Idol of the Heart

untitled

 

Title: Idol of   the Heart

Author             : Vikkachu

Main Cast        : Park Hyejin (OC)

Oh Sehun (EXO)

Support Cast   : Seo Injung (OC)

Sung Eunmi (OC)

Xi Luhan (EXO)

Oh Youngri (OC)

Rating              : PG-13

Genre              : School life, Sad & Romance.

Note  : ff ini 100% imajinasi aku. Nggak ada unsur Plagiat sama sekali. Dan…mian ne, kalau ceritanya agak GaJe dan gak terlalu bagus. Soalnya ini ff pertamaku. Selesai baca, jangan lupa RCL ya….

                                                   ~ Selamat membaca~

Hyejin pov.

Setiap yeoja, pasti ingin mempunyai namjachingu yang baik, ramah, tampan dan romantis.Memang rata-rata Tipe Ideal para yeoja seperti itu.Bahkan banyak juga yeoja yang memandang namja hanya di luarnya saja.Namja yang tampan dan kaya, memang mudah menarik perhatian para yeoja. Begitupun denganku, 5 th yang lalu, ada seorang namja yang menarik perhatianku. Namja yang kini sudah menjadi tetanggaku.

Saat masih di JHS, appa dan eomma memutuskan untuk pindah ke Seoul.Aku hanya menurut saja karena aku tidak mau menjadi anak yang durhaka. Saat tiba di rumah baru, banyak tetangga yang menyambut kedatangan kami. Dengan tidak sengaja aku melihat namja yang duduk sambil membaca buku di balkon rumahnya.Semilir angin yang berhembus membuat wajah tampannya semakin terlihat.Saat itulah aku mulai menyukainya.Setiap dia pulang sekolah, aku selalu memandanginya dari balkon rumahku.Setiap hari selalu seperti itu.

Dan Hal yang paling aku sesali adalah, aku tidak memilih untuk bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Yah,, walaupun begitu, aku masih bisa mencari informasi tentangnya lewat Eunmi sahabatku yang kebetulan satu sekolah dengannya. Jika di rumah, dia memang sangat cuek, bahkan sejak aku baru pindah sampai sekarangpun, dia tidak pernah menyapaku atau berbicara denganku sekalipun.Saat aku menyapanya, dia hanya diam dan menatapku datar.Aku menganggap semua ini sebagai karma dari Tuhan karena aku selalu memandang namja dari luarnya.Tapi kini, bukan rasa suka lagi yang aku rasakan padanya, melainkan rasa cinta.Aku tidak menyangka aku bisa mencintainya sedalam ini.

“Hyejin,,,,,,!!!”. Teriak injung tepat di telingaku.

“Yak! Mwo??”.Ucapku marah karena injung berhasil membuyarkan lamunanku tentang Sehun.

“kenapa kau marah? eoh?”. Tuturnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

“wae?”. Tanyaku langsung to the point.

“Tim Basket School of peforming arts seoul kemari”.

School of peforming arts seoul? Bukannya itu sekolah sehun?Tim basket? Bukankah dia ketua Tim Basket?.Dia kemari?

“JINJJAYO???”. Ucapku senang

“ne. mereka ada di lapangan”.

~~~#~~~

Dengan segera aku langsung bergegas menuju lapangan.Entah kenapa aku sangat senang, mungkin karena akhir-akhir ini aku jarang bertemu sehun di rumahnya.Dia selalu sibuk dengan semua kegiatannya.Akupun sudah sampai di lapangan, jantungku berdegup kencang saat melihat sehun yang sangat tampan menggunakan kaos olahraga itu.Memang selalu seperti ini, jantungku selalu berdegup kencang setiap bertemu Sehun.

“Sehun,,,,,!!!! SEHUN!!!! Sehun lihat aku,,,,”.

Teriakan para haksaeng yeoja Seoul High School mampu membuatku bertanya-tanya apa sehun sepopuler ini?.Sampai-sampai haksaeng yeoja disekolahku banyak yang mengenalnya, bahkan mengaguminya.Mungkin pulang sekolah nanti, aku harus menemui Eunmi.Untuk menjawab semua pertanyaanku tentang sehun.

“SEHUN,,,,!!!”. Lagi-lagi teriakan injung berhasil membuyarkan lamunanku.

“Yak! Injung-ah,  Jangan berteriak di telingaku”. Bentakku.

“kalau aku tidak teriak, kau tidak akan berhenti melamun. Lihatlah! Pertandingan basketnya akan segera di mulai. Lalu apa gunanya aku mengajakmu kalau kau terus melamun?”.Aku hanya bisa mendengus kesal, dia memang pandai berbicara.

Pertandinganpun dimulai, cara bermain sehun yang sangat lincah dan berhasil mengecoh lawan membuat para haksaeng yeoja berteriak kagum. Bukannya menyoraki tim basket sekolah sendiri, tapi para haksaeng yeoja  ini malah menyoraki tim lawan yang diketuai oleh sehun. Bisa kutebak, pasti  tim basket sekolah amat kesal dengan  perbuatan para haksaeng yeoja yang mendukung tim basket lawan.Selesai bertanding dan memenangkan pertandingan, sehun dkkpun pergi meninggalkan Seoul High School. Teriakan-teriakan yeoja masih mengiringi sehun sampaigerbang sekolah. Aku hanyamenatap sedih kepergian sehun. Dia mengenalku, tapi tidak menyapaku sama sekali.

~~~#~~~

Setelah pulang sekolah, akupun langsung menemui Eunmi di rumahnya.Untung saja dia sudah pulang.

“Eunmi!!”.Panggilku pada eunmi.

“wae? Sehun lagi?” dia memang tahu apa yang aku inginkan.

“ne.”.

“ada apa?”.

“apa sehun sangat populer?”.

“bukankah sudah ku bilang? Sehun sangat populer di kalangan yeoja. Dia juga sangat dikagumi oleh semua haksaeng yeoja di School Of Peforming Arts Seoul. Bahkan tak jarang ada yeoja yang menyatakan perasaan padanya secara terang-terangan”.Jelasnya kesal.

“lalu, bagaimana sikap sehun  pada yeoja-yeoja itu?”. Tanyaku penasaran.

“dia hanya bersikap seperti biasa. Cuek, dan tidak peduli”.

“apa dia sudah punya yeojachingu?”.

“bukankah kau tetangganya? Kenapa Tanya aku?”.Sepertinya Eunmi mulai kesal denganku.

“bukankah sudah kubilang? Selama 5 th menjadi tetangganya dia tidak pernah berbicara denganku. Bahkan saat aku datang ke rumahnya dia selalu tidak ada”.Kataku sedih, mengingat sikap sehun padaku selama ini.

“kata luhan, di luar sana dia sudah punya yeojachingu makanya, dia selalu cuek dengan yeoja lain”. Jleb~ kenapa rasanya menyakitkan seperti ini? Jadi karena ini kau selalu cuek padaku sehun?.

“hyejin-ah! Gwaenchanayo?”.

“ne. nan gwaenchana”. Aku mencoba tersenyum, walau rasanya sangat sulit.

~~~#~~~

Seusai bertemu Eunmi, akupun pulang ke rumah. Suasana hatiku benar-benar sangat buruk.. Saat akan membuka gerbang  aku berhenti sejenak untuk sekedar memandang balkon rumah sehun. Berharap akuakan bisa melihat wajah sehun. Tapi gagal, sehun tidak ada.Aku hanya bisa menghela napas panjang.Sebuah penantian yang melelahkan tanpa adanya sebuah jawaban.Saat hendak membuka gerbang, aku melihat sehun yang baru pulang sekolah.Ia tampak sangat lelah, mungkin itu sebabnya dia memilih naik taksi daripada membawa sepeda motor. Aku hanya bisa memandangnya lirih, tanpa adanya sapaan yang keluar dari mulut kami.

Author pov.

Saat hendak membuka gerbang, sehun dikejutkan oleh seorang yeoja yang tiba-tiba muncul di hadapan Sehun.

“Surprise,,,!!!”. Teriak yeoja itu senang dan langsung memeluk sehun.

Hyejin yang melihat semua itu sangat kaget sekaligus sedih.Hatinya benar-benar hancur hari ini.Ternyata eunmi benar, Sehun sudah punya yeojachingu. ‘jadi benar kau sudah punya yeojachingu sehunnie….?’. tanpa sengaja, sehun menoleh kearah hyejin yang masih menatapnya dengan tatapan lirih. Sehunpun menatap hyejin dengan tatapan datar.Setelah mereka saling pandang cukup lama.Hyejin menunjukkan ketidak kuatannya dipandang seperti itu oleh sehun iapun tersenyum sekilas pada sehun dan langsung masuk kerumah.Yeoja yang memeluk sehun tadi bingung karena sikap sehun pada hyejin.

“siapa dia? tetangga baru?”.

“ani. Kita sudah bertetangga sejak 5 th yang lalu”.

“kelihatannya kalian belum akrab”.

“sudahlah youngri. Jangan dibahas lagi”.

~~~#~~~

Kejadian itu sungguh menyakitkan bagi hyejin. Setelah ia melihat kejadian tadi, ia langsung menangis sederas-derasnya. Sebuah penyesalan yang tengah ia rasakan. Ia mencintai orang yang salah ia menyesal karena tlah mengenal sehun. Berbagai penyesalan kini bersarang di fikirannya.Dan berbagai rasa sakit kini bersarang di hatinya. Jika bisa, ia sangat ingin melupakan sehun. Tapi semua itu tidaklah mudah.

Hyejin pov.

“hyejin-ah,,,,!!”. Teriak eomma. Mungkin, eomma menyuruhku makan, karena aku belum makan sama sekali.

“ne eomma”.

“ayo turun nak, kita makan bersama!”.‘bersama? Tumben sekali eomma mengajakku makan bersama.Ada apa ini?’

“ne, eomma”.

Sebelum bertemu eomma terlebih dahulu aku mencuci muka, aku tidak mau eomma khawatir padaku.Akupun makan bersama appa dan eomma.Ini semua sangat aneh, biasanya eomma dan appa selalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Tapi kali ini, mereka menyempatkan waktu untuk makan bersamaku.Pasti ada apa-apanya.

“em,, hyejin-ah! Ada yang ingin kami katakana padamu”.Benarkan?Pasti ada sesuatu.

“mwo?”.

“secepatnya, kita akan pindah rumah ke london”. Pindah rumah?Haruskah? Jika aku pindah, aku tidak akan bisa bertemu sehun lagi. Tapi jika aku tidak pindah rumah, aku tidak akan bisa melupakan sehun.  “ini karena pekerja’an appa dipindahkan ke London, dan mau tidak mau kita harus pindah ke London”.

“onje?”.

“2 hari lagi. Eotte?”.

“berapa lama kita disana?”.

“selamanya”.

“selamanya? Hem,,,, ne, arayo”.

Apa ini keputusan yang paling benar? Setelah 5 th penantianku untuknya. Sekarang akhirnya aku menyerah.Sekaranglah saatnya aku untuk melupakannya. Dan membuang rasa ini jauh-jauh.Aku berharap aku tidak akan pernah menyesal dengan semua ini.

~~~#~~~

Esoknya, aku bersekolah seperti biasa, tapi kali ini, aku ditemani oleh eomma. Eomma akan memberitahu Kepala Sekolah tentang kepindahanku. Hari ini, aku mulai mengemasi barang-barangku di loker.Banyak haksaeng yang menatapku heran.Aku hanya bisa tersenyum membalas tatapan mereka.Injung yang tak kalah heranpun langsung menghampiriku.

“waeyo? Kenapa kau mengemasi barang-barangmu?”.

“aku akan pindah”.

“eodika?”.

“london”. Tiba-tiba, injung langsung memelukku, dia menangis haru.Akupun tak kuasa menahan tangis.Walaupun dia kadang menyebalkan, tapi dia adalah sahabat terbaikku. Sahabat yang selalu menemaniku dikala susah maupun senang. Aku bersyukur bisa mempunyai sahabat seperti dia. Walaupun akhirnya kita harus berpisah untuk selamanya. Tapi aku berjanji, injung akan selamanya menjadi sahabatku.

~~~#~~~

Hari terakhir di seoul, aku manfaatkan sebaik-baiknya. Hari ini, aku sudah tidak bersekolah lagi aku manfaatkan waktuku untuk sekedar jalan-jalan keliling kota seoul. Saat di jalan, fikiranku benar-benar tidak tenang. Alhasil, aku tidak bisa menikmati pemandangan kota seoul. Tanpa aku sadari, aku menghentikan mobilku tepat di depan School of peforming arts Seoul. Ingin sekali aku masuk dan menemui orang yang ingin aku temui. Tapi kenapa rasanya sangat berat?. Akupun mengeluarkan handphoneku dan menghubungi seseorang di dalam sana.

“yeoboseyo!!!”. Suara yeoja di sebrang sana.

“eunmi-ah,,,, thanks for all. Selama ini kau banyak membantuku mencari informasi tentang sehun.Tapi mian, aku tidak bisa membalas kebaikanmu.Aku berharap, kau selalu bahagia disini”.Tuturku dengan nada sedikit bergetar.

“kenapa kau bicara seperti itu? Ada apa?”.

“aku akan pergi ke London”.

“Mwo!!! Lalu bagaimana dengan sehun?”.

“aku menyerah, aku lelah mengharapkannya”.

“sampai kapan?”.

“forever”.

“hyejin-ah….”. dengan segera aku mematikan sambungannya. Aku tidak mau mendengar eunmi menangis karena aku.

~~~#~~~

Author pov.

Setelah berbicara dengan hyejin.Eunmi langsung pergi ke kamar mandi dan menangis sederas-derasnya.Seteah selesai menangis eunmi keluar dari kamar mandi. Saat akan kembali ke kelas, ia melihat sehun yang juga akan ke kelas. Ia menatap sehun penuh kebencian, ia tak menyangka karena sehun, sahabatnya jadi menderita.

“yak! Oh sehun,,,!!!”. Teriak eunmi yang berhasil menghentikan langkah sehun.Sehunpun berbalik menatap eunmi datar.

“apa kau benar-benar tidak punya perasaan? Selama ini hyejin menderita karena dirimu.Tidakbisakah kau bersikap baik padanya sekali saja?Dia sangat mencintaimu sehun.Kau benar-benar nappeun namja.Bagaimana bisa kau jadi namja yang dikagumi banyak yeoja?Padahal sikapmu sangat menyakitkan hati yeoja. Sudah puaskah kau membuat hyejin pergi?”. Eunmi terus saja memarahi sehun, ia tidak sadar kalau dia sedang menjadi pusat perhatian para haksaeng. Ia memarahi sehun sambil mencoba menahan air matanya.

“hyejin mencintaiku? Dia pergi? Eodika?”.

“jadi kau tidak tahu kalau hyejin mencintaimu? Apa kau tidak bisa, membaca tatapanya padamu? Kau benar-benar tidak punya hati sehun-ssi.Hyejin akan pergi ke London untuk selamanya”.

“mwo? Onje?”.

“bukankah kau tetangganya? Kenapa Tanya aku?”.Ucapan eunmi barusan sukses membuat para fans sehun bertanya-tanya seperti apa hyejin itu.

~~~#~~~

Hyejin pov.

Inilah saatnya perpisahan, hari dimana aku akan membuang jauh cintaku pada sehun. Memulai semuanya lagi dari awal, di London.Perasaanku saat ini adalah sedih, sedih karena harus meninggalkan sehun selamanya.Meninggalkan sosok namja yang sangat aku cintai, memang sangat berat tapi aku harus tetap pergi.Aku juga ingin bahagia, dan aku tidak bisa bahagia jika aku tetap disini. Semua tetanggapun datang dan mengucapkan salam perpisahan. Tak terkecuali Ny.Oh.yang dari awal memang selalu baik  dengan keluargaku. Tapi sayangnya, sehun tidak ikut kesini.

“em… ahjumma! Sehun eodisseo?”.

“ow.. tuh, dia ada dibalkon, aku sudah mengajaknya kesini tapi dia tidak mau”. Akupun melihat kearah balkon.Tampak sehun yang sedang sibuk menelpon.

Bahkan  pada saat-saat terakhir ini, kau tidak peduli, sehun-ssi. Mengucapkan selamat tinggalpun tidak. Apa kau sangat membenciku sehun?.Tidak masalah jika kau membenciku. Karena aku juga akan segera pergi. Aku berjanji! aku akan melupakanmu sehun.

Author pov.

Saatnya untuk pergi, setelah selesai mengucapkan salam perpisahan pada para tetangga, keluarga parkpun pergi ke bandara. Di bandara, hyejin tidak bisa tenang ia sangat gelisah. Ingin sekaliiamengubah keputusannya menjadi 50% tapi itu sudah tidak bisa, keputusan yang ia ambil sudah 100% tepat. Ia hanya menghela nafas panjang, ia berharap Tuhan memberinya kesempatan untuk menyapa sehun untuk terakhir kalinya. Tapi semua itu jelas tidak mungkin.

“Mohon perhatian, bagi para penumpang dengan tujuan London, harap segera naik ke pesawat.5 menit lagi, pesawat akan lepas landas”.‘Inikah saatnya aku pergi?’

“hyejin-ah, kajja!”.

“ne, eomma dan appa duluan saja”.

“baiklah, eomma menunggumu”.

“ne,”. aku menoleh ke belakang sejenak. Berharap orang yang aku cari akan datang. Tapi itu jelas tidak mungkin. “good bye, sehun-ssi”. akupun berbalikdan bersiap akan pergi.

Saat aku akan melangkahkan kaki, aku merasa ada namja yang menggenggam tanganku dan menarikku ke pelukannya. Dia menangis sedih.Aku tidak tahu siapa namja itu, karena aku belum sempat melihat wajahnya.Aku berharap, namja ini adalah sehun.Namja itupun melepaskan pelukannya.Ia tetap menangissambil menatapku, baru aku sadari siapa namja ini. Namja yang sangat aku kenal, namja yang sangat aku cintai, menangis di hadapanku.

“sehun-ssi..?”.

“kau bahkan tidak pamit padaku saat kau hendak pergi. Mian ne, mian kalau selama ini aku sudah membuatmu menderita”.

“bukankah kau tidak peduli padaku?”. Ucapku sedikit bergetar menahan air mata yang akan keluar.

“kau salah! Semua yang kau fikirkan tentangku itu salah.Hiks…saranghae hyejin-ah.Saranghae.Aku sudah mencintaimu sejak kita pertama bertemu”.Apa aku tidak salah dengar? Dia, mencintaiku?.

“lalu, kenapa kau tidak pernah bicara sedikitpun padaku? Saat aku menyapamu, kenapa kau tidak membalas sapaanku? Dan, siapa yeoja yang memelukmu itu?”.Berbagai pertanyaan kuberikan pada sehun.Aku hanya ingin kepastian.

“aku terlalu gugup saat didekatmu. Saat kau menyapaku ingin sekali aku balas menyapamu, tapi lidahku kelu.Saat aku hendak balas menyapamu, kau sudah terlanjur pergi.Yeoja itu Oh Youngri, dia adikku yang baru pulang dari kanada”.Entah kenapa, hatiku seakan lega.Tapi aku harus tetap pergi mengikuti orang tuaku.

“aku lega sekarang , dengan begituaku bisa pegi dengan tenang”.

“tidak bisakah kau tetap tinggal?”. Ucapnya dengan nada memelas.

“tidak bisa”.

“walaupun untukku?”. Aku tidak bisa menahan air mata ini, aku menangis haru bersama sehun.Ini adalah hari paling membahagiakan di dalam hidupku dan juga hari paling menyedihkan di hidupku.

“mian ne, aku tidak bisa, hiks,,, aku harap kau bisa menemukan yeoja yang lebih baik dariku, kau harus bahagia sehun-ah . harus!”.

“hyejin-ah….”.

“Mohon perhatian, bagi para penumpang dengan tujuan London, harap segera naik ke pesawat.1 menit lagi, pesawat akan lepas landas”.

“selamat tinggal sehun-ah. Saranghae”.Aku berjalan pergi meninggalkan sehun. Aku bahagia, di saat terakhirku di seoul, aku masih bisa bertemu sehun. Tapi aku sedih, karena harus meninggalkannya disa’at aku tahu kalau dia juga mencintaiku.Aku harap, kisah cinta kita bisa menjadi kenangan yang terindah sepanjang hidup kita.

“Hyejin-ah!!!…Hyejin…!!!!”.

~~~#~~~

Dua tahun berlalu, kehidupan sehun semakin buruk semenjak di tinggal hyejin.dia menjadi sangat pendiam.Bicara dengan eommanya sajapun jarang.Dia lebih suka menyendiri di kamar.Alhasil, dia jadi kurang pergaulan.Untungnya, dia masih punya sahabat setya seperti luhan.Luhan selalu stya menemani sehun saat kondisi sehun jadi seperti ini, luhan selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah sehun setiap hari.Hanya untuk menghibur sehun.Tapi percuma, sehun masih tidak mau bicara.

Eomma sehun ikut sedih melihat anaknya yang menjadi pendiam sejak kepergian hyejin. Kalau saja eomma sehun tahu alamat tempat tinggal hyejin, ia pasti akan membawa sehun kesana.

“Adeul, mau sampai kapan kau seperti ini terus?”.Ny.oh menyerah, sehun tidak kunjung membuka mulutnya.Ny. Ohpun meninggalkan sehun sendiri di balkon rumah. Ia memandangi halaman rumah hyejin. Disanalah pertamakali ia melihat hyejin. Dan saat itulah sehun mulai menyukai hyejin.

Saat sehun sedang serius memandangi halaman rumah hyejin. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah hyejin. Saat pemilik mobil turun, banyak tetangga yang menyambut kedatangan mereka.Eomma sehun juga ikut menghampiri keluarga yang baru pindah itu.Mata sehun tertuju pada seorang yeoja yang hampir mirip dengan hyejin.Saat eommanya pulang, sehun langsung pergi menemui eommanya.

“Eomma!!”.

“ne. waeyo adeul?”. Ny.oh  senang karena sehun sudah mau berbicara.

“siapa yeoja yang akan menempati rumah hyejin?”. Tanya sehun semangat

“oh, dia anak dari Tn. Han Jae Young”.

“lalu, siapa namanya?”.

“Han Chaerin”.

“Han Chaerin? Nama yang indah”.Sehunpun pergi hendak menemui keluarga Han.Dan berkenalan dengan Chaerin. ‘hyejin-ah….aku sudah menemukan penggantimu. Aku tidak akan menyesal kali ini. Kau benar, aku harus bahagia. Kau juga harus bahagia ne?’.

~~END~~

Eotte?Kurang serukah?Mian, kalau kalian gak bisa menghayati ff ini.But, terimakasih sudah mau membaca. Eits,,,, jangan lupa RCL ne?see you~~

3 thoughts on “Idol of the Heart

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s