kau lakukan?” tanya Ahra dingin.

“Tentu saja Eonni, hahahaha… Wajah bodohnya sangat mengemaskan bagiku,”

“Sadarkah kau telah membuatnya hampir gila, setiap malam dia selalu menangis berharap kau mengingatnya kembali…dan ternyata semua ini adalah sebuah sandiwara konyolmu? Apakah kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Kyuhyun?”

Nami menghentikan tawanya, lalu sama-sama memasang ekspresi dingin untuk Ahra.

“Perasaan Kyuhyun? Jadi Eonni hanya memikirkan perasaan Kyuhyun? Bagaimana dengan perasaanku? Apakan Eonni pernah memikirkannya?” tantang Nami, Ahra hendak membuka mulutnya tapi Nami kembali menyela.

“Setelah kematian Appa dan Eomma aku seperti kehilang arah, aku tidak tahu harus bagaimana menjalani hidupku. Aku merasa telah menjadi seorang pembunuh, jika saja aku tidak memaksa Appa dan Eomma ku untuk datang mungkin hal itu tidak akan pernah terjadi. Aku selalu dihantui rasa bersalah yang akhirnya membuatku menjadi orang yang lebih dingin, pendiam dan cuek. Bibi Han mengajakku untuk tingal dirumahnya, tapi aku tidak bisa terus-terusan bergantung pada Bibi Han. Dan pada saat itu Eomma mu datang bagaikan malaikat untuk menemuiku dan memintaku menikah dengan anaknya yang sangat membenciku. Awalnya aku sangat semangat membayangkan menikah dengan Cho Kyuhyun, pria yang kucintai selama bertahun-tahun. Tapi apa hasilnya? Aku tidak bahagia sama sekali, aku terus menerus dibuat sakit hati olehnya. Pernahkan Eonni membayangkan jika melihat Hyukjae Oppa mencium wanita lain di depan Eonni dalam keadaan Eonni berstatus sebagai istrinya? PERNAHKAH?” Ahra terkejut mendengar penuturan Nami.

“Nami-ah, aku ha__” belum selesai Ahra menyelesaikan kalimatnya, Nami sudah memotongnya kembali.

“Itulah yang dilakukan Kyuhyun dengan Yong Ra. Perasaan ku sangat hancur melihatnya, tapi aku bisa apa? Aku hanya bisa diam, aku tidak bisa meluapkan emosiku, aku takut Kyuhyun menceraikanku. Perlahan-lahan aku mencoba melupakan kejadian itu, aku menganggap itu hanyalah sebuah rasa kasih sayang antara seorang sahabat. Lagi pula aku berfikir aku masih punya Abeonim, Eomnim, kau dan Eunhyuk Oppa yang selalu menyayangiku,” Nami menahan isakannya agar tidak keluar, sedangkan air matanya meleleh membasahi pipi kurusnya.

“Tiba-tiba kejadian itu datang, kejadian yang sangat menyakitkan melebihi ketika Kyuhyun dan Yong Ra berciuman. Aku sendiri tidak mengerti sama sekali. Eomonim dan Abeonim terus-terusan menuduhku, bahkan Kyuhyun tidak membantuku sama sekali hingga Eomonim terkena serangan jantung. Aku takut, sangat-sangat takut, aku hampir saja membunuh orang yang ku sayang kembali. Aku dihantui rasa bersalah. Aku melihat sorot terluka milik Kyuhyun yang menatap Eommanya. Aku tidak tega aku juga tidak ingin semakin membuat sedih orang-orang di sekitarku, akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Selama 2 hari aku terus berjalan tanpa arah, aku selalu berpikir mungkin aku ini adalah anak pembawa sial. Hingga muncul keinginan untuk mengakhiri semuanya,” Nami menunduk, tetap menahan isakannya dan rasa sakit di dadanya.

BRAKKK

Pintu kamar terbuka dengan menampakkan Kyuhyun yang berlari menuju Nami. Sebenarnya sedari tadi Kyuhyun berdiri di depan pintu sambil mendengarkan percakapan mereka.

“Cukup, tidak perlu kau lanjutkan. Aku benar-benar minta maaf,” Kyuhyun berkata sambil memeluk tubuh Nami erat. Lalu memberi isyarat agar Ahra keluar dari ruangan tersebut.

Kyuhyun melihat Nami terus-terusan menahan tangisannya merasa hatinya ikut perih seperti tersayat pisau.

“Menangislah… jangan ditahan,” Nami tetap tidak mau mengeluarkan isakannya.

“Eomma bilang aku tidak boleh menjadi cengeng,” kata Nami singkat.

Kyuhyun melepaskan pelukannya, lalu beralih memandang wajah Nami dan merengkuh pipinya.

“Hei…menangis itu sama sekali tidak dilarang nona, asalkan tidak berlebihan. Menangislah sepuasmu, walaupun tidak bisa menyelesaikan masalah setidaknya membuatmu lebih lega.” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Beberapa detik kemudian Nami langsung menarik leher Kyuhyun mendekat dan menenggelamkan wajahnya di dadanya dan menangis sekencang mungkin meluapkan semuanya.

Kyuhyun sangat miris mendengar tangisan Nami, tapi setidaknya itu bisa membuat Nami merasa lebih baik.

Merasa isakan Nami mulai menghilang, Kyuhyun beralih mengangkat wajah Nami dan menghapus air matanya.

“Bagaimana perasaanmu?” tanya Kyuhyun.

“Lebih baik dari sebelumnya,” jawab Nami sambil tersenyum ceria.

“Mulai sekarang jangan pernah merasa bahwa kau adalah pembawa sial, seorang pembunuh, ataupun yang lainnya. Arra?” Nami hanya mengangguk menanggapi.

“Kau adalah Nami yang telah berhasil merebut hatiku,” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Nami, sehingga membuat bulu kuduk Nami meremang.

“Bagaimana dengan Yong Ra? Bukankah kau mencintainya?” tanya Nami dengan raut sedih.

“Itu dulu. Sekarang di hatiku hanya ada satu nama yaitu Cho Nami… Ah iya, Yong Ra menitipkan salamnya untukmu sekaligus minta maaf atas kejadian yang disebabkan olehnya. Sekarang dia pindah ke China.” Nami hanya menjawab ‘oh’ sambil mengangguk.

Perlahan-lahan Kyuhyun mendekat, lalu mengecup bibir Nami. CHUP~

Awalnya Nami merasa kaget, tapi lambat laun menutup matanya ikut menikmati. Kyuhyun yang melihat respon Nami semakin semangat melumatnya hingga Nami kehabisan nafas dan mendorong Kyuhyun menjauh sambil terengah. Mereka tertawa bersama.

“Tadi adalah ciuman pertamaku, dan kau mengambilnya”, ucap Nami malu-malu dengan wajah semerah tomat.

“Jinjja? Emm..sebenarnya tadi bukan ciuman pertamamu. Tapi yang ketiga,” Kyuhyun hanya berucap dengan muka polos dan tertawa tanpa dosa.

“MWO?? YAAAKK CHO KYUHYUN”

Semua orang yang sedari tadi di depan pintu sontak tertawa melihat kedua insan itu. Sebenarnya dari tadi Ahra menjadi satpam yang setia menjaga pintu agar tidak ada orang yang masuk dan mengganggu kegiatan romantis mereka. Dan sekarang beberapa orang yang berniat menjenguk Nami sudah menumpuk diluar untuk menyaksikan kegiatan mereka dari kaca pintu dengan rasa haru dan bahagia.

Fin

Fiuh, akhirnya karya pertama selesai juga~. Bangga? Tentu sajaaa.

Terima kasih sebanyak-banyaknya buat readers yang selalu setia mantengin FF saya, para Admin dari fanfiction yang sudah mau memposting FF buatan saya, dan juga keluarga Oppadeul Suju yang sudah mau meminjamkan namanya.

Tanpa kalian FF saya tidak akan sesukses ini #apasih

Peluk cium buat kalian semua, muahh muuuuacch !!!!

4 thoughts on “Finding Happiness (chapter 6 END )

  1. anasetiandari berkata:

    keren.. tapi aku kurang puas cz kyu kurang menderita.. enak bener abis nyakitin nami segitunya trus masi dapet cintanya si nami. knpa gk amnesia aja trus suka ma cwog lain. tp endingnya tetep ma kyu sih. hehe maaf itu cuma khayalan saya thor peace ^^v

  2. kyuwonhae's wife berkata:

    Huua… mudah bgt nami maafin kyu ? Pdhalkan dia bner2 menderita bgt . Kyu hrus y dibri peljaran dlu spya dia bner2 nyesel

  3. esakodok berkata:

    hello saengi..hehehehe..kangen sama. ff mu..
    dan endingnya semuanya bahagia..yongra juga kasihan..pasti dia juga hiduo dgn rasa bersalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s