Change part 1

Change poster

NAMA                        :  Afra 94

JUDUL                       : Change Chapter 1

TAG (TOKOH)          : Sehun (EXO-K), All Exo member

GENRE                      : Sad, brothership, Hurt

RATING                     : Sad, brothership, Hurt (12+)

LENGTH                    : Multy Chapter

CATATAN AUTHOR: Bagi yang tidak suka cast dalam ff ini maka diharap tidak membaca ff ini. Karena dapat menimbulkan munculnya sebuah komentar pedas yang dapat membuat semangat author menjadi drop. Dan bagi readers, jangan lupa komentarnya ya!

 

Change

Chapter 1.

.

.

.

Sehun terbangun dari alam bawah sadarnya setelah ia merasa terganggu dengan berkas-berkas cahaya yang dengan tanpa berdosa menerobos celah-celah gorden jendela kamar Sehun dan Suho. Sehun mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat karena semalam ia terus menangis bersama Hyung-hyungnya. Kelopak matanya yang terlihat membesar tak dihiraukan olehnya. Kepalanya ia tolehkan ke kanan di mana ia bisa melihat sesosok namja yang masih tertidur pulas di sampingnya. Tergurat kesedihan yang memoles wajah tampannya dalam damai.

Kini Sehun menunduk. Membiarkan hatinya kembali bergetar seperti semalam. Rasa sedih, kekecewaan, dan merasa kehilangan terasa membebani dirinya sehingga air mata yang seenaknya sering keluar merembes menyusuri pipinya dan akhirnya menetes begitu saja.

“We are one,” gumam Sehun lirih seraya memejamkan matanya. Bahkan ia berkata dengan nada bergetar yang sangat memilukan. “Apa 3 kata itu akan berarti lagi?” tanya Sehun dengan dirinya sendiri. Perasaan ragu mulai menyapa. Kesunyian membuat Sehun larut dalam pikirannya sendiri.

“Chanyeol-ah,” Sehun terkesiap. Ia menoleh ke sumber suara. Kini dapat dilihat Sang Leader, Suho mengigaukan nama ‘Chanyeol’ dengan wajah yang menampilkan raut kesedihan. Sehun mendekat menghapus jarak yang masih menjadi tembok besar antara mereka.

“Suho-hyung. Kumohon tenanglah,” lirih Sehun berharap Suho dapat mendengar suaranya walaupun itu sangat mustahil karena Suho berbicara akan tetapi kesadaran belum membawanya ke kehidupan yang sebenarnya. Sehun menggenggam erat tangan Suho yang sedikit bergetar. Ya,, mungkin namja itu mengalami mimpi buruk yang sering sekali menghantui tidurnya selama akhir-akhir ini.

“Chanyeol-ah…” igau Suho lagi membuat Sehun mengeratkan genggamannya di tangan Suho yang masih bergetar. “Hyung, kumohon.. Tenanglah,” bisik Sehun dengan sekuat tenaga menahan air matanya agar tak tumpah lagi.

Suho mulai tenang kembali dalam tidurnya. Tak ada igauan lagi tentang Chanyeol. Sehun menghembuskan nafasnya lega. Meski masih ada kesedihan yang menggores hatinya dan akan selalu membekas sempurna.

Secara perlahan, Sehun melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. Namun, langkahnya terhenti saat jaraknya dengan pintu kamar hanya sekitar 10 cm. Hatinya merasa ragu untuk menengok sedikit saja suasana ruang tengah dorm. Ia takut air matanya akan meluber lagi. Namun, di sisi lain hatinya, ia ingin memastikan keadaan luar baik-baik saja. Sejenak, ia mengambil nafas dalam-dalam lalu dengan perlahan ia putar kenop pintu dan ia mulai melangkahkan kakinya keluar.

Namun sekejap, kakinya merasa lemas. Matanya mulai memanas. Melihat pemandangan yang terasa miris di hatinya. Sesosok namja yang duduk di sofa yang tengah menonton acara komedi di televisi yang tak jauh dari hadapannya. Banyak helaian tissue berserakan di sekitar sofa. Matanya menatap kosong acara komedi favoritennya. Namja itu sangat berbeda dari yang dulu. Semenjak kejadian itu terjadi, semua terasa berbeda. Tak ada lagi canda ria. Yang ada hanya suasana kesunyian dan tangis pilu yang menyesakkan dan sangat menyiksa.

Dengan langkah ragu, Sehun mendekat ke arah namja tersebut. Ekspresi terkejutnya tak bisa ia sembunyikan di wajahnya. Matanya membulat mendapati wajah namja tersebut terlihat sangat pucat. Tak lupa kini matanya terlihat bengkak dan memerah. Sehun meringis melihatnya. Dengan iba, Sehun melangkah untuk lebih mendekat seraya duduk si sebelah namja itu.

“Baek-hyung. Kenapa kau tak membangunkanku saat kau hendak menonton acara komedi yang menggelikan ini?” tanya Sehun untuk memecah keheningan yang menyiksa dorm exo ini. Senyum lemah ia sunggingkan demi membuat namja itu memerdulikan kehadirannya. Namja itu, ya.. Dia Byun Baekhyun.

Senyum Sehun perlahan sirna. Menyadari namja yang diajak bicara hanya terus menatap kosong layar televisi yang tak jauh darinya. Namun, Sehun bukanlah orang yang putus asa. Matanya beralih ke layar televisi. “Hahahaha.. Kau lihat, Hyung? Acara komedi itu sangat konyol. Haha, sangat menggelikan. Benar kan, Hyung?” tanya Sehun memaksakan sebuah tawaan hambar yang terdengar aneh di telinga. Tangan kirinya dengan akrab merangkul bahu Baekhyun.

Hasilnya masih nihil. Ucapan Sehun hanya dibalas dengan sebuah kesunyian yang tercipta. Sehun menunduk. Apakah perasaan Baekhyun terlalu sakit hingga sifat aslinya terpendam hingga tak terlihat lagi? Sehun mngangkat wajahnya dengan perasaan takut luar biasa. Takut jika ia dan para hyung-hyungnya akan terus terjepit suasana kesunyian dan tidak ada lagi persatuan.

Sehun menoleh. Mengambil tangan kirinya yang tadi sempat ia rangkulkan pada pundak Baekhyun. “Baek-hyung, saat pagi hari, kau sering menceritakan cerita humor kepadaku. Apakah kau mau menceritakan itu kepadaku sekarang?” tanya Sehun dengan suara yang bergetar. Senyum lemahnya selalu saja ia sunggingkan di bibirnya yang kini setengah bergetar. Kali ini matanya sangat memanas. Ingin sekali ia menangis sekencang-kencangnya. Namun, ia bersikeras untuk menahannya agar ia tak dipandang lemah oleh para Hyungnya.

“Hyung, kau mendengarku kan?” tanya Sehun seraya menggenggam tangan kanan Baekhyun yang terasa dingin. Baekhyun sama sekali tak menghiraukannya. Ia tak melirik sedikit pun ke arah Sehun yang kini benar-benar tak kuasa menahan tangisannya. Kristal bening berjatuhan tanpa disertai isakan, itulah keadaan Sehun sekarang.

“Hyung, kumohon ceritakan sebentar saja. Apa perlu aku yang bercerita? Akan tetapi, kau pasti akan mengejekku bahwa ceritaku tak lucu sama sekali. Dan kau mengejekku bahwa aku tak punya selera humor. Kau pasti akan mengejekku seperti biasanya,” ucap Sehun dengan nada lemah yang terdengar sangat memilukan.

Tanpa Sehun sadari, satu tetes cairan mulai merembes dari kelopak mata Baekhyun. Hatinya terasa teriris saat mendengar ucapan Sehun di sela-sela tangisnya yang terdengar sangat pilu. Dari dulu, Baekyun memang tak tahan jika melihat Sehun menangis. Ia akan berusaha menghibur walaupun yang membuat Sehun merasa tenang dan tak menangis lagi hanyalah Luhan.

Saat ini Baekhyun ingin sekali tangannya menghapus setiap air mata yang seenaknya keluar dari mata Sehun. Ingin sekali rasanya mengusap bahu Sehun agar dongsaengnya itu merasa tenang. Ingin rasanya memeluk maknaenya yang manja dan cengeng itu. Namun, di sisi lain, ia ingin membiarkan dongsaenya itu menangis. Membiarkan Sehun merasa tenang sendiri. Entah bisikan apa yang membuat egonya seakan menjadi raja di hatinya.

“Wae?” Baekhyun mulai angkat bicara. Walaupun bola matanya sama sekali tidak ia lirikkan kepada Sang Maknae yang kini mengangkat kepalanya setelah lama menunduk menyembunyikan tangisannya. “Mengapa kau menangis sehunnie? Mengapa kau sangat cengeng Sehunnie? Wae Sehunnie? WAE?!” Baekhyun menunduk. Ia tak berani menampilkan wajahnya yang kini benar-benar banjir oleh air mata. “Wae Sehunnie? Mengapa kau menangis di depanku Sehunnie? Apa aku orang yang sangat meyedihkan sehingga kau menangisiku? Seharusnya kau tidak menangis Sehunnie. Seharusnya kau membanciku Sehunnie. Karena akulah penyebab semua ini terjadi,” Baekhyun memelankan suaranya yang parau. Sehun yang mendengar itu hanya diam. Seluruh tubuhnya terasa bergetar entah karena apa. Perasaan perih yang menggesek hatinya itu entah terasa sangat menyiksa dirinya.

FLASH BACK

“Baekki!” teriak Chanyeol di sela-sela jarum-jarum cairan yang jatuh dari langit dengan derasnya. Namja yang diteriakki Chanyeol terlihat menghentikan langkahnya. Namja itu, Baekhyun kini membelakangi Chanyeol.

“Kumohon Baekki, ayo kita pulang. Akan kujelaskan nanti. Ini tengah malam Baekki. Kau tidak takut jika akan bertemu dengan para sasaeng fans?” tanya Chanyeol berharap Baekhyun menoleh kearahnya dan mau kembali ke dorm mereka.

“Aku tak butuh penjelasan darimu Park Chanyeol! Kau itu menyebalkan! Kau ketahuan sedang menggossip tentangku bersama Kris Hyung kan?!? Cih, tiada maaf untukmu Park Chanyeol!” teriak Baekhyun seraya setengah berlari untuk menjauhi Chanyeol. Matanya terasa buram karena derasnya hujan dan kepalanya yang terasa berdenyut-denyut membuat ia tak fokus arah. Di sela-sela suara hujaman air hujan yang sangat deras, Baekhyun samar-samar mendengar suara klakson yang membuatnya tersentak sehingga ia menghentikan langkahnya. Namun, tak lama lagi Baekhyun merasa tubuhnya didorong sehingga ia tersungkur ke pinggir jalan.

Braaak!!!

Baekhyun sedikit terkejut dengan suara barusan. Kini ia berusaha  mendudukkan tubuhnya seraya meremas lengan kirinya yang terasa sedikit berdenyut. Kini ia mengerjapkan matanya agar pandangannya lebih luas dan jelas. Kini ia dapat melihat sebuah mobil putih yang melaju dengan cepat menjauh dan sudah tak terlihat lagi akibat jarak pandang yang minimum karena derasnya hujan.

Baekhyun mengalihkan pandangannya kepada seorang namja yang tergeletak tak berdaya di tengah jalan. Matanya membulat sempurna setelah ia menyadari sesosok namja tersebut. Tubuhnya bergetar hebat. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dengan perasaan takut luar biasa, Baekhyun berusaha bediri dan mendekati sesosok namja yang tak berdaya itu.

Dalam sekejap, Baekhyun merasa lututnya lemas setelah ia mendekati sesosok namja yang tak berdaya itu. Matanya memanas. Hatinya bergejolak menahan sakit akibat ribuan jarum yang tiba-tiba menghujam hatinya. Lututnya yang sangat lemas membuatnya jatuh terduduk di samping sesosok namja yang tak berdaya itu.

Cairan kental darah yang mengalir di balik kepala namja tersebut bercampur dengan air hujan yang seakan menangisi insiden barusan. “Wae? WAE?!? MENGAPA KAU LAKUKAN INI CHANYEOLLI?!? Seharusnya aku yang berada di keadaanmu saat ini,” Suara Baekhyun mereda karena tiba-tiba mulutnya bergetar hebat karena belum bisa menerima keadaan ini. Ia menunduk. Bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Tangannya perlahan meraih tangan namja itu dan menggenggamnya erat seakan belum ingin berpisah dengan namja itu. Karena namja itu adalah saudara baginya. Ya, dia adalah Park Chanyeol.

Tiba-tiba Baekhyun mengangkat kepalnya saat ia menyadari tangan Chanyeol membalas genggamannya. Kedua mata Baekhyun mengarah ke wajah Chanyeol yang masih memejamkan matanya, namun bibirnya membentuk lengkungan senyum lemah. “Jangan menangis Baekki. Kumohon maafkan aku ya Baekki. Titipkan salamku pada member yang lain. Jangan iri ya Baekki, karena aku lebih cepat merasakan surga daripada dirimu. Aku akan menunggumu Baekki,” ucap Chanyeol melemah. Baekhyun yang mendengar itu semakin dibuatnya menangis. “YA! Jaga ucapanmu Chanyeolli! Apa maksud perkataanmu! Siapa yang mau ke surga, heh?!? Jangan mimpi terlalu tinggi, Park Chanyeol!! Kau itu menyebalkan,” marah Baekhyun walaupun terlihat sekali nada sedih dan takut yang tercipta di setiap kata yang ia lontarkan.

Chanyeol hanya tersenyum lemah. Tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol meringis menahan sakit di bagian kepalanya yang terasa berdenyut hebat dan perih yang terasa sangat menyiksanya kali ini. Namun, Chanyeol tak merasa khawatir, karena ia tahu.. Sebentar lagi ia akan pergi ke tempat yang jauh lebih baik daripada di dunia ini. Meski harus berpisah dengan semua orang yang sangat ia sayangi.

DEG

Chanyeol terkesiap. Tubuhnya menegang. Tiba-tiba saja ia merasakan seakan jantungnya dipukul sangat keras. Bagian dada kirinya kini terasa sangat sakit. Kepalanya terasa lebih berdenyut hingga seluruh tubuhnya kini mati rasa. Nafasnya yang sesak kini menambahkan efek sakit luar biasa. Mungkin kini saatnya Chanyeol harus memang benar-benar peergi. “Selamat tinggal, Baekki,” bisik Chanyeol yang sangat tidak mungkin Baekhyun mendengarnya.

Baekhyun tiba-tiba mengerjap. Sedetik kemudian tubuhnya terasa bergetar dan entah datang dari mana perasaan takut yang tiba-tiba mehentak hatinya. Perlahan namun pasti, genggaman Chanyeol mulai merenggang. Terus merenggang hingga tangan Chanyeol jatuh di paha Baekhyun yang bergetar.

“Hahahaha… HAHAHAHA… Kau jangan bercanda Park Chanyeol!!! Ini sungguh tak lucu!!!!!!!!!!” Baekhyun bereriak meluapkan tangisannya yang pilu di tengah-tengah tawaan perih yang seakan menertawai nasibnya yang tragis ini.

Kini biarlah namja itu  menangis di bawah langit yang juga menangisinya dengan deras. Ia kini bingung harus bagaimana. Apa ia harus berteriak meminta tolong? Kondisinya kini yang tak membawa HP nya membuatnya bingung dan pasrah.

Baekhyun mendongak. Memaksakan wajah sedihnya itu tersiram air hujan yang kini semakin deras. Biarlah hujan menemaninya malam ini. Ia berharap derasnya hujan dapat memudarkan rasa perih di hatinya.

Perlahan Baekhyun menoleh ketika mendapati ada cahaya dari tak jauh dari tempatnya kini. Sebuah mobil familiar telah berhenti. Hingga keluarlah sepuluh namja yang juga familiar. Tatapan kosong yang masih banjir air mata menatap mereka satu per satu.

“Baekhyun ah,” Hingga suara Suho yang terdengar tercekat membuat Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang damai. Sakit, ya… Sangat sakit. Hatinya kini terasa perih. Dan hanya Tuhan yang tau, kematian Chanyeol menenggelamkan sifat asli Baekhyun entah untuk selamanya atau sementara.

FLASH BACK OFF

Baekhyun mengakhiri ceritanya dengan tawaan miris yang membuat hati Sehun seakan tertusuk. Entah kenapa, ia merasa namja yang ada di sampingnya ini bukan namja yang selama ini ia kenal.

“Baek hyung, kumohon jangan membahas itu lagi. Jika kau seperti ini terus, maka Chanyeol hyung pasti juga akan sedih di sana,” ucap Sehun berusaha menenangkan hati Baekhyun.

“Kau tak tahu apa-apa tentangku. Jadi, sebaiknya kau jangan sok tahu!” kata Baekhyun pedas seraya berdiri berniat untuk pergi meninggalkan Sehun yang sepertinya telah putus asa. Namun, sebelum pergi, ia melontarkan kata yang membuat Sehun mulai emosi. “Jika Luhan hyung yang pergi, kau pasti akan sama sepertiku Oh Sehun. Jadi, kau tak usah repot-repot menghiburku.”

Sehun berdiri. Matanya memanas dan kedua tangannya mengepal. “Ya, Baekki hyung!!! Apa maksudmu?!?! Ya, mungkin aku akan menangis lebih darimu jika Luhan hyung pergi. Namun, aku berbeda denganmu, aku akan berusaha menerima takdir dan berusaha tersenyum!” balas Sehun menahan emosi seraya menatap tak suka punggung Baekhyun yang membelakanginya.

Baekhyun membalikkan badannya dan siap menatap tajam Sang Maknae yang kini mulai sedikit takut. Ia mendekati Sehun hangga jarak yang membatasi hanya 30 cm. “Jangan sok kuat, Oh Sehun! Kau hanya anak manja yang polos dan tak tahu apa-apa! Jadi, kuperingatkan sekali lagi, JANGAN PERNAH MENCAMPURI HIDUPKU!” bentak Baekhyun kasar seraya pergi meninggalkan Sehun yang mematung di tempat.

Sehun membulat. Tatapan kosongnya yang digenangi air mata. Lututnya bergetar hingga ia jatuh terduduk. Air matanya kini mengalir dengan derasnya. Hatinya yang terasa hancur seakan sulit untuk ditata kembali. Ia benar-benar tak percaya Hyung yang selama ini dikenalnya itu akan membentaknya dengan kasar.

Sehun teringat, di mana saat Hyungnya itu menyuapi sepotong kue saat Exo merayakan ulang tahun Sang Maknae yang ke-19, ia teringat di mana Hyungnya itu selalu menceritakan hal-hal yang konyol hingga mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal, ia pun teringat saat Hyungnya itu menenangkannya saat Sehun menangis karena Luhan Hyung harus kembali lagi ke China. Namun, memori itu seakan robek dan menjadi serpihan-serpihan yang mulai memudar. Hingga Sehun sadar, kematian Chanyeol seolah juga membuat Baekhyun mati.

~~~~~TBC~~~~~

 

 

Mohon comentnya ya chingu………

Agar chap depan lebih menarik dan sad lagi!!!!!!

Author tak menerima komen pedas… karena saya Author pemula, tolong maklumi kesalahan saya dalam menciptakan ff.

46 thoughts on “Change part 1

  1. adezenianggraeni berkata:

    wuaaaaahT_T sedih banget thor ceritanya bener2 menyentuh sampe menitikan air mata T_T
    daebakk thor, dipercepat ya publishnya, aku suka ff genre brothership exo yg tanpa ada cewenya hehe 🙂
    semangat ya thor !! 😀

    • Afra 94 berkata:

      Neee……. Gomawo krna chingu dah jadi yg komen nomer 1……
      Mmmmmm.. ok deh author usahain… klo bisa.. share this ff oke…. Biar banyak reader yang mau baca………………………………….. GOMAWOOOOOOOOO!!!! ^^

    • Afra 94 berkata:

      Gomawo sudah menjadi mengkomen no. 1… hhihihi
      Iya deh, bakal aq ngebutiin publis chp 2 nya………..
      Gomawo ya chingu!!! Share this ff ok!!! ^^

    • Sasuke AfRa berkata:

      hehehehe…..
      Lain kali bawa tissuee ya chingu, wkwkwkwk
      By the way, jeongmal ghansahamnida chingu….
      akan author usahain agar mempercepat publish…
      Kutunggu komentar chingu selanjutnya.. ^^

  2. hasna aqilah berkata:

    Crtny bgs fra, ak smp nangis.. bwt yg lbh sedih lg ya.. km author pemula tp crtmu udh bgs…
    tagny diperbanyak lg, jgn cm sehun, baekhyun, chanyeol, sm suho…#mso’ luhan ga ad 😦
    km ngirimny cpt an y,, keburu pengen baca lg.. hehe

  3. Mutiara berkata:

    Afra,,,,!!!~ ^•^
    Sorry fra aku lagi bisa baca karena koneksi ku lagi lemot
    Hem…. Fra kenapa ChaYeol udah meninggal??? Hiksu,,, hiksu,,, #elap ingus
    No komen deh,,,, tidak isa di jelaskan dng kata kata,,,, ya udah jangan lupa lanjut….
    -Salam cute-
    ~Itaara~

  4. phiwzz berkata:

    Aishh.. baru chap awal tp udah nyesek duluan, gimana nanti baca next chap nya????? 😥
    Buruan update ya next chap nya thor!!
    Aaaaaaaaa… aku penasaran gimana Baekhyun ngejalanin hari2 nya ke depan tanpa Chanyeol,, aishh.. ngebayanginnya malah pengen nangis huhuhu 😦 😥

    • Sasuke AfRa berkata:

      hihihihi……. cup cup cup….
      Baekhyun nya kliatan terpuruk bgt nih chingu.. kasian jg ya.. Pokoknya, tunggu aja chap depan…
      Share this ff ke temen2 kamu yeah..!!! ~Love it~

    • Sasuke AfRa berkata:

      komennya chingu singkat padat dan jelas, tapi sangat membuat author semangat….
      Makasih ya chingu… semoga next chapter chingu berminat memberi 1 kata komentar yang menggugah semangat author… ghansahamnida…. ^v^

  5. quzmee lovelycat berkata:

    Banjir bombay… nyesek abis gila….
    Feelnya dapet bngt thor… daebakk.. nextnya jangan lama thor… gw tunggu..

  6. suci kurniasih berkata:

    Waduuuuuoooooowh
    aq tlt baca nya….
    Thor,,,aq mhon hdup kn lg chanie nya….agar baeki bs tersenyum kembali…..
    ne ff bnern bgus thor,,, awal nya aj dh mnghanyutkn… part slnjut nya mana thor????
    ^_^
    keep writting yea thor….
    chaiyyoooo

  7. phiwzz berkata:

    FF ini udah lanjut blom ya??
    Buruan dilanjut donk thor, ga sabar pengen tau keadaan member lainnya trus nasib exo kedepannya stelah “kepergian” chanyeol..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s