The First Snow in Winter (3 of 3 )

 

seora-req-by-bapkyr

Author   :  Kim Seo Ra

Title  :  The First Snow in Winter

Main Cast  :  Kim Jong in EXO,  Kwon Yuri SNSD

Other Cast  :  Lee Taemin SHINee,  Oh Sehun EXO, Tiffany SNSD and other

Genre  : Sad, Romance, Friendship, School life

 

 

“Yuri-ah…..”

“ne?”

“saranghae….”          

 

o0o

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Kai. Ucapan Kai barusan sukses membuat Yuri berhenti tertawa. Yuri terdiam, masih mencerna apa yang Kai ucapkan, takut kalau ia salah mendengar.

“Yuri, aku mencintaimu”

Tidak, kali ini Yuri tidak salah dengar. Kai memang mengucapkannya, Kai bilang bahwa ia mencintai Yuri. Yuri sangat senang mendengarnya. Tapi ia masih dilanda kebingungan, apa yang harus ia lakukan. Sementara Kai, ini adalah hal paling menegangkan dalam hidupnya, walaupun ia dipuja oleh banyak wanita, tetap saja ia tegang.

“maukah kau menjadi yeojachinguku Yuri-ah” Tanya Kai dengan  jantung yang berdebar-debar, tapi ia berusaha untuk tetap tenang.

Pikirannya tetap tidak tenang, ia masih menunggu jawaban dari Yuri yang masih belum mengucapkan sepatah kata pun. Yuri juga sama, ia bingung harus menjawab apa pada Kai, Yuri tersenyum, Kai masih deg-degan.

“kenapa kau mencintaiku Kai-ah?” akhirnya kalimat itu yang keluar dari mulut Yuri

“aku tidak tau kenapa aku mencintaimu Yuri-ah. Perasaan itu datang tiba-tiba tanpa peringatan dan tanpa aku ketahui alasannya. Tapi satu yang aku tau, aku… mencintaimu” ujar Kai penuh keyakinan

Sungguh, itu kata-kata terindah yang pernah ia dengar di dunia ini.

“baiklah, akan aku ubah pertanyaannya. Sampai kapan kau mencintaiku? Kapan kau akan berhenti mencintaiku?” Tanya Yuri serius

Kai berfikir sejenak. Lalu ia menjawab pertanyaan Yuri

“saat aku berhenti mencintaimu, saat itulah aku berhenti bernafas”

Dan jawaban itu membuat Yuri tercengang, ia tidak menyangka Kai mempunyai jawabn seperti itu. Ini di luar dugaan Yuri, kata-kata itu membuat hati Yuri sangat tersentuh. Sampai saat ini Yuri belum juga memberikan jawaban pada Kai, bahkan Kai belum mengetahui perasaan Yuri padanya.

“Yuri-ah, bagaimana? Aku membutuhkan jawabanmu” Tanya Kai cemas

“aku akan menjawabnya besok. Disini, di tempat yang sama, di jam yang sama. Kau tidak usah menjemputku besok ke kelas, aku akan minta di antarkan oleh Tiffany saja”

“baiklah kalau itu maumu. Aku akan menunggunya besok. “ ujar Kai

o0o

                Kata-kata yang diberikan Yuri membuat Kai tidak bisa tidur semalaman, dia terus saja khawatir jawaban apa yang akan Yuri berikan padanya. Dan Taemin terus saja memarahi Kai karna sangat berisik mengoceh sendiri karna kekhawatirannya itu. Taemin sudah berkali-kali menyuruh Kai tidur tetap saja Kai tidak bisa tidur. Akhirnya Kai pasrah dan menuruti Taemin untuk tidur, dia tak sabar untuk besok

-bel istirahat-

Saat bel istirahat berbunyi Kai langsung keluar kelas dan berlari menuju taman belakang sekolah, padahal gurunya belum keluar dari kelasnya. Ia juga tak menghiraukan panggilan Taemin dan Sehun yang terus meneriaki namanya. Hanya Yuri yang ada di pikirannya saat ini.

Saat sampai di taman belakang, ternyata Yuri belum datang. Ia menunggu sebentar, lalu datanglah Yuri yang di gandeng Tiffany di sampingnya. Sampai di depan Kai Tiffany langsung meninggalkan mereka berdua, dan tanpa diketahui Kai..Sehun, Taemin, dan Tiffany mengumpat di belakang semak untuk menguping pembicaraan mereka. Dan kini Kai dan Yuri berdiri berhadapan.

“Yuri-ah, bagaimana? Apa jawabanmu?” Tanya Kai antusias

“kenapa kau tidak sabar sekali Kai-ah? Aku pasti akan menjawabnya”

“aku ingin tau bagaimana perasaanmu padaku, dan juga jawabannya” Kai mengerucutkan bibirnya

“sebelumnya aku sangat berterima kasih padamu Kai-ah. Kau memberikan semua yang tidak pernah aku dapatkan semenjak aku kehilangan orang tuaku. Kau memberikan aku kebahagiaan yang sangat besar padaku. Aku juga sangat berterima kasih karna kau telah mencintaiku Kai-ah” ucap Yuri tak lupa dengan senyuman manisnya

“aku juga sangat berterima kasih Yuri-ah kau telah datang ke dalam hidupku dan mengubahku menjadi namja yang lebih baik. Kau membuatku merasakan yang namanya cinta. Gomawo Yuri-ah, gomawo” ujar Kai juga dengan senyumnya.

“Kim Jong In….”

Panggil Yuri, tangan kanannya bergerak berniat menyentuh wajah Kai, tangannya menyentuh pipi Kai dan diam sejenak sebelum ia melanjutkan perkataannya.

 

Kai menunggu apa yang akan dikatakan Yuri

 

Kai menunggu,

 

hingga akhirnya….

 

 

 

“saranghae…”

Tepat setelah Yuri mengucapkan kata itu ia langsung pingsan dan ambruk ke tubuh Kai. Spontan Kai menangkapnya dan memeluk tubuh Yuri yang tak sadarkan diri itu.

“Yuri-ah, kau kenapa? Yuri-ah!”  Kai bingung kenapa Yuri tiba-tiba pingsan

Ketiga temannya yang tadi mengintip melihat kejadian itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya.

“Kai-ah, Yuri kenapa?” Tanya Tiffany

“aku juga tidak tau, dia tiba-tiba pingsan” jawab Kai panic

“sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit” kata Sehun

“aku akan menelpon paman Jung untuk memberitahukan keadaan Yuri” kata Taemin tak kalah paniknya

Kai langsung menggendong tubuh Yuri ala bridal style dan langsung membawanya kerumah sakit menggunakan taksi. Semua murid yang melihat Kai menggendong Yuri langsung heboh sendiri, tak terkecuali Krystal beserta dayang-dayangnya. Tapi Kai tak memperdulikan hal itu. Ia hanya peduli pada Yuri.

Sesampainya di rumah sakit, Yuri langsung diperiksa oleh dokter, disana juga sudah ada paman Jung. Kai dan yang lainnya terlihat sangat khawatir menunggu keadaan Yuri. Paman Jung sudah menyuruh Kai dan temannya kembali ke sekolah, tapi Kai tetap bersikeras tidak mau meninggalkan Yuri. Sampai akhirnya ketiga sahabatnya berhasil membujuk Kai agar mau kembali ke sekolah untuk mengikuti pelajaran, setelah itu Kai baru akan menjenguk Yuri setelah pulang sekolah.

Selama mengikuti pelajaran di sekolah Kai tidak memperhatikan sama sekali dengan apa yang diterangkan oleh guru. Dipikirannya hanya ada Yuri dan Yuri.

“Kai-ah, tenanglah. Setelah pulang sekolah kita akan segera menjemput Yuri ne?” ucap Sehun menenangkan Kai.

“tenanglah Kai. Paman Jung akan segera menelponmu setelah ia mengetahui keadaan Yuri, bukan hanya kau yang khawatir, kami juga. Yuri juga sahabat kami” ucap Taemin

Mereka benar-benar sahabat yang sangat baik. Bersyukurlah Kai mempunyai sahabat seperti mereka.

o0o

                Seperti yang di ucapkannya tadi, setelah pulang sekolah kai dan sahabatnya akan datang menjenguk Yuri dirumah sakit. Baru beberapa langkah mereka keluar dari kelas, hp Kai bergetar, ternyata paman Jung yang menelpon.

“yoboseyo”

“…………”

“mwo?!”

Belum sempat Kai mematikan telponnya ia langsung berlari keluar sekolah tanpa memerdulikan sahabatnya itu. Ketiga sahabatnya yang melihat wajah panic Kai pun ikut mengikuti Kai berlari. Di depan sekolah Kai mencari bus atau kendaraan apapun yang bisa membawanya kerumah sakit. Tidak ada satupun angkutan yang lewat.

Tanpa pikir panjang Kai langsung berlari kerumah sakit, pertanyaan ketiga sahabatnya yang mengikutinya pun tidak dijawab oleh Kai. Kai hanya berlari dan terus berlari menuju rumah sakit. Kai berlari seperti orang kesetanan, ia tidak memperdulikan apapun yang ada disekitarnya, bahkan saat menyebrang jalan pun ada truk yang lewat.. Kai tetap menerobos jalan hingga ia hampir tertabrak. Ia tetap tidak peduli, ia terus berlari kerumah sakit.

Saat sampai dirumah sakit Kai langsung menuju kamar Yuri, ia tidak memberikan jeda waktu sedikitpun dirinya untuk beristirahat sementara ketiga sahabatnya itu sudah tersengal-sengal karna lelah berlari. Mereka mengikuti Kai ke kamar Yuri dirawat. Dirumah sakit Kai terus berlari, orang-orang memandangnya heran, tidak sedikit orang yang ditabrak Kai dan ketiga sahabatnya meminta maaf pada orang yang ditabrak Kai.

Saat sampai di depan kamar Yuri, Kai langsung membuka pintu yang hampir terlihat seperti mendobrak. Di kamar Yuri ada paman Jung dan juga beberapa pembantu Yuri yang tek henti-hentinya mengeluarkan air mata. Kai sudah tau apa yang terjadi, tapi ia mencoba untuk menyangkal semua itu.

“nona Yuri………….”

 

Tidak.

 

Tolong jangan katakan itu paman

 

“…meninggal”

 

Serasa seperti dihujani ribuan pedang, hati Kai terasa sangat sakit mendengar hal itu, begitu juga ketiga sahabatnya yang terperangah tidak percaya. Tubuhnya lemas, Kai sudah tidak sanggup lagi menopang tubuhnya, ia terjatuh dan terduduk dengan kedua lututnya. Ia tak sanggup lagi berdiri.

Ia tetap mencoba berdiri, menghampiri Yuri, mencoba menahan air mata yang sudah siap turun dari matanya itu. Ia menatap wajah Yuri yang pucat tidak seperti biasanya yang ceria. Di hadapannya .. wanita yang sangat ia cintai kini terbujur kaku tak bergerak sedikitpun. Tidak ada lagi senyuman indah di wajahnya seperti biasa. Kini mata itu tertutup, bibir mungil terkatup rapat. Dan ..

Tes,

Air mata Kai menetes dengan bebas di pipinya, air mata itu jatuh dengan sendirinya. Mulut kai terbuka berusaha mengucapkan sesuatu tetapi ia tak sanggup berbicara sepatah katapun, ia hanya memandangi wajah Yuri. Ia mengelus pipi Yuri dengan lembut dengan tatapan yang sangat pedih.

“Yuri dengarkan aku. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Bangunlah dan tersenyumlah seperti biasa. Katakan kalau semua ini hanya lelucon yang kau buat. Aku mencintaimu, dan aku membutuhkanmu. Jangan tinggalkan aku Yuri-a. bangunlah”

Kai berbicara dengan sangat tulus di depan wajah Yuri. Ia terdengar sangat frustasi, orang-orang di ruangan itu hanya menatapnya dengan tatapan sedih. Kai terus berbicara berharap Yuri akan terbangun dari tidurnya.

“apa kau lupa semua kenangan kita? Aku sudah mencoba membangun semuanya bersamamu. Kau yang membuatku berubah menjadi lelaki yang mengerti artinya cinta. Kau yang membuatku berubah menjadi seorang Kim Jong In yang hangat. Kau yang mengenalkanku pada sesuatu yang bernama cinta. Bangunlah dan katakan padaku kalau kau juga mencintaiku. aku ingin mendengar kata itu keluar dari mulutmu. Aku ingin mendengarnya sekali lagi. Bangunlah Yuri-ah”

Ia terus berbicara dan berteriak frustasi. Dan tentu saja Yuri tidak memberikan respon sama sekali tidak seperti yang Kai harapkan. Kai menangis memeluk Yuri. Tangisan itu terdengar sangat memilukan bagi siapapun yang mendengarnya.  Taemin, Sehun dan Tiffany juga menangis melihat semua itu. Mereka tau kai sangat tulus sangat mengucapkan semua itu, tapi apa daya.. takdir berkata lain.

Paman Jung membawa Kai keluar dari kamar itu agar Kai dapat mengurangi kesedihannya sedikit walaupun itu sama sekali tidak berhasil. Paman Jung menuntun Kai duduk di bangku panjang rumah sakit yang ada di depan kamar Yuri. Diikuti ketiga sahabatnya yang duduk di hadapan mereka.

“ada satu hal yang tidak aku ceritakan padamu saat itu. Sejak kecelakaan itu, selain mengalami kebutaan nona Yuri juga mengidap penyakit kanker hati yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Ia terus berjuang bertahan hidup. Sehari sebelum mengenalmu, saat itu nona Yuri diperkirakan umurnya tak lebih dari tiga hari lagi, tetapi ia bertahan selama sebulan. Itu berkat kau. Ia berjuang keras untuk hidup lebih lama, untuk hidup bersamamu.”

Dan kata-kata yang keluar dari paman Jung tadi sukses membuat tangisan Kai makin menjadi-jadi. Air matanya mengalir deras membentuk aliran sungai yang tidak jelas lagi bagaimana bentuknya.

“kami sudah mengatur pemakamannya. Pemakamannya akan dilaksanakan besok pagi di xxxxx. Datanglah”

Paman Jung berlalu pergi, Taemin yang melihat sahabatnya dalam kondisi sangat kacau itu memutuskan untuk mengajaknya pulang dan kai hanya mengikuti sahabatnya itu. Ia sudah tak bisa berpikir jernih lagi sekarang.

 

o0o

                Pemakaman pagi itu berlangsung khidmat. Terlihat disana rekan kerja ayahnya Yuri dulu, saudara-saudaranya, teman sekolahnya, dan tak lupa ada Taemin, Sehun, Tiffany serta orang yang paling sakit merasakan semua ini… Kai. Cuaca pagi itu tidak cerah seperti biasanya. Awan mendung menyelimuti kesedihan orang-orang berpakaian serba hitam yang ada disitu.

Orang-orang yang datang mulai berkurang satu persatu karna pemakamannya sudah selesai dilaksanakan. Hanya tinggal paman Jung dan empat orang itu yang masih berada disana. Kai menatap nanar gundukan tanah yang berada di depannya, ia tetap diam seribu bahasa. Wajahnya memancarkan gurat kesedihan yang amat mendalam. Matanya sembab, siapapun tau kalau ia habis menangis. Tetapi sepertinya air matanya sudah tak ada lagi untuk di keluarkan.

Kai berjalan mendekat ke gundukan tanah itu, ia berjongkok mensejajarkannya, menaruh bunga yang sudah tak asing lagi di atas gundukan itu, bunga azalea. Ia tetap diam, matanya memandang lurus pada batu nisan di hadapannya. Sahabatnya pun tak berani bicara melihat kondisi Kai yang menyedihkan itu. Melihat itu, paman Jung pun akhirnya bicara.

“tuan Kim?”

Kai menoleh , paman Jung mengeluarkan amplop putih dari kantong jas hitamnya.

“sehari sebelum meninggal, tepat malam hari setelah kau menyatakan perasaanmu padanya hari itu, nona Yuri menulis sebuah surat untukmu. Ia tau kalau hidupnya tak akan lama lagi. Ia ingin aku memberikan surat ini padamu setelah pemakamannya”

Paman Jung menyerahkan surat itu pada Kai, awalnya Kai terlihat ragu menerima surat itu, tapi akhirnya ia mengambil surat itu dengan tangan yang bergetar.

“aku permisi”

Paman Jung pamit pergi meninggalkan mereka, sementara Kai masih setia pada posisinya tadi. Kai menengadah menatap langit. Tepat saat itu juga butiran benda kecil berwarna putih jatuh di atas wajahnya.

‘salju pertama’ gumamnya dalam hati

“Kai-ah, ayo kita pulang” ujar Taemin lembut.

Kai baranjak dari posisinya, ia menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari makam Yuri. Ketiga sahabatnya pun ikut masuk ke dalam mobil itu.

Kai mengendarai mobilnya dengan tatapan kosong dan masih diam seribu bahasa. Ia melajukan mobilnya bukan kearah rumahnya melainkan ke arah sekolah. Sahabatnya sempat bingung kenapa Kai ingin datang ke sekolah tapi mereka diam saja karna walaupun mereka bertanya pun tidak akan dijawab oleh Kai dan mereka ingin tau apa yang ingin dilakukan Kai di sekolah.

Sesampainya di sekolah Kai langsung turun dari mobilnya diikuti sahabatnya mengekor di belakangnya. Semua siswa melihat Kai dengan tatapan heran. Kenapa Kai masih memakai pakaian serba hitam .. bukankah ia dan yang lainnya sudah izin tidak masuk sekolah karna hadir di pemakamannya Yuri. Tapi Kai tetaplah Kai. Ia tidak menghiraukan semua tatapan heran yang ditujukan padanya. Ia tetap berjalan ke tujuannya semula. Taman belakang sekolah.

Kai langsung duduk dibawah pohon di tempatnya bersama Yuri dulu. Taemin menghentikan langkahnya dan juga Sehun dan Tiffany.

“waeyo Taemin-ah?” heran Tiffany

“biarkan ia menyendiri. Ia pasti sangat terpukul.”

Kedua sahabatnya pun mengerti dan hanya melihat Kai dari jarak yang tidak terlalu jauh. Kai membuka surat itu dan mulai membaca isinya. Tulisan tangan Yuri, ia sangat tau hal itu.

 

Annyeong Kai….

Mungkin ini terdengar lucu, tapi entah kenapa aku ingin menulis sebuah surat untukmu.

Kai-ah kau tau?  Saat kau bilang bahwa kau mencintaiku aku sempat terkejut, dan aku pun juga senang mendengar hal itu.

Itu adalah satu kata terindah yang pernah kudengar dalam hidupku.

Kai tersenyum tipis membaca kalimat itu

Tentang lagu yang ku ciptakan saat itu, aku memberikan lirik dan not lagu itu bersamaan dengan surat ini.

Aku ingin kau menyanyikannya dan selalu mengingatnya Kai-ah.

Kai melihat lagi isi amlop putih itu, dan benar saja ada secarik kertas putih lagi di dalamnya. Lalu ia meneruskan membaca surat itu.

Mungkin kau akan bosan mendengarnya, tapi aku sangat berterima kasih padamu pada apa yang kau berikan padaku di saat terakhir hidupku.

Terima kasih telah memberikan kebahagiaan yang sudah lama tak aku dapatkan Kai-ah.

Seperti sebuah video yang berputar, semua kenangannya bersama Yuri berputar di kepalanya. Candanya, tawanya, senyumnya, semuanya.

Apakah kau ingat ucapanmu saat itu?

Kau bilang bahwa kau akan berhenti mencintaiku saat kau berhenti bernafas.

Kurasa inilah saatku berhenti mencintaimu Kai-ah. Aku sudah tak bisa bersamamu lagi.

Dan perlahan, bulir-bulir air mata itu turun tanpa diijinkan oleh pemiliknya. Tubuhnya mulai bergetar. Taemin, Tiffany dan Sehun yang melihat sepertinya ia sudah tak bisa menahan dirinya lagi. Mereka menghampiri Kai dan tetap diam saat berada di depan Kai.

Tapi ada hal yang harus kau ingat, aku tak pernah menyesal telah mencintaimu Kai-ah

Terima kasih telah hadir dalam hidupku dan membuatku menjadi orang yang istimewa di hatimu

Aku akan mengucapkan lagi kata terakhir yang aku ucapkan padamu di taman belakang

Dan kata itu pun terucap lagi……

 

 

Saranghae…..

 

Kai telah selesai membaca surat itu. Tapi pandangannya masih menatap lurus pada surat itu. Ia tak bergerak sama sekali. Air mata yang jatuh makin deras. Ia menangis dalam diam. Kepalanya tertunduk tak sanggup lagi menahan kepedihannya.

“Kai-ah” panggil Tiffany

Kai masih tetap di posisi yang sama

“Kai-ah, bukan hanya kau yang kehilangan Yuri, tapi kami juga. Kami sahabatnya dan kami juga merasakan apa yang kau rasakan” ucap Tiffany

“masih ada kami disini. Dan kami siap berbagi kesedihanmu. Kami ada disini untuk menjadi sandaran disaat kau sudah tak mampu lagi untuk berdiri Kai-ah” ucap Sehun

“Kai-ah, kami disini. Kami tak akan meninggalkanmu. Kita akan melaluinya bersama”

Tepat setelah Taemin menyelesaikan kalimatnya, Kai memeluk Taemin bersamaan dengan tangisannya yang sedari tadi ia tahan. Ia melepaskan tangisannya di pelukan Taemin. Tiffany dan Sehun mengelus punggung Kai untuk meringankan kesedihannya.

Banyak murid SM high school yang melihat mereka daritadi. Yang mereka lihat sekarang bukanlah Kim Jong In yang mereka kenal. Bukanlah Kim Jong In yang dingin dan arogan. Tapi yang mereka lihat sekarang adalah Kim Jong In yang rapuh, dan terjatuh karna kehilangan seorang yeoja yang amat dicintainya bernama Kwon Yuri. Mereka juga merasakan kehilangan karna kepergian yeoja baik hati seperti Yuri.

Kai mencoba menghentikan tangisnya. Ia melepaskan pelukan Taemin dan mengusap air matanya, tapi air matanya tetap saja menetes. Kai berdiri dari duduknya. Ia melangkah ke pinggir danau . Kai memejamkan matanya dan menengadahkan kepalanya.

 

Kai POV

Yuri… kau yang membuatku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya. Tapi kau juga yang membuatku merasakan sakit yang teramat sangat untuk pertama kalinya.

Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan setelah ini tanpamu Yuri-ah. Kau memberikan segalanya padaku. Kau memberikan kebahagiaan tidak terbatas padaku.

Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Haruskah aku pergi mengikutimu? Atau aku akan bertahan dalam lubang luka kepedihan ini?

Musim dingin dua tahun lalu aku kehilangan noonaku, musim dingin tahun lalu aku juga kehilangan sahabatku, dan musim dingin kali ini aku kehilanganmu….

Kalian sama. Kalian sama-sama meninggalkanku tepat saat awal musim dingin. Tepat saat salju pertama turun.

Mungkin orang lain bahagia saat salju turun. Tapi tidak untukku. Menurutku salju adalah hal yang buruk dan sangat menyakitkan saat mereka turun.

Aku mencintaimu Yuri-ah. Aku sangat mencintaimu.

Aku berharap tak pernah ada salju di dunia ini.

Aku …..

 

 

….benar-benar membenci musim dingin.

 

 

Apakah kamu mendengarkan hatiku?
Apakah kamu melihat air mataku?
Hanya satu di dunia, hanya satu
Aku membutuhkannya untuk bersamamu

 

Mengapa kau terus lari dariku?
Mengapa kau semakin menjauh dariku?
Tetaplah di sisiku, peganglah tanganku
Jika kau mencintaiku

 

Kau membuatku gila
Kau membuatku gila
Kau dekat seperti  jika aku dapat menangkapmu

Tapi ketika kulakukan, kau semakin jauh seperti angin

 

THE END

 

 

Iklan

7 thoughts on “The First Snow in Winter (3 of 3 )

  1. misriana berkata:

    T_T sedih banget chingu ceritanya… miris abis.. kammjooonggg yang sabar yak! mian baru comment soalnya emang baru baca ffnya dari awal jd skalian commentnya… ceritanya bagus.. awalnya g nyangka banget kalo yuri disitu buta… daebak!

  2. Sherly berkata:

    author, mau nanya ‘-‘)/ Gimana caranya Yuri kenalin Jong In di chap 1?? itu yg aku bingungin dari awal -_-)/ selain itu ff nya daebak~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s