FF EXO : AUTUMN Chapter 12

autumn

Author  :  Oh Mi Ja

Cast :  Leeteuk SJ as Park Jungsoo

Luhan EXO as Park Luhan

Kai EXO as Park Jongin

Sehun EXO as Park Sehun

Support Cast      : Kris EXO as jaksa

Suho EXO as Pastor

Taemin Shinee as Lee Taemin

JR JJ Project as Park Jin Young

Jonghyun CN Blue as Lee Jonghyun

Shindong SJ as Shin Donghee

Dongho Ukiss as Shin Dong Ho

Genre                   : Brothership, Family,  Friendship, little sad

“Hey jangan dekat-dekat. Tempat ini sangat bahaya bagimu” Jongin menoleh kebelakang sekilas, melarang Sehun untuk mendekat kearahnya.

“Tapi aku ingin membantumu, hyung” Sehun berdiri dengan menjaga jarak dari dapur, menempel pada dinding sambil menatap cemberut punggung Jongin.

“Tidak. Biarkan aku yang memasak. Kau jangan membantuku. Disini banyak benda-benda berbahaya”

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku sangat bosan”keluh Sehun

“Bagaimana jika kau mengambil baju-baju yang digantung diluar?”saran Jongin. Namun, detik berikutnya ia langsung berbalik sebelum Sehun beranjak dari tempatnya. “Tapi jangan lupa pakai jaketmu, oke?”

“Kenapa? Aku hanya berdiri diluar”

“Kau alergi dingin. Aku tidak mau kau terkena flu”

“Oke oke baiklah…” Sehun mengangguk lalu menyeret langkah-langkah kecilnya menuju kamar tidur untuk mengambil jaket. Menaikkan hoodie-nya dan pergi ke teras untuk mengambil beberapa pakaian yang sudah kering.

Bulan Desember akan segera berakhir. Namun, cuaca dingin sepertinya masih akan menemani. Menarik beberapa lembar pakaian yang tergantung, mata Sehun tiba-tiba menangkap sesuatu. Sesuatu yang mampu terlihat dari teras rumahnya yang tinggi.

Sehun meninggalkan gantungan pakaiannya, berjalan menuju tepi dan semakin memperluas jangkauan pandangannya. Ia menghela napas. Sebenarnya senang karena rumah baru mereka berada ditempat yang tinggi sehingga dapat melihat pemandangan kota dari sana, tapi… saat melihat ornamen-ornamen natal yang mulai meramaikan jalan dan gedung, hatinya terasa sakit.

Natal akan datang sebentar lagi, dan dia belum menyiapkan apapun untuk hari spesialnya itu. Bahkan, menatap kembali rumah kecil yang ada dibelakangnya, ia rasa angan-angan untuk mendapatkan natal istimewa akan ia kubur dalam-dalam kembali.

Rumah itu benar-benar tidak layak untuk dijadikan tempat merayakan natal.

“Oe? Luhan hyung?” Sehun melirik kebawah dan mendapati Luhan sedang berjalan dengan kaki pincang menuju rumah mereka. Mata Sehun melebar, seketika ia meletakkan pakaian yang tadi ia ambil diatas kursi kayu lalu berlari ke bawah. Membuka pagar rumahnya dan menghambur kearah Luhan.

Luhan tersentak, “Sehun?!” saat ia tiba-tiba mendapati Sehun didepannya.

“Aku melihatmu dari atas. Kau kenapa hyung? Ada apa dengan kakimu? Kenapa jalanmu terlihat pincang?”

Luhan buru-buru tersenyum, “ah tidak. Aku terkilir saat latihan sepak bola. Tapi ini tidak apa-apa”

“Seharusnya kau berhati-hati, hyung. Ayo aku bantu. Jongin hyung sedang memasak makanan enak untuk kita”

Sehun meraih lengan Luhan dan meletakkan di pundaknya. Seperti ingin membopong walaupun tubuhnya jauh lebih kecil dari tubuh Luhan, Luhan tertawa geli.

“Oh ya, aku lupa mengambil pakaiannya. Jongin hyung tadi menyuruhku untuk mengambil pakaian. Tunggu sebentar” Sehun berlari kecil menuju pakaian yang ia letakkan setelah membantu Luhan menaiki anak-anak tangga. Lalu kembali lagi padanya. Masih berusaha untuk membantu Luhan berjalan.

“Sini. Biar aku membantumu” Luhan merampas tumpukan pakaian yang dibawa Sehun. “Kau terlihat keberatan”

“Hyung, tapi kakimu—“

“Aku tidak apa-apa, Sehunie. Sebenarnya ini tidak sakit”

“Jinjjayo?” Sehun menatap Luhan ragu

“Tentu saja. Aku adalah pria yang kuat”

***___***

Mereka menikmati makan siang bersama seperti biasa. Luhan dan Sehun benar-benar terkejut dengan keahlian memasak Jongin. Semua masakannya sangat enak. Sehun bahkan makan dengan lahap. Padahal sebelumnya ia hanya makan dengan lahap jika makanan di masak oleh bibi Kwon.

“Darimana kau belajar memasak semua ini?”tanya Luhan takjub, ia menatap Jongin dengan mata berbinar.

“Tentu saja dari bibi Kwon. Terkadang aku membantunya memasak di dapur”

“Benarkah? Aku tidak pernah mengetahuinya”

“Itu karena kau selalu bermain sepak bola, hyung”

“Jongin hyung, besok kau harus masak makanan yang enak lagi. Tapi, jangan memasukkan sayur yang banyak. Aku tidak menyukainya” Sehun menggeleng sambil tetap melahap makanannya namun menyingkirkan sayurannya ke tepi piring.

“Tapi kau harus memakannya agar tubuhmu tinggi”

“Shireo. Aku hanya perlu minum susu agar tumbuh tinggi” Sehun mengerucutkan bibirnya sambil menggeleng lagi. Lalu, ia merengek pada Jongin sambil mengguncang-guncang tangannya. “Jebaaal.. jangan memasukkan sayuran lagi. Jebaaal… Hyuuung…”

“Ya! Hentikan! Kau sudah besar, berhenti merengek seperti itu”

“Wae? Kenapa aku tidak boleh?”

“Bisakah kalian makan dengan tenang? Kalian bisa tersedak” Akhirnya suara Luhan menghentikan pertengkaran keduanya. Jongin dan Sehun langsung bungkam lalu melanjutkan melahap makanan mereka lagi.

Luhan hanya berkecap sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah dua adiknya itu. Setelah beberapa lama diam, ia kembali berseru.

“Mulai besok aku akan pulang terlambat. Kalian jangan menungguku”

“Mwo? Waeyo?”

“Aku harus berlatih sepak bola karena pertandingan akan berlangsung sebentar lagi”

“Setiap hari?”tanya Jongin

Luhan mengangguk, “Lee sonsengnim meminta semua pemain untuk latihan keras karena lawan kami akan sangat berat”

“Geurrae? Baiklah, tapi jangan terlalu menguras tenagamu, hyung” Jongin memperingatkan.

“Pasti”

***___***

Jum’at pagi, Sehun dan Jongin berjalan di koridor sekolah bersama-sama. Sekarang, perasaan Sehun jauh lebih tenang. Dia tidak lagi memikirkan ejekan teman-temannya kemarin. Sesekali berlari-lari kecil saat Jongin sengaja meninggalkannya di belakang dengan tawa geli.

Sesampainya di koridor lantai dua, mereka bertemu Jinyoung. “Hey Sehunie. Hey Jongin hyung”sapanya tersenyum lebar. “Kau sudah tidak apa-apa, kan?”tanyanya lagi menatap Sehun.

Sehun mengangguk mantap, “tentu saja. Aku adalah pria yang kuat”

Sebenarnya, Jongin ingin tertawa keras saat Sehun mengatakannya. Tapi, ia berusaha untuk menahan tawanya agar adiknya tidak cemberut.

“Kalau begitu, aku akan ke kelasku. Kalian ke kelas bersama, oke?”

Jinyoung mengangguk, “kajja Sehunie”

“Jinyoung-ah…”panggil Jongin saat Jinyoung dan Sehun bergegas pergi. Keduanya berbalik. “Bisakah kau menjaga Sehun?”

“Ya! wae?! Kenapa memintanya untuk menjagaku? Aku bukan anak kecil!”rutuk Sehun kesal karena Jongin meminta Jinyoung yang seumuran dengannya untuk menjaganya.

Jongin hanya tertawa kecil, menatap keduanya sejenak lalu berbalik dan menuju kelasnya sendiri.

***___***

Dia masih mendapat ejekan dari Dongho dan teman-temannya, tapi dia berusaha bersikap seolah-olah dia tidak mendengar. Karena yang ia tau, dia memang bukan orang miskin. Dia hanya berpura-pura miskin untuk menjadi mandiri.

Sepulang sekolah, Jongin terpaksa membiarkan adik bungsunya itu pulang bersama Jinyoung karena dia harus mengikuti les tambahan di sekolah. Dia sudah berada di tingkat akhir Sekolah Menengah Pertama.

“Benarkah? Tidak apa-apa jika kau pulang sendiri? Ah, tidak bisa. Aku akan mengantarmu lalu kembali ke sekolah lagi”

Sehun menghela napas panjang sambil menatap Jongin lurus, “Jongin hyung, aku bisa pulang bersama Jinyoung. Lagipula rumah kita berdekatan dengannya. Sungguh. Aku tidak apa-apa”

“Tapi, bukankah kau tidak bisa naik bus? Aku akan mengantarmu”

“Jongin hyuuuung” Sehun berkecap kesal. “Jangan memperlakukanku seperti anak kecil terus-menerus. Aku sudah dewasa. Lagipula sebentar lagi bimbingan akan dimulai, kau tidak akan sempat mengantarku”

“Sehunie—“

“Hyung, kau sendiri yang bilang jika aku harus bersikap dewasa. Sekarang, kau harus membiarkanku pulang seorang diri”

Jongin menarik napas panjang dan menghembuskannya panjang-panjang juga, walaupun Sehun sudah mengucapkan kata-kata untuk menenangkannya, tapi tetap saja hatinya merasa khawatir. Ini pertama kalinya Sehun pulang sendiri, yaah walaupun ada Jinyoung disampingnya. Tapi, tetap saja berbeda.

“Jinyoungie, jaga Sehun dengan baik. Oke?” Jongin menatap Jinyoung penuh harap, membuat Sehun justru tidak senang mendengar permintaannya.

Ia menggerutu. Lalu menarik lengan Jinyoung dan menyeretnya agar pergi.

“Kami pulang dulu. Aku akan menunggumu di rumah. Annyeong”

***___***

Sehun memperlajari satu hal hari ini. Cara naik bus dan sopan santun dengan seseorang yang lebih tua. Saat ia dan Jinyoung masuk ke dalam bus dan memilih tempat duduk, ternyata ada seorang ibu yang sedang menggendong anaknya dan tidak kebagian kursi. Duduk di tepi, akhirnya Sehun mempersilakan ibu itu duduk dan memilih berdiri.

Beruntungnya, Jinyoung adalah sahabat yang paling setia kawan sehingga ia berdiri juga untuk menemani Sehun.

“Jinyoungie, terima kasih karena kau sudah mengajariku naik bus”

“Pwahaha… aniyo. Naik bus adalah hal yang mudah”

Keduanya berjalan bersama di jalan setapak menuju rumah mereka. Aneh, tapi hari ini Sehun terlihat sangat berbeda. Dia tidak lagi bersikap manja dan kekanakkan. Dia ingin bisa melakukan semuanya sendiri.

“Oe? Bukankah dia…” Langkah Sehun tiba-tiba terhenti saat melihat seseorang yang berdiri tak jauh darinya. Pria itu sedang berbicara dengan seorang ibu.

Jinyoung mengikuti arah pandangan Sehun lalu menatapnya bingung, “Pastor Kim? Kau mengenalnya?”

Sehun mengangguk, “dia pernah menolongku waktu itu”

“Ayo kita hampiri”

Jinyoung mengajak Sehun untuk menghampiri Pastor Kim saat ia telah mengakhiri obrolannya. Menyadari adanya kehadiran dua orang anak kecil, Suho menoleh sambil tersenyum cerah.

“Jinyoungie?”serunya saat melihat Jinyoung. “Dan bukankah kau…”

“Park Sehun”jawab Sehun karena Suho terlihat tidak mengingat namanya. “Kau pernah menolongku waktu itu”

“Ah, yaa. Kau adalah Park Sehun. Ternyata kalian saling kenal”

“Emp. Sehunie adalah sahabatku di sekolah dan sekarang dia tinggal di dekat rumahku, pastor”

“Benarkah? Bagus kalau begitu jadi kau bisa bersama-sama pergi ke gereja untuk ibadah”

Setelah mendengar itu, Jinyoung meringis malu. “Maaf pastor. Aku kesiangan hari sabtu kemarin”

“Lalu minggunya?”

“Aku pergi ke rumah nenek”

“Tapi seharusnya kau bisa pergi ke gereja saat sabtu malam, kan?”

Jinyoung kalah telak. Ia tidak bisa mengelak lagi. Hanya meringis saat Suho menatapnya dengan senyuman lembut.

“Sabtu nanti aku pasti datang. Aku berjanji”

“Baiklah. Kau harus menepati janjimu, Jinyoungie”

***___***

“Kau sudah datang?”sambut Kris saat melihat namja berwajah mungil itu memasuki kedai kopinya.

Luhan tersenyum lebar sambil mengangguk, “aku baru pulang sekolah”

“Kau sudah siap bekerja, kan?”

“Tentu saja”

“Baiklah. Tolong jangan kecewakan pelangganku dengan rasa kopi buatanmu. Kopi yang kau buat harus selalu enak”

“Aku akan berusaha. Dulu, aku pernah mengikuti kelas membuat kopi”

“Kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus ke kantor untuk mengurus kasusku”

Setelah Kris melangkah keluar pintu kedai, Luhan berjalan ke ruang ganti untuk mengganti baju dan menyimpan tas ranselnya. Ia mengganti seragam sekolahnya dengan kemeja putih dan celemek hitam. Penampilannya benar-benar terlihat seperti seorang pelayan café kebanyakan.

“Semangat Luhan. Demi appa, Jongin dan Sehun.”bisiknya menyemangati dirinya sendiri.

Ia tersenyum di depan cermin beberapa saat. Lalu berjalan keluar ruang ganti dan memulai hari barunya.

***___***

Sehun benar-benar merasa tidak betah berada di rumahnya seorang diri. Luhan harus mengikuti latihan sepak bola dan Jongin harus mengikuti les tambahan. Ia bosan.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari sesuatu yang bisa ia mainkan sekarang. Ada playstation. Tapi, rasanya tidak seru jika dia bermain seorang diri.

“Ah! Aku tau harus kemana!”

Tiba-tiba ia mendapat ide cemerlang. Sehun bangkit dari tidurnya , berjalan ke kamarnya untuk mengambil jaket. Ada sebuah tempat yang sudah lama ia lupakan. Padahal tempat itu adalah tempat yang mampu membuatnya lebih tenang. Sebuah tempat, yang bisa membuatnya mengeluarkan keluh kesahnya.

Ia telah berdiri didepan sebuah bangunan sederhana yang terlihat sudah tua namun tetap terawat. Mendorong pagar kayunya dan berjalan melewati taman bunga. Gereja itu memang kecil tapi sangat indah. Bahkan Sehun sudah merasakan ketenangan saat ia baru berjalan di tamannya.

Sesampainya di dalam, ia masih saja berada dalam rasa kagum. Selain kursi-kursi panjangnya tersusun rapi, ruangan ini juga bersih. Juga ada sebuah piano yang terletak di sudut ruangan.

Sehun duduk disalah satu bangku panjang. Ia menggenggam kedua tangannya didepan dada sambil menatap kearah patung Tuhan.

“Tuhan, aku datang. Maaf, jika sudah lama aku tidak mengunjungimu. Aku sedikit sibuk dan… banyak masalah.” Sehun mengatakan itu dengan ekspresi menyesal.  “Tuhan, banyak yang ingin aku katakan pada-Mu. Yang pertama, aku sangat merindukan appa. Appa bilang dia harus pergi untuk mengurus masalah perusahaannya. Tapi sampai sekarang, dia tidak juga kembali. Aku merindukan appa dan aku ingin kami bermain bersama lagi.”jelas Sehun menyelesaikan curahan hatinya yang pertama.

“Dan yang kedua, sekarang, aku, Jongin hyung dan Luhan hyung menempati rumah yang sangat kecil. Banyak nyamuk yang terus mengigitiku. Aku juga harus naik bus jika mau pergi ke sekolah sekarang. Aku tidak tau kenapa appa menyuruhnya, tapi karena itu, Dongho dan teman-temannya jadi mengejekku. Mereka mengataiku orang miskin. Ugh” ia mengomel seorang diri. Tanpa mengetahui jika ada seseorang berdiri di belakangnya sedang menahan tawa.

“Tuhan, Jongin hyung selalu bilang jika aku belum bisa dewasa. Aku masih seperti seorang anak kecil yang merengek padanya. Wae? Apa aku tidak boleh merengek? Apa salahnya jika aku merengek pada kakakku sendiri? Lagipula, aku tidak bisa melakukan apapun tanpanya”serunya cemberut. “Tapi, aku juga ingin membantu kedua hyungku. Mereka terlihat kerepotan walaupun mereka tidak pernah mengatakannya padaku. Bagaimana caranya? Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menjadi dewasa seperti yang dikatakan Jongin hyung? Apa—“

“Caranya adalah melakukan hal-hal baik yang bisa meringankan pekerjaan kedua kakakmu”

Tiba-tiba seseorang memotong celotehan Sehun. Sehun terkejut dan langsung menoleh ke belakang.

“Pastor Kim.”ujarnya malu. “Pastor mendengarku?”

Suho tertawa sambil berjalan menghampiri Sehun. Ia mengambil alih ruang kosong yang ada disebelahnya dan menjatuhkan diri disana. Ia tersenyum.

“Kau sedang berdoa? Melakukan pengakuan dosa atau sedang menceritakan curahan hatimu, huh?”tanya Suho terkekeh.

Sehun menggaruk tengkuk belakangnya salah tingkah, “hehehe… biasanya aku selalu menceritakan semuanya pada Tuhan.”

“Benarkah? Apa saja yang kau ceritakan? Boleh aku tau?”

“Semuanya. Aku menceritakan semuanya pada Tuhan. Walaupun Dia tidak pernah menyahutiku, tapi aku merasa lega setelah menceritakannya.”kata Sehun tersenyum lebar.

“Kau bilang kau pindah kesini karena disuruh oleh ayahmu. Benarkah?”

Sehun langsung mengangguk, “Luhan hyung dan Jongin hyung bilang appa menyuruh kami untuk hidup mandiri jadi kami harus tinggal di rumah yang sangat kecil.”

“Apa rumahmu yang semula sangat besar?”

“Besaaaaar sekali. Kami bahkan mempunyai lapangan bola dan kolam renang.”

Suho sudah bisa mengetahui jika ada sesuatu yang tidak beres dalam hidup anak kecil itu. Jika rumahnya memang sangat besar, ayahnya tidak mungkin tega menyuruh mereka untuk tinggal di rumah yang sangat kecil. Terlebih lagi karena Sehun masih sangat kecil.

“Hey, bagaimana jika aku mengajarimu agar kau bisa menjadi dewasa? Kau mau membantu kedua hyungmu, kan?”

Sehun seketika bersemangat, “Tentu saja aku mau. Tapi, bagaimana caranya?”

Suho tersenyum lebar sambil menghusap kepala Sehun lembut, “caranya? Kau akan mengetahuinya nanti”

TBC

39 thoughts on “FF EXO : AUTUMN Chapter 12

  1. nina berkata:

    ahh untung sehun punya sahabat kyk jiyoung
    kris sm luhan blm tau kasus na ternyata saling berkaitan iia eon?
    suhooo~~~😀
    gg di real ato di ff, suka mereka saling deket :p seho
    semoga suho bisa bantu sehun luhan jongin

  2. Anna berkata:

    annyeong eonni,,,!
    aq pembaca setia smua ff mu, tp bru pertama kli ni komen, mianhe,
    aq suka dg smua ff mu,
    keep writing y eon, ^_^

  3. Tiikaa berkata:

    waaaaaaaa,,, ada hunho ><
    dia hrus bsa bagi wktu , antara sekolah , kerja dan sepak bola.. blum lgi hrus ngurusin adik2nyaa😦
    oke deh eon .. next chapter aku tunggu yaa

  4. mappleaf berkata:

    suka cara unnie menulis ide nya. ringan dan enak di baca dan unnie adalah author favoritku, hehe
    autumn paling di tunggu.. dan aku mulai ngerti knp ff ini diberi judul autumn

  5. hunna berkata:

    unni daebak banget ffnya….
    keren ceritanya makin sweet aja apalagi ada sehun sana suho aduh jadi kebayang benerannya deh :”)
    tetep semangat ya unnnnn {}

  6. cicil berkata:

    Ini dia yang paling aku tungguuu, setelah 12forces sama protect you sama half demon abis -_- aku masih ga rela ff itu abis(?) #maunya apa terus -_-# oke oke, ciee jongin pinter masaakk, terus sehun sama suho lucu banget >< apalagi pas sehun curhat.

    Lanjuuttt pengen tau gimana caranya sehun bantuin dua hyungnya ituu

  7. lusyelf berkata:

    wah~ TBC sialan..😦 luhan oppa semangat, hwaiting

    chapt slanjutnya jngan lama2 thor. gara2 lama nae jadi lupa alurnya jadi harus baca chapt sebelumnya😦. keep writing ne ^^

  8. Rhainykanata berkata:

    Eon pndek bgt.

    Ya ampun… Ksentuh dnger ucpan sehun pas brdoa, kliatan bgt anak kecil yg polos.

    Kshan hdup mrka, jgn bwt mndrta mlu donk!

  9. nana berkata:

    anyoeng oen,daebak !! paling suka baca ffnya kimija,crta2 brothershipnya ngena bgt..
    keep writing ya oen,ditunggu next chapternya..😉;-)

  10. CY♥ berkata:

    Ceritanya ringan dan ga ngebosenin~ sukaa:3♥ dan feel brothership terasa sekaliㅠㅠ dan itu ada seho!! Kyaaa seho:3 di dunia nyata ataupun ff seho moment itu ngegemesin>< chap selanjutnya jangan lama lama2 yah thor;3 *bbuing-bbuing* *aegyeo bareng sehun* Ohmija Fighting!♥

  11. CY♥ berkata:

    Ceritanya ringan dan ga ngebosenin~ sukaa:3♥ dan feel brothership terasa sekaliㅠㅠ dan itu ada seho!! Kyaaa seho:3 di dunia nyata ataupun ff seho moment itu ngegemesin>< chap selanjutnya jangan lama2 yah thor;3 *bbuing-bbuing* *aegyeo bareng sehun* Ohmija Fighting!♥

  12. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Autum….!!! Akhirnya setelah sekian lama menanti di publish juga ni ff….!!! Hhee😀
    next chap jgn lma2 dong ka, aku pegel nungguinnya…:I
    oh iya di chap ini alurnya nyante bgt ya, jd enak bacanya..konflik yg rumitnya blm muncul lagii, jd ga sabar pengen baca puncak konfliknya…pokoknya next chap jgn lame2 ya😀 #maksa

  13. KimXi_64 berkata:

    Akhirnya lanjut juga nih ff.. Nunggunya lamaaa bangeet….

    Semangat buat Luhan Oppa and semoga cepet terungkap siapa yang salah.. Kasihan merekanya😦

    lanjut jangan lama-lama thor..

  14. rani berkata:

    lama menunggu ff ini akhirnya!!!
    dichap ini bener2 datar belum ada konflik/masalah yg rumit
    dan belum ada jalan keluar untuk masalah sebenarnya
    tapi tetep keren dan bikin penasaran

    lanjutkan thor
    aku selalu setia menunggu karya2mu
    oh mija jjang!!!!!

  15. parkjihyunie berkata:

    sbnernya masakan kai enak itu bljar dri dio.. wkwk
    kasihan luhan bohong terus
    kasihan lagi sama sehun yg bner2 polos bner2 gatau apa2..

    keep writing ya thor!! jgn lama2 oke? aku lbih suka Oh Mija klau post lngsung bnyak.. daebak!!

  16. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Annye0ng,mian bru k0men ax’y bru bca d’1-12 hoho..pkk’y dbk bgt nh ff’y thor’..cpt d’pozt yah next chap fighting^^

  17. aufa pasuma berkata:

    thoooor ceritanya kurang panjang
    udah lama ngga baca ff ini
    ayooo lanjutannya ditunggu yaaaaa🙂🙂🙂🙂

  18. Kyungiee~ppp berkata:

    Ya ampun Thor aku nunggu chap 12 lama bgt ak kitra ga bakal lanjut lg eh pasnyari lg ternyata ada,bahagiia banget thor.si Sehun Do’anya polos banget lagi,tambah gemes deh sm sehun :Di lanjut ya thor jgn lama-lama ^^V

  19. sehunniexoxo berkata:

    hwaaa suka banget sama karakter kai!!! dewasa banget hhahaha
    daebakkkk!!! NEXT! aku baru baca ff ini mian ya hehehe, jdnya baru komen di part ini aja
    Mian thor pokonya mah keep writing

  20. Jungyongsun berkata:

    Lnjutanx tetap ok deh thor. Kehidupan mereka bgtu mengharukan. Menarik jg dgn sisi sehun yg polos n imoet itu. Hihi…,lnjutanx ditunggu bgt ya.

  21. farokha berkata:

    wachhh luhan kasian juga ya , luhan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari hari . apalagi ayahnya masih dirawat dirumah sakit dan ditahan selama 20 tahun pasti hati luhan sangat tertekan …. 파이팅 씨 루한…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s