Before Now and Then Chapter 2

 

Author : LianaSan (@lianasan21)

Cast : Luhan

Park Minra

Sehun

Kim Yari

Chen

Choi Sujin and Other

Genre : Romance,Friendship,Sad(maybe).

Rating : PG-13

Leght   : Chaptered

No Bash,No Plagiator

Happy Reading ^^

««·»»

Author POV

Jam sudah menunjukkan angka 22.00 KST tapi semua orang yang berada dalam sebuah kamar VVIP masih belum lelah untuk bercerita sampai seorang perawat datang dan menegur mereka,karna waktu berkunjung telah selesai dan mereka -semua kecuali Sehun dan Yari- harus pulang.

“Sujin-ah,aku pulang bersamamu ne? Lagi pula rumah kita bersebelahan”kata Minra sambil menyeret kopernya yang besar itu dengan kesusahan.

“Ne,geundae besok pagi aku harus berangkat ke Sydney untuk menemui Eomma dan Appa”jawab Sujin.

“Ne,gwencanha.Aku bisa merawat diriku sendiri,lagi pula aku ingin kembali kemari besok.”balas Minra.Sedangkan Sujin hanya mengangguk karna memang mereka semua sudah tampak lelah apalagi Minra,Luhan,dan Chen yang harus duduk di pesawat berjam-jam.

“Kalau begitu aku dan Luhan akan memesan taksi,kalian berdua berhati-hatilah di jalan”Seru Chen sambil membantu Minra memasukan kopernya ke dalam bagasi mobil Sujin.

“Ne gomawo,Annyeong Luhan,Chen”jawab Minra sambil berjalan masuk ke dalam mobil yang hanya dijawab dengan lambaian tangan kedua pria tampan itu.

««·»»

Minra POV

Sinar mentari pagi menyinari wajahku yang telah kembali segar,kuhirup dalam-dalam udara pagi yang menyejukkan di halaman belakang rumahku.Setelah 7 tahun lamanya,ini pertama kalinya aku kembali menjejakkan kaki di rumah ini.Rumah ini masih terlihat sama.Kolam renang dengan bar kecil di tengahnya,sepasang ayunan dari kayu di salah satu sudut halaman dan berbagai tanaman hijau yang membuat halaman belakang rumah ini sejuk.Tanaman hijau? Ya,walaupun keluargaku tak pernah kembali ke rumah ini tapi masih ada beberapa penjaga rumah ini yang selalu datang seminggu sekali untuk membersihkan dan merawat rumah ini,itulah sebabnya rumah ini masih tampak asri.

Setelah puas menghirup udara segar di pagi hari,aku memutuskan untuk membuat sarapan.Aku berjalan menuju dapurku yang masih terlihat bersih dan rapi,lalu membuka pintu lemari pendingin yang ternyata masih kosong ‘Ah,aku inikan baru kembali kemarin pantas saja tak ada makanan di kulkas ini’ gerutuku dalam hati.

Author POV

Minra pun bersiap ingin mengambil mantelnya tapi baru saja ia akan menaiki tangga suara bel yang ditekan berkali-kali membuatnya mengurungkan niatnya ‘Apalagi ini ? datang seenaknya lalu memencet bel tanpa henti,itu sangatlah mengganggu dan hey! Ini masih jam 9 pagi !!’gerutu minra (lagi) sambil menghentakkan kakinya menuju pintu.Tanpa melihat melalui Intercom,minra membuka pintu dengan kesal.

“Aissh ada apa bertamu pagi-pagi,tak tahu bahwa itu sangat mengg…Eo ? Luhan ? waegurrae?”ucap Minra kesal lalu berubah kaget saat mengetahui bahwa orang yang memencet bel rumahnnya itu adalah Luhan.

“Kenapa lama sekali membuka pintunya? Dan apakah kau akan membiarkanku berdiri disini terus?”seru Luhan sambil menatap Minra tajam,Minra yang tak takut dengan tatapannya itu pun hanya mengendikkan bahu lalu mempersilahkan Luhan masuk.

“Jadi apa alasanmu datang kemari pagi-pagi Luhan ?”kata Minra sambil duduk dihadapan Luhan dengan melipat kedua tangannya di dada.

“Igeo,uri Eomma memasakkan ini untukmu dia bilang kau pasti akan kesulitan makan pagi ini karna pasti tak ada makanan di rumahmu, Eommaku itu sampai rela menarik paksa anak kesayangannya ini untuk bangun lebih pagi dan menyuruhku mengantarkan semua makanan ini ke rumahmu,aissh jinjja ini sangat menyebalkan”jelas Luhan sambil menyerahkan bungkusan yang sangat banyak ditangannya dengan tatapan sinisnya pada Minra,tapi bagi Minra tatapan seperti itu sudah sangat sering dilihatnya jadi dia terbiasa dengan tatapan itu.

“Gomawo Luhan-ah dan oh ya,kau bilang Eommamu menyeretmu untuk membawakan semua ini ? itu berarti kau belum sempat mandi dan makan bukan?”kata Minra santai sambil membawa semua makanan itu ke dapur,sedangkan Luhan tetap duduk di sofa sambil memperhatikan Minra.

“Untuk bagian yang belum makan itu memang benar,tapi bagian yang belum mandi itu salah karna aku tak akan segila itu sampai lupa untuk mandi.”balas Luhan ketus

“Geurrae,mari kita makan bersama”ajak Minra sambil tersenyum kearah Luhan

DEG

Entah kenapa,jantung Luhan berdegup kencang seakan-akan ingin melompat jatuh ke perutnya.

Senyuman itu adalah senyuman terindah yang pernah aku lihat dalam jangka waktu 7 tahun ini.Apakah..apakah ia masih menyukaiku? Mengapa ia tak terlihat gugup saat bertemu denganku? Biasanya ia akan bersemu merah jika bertatapan denganku.Apakah sudah ada seseorang di hatinya?

Saat ia tersadar bahwa Minra tak menatapnya lagi,ia bangkit dari sofa lalu duduk di hadapan Minra.

“jadi mari kita selesaikan sarapan ini,lalu pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Yari dan Aegynya”kata Minra yang hanya dibalas anggukkan oleh Luhan.

Minra Kau sudah berubah,kau sudah tidak menyukaiku lagi.

««·»»

“Jadi apa kalian sudah memberi nama pada aegy tampan ini?”tanya Minra.Saat ini Minra dan Luhan sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk Yari dan Aegynya,Minra sangat menyukai anak kecil maka dari itu dia sangat bersemangat untuk menceritakan semua tentang bayi yang ia ketahui dari internet.Sedangkan Luhan masih sibuk berbicara tentang bisnis dengan Sehun.Ya,Luhan telah menjadi pewaris perusahaan Appanya,maka dari itu Luhan dan Sehun susah dipisahkan.Menjadi pewaris perusahaan adalah takdir dari kedua pria tampan ini,tapi tetap saja mereka berdua akan berubah menjadi sangat kekanakan saat berkumpul dengan para sahabatnya.

“Ne,kami sudah memutuskan bahwa kami akan memberinya nama Oh Kwangmin”sahut Sehun,yang langsung membuat Minra tersenyum senang.

“Nama yang sangat indah,wah aku sangat senang kalian akhirnya menikah juga dan telah memiliki anak yang tampan”seru Minra sambil mengusap tangan Kwangmin yang sedang menyusu pada Yari

“Makanya kau itu cepat cari pasangan,menikah lalu punya Aegy sepertiku,agar kau bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu”ledek Yari,yang membuat Minra termenung.

“Ah kalian semua adalah sahabatku tapi yang tahu rasahiaku hanya Sujin,mungkin ini saat yang tepat untuk menceritakan semuanya”kata Minra yang membuat semua orang yang berada di ruangan itu terdiam,kecuali Chen yang datang lalu bingung karena mereka semua menatap Minra penasaran.Untuk beberapa detik semuanya menatap Chen –termasuk Minra- tapi beberapa detik kemudian semuanya menatap Minra kembali.

“Dulu saat aku pertama kali sampai di Australia,aku hanya anak rumahan yang tak pernah bergaul dengan banyak orang.Tapi seorang bocah laki-laki yang membantuku saat aku jatuh dari sepeda-lah yang membuatku jatuh hati,saat itu juga.Bocah baik hati yang bernama Samuel”kata Minra lalu menghembuskan nafasnya pelan dan melirik Luhan sebentar.

DEG

Apa dia bilang ? Jatuh Hati ? Samuel,pria itu memang hebat dapat membuat Minra jatuh hati di kali pertama pertemuannya.Itu sudah jelas bahwa Minra sudah tak menyukaiku.batin Luhan

“1 tahun kemudian kami resmi berpacaran,aku sangat mencintainya dan Samuel juga sangat mencintaiku,kami berpacaran hampir 3 tahun,sampai malam pergantian tahun itu membuat celaka bagi kami”lanjut Minra pelan dan berusaha menahan air matanya yang terus mendesak meminta untuk di keluarkan.

“Saat kami dalam perjalanan untuk melihat Festival kembang api,ada sebuah truk besar yang menabrak kami dari samping,mobil kami terbalik saat itu aku masih memiliki sedikit kesadaran hanya untuk melihat Samuel yang berlumuran darah beserta beberapa sepihan kaca yang terselip di wajahnya lalu mendengarkan Samuel yang berkata bahwa ia mencintaiku dan menyuruhku berbahagia tanpanya,aku tak bisa berkata apa-apa karna kesadaranku sangat tipis lalu aku pun pingsan.Dan saat aku terbangun aku hanya bisa menangis seperti orang tidak waras karna malam itu adalah hari terakhir aku melihatnya….Aku koma selama 5 hari dan keluarga Samuel tak mungkin menugguku bangun untuk…mengubur Samuel”kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Minra,wajahnya pucat,air mata yang ditahannya meluncur dengan bebas dan membuat sungai kecil di wajahnya.

Semua orang yang mendengar kisah dari Minra dapat merasakan bagaimana sakitnya wanita itu dan entah sihir apa yang mempengaruhi Luhan,ia mendekati Minra lalu mengajak Minra untuk masuk dalam dekapannya.

“Minra Uljima,itu hanya masa lalu.Jangan menangis karna aku yakin ia tak ingin kau menjadi seperti ini”bisik Luhan pelan dan satu kesalahan besar bagi Luhan karna Minra malah menangis kencang sampai membuat Kwangmin yang baru saja akan tidur juga ikut menangis kencang. Semua orang yang ada di ruangan itu bingung,sampai akhirnya Minra berlari keluar untuk menenangkan dirinya.

««·»»

Seorang gadis berlari memasuki sebuah kedai ramyun,gadis itu tersenyum tipis lalu mencari tempat duduk di tempat biasa ia dan teman-temannya tempati.Gadis itu memesan ramyun kesukaannya,sambil menunggu gadis itu merenung berusaha menenangkan dirinya.Kejadian 3 tahun yang lalu kembali muncul di kepalanya,membuatnya menatap kosong meja di depannya.Kejadian yang sudah hampir ia lupakan muncul kembali ke permukaan ,beberapa jam yang lalu ia menangis di kamarnya tak memperdulikan dering ponsel yang meminta untuk dijawab.Saat ia sadar dan merasa lelah ia memutuskan untuk makan siang di kedai ini,kedai ramyun tempatnya dan sahabatnya berkumpul dulu.Dan ya,Gadis itu adalah Minra.

Minra lelah menangis,lelah untuk terus bersedih ia harus kuat,hidupnya masih panjang dan ia tak mau menangisi Samuel lagi karna Samuel ingin ia tetap berbahagia tanpa dirinya.Minra tak mau terpuruk dalam masa lalu terus menerus dan dia butuh keajaiban untuk membantunya.

‘Ya Tuhan,berilah aku keajaiban’doa Minra dalam hati.

“Minra-ya,kau disni rupanya”seru Luhan sambil berlari menghampiri Minra,Minra menoleh lalu tersenyum kecil.

“Ne,aku kelaparan setelah menangis dan aku merindukan ramyun kedai ini”jawab Minra,Luhan hanya menghembuskan nafas lalu ikut memesan dan duduk di hadapan Minra.

“Sepertinya kau sudah lebih baik”kata Luhan

“Ne,aku harus lebih baik.Aku tak mau melupakan begitu saja perjuangan 3 tahun untuk melupakan kenangan pahit itu,karna itu aku janji tak akan bersedih lama-lama,lagi pula aku disini bersama kalian semua,aku yakin aku bisa lebih senang dan nyaman disini”jawab Minra.

Minra mungkin tak menyadari bahwa Tuhan telah menjawab doa-nya lebih cepat dari apa yang bisa ia bayangkan.

TBC

3 thoughts on “Before Now and Then Chapter 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s