The First Snow in Winter (1 of 3)

 

seora-req-by-bapkyr

Author   :  Kim Seo Ra

Title  :  The First Snow in Winter

Main Cast  :  Kim Jong in EXO,  Kwon Yuri SNSD

Other Cast  :  Lee Taemin SHINee,  Oh Sehun EXO, Tiffany SNSD and other

Genre  : Sad, Romance, Friendship, School life

Annyeong. Ini ff pertamaku, dan ini murni hasil buatanku. Mian kalo feelnya kurang dapet karna aku masih belajar. Makasi buat kaknyun di http://kyrfanfiction.wordpress.com/ yang udah bikinin poster bagus ini. Happy reading J

 

o0o

~Aku benci musim dingin~

o0o

 

Seorang yeoja sedang duduk sendiri di kursi putih panjang, jari-jarinya yang lentik menari-nari diatas tuts hitam putih itu sambil sesekali ia menyanyikan lagu.

Kim Jong In. atau yang akrab dipanggil Kai oleh teman-temannya itu kini berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi itu, hampir setiap hari ia pulang sekolah lebih lama dari murid lainnya karna ia harus mengikuti kelas menari atau terkadang ia juga mengikuti kelas music. Saat berjalan ia mendengar suara  yang berasal dari ruang music.

‘bel pulang sekolah sudah berbunyi daritadi, siapa yang masih memainkan piano jam segini’ pikirnya dalam hati

Karna rasa penasarannya terlalu besar maka ia pun memutuskan mengintip dari celah pintu sedikit demi sedikit berjaga-jaga jikalau yang memainkan piano itu adalah hantu. Lalu ia melihat seorang wanita yang sedang duduk sambil memainkan piano, ia tidak terlalu jelas melihat wanita itu karna ia melihatnya dari samping.  ‘ apakah itu hantu? Tetapi ia masih memakai seragam sekolah sini. Tidak tidak. Dia bukan hantu, dia bukan hantu’

Lalu ia masuk keruangan itu untuk melihat wanita itu lebih jelas. Saat ia sudah berada disamping wanita itu, wanita itu seperti tidak menyadari akan kehadiran Kai. Kai langsung saja duduk disamping wanita itu dan ikut bermain piano. Tapi saat Kai ikut bermain piano wanita itu terkejut karna ada yang mengikutinya bermain piano. Kai pun ikut menghentikan permainannya.

“Kim Jong In?” seru wanita itu takut-takut

“Kau mengenalku?” wanita itu tersenyum

“tentu saja. Siapa orang disekolah ini yang tidak mengenalmu”

Kai terpaku melihat senyuman wanita itu. Sangat manis menurutnya.

“kenapa jam segini kau masih disekolah? Ini sudah malam, tidak baik seorang wanita sendirian malam-malam begini”

“aku memang senang bermain piano setelah pulang sekolah. Ini membuat pikiran ku tenang”

“sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelumnya”

“tentu saja. Aku jarang keluar kelas”

“nona?”

Baru saja Kai ingin membuka mulutnya untuk bertanya lagi tiba-tiba ada sesorang lelaki yang cukup tua dan berpakaian jas rapih yang sudah berdiri didepan pintu.

“ah iya, aku akan pulang” ah,ternyata lelaki tua itu ingin menjemput wanita ini.

Saat wanita itu sudah berjalan keluar ruangan Kai baru ingat sesuatu. Dia belum menanyakan namanya. Langsung saja ia berlari keluar ruangan. Ternyata wanita itu masih ada disana.

“hei tunggu” wanita itu dan lelaki tua itu menoleh

“kau tau namaku, bukankah tidak adil jika aku tidak mengetahui namamu?”

Wanita itu terdiam sejenak, lalu ia tersenyum

“Yuri. Namaku kwon Yuri”  Lalu wanita itu langsung pergi bersama lelaki itu

‘Kwon Yuri’ gumamku

 

o0o

Kai POV

“KIM JONG IIIIIIIIIIINNN !!!!!!!!!!!!!!”

Aku masih berada di alam mimpi saat suara itu beerteriak memanggil namaku. Aku sangat hafal siapa yang pagi-pagi begini sangat senang membangunkanku dari alam mimpiku. Itu Taemin, sahabat ku sejak kecil. Saat sudah memasuki SMA, aku dan Taemin memtuskan untuk tinggal berdua di sebuah rumah sewa yang cukup sederhana. Sebenarnya aku dan Taemin adalah anak yang berasal dari keluarga terpandang, hanya saja kami tak ingin hidup menjadi anak manja yang selalu mengandalkan orang tua.

BRAK

“kkamjong ! cepat bangun!”

Belum puas dia mengganggu tidurku, sekarang dia sudah membuka pintu kamarku dengan sangat keras.

“kkamjong! Ayo cepat bangun dan mandilah! Aku tidak ingin terlambat datang ke sekolah hanya karna kau bangun kesiangan!”

Aku masih enggan membuka mataku, aku anggap teriakannya tadi itu hanya sebuah angin yang berlalu.

“Kim Jong In ! cepat bangun! Apa kau tidak tau ini sudah jam berapa hah?! Ayo bangun, kita harus berangkat sekolah! Kenapa kau susah sekali di bangunkan?! Kau tidur seperti orang mati! Kim Jong Iiiiiinnnn!!!!!!!”

Ya Tuhan, tolong tutup mulut sahabatku ini . sungguh dia sangat berisik.

“arra arra, aku bangun, aku bangun” baiklah aku menyerah , aku tidak mau mendengar teriakannya itu sangat mengganggu telingaku.

Tapi aku masih malas untuk bangun, jadi aku hanya duduk bersandar di ranjangku. Dan mulai menutup mataku lagi sambil memeluk gulingku. Taemin sudah keluar dari kamarku daritadi, jadi aku bisa melanjutkan tidurku lagi.

“kkamjong!!!! Apa kau mau aku menyirammu huh?!”

Baru saja aku menutup mataku, tapi dia sudah berteriak lagi dari luar

“cepat bangun, aku memasak ayam untuk sarapan kita”

Begitu mendengar ayam aku langsung melompat dari tempat tidurku dan langsung lari menuju kamar mandi.

 

o0o

Normal POV

Kai dan Taemin sudah sampai di sekolah nya, SM high school. Sekolah yang memiliki peraturan yang sangat ketat, dan terdapat orang-orang yang pintar. mereka berdua berjalan memasuki sekolah, semua yeoja yang melihat mereka tersenyum dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin. Bagaimana tidak, Kai dan Taemin adalah sahabat yang memiliki wajah yang sangat tampan yang membuat yeoja tergila-gila pada mereka.

“untung kita tidak telat, gara-gara kau kita hampir ketinggalan bis” Taemin mencibir kesal, sementara Kai hanya terkekeh mendengarnya.

Puk.

Seseorang menepuk pundak Kai dari belakang, Kai menoleh dan mendapati sahabatnya –selain Taemin- itu.

“Sehunie?”

“kau tidak telat? Tumben” ejek Sehun

“ya. Aku tidak telat, karna orang disampingku ini selalu berteriak-teriak setiap paginya” Kai melirik kearah Taemin. Sementara yang dibicarakan hanya mencibir kesal.

“ayo cepat ke kelas!” Taemin ngambek dan langsung meninggalkan mereka berdua.

o0o

 

Kai POV

Seperti biasa, aku pulang sekolah telat karna harus mengikuti kelas dance. Sementara Taemin dan Sehun sudah pulang daritadi. Saat berjalan melewati ruang music aku mendengar suara alunan piano dan nyanyian seorang wanita. Tiba-tiba aku teringat dengan wanita cantik yang kutemui kemarin malam. Yuri. Dia bilang dia senang bermain piano diruang music setelah pulang sekolah. Kulihat kedalam ruang music dan ternyata benar, itu Yuri.

“bermain piano sendirian lagi?” tanyaku, aku masih berdiri didepan pintu.

“kenapa kau belum pulang Jongin-ssi?” ia menjawabku tanpa menoleh sedikitpun, tapi ia tersenyum, dan itu membuatku senang. Senang? Kenapa aku harus senang hanya karna melihat senyumnya?

“ya seperti biasa, aku mengikuti kelas dance”  aku melangkah masuk dan aku duduk disampingnya, seperti kemarin, bermain piano bersama dengannya. Entah kenapa tubuhku yang tadi terasa lelah kini sudah tak terasa lagi. Aku bermain piano sambil tertawa dan bersenda gurau bersamanya. Padahal baru 2hari aku mengenalnya, tapi aku mudah sekali akrab dengannya.

Setelah beberapa menit bermain piano, laki-laki –yang cukup tua- dengan jas rapih yang kemarin itu sudah berdiri didepan pintu tanpa aku ketahui kapan kedatangannya.

“nona?”  panggil lelaki tua itu

“dia ayahmu?” tanyaku berbisik pada Yuri, takut lelaki tua itu mendengarnya.

“bukan, dia pengawalku” aku hanya ber-oh ria.

“ayo kita pulang paman” Yuri mengambil tasnya dan beranjak pergi, sebelum benar-benar pergi, ia tersenyum sangat manis padaku. Aku pun membalas senyumannya dan tersenyum juga pada lelaki tua itu, tapi lelaki itu hanya memasang wajah datarnya -_-

Saat aku sampai dirumah, aku disambut dengan tatapan galak dari seorang Lee Taemin. Ternyata ia menungguku pulang, aku kira dia sudah terlelap daritadi.

“kenapa kau baru pulang jam segini?” Tanya Taemin sambil tetap menatapku.

Aku hanya berjalan santai dan merebahkan diriku di sofa disamping Taemin.

“bukankah aku memang selalu pulang telat?” tanyaku balik padanya

“tapi kau tidak pernah pulang setelat ini Kim Jong In !” sepertinya dia mulai marah.

“aku habis bermain piano dengan seorang wanita tadi” jawabku enteng

“seorang wanita????” suara dua orang itu memekik nyaring di telingaku. Dua orang? Aku baru sadar jika ada Sehun dirumah ini. Dia sedang menonton tv sambil mengemil.

“sejak kapan kau ada disini?”

“sejak tadi” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.

“siapa wanita yang kau maksud?” Taemin masih penasaran dengan jawabanku tadi. Kini Sehun duduk mendekat denganku dan Taemin sepertinya dia juga penasaran.

“memangnya kenapa kalau aku bermain piano dengan seorang wanita? Memangnya tidak boleh?”

“bukan begitu,Kai. Selama ini kau tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Kau selalu bersikap dingin kepada semua yeoja yang mendekatimu. Bahkan tak jarang kau membuat yeoja patah hati karna penolakanmu. Tapi sekarang kau bilang bermain piano dengan seorang yeoja.” Jelas Taemin panjang lebar. Sehun mengangguk setuju.

“Taemin benar. Kau tidak pernah dekat dengan seorang yeoja. Aku bahkan ragu kalau kau masih normal” ucap Sehun dengan polosnya

“yak!!!” Kai menjitak kepala Sehun

“kenapa kau menjitak kepala ku?” Sehun mengelus kepalanya yang menjadi sasaran jitakanku.

“kenapa kau berbicara seperti itu? Tentu saja aku masih normal, pabo!”

“siapa yeoja itu?” Tanya Taemin

“namanya…..Kwon Yuri. Dan sepertinya…aku menyukainya.”

“MWO???????????” lagi-lagi Taemin dan Sehun memekik nyaring di telingaku. Aku harus menutup telingaku karna mereka.

“yak!! Tidak bisakah kalian tidak berteriak? Kalian membuat telingaku sakit!”  aku mengusap telingaku yang berdengung karna mereka. Mereka masih menatapku tak percaya.

“ah sudahlah. Aku lelah, aku ingin tidur” aku beranjak dan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Kai-ah, apa kau serius?” aku tidak menghiraukan pertanyaan Taemin

“yak!! Ceritakan pada kami!” Sehun berteriak. Aku tidak peduli. Aku sangat lelah dan aku ingin tidur sekarang. Aku akan menemui Yuri besok .

o0o

 

Normal POV

“KIM JONG IIIIIIIIINNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!”

dan lagi-lagi hari ini Kai harus mendengar teriakan Taemin dari ruang tamu. Sepertinya teriakan Taemin yang membangunkannya setiap pagi sudah menjadi sarapan rutin untuk Kai.

“kkamjong! Cepat bangun! Apa kau tak tau ini sudah jam berapa hah? Cepat bangun! Kita sudah telat! bagaimana Yuri bisa menyukaimu jika jam segini saja kau belum bangun!”

Mendengar nama Yuri disebut Kai langsung membuka matanya.

“baiklah aku akan mandi” teriak Kai dari dalam kamarnya.

“aku sudah menyiapkan sarapan untukmu di meja makan”

“arraseo”

Setelah beberapa menit mandi Kai keluar dari kamar. Ia melihat jam sudah pukul 07.30 . itu berarti bel sekolah akan berbunyi 30 menit lagi. Kai langsung terburu-buru dan saat ia keluar dari kamar ia tidak melihat Taemin atapun Sehun. Sehun memang menginap dirumah ini semalam. Kai langsung menuju meja makan dan melihat sepotong roti bakar yang disiapkan Taemin tadi. Ia memakannya sambil memakai sepatu dengan sangat terburu-buru. Biasanya ia dan Taemin pergi ke sekolah menggunakan bus atau sepeda. Karna Ia sudah telat hari ini maka ia memtuskan untuk naik sepeda. Dan kesialan kedua pun datang. Saat ia melihat halaman rumahnya, tidak ada sepeda terparkir disana.

‘pasti Sehun dan Taemin memakai sepeda’ pikir Kai

Kai menutup pintu rumahnya dan lari menuju halte untuk naik bus.

20 menit kemudian bus yang Kai naiki sudah sampai di halte dekat sekolahnya. Kai masih harus berlari ke sekolahnya. Gerbang sekolahnya sudah hampir menutup, Kai lari makin cepat. Dari dalam sekolah Taemin dan Sehun terkikik melihat Kai berlari. Saat gerbang hampir menutup rapat Kai berhasil masuk ke sekolahnya. Dia mengusap dadanya lega karna dia tidak terlambat. Kai berjalan masuk ke dalam sekolah, perhatian semua yeoja tertuju padanya.

“terlambat lagi, Kai?” sehun mengejek Kai dengan cengiran bodohnya.

“yak!!! Oh Sehun!!! Mati kau!!!”

Melihat Kai yang berlari kearahnya dengan tatapan siap membunuh, Sehun berlari menghindari Kai. Terjadilah kejar-kejaran antara Kai dan Sehun. Taemin hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua sahabatnya itu.

 

-Bel istirahat-

Taemin, Kai , dan Sehun segera pergi ke kantin setelah mendengar bel berbunyi. Di sepanjang jalan perhatian semua yeoja mengarah kepada mereka bertiga terutama Kai dan Sehun. Tapi mereka mengacuhkan yeoja-yeoja itu karna Kai dan Sehun memang terkenal memiliki sifat yang sangat dingin. Berbeda dengan Taemin yang selalu bersikap ramah pada orang-orang sekitarnya.

“Kai-ah, Taemin-ah, Sehun-ah” teriak seorang yeoja dari belakang mereka.

“Tiffany-ah” seru Taemin “kau mau ke kantin? Ayo bersama kami”

Tiffany memang berteman baik dengan mereka bertiga dan sering bermain dengan mereka.Mereka memesan makanan dan langsung melahapnya setelah makanan yang mereka pesan datang.

“Fany-ah?”

“waeyo Kai-ah?”

“apa kau kenal seorang yeoja bernama Kwon Yuri?”

Ucapan Kai itu sontak membuat Sehun, Taemin, dan Tiffany menghentikan acara makan mereka.

“kenapa tiba-tiba kau menanyakannya?” Tanya Fany

“Karna dia menyukai yeoja itu” celetuk Sehun

“mwo????????” Tiffany terdengar sangat histeris mendengar pernyataan barusan.

“kenapa kau berteriak? Semua orang di kantin melihatmu” kesal Kai

Tiffany melihat sekelilingnya dan benar saja semua orang dikantin melihat kearahnya.

“aku Tanya sekali lagi, apa kau mengenalnya? Yang Sehun katakan tadi benar, aku menyukai yeoja itu” Tanya Kai

“dia teman sekelasku Kai-ah, dia juga sahabat baikku. Apa kau yakin kau menyukainya?” selidik Fany

“kenapa kau berkata seperti itu? Aku menyukainya. Memangnya dia kenapa? Sudahlah. Aku mau ke atap gedung. Aku ingin tidur” Kai langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja. Sudah menjadi kebiasaannya dia tidur di atap gedung saat jam istirahat.

“apa dia serius menyukai Yuri?” Tanya Fany setelah kai pergi

“ne. waeyo?” Tanya Taemin balik. Tiffany hanya menggelengkan kepalanya.

o0o

 

Hari ini Kai tidak ada kelas dance, jadi dia akan pulang cepat bersama Taemin dan Sehun.

“ayo kita pulaaaangg” seru Sehun

“kalian pulanglah duluan, aku ingin menemui Yuri diruang music” kata Kai

“Yuri? Aku penasaran seperti apa yeoja yang bisa merebut hati seorang Kim Jong in. ayo ajak aku dan Sehun untuk menemuinya. Aku ingin berkenalan dengannya” seru Taemin, Sehun mengangguk setuju.

“ah baiklah ayo.” Jawab Kai pasrah

Saat hampir mendekati ruang music Kai sudah bisa mendngarkan suara piano dan nyanyian merdu seorang yeoja. Kai mengintip dari celah pintu. Alunan piano itu berhenti. Ternyata Yuri sudah bersiap untuk pulang. Kai sembunyi disamping pintu berniat mengejutkan Yuri. Sehun dan Taemin juga ikut mengikuti Kai bersembunyi. Yuri  berjalan keluar dari ruangan sambil membawa buku tanpa mengetahui ada tiga orang disitu.

Kai berjalan mengendap-endap dibelakang Yuri. Kai sudah hampir mengejutkan Yuri, tapi tiba-tiba buku yang Yuri bawa terjatuh dan membuatnya berjongkok untuk mengambil kembali bukunya yang berserakan. Kai terkekeh sambil menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara. Tapi Kai menyadari sesuatu yang janggal. Buku itu terjatuh tidak jauh dari Yuri. Tapi kenapa Yuri tidak melihat bukunya, Yuri malah meraba-raba tangannya mencari bukunya. Kai terdiam melihatnya.

‘kenapa dia tidak melihat bukunya?buku itu ada di dekatnya’ pikiran Kai berpikir keras saat ini. Taemin dan Sehun yang melihat itupun terbengong melihatnya. Kai mundur perlahan, ternyata gerakannya itu menimbulkan suara yang didengar oleh Yuri.

“apa ada orang disitu?” Tanya Yuri setelah selesai mengambil bukunya. Dia berdiri. Taemin dan Sehun pun semakin dibuat bingung. Sudah jelas-jelas ada Kai didepannya tetapi yeoja itu malah bertanya ada orang atau tidak.

“ah mungkin hanya perasaan ku saja” Yuri berbicara pada dirinya sendiri. Lalu ia berjalan sambil berpegangan pada tembok yang ada disampingnya. Tanpa Kai sadari, lelaki tua yang biasa menjemput Yuri sudah ada disana dan melihat semua kejadian itu tadi.

“nona Yuri, ayo kita pulang” kata lelaki tua itu

“paman Jung? Kau sudah datang? Ah ternyata orang itu kau. Aku kira kau belum datang, jadi aku memutuskan untuk pulang sendiri”

Lalu lelaki tua itu membawa Yuri pulang sambil memegang tangannya. Kai masih terpaku diam di tempatnya. Ia masih tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Sehun dan Taemin yang walaupun masih terkejut dengan apa yang dilihatnya pun menghampiri Kai.

“Kai-ah?” panggil Sehun

“dia…….buta?”  lirih Kai, suaranya hampir tidak terdengar.

“ayo kita pulang saja” ajak Taemin

“tidak, aku ingin meminta penjelasan dari pengawalnya Yuri. Aku ingin tau apa yang terjadi padanya. Aku harus.”

“tapi….”

“tuan Kim?” panggil lelaki tua itu. Lelaki tua itu –Paman Jung- menghampiri Kai dan kedua sahabatnya.

“aku akan menjelaskannya padamu” seakan tau apa yang ada dipikiran Kai, lelaki tua itu mengajak Kai duduk dan mulai menceritakan tentang Yuri. Kai mulai mendengarkannya seksama

“4tahun yang lalu nona Yuri dan keluarganya sedang dalam perjalanan menuju Busan. Mobil mereka mengalami kecelakaan, kedua orang tua nona Yuri meninggal dalam kecelakaan tersebut. Hanya nona Yuri yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Nona Yuri segera dilarikan kerumah sakit, tapi tanpa kami duga, kecelakaan itu membuat nona Yuri mengalami kebutaan permanen. Sejak kecelakaan itu nona Yuri tidak memiliki siapapun karna dia adalah anak tunggal. Hanya aku dan pelayan-pelayan rumah yang lain yang masih setia menjaga nona Yuri.”

Kai terpaku mendengar cerita dari paman Jung. Sementara Sehun dan Taemin ikut terenyuh mendengar cerita itu.

“kenapa Yuri tidak terlihat seperti orang buta?” Tanya Kai

“justru itulah. Nona Yuri tidak terlihat seperti orang buta, sikapnya pun tidak terlihat seperti buta. Banyak orang yang mengira dia normal. Tak heran lagi jika kau tidak pernah menyadarinya. Dia yeoja yang sangat tangguh. Kalau begitu, aku permisi dulu. Nona Yuri sudah menungguku” paman Jung pamit pulang. Aku pun membungkukkan badanku.

“Kai-ah sudahlah. Jangan bersedih. Kau tidak dengar tadi? Yuri adalah yeoja yang sangat tangguh. “ kata Taemin

“kalau kau benar-benar mencintainya maka kejarlah dia, jangan lihat kekurangannya” kini Sehun ikut bicara. Tumben sekali ia berkata bijak seperti itu.

“ayo sekarang kita pulang” aku hanya mengangguk dan mengikuti sahabatku.

o0o

                Hari demi hari pun berlalu. Kai makin dekat dengan Yuri. Kai pun menerima kekurangan yang ada pada Yuri. Setiap pulang sekolah mereka selalu bermain piano bersama diruang music. Seperti saat ini.

“kai-ah, kau tau? Aku baru saja menciptakan sebuah lagu.” Seru Yuri dengan semangat

“jinjja? Apa judul lagunya?” Kai pun tak kalah semangat

“itu rahasia. Aku akan memberitahukanmu nanti”

“tapi aku mau mendengarnya sekarang” Kai mengerucutkan bibirnya. Yuri terkekeh mendengar suara Kai yang terdengar manja.

“kau seperti anak kecil Kai-ah” kata Yuri.

“hehehe” Kai menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“hmm….. Yuri-ah, bagaimana kalau kita makan siang bersama besok di kantin?”

Ekspresi wajah Yuri berubah seketika, wajahnya datar tanpa ekspresi. Kai menjadi bingung kenapa Yuri menjadi seperti itu.

“waeyo? Apa ada yang salah Yuri-ah?”

“ani, hanya saja aku tidak pernah ke kantin. Teman-teman selalu mengejekku karna aku buta. Jika aku ingin membeli sesuatu di kantin aku selalu meminta Tiffany untuk membelikannya untukku”

“tak apa Yuri-ah, ada aku bersamamu. Aku akan mengajak Sehun, Taemin, dan Tiffany juga kalau kau mau. Kita bisa makan bersama” kai tersenyum. Yuri terdiam, ia nampak berfikir.

“saat bel istirahat, aku akan menjemputmu dikelasmu nanti. Kau tidak usah khawatir”

“tapi….”

“ayo kita pulang. Ini sudah terlalu malam. Sepertinya paman Jung belum datang, tapi kita bisa menunggunya diluar.”  Belum sempat Yuri berkata apapun, Kai sudah menggandeng tangganya keluar dari ruang music. Baru beberapa langkah mereka keluar dari ruang music Yuri tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Kai bingung.

“wae? Apa ada barangmu yang tertinggal didalam?” Tanya Kai

“ani. Bisakah kau mengambilkanku bunga itu?” tunjuk Yuri pada rentetan tanaman bunga yang ada pada depan ruangan kelas music.

“eh? Bagaimana kau bisa tau ada bunga azalea disini?”  Yuri tersenyum

“aku sangat menyukai bunga itu Kai-ah, begitupun ibuku. Dulu aku dan ibuku sangat senang menanam bunga itu. Aku bahkan bisa mengetahui baunya walaupun aku tidak bisa melihatnya.”

“baiklah, aku akan ambilkan bunga itu”  Kai pun mengambilkan bunga itu dan memberikannya pada Yuri, Yuri sangat senang. Tanpa disadari, bibir Kai membentuk sebuah lengkungan yang membuatnya semakin tampan. Melihat Yuri tersenyum senang seperti itu juga membuatnya senang.

“nona, sudah waktunya kita pulang” ujar lelaki tua itu. Seperti biasa, ia datang dengan tiba-tiba tanpa diketahui oleh Kai. Atau mungkin karna Kai terlalu asik memandangi Yuri sehingga tidak menyadari kehadiran paman Jung. Paman Jung menggandeng tangan Yuri untuk berjalan ke mobil.

“aku pulang duluan Kai-ah, sampai jumpa besok” Yuri tersenyum

“sampai jumpa besok Yuri-ah. Ingat, aku akan menjemputmu dikelasmu saat jam istirahat” Kai melambaikan tangannya pada Yuri, setelah itu ia pulang kerumahnya.

Sesampainya dirumah, Kai langsung duduk di sofa disamping Taemin yang sudah menunggunya daritadi, juga ada Sehun yang menonton tv sambil mengemil.

“kau darimana saja Kai-ah? Ini sudah sangat malam. Kenapa kau baru pulang? Apa kau bersama Yuri lagi? Setiap malam kau selalu pulang sekolah lebih telat dari biasanya. Kau bisa memberi pengaruh buruk pada Yuri. Dan kau selalu saja tidak mengangkat telponku atau membalas pesanku. Kau terlalu asik dengan Yuri sampai kau mengabaikanku”  ujar Taemin panjang lebar.

Saat Taemin menoleh ke Kai, Taemin menjadi sangat kesal. Daritadi Taemin berbicara panjang lebar tapi ternyata Kai tidak mendengarkan sama sekali apa yang Taemin katakan. Kai hanya senyum-senyum tidak jelas .

“kai-ah,jadi daritadi kau tdak mendengarkanku?”  Kai tidak menjawab

“kkamjong!!!!”  kali ini Taemin berteriak tepat di telinga Kai. Dan itu berhasil membuatnya kembali ke alam sadar.

“yak! Kenapa kau senyum-senyum sendiri daritadi? Kau seperti orang gila!”

“Sehun-ah, jangan sebut aku gila. Aku memang sudah gila. Aku gila karna Yuri”  Kai pun tersenyum sendiri lagi.

“lihat kan hyung? Kai sudah benar-benar gila” ucap Sehun.

“ah sudahlah, aku mau tidur” Kai beranjak dari tempatnya dan segera ke kamarnya untuk tidur.

o0o

                Seperti yang di katakannya kemarin, Kai akan menjemput Yuri di kelasnya untuk makan siang bersamanya dan juga Taemin, Sehun, dan Tiffany. Siang itu, Kai berhasil membuat seluruh siswa di SM High school gempar. Bagaimana tidak? Kai yang terkenal dengan sikapnya yang dingin kepada semua orang –kecuali sahabatnya- dan tidak pernah sedikitpun melirik seorang yeoja kini siang ini dia menjemput seorang yeoja buta langsung ke kelasnya. Kai datang ke kelas Yuri dan membuat seluruh murid di kelas itu diam seketika karna kedatangan Kai. Mereka mulai berpikir yang macam-macam. Para namja dikelas itu berpikir ‘apa dia ingin menghajarku?’, sementara para yeoja dikelas itu berpikir ‘apa dia ingin mengajakku kencan?’. Ternyata semua pikiran mereka salah. Mereka tercengang melihat Kai menggandeng tangan Yuri keluar dari kelas. Kai dan Yuri kini berjalan di koridor sekolah menuju ke kantin. Dan jangan lupakan bagian dimana Kai memasang senyumannya untuk pertama kali pada seorang yeoja beruntung yang bernama Yuri itu. Semua murid baru pertama kali melihat Kai tersenyum kepada seseorang kecuali Taemin dan Sehun tentunya. Kuulangi. PERTAMA KALI.

Sesampainya di kantin, Kai celingak-celinguk(?) mencari kedua sahabatnya.

“Kai-ah, disini” Taemin melambaikan tangannya pada Kai. Kai pun menghampiri mereka dengan tangan masih menggandeng tangan Yuri. Lalu Kai pun bergabung bersama mereka, Yuri duduk disamping Kai.

“Yuri-ah, kau mau pesan makanan apa? Kami sudah pesan makanan” Sehun menunjukkan eye smilenya pada sahabatnya itu.

“terserah kau saja, Sehun-ah”  Yuri tersenyum.

“baiklah, akan aku pesankan bulgogi untukmu”

“aku juga” ucap Kai cepat

“aish, padahal aku belum menawarkanmu” Sehun mencibir, Kai hanya cengengesan.

“dimana Tiffany?” Tanya Kai

“aku tidak tau” jawab Sehun

“kau tidak sadar Kai? Semua murid memperhatikanmu. Dan Yuri.”  Ujar Taemin

“aku tidak peduli. Yuri-ah, setelah makan, aku akan mengajakmu ke taman belakang sekolah. Disana sangat indah”  Kai tersenyum menatap Yuri. Dia sudah melepaskan genggaman tangannya agar tidak terlalu menarik perhatian

“terserah kau saja “ Yuri tersenyum

‘kau selalu tersenyum indah Yuri-ah, tetaplah tersenyum. Agar aku selalu bahagia melihat senyummu itu’ ujar Kai dalam hati.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata penuh kebencian yang memperhatikan mereka dari kejauhan.

‘tidak ada yang boleh mendekatimu selain aku,Kai’.

 

TBC

 

3 thoughts on “The First Snow in Winter (1 of 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s