FF : The House Tree 2 – Sepuluh

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Semuanya baik-baik saja, oema. Jangan khawatir.”

Semuanya terdiam.

Saat kehadiran seseorang yang mereka tunggu-tunggu itu dirasakan semua orang. Mereka menatapnya. Terutama Kris, Chanyeol dan Sehun yang menatapnya sangat lekat.

Perlahan, Sehun meninggalkan kursinya dan berjalan menghampiri Luhan. Hanya berjarak beberapa langkah, akhirnya keduanya berdiri berhadapan setelah sekian lama. Kini, mereka bertemu kembali.

Ada pukulan yang menghantam keras dada Luhan saat ia melihat dengan sangat jelas bagaimana merahnya wajah Sehun. Juga, jejak-jejak air mata yang masih tertinggal disekitar matanya.

Dia tidak ada disana saat adiknya menangis. Dia tidak ada untuk menenangkannya saat adiknya bersedih.

“Aku memang pernah meninggalkanmu satu kali”seru Sehun terdengar serak. “Aku memang pernah pergi dan bersikap seolah-olah tidak mengenalmu. Aku tau kau pasti sangat marah padaku. Tapi, bukankah aku sudah minta maaf padamu, hyung? Bukankah selama ini aku sudah berusaha menebus kesalahanku? Kau boleh melakukan apapun jika kau masih marah padaku. Kau boleh memarahiku atau memukulku. Tapi, bisakah kau tetap tinggal disisiku? Kau sudah berjanji pada oema untuk menjagaku”lirihnya hampir menangis lagi.

Menatap wajah itu, Luhan hanya berdiri membeku ditempatnya. Sangat ingin memukul dirinya sendiri dengan apapun. Ia telah berjanji tidak akan membuat Sehun menangis. Dia telah berjanji akan menjaganya. Tapi, berkali-kali ia menjadi alasan kenapa tetesan air mata itu mengalir dipipi adik kecilnya. Ia selalu mengingkari janjinya sendiri. Bahkan janjinya pada ibunya.

“Luhan hyung…”panggil Sehun. Beningan air mata akhirnya terjatuh melewati pipinya. “Apa dihatimu aku bukan lagi adikmu? Apa aku bukan Jung Sehun? Apa aku bukan Baekgu?”

Dan untuk kesekian kalinya. Pukulan itu dirasakannya lagi. Bahkan Sehun sampai bisa berpikiran seperti itu. Dia tidak mungkin melupakannya. Selamanya, Sehun adalah Jung Sehun. Adik kecilnya yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Adik kecilnya yang akan menyembunyikan tangisannya saat ia akan pergi ke Seoul. Juga, adik kecilnya yang tanpa keraguan melompat kebelakangnya dan mengorbankan punggungnya terluka demi melindunginya. Dia tidak akan mungkin melupakan semua itu.

“Walaupun sekarang aku sudah mengingat siapa diriku. Walaupun sekarang aku sudah mengingat siapa namaku dan keluargaku. Tapi aku tetap ingin menjadi bagian keluarga Jung. Aku tetap ingin menjadi adikmu…”

Dia memang tidak akan pernah bisa berbohong. Semua kata-katanya adalah kebenaran. Dan semua itu tulus. Dia tau itu.

“Maafkan aku…”lirih Luhan. Suaranya juga terdengar serak. “Harusnya aku bertahan dan tidak pergi. Harusnya aku bersikap seolah-olah tidak mendengar dan tetap berada disisimu. Maafkan aku…”

“Aku adalah Baekgu. Dan selamanya aku ingin menjadi Baekgu. Tolong jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon”

Sehun tidak bisa menahannya lagi. Kini, ia benar-benar menangis hingga terisak. Kepalanya ia tundukkan dalam-dalam bersamaan bahunya yang berguncang.

Melihat itu, kakak-kakaknya yang lain juga nyaris menangis. Sedih rasanya melihat adik bungsu mereka menangis hingga seperti itu.

“Setiap hari, aku berjanji akan membelikanmu bubble tea lagi. Aku berjanji tidak akan pergi. Tapi, aku mohon jangan menangis dan maafkan aku…”mohon Luhan. “Bukankah Baekgu adalah anak yang kuat?”

“Tapi dia juga anak yang cengeng”sahut Jongin telah berdiri dibelakang Sehun. Ia mengacak rambut saudaranya yang lebih muda beberapa bulan itu lalu memeluknya dan Luhan. “Kita jangan berpisah lagi, oke? Kita harus seperti dulu. Selamanya kau adalah bagian dari keluarga Jung”

“Dan selamanya kau adalah Baekgu kami” Baekhyun juga berdiri dan ikut memeluk mereka. Disusul teman-temannya yang lain. Mereka juga sangat bahagia melihat ini. Akhirnya, mereka kembali.

“Apa kami bukan bagian dari keluarga Jung? Kami adalah anak tower oema”protes Kris tidak terima karena dia dan Chanyeol dilupakan.

“Tentu saja tidak. Kalian juga termasuk”

Mereka akhirnya saling memeluk untuk menenangkan adik kecil mereka yang akhirnya menumpahkan kesedihannya. Berhari-hari bersikap dingin dan terus bersikap kuat, ia terus menahan bebannya seorang diri.

“Jika kau membuat adikku menangis lagi, aku pasti akan memukulmu”bisik Kris pada Luhan.

“Tidak akan. Dia adalah adikku”

***___***

Hari ini, Chanyeol bertugas untuk menjaga ibunya di rumah sakit. Sehun harus kembali ke rumah karena Lauren akan datang. Sedangkan Kris, tetap harus mengurus perusahaan.

Semuanya menjadi lebih baik sekarang. Walaupun Kris belum mau jika harta warisan itu dibagi menjadi tiga, tapi ia sudah mau untuk kembali memimpin salah satu perusahaan. Tentunya bersama Luhan dan Xiumin yang kembali bekerja disana.

Lay dan Suho juga kembali bekerja di sekolah musik dan hotel milik Sehun. Mereka tidak perduli lagi dengan apa yang akan dikatakan oleh orang-orang ataupun nyonya Park. Yang jelas, mereka melakukan ini bukan hanya untuk uang. Melainkan agar adik mereka tidak bersedih lagi.

“Hyung, aku dan Jongin harus pergi ke kampus sekarang. Bisakah kau menjaga rumah dan menunggu Lauren? Siang nanti, pengacaraku dan suster panti asuhan pasti akan datang”seru Sehun saat ia bertemu dengan Baekhyun yang sedang membantu Kyungsoo menyiapkan bekal untuknya dan Jongin.

“Mwo? Aku? Aku tidak bisa menghadapi pengacara. Jika dia bertanya, apa yang harus aku katakan?”

Sehun mendengus, “dia tidak akan bertanya apapun karena kau bukan penjahat. Dia hanya akan memberikan berkas-berkas untukku. Tolong berikan saja pada bibi Ren”

“Begitu?”

“Tolong jaga Lauren hingga aku pulang”

“Baiklah. Aku, Kyungsoo dan Tao akan menjaga Lauren dengan baik” Baekhyun mengangguk yakin.

“Tapi, sepertinya ada yang kurang” Tao tiba-tiba menyahut. Ia menghampiri Sehun, Baekhyun dan Jongin dengan sebuah cookies ditangannya. “Sepertinya kita tidak hanya harus menjaga Lauren”

Berpikir beberapa saat. Akhirnya mata Jongin dan Baekhyun terbelalak lebar.

“ASTAGA! BAEKGU!”jerit mereka bersamaan.

“Aku akan pulang sekarang! Bodoh! Bagaimana jika dia mati?! Bodoh!”

“Hey.. hey.. ada apa? Kenapa kalian mendoakanku mati?”ujar Sehun tidak mengerti.

“Bukan kau. Tapi Baekgu. Kami meninggalkannya di rumah dan lupa memberikan makan sejak kemarin”

Detik itu juga, mata Sehun membulat lebar. “Mwo?! Ya! Kalian mau membunuhnya?!”

“Diamlah! Aku akan pulang sekarang!” Baekhyun langsung meraih jaket tebalnya yang tersampir di kursi makan lalu berteriak pada Kyungsoo yang masih bergulat didapur. “Kyungsoo-yaa, aku akan pulang dan memberi makan Baekgu!”

***___***

Saat Sehun dan Jongin keluar dari mobil. Mata mereka langsung menangkap sosok orang paling menyebalkan yang akhir-akhir ini selalu muncul di setiap sudut universitas. Ia berdiri sambil bersandar pada badan mobilnya dan membakar rokok.

Melihat itu, Sehun dan Jongin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Padahal universitas mereka melarang seluruh mahasiswa merokok di kawasan universitas. Mungkin dia tidak bisa membaca dengan baik sehingga melanggarnya.

Keduanya hanya melewatinya dan berpura-pura tidak melihat. Namun, tiba-tiba suara namja itu terdengar memanggil nama Sehun. Yah, dia memanggil Sehun. Bukan Jongin.

Sehun dan Jongin sama-sama berbalik dan menatapnya dengan ekspresi aneh.

Berhadapan dengan keduanya, Woo Bin berdiri santai sambil menghembuskan asapnya ke udara.

“Sebentar lagi, mobil sportmu itu akan menjadi milikku” ia menunjuk mobil sport merah Sehun sambil tersenyum penuh kemenangan, membuat Sehun dan Jongin semakin berekspresi aneh menatapnya. “Dan aku yang akan menjadi Pengerannya” Setelah kembali tersenyum, Woo Bin berbalik pergi meninggalkan Jongin dan Sehun yang hanya bisa terlongo-longo melihat tingkahnya.

“Apa yang terjadi dengannya?”tanya Sehun bingung.

“Apa dia mengkonsumsi obat terlarang? Atau sedang mabuk?” Jongin justru balik bertanya.

“Selain tidak bisa membaca, ternyata dia juga bodoh”decak Sehun geleng-geleng kepala. “Ayo ke kelas. Jika kita tidak belajar dengan baik, aku rasa kita juga akan berdiri bersandar pada mobil dengan rokok di tangan sambil mengatakan, ‘hey, mobil itu akan jadi milikku’” Sehun menirukan mimik Woo Bin tadi membuat Jongin seketika tertawa terpingkal-pingkal.

“Pwahahaha… wajahmu sangat menjijikan”

Kemudian keduanya saling merangkul dan berjalan menuju kelas mereka.

***___***

Kyungsoo dan Tao langsung bangkit dari duduk mereka saat bibi Ren mengatakan jika didepan sudah ada suster penjaga panti asuhan dan pengacara keluarga Park. Keduanya bergegas untuk menyambut mereka sesuai dengan permintaan Sehun tadi.

Sesampainya di ruang tamu, keduanya melihat Lauren sedang duduk manis disamping suster penjaga panti asuhan dan pengacara keluarga Park. Anak kecil itu tidak berubah. Tetap cantik.

“Tao ahjussi!”serunya melompat saat melihat Tao muncul.

Tao tersenyum lebar, sambil menarik lengan Lauren dan menggendongnya. “Annyeong Laurennie…”

“Ahjussi, kenapa ahjussi tidak pernah terlihat di café itu lagi? Baekhyun ahjussi, Chanyeol ahjussi dan Sehun oppa juga tidak pernah muncul. Kalian kemana saja?”tanya Lauren.

“Kami sedang sibuk. Sangaaat sibuk. Apa Laurennie masih suka pergi ke café itu?”

Lauren mengangguk, “Aku selalu menunggu Sehun oppa datang.”

“Setiap pulang sekolah, Lauren selalu menunggu Sehun di depan café. Dia bilang Sehun akan mengajaknya tinggal bersama.”sahut suster penjaga sembari tersenyum lembut.

“Apa Lauren sangat senang karena Sehun mengajaknya tinggal bersama?”tanya Kyungsoo menghusap lembut kepala Lauren.

“Yah, Lauren sangat senang dan tidak sabar bisa tinggal bersama dengan Sehun.”

“Dan ini adalah dokumen pengadopsian atas diri Lauren, tuan. Sekarang Lauren telah resmi menjadi bagian keluarga Park”seru pengacara keluarga Park sambil menyerahkan dokumen pada Kyungsoo.

“Terima kasih. Aku akan menyampaikannya pada Sehun nanti.”balas Kyungsoo setengah membungkuk.

“Ahjussi, dimana Sehun oppa?”

“Sehun oppa sedang belajar sekarang. Nanti siang dia akan pulang dan menemui Lauren”

“Berjanjilah kalian akan menjaga Lauren dengan baik.”mohon suster penjaga menatap Kyungsoo dan Tao penuh harap.

Keduanya menoleh, tanpa pikir panjang langsung mengangguk setuju. “Pasti.”

***___***

Setelah selesai memberi makan Baekgu dan memastikan rumah mereka terkunci rapat, Baekhyun bergegas kembali. Tidak. Bukan ke rumah Sehun, melainkan ke rumah sakit untuk mengunjungi Chanyeol dan nyonya Park. Tidak lupa juga Baekhyun membawakan makan siang untuknya.

Tiba-tiba ponsel Baekhyun bordering. Terlihat nama ibunya di layar ponselnya.

“Oema!”seru Baekhyun senang. Ia membatalkan niatnya untuk menutup pagar dan memutuskan untuk duduk di kursi taman rumahnya.

“Adeul, bagaimana kabarmu dan yang lain? Baik?”

“Tentu saja kami baik. Sangaat baik. Apa oema juga baik-baik saja? Bagaimana restoran kita? Oema pasti kelelahan.”cecar Baekhyun.

Disebrang panggilan. Nyonya Jung tertawa kecil. “Aniyo. Oema baik-baik saja. Dimana yang lain? Apa ada Baekgu disampingmu? Kenapa beberapa hari ini dia tidak pernah mengangkat panggilan dari oema? Apa sangat sibuk?”

Mendengar pertanyaan ibunya, seketika Baekhyun terdiam. Dia tidak tau jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Karena, ia dan yang lain sudah memutuskan untuk tidak melibatkan nyonya Jung dalam masalah ini.

“Adeul…”panggil nyonya Jung membuat Baekhyun mengerjap sadar.

“Ah, emm… dia… dia sedang kuliah dengan Jongin. Dia memang sedikit sibuk akhir-akhir ini.”

“Semuanya baik-baik saja, kan?”

Apa dia harus berbohong sekali lagi? Apa dia harus menyembunyikan semuanya sementara bibirnya sangat ingin mengatakan hal yang sebenarnya?

Ingin rasanya merengek dan mengadu semua masalah yang telah terjadi. Tentang kepulangan nyonya Park dan perpecahan persahabatan mereka. Walaupun sudah menjadi lebih baik, tapi Luhan tetap memutuskan untuk tidak tinggal di rumah itu lagi.

Baekhyun memaksa dirinya untuk tersenyum. Walaupun ibunya tidak melihat itu, tapi setidaknya hal itu bisa menghibur dirinya sendiri.

“Semuanya baik-baik saja, oema. Jangan khawatir.”

***___***

“Baiklah hyung. Kami akan pulang sekarang.”

Sehun mengakhiri obrolannya dan Kyungsoo di telepon. Menoleh pada Jongin dengan senyum tipis.

“Lauren sudah datang.”ujarnya pelan. Berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar saat mengatakan hal itu. Biar bagaimanapun, Lauren adalah simbol rasa sakit yang telah diberikan oleh ayahnya bertahun-tahun lalu. Dan luka itu belum juga bisa sembuh sepenuhnya.

Jongin merangkul pundak Sehun, memberikan semangat pada sahabatnya itu. “Ayo, Lauren adalah adik kecil kita.”serunya lalu keduanya masuk ke dalam mobil Sehun dan bersiap untuk pulang.

Sesampainya di rumah, Sehun sempat terdiam beberapa saat di dalam mobilnya. Langkahnya terasa berat. Luka hatinya terasa perih sekali lagi. Tapi, dia adalah orang yang telah mengambil sebuah keputusan. Dia yang meminta Lauren untuk tinggal di rumahnya.

Melangkah pelan masuk ke dalam rumahnya, Sehun sembari menyiapkan hatinya saat melihat anak kecil yang tidak pernah ia sangka akan menjadi bagian dari keluarganya sebelumnya.

“Oppaaaaa~!”

Sehun memejamkan matanya kuat-kuat saat mendengar suara kecil yang sedang memanggil namanya.

“Sehunnie oppa.”panggilnya lagi.

Perlahan, ia membuka matanya dan menunduk sedikit. Menatap lurus kearah perempuan kecil yang sedang memandangnya dengan senyuman lebar yang biasa ia lihat.

“Biar bagaimanapun, dia tidak mengetahui apapun, Sehunnie”bisik Jongin.

Sehun menelan ludah pahit. Membungkukkan tubuhnya dan berlutut didepan Lauren. Ia mengulurkan kedua tangannya, mengatupkan telapak tangannya di pipi putih Lauren. Diwajahnya, ia melihat sosok ayahnya. Sosok seseorang yang selalu ia rindukan sejak dulu.

“Sehunnie oppa bogoshippo…”seru Lauren membentuk ekspresi lucu. Sehun tersenyum tipis.

“Benarkah?”

Lauren mengangguk, “benarkah aku akan tinggal disini? Bersamamu?”tanyanya bersemangat.

“Kau akan tinggal bersamaku. Besok kita akan membeli beberapa perlengkapan untuk kamarmu, oke?”

***___***

Sehun terduduk diam di kursi yang berjajar didepan ruangan ibunya. Belum ada perubahan atas keadaannya. Masih koma dan tidak sadarkan diri membuat rasa bersalahnya tak kunjung hilang.

Ia meninggalkan Lauren di rumah bersama Kris dan Chanyeol, berganti menjaga ibunya malam itu. Kebetulan, besok dia tidak mempunyai kelas apapun.

“Kenapa tidak menghubungiku untuk menemanimu disini?”

Sehun mendongakkan wajahnya, “Luhan hyuung…”

“Sudah lama tidak menemanimu.” Ia menjatuhkan diri disamping Sehun sembari memberikan segelas kopi hangat untuknya.

Sehun tersenyum kecut, “karena kau meninggalkanku.”

“Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi”balas Luhan cepat. “Aku baru menyelesaikan pekerjaanku, baru sempat datang kemari. Bagaimana perkembangan keadaan omoni?”

“Tidak berubah. Masih tidak sadarkan diri.”

“Jangan sedih. Omoni pasti akan segera sembuh.”

Sehun hanya mengangguk kecil. Menyeruput kopinya pelan sebelum ia berbicara kembali.

“Hyung.”panggilnya.

Luhan menoleh, “wae?”

“Aku merindukan Busan.”jawab Sehun tanpa menoleh, masih memandang lurus ke depan. “Aku ingin tidur di rumah pohon lagi.”

“Saat semuanya sudah baik-baik saja, kau harus kembali kesana. Nenek Lee pasti sangat merindukanmu.”hibur Luhan menepuk pundak Sehun.

“Jika oema mengetahui semuanya, apa dia akan meninggalkanku?” Kini Sehun menoleh, menatap lurus kearah Luhan.

Luhan tergugu, membalas tatapan Sehun, tidak tau apa yang harus dikatakannya. Hanya ekspresinya yang menjelaskan tentang semuanya. Ketidakmengertiannya, kegelisahannya dan kecemasannya. Ia juga merasakan hal yang sama. Sedikit cemas dengan perasaan ibunya saat mengetahui semuanya.

“Aku selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik. Aku menyayangi oema Jung, dan oemaku sendiri. Tapi, kenapa rasanya sangat sulit untuk menjadi anak yang baik?” Kini ia menunduk, tanpa sadar meremas gelas plastik kopinya. “Terkadang, aku menginginkan sosok ibu seperti oema Jung. Walaupun setiap hari berteriak dan menjewer telingaku karena nakal, tapi dia begitu mencintaiku. Saat aku pergi, dia tetap menungguku hingga aku kembali.”

Luhan mengulurkan tangannya, menghusap lembut punggung Sehun. “Tuhan sangat adil. Dia tidak akan diam saja saat kau menderita. Dia pasti membantumu dan memberikan kebahagiaan di akhirnya.”jelasnya tersenyum menatap salah satu sisi wajah Sehun. “Seperti aku, walaupun rasanya sangat sakit saat mengetahui aku hanyalah anak angkat, tapi aku tidak terlalu perduli lagi. Aku mempunyai oema dan appa, juga saudara-saudara seperti kalian. Itu sudah cukup membahagiakanku.”

Sehun berdiri, berjalan pelan mendekati jendela kaca ruangan ibunya dan mengintip dari celah horden yang tercipta. Disana… ia melihat sosok yang dicintainya sedang tertidur. Tergeletak lemah dengan banyak alat-alat kedokteran yang memenuhi tubuhnya.

Menempelkan telapak tangannya di jendela kaca, Sehun seperti ingin menggapai sosok itu. Dia memang dekat, disisinya. Tapi entah kenapa ia tetap terasa jauh. Susah dijangkau, apalagi dimengerti. Perpisahan bertahun-tahun itu sepertinya membuat ikatan batin antara dirinya dan ibunya sendiri menjadi pudar.

Entah perasaan ini adalah menyayangi atau hanya sekedar menghormati. Karena dia tetaplah ibu kandung. Walaupun terkadang hati kecilnya menyuruhnya untuk lari ke Busan dan menemui nyonya Jung.

“Dia adalah ibu kandungmu. Biar bagaimanapun, kau tidak boleh melupakan jika dia yang telah melahirkanmu. Kau tidak boleh menyakitinya.” Suara Luhan terdengar dari belakang, membuat Sehun memejamkan kedua matanya kuat-kuat. Dia tidak boleh menangis lagi.

***___***

Kris hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala saat melihat Luhan dan Sehun tertidur dengan posisi duduk di sofa tunggu ruangan ibunya. Semalaman, ia harus berjuang keras untuk mendiamkan Lauren yang terus menangis karena merasa asing dengan lingkungan barunya hingga merepotkan semua orang, termasuk bibi Ren. Sedangkan satu-satunya orang yang paling dipercaya Lauren sedang tidur mendengkur di sofa dengan posisi yang tidak normal.

Pria tinggi itu meletakkan sebuah tas di lantai lalu menghampiri keduanya. Sedikit kasihan karena tubuh mereka jadi tertekuk mengikuti bentuk sofa, padahal semalam dia sudah menyuruh keduanya untuk pulang karena dia sudah menyewa beberapa suster khusus untuk menjaga ibunya. Tapi, Sehun menolak dan Luhan juga bersikeras untuk menemani Sehun disana.

“hey.. hey.. pemalas. Ayo bangun.”seru Kris memukul pelan lengan Luhan dan Sehun.

Keduanya tidak bereaksi.

“Sehunnie.. Luhannie.. bangun…”seru Kris lagi namun keduanya hanya menggeliat kecil. “Ya ya ya!”

“Berisik. Pergi…” Tanpa sengaja Luhan menendang kaki Kris membuatnya seketika melotot.

“Ya! Ayo bangun!”

***___***

“Ah, sepertinya aku harus pulang dan mengganti baju. Aku juga harus mandi.” Keluh Baekhyun sambil mencium ketiak kanan dan kirinya. Sejak kemarin, dia belum mandi dan mengganti baju.

“Kau bisa mandi disini, Baek.”sahut Chanyeol yang tengah sibuk membantu Kyungsoo menyiapkan sarapan.

“Aku juga tidak ingin bekerja hari ini. Aku sangat mengantuk.”gumam Luhan. Ia terduduk di kursi makan dengan mata yang tertutup. Bersandar seperti kursi itu adalah ranjang tidur, sesekali ia menguap.

“Lalu kau akan membiarkanku bekerja seorang diri begitu?”sahut Xiumin sudah siap dengan pakaian kerja lengkap. Ia menjatuhkan diri dikursi makan, bukan untuk tidur seperti Luhan tapi menunggu masakan Kyungsoo matang.

“Kau bekerjalah dengan Chen. Aku akan pergi ke rumah sakit dan menemani Kris.”

“Jangan menggunakan alasan menemani Kris untuk tidur!”omel Xiumin memukul pelan lengan Luhan namun Luhan tetap tidak bergerak.

“Percuma membangunkannya. Jika sudah tidur, dia seperti orang mati.” Baekhyun ikut mencibir.

Disaat-saat mereka tengah melemparkan banyak protes untuk Luhan, terdengar suara isakan anak kecil dari arah belakang. Semuanya menoleh, terlihat Sehun dengan menuruni anak-anak tangga sambil menggendong Lauren.

“Wae geurrae?”tanya Chanyeol menghampiri Sehun.

“Tidak apa-apa. Saat dia bangun, dia menangis karena melihatku.”

“Eissh, semalaman dia menangis karena kau tidak ada. Kami benar-benar panik sampai bibi Ren yang harus menenangkannya.”

“Yeaah, karena yang dia kenal hanya Sehun.”sahut Jongin.

Sehun mendudukkan Lauren di kursi makan, masih tetap menghusap-husap kepala Lauren yang akhirnya tidak menangis lagi. Ia berjongkok disebelahnya.

“Lauren ingin makan sesuatu, hm?”

Lauren menggeleng sambil menghusap-husap matanya.

“Kau mau susu hangat?”

Kali ini dia mengangguk.

“Tunggu disini, oppa akan membuatkannya untukmu.”

“Sepertinya kalian sangat dekat.”goda Jongin membuat Sehun menoleh kearahnya.

“Kau yang mengajarkannya.”

“Jogieyo…”seru Bibi Ren menghampiri ruang makan. “Tuan Muda, ada yang mencarimu di depan.”

Kening Sehun berkerut, “nugu?”

“Lihat saja. Kau pasti senang jika bertemu dengannya.”

“Jongin-ah, jaga Lauren. Aku akan keluar sebentar.”

Jongin mendelik, “Ya! Aku bukan perawat anak-anak.”

Sehun berkecap, “Aku tidak perduli.” Lalu berjalan menuju ruang tamu.

“Seseorang yang membuatku senang? Nugu?”gumam Sehun semakin mengerutkan keningnya. Ia terus berjalan menuju ruang tamu hingga mendapati seorang wanita sedang duduk disana.

Wanita itu menoleh saat ia telah menyadari kehadiran Sehun. Detik itu juga, Sehun terperangah hebat. Matanya membulat bersamaan mulutnya yang ternganga lebar.

Ia berlari kesana tanpa kesadaran dan memeluk wanita itu erat-erat.

“Oema…”

TBC

 

31 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Sepuluh

  1. nina berkata:

    uhh uhh pagi2 udah baca sambil nangis :’)
    tp ngakak waktu woobin itu hahaha sehun
    dia siapa sih eon? gila kali iia -__-
    lauren apa2 sm sehun :3
    aaaaaa eomma jung datang
    tp ntr eomma park gmn tuh? jangan yg aneh2 lagi iia eon😦
    iisshhh

  2. choi jang mi berkata:

    omona….chimgu-ya siapa lg itu woo bin jangan blang dia mau rebut kekayaan park sibling ya awas lo’ itu smpek trjadi q sbgai readers sejati qm ga’ trima lo’ park sibling jatuh miskin. dan itu oemma jung yg datang? lo’ iya wah pasti bahagia itu park sibling n’ jung sibling. dah lanjutanx tlong jngan lama2 ya thor……^^.

  3. chanchan berkata:

    aduh aduh aduh… aku makin suka ceritanyaaa…. eomma jung bakal bawa mood bagus g ya buat anak2nya ? aduh aduh aduh aku pnasaran klanjutannya… ditunggu next chapternya… sehuniieee tetep kuat yaaa… lauren cute abisss… dia pasti jadi adik yg paling cute sedunia… ahahhahaahh😀

  4. misriana berkata:

    kyaaaaaaaaaaaaaaaa makin rame… akhirnya semuanya kumpuuullll… ditunggu next chapternya yaaa… aduh untung banget itu eomma jung dateng pas smuanya udah kmpul… kalo g pasti gawat ! hehehehe lauren i love you …

  5. Bbuingbyun berkata:

    Yeeeyyy akhirnya keluar juga nih chap 10. Aku nunggu sampe berlumut thor/? Haha
    Seneng banget mereka semua kumpul ditambah ada lauren. Lauren harus kenal juga sama yg lain ya, kan mereka cakep juga kaya sehun oppa *plak..😀
    Pokonya aku tunggi chap selanjutnya. Jangan lama ya thor.. lope lope banget sama semua ff ohmija♡
    Keep writing and fighting thoor^^9

  6. 민현 berkata:

    ngakak pas adegan wonbin kekekeke. lanjut lanjut bagus bgt…
    oemma jung dateng? please jangan dijadikan masalah. kasihab luhan sehun

  7. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Zka bgt dbk.it e0mma jung/kndung’y?kfo nh..next d’tnggu&gumawo to ff’y cayoofighting^^

  8. Exotic till dead berkata:

    Eomma jung pulang?? Trus kalau eomma jung pulang nanti tau kalau nyonya park lg dirawat?? Huwwwaaa!!! Tambah pusing dechhhhh……
    Ditunggu next chap ya thorrrrr ^^
    Keep Writinggggggg!!!!!!!

  9. Dini berkata:

    akhirnyaaa!! favorit ku tree house♥ ^3^
    waaaa makin rumit yahh….
    Sehun!!! keep strong ya oppa❤ Luhansayang, pliiis jangan egois lagi, jangan tinggalin Sehun kasian:*
    Duh satu part aja tanpa sang nenek gambreng*baca: Ny.Park* adem ayem yahhh gaada yang bikin naik darah😀 malah yg ini melow, but love {}
    Lanjut unnie🙂

  10. GD berkata:

    waah baca ff ini sambil buat ff beneran feelnya jadi dpat bamget trus ffnya juga keren… wah nyonya jung dateng tu gimana sama nyonya park nih.. ih woobin apa ada hubungan sama nyonya park? tapi beneran waktu dia bilang mobil sportmu akan jadi milikku” ngakak apaan sih itu orang ditunggu next part

  11. TANTITEUK berkata:

    nge fly kali ya jadi lauren >< ceritanya semakin cucokkkkk (y) aku suka ceritanya , wlopun bukan romance . ini ceritanya brothership tapi suerrrr gak ngebosenin sama sekaliiii😀 author good job kkkk~

  12. Tiikaa berkata:

    Widiihhh,,

    Itu eoma jung kan yg dtang eon??
    Wihh,, ada apa ya eoma jung tiba2 dateng..
    Itu lauren manja skli sma sehun..

    Ummm,, punya felling gak enak sma woobin..
    Kyaknya dia menyembunyikan dan merencanakan sesuatu deh…

    oke deh, klanjutannya aku tunggu ya eon..

  13. yuntil berkata:

    aaahhh… eon… tengah malam gini malah gila sendiri baca ff mu…
    best ff… saranghae eon… jgn lama lama dunk updatenya… please…

  14. phiwzz berkata:

    Huwaaaaaaaaaaa…. akhirnya Ny. Jung dateng juga ngunjungin Sehun dan anak2 nya yg lainnya (banyak amat anak nya bu, untung anak ketemu gede -eh?)
    Dan Lauren akhirnya udah tinggal di rumah nya sehun😀
    Next chap buruan update ya thor!!😀

  15. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Woaahh eomma jung datang pasti karna udah rindu bgt sma anak bungsunya itu..!!!
    Eonni kapan next chap nya? ini udah bulan April, sma ff yg lain juga eonnie, aku tunggu semua ff nyaa…!!! Aku tau eonnie sibuk tp semepetin buat lanjut semua ff nya ya…!!!
    Oh iya eonnie klo bisa buat ff Liberary nya eonn tp khusus ff eonn aja biar redear baru bisa baca ff lama eonn dan ga perlu nyari di tiap halaman, kan sayang juga sma ff nya bagus tapi terlupakan klo ada ff liberary nya kan jadi keliatan semua karya eonninya…
    Semangat terus ya eon jgn bosen nulis…!!!

  16. Taera @taera98 berkata:

    itu eomma jung’kan??
    aigoo lauren sama sehun makin lengket😀
    maksut woobin tuh apa sih?? kok aneh banget😀
    ok aku langsung lanjut ke chapter berikut’nya. ketinggalan soalnya😀

  17. amelia berkata:

    ny. jung aaa.. benarkah??
    ah~ aku jadi mbayangin sehun sama lauren.. u,u
    mereka sekarang bareng” lagi u,u senangnya.. gini lah akur”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s