S.I.X part 5

Untitled

Tittle      : S.I.X

Author    : BPI

Cast         : Kim Jongin-Kai  (EXO)

Jung Ririn (OC)

Oh Sehun (EXO)

Xi Luhan (EXO)

Anh Hara (OC)

Kim Jongdae-Chen (EXO)

Shin Yongri (OC)

And other… (temukan sendiri)

 

Genre      :Friendship, School, Romance, Comedy (maybe)

 

Alis Jongin dan Ririn bertaut di kelas dance modern, bukan karena ada wajah baru yang sangat manis yaitu Luhan yang duduk di tengah-tengah mereka. Melainkan ke 10 orang yang berdiri layaknya bos di hadapan mereka.

“Aku mohon bantuan mu, setelah Yunho sunbaenim menyelesaikan tournya mereka tak akan mengganggu kelasmu lagi” Pinta Jessica lembut lalu menatap wajah Ririn dengan plester dan lebam yang masih indah di wajahnya, ia menatap gadis yang kini menunduk itu menuntut.

“ Jung Ririn ke ruanganku di jam istirahat”

Semuanya menoleh dan menatap Ririn yang hanya menunduk tak percaya. Mana mungkin Jessica dapat menghafal Ririn dengan mudah, bahkan kepada 10 besar ini ia hanya mengingat beberapa murid saja.

“Ambil kursi kalian dan belajarlah seperti biasa, walaupun kalian dalam 10 terbesar, aku tak akan menjadikan  kalian murid eklusif” Ucapan Taemin mampu membuat Yongri merinding dan menatap Ririn yang memandangnya dengan kepalan tangan memberikan semangat.

Semua murid tertawa, bukan karena wajah Chanyeol yang masih memperlihatkan senyuman bodohnya berulang kali. Melainkan dance nya yang tak pernah benar. Ia beralasan memiliki kaki panjang yang membuatnya sulit untuk dance. Lalu kenapa Kris dapat dengan mudah mendemonstrasikannya, bahkan Kris lebih tinggi beberapa centi meter darinya.

Lalu Hara yang membuat dance modern menjadi dance striptis. Ok ini membuat Sehun menganga tak percaya di hadapannya. Bahkan Ririn harus menutup mata polos Luhan yang mengeryit takut menatap wajah dingin itu meliuk liuk di depan kelas.

Semua nya bertepuk tangan saat Tao dengan hebatnya menutup kelas hari ini. Ya dari 10 besar, terkecuali Sehun, hanya Tao yang mampu membuat Taemin bertepuk tangan dan memberikan pujiannya. Tao bahkan sampai harus senyum malu-malu semuanya meriuhkan namanya.

“Apa apa an dia, mempermalukan kita di depan muridnya” Omel Baekhyun saat bokongnya duduk di kelas musik, ia tak terima saat Taemin menghentikan tariannya, dan mengatakan Jongdae tak memiliki bakat dalam dance. Semua tahu Jongdae adalah yang sempurna di semua bidang, selain dance tentunya.

“Kau sangat sexy” Bisik Sehun sebelum ia duduk di belakang Hara, membuat gadis itu terdiam sesaat, dan menampilkan wajah dinginya kembali.

Kini mereka berada di kelas musik. Ini adalah hari pertama di ruang musik bagi beberapa murid seperti Sehun, Kris dan Chanyeol. Walaupun begitu, Chanyeol yang skak mat di kelas dance ia mendapat pujian di kelas musik. Donghae songsaenim sangat menyukai permainan gitar Chanyeol yang sangat baik.

Selain Chanyeol, Baekhyun dan Jongdae pun mendapat pujian. Mereka berdua memang selalu mendapat pujian. Kali ini Tao dan Sehun lah yang menjadi bulan-bulanan para murid di kelas ini. mereka memang tak bisa memainkan alat musik.

Bel istirahat membuat Sehun langsung keluar, setelah menepuk pundak Hara sebentar, ia langsung melesat dan mencari Jongin. Ia rasa berbeda kelas dengan teman satu-satunya itu cukup menyulitkan ia merasa tenang di kelas. Dari semua kelas yang ia masuki, hanya kelas acting yang tak terdapat Jongin berada, membuatnya harus bosan selama di kelas. Kakinya yang bersemangat berhenti saat melihat Jongin sedang makan burger dengan teman barunya, Xi Luhan, makhluk aneh yang membuat Sehun menghela nafas dan duduk di samping Jongin.

“Hai Sehun ” Sapa Luhan dengan saos di tepi bibirnya.

Sehun hanya menunjuk bibirnya yang membuat Luhan merengut bingung. Sehun menunjuk lagi ke arah bibirnya, tapi kini bukan tatapan heran melainkan tatapan horor yang membuat Luhan terdiam dengan mulut menganga.

“ Yak Luhan kau kenapa?” Tanya Jongin, menahan tawanya melihat wajah Luhan yang melongo.

“Jongin.. apa kah Sehun..” Tak ada suara, hanya gerakan bibir Luhan yang ia tutupi dari Sehun, membuat pria itu memutarkan bola matanya malas.

“Bwahahahaha..” Jongin tertawa hebat, tak menghiraukan yang lain menatapnya kesal karena membuat mereka terkejut.

“Yak bicara apa?”

Luhan segera menutup mulutnya, dan merasakan ada saus yang ia pegang. Ia hanya dapat menggelengkan kepala saat tangan Sehun sudah memegang kerahnya.

“Yak Oh Sehun apa yang kau lakukan!”

Kini tawa Jongin teredam oleh teriakan Yongri yang melepaskan tangan Sehun dari kerah Luhan. Luhan masih saja menutup mulutnya dengan tangan, membuat Ririn harus mendekatinya, dan menarik tangannya paksa.

“Sehun tenanglah, ia hanya bercanda” Ucap Jongin menenangkan sahabatnya yang selalu sensitif bila sangkut paut dengan Luhan

“Apa yang ia katakan?” Tanya Sehun dingin masih menatap Luhan yang masih enggan membuka mulutnya.

“Luhan apa yang kau lakukan?” Tanya Ririn di sela sela tarikannya.

“Ia bilang kau minta cium dia, karena kau menunjuk nunjuk ujung bibir”

Demi dewa neptunus, Sehun membuka mulutnya lebar-lebar ingin sekali memukul wajah Luhan yang kini menunduk malu di hadapan Ririn yang membungkuk. Suara tawa Jongin yang kini di temani Yongri dan beberapa murid membuat kepala Sehun sakit, ia menatap Luhan yang kini membuka mulutnya dan di bantu Ririn mengambil tisu karena saus itu memang ada di bibirnya.

“Aku bodoh”

“Tidak Luhan, kau hanya polos..” Ucap Ririn membenarkan

Luhan tersenyum sedih, lalu membungkuk. Menutupi wajahnya di sela sela pundak Ririn. Sehun masih memijat kepalanya. Dan lagi-lagi menghembuskan nafas saat Jongdae datang dengan Baekhyun di hadapannya.

“Kalian tak mendengar pengeras suara, kita di tunggu Jung Songsaenim di ruangannya. Begitu juga dengan kau Ririn”

 

-_-

 

Sepuluh mata itu melebar tak percaya mendengar ucapan Jessica yang tersenyum manis. Bahkan ia tak menatap Ririn yang langsung masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia memang menunggu di luar, dan mendengar semuanya.

“Karena ulang tahun SM semakin dekat dan CEO mereka Tuan Kim ingin kalian tampil jadi aku harap mulai jum’at ini menginap di rumahku, aku sudah akan menyuruh Ririn mengantarkan kalian nanti”

Mereka semua menatap Ririn, akhirnya statusnya sebagai anak ke 2 dari seorang idola Jessica terkuak sudah. Ada perasaan senang. Karena ibunya masih mengakuinya, akan tetapi ada perasaan sedih saat beberapa mata itu mengintimidasinya.

Hyeohyon yang selalu memandangnya rendah, Hara yang memandangnya dingin, Sehun yang sangat menyebalkan, Jongdae dan Baekhyun sang superstar yang selalu menganggapnya enteng, Kris yang selalu cool, Chanyeol yang selalu positif, Lami dengan wajah polosnya menatapnya datar dan terakhir Yongri dengan tatapan tak percaya.

“Eomma aku tak bisa, sore ini aku berlatih” Ucap Ririn cepat, tanpa memandang Yongri yang melihatnya masih tak percaya.

“Kau harus ke rumah sakit Rin”

“Aku baik-baik saja”

“Aku sudah menelefon Kyuhyun, ia menunggu jam 4 sore”

Ririn membuang nafas kasar, lalu pergi begitu saja. Dan ini semua membuat mereka berkesimpulan bahwa hubungan ibu-anak, Jessica-Ririn sangatlah buruk. Jessica memberikan senyuman manisnya lagi ke 10 orang yang tadi melihat pertengkaran kecil mereka.

“Itu sudah sering terjadi, terkadang aku sangat merindukannya”

 

(^^)

 

Wajah lesu Luhan tak membuat Yongri berteriak dan menanyakan apa hal yang terjadi karena ia sudah tahu. Yah teman pria manisnya itu sangatlah polos, dan itu bukan salahnya. Ini semua salah orang mengartikan kepolosannya.

Luhan menengok ke arah Yongri yang sudah mengeluarkan nafas beratnya berulang kali. Membuat Luhan bertanya apa yang terjadi, dan menceritakan gosip yang beredar. Itu bukan gosip. Jung Ririn murid pemberontak di kelas ballet, murid yang di cium Sehun, murid yang beruntung di kelas Lee songsaenim, dan murid yang menolak dari 11 besar adalah anak dari Jessica.  Luhan tahu gosip itu, tapi itulah Luhan , tak pernah mempercayainya kalau bukan dari omongan orang itu sendiri.

“Aku selalu menganggap persahabatan kita ini nyata, aku tahu kau, kau tahu aku. Aku hanyalah seorang anak yang memiliki restoran ayam bakar yang sangat terkenal di seoul. Dan kau artis cilik China yang terdampar di Korea, lalu siapa Jung Ririn?”

Luhan tahu, Yongri adalah mahkluk paling kesal dengan orang yang menutupi masalahnya, orang yang menutupi keberadaanya. Yongri selalu ingin tahu apa, siapa, bagaimana, kenapa, kapan, apapun tentang sahabatnya. Ia akan menjadi orang nomor satu saat Luhan selalu di bully para murid. Ia akan menjadi orang nomor satu saat Ririn diam dan membuatnya tertawa, walaupun gadis itu tak menceritakan masalahnya.

“Jung Ririn anak ke 2 dari Jung Soyeon dan adik dari jung Soojung. Ia bahkan tak pernah membawa kita ke rumahnya dan memperkenalkan keluarga nya pada kita. Kau bahkan memperkenalkan Lay songsaenim sebagai pamanmu walaupun pada akhirnya kau di panggil ke ruangannya”

“Lay songsaenim tak memarahiku kala itu” bela Luhan menampis semua fikiran Yongri yang mempermasalahkan itu

“Aku tahu”

“Yongri ah~ ada beberapa masalah yang tak bisa kita ceritakan pada orang ataupun seseorang yang bahkan kita kenal sangat dekat. Kau fikir aku menceritakan semuanya padamu? Kau bahkan hanya mengenalku sebagai Xi Luhan bodoh, polos, mantan idola cilik yang terdampar di Korea. kau tak tahu bagaimana aku bisa berhenti jadi idola, kau tak tahu bagaimana aku bisa terdampar di sini. Ada sesuatu yang tak bisa aku ataupun Ririn ceritakan walaupun kita sahabat”

Yongri menatap wajah Luhan yang bersungguh-sungguh. Ya Luhan benar, Yongri bahkan tak menceritakan apapun mengenai keuangan orang tuanya yang semakin hari semakin menurun. Ia tak mau membuat kedua sahabatnya khawatir.

Gadis itu tersenyum lalu berdiri dari duduknya. Menghirup udara segar di taman sekolah dan menyampirkan tasnya. Ia merutuki kebodohannya tadi. Setelah pembicaraan nya dengan Jessica tadi, ia terkejut karena Ririn masih menunggu mereka, bukan, sahabatnya itu menunggunya dan menahan lengannya untu mendengar penjelasannya. Ririn tahu Yongri tak suka ia menutupi semua ini, tapi semua terlambat, Yongri bahkan mendorong punggung Ririn membuat Lami harus membantu Ririn yang terjebak di sudut ruangan.

“Mau kemana?” Tanya Luhan menatap Yongri yang masih menutup mata

“Mencari sahabatku dan meminta maaf, mau ikut?”

Luhan mengangguk lalu mengikuti Yongri.

“Ia harus membelikan kita makan siang” Ungkapan Luhan membuat Yongri tertawa

 

-_-

 

Gadis dengan sarung kaki panjang hingga menutupi pahanya bermain main dengan jari kakinya. Sekarang kelas balet sedang di mulai, dan ia lakukan adalah bersantai. Bukankah ia di skors? Ia tahu bahwa Yuri mendatanginya dan memintanya kembali. Tapi kini telah usai, setelah tahu siapa dia dan songsaenim yang menurutnya paling menyebalkan itu datang menyuruhnya kembali. Whatever. Ia merengut saat bayangan hitam membuat matanya teduh dan terbelalak kaget saat seulas senyum yang membuatnya melongo tak percaya.

Oh Sehun.

Oh Sehun tersenyum dan membuat jantungnya

Deg

Deg

Deg

“Hei”

Ririn mengerjap berulang kali saat tangan Sehun melambai indah di hadapan wajahnya. Kini ia sudah duduk dari tiduran santainya tadi dan menatap Sehun heran.

“Kau tak masuk kelas balet?” Tanya Sehun, sok santai duduk di samping Ririn yang segera menjauh.

“Kau mau apa?”

Sehun tertawa kecil melihat tingkah laku Ririn yang terlihat ketakutan. Di sini tak ada fans nya kenapa ia jadi seperti ini.

“Aku ingin meminta maaf”

“eoh?”

“Maafkan aku Jung Ririn”

Ada secercah kebahagian nya yang membuat hati Ririn berkembang, lalu bagaikan balon yang di pecahkan hati Ririn hancur saat fikiran setan masuk ke dalam otaknya.

‘Dia meminta maaf karena tahu kau siapa sekarang Jung Ririn’

Ririn tersenyum licik memandangi Sehun yang masih menunggu jawabannya. dan tentu saja

“Tidak”

“Mwo?”

Ririn berdiri, memberikan tampang tersombong yang pernah ada pada wajahnya, melipat tangan di dadanya. Membuat Sehun mengadahkan kepala menatapnya mengernyit karena sinar matahari menerpa wajahnya.

“Setelah kau tahu aku anak dari seorang Jessica kau meminta maaf, kemarin kemana saja kau? Kau takut posisimu di rebut eoh?”

Sehun melongo tak percaya, sejahat itukah dia di mata gadis yang kini membetulkan letak kaca matanya. Sehun berdiri, menyamai tingginya , walaupun sebenarnya ia lebih tinggi dari wanita yang hanya tinggi sepundaknya ini.

“Kau tahu bila ku mau, ibuku bisa membawamu dalam 10 besar. Aku tak takut dengan Jung songsaenim, ibuku bisa berbuat apapun di sekolah ini-”

“Dan kau bangga?” potong Ririn cepat, menatap manik mata Sehun yang sudah kesal karenanya. Tidak. ia tak menyukai apa yang eommanya lakukan.

“Aku tak menyukainya” Jawab Sehun dingin

“Baguslah”

Ririn mengambil tas ranselnya dan menyampirkannya, hendak pergi tapi tangan Sehun membuatnya harus berbalik dan menatap pria dengan rambut purplenya itu. Ia mendekatkan jarak mereka, membuat Ririn harus menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sehun. Bau aroma parfum yang menyejukkan hidung Ririn membuat gadis itu merutuki jantungnya yang berdebar tak karuan.

“Aku hanya ingin minta maaf, maaf kan ku!”

Well, itu terdengar seperti ancaman bukan permintaan. Karena tak nyaman dengan posisinya Ririn pun mengangguk tanpa menatap wajah Sehun yang kini hanya beberapa centi meter di hadapannya.

“Aku rasa itu iya” Sehun melepaskan tangannya, membuat Ririn segera menjauh darinya. Berlari meninggalkan taman belakang yang hanya dia dan Sehun berada.

 

(^^)

 

“Ada 5 kamar, dan kalian bisa membaginya jadi berdua dua” Ucap Ririn, kini menjadi tour guide di rumahnya yang sangat besar.

Ya, rumahnya yang selalu di tinggali nya sendiri ini akan di penuhi banyak orang di akhir pekan ini. tak tahu apa yang di fikirkan eommanya itu, Ririn hanya menuruti saja.

Kamar terakhir di tempati Yongri dan Lami. Gadis berambut pendek itu tersenyum ramah melihat Ririn sedikit kesal dengan ruangan terakhir ini. seharusnya ia bisa membawa sahabatnya ini ke ruangan yang lebih baik.

“Mian.. hanya ini ruangan yang terakhir” Ucap Ririn dengan nada menyesal, membantu Ririn membereskan barang-barangnya.

“Tak apa, ini nyaman”  Bela Yongri, membuat Ririn tersenyum.

“Dimana kamarmu berada Rin?”

Pertanyaan Lami, gadis yang berasal dari jepang itu membuat Ririn tersadar sesuatu.

“Bila malam kalian tak bisa tidur, datanglah ke lantai 2. Di sana kalian akan menemui pintu berwarna biru shappire itu kamarku” Kata Ririn bersemangat, tapi ke 2 sahabatnya itu hanya diam. Ingat peraturan Jessica.

“Jung songsaenim melarang kami ke lantai 2 dan rumah kaca”

Pernyataan Lami membuat tangan Ririn berhenti dari aktivitasnya. Lantai 2 dan rumah kaca. Ke dua tempat yang pernah Ririn ajukan untuk menjadi tempat pribadinya. Mungkin semua reporter atau sesaeng fans selalu bisa datang dengan mudah untuk mencari tahu siapa anak ke 2 Jessica. Dan ke 2 tempat itulah yang Jessica janjikan, tak akan ada jepretan kamera atau sesaeng fans, bahkan sahabat-sahabat artis Krystal yang tak akan menginjak ke 2 tempat itu.

“Ririn”

Panggilan Yongri membat gadis itu mengerjap berulang kali dan menatap handphone yang ia genggam gemetaran. Di sana tertuliskan Cho Kyuhyun. Dokter keluarga nya, ia lupa kalau ia ada janji. Bukan dia, tapi eommanya yang menjanjikan.

“Aku harus pergi” Ucap Ririn terburu-buru, enggan mendengar celotehan dokter bertampang evil itu nantinya.

“Makan malam sudah di siapkan, nanti kepala Kwon akan membunyikan alarm.. itu tandanya makan malam” Pesan Ririn sebelum benar-benar lenyap dari kamar bercat putih itu.

“Saking besarnya harus pakai alarm untuk makan malam” Gumam Yongri menatap sebuah benda merah di pinggir AC di ruangan ini.

 

-_-

 

Kaki Luhan mati rasa, yah.. sudah beberapa tahun semenjak kecelakaan itu terjadi Luhan tak pernah menari selama, dan seletih ini. Ia melirik Jongin yang masih asyik meliukkan tubuhnya di hadapannya. Dengan mimik wajah yang serius, ia meliukkan tubuhnya sesuai irama musik yang melantun merdu. Irama lagu ballad sepertinya memang sesuai dengan dance kuat milik Jongin.

Dengan peluh yang mengiasi tubuhnya, Jongin duduk di samping Luhan yang menatapnya dengan tepuk tangan meriah. Dia baru sadar, kenapa seorang Jongin sangat di agungkan di kelas dance modern. Kemampuannya bahkan bisa melebihi Taemin.

“Dia belum datang juga?” Tanya Jongin, setelah habis meneguk minumannya.

Luhan melihat layar handphonenya dan mengangguk tanpa menatap wajah Jongin yang juga melihat ke layar Hp berwarna putih itu.

“Dia bahkan tak membalas pesanku”

Jongin segera bangkit dan memungut seragamnya dan memakai blezer untuk menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan singlet. Membuat Luhan mengikuti Jongin. Setidaknya Luhan masih malu untuk membuka seragamnya, dan menampakkan lengan kurusnya.

“Mungkin ia memiliki pekerjaan baru, kau tahu ke 10 besar menginap di rumahnya” Ucap Jongin setelah membayar ruangan studio yang ia tempati tadi.

“Ahh benarkah? Apakah rumahnya sangat besar sampai bisa menampung 10 orang?” Pertanyaan Luhan membuat Jongin tersenyum sebentar, dan berhenti di mesin minuman di pinggir jalan.

“Kau belum pernah kesana?”

Luhan mengangguk polos.

“Kalau begitu ayo kita kesana”

“Jinjja?”

Jongin mengangguk dan menyuruh Luhan untuk jalan mengikutinya ke pemeberhentian bus terdekat.

-_-

“Kau yakin ini luka akibat tersungkur dari dance ballet mu?”

“Aw.. yak appo…”

Teriakan pedih berulang kali di lontarkan dari bibir Ririn. Ini sudah kesekian kalinya Kyuhyun menekan bekas luka yang benar-benar ngilu bila di sentuh. Setelah memplester luka terakhir Ririn.

“Aku akan memberikan hasil visum ke eommamu, sepertinya ini bisa di bilang pembullyan”

Senyuman evil dokter muda yang cukup tampan itu membuat Ririn merengut kesal. Ia lalu memasang wajah innocent yang sangat jarang di tampilkan untuk memohon belas kasih ke pria di hadapannya.

“Kyu oppa, aku mohon jangan bicarakan apapun pada eomma. Eomma pasti akan sangat sedih. Oppa tahu kan eomma kini sedang sangat sibuk mengurusi 10 besar Kirin SM, aku tak mau membuatnya khawatir” Ririn menangkup kedua tangannya di hadapan dokter kecantikan itu dengan tampang memelas.

Belum sempat mengeluarkan kata-kata, Kyuhyun harus mendesah kesal saat seseorang dengan kaca mata hitam bertengger di wajahnya, dan pakaian modis yang berkilauan.

“Aku sudah menunggu lebih dari 15 menit. Berani-beraninya kau menyuruhku menunggumu karena ada gadis kecil yang menggodamu”

Bukan hanya Kyuhyun, Ririn pun membulatkan matanya menatap wanita cantik yang kini seenak jidat tidur di tempat tidur pasien yang ada di ruangan Kyuhyun.

Setelah wanita itu membuka kaca matanya, Ririn tersadar kalau itu adalah Tiffany, ibunya Sehun. Ternyata mereka sama, sama-sama tampan dan cantik. Oh bukan, mereka sama sama memiliki sifat seenaknya ternyata.

“Noona, bisakah kau menghargai pasien ku. Aku belum selesai” Ucap Kyuhyun, masih enggan mengangkat tubuhnya dari kursi pemeriksa.

“Hei.. aku tak punya waktu lagi Cho Kyuhyun, aku harus tampil cantik di acara fashion malam ini, ayolah… Jessica pasti sudah dalam perjalanan”

Ririn hanya menahan senyum saat Kyuhyun memutar bola matanya, dan jalan menuju Tiffany yang sudag siap untuk di..

Di apakan? Ini kan rumah sakit? Bila memang mau tampil cantik seharusnya Tiffany pergi ke salon?

“Kau tak boleh terlalu sering menggunakan ini. ini bisa merusak epidermis kulitmu, dengan memakan sayuran yang cukup dan olah raga rutin, kau tak perlu suntikan ini untuk mengencangkan kulit”

Ririn melongokan kepalanya, melihat Kyuhyun menyuntikkan sesuatu ke tubuh Tiffany. Ya Ririn tahu, suntikan untuk kulit agar tetap cerah. Yah kita bisa lihat itu berefek baik terhadap Tiffany, karena kulit dan wajahnya bahkan seperti anak SMA.

“Bisakah kau mengeluarkan pasien mu dulu sebelum memberi perawatan ke pasien lain. Ini namanya privasi” Ucap Tiffany, mendelik ke arah Ririn yang ingin tahu.

Ririn yang tersadar, segera bangkit dan pergi dari rungan dengan decakan kesal. Segala sesuatu yang berkaitan dengan Sehun, atau mungkin kini di ikuti dengan Tiffany membuat dirinya kesal. Ayolah.. Jessica tak pernah mengajarinya menjadi pendendam seperti ini, tapi melihat kelakukan mereka se akan semua nasihat Jessica hanya angin lalu.

Ia segera merogoh tas ransel kecil yang ia bawa di koridor depan rumah sakit. Ingin menghubungi supir, karena ia tak membawa mobil, atau tepat belum di perbolehkan mengendarai mobil oleh eommanya. Ia menghela nafas karena tak ada benda persegi panjang yang ia cari. Handphone nya pasti tertinggal.

 

“Aku sepertinya mengenal gadis tadi, wajahnya…”

Kyuhyun masih menulis beberapa resep untuk Tiffany, wanita itu menunjukkan wajah berfikir yang membuat wajahnya lucu di mata Kyuhyun.

“Sudahlah Noona jangan banyak berfikir, nanti kerutan itu akan muncul di matamu”

“Oh Jinjjayo?”

Kyuhyun hanya tertawa, ia memberikan resep itu, lalu menyenderkan punggungnya ke kursi empuk.

“Dia itu Jung Ririn anak Jessica Noona”

Mata cantik Tiffany membulat lebar, seakan ingin keluar dari tempatnya. Dia ingat gadis yang telah menolak menjadi yang kesebelas, anak Jessica. Oh ternyata Jessica bermain curang juga, ia sengaja memilih anaknya yang tak memiliki potensi itu. Tiffany meninggalkan ruangan Kyuhyun dengan senyuman miring yang membuat Kyuhyun aneh melihatnya.

 

(^^)

 

Kepala Kwon menyambut hangat kedatangan kedua sahabat baru Ririn, Jongin dan Luhan yang membuat 10 terbesar yang sedang makan malam heran melihatnya. Terlihat ke akraban Jongin, dan ketidak percayaan Luhan. Ia benar-benar masih tak percaya, teman nya itu adalah anak dari seorang Jessica.

“Luhan?”

Luhan tersenyum melihat Yongri melambai padanya. Tapi langkahnya berhenti saat tatapan mata yang lain menatap mereka tak suka. Hei apa salahnya main ke rumah teman. Bukan itu permasalahanya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya Kris, melipat tangannya di dada.

“Kalian ingin mengintip kegiatan kami?” Kini Hyeohyon membuat Jongin tersenyum miring menanggapi pertanyaan mereka.

“Ririn tak datang latihan, dan tak ada kabar, jadi kami kemari untuk melihatnya, apakah salah?”

Sehun menatap Jongin yang menatap ke arah nya jengah. Bukan ke arahnya, melainkan keseluruh mata yang menatapnya rendah. Sehun tau, Jongin merasa kalah karena tak bisa masuk dalam 10 besar, di banding dirinya, Jonginlah yang lebih pantas. Tapi Jongin sadar kalau ini semua adalah permainan. Permainan yang harus membuatnya sabar, tidak gegabah seperti dulu.

“Ririn ke rumah sakit malam ini, sebentar lagi mungkin pulang” Suara lembut Lami mampu mencairkan suasana tegang, Yongri mengangguk mengiyakan perkataan Lami.

Baekhyun mendorong kursinya dari meja, dan meregangkan tubuhnya.

“Besok kita latihan penuh guys, jangan membuang waktu”

Jongin, Luhan, Yongri dan Sehun menatap Baekhyun . Membuang waktu? Apakah berbicara dengan teman sekolahmu sendiri membuang waktu?. Tenanglah itu adalah Byun Baekhyun yang selalu sombong, sama halnya dengan Jongdae yang hanya menatap mata Jongin sekilas lalu berlalu meninggalkan beberapa temannya yang masih melahap makanannya.

 

 

(^^)

 

Alis coklat gelap Ririn merengut heran menatap gaun yang ada di hadapannya, lalu senyuman cerah Jessica. Ok ini yang kesekian kalinya, Jessica, eommanya membuatnya heran. Sudah 2 minggu belakangan ini Jessica memperlakukannya layaknya seorang anak. Jessica yang hanya banyak bicara, tanpa memperlihatkan perhatiannya, kini berubah.

“Pakailah, ini gaun terbaik di musim ini, aku sengaja membelikannya untukmu”

“Untuk apa?” Tanya Ririn cepat saat Jessica mendekatin gaun itu ke tubuhnya, sontak membuat Ririn menjauh.

“Aku ingin membawamu ke pesta malam ini” ucap Jessica lembut

“Mwo?”

Sebenarnya bukan ini reaksi Ririn, tapi inilah satu kata yang mampu mewakili keterkejutan hatinya. Ia benar-benar terkejut, eomma yang selalu menyembunyikannya, kini akan mengeluarkannya. Jessica hanya tersenyum lembut, mengelus rambut coklat milik Ririn, menatap mata di balik kaca mata itu menatapnya heran.

“Eomma ingin memperkenalkanmu pada dunia Rin, ini saatnya..”

Ririn masih menganga, Jessica membuka kaca matanya dan mendorongnya untuk mencoba gaun pink gelap yang kini ada di dekapannya.

“Mungkin kau harus mendapatkan operasi lasik, kaca mata ini mengganggu” Komentar Jessica, membawa kaca mata itu, meninggalkan Ririn yang tersenyum.

 

-_-

 

“Ayolah…. Park Chanyeol, ada apa dengan mu, hanya kau yang tak bisa melakukan ini, ini mudah ok… Kris contohkan”

“Bukan, bukan begitu.. aish kau ini bagaimana Baekhyun”

“Apakah kau tak bisa bernyanyi, ini hanya 3 bait, tapi suara mu”

Gadis dengan kaca mata itu tertawa melihat Sehun lah yang kini menjadi bulan-bulan nan Changmin. Personil Boyband TVXQ ini melatih mereka sangat keras, bahkan lebih dari militer. Chanyeol lah yang selalu membuatnya geram, dan pada akhirnya Kris yang menjadi tumbal. Walaupun begitu, seorang Chanyeol tetaplah tersenyum, membuat Ririn diam diam menunjukkan kepalan tangannya. Fighthing.

Terkadang Ririn memutarkan bola matanya saat Changmin memberikan pujian terhadap Hyeohyon dan Hara. Oh ayolah Ririn pun bisa melakukannya, walaupun ia tak bisa balet, tapi balet seperti itu pasti ia bisa. Dan apa lagi ini, Jongdae dan Baekhyun, ya walaupun Baekhyun selalu di tegur, suara nya mampu membuat Ririn merinding. Lagu Miracle of December yang mereka nyanyikan mampu membuat Ririn merinding.

Malam ini adalah pertama kalinya ke 10 besar itu akan tampil di publik, walaupun para netizen sudah mengetahui ke 10 besar. Inilah pertama kalinya mereka perform. Changmin membagi mereka dari beberapa skill.

Di awali dengan dance tradisional Yongri dan Tao lalu dance solo oleh Sehun. Baekhyun, Jongdae, Lami akan menyanyikan lagu Miracle of December Korea version milik EXO. Hyeohyon dan Hara akan melakukan sexy dance perpaduan dari ballet dan dance modern lalu Chanyeol dan Kris akan menutupinya dengan Rapper.

Melihatnya saja Ririn sudah ciut, ia tahu bahwa dance Jongin lebih baik dari Sehun. Suara Luhan juga tak kalah bagus dari Jongdae, Baekhyun, dan Lami. Dan Rappernya, tak kalah dari Chanyeol dan Kris.

(^^)

Semua para tamu undangan satu persatu turun dari mobil mewah yang berhenti tepat di pintu utama. Dengan tema elegant mereka semua memakai baju dengan merk merk terkenal dalam atau luar negeri. Tao dan Yongri yang baru saja datang tak bisa tak melirik semua para tamu yang terdiri dari orang-orang penting di dunia hiburan.

Tao bahkan hampir teriak saat melihat BoA artis solo wanita SM lewat di hadapannya. Ia menyenggol Yongri dan menunjuk ke arah BoA yang memakai gaun hitam ketat menampakkan S line tubuhnya. Selain artis banyak juga presiden dari berbagai agency artis, iklan maupun stasiun TV.

“Kalian kemana saja?” Omel Chanyeol saat Tao dan Yongri memasuki backstage. Ia  menunggu Kris yang sedang di make up.

“Kita di make up?”

“Tentu, kau ingin berpenampilan biasa di show pertama mu?” Tanya Hyohyeon menatap Yongri dengan senyuman mengejek.

Suara gaduh membuat yang lain melongokan kepala ke arah pintu dan benar saja itu adalah Sehun. Ya sudah hal biasa semuanya selalu memandang takjub ke arah si tampan Sehun, bahkan sepertinya sebelum menjadi artis pun seorang Oh Sehun sudah memiliki banyak penggemar.

“Kau dari mana saja huh?” Kini Hyohyeon menatap Sehun yang tanpa dosa langsung mengambil tempatnya dan memandangi wajah mulusnya di cermin.

“Wae? Jongdae saja belum datang, kenapa aku tak boleh telat sedikit saja” ucap Sehun melirik sekilas ke arah Hyohyeon yang hanya menatapnya kesal.

“Baekhyun kau tahu di mana Jongdae?” Tanya Hara, ia sudah memakai make up serta baju ballet hitam yang merekat pas di tubuh sexy nya.

Baekhyun menggeleng sebagai jawabannya, karena ia kini sedang di tata rambutnya.

-_-

 

Kim Jongdae menatap Kim Jongin yang duduk di hadapannya di sebuah limosin mewah hitam yang kini membawa mereka. Sebelumnya ia dan Kim Junmyeon, kakaknya, menjemput Jongin di apartemen sederhana yang membuat Jeomyeon kini membujuk adiknya untuk tinggal bersamanya di apartemen mewah milik ayah mereka.

“Berhentilah hyung, kalau begitu kau seperti adikku..” omel Jongin, masih enggan melihat wajah sendu jeomyeon yang memohon padanya.

“Kalau tidak kau tinggal dengan paman Minseok hyung lagi saja bagaimana? Jongdae pasti tak keberatan kan?”

“Itu rumah minseok ahjusshi, bicara padanya!” Sahut Jongdae yang juga enggan menatap wajah Junmyeon.

“Sudahlah hyung, sebentar lagi kita sampai, mana kewibawaan mu..”

Junmyeon memajukan bibirnya beberapa senti sebelum menegakkan tubuhnya dan membetulkan letak dasinya. Ia memakai suit hitam putih senada dengan ke dua adiknya yang kini duduk bersamanya. Sepertinya rencananya membawa ke dua jagoan keluarga Kim lancar malam ini. appanya pasti akan sangat senang, melihat keluarganya utuh di hari jadi perusahaan pertama mereka.

Semua wartawan segera mengambil gambar saat satu persatu mobil berhenti di red karpet yang sudah di sediakan. Muncullah seorang gadis dengan rambut panjang berwarna merah terang, dan langsung di sambut dengan kilatan flash kamera yang membuat mata sakit. Akan tetapi gadis itu tetap saja mengumbar senyuman manis untuk menjaga penampilannya. Begitupula dengan seorang wanita dengan kaca mata hitamnya, ia membuka kaca matanya dan menampilkan wajah dingin cantik seperti biasa.

“Siapa itu?”

Pertanyaan seorang wartawan mampu membuat wartawan lain yang asyik mengambil gambar berhenti. Satu gadis keluar dari pintu yang lain dengan penampilan yang tak kalah cantik dengan kedua artis yang sedang melejit itu. Soojung segera menarik Ririn dan memperkenalkannya sebagai adiknya, membuat para wartawan segera mengambil gambar dengan wajah Ririn yang mengernyit akibat flash kamera yang membuat matanya sakit.

“Keluarga presiden sudah datang”

Segera para wartawan berpindah mencari korban selanjutnya. Ririn yang di bawa Soojung langsung masuk ke dalam mengikuti Jessica yang langsung di sambut meriah oleh para tamu.

“Anakmu?”

“Nde, Jung Ririn”

“Aigo.. cantik seperti eommanya, tapi wajahnya tak dingin sepertimu…”

Ririn membungkuk hormat mendengar ucapan Taeyon yang merupakan desaigner terkenal. Selain itu banyak lagi artis yang memuji kecantikannya. Ini sungguh membuatnya selalu tersenyum mengucapkan terimakasih. Tapi wajahnya tiba-tiba berhenti melihat siluet Jongin berjalan bersama Jongdae dan satu orang yang tak ia kenali di kawal dengan beberapa bodyguard yang menjaga mereka dari buruan wartawan.

“Jongin…”

“Kau baru tahu?”

Ririn segera menengok ke arah Soojung yang sedang menuangkan minuman ke gelasnya.

“Kim Jongin, anak dari Presiden SM entertaiment. Ku fikir kau sudah tahu” Sahut Soojung membuat mata Ririn membulat di buatnya.

“Anak presiden SM?”

Soojung hanya mengangguk, lalu menepuk pundak adiknya sebelum pergi ke tempat para sahabat artisnya.

Ririn yang masih tak percaya, menatap kembali ke arah Jongin yang kini telah duduk di kursi yang berbentuk lingkaran bersama dengan pria tua yang menjadikan pusat perhatian kini.

“Rin, duduklah di sana bersama dengan Tiffany ahjumma, eomma harus melihat 10 terbesar”

Ririn hanya mengangguk, dan menuruti perintah eommanya. Lalu ia berhenti saat melihat Tiffany yang melambaikan tangannya dengan eyesmile yang cantik. Ririn hanya membungkuk lalu duduk di samping Tiffany yang memandangnya dari atas sampai ujung kakinya. Ia yang merasa risih hanya tersenyum getir.

“Sepertinya kita pernah bertemu” Ujar Tiffany menaruh tangan di atas dagunya yang lancip

“Tentu ahjumma, di tempat Kyuhyun oppa”

“Bukan bukan, kau yang menolak menjadi yang ke 11?”

Ririn membulatkan matanya, ia tak  menyangka Tiffany akan mengenalinya kala itu. Masker yang ia gunakan hanya menampilkan matanya saja kala itu.

“Aku tahu Jessica pasti akan memasukkan mu ke 10 terbesar walaupun kau tak punya keahlian. Bukankah itu namanya kecurangan”

Mata bulat Ririn berubah tajam saat senyum licik Tiffany bertengger di wajah cantiknya. Sejak awal Ririn memang tak  menyukai ahjumma berwajah anak SMA ini. ia segera bangkit tanpa memohon diri untuk pergi sebelum ia benar-benar menampar wajah ahjumma yang malah memajukan bibirnya melihat reaksi tenang Ririn.

“Menyebalkan” Umpat Ririn mendekati tempat minuman dan meneguk habis minuman itu tanpa setetes pun menyisakannya.

“Haus noona Jung?”

Ririn terkejut melihat Jongin menggoyangkan gelas nya dan meneguk minumannya sampai habis.

“Kau tak bilang kau anak presiden Kim” Ucap Ririn menatap ke arah Jongin yang santai saja menuangkan minumannya

“Kau sudah tau ternyata” Jongin tersenyum sedikit lalu melangkah pergi meninggalkan Ririn yang masih menatapnya

“Hei yak Kim Jongin-“ Teriakan Ririn teredam dengan suara MC yang kini telah memulai acara nya.

“SM sudah mempersiapkan penampilan khusus yang akan di tampilkan dari 10 terbesar Kirin… mereka semua 10 murid bertalent luar biasa yang akan menjadi artis masa depan.. selamat menyaksikan”

Jongin menatap ke arah panggung dan menampilkan ke 10 terbesar. Mereka semua berbisik, para penonton bergumam kagum dengan 10 terbesar yang memiliki talent berbeda. Yang tak kalah membuat semua tercengang adalah penampilan Jongdae yang membawakan lagu high note yang membuat mereka semua bertepuk tangan meriah.

“Sayang sekali ia selalu menolak tawaranku menjadi artis SM, bukankah dia sangat bagus?”

Jongin menatap wajah appanya membanggakan Jongdae di depan para tamu undangan. Ya mereka semua tahu siapa Kim Jongdae anak pertama dari keluarga Kim, yang memiliki bakat yang sangat brilian di bidang musik. Berbeda dengan saudara tirinya Kim Jongin yang hanya menjadi trainee gagal.

“Yak Jongin, apa yang kau lakukan di sana. Kemarilah!”

Jongin bukannya mendekati Junmyeon yang berteriak ke arahnya malah berjalan berbalik arah menjauh dari suara kagum penonton. Ia bahkan tak menghiraukan Jeomyeon yang berdiri memanggilnya.

 

=TBC=

 

Mian lama update kekeke aku gak tau lagi gak ada ide sama sekali nerusin FF

Happy reading.. gumawo

 

 

 

9 thoughts on “S.I.X part 5

  1. tisyaaa berkata:

    omggggg finally keluar juga chapter 5 nyaa!!!
    aaaaa keren eon tambah semangat bacanyaa, suka banget karakter ririn btw mian baru komen di chapter ini hehe chapter selanjutnya jangan lama dongg hihi
    Hwaiting!!

  2. shin ririn berkata:

    #saran
    1. jgn ninggalin ff yg sdh dibuat ditgh jaln ok
    2. bagaimanapun endx harus diselesaikan sbg bukti klo kmu komit dgn apa yg kmu buat.
    3. jgn liat dari sedikit bykx komet tapi liat keikhlasan mereka yg komn dn setia mnanti ff mu *likeme

    eoh… ksian jdi ririn sm kai tersisihkn… smg ide menghampiri mu thor🙂

  3. roropoo berkata:

    jujur udah lama banget aku nunggu ff ini,
    dan aku mohon jangan berhenti ditengah jalan u,u

    ff ini menarik perhatianku banget
    hehe

  4. kimjonginwife berkata:

    waahhh lagi seru2nya malah tbc… aku suka banget couple kai-ririn… pas di pesta pasty mereka cantik-ganteng banget yahh…

    Kasian luhan ngga ikut pesta…

    Pokoknya hwaiting ya thor buat next chap..and kalo bisa cepet dilanjur..

  5. Kim Ji Soo berkata:

    Wah jgan smpai brhenti dtngah jalan,kasian kai sma ririn. Aku ingin org2 yg menatap mreka remeh mlah trkesan takjup sma psangan ini. Huuuuuuu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s