Born to say goodbye part 1

 

 

Nama: Julia elqisty

Judul:  Born to say goodbye part 1

Tokoh: Zhang Yixing, Wu yi fan, d.o kyungsoo

Support cast: Suho, Huang zi Tao, Baekhyun, Xiumin

Genre: brothership, friendship , sad

Rating: friendship

Length: chapter

 

 

 

Annyeong! Ini bener-bener FF pertama aku^^ semoga suka ya, soalnya menurutku ff aku aga gaje maklum belum pengalaman hehe
****************

Hari ini terlihat begitu cerah dari biasanya di kota Shanghai yang amat padat itu, pagi itu orang-orang dengan sibuknya mengurusi urusan mereka masing-masing dan tidak peduli dengan apa yang ada disekitar mereka. Semua sibuk dengan urusan masing-masing seperti beberapa orang yang berangkat kerja terburu-buru sambil melihat arlojinya takut ketinggalan bus yang datangnya 1 jam sekali itu. Ada juga anak-anak sekolah yang terlihat berjalan kaki menuju sekolahnya dengan bercanda ria, lelaki tua yang sudah dari pagi sekali duduk di kedai kopi dengan tenangnya sembari membaca berita hangat pada pagi ini, tetapi berbeda halnya dengan salah seorang namja putih tinggi yang sedang berjalan tidak tahu arah dikota metropolitan ini.Sepertinya terlihat dari sorot wajahnya terdapat banyak masalah yang menimpanya. Namja putih itu berjalan sangat lesu dengan menarik tutupan kepala hoodienya itu ke atas dan berjalan menunduk menuju sebuah rumah kumuh yang berada di belakang gedung tinggi. Sebenarnya, tempat itu tidak bisa disebut sebagai rumah melainkan sebuah gudang karena tempat itu sangat amat tidak terawat.

*BRUK* namja itupun meng-ambrukan badannya kesebuah sofa lusuh yang ada di ruangan itu.

“kenapa mereka selalu seperti anak kecil? kenapa mereka tidak pernah sadar kalau

mereka itu sudah dewasa? apa mereka tidak mengerti? ARGHH!!” Namja itupun

menjambak rambutnya sendiri dan mulai meneteskan air mata.

*********
Berbeda tempat, disebuah apartemen tidak terlalu mewah di kota Seoul seorang lelaki bertubuh mungil mengetuk pintu apartemen “Tok,tok,tok,tok….”

tidak ada sahutan dari si pemilik apartemen, lalu lelaki itu mengetuk pintu lagi dengan nada ketukan lebih kencang. “Tok,Tok,Tok,Tok..To…”

“Ya!! mau apa kau disini kerdil? kau tau, kau sudah mengganggu tidurku yang berharga ini!” seorang namja terlihat membuka pintu apartemennya dengan rambut yang sangat acak-acakan itu, terlihat tubuhnya yang menjulang tinggi menatap kebawah melihat namja mungil yang sedari tadi berharap dibukakan pintu itu.

“Hmmm, ini a..ak..aku membawakan bungkusan makanan untukmu..” jawab namja mungil itu tergagap sambil menyodorkan bungkusan makanan yang berada di tangannya.

” kenapa kau ini aneh sekali? padahal aku bahkan hanya sering melihatmu dan aku tidak mengenalmu” namja tinggi itu mengerutkan dahinya heran.

“mmm… ini tanda perkenalanku untukmu sebagai tetangga apartemen… hmmm namaku do kyungsoo” balas namja mungil itu terbata-bata.

“lalu? apa urusannya denganku? aku tidak ingin tahu namamu!” balas namja tinggi itu acuh

terlihat perubahan wajah yang drastis di wajah namja mungil bernama do kyungsoo itu, wajah yang tadi berseri-seri itu kini berubah menjadi tertunduk akibat melihat ekspresi acuh namja tinggi tersebut.

“ka..lau begitu aku pamit..” d.o berbalik memutar badannya dan melangkah menjauh dari depan apartemen namja tinggi itu

“hei kerdil tunggu..” namun namja tinggi itu berteriak memanggil d.o yang sudah melangkahkan kakinya menjauh

“tadi kau membawa apa?” tanya namja tinggi itu masih dengan nada yang ketus

“ma..kanan” jawab d.o singkat dengan kepala tertunduk kebawah menunjukan ekspresi kegugupannya,

“okay, aku ambil ini dan kau boleh pergi” namja tinggi itu menarik bungkusan yang ada di tangan d.o dengan cepat dan berbalik menutup pintu kamarnya.

Sedangkan d.o masih terpaku dan akhirnya ia melangkah pergi.

“Ternyata manusia kerdil itu sedikit berguna… berguna membasmi kelaparan ku hahaha” gumam kris terkekeh dengan raut yang cool namun terlihat keceriaannya melihat sup rumput laut buatan d.o kyungsoo itu, walaupun terlihat sederhana namun kris tidak bisa memungkiri kelezatannya.

“ternyata masakan si kerdil itu lumayan juga..” gumamnya lagi

Ya, namanya adalah Zi Wu Fan namja keturunan china,canada,korea itu biasa di sebut dengan Kris karena dulu ia memang lama tinggal di Canada sejak kecil hingga Kris beranjak memasuki tingkat SMP, Kris memang dingin terhadap semua orang termasuk dengan sahabatnya sendiri namun sebenarnya jauh dilubuk hatinya dia mempunya hati yang sangat lembut dan sebenarnya namja tinggi seperti tiang ini sangat amat lucu dan tidak banyak yang tau tentang hal ini. Ia hanya mampu berbagi canda sesungguhnya dengan Zi Tao adik kandung satu-satunya itu yang sekarang sedang berada di salah satu asrama sekolah Korea yang cukup ternama

************

“Yoboseo? Hey sekarang juga aku ingin menjumpaimu, tunggu aku disana, aku secepatnya membeli tiket! annyeong.” klik namja putih tinggi itu langsung memutuskan telfonnya tanpa mau mendengar lawan bicaranya berkata terlebih dahulu.

namja putih tinggi itu segera bergegas menuju Guangzhou airport dan memesan tiket secara on the spot menuju Korea selatan.
Sesampainya menuju Incheon Airport
“yoboseo..”
“Heeei kaau lay-ssi kenapa kau mematikan telfon kuu, aku sudah bilang kalau aku tidak mau kau kesini, kau menggangguku ara?” belum sempat namja bernama lay itu bicara ia sudah di cecar dengan omelan-omelan oleh seseorang di telfon

“aish, sudah ku bilang kau jangan memanggilku seperti ituu, seperti saling tidak mengenal saja, aku sudah mengenal kau sejak smp ge” ujar seseorang yang bernama lay itu santai.

“Heeey, stop calling me with “ge” aku sangat amat membencinya…” balas namja yang di telfon masih dengan omelannya.

“ckck, kau tidak berubah sepertinya ge” jawab lay santai dengan tidak berdosa masih memanggil lawan bicaranya dengan sebutan ge

“YAA!! Sudah ku peringatkan untuk tidak memanggilku seperti itu! aku…”

“Sudah cukup, kau harus menjemputku di lobby incheon airport sekarang juga , aku tak tau jalan, ku tunggu secepatnya anyeong.” Klik

“HYAAA, bagaimana iniiiii dia langsung mematikannya? benar benar tidak mempunyai sopan santun” Seseorang yang di telfon lay masih saja melanjutkan omelannya seorang diri namun ia terlihat mencari-cari kunci mobilnya untuk segera pergi menuju Incheon airport.

**********
Namja yang bernama lay itu menjatuhkan dirinya dan ransel kecilnya ke sebuah sofa di apartemen milik seorang temannya yang bernama Kris, ya Kris ini adalah teman Lay, Zhang Yi Lay namanya ia adalah namja keturunan China-korea dan ekonomi keluarganya sangat amat bagus, namun Lay hidup di keluarga yang bisa dibilang broken home, ya ibu dan ayahnya sudah lama bercerai sejak Lay berumur 9 tahun, ibu dan ayahnya sejak dulu memang tidak pernah akur satu sama lain, selalu saja bertengkar di depan anaknya yang sekarang tumbuh menjadi anak yang sebenarnya polos namun terpaksa menjadi anak yang liar akibat dampak dari perkelahian orang tuanya yang ia alami sejak kecil itu.
“Terimakasih telah menerimaku untuk tinggal disini ge” ujar Lay membuka pembicaraan degan senyum tipis dibibirnya
“Heyy aku tidak bilang aku menerimamu disini, kau sangat menyusahkan!” Kris membantahnya dengan raut wajah cool namun terlihat tampan itu ke arah lay.
“Sudahlah kau tidak usah berpura-pura tidak menerimaku di apartemen ini Kris ge, aku sudah tau sifatmu” jawab lay dengan jauh lebih cool dibanding dengan kris sendiri.
“Cih, berpura-pura katamu? justru aku sangat tidak suka ada orang yang menggangu kenyamanan ku”kris mebuang wajahnya jauh-jauh dari lay memperlihatkan muka acuh-ta acuhnya
“Hahahha, tidak suka? lalu kalau kau memang tidak suka, kenapa kau masih saja menjemputku di airport?” Lay tertawa dan menaikan alisnya sambil tersenyum penuh arti ke arah Kris
“aaah, sudahlah kau memang selalu bisa membuatku berhenti bicara” Kris membalas ucapan Lay dengan pasrah karena dia tau Lay bukan orang yang bisa di kelabui oleh ke sinisan wajah Kris, karena Lay bisa jauh lebih dingin dibanding Kris sendiri.
“Hahahhaha kena kau Kris ge!” Lay tertawa lepas karena untuk kesekian kalinya ia bisa memojokan Kris.
Kris hanya bisa pasrah karena sekarang ada seseorang pengganggu dikehidupannya, sebelum ada Lay Kris selalu di ganggu oleh namja kecil bernama do kyungsoo itu yang selalu setia membawa berbagai bingkisan untuk Kris seperti makanan, pewangi ruangan, handuk dan itu semua membuat Kris risih dan menganggapnya sebagai “lelaki tidak normal” dan sekarang ia harus dibebani oleh teman masa kecilnya Lay ini.
“Lay-ssi, pasti kau ada masalah sampai kau bisa tiba-tiba menemuiku” Kris membuka suara sambil menuangkan segelas kopi dari mesin otomatis expressonya itu.
“Yaa kris ge kenapa kau selalu memangilku dengan sebutan ssi? bukankah itu terlihat formal?” Lay menjawab dengan memonyongkan bibirnya pertanda bahwa ia tidak suka diperlakukan dengan cara formal
“karena sudah sejak lama kau menghilang dan aku baru tau kabarmu sekarang, jadi aku rasa aku harus memanggilmu dengan sebutan yang lebih sopan” Kris menjawab lagi-lagi dengan muka datarnya itu
“huh, tidak sopan sekali kau, padahal aku tidak bertemu denganmu hanya hmmmm…. 3 tahun kenapa kau sudah bersikap seperti ini” Lay menggaruk-garukan tangannya ke rambutnya yang tidak gatal itu karena heran oleh sikap temannya yang sebenernya sudah ia anggap sebagai saudara sendiri itu, karena Lay adalah anak tunggal dikeluarganya.
“cepat jawab pertanyaanku” Kris tidak memperdulikan ocehan Lay, ia hanya ingin tau alasan pertamanya Lay ke korea secara mendadak ini.
“mereka selalu membuat hidupku hancur…. mereka tidak pernah tau perasaanku” seketika wajah Lay yang tadi masih terlihat senang itu berubah menjadi raut wajah penuh dengan kebencian, ya kebencian yang teramat dalam, membuat Kris jadi sedikit tersentak melihat perubahan Lay yang ia sudah duga sedang tidak beres.

 

“hmm, maksudmu apa? kenapa mereka tidak mau tahu perasaanmu?” Kris berusaha menyelidiki dengan hati-hati, padahal sebenarnya ia sendiri tidak tau siapa yang sedang dibicarakan oleh Lay.

 

“Ya mereka, semenjak aku kecil aku selalu melihat mereka bertengkar, semua barang yang ada dirumah mereka lempar begitu saja tanpa tidak mau tau keadaan disekitar, mereka selalu memberikan ku harta yang berlimpah.. namun aku tidak butuh itu semua ge….” Lay tertunduk menahan air matanya sendiri, walaupun Lay sudah menganggap Kris sebagai saudaranya namun Lay masih malu untuk mengeluarkan emosinya secara terang-terangan.

 

Kris termenung, sejujurnya Kris sama sekali tidak tahu apa yang dibicarakan Lay saat ini, ia hanya mencerna bait demi bait perkataan Lay , Kris tidak enak untuk berbicara yang sebeneranya karena tidak mau menyinggung perasaan Lay yang sepertinya sudah mempercayai Kris dalam hal ini.

 

“Hmmm, sudahlah Lay-ssi, maaf aku tidak bisa berbuat banyak untukmu, semua manusia diberi cobaan oleh tuhan dengan masalah yang berbeda-beda, namun setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan hanya dirimulah yang tahu jalannya, mungkin aku hanya bisa menenangkanmu” Kris berusaha menenangkan Lay dengan ekspresi yang terlihat kaku, karena jujur saja baru pertama kali ini Kris mendapat curhatan panjang oleh teman kecilnya ini dan Kris belum terbiasa dalam hal ini.

 

“Kau ada benarnya ge, kalau begitu aku akan secepatnya menyelesaikan masalah ini walaupun aku juga tidak tahu bagaimana harus menghadapi masalah ini, tapi aku percaya padamu ge, mau kah kau membantuku? Aku percaya padamu kau bisa membantuku” Ada sisi ketulusan yang keluar dari pancaran mata Lay yang sangat yakin bahwa Kris bisa membantunya dan membuat Kris tertegun sejenak.

mengapa ia sangat yakin padaku?” ujar kris dalam hati

“yasudahlah kalau begitu kau istirahat saja, kau terlihat lelah” Kris berusaha mengalihkan pembicaraan agar tidak tidak terlihat begitu canggung.

 

**********

 

“Lay-ssi bangun!, bangun” Kris mengguncang-guncangkan badan Lay yang masih terlihat lengket dengan kasurnya itu.

“hmm” Lay hanya bergumam dan masih memilih untuk menarik selimutnya dan tidur kembali

“Aiiisshh jinjaaa, kau harus bangun, aku harus pergi, ada pemotretan majalah sebentar lagi aku hampir terlambat” Kris masih saja mengomel dengan mengguncang-guncangkan tubuh Lay semakin keras agar Lay bisa segera beranjak dari kasurnya itu.

“Yaaa! baiklah aku bangun, mengapa kau tidak meninggalkan saja apartemenmu, aku bukan seorang pencuri aku bisa menjaga diri” Ujar Lay dengan mata masih terpejam ia hanya mendengar kris berbicara namun tidak mengetahui bahwa kris daritadi sudah membelalakan matanya seolah-olah ingin mencopot matanya dan melemparnya ke wajah lay(lebay abis >.<)

“Okay, aku tunggu 10 menit kalau kau belum siap juga aku usir kau dari apartemenku!!” kris mengancam Lay agar Lay mau beranjak dari kasurnya dan ancamannya itu sangat amat efektif padahal Kris sendiri tidak akan mengeluarkan Lay dari apartemen kecilnya itu.

“huh, baiklah tunggu sebentar”. jawab Lay dengan beranjak gontai ke arah kamar mandi.

************

 

“Huhh, mengapa kau tidak membiarkan aku tinggal sendiri saja di apartemen mu itu?lagi pula aku masih jetlag akibat keberangkatan kemarin” Seru Lay dengan mencibir ke arah kris yang sibuk menyetir mobilnya itu.

“Karena kau adalah masih orang asing bagiku,Hah? jetlag katamu? korea dan china hanya berjarak 2jam saja kau bilang jetlag, tidak masuk akal” kris menjawab dengan datar ditambah suara kekehan Lay yang terlihat polos tidak berdosa itu

 

“Ya bagiku itu jetlag kris ge, oia aku baru tau bahwa kau sudah mempunyai anak” tambah Lay dengan santai dan lagi-lagi masih dengan tampang tidak berdosa

“uhuuukk!!!uhukk!! mwo? apakau bilang? ANAAK???!! sejak kapan aku sudah mempunyai anak? kau bahkan tidak melihat ada orang lain selain aku diapartemenku?” Kris terbelalak kaget dan terbatuk saat hendak meminum cappucino yang ia beli tadi di rest area.

“Iya, kamar tidurmu yang ku pakai itu kamar anakmu? ” jawab Lay polos

“ANIII!!” bantah kris dengan mantap menyadari kebodohan Lay

 

“Lalu mengapa kamar itu sangat amat cantik? dimana-mana terdapat pajangan panda, sprei kasurnya pun juga sangat imut, wallpaper kamarnya pun panda, apa anakmu perempuan? lalu istrimu kemana? atau jangan..jangan..” Lay menutup mulutnya karena kaget apa yang dipikirannya muncul dan Kris menepis tangan Lay seakan tau apa yang dipikirkan Lay itu

“JANGAN BERFIKIR YANG TIDAK-TIDAK, itu kamar adikku , adikku sekarang sedang berada di sekolah asrama jadi karena kau datang seenaknya jadi terpaksa kau tidur saja di kamar adikku dulu sementara, ARA?” jawab kris yang sudah muak dengan pertanyaan bodoh Lay yang lama kelamaan semakin menjadi-jadi itu

“Are you serious?” tanya Lay lagi kali ini dengan tatapan jahil khas Lay yang menunjukan senyum manis tidak lupa meninggalkan secarik lingkaran lesung pipinya itu

“SHUT UPPPPPPPPPP!!!!!!” Kris tambah kesal diiringi dengan tawa gembira Lay yang memang sengaja ingin membuat Kris keki

 

**********

 

Mobil sedan berwarna hitam itu meleset rapih disebuah parkiran percetakan sebuah majalah yang berada di pusat kota Korea Selatan, Kris keluar dengan memakai blazer coklat tua berbulu yang terlihat keren jika dipakainya, memang Kris ini walaupun terkesan cool namun ia termasuk fashionista dan bersama teman masa kecilnya Lay yang terlihat lebih casual dengan memakai kaos dibalut hoodie tebal dan celana jeans lusuh namun justru terlihat keren itu.

 

“Jadi kau bekerja di kantor majalah ini?” Tanya lay lagi-lagi tidak berhenti bertanya

“ani, aku ada pemotretan hari ini” jawab kris singkat

“MWO? kau seorang model buahahhaha” Lay justru tertawa mendengar jawaban Kris yang bilang bahwa dirinya adalah seorang model

“ada yang salah?”

“hahahha, ani hanya saja…..” belum sempat lay menjawab kris sudah buru-buru masuk ke ruangan pemotretan dan benar saja itu membuat Lay semakin tidak bisa mengontrol ketawanya

 

“bahkan hanya menjadi model figuran pun ia masih berusaha layaknya model profesional” Gumam Lay dengan menahan tawanya yang rasanya ingin dia keluarkan itu

 

**************

“ya kris, hasil pemotretanmu akan selesai 1minggu lagi dan ini hasil pemotretan 3minggu yang lalu” ujar suho selaku kepala direktur majalah yang lumayan ternama itu.

“terimakasih suho”jawab kris dengan menyunggingkan secarik senyum tipis ke arah suho dan berbalik meninggalkannya dan mencari sosok namja putih tinggi itu.

 

“Lay-ssssii! kemana kauu” kris menoleh kekiri dan kekanan mencari sosok yang ia cari itu

 

“laaay! kemana kauu”

“kris ge! yogi!!” jawab lay sambil melambai-lambaikan kedua tangannya ke arah kris

 

“yaa kemana saja kauu aku sudah mencarimu dari tadi tau!”ujar kris dengan muka masam

 

“hehehe mian, karena aku belum terbiasa dengan situasi di korea aku menyempatkan diri untuk melihat-lihat sebentar kris ge”

 

“huuh, kau ini merepotkan saja dan jangan memanggilku seperti itu!!!!”kris semakin sewot mendengar panggilan lay yang menurutnya sangat amat tidak enak di dengar, namun lay tetap saja tidak menurut apapun yang kris katakan, baginya Kris adalah satu-satunya orang yang ia percaya.

 

***************

“dimana ini? tempat yang sangat indaah!!” seru lay dengan mata yang berbinar-binar

“pabo, kau keturunan korea tapi kau tidak tahu namsan tower huh? kris membalas ucapan lay dengan mata terus menuju kedepan

“hahhaha, maklum lah walaupun aku memang ada keturunan korea namun aku baru melihat kota ini secara jelas sekarang” lay menjawab dengan mata yang tidak bisa diam melihat pemandangan di namsan tower yang begitu indah ditambah dengan pohon-pohon berwarna cerah karena bulan ini memasuki musim semi.

 

“kajaa! duduk disini dulu, kau robot ya? mengapa tenagamu tidak habis-habis” desah kris yang sudah terengah – engah menusuri namsan tower itu

 

“hahahha itu karena kau sudah menua jadi tenagamu sudah berkurang!” lay menjawab dengan asal namun berhasil membuat kris berfikir sejenak

“apa memang aku sudah menua?”

“tidak aku tidak setua itu! lihat ini hasil pemotretanku 3minggu yang lalu” kris menyodorkan hasil pemotretannya kepada lay untuk meyakinkan bahwa dia masih terlihat muda

“pemotretan?buahahhahaha mana hasilnya? aku ingin melihat bagaimana postur tubuhmu di foto dan kakimu yang tinggi itu” kris tidak mengerti apa yang dimaksud lay, mengapa lay tidak memuji tampangnya dikamera melainkan mengejeknya seperti itu?

 

lay membuka satu persatu sample majalah yang diberikan kris itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto kris terpampang sangat amat bagus di majalah itu, beda dengan apa yang ia lihat tadi.

 

“mungkin tadi memang sedang pemotretan baju dan sepatu” gumam lay dalam hati

 

“otte?” tanya kris ingin tau reaksi lay terhadap fotonya itu

“bagus, tetapi masih lebih bagus pemandangan disni hahahha” gurau lay, kris mencibir

 

“kris ge?” tiba-tiba lay terdiam dan memanggil kris,

“hmm” kris bergumam namun tidak memarahi lay yang masih memanggilnya dengan sebutan ge itu.

 

“aku ingin bertanya sesuatu, aku sangat membenci keluargaku, lalu bagaimana dengan kau? aku sudah lama tidak mendrngar kabar keluarga kau semenjak setelah kau lulus smp?” tanya lay tiba-tiba

 

serasa sebuah benturan keras untuk kris yang memaksanya untuk mengingat kejadian dimana ia harus menyelamatkan ketiga keluarganya yang terjepit di sebuah rawa-rawa saat hendak berlibur.

 

mobil milik keluarga zi itu terjerembab masuk kedalam jurang yang amat dalam dan membuat ibu,ayah dan tao adik kandung kris terjepit, saat itu hanya kris yang hanya terluka ringan, sedangkan ibu, dan ayah kris tidak bisa diselamatkan karena timpaan barang-barang yang sudah menumpuk ditubuh ayah dan ibu kris, sedangkan tao berhasil kris tarik keluar walaupun kulit tangan kirinya terkupas.

sungguh kris sebenarnya sudah tidak mau mengingat tentang hal ini, dan kris baru tahu bahwa lay sedang mempunyai masalah dengan keluarganya.

 

“ya mereka sudah tenang disana, keluarga kami mengalami kecelakaan dan tao berhasil ku selamatkan walaupun sekarang kulit tangan kirinya tidak sempurna namun ia normal, dan sekarang aku menyekolahkan dia ke asrama ternama di korea, agar dia bisa bersosialisasi bersama teman-temannya karena semenjak kecelakaan itu tao hanya ingin berbicara denganku dan boneka panda kesayangannya pemberian dari ibuku” kris bercerita panjang lebar dan terus berusaha manahan air matanya agar tidak keluar

 

“mianhae, ternyata kamar itu punya tao, adik kecilmu yang seingatku juga mirip dengan panda hahahha” lay berusaha mencairkan suasana karena ia tau sahabatnya ini sedang menahan kepedihan sama seperti dirinya

 

to be continue……

 

 

 

 

 

14 thoughts on “Born to say goodbye part 1

  1. Tridha Aristantia berkata:

    aku sukaa cerita’aaa..
    zhang yixing sebener’a ada masalah apa dng dia, penasaran~

    ditunggu lanjutan’a…:)

  2. amelia berkata:

    ini yi xing bener” yah wakkk.. bikin ngkak loh ya..
    kris, kasian kyungsoo.. masak di panggil kerdil –“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s