The First Snow in Winter (2 of 3)

seora-req-by-bapkyr

Author  :  Kim Seo Ra

Title  :  The First Snow in Winter

Main Cast  :  Kim Jong in EXO,  Kwon Yuri SNSD

Other Cast  :  Lee Taemin SHINee,  Oh Sehun EXO, Tiffany SNSD and other

Genre  : Sad, Romance, Friendship, School life

‘tidak ada yang boleh mendekatimu selain aku,Kai’.

o0o

Kini Yuri dan Kai sedang berada di taman belakang yang di janjikan Kai tadi. Mereka duduk di bawah pohon rindang yang ada di pinggir danau. Saat jam istirahat banyak murid yang juga disana. Mereka berkumpul bersama teman atau hanya duduk diatas rumput di pinggir danau. Banyak juga dari mereka yang terkejut melihat kai datang membawa seorang yeoja, apalagi yeoja itu buta. Kai memang hampir setiap hari setiap jam istirahat selalu kesini untuk bersantai atau tidur. Terkadang bersama Taemin dan Sehun. Tapi kali ini bersama seorang yeoja. Sungguh pemandangan yang tak pernah mereka lihat.

“kau tau Yuri-ah? Hampir setiap hari aku kesini. Disini sangat indah dan damai, aku bisa menenangkan pikiran ku disini.”  Kai duduk bersampingan dengan Yuri, tangannya menopang tubuhnya ke belakang.

“aku tak pernah kesini sebelumnya, karna aku tak pernah keluar kelas saat jam istirahat. Pasti disini sangat indah, suasananya juga sangat tenang.”  Ucap Yuri

“kalau kau mau, kita bisa kesini setiap hari saat jam istirahat. Bagaimana?” Tanya Kai bersemangat

“baiklah, terserah kau saja. Aku senang aku bisa datang ke tempat seperti ini. Gomawo Kai-ah”  Yuri tersenyum. Senyumnya itu tak pernah lepas dari wajah cantiknya. Ah, dia sangat cantik.

Kai terus memandangi wajah Yuri, memperhatikan seluruh lekuk wajah Yuri tanpa terlewat seinci pun. Rambut hitam yang tergerai indah, hidung yang mancung, bibir merah yang mungil. ‘ya Tuhan, apa sedang ada bidadari di hadapanku?’

“Kai-ah, kenapa kau diam saja?” Tanya Yuri heran

“aku sedang memandangi mu” jawab Kai jujur

“apa kau tak akan bosan memandangiku?” Tanya Yuri lagi

“tidak, aku tidak akan pernah bosan memandangi wajah cantikmu itu” Kai belum melepas pandangannya dari Yuri.

“disini sangat dingin, apa sebentar lagi musim dingin?” Tanya Yuri mengalihkan pembicaraan

“ne”

“kenapa kau hanya menjawab ‘ne’?” Tanya Yuri

“aku tidak menyukai musim dingin” jawab Kai datar. Ekspresinya wajahnya berubah menjadi dingin tanpa sepengetahuan Yuri

“wae?” Yuri masih penasaran

“musim dingin dua tahun yang lalu, aku kehilangan noona ku. Dan musim dingin tahun lalu, aku kehilangan sahabat terbaikku. Aku sangat membenci musim dingin” mata Kai berubah menjadi sendu saat mengucapkannya. Yuri hanya diam. Ia merasa bersalah karna menanyakan sesuatu yang pasti sangat sensitive untuk kai.

“Yuri-ah, kau bilang disini dingin. Kajja, kita kembali ke kelas. Sebentar lagi bel akan berbunyi.” Kai mengalihkan pembicaraan, ia bangun dari duduknya dan membantu Yuri bangun. Kai pun menggandeng tangan Yuri dan kembali ke kelas.

o0o

 

-bel istirahat-

Baru saja Taemin, Kai, dan Sehun ingin keluar kelas dan pergi ke kantin, menjemput Yuri dulu tentunya, mereka sudah di kagetkan oleh teriakan seorang namja yang diketahui bernama Baekhyun tiba-tiba masuk ke kelas mereka.

“Jongin-ssi, Yuri di aniaya oleh Krystal!!!!!”  teriakan namja cempreng itu berhasil membuat seluruh murid yang ada dikelas itu kaget. Kai langsung berlari keluar kelas mencari Yuri diikuti Taemin dan Sehun di belakangnya.

Kai melihat ada kerumunan murid yang berada di lorong sekolah. Ia bisa melihat sedikit kalau Yuri sedang dijambak rambutnya dan ditarik paksa keluar kelas oleh Krystal. Kai tak bisa melihat terlalu jelas karna tertutup banyak murid. Kai mempercepat larinya, dan tepat saat Krystal hampir menampar Yuri, Kai sudah ada disamping Krystal dan menahan tangan kanan Krystal yang ingin menampar Yuri.

“Kai-ah?”  Krystal terkejut melihat Kai menahan tangannya dengan sangat kuat dan dengan tatapan yang sangat mengerikan. Kai sangat marah. Itu yang Krystal tau saat ini.

“apa yang kau lakukan padanya, soojung-ssi?”  ucap Kai dingin. Tangannya menggenggam pergelangan tangan Krystal dengan sangat kuat lalu ia hempaskan tangan Krystal begitu saja.

Kai menghampiri Yuri yang sedang terduduk di lantai sambil menangis. Rambutnya sangat kusut karna dijambak oleh Krystal. Wajahnya terdapat goresan luka kecil yang mungkin di lakukan oleh Krystal. Kai berjongkok di hadapan Yuri yang hanya tertunduk, Yuri takut kalau itu Krystal yang ingin melukainya lagi.

“ini aku Yuri-ah” ujar Kai. Tangan kanannya menopang dagu Yuri agar ia bisa melihat wajahnya. Kai mengusap air mata Yuri dengan kedua ibu jarinya dengan sangat lembut.

“uljima. Aku disini. Aku tak akan membiarkan satu orangpun melukaimu. Berhentilah mengeluarkan air yang sangat berharga dari mata indahmu itu.”  Kai tersenyum. Kemudian membantu Yuri bangun dengan menggenggam tangan Yuri. Semua orang yang sedang mengelilingi mereka dibuat kaget oleh perlakuan Kai yang dibilang sangat istimewa untuk seorang gadis. Tak terkecuali Krystal dan gengnya.

“kenapa kau melakukan ini padaku Kai? Kenapa kau lebih memilih wanita buta itu dibanding aku? Tidak ada yang boleh mendekatimu ! kau milikku, Kai !!” Krystal geram dan berteriak membentak Kai. Kai membalikkan tubuhnya menghadap Krystal.

“aku? Milikmu?” Kai membalas ucapan Krystal dengan sangat tenang. Lalu ia melanjutkan ucapannya dengan sedikit berteriak.

“sekarang aku Tanya pada kalian semua yang ada disini. Apa aku adalah milik wanita angkuh yang ada dihadapanku ini?” Kai menunjuk dirinya sendiri

“tidaaakk” jawab semua murid serempak termasuk Taemin, Tiffany dan Sehun yang menjawab paling keras.

“kau dengar? Aku bukan milikmu Soojung-ssi. Sekarang semuanya dengarkan aku, wanita yang bernama Kwon Yuri ini sudah menjadi incaranku. Tak ada yang boleh mendekatinya selain aku. Terutama … kau!!!!”  Kai menunjuk Krystal tepat didepan wajahnya.

Lalu Kai pergi darisana dengan tangan masih menggenggam Yuri diikuti Taemin, Sehun dan Tiffany di belakang mereka. Krystal dan gengnya itu pergi dengan hati yang sangat dongkol, ia mendorong semua murid yang menghalangi jalannya. Kini Kai, Yuri dan ketiga sahabatnya sudah duduk di kantin untuk membeli minum. Mereka sampai lupa kalau mereka tidak jadi ke kantin tadi. Yuri masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Apalagi Krystal .

“Kai-ah kau sangat hebat tadi. Kau terlihat sangat gentle.”  Seru Fany

“ne kkamjong-ah, aku terkejut melihat apa yang kau lakukan tadi pada Krystal” Taemin tak kalah heboh dari Tiffany

“pasti Krystal sangat malu sekarang” Sehun tertawa puas membayangkan keadaan Krystal saat ini.

Kai hanya tersenyum, ia memandangi Yuri yang masih menundukkan kepalanya sedari tadi. Mungkin ia masih trauma karna kejadian tadi. Yuri tidak pernah mendapat perlakuan buruk dari temannya. Teman-temannya sangat menyukainya karna Yuri adalah yeoja yang sangat baik hati.

“Yuri-ah, gwenchana?  Sini biar aku obati lukamu.” Kai membeli plester dan menempelkannya pada luka Yuri. Yuri hanya diam membisu.

“sekarang sudah tidak apa-apa. Sebentar lagi lukanya pasti akan sembuh. Kau tidak perlu takut lagi pada Krystal, aku akan selalu melindungimu Yuri-ah” Kai tersenyum sambil mengelus rambut Yuri yang hanya mengangguk. Ketiga sahabatnya itu hanya tersenyum melihat perlakuan Kai yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

o0o

 

Hari selanjutnya ternyata Krystal masih belum menyerah juga mendekati Kai. Melihat Kai sedang bersama sahabat-sahabatnya –termasuk Yuri- di kantin, Krystal pun menghampiri mereka yang disambut tatapan jengah dari empat orang itu. Dari jauh mereka berempat sudah melihat Krystal berjalan kearah mereka.

“lihat, nona Jung Soojung beserta dayang-dayangnya berjalan kemari” ujar Sehun jengkel.

Sepertinya bukan hanya Sehun yang jengkel melihat Krystal diiringi Sulli dan Victoria di belakangnya. Tapi juga Kai, Fany, dan Taemin. Yeah, Krystal selalu di dampingi oleh kedua temannya itu yang lebih terlihat seperti dayang-dayangnya. Jangan Tanya tentang bagaimana sikap mereka, tidak jauh berbeda dari Krystal, yang suka menindas murid-murid lainnya. Tak heran jika mereka bersikap seperti itu, merasa paling cantik di sekolahnya karna mereka bertiga adalah seorang model.  Yuri yang mendengar Krystal sedang berjalan kearah mereka pun sudah mulai was-was, dan mungkin sudah mempersiapkan diri untuk lari jika ada perbuatan Krystal yang tidak terduga seperti kemarin dilakukannya lagi.

“annyeong Kai-ah, kenapa kau tidak mengajakku ke kantin bersama?” ujar Krystal yang saat datang sudah memposisikan duduknya disamping Kai, padahal ada Yuri disamping Kai, tapi Krystal menggeser kursi Yuri menjauh dari kai. Sementara Krystal bergelayut manja di lengan Kai. Kai yang merasa risih itu melepaskan tangan Krystal.

“Kai-ah, bagaimana kalau kita berkencan malam ini? Pasti akan sangat menyenangkan, iya kan? Kau akan menjemputku kan? Bagaimana? Kita berkencan malam ini?” Tanya Krystal dengan suara yang sengaja dibuat-buat yang menurut Taemin, Sehun, dan Tiffany terdengar err.. menjijikan. Dan sengaja dibuat kencang agar semua orang di kantin mendengar pembicaraannya, dan berhasil membuat semua murid di kantin menatap mereka sebagai pusat perhatian.

Semua murid hening tidak mengeluarkan suara sedikitpun penasaran dengan jawaban apa yang akan di lontarkan Kai tentang ajakan kencannya itu. Yuri yang merasa telinganya sudah mulai panas itu mencoba menahan dirinya di tempat itu, biar bagaimanapun ia juga penasaran dengan jawaban Kai.

“terima kasih atas ajakan kencanmu Krystal” Kai berdiri dari tempat duduknya, begitupun Krystal.

Krystal beserta dayang-dayangnya tersenyum puas mendengar jawaban Kai saat itu. Yuri membisu, masih mencoba menahan aura panas di tubuhnya.

Tidak.

Tidak.

Kenapa kau melontarkan jawaban seperti itu Kai?

Yuri sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah kenapa ia tidak menginginkan jawaban itu keluar dari mulut Kai. Dan kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulut Kai mampu membuat semua orang yang ada disitu terbengong. Tak terkecuali Krystal, Sulli dan Victoria.

“tapi kau bukan tipeku” ucap Kai datar dengan smirk di wajahnya yang sukses membuat semua orang yang mendengarnya terbengong tak percaya.

Kai bergerak menggenggam tangan Yuri dan membawanya pergi dari sana, meninggalkan Krystal dengan sejuta rasa malunya. Bagaimana tidak? Kini semua orang berusaha setengah mati menahan tawanya melihat penolakan Krystal untuk yang kedua kalinya di depan umum. DI DEPAN UMUM. Krystal yang menyadari dirinya sedang di tertawakan dalam diam merasa sangat kesal, marah, kecewa, dongkol dan campur aduk pergi meninggalkan kantin diikuti dayang-dayangnya yang pastinya. Setelah Krystal pergi dari kantin semua orang yang daritadi menahan tawanya kini tertawa sangat lepas, terutama ketiga sahabatnya Kai, mereka tertawa dengan sangat puas dan keras.

“kau lihat ekspresinya tadi? Hahhaha” ucap Sehun masih dengan tawanya

“iya, aku yakin dia sangat malu sekarang” sahut Tiffany . Taemin hanya memegangi perutnya yang sepertinya tidak bisa menahan tawanya yang meledak-ledak.

o0o

                Sementara itu Kai dan Yuri sedang ada di taman belakang saat ini setelah sebelumnya mereka mampir dulu ke kelas Yuri untuk mengambil bekal makan siang Yuri. Dan disinilah mereka, seperti biasa, duduk dibawah pohon rindang yang menghadap ke danau. Mereka jadi lebih sering datang ke taman belakang sekolah saat jam istirahat, tak sedikit juga murid-murid yang melihat mereka sering duduk berduaan seperti sekarang ini. Ey, apa kalian lupa? Dia seorang Kim Jong In .. lelaki dingin yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun.

Kai dan Yuri sedang menyantap makan siang mereka sekarang ini. Ralat. Maksudnya makan siang Yuri. Ya, Kai dan Yuri sedang memakan bekal makan siang yang Yuri bawa. Mereka makan suap-suapan dan terlihat seringkali bercanda dalam acara makan mereka. Layaknya sepasang kekasih. Dan kau tau? Semenjak kejadian Krystal mempermalukan Yuri di depan umum dan Kai datang menyelamatkannya, kini Yuri menjadi siswi popular yang di perbincangkan di sekolahnya. Tentu saja karna kedekatannya dengan Kai tentunya.

“Kai-ah, aku kira kau akan menerima ajakan kencannya Krystal” ucap Yuri setelah mereka menghabiskan makan siang mereka

“memangnya kenapa jika aku menjawab iya? Apa kau cemburu?” Kai bertanya balik dengan nada menggodanya

“ak.. aku.. maksudku….”

“kau cemburu? Iya kan?” Kai terus saja menggoda Yuri. Oke kali ini Yuri kalah, ia tidak bisa menjawab apapun. Ia bingung dengan apa yang ia rasakan. Mungkinkah ia cemburu? Tapi.. kenapa?

“hahahahahahaha” detik itu juga kai tertawa keras melihat ekspresi wajah Yuri yang kebingungan.

“tidak salah lagi. Kau cemburu Yuri-ah” Kai tersenyum puas akan hal itu. Padahal ia tidak yakin kalau Yuri menyukainya, tapi setidaknya .. ia senang.

“Kai-ah” panggilan Yuri membuat Kai berhenti tertawa.

“ne?”

“bolehkah aku menyentuh wajahmu?” permintaan Yuri tadi membuat Kai terdiam karna kaget dan heran kenapa Yuri tiba-tiba ingin menyentuh wajahnya. Tapi akhirnya Kai mengiyakannya.

Tangan Yuri berniat menyentuh wajah Kai, Kai memegang kedua tangan Yuri dan mengarahkannya ke wajahnya agar Yuri bisa menyentuh wajahnya. Tangan Yuri perlahan-lahan bergerak menyusuri setiap inci wajah Kai. Mulai dari kening, mata, hidung, hingga.. bibir. Yuri menghentikan tangannya dan memegang pipi Kai dengan kedua tangannya. Selama Yuri menyusuri wajahnya, Kai hanya tersenyum memandangi wajah Yuri yang kini begitu dekat dengannya. Sepertinya Kai tidak akan bosan jika harus melihat wajah Yuri 24 jam dalam sehari.

“benar yang mereka katakan, kau sangat tampan Kai-ah. Walaupun aku tidak bisa melihatnya tapi aku sudah bisa membayangkannya. Dan lihat, sekarang kau sedang tersenyum” Yuri ikut tersenyum .

Posisi mereka masih sama seperti tadi, kedua tangan Yuri masih berada di pipi Kai, dan jarak mereka yang sangat dekat. Momen yang Sangat sangat sangat langka yang dlihat oleh orang lain, beberapa murid yang juga ada disana mengabadikan momen mereka berdua di ponsel mereka, sisanya berbisik-bisik membicarakan Kai dan Yuri. Ah, semoga saja hal ini tidak sampai ke telinga Krystal.

 

o0o

                Sepertinya kalimat terakhir dia atas itu tidak terkabul. Krystal mengetahui tentang berita itu. Tapi sampai sejauh ini ia tidak berbuat apapun mengingat ia telah mendapat peringatan keras dari Taemin,Sehun dan Tiffany untuk tidak mengganggu Kai dan Yuri.

Berita hangat tentang Kai dan seorang gadis buta bernama Yuri sudah menyebar kemana-mana. Mungkin jika ada urutan untuk ‘hal yang paling hangat yang sedang di perbincangkan’ mungkin kedekatan Yuri dan Kai menempati urutan nomor satu. Dan nyatanya ya, kedekatan mereka berdua memang menjadi hal yang sangat diperbincangkan saat ini. Setelah sekian lama seorang Kim Jong In akhirnya dekat juga dengan seorang yeoja. Dan tak sedikit yeoja-yeoja yang ada disekolah patah hati dan merasa iri karna lelaki yang begitu mereka puja, yang berusaha mereka dekati sudah lama (namun tak pernah berhasil) kini sudah terpaut hatinya pada seorang yeoja yang tak pernah mereka lirik dan tak pernah mereka akui di SM high school.

Dan inilah Yuri sekarang, siswi popular yang kehidupannya berubah 180 derajat karna seseorang bernama Kai. Yuri sudah tidak lagi menjadi siswi yang tidak pernah keluar kelas, sudah tidak lagi menjadi Yuri yang tidak dianggap oleh teman-temannya. Yuri sudah bergaul dengan dengan dunia luar, temannya pun bertambah, karna Yuri orang yang sangat ceria dan mudah bergaul.

Malam ini, setelah pulang sekolah seperti biasa Kai dan Yuri bermain piano bersama diruang music. Dentuman suara piano yang indah mengalun diruangan itu. Siapapun yang lewat pasti akan berhenti untuk mendengarkan suara piano tersebut. Tapi karna ini sudah malam, semua murid sudah pulang daritadi, hanya beberapa yang masih berada di sekolah. Termasuk Kai dan Yuri saat ini.

“Yuri-ah, kau bilang kau menciptakan sebuah lagu dan kau berjanji akan menyanyikan lagu itu padaku. Sekarang aku akan menagih janjimu itu” ujar Kai

“baiklah, aku akan menyanyikan lagunya sekarang” ujar Yuri

“jinjja? Ayo cepat nyanyikan lagunya” ujar Kai bersemangat dan Yuri pun mengangguk dan mulai menyanyikan lagu itu diiringi dengan permainan piano solonya.

Deutgo itnayo nae maeumeul

Bogo itnayo nae nunmureul

I sesange hana oroji dan hana

Nan neoyeoyaman haneunde oh

 

Wae jakku naegeseo domangchinayo

Wae jakku naegeseo meoreojinayo

Nae gyeote isseojwoyo

nae soneul jabajwoyo

Nal saranghandamyeon

 

                Kai mendengarkan lagu itu dengan sangat  serius dan seksama, ia mendengarkan suara Yuri yang sangat lembut. Dan tanpa Kai sadari bibirnya membentuk sebuah lengkungan manis yang terpasang di wajah tampannya. Selalu seperti itu jika ia melihat semua yang Yuri lakukan. Semuanya selalu terlihat indah di mata Kai.

Sampai Yuri menyelesaikan lagunya pun Kai masih saja memandangi wajah Yuri sambil senyum-senyum sendiri sampai akhirnya Yuri mengembalikan kesadarannya.

“Kai-ah, kenapa kau diam saja? Apa lagunya tidak bagus? Liriknya jelek? Apa.. suaraku tidak enak didengar?” Yuri khawatir ia akan mendapat respon yang tidak baik, tapi ternyata ia salah.

“Yuri-ah, itu lagu yang sangat bagus, daebak. Suaramu juga sangat indah dan merdu. Aku sangat menyukainya” Kai lupa menurunkan volume suaranya hingga ia lebih terdengar seperti berteriak karna saking senangnya.

“kau membuatku kaget, kenapa suaramu sangat kencang? Nanti orang mengira ada apa.”

“hehehe, aku keceplosan. Tapi sungguh, ini karna lagumu dan suaramu yang begitu indah.”

“gomawo Kai-ah” Yuri tersenyum, Kai tersenyum, keduanya tersenyum.

“nona?”

Dan kini orang yang setiap hari menjemput Yuri, pengawalnya, paman Jung, sudah datang menjemput Yuri. Kai sudah dekat dengan paman Jung itu, tidak seperti awal pertemuan mereka yang paman Jung bersikap sangat dingin dan berekspresi datar. Kini ia datang dengan di hiasi senyuman.

“ah, paman Jung sudah datang. Ini waktunya kau pulang Yuri-ah.” Ujar Kai

“ne. kajja, paman”

“jangan lupa. Seperti biasa, aku akan menjemputmu dikelas besok, kita akan makan bersama dan akan ke taman belakang setelah itu”

“hmm, aku tidak pernah lupa Kai-ah”

“baiklah, kami pulang dulu tuan Kim, kami permisi”  Kai membalas tundukan hormat dari paman Jung, setelah itu ia segera pulang kerumahnya.

o0o

                Tidak terasa sudah tepat sebulan Kai mengenal Yuri. Hari ini Kai berniat untuk menyatakan perasaannya yang sudah lama di pendam pada Yuri. Kai akan menyatakan peasaannya pada Yuri di tempat yang biasa mereka kunjungi, taman belakang sekolah.

“Kai-ah, apa kau tidak pernah merasa terbebani selama berteman denganku?” Tanya Yuri

“aku? Tidak pernah. Begitu juga dengan Sehun, Taemin, dan Tiffany. Kami sangat senang berteman denganmu. Bukan, tapi bersahabat” jawab Kai penuh keyakinan

Keduanya terdiam, memang benar mereka bersahabat tanpa terbebani sedikitpun. Dan Yuri merasa sangat senang akan hal itu. Kai terus memandangi wajah Yuri tentu saja tanpa sepengetahuan Yuri. Yuri yang merasa di perhatikan pun mulai bicara.

“aku tebak. Kau pasti memperhatikan wajahku lagi kan?” Yuri berhasil membuyarkan lamunan Kai

“hehehe, sepertinya kau sudah tau kebiasaanku.” Ujar Kai malu

“jangan terus melihat wajahku Kai-ah, itu terdengar curang, aku tidak bisa melihat wajahmu” Yuri tersenyum di akhir kalimatnya

“sudah kubilang, aku tak akan pernah bosan jika harus melihat wajahmu 24 jam dalam sehari” mereka berdua pun tertawa. Sudah hal biasa seperti ini, bercanda bersama di bawah pohon rindang di taman belakang sekolah.

“Yuri-ah…..”

“ne?”

“saranghae….”

 

TBC

 

Iklan

2 thoughts on “The First Snow in Winter (2 of 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s