You Hurt Me [1/3]

sestallikai copy copy

Nama : @shehuniex
Judul Cerita : You Hurt Me
Tag : Oh Sehun, Jung Kryistal, Choi Sulli, Zitao, Kim Kai

Support cast : Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Genre : friendship, romance, sad (maybe)
Length : trilogy
Catatan Author : mohon maaf kalau ada typo dan ceritanya ngga nyambung. Ini murni dari fikiran author, mohon jangan copas.
J

****

Pagi itu, seolah menikmati cuaca yang begitu cerah, burung-burung berkicau dengan kerasnya. Mencoba membagi kebahagian mereka dengan cuaca yang cerah ini pada semua orang yang mendengarkannya.

Akan tetapi, sepertinya kicauan itu, biarpun sampai ketelinga namja putih ini, tidak bisa menyurutkan emosi yang sudah berada diubun-ubun kepalanya. Dengan kesal ia membanting tubuhnya di kasur empuk miliknya. Sudah sejak lima 15 menit yang lalu ia mengobrak abrik isi kamarnya dan tidak menemukan ponselnya. Seingatnya, tadi sebelum memasuki kamar mandi, ia menaruh ponselnya di atas kasur. Tetapi ketika ia kembali, ternyata ponselnya sudah hilang.

“terus saja seperti ini, pasti Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung yang mengambil ponselku.” Gerutunya menyalahkan kedua kakak sepupunya. Chanyeol dan Baekhyun. Kedua nya sedang berkunjung ke apartemennya pagi ini. Karena hari ini hari sabtu, mereka berdua biasa datang ke apartemennya dan –sepertinya- akan menginap.

“Sehunie!”

Mendengar namanya dipanggil, namja itu, Oh Sehun, tidak memperdulikannya. Ia tahu suara berat milik kaka sepupunya itu. Tapi ia terlalu malas untuk menanggapi karena kekesalannya pada kedua kaka sepupunya yang telah merebut ponselnya belum surut.

Suara gebrakan pintu kamarnya pun tidak terlalu dihiraukannya. Ia hanya menolehkan kepalanya dan menatap sosok jangkung di hadapannya dengan sebelah alis terangkat.

wae?” tanyanya acuh.

“lihat! Ak–”

“Sehunie! Kenapa kau tidak bilang kalau sudah punya kekasih?” suara milik Baekhyun memotong ucapan Chanyeol. Tidak memperdulikan wajah adiknya yang cemberut karena ucapannya di potong, ia langsung berhambur menuju tempat Sehun berada dan duduk disampingnya. Tangannya menjulurkan ponsel milik Sehun didepan matanya.

Foto dirinya sedang bersama seorang gadis, Choi Sulli, Sahabatnya sejak kecil. Tidak mengerti dengan maksud kaka sepupunya itu, Sehun pun bertanya. “ada apa memangnya?”

“ini kekasihmu kan?” tuduh Baekhyun.

mwo? Aniya! Kau ini kenapa hyung, dia itu sahabatku.” Ucap Sehun. Ia bangkit dari tidurnya dan mendudukan dirinya. Tangannya berusaha merebut ponselnya kembali, tetapi Baekhyun secara refleks langsung menjauhkannya.

“tidak mungkin, lihatlah betapa dekatnya kalian. Bahkan sampai mengelus – elus kepalamu dengan sayang seperti itu” sahut Chanyeol, yang kini sudah ikut duduk bersama Baekhyun di kasur milik Sehun.

Sehun menghela nafas panjang mendengar ucapan kedua hyung nya itu. Mereka berdua salah faham. Di foto itu memang terlihat Sulli yang sedang memegang kepalanya, itu karena pada saat itu gadis itu sedang membersihkan kepalanya dari daun yang berjatuhan.

Seperti biasa, setelah pulang sekolah, Sehun dan sahabat-sahabatnya sejak kecil, Sulli, Kai, Tao dan Kryistal sering berkumpul di bawah pohon besar di dekat sungai yang jaraknya cukup jauh dari rumah masing-masing. Karena tempat itu sepi, jadi mereka lebih nyaman berada disana untuk saling bertemu. Sejak masuk SMA mereka yang biasanya satu sekolah kini harus berpencar dengan Tao dan Kryistal yang mengambil SMA berbeda dengan Sehun, Kai dan Sulli yang kini tetap satu sekolah. Meskipun begitu, tidak membuat jarak diantara mereka semakin merenggang, oleh sebab itu mereka selalu janjian bertemu sepulang sekolah disana.

Saat itu musim dimana dau-daun mulai berguguran dan berjatuhan, kebetulan ada beberapa daun yang jatuh diatas kepala Sehun. Sulli, yang memang tipe gadis yang begitu peduli pada teman-temannya membereskan kepalanya dan mengumpat betapa bodohnya Sehun karena tidak menyadari ada daun yang terjatuh diatas kepalanya. Dan saat itu, Kai, dengan kejahilannya mengambil foto mereka.

“tapi Sehunie, dari tatapan mata gadis itu dan senyumnya. Sepertinya dia benar-benar menyukaimu” ucap Baekhyun setelah mendengar penjelasan Sehun. Rupanya hyung nya itu belum percaya.

Tidak ada niatan untuk menjelaskan lebih lanjut pada Baekhyun, Sehun pun merebut ponselnya dan segera memasukannya kedalam saku jaketnya. Sebenarnya ia sudah akan pergi menemui sahabat-sahabat nya kalau saja ponselnya tidak di ambil alih kedua sepupunya itu.

“terserah hyung mau bilang apa, aku dan Sulli hanya sahabat, tidak mungkin dia menyukaiku.” Ucap Sehun seraya berdiri dari tempatnya. “aku pergi dulu hyung, kalau Luhan hyung sudah pulang nanti tolong bilang padanya mungkin malam ini aku akan menginap dirumah Kai”

yak! Jadi kau meninggalkan aku berdua dengan Baekhyun sendiri dirumahmu? Saudara macam apa kau Oh Sehun yang tega meninggalkan hyung mu yang sedang berkunjung” gerutu Chanyeol.

Sehun yang sudah sampai di pintu kamarnya menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya menatap kedua hyung nya dengan malas. “hyung, bahkan rumah kalian hanya berjarak beberapa blok dari rumah ku, kalau kalian tidak mau aku tinggal sendiri, hyung bisa kembali kerumah dan tidur disana dengan tentang.” Ucap Sehun, “lagipula, nanti Luhan hyung pasti pulang. Jadi hyung tidak perlu khawatir akan sendirian dirumahku” setelah mengatakan itu Sehun kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan gerutuan-gerutuan dari kedua kakak sepupunya yang sampai ketelinganya.

Memang benar apa yang dikatakannya. Rumah Baekhyun dan Chanyeol hanya berjarak beberapa blok dari rumahnya. Mereka berdua baru saja pindah kesana dua minggu yang lalu dengan alasan jarak dari apartemen mereka yang sekarang lebih dekat dengan kampus mereka berdua, jadilah paman dan bibi Sehun mengizinkan mereka untuk menyewa apartemen disana.

Suara dering ponsel Sehun menyadarkannya dari lamunannya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mendekatkan ditelinganya. “yoboseyo?

“Sehunie! Kau sedang dimana? Aku dan yang lain sudah bosan menunggumu di tempat bubble tea. Kau bilang akan datang setengah jam lagi!”

Sehun menutup kedua matanya saat mendengar suara teriakan Sulli. Kebiasaan gadis itu kalau sudah kesal. Setelah tidak terdengar lagi ocehan gadis itu, ia pun membuka suara. “mianhe Sulli-ya, tadi ada kedua sepupuku datang dan mengambil ponselku. Jadi aku harus mencarinya dulu”

“huh! Yasudah kalau begitu. Sekarang kau sedang dimana?”

“aku sedang didalam bus, tunggu saja. Sekitar 15 menit lagi aku sampai disana”

“baiklah, jangan lama-lama Sehunie”

nde..” setelah panggilan terpustus, Sehun kembali memasukan ponselnya kedalam saku jaketnya.

***

yak! Lama sekali kau Sehunie” omelan Sulli menyambutnya ketika Sehun baru saja mnginjakkan kakinya di kedai bubble tea  langgan mereka. Ia tersenyum meminta maaf dan mengambil bubble tea yang disodorkan Sulli padanya. Ia menyeruputnya sedikit dan tersenyum senang. Hmmm, Sahabatnya itu tahu saja rasa bubble tea kesukaannya.

“dimana Tao dan Kryistal?” tanya Sehun yang tidak melihat kedua temannya itu. ia menarik kursi dan duduk disamping Kai.

“sedang ke supermarket depan, karna terlalu lama menunggumu mereka jadi bosan” ucap Kai.

mian.. bukankah sudah ku bilang tadi kalau kedua kakak sepupuku datang? Mereka memang begitu, suka sekali menajhiliku” sungut Sehun. Ia menyeruput bubble tea nya.

yak! Oh Sehun, kenapa kau lama sekali? kau ingin membuatku dan yang lainnya mati bosan disini?” omel Tao yang baru tiba bersama Kryistal.

Sehun masih meringis seraya memegangi belakang kepalanya yang dipukul oleh Tao. “aku kan sudah minta maaf.” Gerutunya sebal. Ia sudah minta maaf berkali-kali tetapi tetap saja teman-temannya itu mengomelinya.

“sudahlah, yang terpenting Sehun sudah datang bukan. Lebih baik kita segera berangkat.” Ucap Kryistal, seperti biasanya dengan datar.

Bukan hal baru lagi bagi mereka yang sudah bersahabat dengan Krystal, Biarpun sudah mengenal mereka sejak kecil, tetap saja gadis itu bersikap tertutup dan sulit ditebak. Walaupun begitu, mereka bisa merasakan bagaimana nyamannya Kryistal jika bersama mereka dari pada dengan teman-temannya disekolah. Sejak SD, SMP bahkan -menurut cerita Tao- di SMA gadis itu masih terlihat tidak nyaman dengan teman-temannya disekolah.

Sama seperti Sehun, Kryistal tidak mudah bergaul dengan orang lain. Atau membuka diri. Kalau Sehun, ia tidak suka membuka diri karena kebanyakan teman-temannya yang mendekatinya adalah seorang wanita. Ia benci jika ada gadis yang terus mendekatinya dan menanyakannya ini itu, menurutnya itu sangat menganggu. Sedangkan teman-teman prianya di sekolah terlihat seperti membencinya, entah karena apa tetapi Kai pernah memberitahunya kalau mereka iri pada Sehun yang bisa mendapat perhatian dari pada wanita. Saat mendengar penjelasan itu dari Kai, Sehun hanya bisa tersenyum sinis. Memangnya, apa enaknya mendapat perhatian seperti itu dari wanita? Mereka justru sangat merepotkan. Terkecuali kryistal dan Sulli tentu saja. Yah… walaupun terkadang sifat Sulli yang banyak omong cukup menganggunya, itu tidak termasuk merepotkan untuk Sehun.

“Sehun, kenapa jalanmu lama sekali? lihatlah, kita sudah tertinggal”

Suara lembut –tetapi terdengar dingin- menyadarkan Sehun. Ia menoleh menatap Kryistal yang berjalan disampingnya dan menatap teman-temannya yang lain sudah berada didepan. Tanpa bisa ditahan, ia mengangkat kedua sudut bibrnya untuk tersenyum. Salah satu yang ia sukai dari sifat Kryistal, biarpun diluar terlihat dingin tapi Sehun tau gadis itu peduli. Terutama pada teman-temannya.

“santai saja Kryistal-ah, saat mereka sadar kalau kita tertinggal. Mereka juga akan menunggu” ucap Sehun santai. Ia bahkan tidak mencoba untuk mempercepat langkahnya untuk menyusul teman-temannya.

“dan membuat kita berdua mendapat omelan.” sahut Kryistal.

Sehun sontak tertawa mendengar ucapan Kryistal. Entah apa yang lucu, tapi ia merasa tergelitik saat mendengar bagaimana nada menggerutu dari suara gadis itu. Kryistal bukan tipe gadis yang mudah menggerutu, ia adalah gadis yang pendiam. Setidaknya, itu yang bisa Sehun nilai selama berteman dengannya.

“seperti sekarang kau sedang menggerutu karena berjalan lambat bersamaku nona Kryistal?” canda Sehun lalu menyeringai, “kenapa kau tidak jalan duluan saja dan membiarkan aku sendirian? Apa jangan-jangan kau sengaja ingin jalan berduaan denganku nona Jung Kryistal?”

yak! Itu tidak lucu Oh Sehun!” omel Kryistal. Dan tanpa sadar juga ikut mengangkat kedua sudut bibirnya untuk tersenyum ketika mendengar suara tawa Sehun.

omo! Aku berhasil membuat princess ice kita tersenyum.” Ucap Sehun dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, seolah-olah kaget. “wahh ini harus diabadikan, senyum princess ice kita! Ini benar-benar tidak boleh dilewatkan” ia mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kearah Kryistal.

Gadis itu menutupi wajahnya dan mendorong-dorong ponsel Sehun yang mengarah padanya. “hentikan Oh Sehun!” omel Kryistal.

“nona Kryistal, aku penggemar beratmu~” Sehun berakting seolah-olah menjadi seorang fans fanatic. Ia terus mengarahkan ponselnya pada wajah kryistal dan bahkan tidak perduli betapa konyolnya kelakuaannya saat ini.

yak! Hentikan, ini memalukan!” omel Kryistal, tetapi tawanya mulai meledak melihat tingkah Sehun yang mengatupkan kedua tangannya dengan wajah memelas dan menujulurkan ponselnya seraya berkata, “berfotolah dengan ku nona Kryistal, jebal…

Selama beberapa saat, mereka hanya berjalan lambat-lambat seraya menertawakan kebodohan mereka dengan begitu puasnya. Sampai-sampai tidak menyadari kalau teman-temannya berjalan cukup jauh di depan mereka dan menghilang di tikungan.

“kumohon hentikan ini, Sehun. Aku benar-benar lelah.” Pinta Kryistal memegangi perutnya yang sakit karena terus tertawa.

“ahh baiklah, perutku juga sakit sekali karena terus-terusan tertawa” keluh Sehun.

Setelah keduanya berhasil mengendalikan tawa mereka. Keduanya menarik dafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Sehun menoleh kedepan dan tidak melihat teman-temannya disana, ia menoleh pada Kryistal yang juga sedang menoleh padanya.

“kita ditinggal” keluh keduanya bersamaan.

“semua ini karena kau Oh Sehun” omel Kryistal memukul lengan Sehun. Biarpun begitu, bibir gadis itu mengukir sebuah senyuman.

“baiklah, ini memang salah ku.” Aku Sehun. Ia pu mengeluarkan ponselnya dan menelfon Kai. Dering pertama, dering kedua dan saat dering ketiga barulah Kai mengangkat panggilannya.

yob–

YAK! kau dimana Sehunie?! Kenapa kau dan Kryistal tidak ada dibelakang kami?!”

            Sehun dan Kryistal saling tatap, mendengar omelan Kai yang menyambutnya bahkan sebelum Sehun mengucapkan salam. Sehun sengaja memasang loudspeaker supaya kryistal juga bisa mendengar ada dimana teman-temannya berada. Siapa tau Kryistal tau jalannya.

mianhe.. aku dan Kryistal keasyikan mengobrol sehingga tidak menyadari kalau kalian sudah berjalan jauh. Sekarang kalian dimana? Aku dan Kryistal segera menyusul” ucap Sehun menyesal.

“ikuti saja jalan, kurasa kalian belum tertinggal jauh di belakang kami. cepatlah, kami akan menunggu”

            ne.. arraso” setelah itu ia pun memutuskan sambungannya dan memasukan ponselnya kembali kedalam saku jaketnya.

kajja, mereka pasti sudah sangat kesal sekarang. Lebih baik kita segera menyusul mereka” Sehun menjulurkan tangannya pada Kryistal. Dan tanpa fikir panjang Kryistal menerima uluran tangan Sehun. Mereka pun setengah berlari dengan tangan yang saling bergandengan.

Lari mereka tidak terlalu cepat, mengingat Kryistal yang memakai sepatu ber hak tinggi. Karena tidak ingin membuat kaki gadis itu menjadi sakit, Sehun pun menyesuaikan larinya.

Setelah melewati tikungan, tak jauh didepan mereka Kai, Sulli dan Tao sudah menunggu dengan tangan dilipat didepan dada. Sepertinya mereka benar-benar kesal.

Sehun memperlambat langkahnya ketika hampir mendekati teman-temannya. Ia mendekatkan kepalanya kearah Kryistal dan berbisik. “sepertinya mereka benar-benar marah”

“eung..” Kryistal menganggukkan kepalanya, “aku fikir juga begi…tu” ucapan Kryistal memelan ketika ia menolehkan kepalanya, wajahnya dan Sehun hanya berjarak beberapa senti saja.

Sehun menelan ludahnya gugup dan segera menjauhkan kepalanya, dengan berdeham pelan untuk menutupi kecanggungannya.

mianhe.. kami benar-benar tidak menyadari kalau kalian sudah jalan jauh di depan kamu” ucap Sehun.

Kai dan Tao mengangat sebelah alisnya menatap Sehun, lalu menurunkan pandangannya pada tangan Sehun yang masih menggenggam Kryistal.

Sehun tersenyum gugup lalu segera melepaskan genggaman tangannya. “tadi kami berlari, karena takut Kryistal tertinggal jauh di belakang, jadi aku menggenggam tangannya” Sehun beralasan.

Ketiga teman-temannya mengangkat bahunya acuh lalu segera memasuki bus yang kebetulan datang tepat saat Sehun dan Kryistal sudah bersama yang lainnya. Kalau tidak, bisa-bisa mereka menunggu lagi untuk bus selanjutnya.

***

“sebenarnya kita mau kemana?” tanya Sulli dari bangku belakang Sehun.

Sehun menolehkan kepalanya kebelakang dan menjawab, “menonton pertandingan Kai”

“pertandingan? Pertandingan apa?” tanya Kryistal. Sehun yang mengalihkan pandangannya pada Kryistal mendadak tersenyum. Ia jadi teringat bagaimana tadi konyolnya mereka.

“apa? kenapa kau malah tersenyum seperti itu? itu sangat mengerikan Sehunie” ucap Sulli. ia mengacak-acak rambut Sehun membuatnya harus menarik kepalanya lagi.

yak! Sulli-ya, rambutku jadi berantakan” keluhnya.

“jangan manja, siapa juga yang akan memperhatikanmu” celetuk Kryistal.

Sehun kembali menolehkan kepalanya kebelakang dan mendelik pada Kryistal. “lihat saja, disana mata semua gadis akan tertuju padaku”

“huh, terlalu percaya diri”

“aku tidak bercanda, kau pasti tidak tahu bagaimana popularitasku di sekolah”

“apa? popularitas seperti apa? biang onar? Tukang tidur? Tukang nyontek? Coba beritahu aku” tantang Kryistal.

yak! Kalian berdua ini kenapa ribut terus.” Lerai Kai, menjitak kepala Sehun. “hari ini aku akan mengikuti kompetisi dance, sudah masuk final. Aku minta maaf kalau baru memberi tahu kalian sekarang” ucap Kai dengan nada menyesal.

“tidak masalah, setidaknya kau memberitahu kami sekarang dan mengizinkan kami untuk mendukungmu di saat final seperti ini” ucap Kryistal tersenyum. Selalu seperti ini, Kryistal akan menjadi yang paling dewasa dan menjadi penengah.

Mereka semua pun tersenyum. Kembali ke posisi semua dan menikmati perjalanan dalam diam.

20 menit berlalu, bus yang mereka tumpangi berhenti di terminal tempat tujuan mereka. Kai turun terlebih dahulu, melihat ke kanan dan ke kiri mengingat-ingat jalan yang harus mereka lewati untuk menuju tempat kompetisi diadakan. Setelah berfikir, ia pun dengan yakin berjalan kearah kiri diikuti yang lainnya.

“Sehunie, pinjam ponselmu” ucap Sulli. gadis itu memang suka sekali meminjam ponsel Sehun, entah untuk berfoto-foto ria, bermain game atau hanya sekedar melihat-lihat foto yang ada di ponselnya. Tanpa banyak berkata Sehun pun memberikan ponselnya.

“Kryistal, apa sunbae itu masih menganggumu?” ucap Tao tiba-tiba, menyamai langkah Kryistal.

Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap Tao yang lebih tinggi darinya dan tersenyum. “masih sering mengirimiku pesan, tapi tidak masalah. Aku tidak akan meladeninya”

“kalau dia berani macam-maca padamu, katakan saja padaku. Sebagai orang yang sudah mengenalmu sejak kecil, tentu saja aku tida suka kalau teman ku di ganggu seperti itu”

jinjjayo? Kalau aku yang diganggu pria tak dikenal, kau juga akan seperti itu padaku Tao-ya?” tanya Sulli.

“tentu saja bodoh, kalian itu sangat berarti untukku.” Ucap Tao mengacak-acak rambut Sulli.

Mereka bertigapun tertawa bersama-sama. Yah, seperti inilah pertemanan mereka, selalu merasa ingin melindungi jika melihat salah satu dari kami ada yang merasa terganggu. Sehun tersenyum, dalam hati ia bersyukur memiliki sahabat-sahabat seperti mereka. benar-benar bersyukur.

“Oh Sehun, kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu? apa kau mulai gila?”

Suara Kryistal menyadarkannya. Ia menoleh pada gadis itu dan mengacak rambutnya pelan. “kenapa kau tidak memanggilku seperti yang lainnya? Kenapa kau selalu memanggilku Oh sehun atau paling tidak Sehun? Huh?”

Kryistal terlihat sedang berfikir lalu mengangkat bahunya, “molla, aku hanya senang memanggilmu seperti itu. apa itu menjadi masalah?”

aniyo, sama sekali tidak” ucap sehun tersenyum. “jadi, princess ice kita juga memiliki seorang penggemar, huh?” goda Sehun mengalihkan topic. Ia tersenyum menggoda pada Kryistal. Entah mengapa, hari ini ia senang sekali menggoda gadis itu. selama ini Kryistal selalu menjadi yang paling diam diantara kami. Tapi hari ini, Sehun melihat kalau gadis itu banyak tersenyum dan juga tertawa. Jujur saja, di dalam hatinya ia merasakan kehangatan saat melihat Kryistal tertawa. Rasanya, ia ingin terus-menerus mempertahankan tawa itu dari wajah cantiknya.

Tunggu.

            Cantik? Apa aku baru saja mengatakan Kryistal cantik? Sehun membatin.

Selama ini, ia memang tidak pernah memuji seorang wanita, terkecuali eumma nya tentu saja. Ia memang tahu kalau Sulli cantik, bahkan teman-teman sekelasnya ada yang mencoba mendekatinya hanya karena ingin dekat dengan Sulli. Sehun mengakui kalau Sulli memang gadis yang cantik, tapi ia tidak pernah mengatakan itu. Sulli memang cantik, lantas kenapa? Gadis itu adalah sahabatnya, jadi ia tidak memikirkan lebih jauh lagi.

Tapi, kenapa barusana suara hatinya mengatakan kalau Kryistal cantik? Ia memang menyadari kalau semenjak menginjak bangku SMA kelas X, Sehun mulai menatap Kryistal dengan berbeda. Entah kenapa dan entah sejak kapan, Sehun tanpa sadar mulai memperhatikan gerak-gerik Kryiatal, perubahan-perubahan yang terjadi pada gadis itu, sampai kebiasaan Kryistal dan sekarang ia benar-benar mengakui kalau gadis itu sangat cantik.

Apakah…  

Ah itu tidak mungkin! Sehun menggelengkan kepalanya tanpa sadar.

“Sehun, kajja! Kita harus cepat masuk kedalam dan mencari tempat yang strategis untuk mendukung Kai”

Sehun menoleh menatap Kryistal dan menganggukkan kepalanya, lalu ikut mempercepat jalannya untuk menyusul teman-temannya.

***

Setelah mengantar para gadis kerumahnya masing-masing. Kai, Tao dan Sehun berjalan menuju rumah Kai. Sejak awal mereka memang sudah merencanakan untuk menginap di rumah Kai karena mereka tahu acara akan selesai larut malam. Awalnya mereka sempat beradu argument antara mengajak para gadis atau tidak, mereka tidak akan tega membiarkan para gadis harus pulang pada malam selarut ini, itu sangat tidak baik. Itulah alasan selama ini Kai tidak memberitahu pada gadis tentang kompetisinya.

“Tao-ya, kau sudah izin pada Kris hyung?” tanya Sehun, “kita bisa habis dimarahi kaka sepupu mu itu kalau sampai kau belum izin”

“tenang saja, aku sudah izin padanya, lagi pula malam ini hyung bilang akan lembur, dari pada membiarkan aku tidur sendirian dirumah, jadi hyung membiarkan aku untuk menginap”

“bagus lah kalau begitu” sahut Kai.

Saat mereka memasuki apartemen yang ditinggali Kai, keduanya berdecak kagum. “tidak heran kalau nuna dan eumma mu tidak mengizinkan kau tinggal sendiri seperti ini. Baru dua minggu pindah saja, suasana apartemenmu sudah seperti kapal pecah begini Kai” komentar Sehun.

Baru dua minggu ini Kai tinggal diapartemennya sendiri, setelah mati-matian membujuk kaka perempuannya dan ibu nya dan tidak heran jika Kai dilarang untuk tidanggal sendiri. Melihat keadaan apartemen Kai sekarang dengan berbagai pakaian kotor dimana-mana dan bungkus snack dimana-mana menunjukkan kekhawatiran kakak perempuan Kai dan ibunya.

“besok pagi, Sulli bilang dia akan kesini bersama Kryistal. Bagaimana kau mengatasi ini Kai?” tanya Tao yang sepertinya memiliki satu fikiran dengan Sehun.

jinjjayo? Kenapa kalian tidak melarang? Aisshhh… bagaimana mungkin aku membereskan semuanya dalam waktu semalam, aku juga sudah lelah sekarang” ucap Kai. Dengan malas ia menjatuhkan dirinya diatas sofa.

Sehun menggelengkan kepalanya, “kau dan Tao tidurlah. Aku tau kau lelah setelah bertanding, dan kau Tao, aku juga tau kau lelah setelah berlatih wushu tadi sebelum kita berkumpul. Biar aku saja yang memebereskan semuanya”

“tapi kau juga lelah Sehunie” ucap Tao

“kau sudah menemani kami sampai selarut ini, kau pasti juga lelah” sahut Kai

“tidak. Aku tidak lelah. Ini sudah biasa aku lakukan kalau Chanyeol hyung  dan Baekhyun hyung datang kerumahku.” Ucap Sehun meyakinkan teman-temannya.

Melihat keraguan dari wajah kedua sahabatnya, dengan gemas Sehun mendorong punggung keduanya untuk masuk ke dalam kamar Kai. “istirahatlah, aku akan menyusul kalian tidur kalau semuanya sudah beres. Ini tidak akan memakan waktu lama”

Setelah melihat anggukan ragu-ragu dari Kai dan Tao, Sehun tersenyum dan menutup pintu kamar Kai lalu kembali keruang tamu. Ia menghela nafas panjang, sebelum akhirnya mulai membersihkan semuanya. Mengumpulkan sampah-sampah snack, menyapu lantainya, mengumpulkan baju-baju kotor Kai dan menaruhnya di keranjang cucian kotor. Setelah melihat ruangan sudah cukup bersih, Sehun tersenyum dan mengistirahatkan dirinya disofa sebelum menyusul Kai dan Tao untuk tidur di kamar.

“Sehunie! Bangun… Sehuniee”

Sehun membuka matanya perlahan. Ia mengerjap beberapa kali mencoba menyempurnakan penglihatannya.

“kenapa kau tidur di sofa seperti ini Sehunie?” omel Sulli berkacak pinggang.

Sehun mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan Sulli.

Sofa?

Sehun memandang sekelilingnya dan menyadari sepertinya ia tertidur di sofa karena kelelahan. “hmm… ternyata aku ketiduran semalam”

“memang apa yang kau lakukan? Meononton acara bola?” tanya Kryistal yang datang dengan segelas air putih dingin, dan diberikannya pada Sehun.

Sehun menerima gelas itu dan menegak isinya sampai habis. Setelah menaruh gelas kosong itu di meja, ia menatap Sulli dan Kryistal bergantian. “bagaimana kalian bisa masuk kesini?”

“sepertinya kau lupa. Saat Kai pindah kesini, kami semua kan membantu membereskan, tentu saja kami tahu alamat apartemen ini.” ucap Sulli, “dan kalau masalah kunci, aku selalu tahu kode password yang selalu digunakan Kai”

“kau sungguh bahaya Sulli-ya” ucap Sehun menampilkan wajah seolah-olah takut.

Sulli mendelik pada Sehun lalu memukul lengannya pelan. “aku yakin kau juga tahu Sehunie” elak Sulli.

Sehun tertawa saja menanggapi ucapan Sulli. Tentu saja ia juga tau password apartemen Kai. Karena kebiasannya yang susah bangun, namja satu itu harus di saperin dulu baru bisa bangun.

“Kryistal Jung,” panggil Sehun yang melihat Kryistal asyik memainkan ponsel milik Sehun. Entah bagaimana caranya, ponselnya sudah berada di tangan gadis itu.

“hmm?” sahut Kryistal tanpa mengangkat wajahnya, setelah beberapa saat, Kryistal mengangkat wajahnya dan menyodorkan ponsel milik Sehun ke depan wajahnya. “Lihat Sehun, hasil kompetisi semalam sudah keluar! Kai juara satu!!” pekik Kryistal senang.

jinjjayo?” Sulli ikut menghampiri Sehun dan Kryistal. Ia merebut ponsel Sehun dan senyum lebarnya langsung terpampang jelas. “waaahhhh!! Kai hebat!” setelah mengatakan itu, Sulli berlari memasuki kamar Kai. Sudah jelas apa yang akan dilakukan gadis itu. Membangunkan Kai, lalu memeluknya erat.

“kau tidak menyusulnya Kryistal-ah?” tanya Sehun pada Kryistal yang masih menatap pintu kamar Kai tempat Sulli menghilang tadi.

“tidak ingin memeluk Kai juga? apa mau memelukku saja?” goda Sehun membuka tangannya lebar-lebar.

Kryistal mendelik pada Sehun lalu melempar ponsel Sehun kearahnya yang untungnya dengan sigap langsung ditangkap. Setelah itu, Kryistal beranjak dari tempatnya dan menyusul Sulli.

“KAIIII CHUKKAEE~” teriak Sulli. Dari tempat Sehun berada, suara gadis itu terdengar jelas di telinganya.

yak, Sulli-ya, apa yang kau lakukan pagi pagi seperti ini?” terdengar juga suara parau Kai baru bangun tidur. Dari nada suaranya, Sehun tau kalau sahabatnya itu merasa sangat terganggu. Hal yang paling di benci Kai adalah digangu saat ia sedang tidur pulas.

“kau menang! Bersemangatlah Kai! Ayo kita rayakan”

“menang apa? sudahlah Sulli-ya, biarkan aku tidur sebentar lagi”

“kau menang kompetisi dance kemarin Kai” kali ini suara Kryistal yang terdengar.

“kompetisi ap—JINJJAYO?!” suara Kai mendadak meninggi. Dan suasana di kamar semakin berisiki dengan ucapan-ucapan selamat untuk Kai dan teriakan-teriakan bahagia Kai.

Sehun menggelengkan kepalanya mendengar keributan itu. Ia menyandarkan kepalanya seraya mengeluarkan ponselnya. Sejak semalam ia belum mengabari Luhan. Hyung nya itu pasti khawatir.

yoboseo Sehunie, dimana kau?” dalam dering kedua, hyung nya itu sudah mengangkat telfonnya. Sehun tersenyum membayangkan bagaimana ribetnya Luhan disana mengurus Chanyeol dan Baekhyun.

“apa Chanyeol hyung  dan Baekhyun hyung masih disana?”

“tentu saja kami masih disini Sehunie” sahut suara Chanyeol dan Baekhyun berbarengan.

yak, hyung. Kalian tidak boleh membuat repot Luhan hyung, dia pasti lelah setelah bekerja”

nde.. aku tahu itu Sehunie.” Sahut Chanyeol. “kenapa justru kau yang menasihati kami? kau itu dongsaeng kami” gerutu Baekhyun.

ani hyung, aku hanya khawatir pada Luhan hyung

“kau tidak perlu khawatir Sehunie, Luhan hyung aman bersama kami. sekarang ia sedang duduk manis di meja makan menunggu makanan yang kami buat” ucap Baekhyun.

hyung pasti merebut ponsel Luhan hyung kan?”

Ani, Luhan hyung yang memberikan sendiri pada kami saat kami bertanya siapa yang menelfon” elak Baekhyun. yak, Chanie, kau harus menambahkan sedikit garam. Ini terlalu manis”  “ jinjjayo Baeki?” “eung.. cepat ambil garam disana!”

Sehun menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan dua sepupunya itu. biarpun kedua sepupunya itu selalu merepotkan. Tetap saja Sehun dan Luhan tidak bisa memungkiri kalau ia juga menyayangi Baekhyun dan Chanyeol. Mereka satu darah, jelas kalau Sehun dan Luhan menyayangi kedua sepupunya itu.

nde.. baiklah kalau begitu, khamsahamida hyung.” Ucap Sehun, “umm.. hyung, bisa hyung berikan ponselnya pada Luhan hyung?

nde, chamkama..”

“waeyo sehunie?”  kali ini suara Luhan yang terdengar.

“hari ini hyung free?

“hmm.. aku free hari ini. ada apa?”

“tidak apa-apa, aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan kalian. Siang nanti aku pulang, banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kalian”

omo! Tentang apa ini? kau sangat jarang bercerita denganku Sehunie”

“itu karena hyung selalu sibuk. Aku jadi tidak punya waktu untuk bercerita pada hyung” protes Sehun.

mianhe Sehunie..”

Mendengar nada suara Luhan yang berubah membuat Sehun panic. Ia tidak bermaksud menyalahkan hyung nya. “aniya hyung, gwenchana. Setidaknya sekarang kau ada waktu dan aku ingin bercerita pada mu”

“hmm.. arrasso. Aku, Baekhyun dan Chanyeol akan menunggumu”

nde.. aneyong hyung..

Sehun membanting ponsel nya asal kesamping tubuhnya dan menutup matanya dengan lengannya.

“ada masalah?”

Sehun membuka mata dan melihat Sulli yang sedang menatapnya khawatir. ia tersenyum meyakinkan lalu mengusap puncak kepala gadis itu lembut. “gwenchana, aku hanya lelah”

“kau pasti lelah karena semalaman membersihkan apartemen Kai, Sehunie.” Ucap Tao yang langsung menjatuhkan dirinya disamping Sehun.

ani.. bukan karena itu. aku kan sudah bilang, ini sudah biasa ku lakukan kalau Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung datang kerumahku”

“jadi semalam kau membereskan apartemen Kai sampai tertidur di sofa seperti ini Sehunie?” tanya Sulli.

Sehun hanya membalas dengan senyum lalu beranjak dari tempatnya. “dimana Kai? Aku harus mengucapkan selamat padanya”

***

hyung, aku pulang~”

“Sehunie!” Chanyeol yang menyambut Sehun langsung memeluknya dan menariknya menuju ruang tengah. Disana sudah ada Baekhyun dan Luhan yang sedang menikmati acara Tv komedi.

Sementara Sehun menaruh snack yang ia bawa. Ketiga hyung nya sudah asyik tertawa menikmati joke yang di berikan sang mc.

hyung, makanan yang kau buat tadi pagi sudah habis?”

ani, itu ada di kompor, kau panas kan saja kalau mau makan”

nde..” Sehun pun mengikuti saran Baekhyun untuk memanaskan masakan yang tadi kedua hyung nya itu buat. Lima menit, ia memanaskan sebelum akhirnya menikmati masakan Baekhyun dan Chanyeol. Ia bisa mengakui kalau masakan ini lumayan enak, ahh tidak, masakannya sangat enak. Sehun tidak menyangka kalau kedua hyung nya yang biasa membuat masalah itu ternyata pandai memasak.

Setelah menyelesaikan makannya, Sehun pun ikut bergabung bersama ketiga hyung nya. Ia menjatuhkan diri di tengah-tengah antara Baekhyun dan Luhan di sofa.

hyung, apa kau pernah mengalami zona friend?

“apa maksudmu Sehunie?” sahut Chanyeol tertarik, “benar bukan dugaanku dan Baekhyun? Kau sedang berkencan dengan temanmu yang bernama Sulli itu?”

ani.. ini bukan Sulli.” elak Sehun, lalu mengalihkan perhatian pada Luhan, “hyung, kau tentu saja tau Kryistal?”

“kryistal? Jung Kryistal?”

“hmm” Sehun mengangguk membenarkan

“ya, aku kenal. Kakak perempuannya, Jesica Jung teman satu kantorku. dan tentu saja aku tau bagaimana kalian sudah saling mengenal sejak kecil”

“sepertinya aku menyukainya hyung” ucap Sehun langsung berterus terang.

Luhan tersenyum menatap Sehun. Adik satu-satunya itu memang tidak bisa menyembunyikan perasaanya. Ia terbiasa mengungkapkan apa yang ada di hatinya.

“tapi Sehunie, bagaimana dengan gadis yang ada di fotomu itu? aku yakin dia menyukaimu” ucap Baekhyun.

“siapa?” tanya Luhan bingung.

“mana ponsel mu Sehunie?” pinta Baekhyun.

Menghela nafas panjang, Sehun pun memberikan ponselnya pada Baekhyun, membiarkan namja itu mengutak-atik ponselnya.

“lihat hyung, bukan kah sudah terlihat jelas dari tatapan dan senyum gadis itu pada Sehunie kalau gadis itu menyukai Sehunie?” Baekhyun menjulurkan ponselnya dihadapan Luhan.

Luhan mengambil ponsel Sehun untuk memperjelas. Ia terlihat berfikir sebelum akhirnya membuka suara. “aku setuju Sehunie,” ia mengangkat kepalanya menatap Sehun. “tatapan gadis itu terlihat jelas bagaimana dia menyukaimu”

hyung…” keluh Sehun. Ia menggelengkan kepalanya pelan sebelum melanjutkan. “tapi kami sudah berteman sejak kecil, tidak mungkin Sulli menyukaiku. Dia memang yang paling perhatian pada kami semua”

“bukankah kau juga sudah berteman dengan Kryistal sejak kecil? Lalu, apa bedanya Sehunie?” tembak Luhan.

“tapi hyung..” Sehun sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi. memang apa yang dikatakan Luhan ada benarnya. Ia dan Kryistal sudah berteman sejak kecil, dan sekarang ia merasa kalau dirinya mulai menyukai Kryistal, sebagai seorang wanita. Jadi, mungkin saja dugaan ketiga hyung nya tentang perasaan Sulli benar adanya. Tapi tetap saja itu tidak mungkin kalau Sulli menyukainya. Sehun mengelak dalam hati.

Sehun mengangkat kepalanya menatap Chanyeol yang menyentuh pundaknya menyemangati. “ada baiknya kalau kau memastikan sendiri Sehunie. Kalau hanya menerka-nerka seperti ini.. ” Chanyeol mengangkat kedua bahunya, “siapa yang tahu?”

***

Sehun membanting tubuhnya diatas kasur. Tatapannya kosong menatap langit-langit kamarnya. ucapan hyung nya tadi terus saja menganggu fikirannya.

Benarkah Sulli menyukainya?

Tapi bagaimana bisa? Mereka sudah bersama sama sejak kecil. Ia memang menyayangi Sulli, tapi itu hanya sekedar rasa sayang sebagai sahabat dan juga adik, yah biarpun mereka seumuran, tetap saja ia menganggap kalau Sulli adiknya mengingat sifatnya yang manja.

Tidak ada salahnya memastikan. Sehun mengingat ucapan Chanyeol.

“benar.. tidak ada salahnya memastikan” ucap Sehun pada dirinya sendiri. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Sulli dikontak hp nya dan menelfonnya.

yoboseo?”

“Sulli-ya

“hmm? Sehunie, ada apa?”

Sehun ragu sejenak, sebelum akhirnya membuka suaranya. “aku ingin bertanya sesuatu padamu”

wae? Ada apa ini, kenapa kau serius seperti ini”

Sehun menarik nafas panjang, lalu menghelanya perlahan. “Sulli-ya… apa kau menyukaiku?”

m-mwo? Apa maksudmu Sehunie? Tentu saja…” Sulli tertawa sejenak, “tentu saja aku menyukaimu, kita sudah berteman sejak kecil, bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu”

ani… bukan suka yang seperti itu.” Sehun mendesah, “maksudku, apa kau menyukaiku sebagai seoarang namja?

“apa maksudmu Sehunie? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? ini sungguh aneh”

“aku menyayangimu Sulli-ya, kau sudah seperti keluargaku. Aku hanya tidak mau kau sakit hati”

“kenapa kau berfikir aku akan sakit hati karenamu?”

“karena aku menyukai Kryistal” Sehun menghela nafas panjang, “sebagai seorang wanita”

Diam sejenak. Selama beberapa saat tidak ada yang mengatakan apapun. Sampai akhirnya suara tawa Sulli memecah keheningan itu.

“jadi kau menyukai Kryistal, huh?” ucap Sulli dengan nada menggoda. “tenang saja Sehunie, aku memang menyukaimu. Tapi sama seperti mu, itu hanya rasa sayang sebagai keluarga.. sungguh”

jinjjayo?”

“eung.. aku tidak bohong. Lagi pula… ada hal yang tidak kau ketahui”

“apa itu?”

“aku sudah berkencan dengan Kai”

 

***

 

 

~TBC~

4 thoughts on “You Hurt Me [1/3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s