FF : GROWL Chap. 4

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Sabtu pagi, Tao sudah berada di bengkel rumah Chanyeol untuk membantunya memeriksa mobil yang akan di gunakan oleh Sehun nanti malam. Mobil itu adalah mobil antik peninggalan keluarga Park.

Sebuah mobil berjenis Dodge Charger Daytona keluaran tahun 1905 itu masih terlihat terawat walaupun sempat beberapa kali dimodifikasi oleh Chanyeol dan Yoora. Mobil itu juga menjadi mobil andalan Sehun saat di arena balap.

“Semuanya masih bagus, kau merawatnya dengan baik” seru Tao berjongkok di samping badan mobil sambil mengelus kulitnya yang benar-benar terlihat mengkilap seperti tanpa noda.

“Tentu saja” jawab Chanyeol yakin lalu mendekatkan tubuhnya pada Tao dan berbisik, “karena jika tidak, nenek sihir itu akan membunuhku”

Detik berikutnya Chanyeol dan Tao sama-sama menoleh kebelakang, melirik samar kearah seorang wanita yang sedang memasukkan setengah tubuhnya di bawah badan mobil dengan segala peralatan keras yang tersebar disekitarnya. Setelahnya keduanya saling pandang dengan ekspresi aneh.

“Dia memang sedikit berbeda” Tao menyetujui ucapan Chanyeol

“Aku sedikit khawatir tidak ada seorang pria yang akan menikahinya kelak karena sikapnya”

Tao menggeleng, “Tidak mungkin. Dia sangat cantik dan juga tinggi”

“Tapi tetap saja dia sangat galak”

“Chanyeol… Zitao…” Tiba-tiba Yoora menarik tubuhnya keluar membuat Tao dan Chanyeol sama-sama tersentak kaget.

“Y-ya noona?”

“Kenapa sampai sekarang Luhan dan Sehun belum datang?”tanyanya tidak mengetahui apapun jika kedua namja tinggi itu sudah membicarakannya. Ia menepuk kedua telapak tangannya lalu membersihkan kotoran yang terjatuh di atas kaus putihnya yang kini telah berubah warna menjadi kehitaman. Lutut dan bagian pahanya juga terdapat noda hitam akibat terkena oli.

Sebenarnya, bengkel bukanlah tempat yang tepat untuk wanita cantik seperti Park Yoora. Kulit dan wajahnya terlalu berharga untuk dikotori oleh noda-noda logam karat atau oli. Tapi, bagi seseorang yang sangat menyukai otomotif sepertinya, hal itu adalah sebuah hal yang remeh. Bahkan ia lebih mencintai motor besar hitamnya daripada kulitnya sendiri.

“Sehun menemani Luhan berbelanja ke pasar”jawab Tao

“Oe? Omoni akan memasak?”

“Tidak. Aku rasa hanya untuk persedian minggu ini. Tadi pagi aku lihat omoni pergi bekerja”sahut Chanyeol berdiri mengambil sebuah kain lap untuk membersihkan telapak tangannya

“Aiish, bukankah sudah ku bilang jangan bekerja lagi? Kenapa omoni tidak pernah mau mendengarkanku?”rutuk Yoora kesal

“Lalu jika dia tidak bekerja, bagaimana mereka bisa hidup? Luhan hanya bisa bekerja paruh waktu saat liburan tiba”

Yoora seketika melotot pada Tao, “aku bisa menyisihkan sebagian gajiku untuk mereka. Lagipula aku memiliki bengkel ini dan selalu mendapat pemasukan uang. Aku sudah berkali-kali mengatakannya tapi Luhan selalu menolak”jelas Yoora sedikit kesal. Diantara Sehun, Luhan, Chanyeol dan Tao. Keluarga Park memang bukan termasuk ke dalam keluarga yang kekurangan.

Walaupun pernah mengalami kebangkrutan yang mengakibatkan kedua orang tuanya memutuskan untuk bunuh diri, tapi keduanya mampu bekerja keras dan mengurus sebuah bengkel peninggalan orang tua mereka dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian. Setelah lulus SMU, barulah Park Yoora memutuskan untuk bekerja disebuah rumah sakit menjadi seorang suster.

“Sudahlah. Luhan bukanlah tipe orang yang dengan mudah menerima bantuan orang lain. Selama dia masih bisa menjaga ibunya dengan baik, dia akan menghadapinya sendiri. Kau pasti sudah mengenal bagaimana wataknya, kan? Bukankah kalian tumbuh bersama sejak kecil?”balas Tao

“Lalu, kenapa kau masih disini? Tidak bekerja?”tanya Chanyeol pada Yoora

“Aku akan pergi bekerja setelah menyiapkan makan siang. Dua mobil itu sudah selesai ku perbaiki, pemiliknya akan mengambilnya siang ini” Ia menunjuk dua mobil yang terletak di bagian kanan. Chanyeol mengangguk.

***___***

Sehun sudah sampai didepan rumah Luhan setelah mereka selesai berbelanja keperluan sehari-hari. Rumah kecil itu terlihat sepi karena ibu Luhan sedang bekerja diluar. Ibunya adalah seorang koki disalah satu restoran sederhana yang ada dipinggir jalan.

“Aku pulang dulu. Ada sesuatu yang tertinggal”seru Sehun pada Luhan

Ia mengangguk, “kita bertemu disebelah. Aku akan meletakkan ini dulu”

“Oke”

Sehun berbalik, berjalan diatas jalan setapak yang ada ditengah-tengah jejeran rumah-rumah sederhana. Hingga melewati empat rumah dari rumah Luhan, barulah ia berbelok masuk kedalam sebuah gang kecil.

Jalanannya bukan lagi aspal, melainkan gundukan tanah dengan bebatuan kecil yang tersebar diatasnya. Daerah rumah Luhan dan Chanyeol memang termasuk kedalam daerah sederhana, tapi daerah rumah Sehun termasuk ke dalam daerah yang lumayan kumuh dan terpencil.

Rumahnya bahkan tidak lebih besar dari bengkel rumah Chanyeol yang hanya terdapat satu tempat tidur dan satu kamar mandi. Tidak ada ruang tamu dan dapur. Bahkan kompor kecil untuknya memasak dan beberapa piring dan gelas terletak di kamarnya. Semuanya dilakukan dikamar tidur.

Didepannya terdapat teras kecil dan didepannya lagi banyak tumbuh pohon-pohon besar yang nyaris menutupi gubuk kecil Sehun. Rumahnya benar-benar tersembunyi.

Saat muncul dari balik pohon-pohon, mata Sehun melebar begitu melihat keadaan rumahnya. Sepeda yang ia sandarkan pada tembok malah tergeletak di lantai terasnya.. Juga yang aneh, pintu rumahnya sedikit terbuka padahal seingatnya dia sudah menguncinya.

Sehun tidak berpikiran jika ada maling yang akan mengambil barang-barangnya. Karena dilihat dari depan saja, rumahnya benar-benar sangat tidak layak. Tidak ada benda berharga yang tersimpan disana, bahkan televisi. Hanya maling yang benar-benar putus asa karena tidak bisa mencuri di rumah-rumah besar yang hanya akan masuk ke dalam rumahnya.

“Pasti dia…”desah Sehun malas lalu berjalan pelan menuju rumahnya.

Setelah ia mendorong pintu rumahnya agar terbuka lebih lebar, ternyata dugaannya benar. Seorang pria bertubuh tegap dengan potongan rambut yang pendek berdiri membelakangi Sehun. Ia sibuk mencari-cari sesuatu di dalam lemari baju.

“Apa yang kau lakukan disini?”desis Sehun dingin membuat pria itu menoleh. Wajah mereka tidak jauh berbeda. Mereka sangat mirip dengan garis muka yang tegas dan dingin. Ia tersenyum.

“Tentu saja karena merindukanmu”

“Sudahlah. Aku sedang malas meladenimu. Apa yang kau cari?”

Pria itu masih tersenyum sambil berjalan mendekati Sehun. Walaupun wajah mereka mirip tapi penampilan mereka benar-benar berbeda.

Sehun hanya memakai kaus sederhana dan celana jins, sedangkan pria itu memakai jas dengan merk terkenal. Dia terlihat seperti orang kaya.

“Kau kemanakan televisi yang sudah ku belikan untukmu?” Kini mereka berdiri berhadapan.

“Aku menjualnya. Apa kau pikir uang hasil kerja paruh waktuku cukup untuk membiayai hidup dan sekolahku?”

“Bodoh!”

PLAKK

Satu tamparan keras mendarat di pipi Sehun membuatnya terhuyung membentur dinding.

“Apa kau pikir aku membelinya tidak menggunakan uang?! Apa kau pikir televise itu aku ambil begitu saja?!”bentak pria itu menatap Sehun kesal.

Sehun menegakkan punggungnya lalu tertawa mendengus, “apa televise itu sebanding dengan kekayaanmu sekarang? Bahkan kau sudah memakai jas yang bagus dan berlagak seperti orang kaya. Televisi itu bahkan lebih murah dari harga jam tanganmu”

Ucapan Sehun barusan semakin membuat pria itu kesal, “Anak sialan!”

BUG

BUG

Satu tinjuan, dan dua tinjuan, sekali lagi menghantam wajah dan perut Sehun dengan keras. Ada darah segar yang keluar dari mulutnya saat tinjuan itu dirasakannya menghantam perutnya dan menggoncang isinya.

Begitu saja, Sehun langsung termundur beberapa langkah ke belakang hingga tubuhnya menabrak meja dan mengacaukan benda-benda yang ada diatasnya.

Sehun menghusap jejak-jejak darah dimulutnya dengan lengan, lalu menatap pria itu dengan tatapan remeh. Sama sekali tidak takut untuk membalas sepasang mata elangnya itu.

“Jika urusanmu sudah selesai, sebaiknya kau pergi. Aku ada urusan sebentar lagi”seru Sehun datar. “Aku yakin kau pasti hanya ingin mengambil data-data pribadimu karena hanya itu yang tertinggal disini”tebaknya

Pria itu menatap Sehun tajam sambil mendesis dingin, “apa kau sangat menginginkan aku pergi?”

“Bukan aku. Tapi kau”balas Sehun cepat. “Kau yang pergi meninggalkanku dan ibu. Kau yang melupakan kami dari hidupmu bahkan saat ibu meninggal, kau juga tidak ada. Jangan bersikap seolah-olah kau perduli. Karena, jauh di dalam lubuk hatiku, aku menganggap tidak hanya ibu yang meninggal, tapi ayahku juga…”

“Dasar brengsek!”

Dia masih mempunyai banyak tenaga untuk memukuli Sehun berkali-kali. Untuk memberikan pelajaran pada anak kandungnya tentang cara berbicara dengan orang yang lebih tua.

Karena seumur hidupnya, bagi Sehun ia tidak mempunyai seorang ayah. Bahkan memanggil pria itu dengan sebutan yang seharusnya tidak pernah ia lakukan. Ia selalu menggantinya dengan ‘kau’.

Alasannya…. Ia tidak pernah mengenal arti kata ‘ayah’

***___***

Yoora sudah terlihat rapi dengan celana jins dan jaket kulit hitamnya. Ia keluar dari pintu ruang tengah yang menghubungkannya dengan bengkel untuk menghampiri Chanyeol dan teman-temannya.

“Mana Sehun? Kenapa hanya kau?”tanya Yoora tidak melihat Sehun dimanapun

Chanyeol, Tao dan Luhan sama-sama menoleh.

“Tadi dia bilang dia ingin pulang untuk mengambil sesuatu. Tapi sampai sekarang, dia belum juga kembali”jawab Luhan

“Mungkin dia tertidur”sahut Tao sangat mengetahui sifat Sehun yang mudah tertidur dimanapun – dia pernah tertidur dibawah mobil saat membantu Chanyeol memperbaiki mesin-

Chanyeol menggeleng tidak menyetujui, “Tidak mungkin. Bagaimana bisa dia tidur jika nanti malam adalah pertandingan? Dia pasti akan cepat kembali”

“Sudahlah. Aku harus pergi bekerja”kata Yoora sambil menuntun motor besarnya keluar bengkel.

“Kapan kau akan pulang?”

“Mungkin besok pagi. Aku harus menjadi suster penjaga malam ini”

“Noona, haruskah kau memakai pakaian seperti itu? Kenapa kau tidak memakai seragammu?”decak Tao geleng-geleng kepala

“Jika aku memakai rok, aku tidak akan bisa mengendarai motor ini. Bodoh”

“Kami bisa mengantarmu. Berlakulah selayaknya seorang wanita”

“Jangan campuri urusanku, namek. Dan jangan berharap kau bisa menaiki motorku”dengus Yoora membuat Tao langsung terbelalak lebar.

“Namek?! Siapa yang memberitahunya padamu?!”serunya nyaris berteriak. Kemudian ia menunjuk Chanyeol yang sedang tertawa terpingkal-pingkal, “pasti kau kan?!”

“pwahaha… tidak… pwahaha…”

Yoora hanya mencibir melihat tingkah kekanak-kanakan kedua adiknya itu lalu melanjutkan mendorong motornya. Saat berpapasan dengan Luhan, ia hanya bergumam kecil.

“Jaga Sehun dengan baik”

***___***

Begitu ia muncul di pintu bengkel, yang lain seketika menjadi terperangah hebat dan langsung menghambur kearahnya. Terdapat memar disudut bibirnya dan matanya.

“Sehun, kau kenapa?!”seru Luhan membopong Sehun dan mendudukkannya di bangku kayu.

Sehun meringis menahan sakit, “terjatuh”

“Tidak mungkin. Kau kenapa?!”

“Hey, apa yang terjadi denganmu?!”sahut Chanyeol tak kalah khawatir

“Hanya terjatuh. Sungguh”

“Jangan bercanda Oh Sehoon!”bentak Luhan kesal

Sehun tertawa kecil, “si bajingan itu mengunjungiku. Dia sedikit marah karena aku menjual televise miliknya. Tapi sekarang, dia sudah pergi. Hanya masalah kecil”

Luhan terdiam. Ia memandang Sehun ragu, “maksudmu ayahmu?”tanyanya hati-hati

“Cih, ayah? Ayahku sudah meninggal, Luhan. Kau lupa?”

Ketiganya hanya memandang Sehun yang mengucapkan kata-kata itu tanpa keraguan sedikitpun dengan pandangan lirih. Ucapannya memang terdengar tegas, tapi rasa kesedihan itu tetap terselip jelas didalamnya.

“Ini sudah biasa terjadi. Setiap kali dia pulang, dia akan memukulku. Jangan memandangku dengan tatapan seperti itu. Aku tidak perlu dikasihani. Ini benar-benar masalah kecil”serunya merasa risih dengan tatapan ketiga temannya.

“Aku akan mengambil air hangat” Chanyeol bergegas pergi ke dalam rumahnya.

“Aku juga akan membeli plester” Tao menambahi dan berjalan keluar meninggalkan kecanggungan itu bersama Luhan dan Sehun.

Luhan menoleh, menatap Sehun yang sedang memandang kearah mobil tua Chanyeol dengan tatapan menerawang.  Fokusnya tidak disana. Dia tau itu.

Hati-hati, ia menjatuhkan diri disamping Sehun sambil memberikan kain lap bewarna putih padanya. Sehun menoleh, memandang kain lap itu dan Luhan dengan kening berkerut.

“Kau lelah kan? Usap keringatmu dengan ini”

Ia mengatakannya hanya sekedar ingin berjaga-jaga jika Sehun akan menangis. Walaupun ia tau seumur hidupnya, ia hanya pernah melihat Sehun menangis selama satu kali. Saat ibunya meninggalkannya dulu. Hanya itu. Selebihnya, ia tidak pernah menangis sedikitpun. Bahkan saat ia, Luhan dan Chanyeol terjatuh dari sepeda bersama-sama, ia justru menjadi orang yang menenangkan walaupun lukanya justru lebih parah. Ia selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang kuat.

Sehun menerima kain itu. Hanya menggenggamnya.

“Aku tau kau pasti sudah sangat bosan mendengar kata-kata penghiburku. Jadi aku tidak akan mengatakan apapun lagi”

Sehun menoleh, menatap Luhan yangsedang memandang ke depan dengan salah satu alis yang terangkat naik.

“Aku memang tidak merasakan bagaimana penderitaanmu. Tapi, berkali-kali aku katakan padamu jika kau bisa mengandalkanku. Walaupun aku tidak sekuat dirimu, tapi setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik”

Kemudian ia membalas tatapan Sehun dengan senyuman lembut.

“Kau tau aku tidak akan pernah pergi, kan? Bahkan saat kita berbeda pendapat sekalipun”

“Didunia ini aku hanya memiliki dirimu, Chanyeol, Tao, Yoora noona dan oema. Asalkan kalian tidak pergi, semua itu sudah cukup. Walaupun aku harus menanggung penderitaan seberat apapun, asalkan kalian ada disampingku, semuanya bisa aku hadapi”

***___***

Suho menepikan mobilnya sedikit jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang berkumpul didepan mobil mereka. Ia merasa asing dengan keadaan sekitarnya dan canggung berada ditempat yang sangat ramai seperti ini.

Saat berjalan ke depan, ia bahkan terlihat linglung. Ia sempat memaki dirinya sendiri kenapa ia berani menantang Sehun ditempat yang jelas-jelas tidak ia kenali. Brandalan seperti Sehun pasti sudah sangat sering ke tempat ini. Bahkan saat menjawab tantangannya, wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan keraguan sedikitpun.

“Mau apa kau disini?” suara seseorang tiba-tiba terdengar. Suho berbalik.

“Jongdae?” Suho sedikit tersentak

“Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?”ulangnya lagi

“Aku? Aku akan bertanding”

“Bertanding?”

“Aku menantang seseorang untuk bertanding malam ini”

Chen tertawa mendengus, “kau gila?”

“Tidak. Aku sungguh-sungguh”

“Cih, kau baru datang ke Korea tapi langsung mencari masalah disini”decaknya geleng-geleng kepala. “Baiklah. Terserah kau. Aku tidak perduli”

“Jadi kalian saling kenal?” suara lain juga terdengar membuat Chen dan Suho sama-sama menoleh. “Dunia ini benar-benar sempit”

“Kau?!”seru Chen tercekat. Lalu ia menatap Suho dengan pandangan tidak percaya, “jadi kau menantangnya?!”

Suho mengangguk ragu, “k-kenapa?”

“Kau tidak akan pernah menang, bodoh!”maki Chen setengah berbisik. Rahangnya sudah mengatup karena kesal.

“Apa maksudmu?”

“Diam disini!”perintah Chen. Ia meninggalkan Suho dan berjalan maju mendekati Sehun hingga berhadapan dengannya.

“Malam ini lawanmu bukan dia!”tandasnya menatap sepasang mata dingin Sehun. “Tapi aku!”

TBC

 

 

29 thoughts on “FF : GROWL Chap. 4

  1. indahtentiana berkata:

    Aaaaaaa tetap menanti kapan baekyeol mau berantem😦 itu kenapa si chen malah mau gantiin suho ? Hadeh ada ada aja . Next chap aku tunggu eonni ^^

  2. rani berkata:

    haduh sudah menyentuh aja persahabatan mereka
    makin seru chen gantiin suho???hemzz lawan yg berat

    lanjutkan hwaiting!!!!!!

  3. Ddangkoplak berkata:

    Ciri2 yang dideskripsikan sbg ayahnya sehun kok nyerempet ke kris yah?? Waaaaah bener2 penasaran dn unpredictable…. Ga bisa komen banyak, pokoknya lanjut yah! Jangan lamaaa ._.

  4. Tiikaa berkata:

    omoooo… Itu ayahnya sehun knpa tega bnget sma sehun eon…

    Trus itu ntar yg bklanan tnding balapan sma sehun jongdae ya eon??
    Wahhh,, knpa? Knapa jongdae hrus belain suho???

    Ckkckckck
    mkin bikin pnsaran eon ff nya…
    Oya eon itu ayahnya sehun sbnernya krja apa ?? Knpa dia klihtan wah bnget, sdangkan sehun anaknya hdupnya bsa dblang kekurangan’???
    Oke dh eon , next chap aku tunggu ya🙂

  5. Chae♥ berkata:

    Wah~ ceritanya makin seru *-* ayahnya sehun itu siapa yah? kok ciri2nya mirip kris?? O_Olanjutannya ditunggu~ ^^ Ohmija-nim jjang!♥

  6. emaesa berkata:

    omg .. knpa msti chen yg gantiin ..
    sehun harys menang ..
    ayah swhun knpa gtu sih .. jahat
    luhan uda seperti kakak buat sehun😀
    ini ff ga ada romance2nya ya ?
    brharap sih ada hehehe
    lanjut author

  7. emaesa berkata:

    omg .. knpa msti chen yg gantiin ..
    sehun harus menang ..
    ayah sehun knpa gtu sih .. jahat
    luhan uda seperti kakak buat sehun😀
    ini ff ga ada romance2nya ya ?
    brharap sih ada hehehe
    lanjut author

  8. cicil berkata:

    Kenapa jadi chen yang menggantikan? Aku masih penasaran sama chen sama suho, mereka kayak saling kenal gitu #emang saling kenal cil-_-# oya sehunnieee kenapa miris banget, pas baca deskripsi eon tentang semua dilakukan di kamar itu aku langsung terhubung(?) Dengan Gangster hehehe rumahnya yoochun itu loh.

    Lanjutttttttt ‘-‘)9

  9. poororo berkata:

    apa sehun sebegitu sangar sampe” chen ngelarang suho???😮
    ditunggu kelanjutannya ya kak,
    aku suka sama ceritanya,nggak ada typo🙂

  10. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Hun ppa ,.sbgt bratkah hdpmu itu ppa??thor it hun ppa’y ksh dkit kebhgiaan d0ng bru smpe chap4 jha uda mndrta gt,aq nyesek bgt ampe nangs bca ff ini..tp mkin kreen,aq jga slalu nunggu ff ini..cayoofighting author^^

  11. Fafa sasazaki berkata:

    Omo,,apa chen ank buah jongin? Kn 2 phak it musuh bbuyutan noh.

    Oh mi ja-ya,,
    aq iri sm tng2mu yg bz bkin ff sedaebak ini.
    #trmsuk ff mu yg lain.

    Aq mndedikasikn diri sbg fans.mu
    #mumumu,,

    klo ff2 lain ada yg ud kelar q request pairing.ny chanyeol ma baekhyun ya
    #ngarep.

  12. amelia berkata:

    aku tersentuh sama persahabatannya tao sehun luhan chanyeol.. ^^ susah bareng seneg bareng..
    yoora luhan sehun.. kenapa aku ngerasa tiga orang ini berkaitan yah~ kayak ada something wkk *sotau
    next yah thor.. ^^

  13. Niza berkata:

    kyak.y chen msih pdduli ama suho… hahha
    sehun gantiin tao, skrang chen yg gntiin suho…
    next, hwaiting!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s