FF : Story (Chap 7)

story 2

Tittle                          : Story

Author                        : Ohmija

Main Cast                   : – Lee Donghae

–      Im Yoona

–      Lee Hyukjae

–      Choi Minho

–      Park Yoochun

–      Seo Joohyun

–      Kwon Yuri

Support Cast             : – Lee Taemin

–      Jung Jessica

–      Kim Jaejoong

–      Choi Siwon

–      Kim Junsu

–      Hwang Tiffany

–      Choi Sooyoung

–      Lee Sunny

–      Jung Yonghwa

Genre                          : Romance, Friendship, a bit Action Comedy

Summary                    : “Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku”

“Apa tidak apa-apa jika aku berada disini? Apa tidak memperburuk suasana?”tanya Yoochun sedikit canggung mengingat dirinya dan Taemin belum juga bertegur sapa sejak lama.

“Jika kau pergi, siapa yang akan mengantar Seohyunie pulang? Bodoh”cibir Yuri memukul kepala Yoochun pelan

Yoochun langsung memundurkan kepalanya, “aku tidak ingin membuat suasananya semakin runyam”

“Jika kau tidak ingin membuat masalahnya semakin runyam, kau harus segera menyelesaikannya dengan Taemin”sahut Jaejoong tetap menyibukkan diri dibelakang meja bar. “Katakan padanya agar dia melupakan yeojachingumu dan suruh dia untuk mencari yeoja lain”

“Tidakkah itu sedikit keterlaluan? Aku tidak ingin bertengkar dengan Taemin hanya karena wanita”seru Yoochun ragu

Jaejoong mengangkat wajahnya, menatap Yoochun lurus lalu menghela napas panjang. “Kau mencintai Seohyun, kan? Dan kau tidak ingin bertengkar dengan Taemin lagi. Caranya hanya itu…”

“Hyung, tapi—“

“Adikku memang belum dewasa dan belum mengerti tentang apapun. Ini adalah hal yang membantunya untuk bisa bersikap dewasa dan menerima kenyataan. Kau tidak bersalah sedikitpun karena kau juga tidak mengetahui jika Taemin benar-benar mencintainya dan bukan hanya sekedar mengagumi. Dan jika kau memang mencintainya, itu juga bukan kesalahan karena kau sendiri tidak akan bisa menahan rasa itu”

Yoochun tertegun. Kemudian berpaling menatap Seohyun yang juga sedang memandangnya.

“Kau sendiri yang mengatakan jika kau harus memperjuangkan cintamu, Yoochun-ah”kata Minho mengingatkan

Yoochun tersenyum tipis, mengulurkan tangannya lalu menghusap kepala Seohyun lembut.

“Aku mencintaimu…”

***___***

Yoona benar-benar terperangah hebat setelah mendengar cerita Siwon dan Donghae yang mengatakan jika tunangannya telah ada disini dan sedang mencarinya. Bahkan Donghae sudah bertemu dengannya tadi pagi dan juga… mengantarkannya hingga sampai di apartementnya.

Ia setengah menunduk. Menelan ludah pahit menahan kekhawatirannya yang kini akhirnya terjadi. Dia datang. Seseorang yang akan merebut Donghae dari sisinya.

“Jadi, kau sudah bertemu dengan tunanganmu?”desah Yoona pelan tanpa menoleh kearah Donghae

“Dengar, sebelum kau salah paham. Aku akan menjelaskannya padamu. Aku memang sudah bertemu dengannya dan aku memang mengantarnya hingga ia pulang. Tapi aku melakukan itu karena aku merasa kasihan jika dia pulang seorang diri. Dia menangis…” Donghae menjelaskan sambil mengulurkan tangannya dan menggenggam salah satu tangan Yoona.

“Tapi, bukankah kau bukan tipe orang yang kasihan dengan air mata seorang yeoja? Saat Jessica eonnie menangis karenamu, kau tetap tidak perduli”

“Itu berbeda Yoona”seru Donghae menghela napas. “Dia menangis di depan banyak orang”

“Jessica eonnie juga”balas Yoona cepat.

“Hentikan!”lerai Siwon akhirnya buka suara. “Jika kau hanya cemburu karena Donghae bertemu dengan tunangannya tadi pagi, sebaiknya kau tidak melakukannya. Donghae hanya mengantarnya pulang sebagai seorang laki-laki yang kasihan dengannya bukan sebagai tunangannya”

“Benar. Aku bahkan sudah mengatakannya jika aku tidak tertarik dengan pertunangan itu”tambah Donghae mencoba meyakinkan Yoona

Mata Siwon seketika membulat lebar, “kau mengatakannya?!”serunya tertahan. “Kau bahkan baru pertama kali bertemu dengannya dan kau sudah menyakitinya!”

“Hey! Kenapa kau berteriak di depan wajahku?!”balas Donghae langsung mendorong tubuh Siwon

“Karena kau sudah menyakiti seorang wanita!”

“Aku sudah bilang padamu, aku tidak menyukainya! Jadi aku mengatakan apa yang aku rasakan! Aku bukan menyakitinya!”

“Kau kabur dari pertunangan bahkan sebelum melihat wajahnya, kau membuatnya mencarimu, kau membuatnya menangis dan sekarang kau menolaknya!”

“Ada apa ini?!” tiba-tiba suara Eunhyuk terdengar. Melihat adanya dua orang namja yang sedang bersitegang, ia langsung menerobos masuk dan menarik lengan Yoona untuk berdiri dibelakangnya. “Kenapa kalian bertengkar di rumahku?! Kalian membuat adikku takut!”

“Dia yang memulainya!”seru Siwon menunjuk Donghae. Donghae langsung menepis tangannya kasar.

“Jangan mencari masalah denganku, Choi Siwon!”

“Ya! Stop! Jika kalian ingin bertengkar, keluar dari rumahku sekarang!”

Donghae langsung menoleh kearah Eunhyuk dengan mata melebar, “kau mengusirku?!”

“Lee Donghae, dengar! Kau adalah pacar adikku, harusnya kau melindunginya dan tidak membuatnya takut!” Kemudian ia berpaling menatap Siwon. “Dan kau! Sejak kehadiranmu, banyak masalah yang terjadi antara adikku dan Donghae. Jika kau membuat adikku menangis, kau pasti mati!”

“Hey, aku tidak berniat merusak hubungannya dan Donghae! Aku justru ingin membantu mereka”

“Oppa, Siwon oppa benar. Dia bilang dia menyukai tunangan Donghae oppa”seru Yoona menghusap-husap lengan Eunhyuk. “Mereka bertengkar karena aku sudah salah paham”

“T-tunggu, menyukai?” Eunhyuk tergagap. Ia menatap Siwon dengan mata membulat lebar, “kau menyukai wanita itu?”

“Yeah, sejak pertama bertemu”

“Oke, sekarang masalahnya sudah selesai bukan? Bisakah kalian pergi? Aku ingin melanjutkan masakanku bersama Yoona”cibir Donghae masih kesal

“Ya! Ini rumahku!”

Tersadar. Donghae menepuk keningnya, “aku lupa…” kemudian meringis lebar pada Eunhyuk yang sedang mendelik padanya.

“Siwon oppa, bergabunglah dengan kami. Kita bisa makan bersama”

***___***

Pintu kamar mandi itu terbuka perlahan dan memperlihatkan seorang wanita keluar dari sana. Menyadari kehadirannya, kepala Taemin perlahan mendongak. Hanya dibutuhkan waktu selama satu detik sebelum akhirnya ia tertawa keras. Ia bahkan membungkuk dan memegangi perutnya karena geli.

Didepannya, Naeun seketika cemberut. “Seohyun eonnie memaksaku untuk memakai bajumu! Jangan mentertawakanku!”

“Tapi…pwahahahaa….”

“Diamlah! Aku akan mengembalikannya segera mungkin!” Dengan gusar, Naeun menyambar tasnya yang tergeletak disamping Taemin. Kemudian keluar dari kamar teman sebangkunya itu dengan membanting pintunya keras.

“Dia pikir siapa dia? Berani sekali mentertawakanku. Jika bajuku tidak basah, aku tidak akan mau memakai kemeja kebesaran ini”rutuk Naeun

“Oe? Naeunie? Kau sudah….pwahahaha…kau lucu sekali. Baju itu milik Taemin?”tanya Seohyun seketika ikut tertawa setelah melihat tubuh mungil Naeun tenggelam dalam kemeja putih Taemin.

Naeun menggembungkan pipinya, “eonnie, jangan mentertawakanku”

“Aniyo. Gwenchana. Yang penting kau tidak memakai baju basah lagi”

“Mana Taemin? Bukankah seharunya dia mengantarmu pulang?”sahut Yuri dari belakang tubuh Seohyun

“P-pulang?” Naeun mengerjap. Buru-buru ia mengibaskan kedua tangannya untuk menolak, “Tidak usah. Tidak perlu. Aku bisa pulang seorang diri. Aku akan menyetop taksi”

“Hey, hey, kami menahanmu disini agar Taemin bisa mengantarmu pulang. Daerah disekitar sini benar-benar berbahaya bagi seorang wanita” Jaejoong ikut bergabung dan meninggalkan minuman-minuman racikannya. Kemudian mengambil alih sebuah kursi disamping Seohyun.

Untuk sesaat, Naeun sempat terpesona dengan ketampanan wajah Jaejoong yang semakin terlihat jelas saat ia mendekat. Ia memiliki garis wajah yang tajam dengan sorot mata dingin. Namun, saat ia tersenyum, ia memiliki senyum yang baik. Tidak jauh berbeda dengan Taemin.

“Taemin-ah, antar dia pulang”suruh Jaejoong menggerakkan dagunya saat Taemin akhirnya kembali dari kamarnya.

“Kenapa aku harus mengantarnya?”balasnya acuh, kemudian mengambil sebuah nampan dan bergegas untuk melayani pengunjung.

“Sudah pukul 11 malam” Minho menahan lengan Taemin sembari berbisik memperingatkan.

Taemin menoleh kekanan, “kenapa kalian selalu melibatkan aku?”desahnya kesal

Menyadari jika situasinya sedang memburuk, Naeun buru-buru mengambil alih. Dia harus mencairkan suasana, juga… kebencian Taemin.

“Aku benar-benar bisa pulang sendiri. Tidak perlu mengantarku. Sungguh” Ia mengangguk meyakinkan

“Hey,”seru Yuri lembut, ia merebut nampan yang dipegang oleh Taemin pelan dan memberikannya pada Minho. Mencoba meredam kekesalan adik kecilnya agar ia tidak berpendapat jika semua orang sedang mengintimidasinya.

Yuri mengulurkan tangan, mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Taemin sambil tersenyum.

“Seorang laki-laki seharusnya melindungi perempuan, kan?”ujarnya. “Sekarang, kau sudah beranjak dewasa”

Taemin menghela napas panjang, “noona….”

“Ayolaaah. Aku akan membuatkan bekal makan siang untukmu besok” Yuri tidak menghentikan usahanya. Justru menambahkan kedipan genit agar Taemin luluh.

“Jangan coba menggodanya…” Minho menutup mata Yuri dengan telapak tangannya disertai dengan tarikan agar ia mundur.

“Ya, wae? Aku hanya—“

“Sudahlah”potong Taemin pada akhirnya menyerah. Ia berbalik ke belakang, menatap Naeun. “Aku akan mengantarmu pulang” membuat semua orang tersenyum.

Saat Taemin berbalik, Naeun benar-benar merasakan dunianya seperti berhenti berputar. Napasnya tertahan menatap seorang pria yang sedang berjalan kearahnya. Entah, tapi ia merasakan jantungnya tidak bekerja dengan baik.

Ia seperti kembali ke saat-saat dimana ia dan Taemin bertemu untuk pertama kalinya di jembatan Banpo. Ekspresinya benar-benar sama persis dengan ekspresi yang ditangkapnya saat tubuhnya berbalik. Wajah dingin namun sorot matanya terlihat sendu. Seperti ingin memperlihatkan jika dia sedang kesal, tapi matanya tidak bisa berbohong jika dia adalah seseorang yang penyayang.

Dan anehnya… jantung Naeun semakin tidak bisa berdegup tenang saat sebuah tangan meraih lengannya. Tangannya dingin, namun justru dapat membuatnya merasa nyaman.

***___***

Yoona membuka pintu kamarnya dan menuruni anak-anak tangga saat hari masih gelap. Matahari belum terbit, namun ia harus segera membersihkan diri untuk pergi ke sekolah.

Melewati ruang keluarga, ia baru teringat jika namjachingunya memutuskan untuk menginap semalam. Menghabiskan semalaman untuk bertanding playstation dengan kakak kandungnya. Kini, keduanya tengah tergeletak di atas ambal tebal dengan televise dan playstation yang masih menyala.

Menghentikan niat awalnya yang sebenarnya ingin pergi ke kamar mandi, Yoona berjalan menghampiri Donghae dan duduk didepannya. Menatap dalam-dalam kearah wajah seseorang yang sudah hampir setengah tahun menghabiskan waktu bersamanya.

Ada senyum kecil di wajah Yoona karena tiba-tiba ia mengingat kejadian-kejadian lucu yang pernah terjadi diantara mereka. Hidup bersamanya untuk waktu yang cukup lama membuatnya menyadari jika Donghae bukanlah namja menyeramkan yang harus ditakuti. Jabatannya sebagai pemimpin sekolah, sangat berbanding terbalik ketika ia merengek jika menginginkan sesuatu.

Sebenarnya, Donghae adalah anak yang manis. Yang masih bersikap seperti anak kecil. Ia juga polos dan selalu mengatakan semua yang ia rasakan.

“Aku mencintaimu…”bisik Yoona menatap mata terpejam Donghae. “Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku”

***___***

Sepertinya efek semalam masih belum selesai. Pergi ke sekolah, jantung Naeun masih berdebar-debar tak karuan. Kejadian semalam membuatnya seperti hampir gila.

“Itu bukan mimpi… itu kenyataan… bahkan kemejanya masih ada di kamarku…” gumam Naeun pada dirinya sendiri. “Aiiishh… apa yang terjadi denganku?! Tidak mungkin…tidak mungkin!” Buru-buru ia menolak sesuatu yang tercetus dengan sendirinya dari otaknya.

Pada awalnya, dia tidak memungkiri jika dia memang menyukai Taemin. Dia tampan dan mempunyai senyuman yang indah. Tapi, siapa sangka ternyata sikapnya tidak sebagus itu? Saat ia bicara, dia tidak pernah memikirkan perasaan lawan bicaranya. Tidak memperdulikan jika ucapannya akan terdengar menyakitkan atau tidak.

Nyatanya, sejak awal pertemuannya dengan namja itu. Semua ucapannya selalu terdengar menyakitkan. Dan sialnya… dia telah merebut ciuman pertamanya!

Bukankah seharusnya dia meminta maaf atas kejadian itu? Bagaimanapun, dia adalah seorang wanita.

“Naeun-ah, lupakan dia! Oke?” Naeun menyemangati dirinya sendiri saat ia sudah berdiri didepan pintu kelas. Setelah merasa yakin, ia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan kemudian berjalan masuk.

Taemin sudah terlihat dibangkunya. Seperti biasa bersikap acuh dengan kedua kaki yang ia angkat keatas meja sambil membaca komik.

Gagal, Naeun merasakan jantungnya berdegup kencang lagi. Kejadian semalam masih mengikuti dirinya.

“Kemejamu…” Naeun berseru pelan sambil menjatuhkan diri disamping Taemin. “Aku akan mengembalikannya setelah mencucinya”

“Tidak perlu”jawab Taemin tanpa menoleh dari komiknya. “Untukmu saja…”

Naeun menelan ludah pahit. Untuk sesaat memandangi sisi wajah Taemin.

‘Tuhan… jangan membuatku menyukai namja ini…’

***___***

Begitu sampai di universitas, Donghae tau hidupnya tidak akan tenang setelah itu. Yeoja yang mengaku sebagai tunangannya itu tidak terlihat seperti wanita yang pantang menyerah. Dugaannya benar, ia melihat Tiffany tengah berdiri sambil bersandar pada pilar di koridor utama.

Ia dan Eunhyuk kemudian saling pandang bingung, berhenti sejenak lalu melanjutkan langkah mereka kembali menuju kelas mereka. Jalan satu-satunya adalah berpura-pura tidak melihat yeoja itu.

“Donghae!”

Sial, dia melihatku.

Donghae dan Eunhyuk sama-sama berhenti lalu berbalik kebelakang. Tiffany berjalan kearah mereka berdua dengan senyum yang mengembang.

“Hai, selamat pagi!”sapanya terlihat begitu ceria. Eyesmile-nya benar-benar terlihat indah.

“Hai”balas Donghae kikuk

“Aku menunggumu sejak tadi. Semalam aku sengaja begadang untuk mencari resep masakan Korea dan tadi pagi, aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkannya untukmu” Yeoja itu merogoh sebuah kotak bekal dari dalam tas plastiknya lalu menyodorkan pada Donghae. “Kalau tidak salah namanya adalah bulgogi. Aku harap kau menyukainya”

Donghae terdiam. Tangannya tidak bergerak untuk mengambil kotak bekal makanan yang dipegang oleh Tiffany. Ia hanya menatapnya untuk beberapa saat. Sambil berpikir cara untuk menolaknya.

“Maaf, tapi pacarku sudah menyiapkan bekal untukku. Terima kasih”seru Donghae akhirnya lalu berbalik. Membuat senyuman mengembang Tiffany tiba-tiba berubah menjadi keruh.

Namun detik berikutnya, ia mengejar langkah Donghae dan Eunhyuk. Ia kembali tersenyum lebar.

“Kau akan ke kelas, kan? Ayo kita bersama. Aku masuk ke dalam fakultas yang sama denganmu”

Donghae menghela napas panjang menatap Tiffany yang perlahan menjadi menyebalkan. “Aku sedang berjalan dengan temanku. Kau tidak lihat?”ujarnya berusaha tetap dengan nada yang lembut

“Aku tau. Tapi aku ingin pergi ke kelas bersamamu’

Kesabaran Donghae tidak bisa ditahan lagi saat Tiffany mengulurkan kedua tangannya dan mengguncang-guncang lengan Donghae. Ia melompat-lompat seperti anak kecil yang begitu bersemangat. Jika saja Donghae adalah Minho, mungkin dia akan memberikan semua yang dia punya untuk yeoja imut dan cantik seperti Tiffany.

Donghae langsung melepaskan kedua tangan Tiffany dan menatapnya tajam, membuat Tiffany terkejut dan langsung mundur satu langkah ke belakang.

“Dengar Tiffany-ssi, aku bukan tipe namja yang akan kasihan dengan seorang wanita. Jika aku membencinya, aku akan menjajarkannya seperti laki-laki. Jadi, sebelum aku membencimu, sebaiknya kau jauhi aku”

Ia menyelesaikannya dengan kalimat panjang yang terdengar sangat tegas dan tidak bisa dibantah. Bahkan seseorang seperti Eunhyuk merasa jika Donghae sudah keterlaluan. Namun, posisinya sulit. Donghae adalah sahabatnya dan Yoona adalah adiknya. Sedangkan Tiffany, ia adalah orang yang akan menghancurkan hubungan keduanya.

“Ayo ke kelas”

Hingga akhirnya, Eunhyuk menarik lengan Donghae dan menyeretnya pergi. Satu-satunya cara agar ia tidak melihat ada tangisan perempuan.

***___***

“Aku harus ke kelasku. Kita bertemu lagi nanti. Oke?”seru Donghae melambaikan tangannya pada Eunhyuk lalu berjalan menuju kelasnya.

Eunhyuk mengangguk, awalnya berpura-pura akan berjalan ke kelasnya juga. Tapi saat ia lihat Donghae sudah cukup jauh, ia kembali berdiri ditempat semula. Ia sedang menunggu seseorang.

“Selamat pagi…”

Akhirnya, dia datang.

Eunhyuk menoleh sambil tersenyum lebar.

“Maaf, aku tidak bisa menjemputmu. Aku pergi bersama Dongahe tadi pagi”

“Aniyo. Gwenchana. Lagipula aku singgah ke rumah Yuri dulu”

Kening Eunhyuk berkerut, “untuk apa?”

“Ta-da~!” Jessica mengangkat bungkusan plastik yang dibawanya tinggi-tinggi. “Aku menyiapkan bekal untukmu. Kau harus menghabiskannya, aracchi?”

“Kau menyiapkannya untukku?”

“Emp. Kau harus menjaga pola makanmu dengan baik. Jangan memakan makanan yang tidak sehat lagi”

Eunhyuk tersenyum haru menatap Jessica. Sangat bahagia mendapat perhatian seperti itu.

Ia mengulurkan tangannya, mencapai belakang kepala Jessica dan mendorongnya kearahnya. Sebuah kecupan manis mendarat di kening yeoja cantik itu.

“Gomawo”

Jessica terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Mereka sedang berada di koridor dan sekarang semua perhatian sedang tertuju kearah mereka. Dia merasa malu.

“Whoa! Jadi kalian sudah berpacaran? Pwahahahaaa!” Tiba-tiba suara heboh Minho mengacaukan suasana. Eunhyuk dan Jessica seketika memucat, seperti maling yang sudah tertangkap basah oleh polisi.

“Bahkan kalian sudah berani berciuman didepan umum”ejek Yoochun

“Mwo?! Berciuman?! Kami tidak melakukannya!”elak Eunhyuk

“Pwahahahaa! Akhirnya! Pwahahahaa!”

“Diam! Kalian berisik sekali!”

***___***

 

“Eonnie, sudahlah. Donghae oppa akan baik-baik saja. Dia sangat berbeda dengan Minho oppa”

“Tapi tetap saja aku khawatir. Bagaimana jika tunangannya itu lebih cantik dan menarik? Donghae oppa bisa saja berpaling”

Seohyun menggeleng sekali lagi, “tidak mungkin! Aku yakin itu”

Sudah sejak satu jam yang lalu Seohyun terus berusaha untuk meyakinkan Yoona jika Donghae akan baik-baik saja dan tidak berpaling. Tapi, sejak tadi juga usahanya terus gagal. Yoona tetap gelisah karena kini pacarnya sedang berads di universitas yang sama dengan calon tunangannya.

Walaupun Donghae bukan tipe namja playboy seperti Minho yang akan mudah tergoda oleh yeoja lain, tapi dia juga bukan Yoochun yang mampu setia hanya pada satu perempuan. Nyatanya, Donghae pernah meninggalkannya satu kali.

Yoona menggembungkan pipinya lalu menghembuskan napas panjang, tangannya ia panjangkan hingga menggapai ujung meja sambil meletakkan kepalanya diatas meja.

“Aku hanya tidak mau dia meninggalkanku lagi. Selama ini, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan kedua orang tuanya”

“Yang terpenting adalah pilihan Donghae oppa dan Donghae oppa memilih eonnie”

“Aku tau. Hanya saja—“

“Eonnie” potong Seohyun mulai kesal. “Berhenti mengeluh dan berpikir yang tidak-tidak”

Yoona menoleh dan menatap Seohyun masih dengan wajah memelas. Detik berikutnya, matanya melebar menatap Seohyun membuatnya langsung tersentak.

“Aku harus kesana!”

“Eonnie wae? Kau mengagetkanku” Seohyun menghusap-husap dadanya yang berdebar-debar.

“Seohyun-ah, aku harus kesana sepulang sekolah nanti”

“Eodi?”

“Tentu saja universitas Donghae oppa”

Berganti, kini mata Seohyun yang melebar, “Mwo?!”

“Aku harus memastikan namjachingu-ku tidak direbut oleh yeoja lain. Aku tidak perduli!”

***___***

“Jadi, kapan kalian meresmikan hubungan kalian? Kenapa tidak memberitahu kami, huh?”cibir Donghae

Eunhyuk dan Jessica saling pandang lalu terkekeh geli, “apa kami harus memberitahukannya padamu?”balas Eunhyuk enteng

“Tentu saja. Beritahu aku! Aku juga akan bahagia mendengar kabar itu!”

“Sudah ku bilang, mereka akan bersama-sama”sahut Minho yang sama sekali tidak terkejut dengan berita itu.

“Yaaah, akhirnya mereka mengakhiri perasaan malu-malu itu”tambah Yoochun

“Apa maksud kalian dengan ‘perasaan malu-malu’?”dengus Eunhyuk tidak terima

“Dan akhirnya, hanya aku yang tidak punya pasangan” Junsu menghela napas panjang. Bersikap seolah dia adalah orang yang sedang terpojok diantara teman-temannya. Walaupun ia bahagia karena akhirnya Eunhyuk dan Jessica sudah resmi berpacaran, tapi dia juga sedikit kesal karena dia belum mempunyai pasangan. Bahkan belum menemukan orang yang tepat untuk dicintai. Sial.

Minho terkekeh, lalu merangkul pundak Junsu. “Kau mau aku bantu mencarikan yeoja untukmu? Caranya mudah”

“Cih, tidak perlu” Junsu menepis tangan Minho dan mendorong tubuhnya pelan. “Aku bisa mencarinya sendiri”

“Oe? Bukankah itu Seohyun dan Yoona?” Tiba-tiba Jessica berseru saat melihat dua yeoja yang masih memakai pakaian seragam berdiri di pintu gerbang.

“Benar. Mau apa mereka kemari?”balas Eunhyuk mengerutkan keningnya bingung.

“Yoona-yaa! Seohyunnie!” panggil Jessica mempercepat langkahnya dan menghampiri keduanya.

“Oe? Eonnie?”

“Kalian sedang apa?”

“Aku mengantar Yoona eonnie. Dia bersikeras untuk datang kesini”

“Chagiya, wae geurrae?”tanya Donghae bingung

Yoona tergagap. Sedikit malu jika dia mengatakan dia datang kemari untuk memastikan apakah Donghae berselingkuh atau tidak. Biar bagaimanapun, wanita harus mempunyai harga diri.

“A-aniyo. Aku…”

“Wae? Ada sesuatu yang terjadi?”

“Bukankah kau adalah Yoona?” Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang membuat semuanya menoleh.

Mata Yoona melebar, “Tiffany eonnie?!”

“Kau benar Yoona? Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?”

Yoona mengangguk lalu tersenyum lebar, “terima kasih karena kau sudah menolongku waktu itu”

“Kalian saling kenal?” Donghae benar-benar tidak mengerti

“Dia menolongku saat aku pingsan waktu itu”jawab Yoona. Kemudian ia berpaling pada Tiffany. “Lalu bagaimana dengan eonnie? Sudah menemukannya?”

“Maksudmu tunanganku?”

“Tentu saja. Bukankah eonnie masuk ke universitas ini untuk mencarinya?”

“Aku sudah menemukannya” Tiffany mengangguk pelan. Ia menoleh kearah Donghae dan menatapnya dengan tatapan lirih. “Sekarang, dia sedang berada didepanmu”

“M-mwo?

TBC

27 thoughts on “FF : Story (Chap 7)

  1. Grill5taco berkata:

    duh! Ini makin tegang, makin banyak konflik lagi. Itu yoona udah tau?? AAA!!!
    Nggak sabar liat kelanjutannya><
    next thor^^ fighting!

  2. vhiibby berkata:

    Please jgan buat yoonhae pisah lgi.. Tpi skali” gnti buat donghae cmburu ma yoona dong.. Hadirin cast cwok lgi yg suka ma yoona n ngejar” yoona. Psti seru..

  3. cicil berkata:

    Ya ampun -_- yoona sama tiffany polos gatau banget -_- cowo dan tunangan merekaa itu samaa (aaahhh gregetan ‘-‘) taemin sama naeun yaa pasti bisa move on (pede amat yak) sippp keep writing ‘-‘)9

  4. LoveLy_pyRos berkata:

    akhr’y d post jg..!? skrng yoona tau bhwa donghae Lah tunngan’y tiffany…!? Lalu bgaimna reaksi yoona apa dia akn mLpazkan donghae…!? dtnggu part sLnjut’y

  5. Risky Trizuliarti berkata:

    wah” yoona udh tau nih,,
    makin tegang aja, gimana ya reaksinya???
    jgn sampai yoona berubah pikiran😦
    ciee…ciee si eunhyuk lgsg nyosor aja hahaha alhasil diketawain deh sama temen”nya wkakaka
    udaahh tu si taemin sama naeun aja hahaha
    mkin pnasaran nih,,
    ditunggu next partnya
    jgn lama” ya😀

  6. rani berkata:

    yang lama dinanti2!!

    wahhh yona akhirnya tau juga klo yg dicari tiffany itu yaw cownya sendiri
    hemzzt ini juga dilema besar untuk yona
    hemzz klo minho ma yuri
    yoochun ma seohyun
    jessica ma eunhyuk
    donghae ma yona
    junsu dan jaejoong sama saya saja hehehe
    asek asek joss
    makin penasaran
    lanjutkan thor aku menunggumu

  7. ziieziie berkata:

    Aaaakkk, itu TBC-nya ganggu bgt! bs ga dbuang aja tulisan itu? zzz >..< , nah loh yoona udh ktmu fany, gmna sm jnji yoona buat bntuin fany? smga yoona brjuang mmprthnkn donghae kyk ucpnnya sndri "aku tdk akan mmbiarkan sppn merebutmu dr ku" , hhe psngn jesshyuk lucu binggits .. apdetnya jgn lama" ya *kedipkedip

  8. jamonghyun berkata:

    LOOOLS . OKE .. INI . SERU . SERIUS . haha .. suka konflik taeun .. duhh taeun.. kangen sm taeun >< !!! Dan ini crta fanny sm smuanya bt seru .. mau lagiiiiiii !!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s