FF : GROWL Chap. 5

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Kedua mobil itu sudah berjejer bersampingan. Memiliki warna dasar yang sama, keduanya hanya dibedakan dari bentuk dan garis putih yang ada di bagian kap depan mobil Chen.

Suara derumannya sudah terdengar menggebu-gebu. Juga asap-asap mobil yang mulai mengepul dari knalpot. Menunggu saat-saat akan dimulai, Sehun dan Chen menoleh bersamaan dan saling menatap.

Mereka sedikit berbeda dalam hal pembawaan diri. Chen tipikal orang yang dingin dan selalu serius, juga tak segan mengeluarkan kata-kata pedas dengan wajah dinginnya. Berbeda dengan Sehun yang bengal dan suka meremehkan orang lain dengan wajah menyebalkannya itu.

Sehun menyeringai menatap Chen. Dia sudah bersiap dengan pertandingan ini.

Saat seorang perempuan menurunkan kainnya, Sehun dan Chen langsung menginjak pedal gas dan melaju sangat kencang.

Berdiri di bagian tepi, Chanyeol, Luhan dan Tao langsung menghambur ke tengah saat kedua mobil meninggalkan tempat start. Tak henti-hentinya, mereka meneriaki nama Sehun dan memberi semangat untuk sahabat mereka itu. Sedangkan Suho, dia menatap khawatir belakang mobil Chen yang telah menghilang secepat angin.

Luhan menangkap ekspresi kekhawatiran Suho, dengan gerakan samar, ia berpindah tempat meninggalkan teman-temannya dan menghampiri Suho.

“Kau tidak akan bisa menang.”seru Luhan membuat Suho terkejut. Ia menoleh.

“Apa maksudmu?”

“Chen memang pembalap hebat dan dia juga termasuk saingan Sehun yang paling berat tapi Sehun akan jauh lebih kuat saat dia bertanding untuk sahabatnya dan juga… jangan ragukan mobil itu.”jelas Luhan menatap ke depan.

Setelah mendengar penjelasan Luhan, Suho langsung menatapnya dengan mata terbelalak lebar.

“Chen?! Pembalap hebat?! Jadi selama ini—“

Rasa terkejut Suho membuat Luhan mengerutkan keningnya bingung, “Bukankah kalian saling kenal? Jika tidak, kenapa dia mau menggantikanmu?”

Suho tergagap, “K-kami… memang… sebenarnya… kami…”

“Luhan, apa yang kau lakukan bersamanya?” Tiba-tiba suara Chanyeol terdengar, Luhan dan Suho sama-sama menoleh. “Ah, kau pasti menenangkannya, kan? Yaah, dia memang kasihan karena sebentar lagi Chen akan dipermalukan oleh Oh Sehoon. Bersabarlah pria kerdil.” Chanyeol menyampaikan rasa kasihannya dengan ekspresi yang dibuat-buat. Disusul tawa keras dari Tao.

Luhan tersenyum tipis menatap Suho lalu berbisik pelan, “aku sudah memperingatkanmu diawal” Kemudian berbalik pergi bersama Chanyeol dan Tao.

***___***

“Ketua, terjadi balapan liar dikawasan Myeongdong”seorang polisi melapor pada Kris yang masih asik dengan komputernya walaupun saat ini sudah pukul 12 malam.

“Bereskan. Aku masih sibuk mempelajari kasus.”

“Tuan, pelaku utamanya adalah Oh Sehoon”

Mendengar nama seseorang yang sudah terlalu sering menjadi langganan jeruji besinya, mata Kris langsung beralih dari komputernya. Ia menatap anak buahnya itu dengan tatapan dingin.

“Dia balapan lagi?”

Anak buahnya mengangguk, “hanya ada dua orang yang melakukan balapan.”

“Anak itu benar-benar brengsek! Siapkan mobil, aku yang akan menangkapnya!”

Kris tau Sehun tidak akan mudah ditangkap jika dikejar oleh polisi-polisi biasa. Ia sangat tau jika anak bermasalah itu sangat lihai mengendarai mobil, jadi dia harus turun tangan sendiri.

Berjalan keluar ruangannya dan melewati Xiumin, suara Kris menghentikan aktivitas Xiumin yang sudah bersiap-siap akan pulang ke rumahnya.

“Xiumin, kita pergi menangkap Oh Sehoon.”tandasnya penuh perintah.

Xiumin terkejut, “apa? Tapi, aku ingin pulang.”

Namun Kris tidak akan pernah mendengar bantahan, “Aku tunggu di mobil.”

***___***

Kedua mobil itu benar-benar melaju kencang. Sama laju dan sama cepat. Namun tiba-tiba Chen menyelip dari sisi kiri dan menutupi jalan Sehun.

“Brengsek!”maki Sehun kesal.

Chen melirik sekilas, lalu tersenyum tipis atas kemenangannya yang akan ia raih sebentar lagi.

Sehun terus melaju kencang sambil sesekali mencoba menyelip dari sisi yang kosong. Chen terus menutupinya, karena jika Oh Sehoon mendapat ruang sedikit saja, dia akan menjadikannya sebagai kemenangan.

Sambil melihat sekelilingnya, Sehun mencoba menemukan satu kelemahan yang akan bisa ia gunakan sebagai satu keberuntungan.

Sebentar lagi mereka akan sampai di garis finish, dan dia tidak boleh kalah.

Namun, ternyata kenyataan justru berkata lain. Sehun tersenyum menyeringai saat ia melihat persimpangan empat jalan ada didepannya. Jalan lebar dan ruang geraknya lebih luas.

“Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku!”

Sehun langsung memutar setir mobilnya ke kiri saat ia mulai memasuki persimpangan. Menginjak pedal gas kuat-kuat dan perlahan mulai menjajari mobil Chen.

Mata Chen terelalak lebar saat ia mendapati mobil Sehun sudah bersisian dengannya lagi. Sehun menoleh dan melemparkan senyuman penuh ejekannya pada Chen. Kemudian, ia menarik throttle-nya dan meninggalkan Chen jauh dibelakang.

Melihat mobil hitamnya terlihat, Chanyeol langsung berdiri dan melompat-lompat senang. “Wohooooo! Sudah ku bilang kan? Dia pasti akan kalah! Pwahahaha.” Chanyeol menunjuk Suho yang berdiri bersebrangan dengannya sambil tertawa-tawa puas.

Namun, kesenangannya sepertinya hanya bertahan beberapa saat. Saat mobil Sehun baru saja melewati garis finish, tiba-tiba suara sirine polisi terdengar dan detik itu juga membuat orang-orang yang ada disana berhamburan kesana-kemari.

“Luhan! Chanyeol! Tao! Cepat masuk!”teriak Sehun sambil membuka pintu mobilnya. Luhan, Tao dan Chanyeol berlari kesana dan segera mungkin melompat masuk ke dalam. Tapi, setelah Tao dan Luhan sudah masuk ke dalamnya, Chanyeol tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Bawa lari mobilku! Aku akan mengalihkan perhatian mereka!”

“Bodoh! Apa yang kau lakukan?! Ayo masuk!”teriak Sehun lagi tidak sabar.

“Chanyeol! Masuk!” Luhan juga ikut berteriak.

“Aku tidak mau mobilku ditahan di kantor polisi lagi. Aku akan mengalihkan perhatian mereka jika mereka mencari kalian. Kita bertemu di rumahku nanti. Pergi!”

Chanyeol berlari menjauhi mobilnya. Dia sedikit trauma. Saat Sehun tertangkap, mobilnya juga pernah ditahan beberapa kali. Untungnya setelah ibu Luhan bersedia memberikan jaminan, dia dan mobilnya bisa dibebaskan. Kali ini, ia tidak mau mobilnya ditahan lagi.

“Chanyeol tunggu!”

Tanpa diduga, Tao juga melompat keluar dan menyusul Chanyeol yang sudah berlari jauh.

“Tao!”

“Pergi! Aku akan melindungi Chanyeol!”

Tao sangat mengetahui bagaimana kejamnya kakak sepupunya saat sedang menghukum anak-anak brandalan seperti dirinya. Dan dia tidak mau Chanyeol dipukuli seorang diri. Dia juga terlibat, bahkan menjadi alasan kenapa balapan ini bisa terjadi.

Terpaksa, Sehun menginjak pedal gasnya dan mengarahkan mobilnya untuk menjauh. Dia harus segera pulang untuk menyembunyikan mobil ini sesuai permintaan Chanyeol, lalu kembali lagi setelahnya.

“Chanyeol!” Tao berteriak sambil berlari kencang menyusul langkah Chanyeol. Bersamaan dengan lampu sorot mobil polisi yang tepat menyinari tubuhnya. “Sial! Mereka melihatku!”

“Berhenti. Siapapun kau, berhenti!”

Tao kenal suara itu. Suara Xiumin. Tapi, ia tetap melanjutkan larinya tanpa berani menoleh kearah siapa yang menjadi supirnya. Itu pasti Kris.

“Chanyeol! Lari!”

Tao berhasil meraih lengan Chanyeol lalu menariknya. Chanyeol menoleh kaget.

“Kenapa kau ada disini?!”

“Diam! Dan terus lari jika kau tidak mau kakakku menghajarmu!”

Keduanya langsung melompati pagar pembatas taman dan masuk ke dalam semak-semak tanaman yang tumbuh dipinggirnya.

“Tao, apa yang harus kita lakukan sekarang?”bisik Chanyeol terengah-engah.

“Kita harus lari, Chanyeol. Mereka sudah melihatku dan aku rasa mereka sedang mengejarku sekarang.”

“Astaga! Ayo!”

Kali ini, giliran Chanyeol yang menarik lengan Tao dan memaksanya berlari. Bahkan sebelum Tao sempat menormalkan napasnya. Keduanya berlari keluar taman dan melanjutkan lari mereka di trotoar.

Tiba-tiba…

BRUKK

Tanpa sengaja Chanyeol menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah kedai, membuat orang itu tanpa sengaja menjatuhkan gelas minuman yang dibelinya ke atas kap depan mobilnya yang terparkir.

“Maaf.. maaf.. aku—“

“Kau?!”

Chanyeol mendongakkan wajahnya dan detik itu juga langsung terbelalak lebar.

“Astaga!”

“Brengsek! Kau mencari masalah denganku?! Kau sudah mengotori mobilku!” ia memaki Chanyeol dan Tao dengan nada meninggi.

“Byun Baekhyun… siapa… aaah, ternyata dua brengsek ini.”sahut suara lain.

“Jaga mulutmu! Kau yang brengsek!”balas Tao tidak terima.

Chanyeol mengulurkan tangannya, menahan tubuh Tao agar ia tidak tersulut emosi.

“Kita selesaikan nanti, oke? Sekarang aku dan Tao sedang ada urusan. Bye.”

“Kalian pikir kalian bisa pergi semudah itu?”

Chanyeol menghela napas panjang sembari menahan-nahan kesabarannya.

“Begini tuan Lay, aku sudah bilang jika aku sedang ada urusan. Jadi, tolong kau menyingkir dari jalanku. Aku sedang buru-buru.”serunya pelan namun tetap sarat perintah dibalik ucapannya.

“Benarkah? Kalau begitu, kau harus bersihkan mobilnya dulu. Mobilnya menjadi kotor karena kau.” Seseorang yang ternyata bernama Lay itu balas mengucapkan ucapan pelan namun justru semakin membuat Chanyeol dan Tao merasa kesal.

“Kalian benar-benar brengsek!”

Tao tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia mendorong kasar tubuh Lay dan hampir saja melayangkan tinjuannya ke wajah musuh bebuyutannya itu jika suara Xiumin yang terdengar dari pengeras suara tidak menghentikannya.

“Balikkan badan kalian dan letakkan kedua tangan dibelakang kepala!”

Lay dan Baekhyun seketika terkejut. Mereka tidak mengetahui apapun. Kenapa tiba-tiba beberapa mobil polisi mengepung mereka sambil menyorotkan lampu mobil?

“Ada apa ini?”

“Aku sudah memperingatkan pada kalian bukan? Itu salah kalian karena tidak mendengarkanku.”bisik Chanyeol sambil memutar tubuhnya.

“Yaah.. yaah.. dan aku pasti akan mati sebentar lagi.”rutuk Tao.

“Kalian berdua! Balikkan badan kalian! Kalian tuli?!”bentak Xiumin karena Baekhyun dan Lay tidak memutar tubuh mereka.

Beberapa polisi akhirnya turun tangan, mereka melompat keluar dari mobil dan langsung memaksa tubuh Lay dan Baekhyun untuk memutar, membuat keduanya tidak terima. Baekhyun bahkan mendapat pukulan di punggungnya karena telah melawan seorang polisi.

“Kami tidak mengetahui apapun! Kenapa kami juga ditangkap?!”

“Diam! Jelaskan semuanya di kantor polisi!”

“Apa?!”

Lay menoleh kearah Tao dan Chanyeol dengan tatapan tajam sebelum akhirnya ia dan Baekhyun dibawa masuk ke dalam mobil polisi.

“Kalian brengsek! Tunggu pembalasan kami nanti!”

Masih berdiri dengan kedua tangan di belakang kepala, Chanyeol dan Tao hanya menghela napas panjang.

“Huang Zi Tao”

Detik itu juga, Tao dan Chanyeol saling menatap dengan mata terbelalak lebar. Tidak ada yang berani menoleh ke belakang saat mendengar suara dingin itu memanggil nama Tao. Itu suara Kris.

“Dimana Oh Sehoon?”tanyanya. Namun, tidak ada yang berani menjawabnya. “Jika kalian memberitahuku, kalian akan ku bebaskan.”

Menarik napas panjang, Chanyeol memberanikan dirinya untuk memutar tubuh dan menatap Kris. “Dia tidak bersalah. Aku yang bersalah.”

Kris tertawa mendengus, “sedang melindungi teman baikmu, huh?”

“Ge, ini salahku. Oh Sehoon tidak bersalah sama sekali!” Tao juga membalik tubuhnya dan menatap Kris penuh permohonan. Walaupun ia tau semua itu adalah hal yang sia-sia.

“Kau juga sedang melindunginya, Zitao?!” suara Kris nyaris membentak membuat Tao dan Chanyeol seketika kehilangan nyali mereka. Kemudian, ia menoleh ke belakang dan memberikan perintah pada Xiumin. “Masukkan mereka ke dalam sel.”

***___***

Akibat adanya kerusuhan yang disebabkan karena kedatangan polisi. Tanpa kesadaran yang sebenarnya belum penuh, Chen menarik lengan Suho yang hanya berdiri dengan ekspresi bingung memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Ia membawanya ke tempat yang lumayan jauh dari pusat kota untuk bersembunyi sejenak.

Akhirnya, mereka sampai di sebuah lapangan rumput luas yang terletak diatas bukit. Chen menepikan mobilnya disana. Setelah pergi sesaat, tak lama ia kembali dengan dua kaleng minuman dingin.

“Jangan khawatir. Temanku akan mengantarkan mobilmu besok.”

Suho menoleh saat mengetahui kehadiran Chen. Chen tetap memandang lurus ke depan sambil melompat keatas kap depan mobilnya.

Suasana malam di atas bukit itu benar-benar indah. Mereka bisa melihat jejeran lampu-lampu dari sana. Jauh dari kota, mereka tidak akan menemukan gedung-gedung tinggi. Hanya rumah-rumah sederhana dengan udara yang masih terasa sejuk.

“Bagaimana kau bisa menjadi pembalap?”tanya Suho. Matanya tak lepas menatap Chen.

Chen meneguk minumannya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Suho. “Apa teman-teman si brengsek itu memberitahumu?”

“Apa kau membeli mobil ini dengan uang hasil balapan?”tanya Suho lagi tidak memperdulikan pertanyaan Chen.

Akhirnya Chen menoleh, membalas tatapan Suho. “Kenapa? Apa kau perduli?”

“Apa selama ini hidupmu benar-benar susah? Apa selama ini kau sangat menderita?”

Chen tertawa mendengus, “aku lelah mengeluh atas hidupku. Mungkin kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya harus bekerja keras saat usiamu masih sangat muda untuk membeli obat-obatan karena kedua orang tuamu sakit parah. Dan setelah mereka meninggal, kau masih harus berdiri tegak dan melanjutkan hidup diatas kesedihan dan kesepianmu. Kau tidak akan mengerti, karena selama ini kau adalah seorang Tuan Muda yang selalu dipenuhi semua keinginannya”

“Jongdae, hidupku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak bisa mengirimi kalian uang karena aku tidak pernah merasa jika kekayaan mereka adalah milikku. Aku tidak pernah meminta uang saku. Aku ingin bekerja, tapi aku tidak punya waktu karena banyak hal yang harus aku ikuti. Aku mohon mengertilah.”suara Suho mulai terdengar bergetar. “Aku juga menyayangi kalian. Aku ingin pulang dan menjenguk ibu dan ayah. Tapi, aku tidak bisa karena aku tidak punya uang.”

“Aku sangat iri padamu…”seru Chen pelan sambil menunduk. “Ibu dan ayah selalu bilang jika mereka menyesal karena telah menitipkanmu di panti asuhan. Mereka menyesal karena mereka tidak bisa merawatmu dengan baik. Setiap hari, mereka selalu berdoa agar kau baik-baik saja. Mereka juga selalu membanggakanmu di depanku karena kau pasti menjadi orang yang hebat. Sedangkan aku? Kelahiranku bahkan tidak diingankan. Setiap hari, aku berada disamping mereka tapi mereka tidak pernah melihatku. Yang selalu mereka ingat adalah kau…”

Detik itu juga, Suho merasakan adanya sebuah pukulan keras yang menghantam dadanya. Ia menatap Chen dengan mata melebar dan rasa keterperangahan hebat. Air matanya bahkan tidak tertahan lagi dipelupuk matanya.

“Apa?”

“Aku bekerja keras untuk membuktikan pada mereka jika aku juga anak yang bisa dibanggakan. Aku menyayangi mereka lebih dari siapapun di dunia ini. Aku rela melakukan apapun. Bahkan hal yang membahayakan diriku sendiri” Chen menghusap air matanya dalam tunduknya. Ia tidak mau Suho melihatnya sedang menangis. “Aku tidak tau kenapa aku begitu membencimu. Karena kau telah meninggalkan kami atau karena aku hanya iri. Yang jelas hidupmu lebih beruntung daripada aku.”

Suho melompat turun dari duduknya. Masih dengan wajahnya yang basah, perlahan ia berlutut di depan Chen.

“Aku tau walaupun aku mengucapkan permintaan maaf beribu-ribu kali, semua itu tidak akan bisa mengubah apapun. Aku tau walaupun aku berusaha untuk menjelaskan semuanya, kau tidak akan bisa memaafkanku dengan mudah. Tapi sekarang, aku benar-benar ingin menjagamu dengan baik. Aku ingin hidup bersamamu dan melindungimu sebagaimana harusnya. Aku mohon. Berikan aku kesempatan. Walaupun hanya satu kali, aku ingin menebus semua kesalahanku. Aku ingin menjadi kakak yang baik untukmu. Aku mohon berikan aku kesempatan”

Mendengar itu, Chen semakin menangis deras dalam tunduknya. Kembali merasakan rasa sakit yang bertahun-tahun ia coba redam. Ia coba kubur dalam-dalam. Dan ia coba untuk melupakan.

Dalam hatinya, ada sebuah harapan kecil yang sejak dulu selalu ingin ia dapatkan.

Sebuah pengakuan.

Ia tau ini sudah terlambat. Tapi, ia selalu ingin mendapat pengakuan jika ia adalah anak yang bisa dibanggakan. Bahkan diatas kakinya sendiri. Bukan hanya Suho. Tapi, ia juga adalah anak yang bisa diandalkan. Dia sangat ingin kedua orang tuanya mengatakan hal itu.

Rasa iri itulah yang membuat rasa benci perlahan timbul dihatinya. Ia sangat membenci hidup Suho yang selalu beruntung. Ia sangat membenci cara orang tuanya yang selalu mengenangnya padahal dia berada di tempat yang sangat jauh.

Chen menghusap kedua matanya dengan lengan baju. Mencoba menguatkan dirinya sendiri agar ia tidak menangis seperti seorang pecundang disini. Kemudian, ia berdiri didepan Suho yang masih berlutut.

“Aku bisa hidup dengan baik tanpamu.”serunya dingin lalu berjalan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Suho yang justru semakin tenggelam dalam tangisnya.

***___***

Sehun langsung melompat keluar saat ia sudah sampai di rumah Chanyeol. Setelah memasukkannya ke dalam bengkel seperti awalnya, ia berlari pergi untuk menyelamatkan Chanyeol dan Tao.

“Tunggu disini! Aku akan segera kembali!”

“Sehun, aku ikut”seru Luhan mengejar lari Sehun.

Sehun langsung menoleh dan memberikan perintah yang tidak bisa dibantah oleh Luhan, “tunggu disini! Jangan terlibat dengan masalah yang bisa mempengaruhi beasiswamu!”

Luhan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sehun benar, jika dia terlibat, beasiswanya bisa dicabut dan dia akan semakin mempersulit ibunya. Tapi, Luhan tetap harus melakukan sesuatu untuk teman-temannya. Ia berlari masuk ke dalam rumah Chanyeol dan meminjam telepon rumahnya. Ia menghubungi Yoora.

“Noona… cepat angkat teleponnya”rutuk Luhan kesal karena Yoora tidak juga menjawab panggilannya.

“Ya! Ada apa?! Aku sedang bekerja!” Hingga akhirnya Yoora mengangkat teleponnya.

“Noona! Ini aku. Luhan!”

“Ha? Kenapa? Aku pikir kau Chanyeol” suaranya melembut.

“Noona, ada sesuatu yang penting. Bisakah kau pulang? Tolong kami.”

“A-ada apa? Kenapa kau membuatku gugup?”

“Noona, sekarang Chanyeol dan Tao ada di kantor polisi. Dan sekarang Sehun sedang pergi kesana untuk menolong mereka. Aku mohon bantu kami. Aku tidak mau mereka dipukuli lagi.”

“APA?! DI KANTOR POLISI?! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”

“Aku akan menjelaskannya nanti. Tapi,aku mohon kau pergi ke kantor polisi sekarang”

“Aku segera kesana.”

***___***

“Sudah ku bilang kami tidak terlibat!”marah Baekhyun pada beberapa polisi yang ada di ruangan itu.

Teman mereka datang untuk membebaskan mereka dengan membawa serta pemilik kedai yang menjadi saksi jika mereka ada di kedainya selama balapan berlangsung. Mereka hanya tanpa sengaja bertemu dengan dua anak itu.

“Sudahlah. Kalian sudah bebas sekarang”ujar pria tinggi berkulit gelap itu sambil merangkul Baekhyun.

“Bebas? Kami seharusnya tidak ditangkap!”protes Lay juga tidak terima.

“Kami minta maaf karena sudah asal menangkap kalian”

“Kami berbeda dengan mereka! Kami bukan pembalap liar!”elak Baekhyun sembari menunjuk Tao dan Chanyeol yang masih terkurung di dalam sel.

Sontak, Tao dan Chanyeol kesal melihat tingkah Baekhyun. Keduanya langsung berdiri mendekati besi sel.

“Jaga mulutmu, brengsek! Kau mau aku menghajarmu?!”teriak Chanyeol.

“Diam!”bentak seorang polisi sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya di meja.

“Apa kalian mengenal mereka?” giliran Xiumin yang bertanya.

Pria berkulit coklat itu tersenyum tipis, lalu menoleh kearah sel menatap Tao dan Chanyeol dengan pandangan mengejek.

“Tentu saja tidak. Kami bukan pembuat onar seperti mereka.”

“Aku berjanji jika aku keluar dari tempat ini, aku pasti mencarimu, Kim Kai!”desis Tao tajam,

Pria yang ternyata bernama Kim Kai itu lagi-lagi tertawa, “Tidak perlu. Kami yang akan datang.”

Kai membawa pergi teman-temannya dari kantor polisi, meninggalkan Tao dan Chanyeol yang semakin merasa kesal dengan tingkah mereka. Setelah menuruni anak-anak tangga, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan Sehun.

Sehun terkejut bukan main melihat Kai bersama teman-temannya keluar dari kantor polisi. Namun, ia tidak mempunyai waktu untuk bertanya apalagi meladeni mereka jika nanti berbuntut panjang.

“Kau pasti mau menolong teman-teman dua brengsek itu, kan?”ejek Baekhyun.

“Bukan urusanmu!”

Sehun mendesis dingin sambil mendorong tubuh Lay dan Kai yang menjadi penghalang jalannya. Ia melangkah dengan langkah-langkah lebar menuju kantor polisi.

“Dimana teman-temanku?”tanya Sehun tanpa basa-basi. Ia langsung menghampiri meja Xiumin dan menggebrak mejanya kasar.

“Astaga! Sehun, sedang apa kau?!” Chanyeol dan Tao terkejut melihat Sehun datang, Kenapa dia datang? Dia pasti akan dipukuli lagi.

“Kau datang?” suara Kris terdengar. Sehun langsung berjalan kearahnya dan berdiri tepat didepannya. Mata dingin keduanya saling bertentangan.

“Kau mencariku, kan? Jadi lepaskan temanku. Mereka tidak terlibat!”desis Sehun dingin.

Kris tersenyum tipis, “aku salut dengan keberanianmu dan rasa kesetiakawananmu.”

“Aku tidak butuh pujianmu.”balas Sehun. “Aku yang mengikuti balapan itu. Mereka hanya menemaniku. Jadi—“

“Siapa yang berani menahan adikku?!”

Tiba-tiba seluruh penghuni kantor polisi dikejutkan dengan suara melengking seorang wanita. Semuanya langsung menoleh kaget.

“Astaga noona!”jerit Chanyeol.

Namun, tidak hanya Chanyeol yang begitu terperangah melihat Park Yoora datang. Pria tinggi berwajah dingin itu tak kalah terperangah melihat kehadiran Yoora di kantornya.

“Park Yoora…”

TBC

 

 

 

 

33 thoughts on “FF : GROWL Chap. 5

  1. nina berkata:

    akhir na ketemu baek lay sm kai
    yoora noona dateng juga
    ehh?? kenal iia sm kris?
    jangan2 mantan na dulu hahaha
    kisah keluarga na chen suho rumit
    kasihan juga sih lihat na😦

  2. Tiikaa berkata:

    kasiaan jongdae nya😦

    ihhh itu kris ya yg kaget sma kedatangannnya nonnanya chanyeol??
    wihhh adapakah ini?? mereka sling kenal ya??
    kok bsa?a?
    kira2 dngan kedatangan yoora noonna , chanyeol tao ama sehun bisa bebas gak ya??

    penasaraaannnnn

  3. cicil berkata:

    Aaaa ciee itu itu udah diperkirakan itu kai(?) Daannn ternyataa….. suho ga salah apa” kok chenie dia cuma beruntung(?) Chen yang sabar ya/pukpuk/ yaampun lulu -_- kamu emang ga cocok temenan ama brandalan😄

    Lanjuuuuutttt

  4. Nabila berkata:

    kkamjoonggg.. akhirnya kamu dikeluarin juga dari otaknya kamija ;-; gwenchana? /pegang pipinya/ ‘-‘

    YA! YA! YA!
    Kris kenal sama yoora eoh? mantankah? /aseeekkk ‘3’
    masih belum bisa nebak konfliknya kak huh, ada apa sebenarnya dengan mereka semua.
    ribet ye kak kaya mie ayam ‘3’

  5. parkjihyunie berkata:

    ada apa ini? mengapa mereka kenal semua? lantas siapa yg kenal aku? wkwkwk /gila mode on

    keren thor!! sumpah kasian sama sehun masa :(( oke keep writing sampe tangan keriting/?

  6. Firda Novia berkata:

    waah seneeeng banget akhirnya baek kai chen udah ditampilin (?) haha *abaikan.. udh galo aja sehun tao mulu yg dr awal-,- yoora sama kris mantanan kali yah.. chen kadang-kadang deh-,- mau maafin suho kalo ada pengakuan kalo dia anak yg berguna juga dr kedua orangtuanya itu gimana coba? kalo lewat mimpi sih bisa aja tapi kan? *yahsudahlahyah* hehe.. hwaiting thor!!.. semoga nulisnya lancar biar cepet diupdate hihi^^

  7. s wanda putri berkata:

    sedih liat kehidupan chen suho,,,,miris,,,
    yak baekyeol musuhan,,tp asik jg klo gitu,,,
    kris knal yoora wah ada apa ya..
    PENASARAN….

  8. amelia berkata:

    oke yoora dan kris apa lagi hubungan ini?? hwa sumpah.. aku gregetan plus penasaran..
    jadi suho sama chen kakak adik maksudnya kandung gitu?? tapi suho di titipin di panti asuhan..
    next yah thor..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s