FF : The Lords of Legend (Chapter 13)

 

The Lords of Legend

Tittle : The Lords of Legend

Author : Oh Mi Ja

Genre : Fantasy, Action, Friendship, Comedy

Cast : All member EXO

Desclimer : Cerita ini mengandung istilah dari beberapa mitologi kuno. Cerita ini murni fiksi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Jika masih bingung dengan istilahnya, silakan liat teaser ^^

https://koreadansaya.wordpress.com/2013/05/26/teaser-2/

Sehun’s House, Gangnam-gu, Seoul, South Korea.

Sehun benar-benar terpaku. Bahkan tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan emosinya saat ini. Setelah selesai mendengar cerita kesebelas dewa itu, ia sampai tidak habis pikir dengan cerita mitologi yang ia tau hanya ada pada pelajaran sejarah, bukan pada kenyataan.

Dia berasal dari sebuah gumpalan yang diciptakan oleh Suho dan Kris. Tempat tinggalnya adalah Negeri Langit dan dia dipersiapkan untuk menjadi senjata andalan saat Ragnarok tiba. Tapi. Saat unicorn Lay mengacau disekitar pohon kehidupan, dirinya yang masih berbentuk gumpalan menggelinding ke gerbang yang menuju Bumi. Hingga akhirnya, dirinya yang masih berbentuk gumpalan masuk ke dalam perut Taeyeon dan menjadi janin.

Selama ini dia berwujud manusia. Tapi sebenarnya, dia adalah seorang dewa. Dewa Ares. Seorang dewa yang menjadi simbol kebengisan pada masanya. Seorang dewa yang selalu menjadi jenderal perang dan menjadikan perang sebagai hobi untuk menyenangkan dirinya sendiri. Seorang dewa yang sama sekali tidak mengenal ampun pada musuhnya.

Rasa bengis itu memang ada didalam diri Sehun. Dia memang terkenal sebagai anak yang baik dan penurut. Dia sangat ramah namun bukan termasuk seseorang yang mudah dekat dengan orang lain. Tapi, saat siapapun membuatnya marah, dia tidak akan segan memukul. Dia tidak akan segan untuk mengalahkannya hingga titik akhir.

“Kalian pasti bercanda”elak Sehun mencoba tertawa untuk mencairkan suasana.

Suho menggeleng, menatap Sehun dengan penuh keyakinan. “tidak. Kami sungguh-sungguh”

“Sehun, kau adalah dewa Ares! Aku senang karena akhirnya kami menemukanmu. Dan aku semakin senang karena kau yang menjadi dewa Ares. Kau sahabatku!” Lay tersenyum lebar sambil menggenggam kedua tangan Sehun dan menggoncangnya.

“Kau mungkin tidak mudah untuk percaya. Tapi itulah kenyataannya. Kita berdua belas memiliki simbol yang berbeda-beda. Karena aura dewamu masih terkunci di dalam kotak Pandora, simbolmu akan terus berwarna hitam dan tidak terlalu bekerja saat kau berada didekat kami. Tapi, jika kau sudah menemukan kotak itu dan aura dewa, simbolmu akan berubah menjadi kebiruan dan akan terus bergetar saat kau berada disekitar kami”jelas Xiumin menambahi.

“Kotak Pandora? Yang aku tau hanyalah mutiara Pandora yang terus dicari oleh Kaito Kid”balas Sehun polos

Mata Tao seketika terbelalak lebar, “Kaito Kid? Siapa lagi dia? Apa dia musuh kita juga? Dia Jotun?”sahutnya terkejut setengah mati mendengar nama asing yang disebutkan oleh Sehun.

Sehun menggeleng, menatap Tao masih dengan wajah tanpa ekspresinya. “Bukan. Dia bukan Jotun. Dia adalah musuh Conan di film Detective Conan yang aku tonton”

“APA?!!”

“Hey, bisakah kau serius?!”omel Luhan kesal.

Juga merasa kesal, Kai mengumpat. “Kau membuat kami terkejut! Aku pikir ada Jotun yang datang kemari! Sial!”

“Kenapa? Aku memang sama sekali tidak pernah mendengar tentang kotak Pandora. Yang aku tau hanya mutiara Pandora  dikartun itu”balasnya tenang tanpa rasa berdosa sedikitpun.

“Apa kau tidak pernah membaca buku, huh? Atau jangan-jangan kau tidak pernah mendengar saat guru menjelaskan tentang mitologi? Aku bahkan menyimaknya dengan baik walaupun terkadang sedikit melenceng dari kenyataannya”tambah Baekhyun juga merasa kesal dengan tingkah Sehun.

Suho hanya bisa menghela napas panjang. Obrolan yang awalnya serius berubah menjadi seperti obrolan anak-anak. Seperti lelucon.

“Harusnya aku juga menambahkan otak yang pintar saat membuatmu”

***___***

Yonsei High School, Jongno-gu, South Korea

Hari baru dimulai. Sebuah hari dimana Sehun bukanlah hanya sekedar dirinya. Dia bukan lagi hanya seorang murid dan seorang anak. Dia adalah dewa!

Dipikirannya, menjadi dewa adalah sosok yang hebat membuatnya bangga. Karena itu dia berjalan di koridor sekolah dengan dada yang dibusungkan dan dagu terangkat. Dia sangat bangga dengan dirinya sendiri.

Yaaah walaupun Suho dan para dewa lain sudah memperingatkannya untuk tidak membongkar identitas itu. Tapi tetap saja ada kebanggan tersendiri. Sekarang dirinya termasuk ke dalam golongan Sigismund. Golongan murid-murid keren dan kaya.

Pagi itu, dia berjalan menuju kelasnya dengan seragam yang benar-benar tersetrika dengan rapi. Dan sepatu lamanya yang sekarang terlihat sangat bersih. Rambutnya juga tersisir dengan baik, tidak seperti biasanya dengan poni yang berjuntai kemana-mana. Ia sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan semuanya.

Saat masuk kelas, hampir semua murid yang ada didalamnya terperangah hebat melihat sosok Sehun. Ia terkenal bengal dan bodoh. Tidak suka dengan pelajaran namun sangat kuat dibidang olahraga. Dia juga tidak pernah memperhatikan penampilannya sendiri. Bahkan sangat sering dia tidak memakai blazernya dan hanya memakai kemeja putih dan dasi. Tapi kali ini, si bengal Park Sehun terlihat sangat berbeda. Dia memakai blazer dan mengancingnya hingga atas. Celananya bukan lagi ‘celana mata kaki’ yang sering dia pakai. Tapi, celananya mempunyai panjang yang diharuskan oleh sekolah. Dan bagian yang paling penting adalah, dia memakai kaus kaki! Setelah sekian lama akhirnya pria tinggi itu kembali memakai kaus kakinya.

“Park Sehun, apa yang terjadi denganmu?”seru Seungho. Matanya tidak lepas mengikuti Sehun hingga ke tempat duduknya.

“Kau salah makan? Atau kau belum menyantap sarapanmu pagi ini?”

Sungjae menggeleng, tidak menyetujui ucapan Sanghyuk. “Tidak. Dia pasti sangat frustasi karena telah dikalahkan oleh seseorang. Bahkan tubuhnya lebih kecil darinya”

Senyuman Sehun seketika memudar. Ia cemberut. “Jangan mengingatkanku tentang hal itu lagi. Aku akan berusaha lebih keras nanti”

“Lalu apa yang terjadi denganmu?”

“Apa salah jika aku ingin menjadi murid yang baik? Mulai sekarang aku akan mendengarkan penjelasan dari sonsengnim dan tidak tertidur lagi di kelas. Aku juga tidak akan kabur ke gedung olahraga saat pelajaran matematika. Aku berjanji”

“Tidak mungkin! Kau pasti bercanda!” Sungjae masih juga belum mempercayai ucapan penuh keyakinan Sehun.

“Aku rasa Park Sehun sudah gila!’

Sehun hanya mengabaikan ocehan-ocehan –yang sebenarnya merutuki dirinya- dari teman-temannya. Dengan santai, dia menjatuhkan diri diatas bangkunya – dia juga mengabaikan ekspresi terperangah Minhyuk, Luhan dan Kai –

“Apa ini benar-benar kau?”tanya Minhyuk juga tidak percaya

Sehun menoleh dengan senyuman lebar, “kenapa? Apa aku terlihat lebih tampan?”

“Tidak. Kau lebih terihat menakutkan”

Ekspresi Sehun seketika berubah, “kau cari mati?!”

Chen dan yang Chanyeol yang juga penasaran dengan apa yang sudah menghantam kepala Sehun sehingga ia berubah 180° dari biasanya, menghampirinya dan duduk di dua bangku yang ada didepan pria itu.

“Darimana kau mendapatkan seragam itu?”tanya Chen seperti para bibi penggosip.

“Bukankah kau bilang kau hanya mempunyai satu seragam yang kau pakai sejak kelas satu?”tambah Chanyeol

Sehun meringis lebar, “aku membeli seragam yang baru dengan tabunganku. Bagaimana? Bukankah aku terlihat sangat berbeda?”

“Benar. Kau terlihat sangat tampan, Park Sehun!” Dari belakang Luhan bersuara.

“Kebodohanmu tertutupi dengan seragam itu”sahut Kai seperti tidak mempunyai tenggorokan. Namun, Sehun justru menganggap itu adalah sebuah pujian untuknya.

“Benarkah? Apa aku sangat keren?”

“Pwahaha… aku yakin kalian sudah buta. Lihat dia! Dia terlihat mengerikan!” Minhyuk tertawa geli dan membuat ekspresi Sehun berubah sekali lagi. Ia berlagak akan memukul Minhyuk dengan bukunya.

“Diam kau!”

“Pwahaha… setidaknya dia tidak lagi memakai celana mata kakinya itu!”

Mereka berenam terlihat sangat akrab. Tertawa keras bersama-sama walaupun salah satunya terlihat tidak sebahagia itu. Disudut ruangan, seseorang juga tidak terlihat bahagia melihat keakraban itu. Ia memandang nanar kesana. Kearah tempat yang seharusnya menjadi tempatnya. Tempat duduknya.

Ia teringat saat-saat ia bercanda dengan Sehun. Tertawa terbahak-bahak dan menceritakan hal-hal bodoh. Dia rindu dengan semua kenangan itu. Tapi, sesuatu terpaksa menghentikan seluruh kerinduan terdalamnya. Dia harus menahan. Mungkin ini memang terdengar egois tapi itu adalah jalan satu-satunya.

***___***

“Jadi apa yang harus aku lakukan dihari pertamaku menjadi dewa? Apa aku bisa terbang? Menghilang? Atau menciptakan uang?”tanya Sehun bersemangat saat ia diminta untuk datang keatas atap sekolah, tempat dimana biasanya para dewa berkumpul.

Seluruh dewa memandangnya dengan pandangan aneh.

“Kenapa kau begitu bahagia? Jangan berpikir jika menjadi dewa adalah hal yang remeh”sengit D.O melemparkan tatapan dinginnya pada Sehun sambil melipat kedua tangan didepan dada.

“M-maksudmu?”

“Sehun dengar, Ragnarok bukan hanya sebuah peperangan biasa. Ragnarok adalah peperangan besar yang mungkin bisa menghancurkan Negeri langit saat itu terjadi” Kris memulai penjelasannya. “Para Jotun bukanlah lawan yang mudah. Orang tua kami mati karena melawan mereka. Sebelum Farbauti mati, dia juga telah bersumpah jika pasukannya akan menyiapkan senjata andalan yang sangat kuat. Jadi sebaiknya kau cepat temukan kotak Pandora itu dan berlatih”

Ekspresi Sehun langsung berubah takut, “Apa semengerikan itu?”

Kris mengangguk, “peperangan ini akan menjadi peperangan yang mengerikan”

Sehun menelan ludah. Nyalinya seketika menciut saat itu juga. Bahkan dia sendiri tidak mampu membayangkannya.

“Lalu dimana aku harus menemukan kotak Pandora itu? Aku bahkan tidak tau seperti apa wujudnya”

“Kami juga tidak mengetahuinya tapi hanya kau yang tau dimana keberadaannya”

“Ha?”

“Sekarang kotak itu milikmu jadi dia tidak akan berada jauh dari pemiliknya. Gunakan nularimu dan rasakan dimana keberadaannya”

“Ah, kenapa semuanya begitu rumit?” Sehun mengacak rambutnya frustasi. Angan-angan indah tentang menjadi dewa langsung berubah saat itu juga. Menjadi dewa tidaklah menyenangkan seperti yang ia kira. Dan bagaimana jika peperanagn itu benar-benar dahsyat? Dia juga bisa mati.

***___***

Sehun melupakan janjinya tadi pagi. Kali ini, dia kembali melarikan diri dari pelajaran matematika. Baginya, rumus-rumus itu justru akan membuatnya semakin dungu. Memaksa otak untuk terus berpikir mencari jalan keluarnya. Terkadang, tidak semua hal bisa diselesaikan dengan teori. Lebih baik menyelesaikannya dengan aksi. Walaupun sebenarnya matematika dan aksi tidak mempunyai hubungan apapun.

Sehun menggiring bolanya dengan semangat. Lagi-lagi melupakan janjinya untuk menjadi murid yang baik. Sekarang, dia sudah tidak memakai blazer. Seperti biasa hanya memakai kemeja putih dan membiarkan kancingnya terbuka beberapa.

“Sudah ku duga kau tidak akan tahan menjadi murid baik”

Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Sehun menghentikan aktivitasnya lalu menoleh. Ternyata Minhyuk. Pria yang mempunyai eyesmile dimatanya itu berjalan menghampiri Sehun dan melemparkan botol minuman padanya. Kemudian, keduanya duduk bersama di tepi lapangan.

“Aku bosan”desah Sehun setelah meneguk air mineral yang diberikan oleh Minhyuk.

“Kau bahkan belum satu hari menjadi murid yang baik”

“Ternyata tidak menyenangkan. Memakai blazer terasa sangat panas dan mendengarkan ocehan sonsengnim membuatku mengantuk”

“Sudah ku bilang itu bukan gayamu. Kau hanya memaksakan diri”

Sehun terkekeh, “mungkin”

“Bagaimana hubunganmu dengan Ilhoon? Ku lihat akhir-akhir ini kalian tidak bersama lagi. Sedang bertengkar?”

Tawa Sehun menghilang. Ia membalas tatapan Minhyuk dengan senyum pahit sambil mengendikkan kedua bahunya.

“Aku tidak tau”

“Kenapa kau tidak tau? Bukankah dia adalah sahabatmu?”

Sehun tidak langsung menjawab. Ia memalingkan wajah, menatap lurus kedepan. Desahan napasnya terdengar berat.

“Terkadang ada baiknya tidak mengetahui apapun disaat kau belum siap untuk merasakan sakit. Aku rasa, aku sudah berkali-kali merasa tersakiti saat aku mengetahui semua kenyataannya. Kali ini, aku tidak ingin mengetahui apapun lagi”

Minhyuk menatap sisi wajah Sehun, “Apa serumit itu?”

“Dulunya tidak. Tapi dia membuat semuanya rumit”jawabnya lirih. “Aku tidak bisa memaksanya untuk terus berdiri disampingku saat ada banyak orang yang bisa dijadikan pilihan untuk menjadi sahabat. Aku sudah memintanya untuk tetap tinggal, tapi dia sendiri yang ingin pergi. Aku tidak bisa melakukan apapun”

“Tidak bisa seperti itu. Kalian sudah bersahabat cukup lama, harusnya kalian sudah mengerti satu sama lain”

“Harusnya seperti itu. Tapi kenyataannya justru berbanding terbalik” Sehun tersenyum miris. “Tapi, biar bagaimanapun, Ilhoon tetaplah sahabatku”

Minhyuk tidak mengucapkan apapun lagi. Ia tau pria yang sedang duduk disampingnya ini sedang menghibur dirinya sendiri. Ia tidak ingin pertanyaannya justru akan menyakitkan dirinya sendiri.

“Hey Park Sehun!”

Para dewa datang membuat Sehun dan Minhyuk sama-sama menoleh.

“Ayo pulang bersama”ajak Luhan

Sehun tersentak, “apa?! Aku membawa sepedaku. Aku tidak bisa pulang bersama kalian”

“Tinggal saja disini, kau ikut dengan kami”balas Baekhyun santai

Sehun seketika melotot, “enak saja. Mungkin sepedaku jauh lebih murah dibandingkan harga mobil kalian. Tapi, sepedaku jauh lebih berarti. Aku harus bekerja keras untuk membelinya!”

“Ck, oke baiklah…”Baekhyun berkecap malas. Lalu, ia memberikan selembar kertas pada Sehun. “Datang ke alamat ini. Kami menunggmu”perintahnya dengan lagak seperti bos lalu berjalan menuju parkiran.

“Cih, enak saja. Mereka pikir mereka siapa”rutuk Sehun kesal

Minhyuk terkekeh geli, “aku rasa kalian sangat akrab”

“Akrab? Tidak sama sekali”elak Sehun menggeleng kuat-kuat. Masih dengan kekesalannya, ia menunduk untuk membaca tulisan diatas kertas yang diberikan Baekhyun tadi. “APA?! APARTEMENT SANGJI?!!”

***___***

Sangji Ritzvil Caelum Apartemen, Gangnam-gu, Seoul

Ia sudah berdiri didepan sebuah gedung apartement mewah. Meneguk ludahnya sendiri karena tidak menyangka jika keluarga Sigismund itu benar-benar kaya. Bahkan sangat kaya.

Saat memasuki lantai satu, matanya tidak pernah lepas dari langit-langit tinggi yang mempunyai ornament unik. Belum lagi pilar-pilar yang terlihat kokoh dan megah. Apartement ini memang terkenal sebagai apartement termahal di Korea dan menjadi saingan apartement di Apgeujong.

“Lantai 101? Apa aku tidak akan mati jika berada diketinggian seperti itu?”gumam Sehun berdiri didepan lift sambil membaca catatan Baekhyun sekali lagi. “Bagaimana jika ada gempa dan apartement ini roboh? Aku tidak akan bisa melarikan diri”

Sehun bergumam tanpa menyadari jika pintu lift daritadi sudah terbuka. Seseorang yang semula berada disampingnya telah berada didalam dan menunggunya dengan tatapan aneh.

“Tuan, anda mau masuk atau hanya menunggu disitu?”

Sehun mengerjap bingung. “ah, ya? T-tentu saja masuk hehehe”balasnya menggaruk tengkuk belakangnya kikuk.

Berada didalam, lagi-lagi ia dikejutkan dengan tombol lantai lift yang benar-benar sangat banyak. Tersebar dibagian kiri dan kanan pintu. Selama ini yang pernah ia lihat, tombol lantai hanya tersebar dibagian kanan. Itu menandakan jika apartement ini memang sangat mewah dan mempunyai banyak lantai. Astaga.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pintu lift terbuka. Sehun berada di satu langkah lebih maju dari pintu lift, sambil menoleh ke kanan dan kiri untuk menentukan jalan mana yang harus ambil.

“1053?”

Sayangnya, dia tidak mempunyai ponsel sehingga tidak bisa bertanya jalan mana yang harus ia ambil.

Didepannya, ia membaca angka ‘1030’ yang tergantung di pintu. Disamping kanannya, terdapat angka ‘1031’

Sehun menyeringai, setidaknya dia tidak terlalu bodoh dan masih bisa menghitung dengan baik.

“Ah, kau sudah sampai?”

Tiba-tiba ia bertemu dengan Luhan di koridor. Detik itu juga, ekspresi Sehun langsung berubah seperti seorang pejalan kaki arafah yang akhirnya menemukan air.

“Bahkan aku lebih baik berjalan kaki sampai ke rumahku daripada ke tempat ini. Sangat jauh dan sangat tinggi. Jika berada di tempat ini lebih lama, mungkin aku bisa mati”

Luhan seketika terkekeh, “kenapa bisa mati?”

“Tempat yang tinggi adalah tempat yang kurang oksigen. Jika kekurangan oksigen, kita akan mati!”

“Darimana kau tahu itu?” Luhan masih berusaha menahan tawanya

“Mendengar dari Ilhoon. Dia takut ketinggian dan selalu mengatakan itu jika kami pergi ke menara Namsan” Wajah Sehun berubah suram.

Luhan tersenyum tipis lalu menepuk pelan pundak Sehun, “Sudahlah. Ayo”

***___***

“Jadi biar ku jelaskan padamu, tuan Park Sehun”

Baekhyun berdiri didepan Sehun dengan lagak seperti seorang guru killer yang akan mengajari muridnya yang paling bodoh. Hanya Sehun yang duduk, sedangkan dewa lain berdiri mengelilinginya dengan tatapan mengawasi. Hal itu membuatnya sedikit ngeri.

“Kau memang sangat kuat dan kami tidak memungkiri hal itu. Tapi, terkadang kau harus bisa mengatur kekuatanmu sendiri”

“Maksudmu?”

“Dalam keadaan yang tidak genting, kau tidak perlu mengeluarkannya secara berlebihan. Tapi, disaat keadaan sedang genting, keluarkan semuanya. Karena jika kau tidak menyimpan tenagamu, kau akan cepat lelah”jelas Baekhyun

“O-oke. Lalu?”

“Dan yang kedua, kau harus segera menemukan kotak Pandora itu. Waktu kita sangat sempit, kau harus segera menemukan kotak itu dan melatih kekuatanmu”

“Tunggu. Jika aku sudah menemukannya dan aure dewaku sudah kembali, apa kita akan pergi ke Negeri langit dan meninggalkan tempat ini?”

Baekhyun mengangguk mantap, “tentu saja. Kita harus segera kembali karena bumi bukanlah tempat kita”

“Kalau begitu aku tidak mau!” Sehun tiba-tiba berdiri membuat semua dewa tersentak.

“Sehun, kenapa? Kau pasti terkejut melihat Negeri langit. Tempat itu benar-benar indah. Setiap harinya kita akan bermain dan jika lelah, kita bisa memakan apel kehidupan” Lay mencoba membujuk Sehun

“Tidak Lay. Aku tetap tidak bisa” Sehun menggeleng. Rahangnya mulai mengatup rapat.

“Kau adalah dewa Ares! Kau harus ikut dengan kami! Tempatmu bukan disini!”sengit Chanyeol.

“Itu adalah takdirmu. Kau tidak bisa mengelaknya!”tambah Chen

“Aku bisa!”balas Sehun dengan nada meninggi. “Tidak ada yang bisa mengatur hidupku termasuk kalian! Aku bisa mengelak takdirku! Aku tidak mau menjadi dewa jika aku harus meninggalkan ibuku! Aku tidak akan pergi kemanapun!”

Sehun benar-benar merasa kesal. Ia merasa sudah dibohongi. Jika menjadi dewa hanya akan membuatnya meninggalkan ibunya, dia tidak akan mau melakukannya. Dia tidak perduli dengan Negeri itu ataupun Ragnarok, karena sejak dulu dia tidak pernah mengetahuinya. Ia tidak perduli!

Berjalan melewati semua dewa, Sehun meninggalkan apartement mereka. Bahkan saat Lay mencoba menghentikan langkahnya, ia tetap berlalu tanpa menoleh.

Di dunia ini dia hanya mempunyai seorang ibu, dan dia tidak akan meninggalkannya. Dia sudah berjanji pada ayahnya.

“Bagaimana ini?”desah Tao putus asa. “Kita harus membujuknya”

“Kenapa dia baru tersadar? Padahal kita sudah menjelaskannya sebelumnya. Dia adalah seorang dewa”

“Suho, kita tidak bisa membawa omoni. Dia adalah manusia”tambah Xiumin menatap Suho yang terlihat sangat depresi.

 “Aku seperti mendapat boomerang. Sengaja memasukkan rasa keras kepala agar dia tidak terkalahkan, justru hal itu menyerang diriku sendiri”

TBC

 

 

Iklan

66 thoughts on “FF : The Lords of Legend (Chapter 13)

  1. Kyungiee~ppp berkata:

    Sorry thor comentnya di chapter 13 aku udah baca semuanya dr 1-13 langsung thor 😀 kl aku Comentnya di part 1/yg lainnya pasti ga bakal author baca mangkanya aku comentnya di chapter paling terakhir di post jd bisa author baca :),bukannya aku SILENT READER tapi emang br nemuin judul ff ini krna ter tarik jd baca :D,Lanjut terus ya thor :):):)

  2. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Sehunn biasanya dpet karakter yg pinter and cool eh di sini dpet peran oon and sembrono…

    Eonnie keren…

    Nextt

  3. ida alfi berkata:

    yaaa..gimana nasib persahabatan sehun il hoon???
    sehun terlalu bahagia kek nya jadi dewa..sampe2 ga terpikir bakal ninggalin ibunya

  4. diyah pudjirahayu berkata:

    the lords of legend chapter 19-20- dst dmn y, q dah cr” tp blm ktm nih, pensran nih, ff bgus bnget thor, tlg bls d facebook q y, trim’s

  5. BabyHun berkata:

    ya ampunnn.. ini keren bgttt..
    sehun jadi kaya orang abis jatuh dari lantai 70.. anehhh..
    kotak pandora itu sih feelingku jam yg mati itu… aneh, masa, ayahnya meninggal malah langsung mati, pasti itu kotak pandora..

  6. Oh Yuugi berkata:

    Yaahh,, akhirnya Suho menyadari kesalahannya dalam mengkomposisi watak n kemampuan sehun..kkk
    Tapi iya sih, kalo Sehun ke negeri langit n menetap jadi dewa disana, gimana nasib Taeyeon nanti?
    Kalo seandainya gue jadi Sehun gue juga gk bakalan mau ninggalan ibuk gue hidup sebatang kara di dunia ini apalagi di usia mulai tua.. Andwae! Tapi aku yakin nanti pasti nemu jalan yg lebih baik.. author kan jjang! 😉

  7. Jung Han Ni berkata:

    ada apa sebenernya sama ilhoon?
    kayaknya bakal sulit nih bujuk sehun, sedihlah kalo mesti pisah sama ibunya
    keep writing n hwaiting eon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s