LITTLE THING (CHAPTER 1)

Author                        : Tob @nadyamalifah

Genre                          : School life

Length                        : Multichapter

Rating                         : –

Main Cast                   : Kim Jong In

Oh Hayoung

Other Cast                  : You will find them

 

Annyeong! Ini FF debut tob. Murni hasil pemikiran sendiri ditambah ide dari sana-sini wkwk. Mian kalau alurnya aneh, semoga suka!^^

 

Author POV

Seorang gadis terlihat bersenandung sambil mendengarkan musik melalui iPodnya. Hari ini adalah hari pertamanya sebagai murid di salah satu SMA favorit yang ada di Korea. Dia tersenyum kepada semua orang, tumbuhan, serta hewan yang dilewatinya sampai tiba-tiba datang motor sport merah berhenti disampingnya.

 

Jongin POV

Kulihat ada seorang gadis berseragam sama denganku. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menggoda seorang gadis. Kutepikan motorku dengan hati-hati.

“Hai cantik mau berangkat bersama? Sepertinya kau akan telat.” Sapaku.

Kuhitung sampai sepuluh namun tidak ada jawaban dan dia masih saja berjalan seperti tidak mendengarkan.

“Oh atau mungkin suaraku yang kurang keras”. Pikirku.

“Hai cantik, Mau berangkat bersama? Sepertinya kau akan telat.” Ulangku dengan suara yang dikeraskan.

Namun, gadis itu masih saja berjalan tidak menghiraukan. Sampai kulihat ada kabel berwarna merah muda dipundaknya. Dia memakai earphone. Pantas saja tidak mendengarkan, bodoh.

Kulihat jam coklat yang melingkar di tangan kiri dan terlihat jarum jam yang mengatakan jika aku tidak berangkat sekarang maka hari pertamaku akan hancur. Kuacuhkan gadis yang tadi gagal kugoda dan menginjak gas motor menuju sekolah.

Kurang dari 5 menit aku sudah sampai di sekolah dan memarkirkan motor. Kulihat sekeliling namun gadis yang tadi kugoda masih belum terlihat atau mungkin dia sepertinya memang akan terlambat.

“Hah, sudahlah masih banyak gadis yang lebih cantik di sekolah ini”. Kataku kepada diri sendiri.

 

Hayoung POV

Kudengar ada suara motor menepi lalu terdengar seorang namja memanggilku.

“Hai cantik mau berangkat bersama? Sepertinya kau akan telat.”

Untung saja aku masih memasangkan earphone di telinga walau lagunya sudah tidak berputar lagi. Kuacuhkan saja namja itu dan berjalan sambil sesekali bersenandung.

Jeda beberapa detik terdengar lagi suara namja tadi dengan suara yang lebih dikeraskan.

“Hai cantik mau berangkat bersama? Sepertinya kau akan telat.”

Aku tidak peduli dan terus berjalan. Selang beberapa detik terdengar suara namja itu mengaduh dan menginjak gas motor lalu melesat dengan motor sportnya. Dasar bodoh.

Kulihat jam merah muda yang melingkar di tangan kiri dan terlihat jarum jam yang mengatakan Cepat lari bodoh atau kau akan mendapatkan hukuman di hari pertama sekolah.

“Pantas saja namja itu mengaduh dan melesat pergi. Ternyata karna jarum jam ini” Runtukku kepada diri sendiri dan melesat pergi dengan kedua kakiku.

Untung saja jiwa marathon kelas 4 sd masih tertanam di jiwaku yang paling dalam. Dan kurang dari 10 menit aku sudah sampai di sekolah dengan keringat membasahi seluruh tubuh.

“Hari pertama sekolah dan keringat sudah membasahi tubuh sebelum masuk kelas.” Ucapku kepada diri sendiri.

Aku menyusuri papan pengumuman untuk mencari namaku. Kudekatkan jari telunjuk kepada setiap kertas yang ada di papan pengumuman untuk mencari namaku. Tak lama kemudian kutemukan namaku dan aku sempat berteriak kecil.

“Dapat”. Kataku bersamaan dengan suara namja yang kudengar tadi pagi.

Kusuruh kepalaku untuk menengok ke kanan namun hanya terlihat dua orang yeoja yang sedang membicarakan sesuatu. Lalu kualihkan kepalaku untuk menengok ke kiri dan ternyata kulihat seorang namja berparas gelap tepat di sebelah kiriku sedang menatapku juga dengan wajah bodoh. Langsung saja aku pergi dari tempat itu dan mencari kelasku. “X-1”.

 

Jongin POV

Aku sedang mencari namaku di papan pengumuman untuk mengetahui kelas yang akan aku jamahi. Kulihat satu persatu nama berhuruf depan K untuk mencari namaku Kim Jong In. Tak perlu waktu lama untuk mencarinya hingga akhirnya aku dapat menemukannya dan berkata

“Dapat.” Kataku sambil menunjuk namaku bersamaan dengan suara cempreng seorang yeoja disamping kananku.

Dia melirik ke sebelah kanan dan melihat dua orang yeoja sedang membicarakan sesuatu. Lalu tak lama kemudia dia melirik kearahku. Kulihat wajahnya yang sedikit berkeringat mungkin karna lari kesekolah. Serta terlihat earphone masih terpasang manis di telinganya. Belum sempat aku menyapanya dia sudah pergi tanpa mengucapkan kata-kata.

“Sepertinya menarik. Hayoung, kita bertemu lagi.”

 

Author POV

Untung saja Hayoung cukup pintar untuk melihat denah sekolah sebelum mencari kelasnya. Sehingga tak sampai 5 menit dia sudah sampai di kelasnya. Setelah menemukan tempat duduk yang nyaman yaitu bangku yang berada tidak jauh dari jendela dia pun langsung mendudukinya dan membuka komik dari Jepang kesayangannya Detektif Conan  karena guru masih akan datang 30 menit lagi. Mungkin karena ini hari pertama maka mereka memberikan waktu bagi muridnya untuk bercengkrama dengan teman barunya. Namun tidak bagi Hayoung, dia yeoja yang tidak terlalu suka berbaur dan lebih senang menyendiri. Tak perlu waktu lama, Hayoung pun sudah tenggelam dalam komik yang sedang dibacanya.

 

Berbeda dengan Jongin, dia masih berkeliling sekolah untuk mencari kelasnya. Dia terlalu gengsi untuk bertanya kepada orang yang dilewatinya untuk menanyakan letak kelas X-1.Tapi dia tidak terlalu memikirkan kelas karena baginya melihat yeoja-yeoja cantik yang ada di sekolah itu lebih mengasyikan. Sesekali dia memberikan smirk kepada yeoja yang dilewatinya dan yeoja itu akan langsung tersenyum malu-malu sambil sesekali melirik ke arah Jongin.

5 menit sebelum bel berbunyi Jongin menemukan kelasnya yang ternyata letaknya tidak jauh dari papan pengumuman. Dia masuk ke kelas dengan wajah innocent lalu pergi ke depan bangku dekat yeoja yang sedang membaca komik yaitu………. Hayoung.

Yeoja-yeoja yang melihat kedatangan Jongin cukup terpesona karena kulitnya yang gelap dan wajah innocentnya benar-benar membuat dia terlihat cool. Yeoja yang ada di pojok ruangan, Hyeri langsung berbisik kepada teman sebangkunya Leera dan bergosip ria tentang laki-laki yang baru saja masuk kelas yaitu Jongin.

5 menit kemudian terdengar suara bel.

 

Hayoung POV

Kututup komik yang baru saja kubaca dan mencoba meregangkan otot-otot kaku yang berada di badanku karena tadi terlalu asyik membaca komik. Walaupun aku sudah sering membaca komik ini tapi tetap saja terasa mengasyikan. Kutengokan kepala serta badanku ke kanan, kiri, dan belakang. Setelah selesai meregangkan otot ternyata ku dapatkan seorang namja tepat di depan bangku sedang memandangiku dengan wajah bodohnya.

Namja tadi.

Kulihat dia memberikan senyum kepadaku namun kuacuhkan dan langsung memasukkan komik yang baru saja kubaca.

Sekarang setelah memasukkan komik aku benar-benar bingung harus melakukan apa. Kuputuskan untuk menenggelamkan kepalaku ke tangan namun tiba-tiba terdengar suara namja.

“Kim Jong In imnida”.

Dan terdengar suara pintu digeser.

 

Still Hayoung POV

Kupikir hari ini akan belajar namun ternyata hari ini hanyalah perkenalan saja oleh wali kelas kami yaitu Kim Minseok Seongsaengnim lalu sisa waktu sampai jam pulang dibiarkan saja atau mungkin hadiah sebelum hari esok yang pasti akan sangat melelahkan. Sepertinya.

 

Tanpa perlu mata ajaib untuk melihat apa yang terjadi di kelas aku sudah dapat memastikan apa yang sedang terjadi. Banyak yeoja-yeoja yang sedang mengobrol atau lebih tepatnya menggosip namja yang tepat berada di depanku. Terkadang sesekali mereka mendekati namja itu dan bertanya hal-hal yang disukai olehnya. Bukannya menjawab, namja itu malah berbalik ke arahku dan mengajakku berbicara. Aku otomatis langsung menoleh ke arah yeoja-yeoja yang tadi bertanya ke arah namja itu. Terlihat wajah mematikan dari mereka namun aku tidak takut, kupasang wajah innocentku dan kembali menekuni komik kesayanganku. Tak disangka namja itu masih mengajakku berbicara namun masih saja kuacuhkan karna aku tidak mau memiliki masalah di hari pertama dengan teman sekelasku. Namun namja itu masih tidak menyerah, kualihkan wajahku dari komik ke wajahnya.

 

“Maaf, jawab saja pertanyaan mereka. Aku sedang membaca komik. Terima kasih.” Kataku.

Memang sedikit tidak baik, tapi aku sedang malas berbicara dan hanya ingin membaca komik.

“Dasar sombong.” Kata yeoja yg mengajak namja itu berbicara yang kalau tidak salah bernama Hyeri.

Namja yang kuceritakan tadi tidak lain dan tidak bukan adalah Kim Jong In atau aku lebih senang memanggilnya Kkamjong karena kulit gelapnya. Tapi tidak sudi aku memanggil namanya untuk saat ini. Memang aneh, di hari pertama aku sudah memberinya julukan padahal kami belum saling kenal. Tapi tetap saja aku akan memanggilnya seperti itu jika aku tidak malas berbicara dengannya.

 

“Yasudah, nanti kuantar pulang oke Hayoung-a.” Katanya tanpa beban.

 

Aku tidak menjawab pernyataannya. Kubiarkan saja. Tanpa perlu melihat Hyeri aku sudah bisa menebak dia pasti sedang terkaget-kaget. Jangankan dia, aku saja masih kaget dengan pernyataan namja bodoh itu tapi kututup kekagetanku dengan membaca komik.

 

Bel pulang sekolah pun berbunyi….

 

Jongin POV

Bel sekolah sudah berbunyi dan aku menunggu Hayoung. Aku tidak main dengan kata-kataku tadi di kelas. Saat bel pulang sekolah berbunyi aku sudah mau mengikutinya namun pasukan yeoja gila Hyeri dan dayang-dayangnya menghalangiku untuk mengejar Hayoung. Mereka sungguh menggelikan di hari pertama sudah genit terhadap laki-laki. Kuacuhkan saja pertanyaan-pertanyaan mereka yang masih belum kujawab saat di kelas. Namun sepertinya Hyeri tidak menyerah, dia terus saja merecokiku dengan pertanyaan anehnya.

“Jongin, apa makanan kesukaanmu? Aku akan membuatkannya besok untukmu”

Aku masih tidak menjawab. Hyeri memang yeoja yang hebat karna dia tidak menyerah namun walaupun memang dia hebat tapi aku benci keadaan seperti ini.

“Jongin, jawablah pertanyaanku!”

Hyeri membentaku. Aku kaget, namun aku masih memasang wajah innocentku dan mencoba melarikan diri dari yeoja gila ini.

“Maaf Hyeri, aku sedang terburu-buru. Bisakah kau simpan pertanyaanmu untuk hari esok?” Ucapku.

 

“Ya! Jongin!”

 

Aku berhasil melepaskan diri dan berlari mencari Hayoung namun hasilnya nihil, aku tidak menemukannya. Sepertinya dia sudah pulang. Kutendang batu yang ada di depanku.

“Aw!”. Aduhku.

Bodoh, ternyata ini adalah semen berbentuk batu. Kuusap sepatuku untuk mengurangi rasa sakitku namun tetap saja tidak ada gunanya. Aku pun pergi ke tempat parkir untuk mengambil motorku.

 

Di perjalanan pulang kutemukan gadis yang kucari-cari di trotoar sedang berjalan. Kutepikan motorku dan berbicara padanya.

“Hai cantik, ayo pulang bersama.” Ucapku.

Kulihat telinganya dan ternyata dia memakai earphone lagi. Kutinggalkan motorku dan berjalan sejajar dengannya.

“Hei, ayolah pulang bersama”. Kataku.

Namun Hayoung masih tidak merespon. Aku tau dia merasakan keberadaaku disampingnya namun dia pura-pura buta. Kutarik perlahan earphone dari telinganya dan dia langsung meliriku dengan tatapan datar dan tajam.

“Mau apa kau? Aku sedang ingin berjalan sendiri. Pergilah.”

“Hei, lebih cepat jika kau pulang bersamaku.”

“Tidak, aku sedang ingin pulang dan berjalan sendiri. Bahkan kita tidak saling kenal.”

“hei, kau teman sekelasku.”

“Aku hanya mengetahui namamu. Pergilah.”

Bukan Jongin namanya jika aku menyerah begitu saja. Tapi hari ini aku ada latihan dance dan aku tidak mau telat hanya gara-gara gadis ini. Namun aku tidak mau meninggalkan gadis ini. Kulihat jam di pergelangan tanganku sudah menunjukan pukul setengah 3 sore. Latihan akan dimulai 30 menit lagi.

“Ayolah, kita pulang Hayoung-a.”

Namun aku tidak menemukan gadis itu, dia menghilang.

 

Hayoung POV

 

Ketika namja bodoh itu mengecek jamnya aku mengendap-ngedap pergi ke took alat tulis yang ada di dekat kami. Bagus, dia tidak menyadarinya. Dari balik pintu kaca toko ini aku bisa melihat namja itu kebingungan mencariku. Aku tidak peduli, yang paling penting aku bisa menghilang darinya. Aku masih tidak mengerti kenapa namja itu seperti berusaha mendekatiku tetapi yang pasti aku tidak mau berada di dekatnya. Tak lama setelah itu, dia pergi melesat dengan motor sport merahnya. Aku mengehembuskan nafas lega.

Sebelum keluar dari toko ini kuputuskan untuk membeli sesuatu. Tidak adil rasanya jika aku tidak membeli apapun karna toko ini telah berjasa menyelamatkanku dari namja byuntae itu. Akhirnya  keputusanku pun terpilih kepada tempat pensil berbentuk mickey mouse.

Setelah memilih bentuk mickey mouse yang kusuka, aku langsung membayarnya ke tempat kasir berada dan langsung pulang dengan berjalan kaki menuju rumah.

 

Author POV

Jongin sedang berada di tempat latihannya. Dia menggerakan badannya mengikuti alunan musik yang didengarnya.

Jongin sangat menyukai dance sejak dia duduk di bangku sekolah dasar.

Sekarang dia  tidak sedang menari seorang diri melainkan ditemani sahabatnya Oh Sehun. Jongin dan Sehun berada di tingkat yang sama namun berbeda sekolah. Namun perbedaan sekolah tidak merusak persahabatan mereka melainkan menambah erat persahabatan mereka.

 

Sehun POV

“Jongin, ayo istirahat sebentar. Aku lelah.”

“Kau ini, padahal kita baru latihan sebentar.”

“Kau Gila hah? Kita sudah berlatih selama dua jam tanpa henti bodoh!.”

“Benarkah? Yasudah, kau istirahatlah dulu aku masih ingin melatih gerakanku.”

“Terserah kau saja. Jika capek segeralah istirahat, habis ini aku ingin pulang.”

“Hm.”

Itulah Jongin, sahabatku. Dia tidak akan istirahat sampai gerakannya benar-benar sudah pas. Berbeda denganku, walaupun gerakanku masih kaku tapi aku benar-benar capek dan yang paling utama aku tidak mau mati bodoh karna kecapean berlatih gerakan ini. Walaupun aku sangat mencintai menari seperti Jongin tetap saja aku tidak mau mati karna hal ini.

Sambil beristirahat kulihat gerakan yang sedang dilakukan Jongin. Menurutku gerakannya sudah sangat bagus dan tidak terlalu kaku sepertiku tapi dia masih saja ingin berlatih. Sambil berbaring aku mencoba mengikuti gerakan yang Jongin lakukan. Walaupun lelah aku juga tetap tidak mau skill ku jauh ketinggalan dari Jongin.

Setengah jam berlalu tapi Jongin belum berhenti.

“Jongin, istirahatlah aku juga ingin pulang.”

“Sedikit lagi.”

“YA KIM JONG IN!”

“Ne, baiklah.”

Dasar bodoh. Diterimanya sebotol air yang kuberikan. Tanpa perlu aba-aba dia sudah berbaring di tempatnya.

“Kau tidak capek?”

“Tentu saja capek bodoh.”

“Yasudah, ayo kita pulang.”

“Hei! kau baru saja beristirahat dan sudah mengajaku pulang?.”

“Tadi kau ingin pulang kan?.” Katanya dengan wajah datar.

“Tapi, kekuatanmu belum pulih. Tunggu sebentar lagi.”

“Oke, terserah.”

Jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Kulihat lagi Jongin, dia tertidur. Dasar bodoh, tadi dia ingin mengajakku pulang namun sekarang dia malah tertidur. Karna aku Oh Sehun yaitu sahabat yang baik jadi kutumpahkan air dalam botolku ke wajahnya.

“ YA OH SEHUN!”

“Kajja.” Kataku sambil berdiri pergi.

“YA!.”

 

Kututup telingaku dan pergi menuju ke tempat motorku diparkirkan. Tak perlu waktu lama, motor sport merah dipinggirku sudah terisi oleh pemiliknya.

“Akan kubalas kau Oh Sehun.”

“Simpanlah, pembalasanmu untuk hari esok. Annyeong.”

Aku pun pergi melesat dari hadapan Jongin.

 

Jongin POV

Sehun sialan, dia sudah menyiramku dengan air dan sekarang pergi meninggalkanku. Akan kubalas kelakuannya di latihan nanti. Kutancapkan gas di motor sport merahku dan melesat pergi.

Di tengah perjalanan kulihat seorang gadis di dekati  seorang namja berparas buruk seperi preman. Kutepikan motorku di sebuah toko. Belum sempat kudekati gadis tadi untuk menolongnya namun ternyata namja tadi sudah habis babak belur oleh gadis itu.

“Bodoh.” Kata gadis itu pelan kepada namja yang baru saja dihajar olehnya.

Tunggu, sepertinya aku mengenal suara itu dan ternyata benar saja ketika gadis itu melihat ke arahku dia langsung menghampiriku dan memberikanku pelukan yang sudah lama sangat kurindukan.

 

To be continued.

 

Iklan

3 thoughts on “LITTLE THING (CHAPTER 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s