FF : The Lords of Legend (Chapter 14)

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Desclimer : Cerita ini mengandung istilah dari beberapa mitologi kuno. Cerita ini murni fiksi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika masih bingung dengan istilahnya, silakan liat teaser ^^

Author bener-bener minta maaf karna ngga bisa sering update. Sibuk banget sama kerjaan. Tolong sabar yaa ^^

https://koreadansaya.wordpress.com/2013/05/26/teaser-2/

Sehun’s House, Gangnam-gu, Seoul, South Korea.

Malam harinya, Sehun duduk seorang diri di teras belakang rumahnya dengan memeluk sebuah gitar. Tidak seperti sifat biasanya yang tidak pernah bisa diam, kini ia hanya terpekur di lantai kayu sambil memandangi langit malam.

Pikiran dan hatinya gelisah.

Banyak pertanyaan yang muncul di otaknya sekarang. Apa ini kenyataan? Apa mereka benar-benar bukan manusia seperti yang terlihat? Apa negeri langit memang ada?

Meletakkan gitarnya ke tepi, Sehun meletakkan kedua tangannya diatas lutut sambil memandangi simbol di pergelangan tangannya lekat-lekat. Simbol yang sejak dulu hanya ia anggap sebagai tanda kelahiran.

“Apa aku benar-benar seorang dewa?”gumam Sehun pelan. “Bagaimana bisa? Apa tanda ini benar-benar melambangkan kedewaan? Apa aku benar-benar punya kekuatan?”

Dalam kesendiriannya, ia selalu menemukan dirinya yang serius. Dirinya yang selalu memikirkan semua masalah yang terjadi setiap harinya. Tentang dirinya, tentang ibunya, juga tentang sahabatnya.

“Sehunie”

Tiba-tiba Sehun mendengar suara ibunya memanggil namanya. Ia menoleh ke belakang.

“Oema?”

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Taeyeon sambil menjatuhkan diri disamping Sehun.

Sehun tersenyum tipis, “bermain gitar.”elaknya.

“Benarkah? Tapi, daritadi oema melihatmu hanya duduk melamun disini.”seru Taeyeon lembut membuat Sehun langsung salah tingkah. Ia tertangkap basah sedang berbohong. “Jangan mengedutkan mata kirimu saat kau sedang berbohong pada oema.”

Sehun menyentuh mata kirinya. Selalu seperti itu, saat ia berbohong, mata kirinya selalu berkedut.

Taeyeon tertawa geli, lalu mengulurkan tangannya dan mengacak rambut anak tunggalnya itu.

“Waktu benar-benar berjalan sangat cepat. Dulu, aku selalu duduk disini sambil memperhatikanmu bermain bola bersama dengan ayahmu. Tapi sekarang, aku baru menyadari jika pangeran kecilku sudah tumbuh besar. Bahkan lebih besar dan lebih tinggi dariku”

Sehun menatap ibunya lurus sambil terus mendengarkan ucapannya.

“Sejak kecil, kau selalu bilang jika kau akan melindungiku karena kau sangat kuat. Dan setelah kau dewasa, kau membuktikannya dan selalu melindungiku. Kau tidak pernah membiarkan siapapun melukaiku dan membuatku menangis. Tapi, aku justru telah melukai perasaanmu berkali-kali”

“Oema tidak pernah melukai perasaanku”potong Sehun menatap serius kearah Taeyeon. Ada ketulusan disana.

Taeyeon tersenyum lembut, mengulurkan tangannya dan menggenggam salah satu tangan Sehun dengan kedua tangan. Mengecupnya lembut lalu memeluk tangan anaknya itu dalam dekapan.

“Walaupun oema selalu berteriak dan memarahimu, tapi jangan lupa jika oema selalu menyayangimu. Kau adalah anak kebanggan oema… “ Ucapan Taeyeon membuat Sehun tersenyum. “…walaupun kau bodoh”

Sehun langsung cemberut.

Melihat itu Taeyeon seketika tertawa geli sambil mengacak rambut Sehun. Sembari berdiri, Taeyeon menarik lengan Sehun.

“Ayo masuk, Oema sudah memasak telur goreng dan sup kimchi untukmu”

“Apa? Telur goreng lagi?”desah Sehun karena sudah beberapa hari ini dia selalu makan telur goreng. Wajahnya berubah cemberut.

“Ada syamgyupsal yang oema—“

Sehun seketika berdiri dari duduknya dan memandang Taeyeon dengan mata melebar, “apa?! Syamgyupsal?! Ayo makan!”

Kali ini, Sehun yang menarik tangan Taeyeon dan menyeretnya untuk masuk ke dalam.

***___***

Yonsei High School, Jongno-gu, South Korea.

Paginya, Sehun terkejut saat ia melihat semua anggota keluarga Sigismund sudah berdiri di koridor utama. Bahkan ia bisa melihat mereka walaupun saat ini ia masih berada di halaman sekolah. Rambut mereka itulah alasan kenapa ia bisa melihat mereka walaupun dari jarak jauh.

Ditempatnya, Sehun menghela napas panjang. Tidak lain dan tidak bukan. Mereka pasti menunggu dirinya. Hal itu semakin membuatnya merasa bimbang. Selain belum menemukan keyakinan besar atas siapa dirinya yang sebenarnya, ia juga menjadi canggung saat bertemu mereka.

Jujur saja, dalam hati Sehun sedikit menganggap jika mereka adalah orang gila yang mengatakan hal-hal aneh.

Bagaimana bisa seorang manusia tiba-tiba menjadi dewa? Mustahil.

Sehun bersikap seolah-olah tidak melihat keberadaan mereka ketika sampai di koridor utama. Ia membuang pandangan kearah lain dan berjalan dengan langkah-langkah panjang.

Dibelakang, ia merasakan jika kesebelas orang berkepala warna-warni itu sedang mengejarnya.

Benar saja, tiba-tiba Kris mendahuluinya dan berdiri di hadapannya, membuat ia terpaksa harus menghentikan langkahnya. Sehun kembali menghela napas. Postur tubuh Kris yang lebih tinggi membuatnya dengan mudah mencuri langkah.

Ia menatap Kris malas, “ada apa?”tanyanya sambil berkecap.

“Kau masih belum percaya dengan apa yang kami katakan?”

“Apa aku harus percaya dengan lelucon aneh kalian? Walaupun aku bodoh, tapi tidak semudah itu kalian membohongiku. Aku bukan anak kecil!”

Kris mengulurkan tangannya dan mencekal kedua lengan Sehun, ia menatap Sehun sungguh-sungguh.

“Sehun dengar, kami tidak bercanda saat kami bilang jika kau adalah dewa Ares. Mungkin kau menganggap kami orang gila, tapi kami tidak berbohong. Sebentar lagi Ragnarok akan datang dan kami membutuhkanmu. Kau adalah seorang panglima perang!” Kris berbisik namun sambil menekankan kalimatnya.

Sehun menepis tangan Kris kasar, “Bisakah kalian menjauh dariku?! Bisakah kalian pergi dari hidupku?! Semenjak bertemu dengan kalian, hidupku jadi aneh! Sahabatku bahkan meninggalkanku sekarang! Terserah! Aku tidak perduli dengan Ragnarok itu! Itu hanya lelucon!”

Sehun mendorong tubuh Kris sesaat sebelum ia pergi menuju kelasnya. Ia kesal. Sangat kesal. Tidak seperti biasanya, entah kenapa kini logikanya bermain lebih kuat daripada hatinya. Mendominasi seluruh otaknya, membuat dirinya tidak lagi mudah percaya dengan ucapan seseorang.

Ia mudah mempercayai, ia mudah memaafkan dan hal itu membuatnya mudah dobodohi.

“Dasar orang-orang gila!”rutuknya sembari berjalan menuju kelas.

Sedangkan ditempat mereka, Kris dan dewa lain hanya bisa menghela napas panjang melihat sikap Sehun yang tiba-tiba berubah menjadi aneh. Walaupun sedikit ketus, tapi Sehun tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Walaupun mereka telah membuat persahabatannya dengan Ilhoon menjadi retak, tapi Sehun selalu memaafkan mereka setelahnya.

Itu kemarin. Bukan hari ini.

“Bagaimana sekarang? Dia sangat keras kepala”ujar Xiumin putus asa.

“Hey, aku punya ide!”seru Chen mengangkat tangannya sambil melompat-lompat kecil. Dia sedang berdiri disebelah Chanyeol dan Tao saat ini.

Chanyeol dan Tao sama-sama menoleh, baru menyadari jika ada Chen yang berdiri disamping mereka.

“Apa idemu?”tanya Suho.

“Mudah. Sebenarnya kita hanya perlu memperlihatkan kekuatan kita didepannya agar dia percaya”

Seketika yang lain terbelalak, “Ha?! Tidak mungkin!”

“Kenapa? Hanya menunjukkan kekuatan didepannya, bukan didepan orang lain.”

“Suho, Chen benar. Sebaiknya kita menunjukkan kekuatan kita didepan Sehun agar dia percaya” Kai menyetujui.

“Tapi—“

“Kai,”panggil D.O memotong keraguan Suho. “Bawa kami pergi sepulang sekolah”ujarnya berlalu, meninggalkan kesepuluh teman-temannya dan berjalan menuju kelas lebih dulu.

***___***

Sehun membanting tas ranselnya keatas meja, membuat Minhyuk langsung mengalihkan pandangannya dari buku dan mendongak, menatap namja tinggi itu dengan kening berkerut. Hari masih sangat pagi, tapi wajahnya sudah terlihat kusut.

“Ada apa?”tanya Minhyuk bingung.

Sehun menghembuskan napas keras, “kita pindah tempat duduk saja.” Masih berdiri disamping mejanya dan Minhyuk dengan ekspresi kesal.

Mata Minhyuk melebar, ia menegakkan punggung. “Kenapa?”

“Aku hanya tidak suka duduk disini. Ayo pindah.”

“Tapi… aku juga barus saja pindah tempat duduk.”jawab Minhyuk bingung karena dia baru beberapa hari menggantikan Ilhoon.

“Jadi kau tidak mau? Oke, kalau begitu aku saja yang pindah.”

Bersungut-sungut, Sehun mengambil kembali tas ranselnya dengan kasar. Berbalik dan berjalan menuju teman sekelasnya yang duduk di barisan paling depan.

“Minjoo, kau pindah ke belakang.”suruhnya enggan basa-basi, menggerakkan dagunya mengisyaratkan pada Minjoo untuk duduk bersama Minhyuk.

Minjoo, namja berkacamata tebal dengan rambutnya yang selalu disisir rapi terkejut melihat Sehun, perlahan ia mendongak. “K-kenapa?”tanyanya.

“Aku mau duduk di kursimu.”jawab Sehun singkat.

“Kau tidak akan betah duduk disini. Aku jamin, kau akan tertidur 15 menit kemudian.” Minho, teman sebangku Minjoo memperingatkan. Dia adalah salah satu teman dekat Sehun karena sempat masuk ke dalam tim sepak bola sebelum akhirnya harus keluar karena cedera parah.

Sehun berkecap malas, “Kalau begitu kau saja yang pindah. Aku ingin duduk disini.”

Kening Minho semakin berkerut, “Apa yang terjadi denganmu?”

Sehun tidak bisa menahan kesabarannya lagi. Ia kesal. Sangat kesal. Amarahnya benar-benar meledak saat itu. Saat tidak ada orang yang menuruti kata-katanya, Ia menggebrak meja dan menatap Minho tajam, “Aku menyuruhmu untuk pindah! Kau tuli?!”bentaknya nyaris berteriak membuat seluruh penghuni kelas langsung menoleh kearah mereka sambil menelan ludah.

“Ya Park Sehun, kenapa kau berteriak?” Minhyuk datang, menarik pelan lengan Sehun dan menyeretnya mundur. “Kau mau pindah? Aku akan mencarikanmu tempat duduk. Tenanglah.”

“Tidak perlu.” Tiba-tiba sebuah suara menyahut dari arah belakang. Sehun dan Minhyuk sama-sama menoleh. Itu Ilhoon.

Tanpa ekspresi sama sekali, Ilhoon hanya menatap sesaat kearah Sehun dan Minhyuk kemudian berbalik ke belakang dan berseru pada teman sebangkunya.

“Jonghyun, kau duduk kembali dengan Minhyuk. Sehun akan duduk disana.”

***___***

Saat masuk ke dalam kelas, Kai, Luhan, Chen dan Chanyeol begitu terkejut karena melihat orang lain yang kini duduk di kursi Sehun. Mencari-cari keberadaan Sehun, akhirnya mereka menemukannya bersama dengan Ilhoon di barisan paling belakang sebelah kiri, sangat bersebrangan dengan tempat duduk awalnya.

“Apa yang terjadi?”tanya Luhan mencolek punggung Minhyuk, Minhyuk berbalik sembari mengangkat kedua bahunya.

“Tidak tau. Dia berkeras ingin pindah saat baru saja masuk kelas.”

“Dan kembali duduk dengan Ilhoon?”

“Ilhoon yang mengajaknya.”balas Minhyuk cepat. “Aaah, aku tidak tau. Aku tidak bisa berkata apapun saat dia menyetujui ajakan Ilhoon.”

“Aku pikir mereka sedang bertengkar.”sahut Chen.

“Yeaaah.. tapi seperti yang kalian lihat sekarang. Mungkin Ilhoon akhirnya mau memaafkan Sehun.”

Minhyuk tersenyum kecut sesaat, lalu berbalik ke depan kembali. Helaan napas Kai terdengar panjang, ia berbisik, “apa semua ini karena kita?”

***___***

Ilhoon menghampiri Sehun yang sedang terduduk seorang diri di pinggir lapangan bola. Memberikan sekaleng soda membuat Sehun seketika mendongak. Kemudian, ia menjatuhkan diri disamping Sehun.

“Aku melihatmu dengan orang-orang berambut warna-warni itu di koridor tadi pagi.”seru Ilhoon memulai pembicaraan sembari membuka penutup kalengnya. “Ekspresimu terlihat sangat kesal. Ada apa?”

Sehun meletakkan kaleng sodanya disampingnya, tidak ada niat untuk meminumnya. Dengan pandangan yang tetap lurus ke depan, ia berujar dingin, “apa pedulimu?”

“Park Sehun, aku sudah memperingatkanmu dulu. Mereka bukan orang-orang yang baik. Mereka—“

“Tidak ada hubungannya antara baik dan buruk disini.”potong Sehun cepat. “Aku hanya kesal.”

“Jadi kau masih mau berteman dengan mereka?”

Sehun menghembuskan napas keras, menoleh kearah Ilhoon dan menatapnya tajam, “Kenapa?! Kenapa kau berubah seperti ini?!”bentaknya kesal. “Sahabatku adalah orang yang baik. Dia bahkan selalu menahanku saat aku ingin memukul seseorang yang sudah menyakitinya. Tapi kenapa sekarang kau seperti ini?! Kenapa kau berubah?!”

Masih mempertahankan tatapannya, Sehun kembali melanjutkan ucapannya, kali ini dengan nada lirih, “… dan kau bahkan meninggalkanku…”

Ilhoon menelan ludah. Menunduk. Tidak berkata apapun saat dilihatnya wajah sahabatnya benar-benar terlihat sedih karenanya.

Dia sudah bersabar. Dia sudah menahan kemarahannya. Dan bahkan berusaha tetap berdiri ditempatnya untuk menunggu Ilhoon kembali. Hanya berharap jika sahabatnya itu dapat kembali menjadi Ilhoon yang ia kenal.

Perlahan Ilhoon mendongak, ia harus mengatakannya, Sehun harus tau tentang ini, “Sehun…”panggilnya pelan. “Sebenarnya… Ravi…”

“Park Sehun…” Seseorang tiba-tiba muncul, mengalihkan perhatian mereka. “Bisa bicara sebentar?”tawar pria tinggi yang ternyata Minhyuk itu.

Sehun menoleh, menatap Ilhoon sesaat. Ia masih kesal. Lalu mengangguk dan berdiri mengikuti langkah Minhyuk. Meninggalkannya seorang diri dibelakang bersama kaleng soda yang bahkan belum di buka olehnya.

***___***

Minhyuk sendiri tidak mengerti dengan apa yang dilakukannya sekarang. Kenapa dia mencoba menghibur Sehun? Kenapa dia mencoba untuk bicara dengan pria keras kepala itu? Padahal keduanya baru dekat beberapa hari. Itupun karena Ilhoon memintanya untuk menggantikannya menjadi teman sebangku Sehun. Jika tidak, mungkin keduanya hanya menjadi dua orang teman sekelas yang saling mengetahui namun tidak saling kenal.

Hanya saja, Sehun seperti punya daya magnet yang kuat. Seperti mampu menarik semua orang yang berada disekitarnya untuk mendekat. Sedikit banyak, Minhyuk tau bagaimana hidup Sehun. Dari kesusahan ekonomi keluarganya, dia yang sering tertidur dikelas karena keletihan bekerja, dan kebodohannya namun seketika menjadi pintar saat berurusan dengan uang.

“Kau tidak berubah dari apa yang pertama kali aku pikirkan saat melihatmu…”seru Minhyuk saat keduanya sudah berada di kantin. Sehun tetap diam, hanya memandang lurus kearah Minhyuk. Minhyuk membalas tatapannya, “Bodoh…”serunya pendek.

“Hatimu selalu mendominasi lebih kuat daripada logikamu.”buru-buru ia melanjutkan saat melihat perubahan ekspresi Sehun. “aku tau jika kau dan Ilhoon sudah bersahabat cukup lama. Dan kau benar-benar terlihat sedih saat Ilhoon memutuskan untuk pindah bersama Jonghyun. Aku tidak tau apa masalah kalian dan masalahmu saat ini. Tapi, bisakah kau sedikit memakai otakmu?”

Sehun mendesis, “Apa maksudmu?”

Minhyuk tersenyum tipis, “Hatimu juga perlu dilindungi.”jawabnya. “Walaupun dilihat dari luar kau begitu kuat, tapi aku tau hatimu pasti terasa sakit. Kau sangat merindukan Ilhoon tapi kau membenci dirinya yang sekarang.”

“Dia tidak menyukai orang-orang Sigismund itu.”seru Sehun akhirnya. Ia melunak, menatap kosong kearah gelas minumannya. “Bukan berarti aku menyukai mereka, tapi aku tidak menyukai sikap Ilhoon yang menyuruhku untuk membenci mereka. Ilhoon bukanlah orang seperti itu. Dia sangat baik walaupun terkadang sedikit menyebalkan. Tapi dia bukan tipe orang yang mudah membenci orang lain.”

“Kenapa dia membenci orang-orang itu?”

“Hanya karena pacar Ravi yang menyukai Luhan. Karena Ravi membenci mereka, Ilhoon juga seperti itu.”

“Ha? Aku pikir mereka tidak dekat. Kenapa Ilhoon harus marah?”

Sehun menghembuskan napas panjang sembari menggeleng, “tidak tau. Tiba-tiba saja Ilhoon menganggap Ravi adalah sahabatnya.”

Minhyuk mengulurkan tangan, menepuk-nepuk pundak Sehun sambil memandangnya serius, “aku tidak menyuruhmu untuk menjauhinya. Aku juga tidak menyuruhmu untuk meninggalkannya. Hanya saja, aku rasa kau masih butuh waktu untuk berpikir. Seperti yang ku bilang tadi, hatimu juga perlu dilindungi.”

***___***

Akhirnya pencarian mereka terhenti. Setelah menyusuri hampir seluruh bagian sekolah untuk menemukan Sehun yang tiba-tiba menghilang di dua pelajaran terakhir, akhirnya Lay menemukannya di atap sekolah. Sedang tidur di bangku kayu panjang dengan wajah yang ditutupi komik yang terbuka. Sepertinya dia tertidur saat membaca.

Lay terkekeh, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah pria tinggi itu. Dibelakangnya, ada Kai yang tiba-tiba muncul namun menghilang kembali. Ia harus menggunakan kekuatan teleportasinya untuk menghampiri dewa lain dan memberitahu mereka jika Sehun ada di atap sekolah.

Lay menjatuhkan diri di kursi yang berhadapan. Dengan posisi kedua lengan ia letakkan diatas lutut, ia menatap Sehun lurus.

“Lay!”panggil Luhan yang akhirnya muncul disusul beberapa dewa lain.

Lay menoleh sembari tersenyum tipis, “dia sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya.”

“Tapi, bukankah kita harus membicarakan hal ini dengannya?”

“Bisakah kita menunggunya hingga dia bangun?” Lay menatap Luhan memohon. “Akhir-akhir ini sepertinya dia telah melewati kejadian yang sulit. Aku tidak mau dia marah lagi.”

“Lay benar. Sebaiknya kita tidak memancing amarahnya lagi. Dia sangat sensitif sekarang.” Angguk Suho menyetujui.

“Suho, apa yang terjadi? Apa ada hubungannya dengan kotak Pandora?” Chen menjatuhkan diri disamping Lay. “Karena tadi pagi dia juga bertengkar dengan salah satu teman sekelasku.”

Mata dewa lain membulat, “bertengkar?”

“Yah, jika Minhyuk tidak menahannya, mungkin Sehun akan memukulnya. Masalahnya sepele, hanya karena dia ingin pindah tempat duduk.”

“Aku rasa dia benar-benar membenci kita sampai ingin menjauh. Hanya perasaanku saja, tapi entah kenapa aku merasa yakin.”tambah Kai sembari melepas simpulan dasinya.

Luhan melanjutkan, “Tapi tadi Ilhoon mengajaknya untuk duduk bersama lagi. Aku rasa hal itu bisa sedikit meredakan amarahnya pada kita. Kalian tidak lupa kan, apa yang dikatakannya tadi pagi. Dia bilang Ilhoon meninggalkannya karena kita.”

“Aiissh… aku benar-benar ingin membakar rambut keriting anak itu. Menyebalkan.”rutuk Chanyeol kesal. Suaranya bass-nya membuat Sehun perlahan bergerak. Ia bangun.

“Loki, ini karena kau berisik.”omel Baekhyun sambil menyikut perut Chanyeol pelan.

Chanyeol langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan, dalam hati merutuki dirinya sendiri karena lagi-lagi ia membuat onar.

“Astaga.. apa yang kalian lakukan disini?”seru Sehun perlahan duduk, suaranya masih terdengar berat. Ia menghusap-husap matanya, mengumpulkan kesadaran. “Apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain mengikutiku? Bahkan saat aku tidur.”

“Sehun, apa kau mimpi indah? Mau aku pijit?” Mulut manis Baekhyun mengambil inisiatif. Ia langsung menjatuhkan diri disamping Sehun dan memijit-mijit lengannya. Senyumnya mengembang, seperti anak gadis jika berada didekat pria pujaannya.

“Lepaskan aku.” Sehun menepis lengan Baekhyun. Ia menarik napas panjang, “harus berapa kali aku katakan pada kalian, aku tidak akan percaya dengan—“ Ucapan Sehun menggantung saat ia lihat tangan Luhan mengayun dan membuat komik yang ada dipangkuannya melayang. Ia terperangah hebat. Nyaris pingsan saat melihat komik itu melayang-layang mengikuti gerak tangan Luhan.

“Masih tidak percaya?” tanya Kris menyeringai.

“A…asta…ga…”

“Dan kau akan semakin tidak percaya jika melihat ini.” Kai bergerak cepat, meraih salah satu lengan Sehun sedangkan dewa lain sontak mendekat dan saling memegang tangan satu sama lain.

Mereka menghilang.

***___***

Los Angeles, California, AS.

“OEMAAAA~!!! TIDAAAAK~~!! LEPASKAN AKU~~!! OEMAAAA~!!”

Lengkingan Sehun sepertinya tidak berpengaruh di dalam rumah kastil nan megah itu. Suaranya terlanjur hilang di udara sebelum orang lain mendengarnnya.Susunan bata kokoh yang menempel rapat seperti menjadi benteng kuat untuk menahan suara Sehun.

“Whoooaaa… aku merindukan tempat ini. Sungguh!”sorak Baekhyun senang, matanya terus berkeliling melihat sofa-sofa dan barang-barang lain tertutup oleh kain putih.

“Lihat! Perapian kita masih ada! Dulu kita selalu berkumpul disini!”tambah Chanyeol menghampiri atap perapian dan memeluknya.

“Kai, kau yang terbaik!”

“Lepaskan aku! Lepaskan akuuuuu!” Sehun masih menjerit histeris, berusaha melepaskan diri dari cengkraman D.O, Tao dan Kris yang menahan tubuhnya kuat.

“Ish, diamlah. Kau seperti anak perempuan.”cibir Xiumin merasa terganggu dengan teriakan Sehun.

“Sehun, kami tidak akan menyakitimu. Sekarang kau percaya dengan ucapan kami, kan? Kami bukan manusia.” Lay tersenyum lebar, menghampiri Sehun dan berdiri didepannya.

“Kalian hantu! Kalian alien! Pergi dariku!”

“Berani sekali dia mengatakan hal itu.”gerutu Chanyeol, membuka kain putih yang menutup sofa didekat perapian lalu menjatuhkan diri disana. Banyak debu.

“Loki, nyalakan apinya.”suruh Baekhyun datang bergabung.

“Tapi sekarang bukan musim dingin.”

Baekhyun menoleh ke belakang, “Xiumin, turunkan salju.”

“Sepertinya tidak buruk jika kita bernostalgia.” Chen terkekeh, diikuti dewa lain, ikut bergabung di sisi perapian.

“Sehun, ayo ikut dengan kami. Kami hanya ingin mengobrol denganmu.”ajak Lay. Sehun masih menatapnya ragu.

“Kami tidak akan menyakitimu. Tenang saja.”tambah Suho meyakinkan.

“Jika kau tidak mau, aku akan mengirimmu ke hutan Amazon.”ancam Kai membuat Sehun terpaksa harus menuruti kemauan mereka. Ia terus merutuk kesal, dengan perasaan bercampur takut menyeret langkahnya untuk mendekat ke perapian.

Tao menyambutnya dengan senyum lebar, “duduk disini.”serunya menepuk-nepuk bagian sofa yang ada disebelahnya.

Sehun langsung menggeleng, “tidak. Aku akan duduk dengan Lay.”tolaknya. Diantara semua dewa, setidaknya dia masih punya rasa kepercayaan pada Lay.

Sehun berjalan mendekati Lay sembari menatap ke sekeliling. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana bisa salju turun di ruangan itu? Hanya di ruang perapian. Juga, bagaimana bisa Chanyeol menyalakan perapian dengan mengeluarkan api dari tangannya?

“Jangan takut. Kami tidak akan menyakitimu.”seru Lay. Sehun menoleh sekilas kearahnya, tersenyum singkat lalu menatap lurus ke depan.

“Jadi begini…” Suho memulai pembicaraannya. “Kami bukan bermaksud untuk menakutimu. Terpaksa memperlihatkan kekutan agar kau bisa percaya. Kami benar-benar dewa dan kau juga begitu. Kami sangat butuh bantuanmu.”

“Sudah ku bilang, aku tidak perduli dengan Ragnarok itu.”desis Sehun masih kesal.

“Tidak bisa. Kau harus perduli karena kau adalah panglima Perang.”balas Suho menatap Sehun penuh harap. “Aku mohon. Karena kekuatan kita berduabelas lah yang bisa mengembalikan kita ke negeri langit.”

“Kau lihat sendiri, kan? Aku tidak punya kekuatan apapun. Aku bukan dewa.”

“Kau punya. Hanya saja kekuatanmu terkurung dalam kotak Pandora. Kau harus mencarinya agar aura dewamu kembali.”

“Sehunnie…” Lay menggenggam tangan Sehun, membuatnya tersentak karena pria itu juga memanggilnya dengan sebutan sayang dalam bahasa Korea. Sebelumnya, dia tidak pernah memanggilnya seperti itu. “Aku mohon percaya pada kami. Sudah lama kami mencarimu dan akhirnya kami bisa mendapatkanmu. Tolong jangan pergi. Kau tidak tau bagaimana sulitnya kami mencarimu selama ini.”

“Sebenarnya apa alasanmu? Bukankah awalnya kau baik-baik saja saat kami memberitahumu yang sebenarnya? Kenapa sekarang berubah?”tanya Luhan.

“Aku tidak tau apa alasannya, tapi kenapa kau sepertinya sangat membenci kami? Apa kami pernah berbuat kesalahan dan menyakitimu? Bahkan kau menginginkan kami pergi dari hidupmu.”timpal Kai sedikit kesal.

Sehun menarik napas panjang dan menghembuskannya pelan, sedikit membersihkan salju yang mulai menempel di blazernya. Kemudian, ia menatap perapian.

“Aku tidak akan pernah meninggalkan ibuku. Sampai kapanpun. Dia adalah satu-satunya orang yang aku miliki di dunia ini.” Ia menjelaskan. “Dan soal membenci kalian. Sebenarnya tidak sepenuhnya begitu. Hanya saja sejak kalian datang, hidupku jadi tidak karuan. Teman-temanku menjauhi, terutama Ilhoon. Dia adalah sahabatku sejak dulu.”

“Kenapa mereka menjauhimu?”tanya Chen bingung.

“Karena pacar Ravi memutuskannya karena dia menyukai Luhan.” Sehun tertawa mendengus. Sedangkan Luhan sedikit terkejut mendengarnya. “Hanya masalah kecil tapi mampu merusak persahabatanku dan Ilhoon. Entah sejak kapan dia berada di pihak Ravi, yang jelas, aku tidak mau Ilhoon pergi.”

“Jadi karena itu? Hey, aku tidak pernah menggodanya. Dia memang sering mengirimiku hadiah, tapi aku selalu menolaknya. Dan–”

“Aku tau.”potong Sehun tersenyum miris. “Tapi Ilhoon tidak pernah melihat semua itu.”

“Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus bicara dengan Ravi atau—“

“Cukup Luhan.”potong Suho menghela napas panjang. Ia mengalihkan pandangannya menatap Sehun, “Sehun dengar, jika masalahnya tentang Ilhoon, kau sudah mendengarnya sendiri jika Luhan tidak menyukainya. Dan aku berjanji akan menyuruh Luhan untuk mengatakan pada gadis itu agar dia mau kembali pada Ravi. Dan masalah ibumu…” Suho menarik napas sejenak. “…jangan khawatir. Dia akan aku angkat menjadi seorang dewi dan bisa ikut dengan kita ke negeri Langit.”

Detik itu juga, seluruh dewa terperangah hebat. Mata mereka melebar, “apa?!”

TBC

 

76 thoughts on “FF : The Lords of Legend (Chapter 14)

  1. inhan99 berkata:

    wah so cool

    gak mampu berkata apa2 hebat ini ya ampun

    wah taeyeon mau di angkat jadi dewi haduh suho terlalu cepat mengambil keputusan… tapi bijak juga untuk membujuk sehun… cuman… yah tbc

    di tunggu author jjang
    next chapt… i am waiting

  2. clairenoona berkata:

    apdet jugaa akhirnyaa.. dan spertinya saya telat baca dri part 13.. huhhu -_-v
    cepet cepeet ditemuin pandora box nyaa!!
    ada ap sama ravi? ke pending gegara minhyuk datengg.. x_x
    ditunggu update nyaa!!

  3. xoxoinluv88 berkata:

    Aaaaa~ makin seru aja thor. Sehun disini punya kepribadian berbeda beda ya, dari keras kepala sampai kekanak kanakan. Tapi ini yang bikin menarik..
    Aku masih penasaran sama hubungannya Ravi dan Ilhoon, pasti ada apa apanya sama Sehun.

    Dari eps. ke eps. makin tegang aja thor, juga walaupun pakek mitologi yunani yang belum aku paham betul fanfict ini berbeda dari pada yang lain, jadi serasa ‘inilah khas nya oh mi ja’. Good job and Keep writing thor!!

  4. Tiikaa berkata:

    kyaaaaaa ,, makin seru dan makin buat penasaran eon..
    itu beneran suho bisa ngangkat taeyeon jadi seorang dewi??
    trus memangnya ntar taeyeon mau diangkat jdi dewi??
    trus apakah nanti sehun bkalan berubah pikiran dan mau ikut ke negeri langit…
    itu ilhoon knpa sih…
    ckckc
    oke deh eon kelanjutannya aku tunggu yaaa

  5. Tiikaa berkata:

    Wahhh,,
    Itu beneran suho bisa mengangkat taeyeon jdi dewi?
    Tpi apakah nnti taeyeon mau jdi dewi dn ikut ke negeri langit”??
    Trus apakah dngan taeyeon jdi dewi , sehun bkalan berubah pikiran dan ikut ke negeri langit???

    Penasarannnnn ><

  6. Kyungiee~ppp berkata:

    Wahh Taeyeon bakal diangkat Jd Dewi Pasti cantik bangett pasti mukanya imut banget,gabisa bayangin,,,,Lanjut ya thor tambah seru,,

  7. rhaarhaa berkata:

    Lanjut…lanjut…lanjutt…donk
    gmn cerita slnjutny nnt, tp emng bnar gagg siech nnt klw taeyeon bakal d jadiin dewi O_o
    SUMPRITTT…pingin tau klnjutanny….
    yg jlz hr happy ending ych thor…#ngarepnigh

    ok next chapterny jngn lma” bikin PENASARAN….>_<
    HWAITING!!!!

  8. yuntil berkata:

    aaaa…. eon… lucu banget tingkah sehunnya… apa lagi pas diancam kai ke hutan amazon…
    kkk… nice eon… jgn lama lama ya…

  9. Jyeehyun berkata:

    ANJIR ANJIR TERLALU KEREN HIKS:’) author ayooo cepet lanjutinnnn…penasarannn:–(
    Ah elah tadi ilhoon mau ngomong apa sama sehun? Yeyey taeyeon diangkat jd dewi~
    AUTHOR AYO DITUNGGU YA. WAITING ITU GAK ENAK THOR:(
    Salam perjuangannnnn~
    Ohmija yang terbaik:—–))

  10. elisalysa berkata:

    Authorr.. Mian baru coment di part ini ._.v
    Astagaaa ini bagus bangeeett :] ngiri deh sama bahasaanya 😀 next chap jangan lamaaa nde.. Waiting!! ,:D

  11. suci kurniasih berkata:

    kalau taeyeon gx mw jd dewi…
    biar aq aj yg jd dewi bwt suho..
    wuuuaaaaaahaaahhhh
    aq gx bklan nolak….
    Wajib lanjutin yea thorr….
    SECEPATNYA (maksabangetnethorr)
    ooo yea…
    Aq mw tnya,,,,kn rmbut mreka pda wrna wrni…. itu kena ap c??
    ap krna kekuatn mereka,,jd efek nya ama rmbut mreka???
    and,,,,,ntar lw sehun uda dpt kekuatnnya,, rambut nya brubh warna gx???
    satu lagi,,,,uri suho rambutnya wrna ap yea thor????

  12. nina berkata:

    krong = dia mirip seperti kai
    hahaha aku ngakak eon, ijo dong 😀
    ada kemungkinan na gg iia klo orion jadi manusia?
    eh itu siapa?
    jangan2 ntr ada hubungan na sm para dewa

  13. Sekar Amalia berkata:

    Mlh jd penasaran, sbnrnya si Ilhoon ama Ravi ada apaan siyh, psti si Ravi ngomong sesuatu yg bkn Ilhoon jd kyk gt..
    Critanya makin seruu thor,, rada di panjangin donk thor chapnya, he2

  14. Oh Yuugi berkata:

    Apaa??! Taeyeon jadi Dewi??!!
    Hmm.. boleh juga pasti bakalan seru.. seenggaknya Sehun gak harus berpisah sama ibunya.. baca moment ibu-anak TaeHun bikin baper, jadi kangen juga sama ibuk dirumah..hehee
    Btw ada apa sih dgn Ravi dan perubahan sikap Ilhoon,, dari bbrpa chapt sblumnya sbnernya udah ngerasa ada ug gak beres.. apa Ravi mengancam Ilhoon sehingga Ilhoon membenci para Dewa dan nyuruh sehun ikutan benci mereka.. kyanya sekak awal si ravi itu provokator bgt deh, sok bgt! Pliss sehun jgn mau kalah apalagi diatur ma dia nanti..hm!

  15. Jung Han Ni berkata:

    hah?! taeyeon mau diangkat jadi dewi?? daebak
    penasaran sama ucapan ilhoon tentang ravi yg kepotong tadi, sepertinya ada yg ga beres
    baca pas bagian taeyeon sama sehun yg di teras belakang rumahnya bikin mataku berkaca-kaca, hiks
    keep writing n hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s