FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 13

Sixth sense

Tittle  : Sixth Sense

Author : Oh Mi Ja

Cast    : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Genre  : Brothership, Friendship, Mistery

Note: Part berikutnya adalah Part terakhir^^

“AKH!” Yixing menjerit histeris dan langsung terbangun dari tidurnya. Baru menyadari jika saat ini ia sedang tetidur dengan posisi duduk sambil membenamkan kepala didalam lipatan kedua tangannya yang ia letakkan diatas piano.

“Yixing, ada apa?” Jongin menghampirinya dengan raut khawatir.

Yixing hanya diam. Masih mengumpulkan kesadarannya yang belum terkumpul. Wajahnya masih linglung. Perlahan, ia menoleh menatap Jongin.

“Aku… tertidur disini”serunya dengan nada setengah bertanya.

Jongin mengangguk, “saat aku menyusulmu kesini, kau sudah tertidur. Aku pikir kau kelelahan, jadi aku membiarkanmu”.

Yixing mengerjap. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi. Kemudian, matanya melirik kebawah, kearah lantai dan mendapati ada beberapa buku dan alat-alat tulis.

“apa yang kau lakukan?”tanya Yixing.

“Ah, aku mencoba mengerjakan soal-soal. Sedangkan kau? Kenapa kau menjerit?”.

“Aku mimpi buruk”

Kening Jongin mengernyit, “mimpi buruk?”

Yixing mengangguk, “Aku bermimpi aku ada ditempat yang gelap. Aku hanya sendiri dan tiba-tiba bunga mawar hitam terjatuh dari atas. Aku sangat bingung jadi aku mendongak, saat aku melihat keatas, bunga itu justru turun lebih banyak. Mereka menghujani tubuhku. Semakin lama semakin banyak dan membuat tubuhku sakit. Jadi, aku memutuskan pergi dari tempat itu dan berlari kemanapun. Tiba-tiba langkahku terhenti saat aku melihatmu ada disebrang ruangan. Kau memanggilku, jadi aku berlari ke arahmu…”

“Lalu?”

Yixing menunduk. Wajahnya sendu. “Pintunya tertutup”

Jongin terlihat shock mendengar ucapan Yixing. Matanya melebar dan dia langsung memutuskan untuk duduk disamping sahabatnya itu. Ia menatap Yixing lekat-lekat.

“Kenapa pintunya tertutup?”

Yixing menggeleng lemah, “aku tidak tau. Karena itu aku menangis didepan pintu itu”

Jongin menangkap kesedihan yang teramat dalam diwajah sendu Yixing. Ia menatapnya cukup lama dalam keterdiamannya. Hingga akhirnya, Jongin menepuk pundak Yixing.

“Sudahlah. Itu hanya mimpi. Bukankah sekarang aku ada disini? Aku tidak mungkin menutup pintu saat kau datang, kau bahkan punya kunci duplikat rumahku” sambil bercanda, ia mencoba menghibur Yixing.

Tiba-tiba Yixing teringat sesuatu, “Jongin, aku pasti bermimpi buruk karena ada bunga…” Saat ia berdiri, ia benar-benar kehilangan kata-katanya karena tidak menemukan apapun diatas piano. Bunga itu tidak ada. “Apa kau mengambilnya?” ia menoleh kearah Jongin.

“Mengambil? Mengambil apa?”

“Jongin, disini ada bunga mawar hitam. Diatas piano ini. Tadi aku melihatnya”

“Ha? Tidak mungkin. Saat aku datang, aku tidak melihat apapun”

“Aku melihatnya. Aku benar-benar melihatnya. Disini ada bunga mawar hitam saat aku datang dan—“

“Yixing, mungkin kau terpengaruh mimpimu. Tidak ada apapun disini. Sudahlah, sebaiknya kita makan siang sekarang, aku sudah sangat lapar”

Jongin menarik lengan Yixing, sebagai bentuk ‘memaksanya’ agar sahabatnya itu tidak berpikir yang tidak-tidak lagi. Sekarang cukup, karena Yixing tidak akan berhenti dengan pemikirannya tentang sesuatu hal.

Sedangkan Yixing, walaupun ia sudah membungkam mulutnya, tapi ia tetap yakin jika ada bunga mawar hitam yang tergeletak disini tadi. Tapi, kenapa sekarang tiba-tiba menghilang? Kemana perginya bunga itu?.

***___***

“Sehunnie, ayo makan dulu. Jangan terlalu banyak belajar. Kau bisa menjadi gila jika terus melihat angka-angka itu”seru Jongin membuka pintu kamar Sehun dan duduk diatas ranjang tidurnya.

“Keluarlah hyung. Jangan ganggu aku”balas Sehun tidak menoleh ke belakang sedikitpun.

“Sehunnie, ayolah. Kau terlalu serius. Bagaimana jika kita bermain playstation di rumahku?”

“Tidak bisa. Aku sedang belajar” Sehun tetap bersikeras.

Mendengar itu, Jongin berdiri sambil menghela napas panjang. “Sejak dekat dengan Luhan hyung, kau jadi tidak asik lagi. Kau melupakanku”

Sehun langsung menoleh dengan mata terbelalak, “mwo?!”

“Benar kan? Sekarang kau selalu saja bermain dengan Luhan hyung. Bahkan kau tidak pernah lagi menyuruhku membolos untuk menemanimu bermain. Kau sudah melupakanku, huh?”rutuk Jongin cemberut.

Tidak hanya menoleh, kali ini Sehun memutar kursinya dan benar-benar menghadap pada Jongin, “Hyung, aku tidak seperti itu.”

“Tidak seperti itu apanya?”

“Bukankah justru kau yang sudah tidak punya waktu lagi untuk menemaniku bermain? Kau selalu pergi dengan Xing Xing hyung!”ujar Sehun ikut kesal.

“Tidak. Aku selalu berusaha—“

“Hey.. Hey.. ada apa ini?” Tiba-tiba nyonya Jung datang karena mendengar keributan dua orang namja itu.

Sehun langsung cemberut dan menghampiri ibunya sambil merengek, “oema, Jongin hyung menuduhku yang tidak-tidak.”adunya.

“Aniyo. Justru kau yang menuduhku.”elak Jongin.

“Ya wae geurrae? Kenapa kalian jadi bertengkar?”

“Jongin hyung yang mulai. Dia menuduhku yang tidak-tidak. Aku hanya tidak mau mengganggu aktivitasnya lagi dan fokus dengan pelajaranku. Aku ingin pergi ke Brazil!”cecar Sehun bicara panjang lebar. “Jika semuanya selesai, aku mau bermain playstation di rumah Jongin hyung lagi dan mengajaknya jalan-jalan. Aku juga akan menyuruhnya bolos bekerja untuk menemaniku!”

“Pwahahahahaaa…” Tiba-tiba Jongin tertawa keras membuatSehun dan ibunya menoleh. Ia bahkan tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya.

Kening Sehun berkerut, “Ya wae?”tanyanya bingung.

“Pwahahaha… pabo…”

“Mwoya?”

“Tentu saja kau harus belajar dengan giat. Aku hanya ingin mengganggumu karena kau terlalu serius. Harusnya kau tidak lupa jika kau juga harus makan.” Jongin masih saja tertawa keras.

“Hyung! Kau menyebalkan!”

Karena di dunia ini, baginya keluarga Jung adalah segalanya. Dia menyayangi nyonya Jung, Tuan Jung, Taeyeon dan tentunya Sehun seperti keluarganya sendiri. Karena mereka adalah kekuatannya. Juga, keluarga barunya yang selama ini ikut mengisi hari-harinya.

Luhan dan Yixing.

***___***

Waktu tidak berhenti untuk menunggu. Waktu terus berjalan sesuai kehendak Tuhan tanpa memperdulikan semua orang yang berjalan lambat.

Kehidupan tetap berlanjut dan Yixing tetap berdiri di kakinya sendiri. Zhang Yixing tetaplah Zhang Yixing. Dia tetap seseorang berhati lembut dan mempunyai senyuman menenangkan.

Semua orang memiliki cerita sedih dan dia juga pernah mengalami hal itu. Hanya dengan bersikap kuat dan berusaha melawan semuanya, membuatnya mampu meninggalkan hal-hal sedih itu dibelakang.

Saat sinar matahari dirasakan telah menembus kelopak matanya, Yixing menggeliat kecil, sembari perlahan membuka matanya. Sudah saatnya untuk bangun.

Namun, ketika ia membalik tubuh kearah kanan, matanya langsung terbuka saat ia tidak mendapati Sehun disebelahnya. Tiba-tiba teringat jika hari ini adalah hari penting bagi adiknya itu.

Yixing langsung menegakkan tubuhnya, duduk. Lalu menepis selimutnya dan melompat turun dari ranjang. Secepat kilat menuruni anak-anak tangga dan mencari sosok Sehun di dapur.

“Sehun! Bagaimana?”tanyanya membuat Sehun yang sedang duduk melamun di kursi makan terkejut dan langsung menoleh. Begitu juga nyonya Jung yang sedang asik menunggu panggangan rotinya selesai. Ia menoleh ke belakang sangat terkejut.

“Ada apa, Yixing? Kau mengagetkan kami.”seru nyonya Jung menghusap-husap dadanya

“Maaf, aku lupa jika hari ini adalah hari penting. Maaf.” Yixing menjatuhkan diri didepan Sehun, menatapnya sungguh-sungguh.

Sehun terkekeh, “tukang pos tidak mungkin datang sepagi ini, hyung. Karena sangat gugup, aku jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak. Jadi aku membangunkan oema untuk menemaniku.”

“Kenapa kau tidak membangunkanku, huh?”

Sehun meneguk habis susunya sebelum ia menjawab pertanyaan Yixing, “kau terlihat sangat lelah, hyung. Aku tidak tega membangunkanmu” Ia menghusap jejak-jejak susu disekitar mulutnya dengan lengan baju. “Semalam kau mengerjakan tugas bersama Jongin hyung, kau pasti sangat lelah.”

“Tapi aku bisa menemanimu.”seru Yixing sembari menerima gelas susu yang diberikan oleh nyonya Jung, ia mendongak sambil tersenyum lebar, “Terima kasih, oema” kemudian mengembalikan pandangannya kembali pada Sehun.

Sehun hanya menggeleng, memajukan bibirnya lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“Jangan khawatir. Karena kau sudah belajar dengan baik, kau pasti dapat nilai yang bagus.”hibur nyonya Jung sambil menghidangkan roti panggang ke atas meja.

“Nilai yang bagus tidak cukup oema. Aku harus dapat nilai sempurna agar bisa pergi ke Brazil.”desah Sehun, menggeleng saat nyonya Jung hendak menyuapkan roti ke mulutnya. Debaran jantungnya karena menunggu tukang pos membuatnya mual. Sama sekali tidak ingin makan sesuatu.

“Kau benar-benar ingin pergi ke Brazil, Sehunnie?” Lay mengerjap.

Sehun mengangguk cepat, “Aku ingin menonton piala dunia. Benar-benar ingin.”

“Apa kau berani pergi seorang diri?”

“Tentu saja. Aku sudah dewasa dan Jongin hyung juga sudah mengajariku bahasa Inggris. Aku yakin aku tidak akan tersesat dan baik-baik saja disana.”

“Yakin apanya? Kau bahkan tersesat saat kita berbelanja di Myeongdong. Kau meminjam ponsel orang lain untuk menelponku sambil menangis..” Tiba-tiba suara Jongin terdengar, ia dan Luhan bergabung di ruang makan. Keduanya baru saja bangun tidur dan cepat-cepat kesana untuk menemani Sehun menunggu hasil ujian. “Kau menunggu ini, kan?” Jongin memberikan sebuah amplop putih yang dipegangnya pada Sehun.

Mata Sehun membulat,”Hyung, darimana kau dapat ini?!”

Jongin tersenyum, “tadi kau melihat tukang pos memasukkannya ke dalam kotak surat jadi, aku mengambilkannya untukmu.”

“Akh, bagaimana ini? Bagaimana?”seru Sehun mengacak rambutnya frustasi. Ia sangat gugup, bahkan tidak berani menyentuh amplop itu.

“Bukalah. Bukankah kau sudah menunggunya?” Luhan mengulurkan tangan, menepuk-nepuk punggung Sehun.

Ia menatap Luhan ragu, “Bagaimana jika nilaiku jelek? Bagaimana jika aku tidak bisa pergi ke Brazil?”

“Tidak. Kau pasti bisa.”

“Adeul, bukankah appa selalu mengajarkanmu untuk menjadi pria yang berani, huh?” Dan tuan Jung akhirnya ikut bergabung di meja makan. Duduk bersama dengan anak-anaknya sembari mencomot satu roti panggang yang telah disediakan istrinya. Ia menatap Sehun serius, namun lembut.

Sehun menghembuskan napas panjang, menatap berkeliling kearah kakak dan orang tuanya lalu mengulurkan tangannya ke depan, menarik amplop itu kearahnya dan mulai membukanya perlahan.

Ia menahan napas, gerakan pelannya membuatsemua orang yang ada disana menjadi gemas. Tapi juga tidak ingin mengganggu Sehun.

Saat amplop itu telah terbuka, Sehun membuka kertas putih yang terlipat menjadu dua di dalamnya. Itu adalah hasil ujiannya.

“Adeul, bagaimana?”tanya nyonya Jung tidak sabar.

Sehun terus menatapi amplop itu lekat-lekat. Ekspresinya serius. Hingga beberapa detik kemudian, air mata mulai merembes dari sudut matanya. Jongin dan Luhan yang duduk disampingnya tersentak.

“Sehunnie, kenapa?”

“Hyung…”seru Sehun lemah. “Aku tidak bisa pergi ke Brazil, huaaaa….”tangis Sehun menelungkupkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya diatas meja.

Mata Jongin melebar, buru-buru merampas kertas putih yang dipegang Sehun dan membacanya. Nilainya sempurna, semuanya mendapat A+. Tapi, hanya bahasa Inggris yang mendapat nilai A.

“Se..hunnie… nilaimu… astaga… nilaimu benar-benar hebat!”

“Mana? Coba aku lihat.” Lay juga tak kalah penasaran, meraih kertas putih hasil ujian itu dan membacanya. Selanjutnya, ekspresinya sama dengan Jongin. Matanya melebar tak percaya. “Ini nilai terbaik! Bahkan Luhan ge yang merupakan murid pintar tidak pernah mendapat nilai seperti ini. Ini sempurna, Sehunnie!”

“Aniyo. Aku berada di peringkat kedua. Appa bilang dia akan membelikanku tiket jika aku berada di peringkat satu.” Sehun masih menangis.

“Tapi bukankah peringkat terakhirmu adalah 50? Menjadi peringkat 2 tidak buruk. Bahkan sangat baik.”sahut Luhan ikut bersemangat.

“Hey.. hey.. kenapa menangis, hm?” Nyonya Jung menghampiri Sehun dan menghusap-husap punggungnya. Sehun menegakkan tubuhnya, berbalik lalu memeluk nyonya Jung yang berdiri dibelakang kursinya.

“Oema… aku ingin pergi ke Brazil…”

“Kau ingin pergi ke Brazil?” nyonya Jung menghusap kepala Sehun. Ia mengangguk. “Kalau begitu pergilah, oema akan menemanimu.”

Detik itu juga, Sehun langsung menarik kepalanya dan mendongak kaget, “Hah?!”

Nyonya Jung terkekeh, “kau mau ke Brazil, kan?”

“Tapi… bukankah…”

“Kita ke Brazil minggu depan.”ujar tuan Jung, ia mendorong sebuah amplop lain kearah Sehun. Sehun berpaling menatap ayahnya, bergantian menatap amplop coklat yang didorongnya tadi. “Itu adalah tiket pesawat. Sebenarnya appa sudah memesannya dari minggu kemarin karena melihat kerja kerasmu. Dan kau tau? Appa memesan 6 tiket.”

“MWO?!!” Kali ini tidak hanya Sehun, namun Yixing, Luhan dan Jongin ikut terperangah hebat.

Tuan Jung tersenyum lebar, “kalian akan ikut dengan kami. Bukankah kalian harus menemani Sehun, hm?”

“Aboji… tapi…” Jongin tergagap, benar-benar tergugu hingga tidak tau apa yang harus dikatakannya.

“Hyung, ikut dengan kami. Kalian harus ikut.” Sehun melompat senang sambil mengguncang-guncang lengan Jongin. Bahkan ia melupakan air matanya yang masih tertinggal di pipinya.

“Xing Xing hyung, Luhan hyung, kalian juga harus ikut!”tambah Sehun lagi.

“Aboji.. kami tidak mungkin ikut..”

Tuan Jung menatap Luhan, “wae?”

“Selama ini kami terus merepotkan aboji dan omoni. Kami akan ikut jika kami membayar tiketnya.”

“Ya waee? Kenapa kau seperti itu hyung?” Sehun seketika cemberut.

“Sehunnie, kau tidak mengerti. Aku dan Yixing—“

“Bukankah kalian anak oema dan appa juga?”potong Sehun. Lalu ia berbalik menatap Jongin. “Jongin hyung juga akan oema dan appa…”

“Tapi.. ini sedikit berlebihan. Kami bahkan meninggalkan apartement dan menumpang hidup disini. Benar-benar merepotkan.”tambah Yixing.

“Kalian berjanji akan memberikanku hadiah, kan? Kalian harus menepatinya.”

“Tapi bukankah kau mau aku membelikanmu kaset playstation?”balas Jongin.

Sehun langsung menggeleng, “Tidak. Aku berubah pikiran. Aku mau kalian menemaniku. Hanya itu.”

Luhan mendesah panjang, “Sehunnie…”

“Aku tidak akan mendengar penolakan!”tegasnya lalu berdiri dan menghampiri ibunya. “Oema, aku ingin makaaan…”

***___***

Yixing memasukkan semua bukunya ke dalam tas saat pelajaran berakhir. Seperti biasa bersiap untuk pergi ke ruang musik. Disebelahnya, Jongin menoleh.

“Mau makan siang dulu?”

Yixing menggeleng, “tidak. Aku ingin berlatih piano dulu. Jika kau lapar, kau pulanglah lebih dulu. Aku akan menyusul.”

“Tentu saja tidak, Aku akan menemanimu.”

Yixing tertawa, lantas mengangguk dan berjalan meninggalkan kelas bersama Jongin. Berjalan bersama di lorong koridor universitas, hingga akhirnya langkah keduanya terhenti di depan papan pengumuman.

Tulisan-tulisan itu seperti mampu menarik Yixing untuk mendekat. Bahkan tertarik untuk membacanya semakin jelas.

‘Playing Piano with Jazzie’

“Astaga Yixing!”seru Jongin sangat antusias. Ia merangkul pundak Yixing sembari tersenyum lebar. “Kau harus ikut audisinya! Kau harus ikut!”

Yixing tidak membalas. Tetap menatap lurus ke depan.

“Audisinya ada di Seoul juga. Ini kesempatanmu. Bukankah kau ingin menjadi pianis terkenal?”

“Tidak mungkin. Jazzie adalah grup Jazz yang terkenal di dunia. Aku tidak mungkin terpilih.”

“Tidak mungkin bagaimana? Permainan pianomu juga sangat hebat. Bahkan kau belajar dari dirimu sendiri. Kau pasti bisa.”

Wajah Yixing tetap muram, ia menggeleng pelan, “tetap tidak bisa. Audisinya akan dilaksanakan minggu depan. Bukankah kita sudah berjanji pada Sehun akan menemaninya?”

Ekspresi Jongin juga berubah muram, “aah… kau benar juga…”

“Sudahlah. Mari lupakan ini dan berlatih lebih keras lagi.”putus Yixing akhirnya, menarik lengan Jongin dan melanjutkan langkahnya menuju ruang musik.

***___***

Tuan Jung melonggarkan dasinya sembari membanting punggungnya ke sandaran sofa. Pekerjaan hari ini sangat lelah. Banyak kasus yang harus ditanganinya, menguras tenaga dan otaknya.

Sembari ia bersandar, tanpa sengaja matanya menangkap sebuah gambar. Foto dirinya dan keluarganya. Kini, disamping foto itu juga terdapat foto Sehun bersama Jongin dan dua kakak barunya. Ia tersenyum lembut.

“Sehun sudah mendapatkan kebahagian barunya, Ttal. Apa kau bahagia disana?”gumamnya menatap lurus foto Taeyeon. “Minggu depan, kami akan pergi ke Brazil. Adikmu benar-benar bekerja keras, membuat kami sangat terharu. Dia tidak lagi menjadi anak manja yang selalu ingin dipenuhi semua keinginannya. Sekarang dia bekerja sangat keras, bahkan tidak ingin merepotkan Jongin lagi. Dia sudah berubah sesuai keinginanmu.”

Tuan Jung menarik punggungnya, semakin dekat menatap foto Taeyeon.

“Jangan terlalu memikirkan kami dan adikmu. Kami semua baik-baik saja disini. Appa harap, disana kau juga selalu bahagia. Maafkan appa karena appa tidak bisa melindungimu.”

Ada kelegaan dihatinya saat melihat senyuman anak perempuannya yang telah pergi. Selamanya, kedudukannya tidak akan pernah terganti. Akan tetap menjadi anak sulungnya yang selalu memikirkan seluruh keluarganya. Bahkan Sehun sampai memanggilnya ‘ahjumma’.

Tepat pukul 1 malam, tuan Jung meninggalkan kantor dan menuju tempat parkir. Menemukan mobilnya, dia sedikit terkejut saat melihat sesuatu yang ada diatas atap mobilnya.

Tangannya terulur, meraih sesuatu itu dengan kening berkerut.

“mawar hitam…”

TBC

 

39 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 13

  1. irnacho berkata:

    kok kayaknya semenjak yixing pny kelebihan, banyak bgt bahaya yg menghampiri orang2 terdekatnya ya? berawal dari taeyon, terus kris. pst ada mksud dari kemunculan tiba2 mawar hitam itu. ada sesuatu yg janggal yg berhubungan sm kelebihan yixing. berharap aja smoga mreka tetap baik2 aja dan yixing sm luhan ga hrus ngerasain kehilangan keluarga lg

  2. tia08 berkata:

    yeee chukkaeee sehunnieee akhir’a dpt nilai bagus, walau peringkat 2 tp itu udah luar biasa 😀

    mwoyaaa sebener’a apa maksud dari mimpi yixing itu knapa jongin nutup pintu buat yixing knapa bunga mawar hitam itu menghampiri yixing trs? whuaa jangan ampe terjadi sesuatu lagi ma yixing ku hiks 😥
    nah loh skrng tuh mawar hitam knapa ada di mobil appa jung..omg..perasaan ku ga enak sama keluarga jung, sehun, jongin, LayHan..jangan2 mreka bakal mengalami kecelakaan pas berangkat ke brazil…>< berharap ga ada yg mati lagi amin…

    daebak bgt ff'a, author memang keren bgt pdhl di coba diajuin ke penerbit aja siapa tw lolos amin 🙂

    ditunggu bgttt lanjutan'a, smoga ga lama ya ngepost part end'a, smoga ga buat mati penasaran hehehe :p fighting buat author'a 🙂

  3. isti berkata:

    Ya moga kebahagiaan itu tidak akan hilang karena kepergiaan seseorang lagi….. semoga akhir dari FDA ini happy ending

  4. tia berkata:

    sebener’a ada apa dibalik mawar hitam itu? knapa itu mawar hitam menghampiri yixing bahkan appa jung, apa maksud dari mimpi yixing itu? aigooo,,author oh mi ja bener2 sukses bikin aku pnasaran~..
    feeling ku kok mengatakan mreka semua bakal ngalamin kecelakaan ya pas berangkat ke brazil,,aaa moga feeling ku meleset, moga ga ada satu pun yg mati lagi, kasian yixing ku kejadian2 slama ini udah cukup buat dia terpukul dan depresi #hugYixing..

    ff’a daebak,,,author’a pun daebak bgttt,,acungin semua jempol ku deh buat author,,,
    andai di buat novel bisa nih…:)

    ditunggu bgttt lanjutan ff ini,,,
    smoga part slanjut’a cepet di post amin~
    ga kerasa tau2 ff ini udah mau end aja huhuhu…

  5. mappleaf berkata:

    authornim…………….. endingnya bener” belum kepikiraaaan.
    apa maksud dari mawar hitam ini yaaa? ayo prt selanjutnya harus lebih seruuu yaaaaaaaaq

  6. Cicil berkata:

    Huaaaaa ini apaaaaaaa, kenapa misteri mawar hitamnya belum terungkap jugaaa 😭 terus” seneng deh Sehunnie bisa ke Brazil, bareng keluargaaa lagii waw aku juga pengen tuh hehehe
    Kenapa Tuan Jung jadi ikutan kena mawar hitam eon? Apa ini menyangkut satu keluarga merekaa??? Cepetaaann lanjuuuuttt, ini ff yang paling aku tungguuu

  7. FishCorn berkata:

    Tbc???? Apa sih arti dari mawar hitam itu? Huwah makin penasran ma kelanjutannya….. Apa yg akan terjadi pada Appa Sehun yak….

  8. choi jang mi berkata:

    oh my god…..thor awas aja lo appa jung di matiin ya atau siapun itu yg tersisa distu dimatiin jg q ga’ trima tp lo’ itu emang jlan critax gtu tlong buat yixing bs nyelamatkan lo’ emang ada yg ga’ bres gtu biar entar endingx bhagia gtu kan mau ke brazil jd hrus happy ending pokoknya. tq

  9. iaahun berkata:

    Huahhh. Parahh, knapa tinggal satu chap lagi??? Yixing di teror yaa? Knapa bnyak bnget ada mawar hitam? Jngan ada yg mati mati lagi dong thor : )

  10. Adilah Mandukhairani (Shin Ji Ae) berkata:

    Kyaaaa! Aku juga mau ikut ke Brazil!!! Uhm sorry, i mean kyaaaa!! Eonni-ya! Sumpah keren banget! Mawar hitam? Sepertinya bakal ada sesuatu yang menimpa keluarga ini. Aah! Eottokhae?! Penasaran! Next chapter harus bikin rasa penasaran aku hilang :v wait for the next eon~ fighting!

  11. so eun_sehun berkata:

    ommo..ommo.. thor jangan blang appa jung mau author musnahkan atau siapapun yg ada dstu cos q ga’ trima mau ke brazil hrus happy ending chapter trakhirx. kasian yixing q unyuk2 hrs depresi lg. thor buruan lanjtkan.tq

  12. sansanzz berkata:

    kaaak jangan bilang nanti mereka ke brazil pesawat nya jatuh atau ada kejadian lain yang bikin mereka meninggal ;___;
    happy ending yaaa kaak, tapi gpp ding terserah kak mija aja hihi ttp keren kok!
    ditunggu bgt chap selanjutnya ya kakk! 😀

  13. Dini berkata:

    mawar hitamnya makin merajalela 😦 semoga gaada scene mati-matian lagi ya unnie 😦
    mimpinya yixing gge :O apa ada artinya ? semoga bukan petunjuk buruk!
    next chap last episod yah 😦 jangan sad ending unnie, suka nyesek sendiri nihhh 😦
    dannnn Hwaiting unnie MiJa^_^9

  14. jungdongae berkata:

    thor, kok ngeri banget.. mawar hitam berada di mana-mana…
    dan juga tinggal satu chapter lagi kan ya?
    next chap ditunggu ya.. Hwaiting..

    o iya perkenalkan saya baru disini

  15. Baekkiss berkata:

    ini ff d tunggu bgt klnjutannyaa…
    aku kir cuma yixing yg dpt mawar hitam tp trnyata appa sehun juga dapet???!

    apa pesawat mereka bakal jatooh kyak di film2 atau ada yg merampok mobil keluarga jung dan akhirnya keluarga jung mati?? /aigoo knp aku jd korban film-_-/

    lanjjuutkaaan eooon ^^

  16. ekatri12 berkata:

    Yaa eonn~ bikin penasaran bgt sih…. ga kerasa mau ending aja, moga happy ending ya eon ^^ semangat nglanjutinnya

  17. Nuli Pandari berkata:

    Sebenernya ada apa di balik mawar hitam itu kenapa tuan Jung juga ikut2an nemu tu mawar.. tadinya sih gue berpikir sehun yg bakal Bye coz sehun agak berbeda… tapi gue mikir lagi apa semuanya bye… hah.. gak bisa nebak.. gue yakin di chap berikutnya bakal ada nangis berjamah.. penasaran thor.

    Lanjuut thor….

  18. clairenoona berkata:

    aisshh.. knp ada mawar hitam di atap mobil appa Jung?? jangan ada yang mati lagi plisss (˘ʃƪ˘)
    wait for update!! :))

  19. Tiikaa berkata:

    Perasaannn ku gak enakkkkkk….
    Kenapa appa jung bisa nemuin mawar hitam itu??

    Ada apa sebenernya ini eon..
    Next part adalah chapter terakhir,, berharap happy ending,, jngan smpe sad ending ya eon..

    HuhuhU
    Oke deh eon,, next chap aku tunggu.. 🙂

  20. yuntil berkata:

    andwae… jgn ada lagi yg meninggal… ntar sehun sedih lagi…
    tpi penasaran tingkat akut nih eon… cepet publish next part ya eon…

  21. phiwzz berkata:

    OMO OMO!!! Mawar merah lagi???
    Brarti yg dapet baru Yixing sama Tn. Jung ya? Eh, Jongin udah belum sih??
    Wahh.. jangan2 nanti mrk semua tewas karna kecelakaan pesawat waktu mau ke/dari Brazil O.O
    Next chap beneran part terakhir thor??? 😥
    Buruan update ya

  22. 26yeoliee berkata:

    wah, aku sampe baca dua kali nih chapter ini nunggu chapter 14 nya kapan keluar , huwaa,a keburu lupa plot cerita nya hiks T_T, di tunggu last chapnya segera ya thor

  23. suci kurniasih berkata:

    Knp tuan Jung bs nemu bunga mawar hitam yg selalu dimimpiin xing xing oppa???
    Gak akn terjadi bhaya ama tuan jung kan????
    hemmmpppp
    aq harap author gx bkin sehun kehilngan ayah nya,,,, and xing xing oppa jga gx dibenci ma klwrga jung….and moga xing xing oppa gx nyalahin diri sndri lg…..
    aq hrap ne crta bklan happy ending yea thor……
    cpt yea thor lnjutn……

  24. Jung Han Ni berkata:

    wah nilai sehun bagus
    duh ada mawar hitam lagi..
    apa maksud dari mimpi yixing ya? jangan2 dia bakal meninggal.. huhu berharap ga ada yg meninggal lagi T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s