S.I.X part 4

Untitled

Tittle      : S.I.X

Author    : BPI

Cast         : Kim Jongin-Kai  (EXO)

Jung Ririn (OC)

Oh Sehun (EXO)

Xi Luhan (EXO)

Anh Hara (OC)

Kim Jongdae-Chen (EXO)

Shin Yongri (OC)

EXO member

And other… (temukan sendiri)

 

Genre      :Friendship, School, Romance, Comedy (maybe)

 

Wanita layaknya nyonya besar sedang makan di ruang makan yang sangat luas. Meja panjang yang menjadi pusat dari ruangan makan ini sangat kosong. Tak ada piring. Hanya ada seorang wanita yang memangku dagu menunggu seseorang.

“Noona Soojung menginap di rumah Amber, dia akan kembali sore ini”

Wanita itu menatap pria berjas yang membungkuk sangat sopan padanya. Bila di lihat usianya mungkin sepantar dengan appanya. Ia tersenyum mengangguk. Pria itu berbalik, membuat wajahnya merengut.

“Kau tak laporkan tentang Ririn? Dia juga anakku bukan?”

“Mianhamnida Nyonya” Pria itu membungkuk lagi, sedikit tersenyum mendengar ucapan Ny. Besarnya.

“Noona Ririn pagi-pagi sekali pergi sekolah, sekitar jam setengah 6 pagi..” Ucap pria tua itu bersemangat.

“Rajin sekali dia, atau ia menghindariku?”

“Ah tentu saja tidak Nyonya, Noona sangat merindukan Nyonya besar, Noona setiap hari belajar ballet dengan sepenuh hati, Noona se-“

“Berhentilah berbohong kepala Kwon, aku tahu betul anak itu. Walaupun aku tak pernah di sini aku tahu apa yang ia lakukan. Ia bahkan di skors dari kelas ballet..” Jessica berdiri dari duduknya. Ia berjalan menuju pintu keluar.

“Mianhamnida”

“Bukankah kau selalu menyuruhku untuk memperhatikannya, mulai sekarang aku akan memperhatikannya.. bilang padanya jangan menghindar. Aku sudah 2 hari di sini tapi belum bertemu dengannya”

“Nde”

Jessica mendorong pintu lalu berjalan lurus ke depan menuju pintu luar rumahnya. Ia memakai kaca mata hitam dan menenteng tas kecil bermerk yang hanya di dapatkan beberapa orang di dunia ini.

 

-_-

 

Sehun masih mendecak kesal melirik ke arah sampingnya di mana wanita cantik bekulit putih sepertinya duduk di sampingnya. Wanita itu sangat cantik, matanya bulat rahangnya tegas dan memiliki eyesmile yang sangat menggoda. Ia tak menghiraukan anaknya kesal setengah mati karena mereka datang bersama ke sekolah.

“Yak Oh Sehun, eomma ini hanya sekali sekali datang ke sekolahmu kenapa kau sangat marah?”

“Eomma bisa datang sendiri, bila nanti para penggemar ku melihat aku datang dengan eomma, pasti mereka kecewa..”

“Kenapa mereka kecewa? Eommamu ini sangat cantik, sewaktu aku muda aku bahkan mengalahkan Jessica..”

Sehun hanya memutar bola matanya, ia masih merengut kesal. Tiba-tiba mata nya membulat melihat 2 orang pria yang berjalan beriringan di tepi jalan. Ia kenal kedua orang oria itu. Jongin dan Luhan. Pergi ke sekolah bersama. Bahkan mereka jalan beriringan dan berbicara bersama.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Tiffany, eomma Sehun , yang melihat Sehun sampe harus menatap jendela belakang untuk memastikan orang yang ia lihat.

“Temanku, Kim Jongin..” Kata Sehun, sedikit bergumam

“Oh.. mantan traini itu, ah.. kau tahu Jongin itu menjadi mantan traini kar-“

“Sudahlah eomma jangan bahas itu, aku sudah tahu” Teriak Sehun kesal

“Kalau sudah tahu kenapa masih bermain dengannya?” omel Tiffany kesal melihat anaknya itu.

“Kini eomma sudah melarangku untuk bergaul dengan siapa, hebat sekali..” Sehun mendengus kesal melirik ke arah Tiffany yang sibuk dengan kacanya

“Aku ini eommamu Sehun, kau ini anak satu-satunya yang ku miliki. Aku membuatmu masuk Kirin, menjadi idola sebelum kau debut.. dan pasti kau akan menjadi 10 besar..”

“Eomma memanipulasi nilai lagi?” Tanya Sehun, setengah frustasi.

“Tidak, mereka melakukannya dengan senang hati..”

“Eomma!!!” teriak Sehun frustasi

“Berhentilah merengek Sehun, kau sudah dewasa..”

 

 

(^^)

 

Semua murid mengambil tempat duduk paling depan. Satu persatu memasuki aula yang biasanya di pakai untuk perkumpulan orang tua. Bentuk bangku yang semakin tinggi ke atas membuat para audience dapat melihat panggung auditorium dengan jelas. Yongri langsung memukul pundak Ririn saat mengetahui orang yang sejak pagi ia cari baru ia temukan.

“Ada apa dengan mu huh? Kau berontak di kelas ballet? Kau berciuman di korodior utama? Lalu kau di keroyok oleh fans Sehun?” Tanya Yongri kesal menatap Ririn

“Yak.. hilangkah tentang ciuman itu, ia yang menciumku..” Teriak Ririn kesal, sedikit meringis memegang luka yang di plester di ujung bibirnya.

“Aku menelfonmu tapi kau tak mengangkatnya…” Tuntut Yongri lagi

“Aku juga” Ucap Luhan yang baru datang langsung duduk di samping Ririn. Di belakangnya Jongin berdiri memasukkan tangan ke dua saku celananya

“Tapi telfonku di angkat”

Suara Jongin membuat ke 3 sahabat itu menganga. Ririn segera menatap Yongri yang hendak meledak lagi.

“Yak.. aku mengankat telfonnya karena itu penting, yeh… tentang group Lee songsaenim..”

“Jadi kau fikir telfonku tak penting” Teriak Yongri kecewa.

“Aish.. yak Kim Jongin..” Teriak Ririn kesal menatap Jongin yang hanya tersenyum.

“Aku duluan ne, Sehun menungguku..” Ucap Jongin, menepuk pundak Luhan lalu berjalan kedepan.

“Pakailah ini.. masker ini bisa menutupi lukamu bila kau ingin..” Luhan memberikan sebuah masker berwajah rusa pada Ririn.

“Ahh gumawo…” Ungkap Ririn, ia mencoba masker itu dan tertawa kecil melihar wajah rusa di maskernya.

“Sepertinya kau dekat dengannya?” tanya Yongri menunjuk Jongin yang duduk di sebelah Sehun dengan dagunya.

“Kami tinggal di apartemen yang sama.. jadi kami adalah tetangga” Jawab Luhan

“Jongin tinggal di apartement, ku dengar dia adalah anak perusahaan iklan terbesar Korea, mana mungkin ia tinggal di apartemen sepertimu, maaf Luhan..”

“Hahh… sekolah ini lama lama akan melahirkan biang gosip terbaik di dunia. Kalian ingat gosip awal semester yang mengatakan Hara anak dari ballerina terkenal Jessica, itu semua hanya gosip.. jangan percaya itu..” Ucap Ririn sedikit kesal.

Ya berita itu langsung melejit saat Hara mengatakan bahwa ia pernah duet dengan Jessica. Membuat Ririn benar-benar kesal di buatnya. Karena kemiripan wajah yang sama sama dingin, banyak yang mengasumsikan bahwa Hara dan Jessica memiliki hubungan.

Jessica memang memiliki anak 2 tapi yang selama ini di kenal oleh infotaiment hanyalah Krystal. Banyak infotaiment yang mencari tahu siapa anak ke 2, sampai saat ini yang masih hangat adalah Hara adalag anak ke 2 nya. Membuat gadis ballet itupun menjadi ballerina terkenal saat ini.

Semua murid terdiam saat mendengar kepala sekolah berdehem di depan mic. Beberapa patah kata sebagai kepala sekolah ia lontarkan. Sedikit membuat susana hangat, itulah yang di lakukan kepala sekolah.

“Aku sangat berterimakasih kepada para CEO dari SM yang sudah meluangkan waktunya kemari dan juga Ny.Oh yang menjadi penanggung jawab acara ini..” Ucap Heechul dengan semangat.

“Ibumu jadi penanggung jawab?” Bisik Jongin pada Sehun yang hanya mengangguk malas.

“Kita lihat apa yang dia lakukan..”

Setelah menyampaikan sambutan, kepala sekolah mengijinkan Qian songsaenim untuk menyebutkan ke 10 terbesar yang terpilih.

“Murid yang masuk 10 besar adalah yang terbaik dari yang paling terbaik. Kalian semua terbaik bagiku… ini bukan perwakilan kelas, tapi ini adalah perwakilan sekolah.. kalian harus berusaha.. semampu kalian..”

Yongri tersenyum sepenuh hati mendengar motivasi dari Qian.

“Shin Yongri”

Ririn dan Luhan tersenyum cerah, tapi Yongri masih saja menatap Qian yang kini menatapnya bingung.

“Shin Yongri” Ucap Qian lagi, kini para murid menatapnya.

“Aku.. aku masuk 10 terbesar?” Tanyanya pada Ririn dan Luhan. Mereka hanya mengangguk sebagai jawabannya. Yongri menutup mulutanya yang hendak berteriak, berjalan gemetar menuju panggung yang menjadi pusat perhatian kini. Ia tak menyangka dapat masuk 10 terbesar, yang merupakan awal dari mimpinya.

“Oh Sehun, Anh Hara, Kim Jongdae, Kim Hyeohyon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kris Wu, Huang Zi Tao, dan Lami..”

Semua murid yang di panggil berjalan bangga menuju panggung. Ririn hanya melongo dari 10 nama yang ia dengar tak ada nama Jongin. Kim Jongin anak paling di segani di kelas dance modern tak masuk. Ini lucu.

“Masih ada satu nama lagi, ini merupakan murid spesial.. kami menginginkan seorang murid dengan talent biasa agar menjadi luar biasa.. jadi dia murid terpilih. Di pilih langsung oleh CEO SM .. Jung Ririn”

Sehun melongo, Yongri melongo, bahkan Jongin menengok ke arah Ririn yang mendengus kesal. Apa – apa an ini. anak dengan talent biasa. Hey dia bahkan dapat rapping lebih baik dari seorang Kim Hyeohyon. Ia pun makin kesal melihat wajah Hara yang sepertinya menantang perkataannya.

“Walaupun aku di pilih dalam 10 besar itu.. aku tak akan mau menerimanya”

“Mianhamnida .. aku tak mau masuk dalam 10.. maaf.. 11 terbesar..” Sahut Ririn berdiri dari duduknya. Ia membungkuk meminta maaf.

Semua mendecak tak percaya, semuanya berbisik bisik. Luhan bahkan harus menarik lengan Ririn agar sahabatnya itu sadar bahwa ini kesempatan yang sangat besar untuknya.

“Sombong sekali..” Decak Tiffany menengok ke arah Ririn yang berdiri di puluhan murid yang duduk di bangkunya.

“Aku juga berterimakasih pada songsaenim yang telah memilihku.. ghamsahamnida..” Ririn membungkuk 90 derajat di tempatnya

“ Tak perlu berterimkasih.. “ Seorang wanita dengan rambut emasnya berdiri dari duduknya dan secara perlahan menengok ke arah Ririn.

Ririn terdiam sesaat setelah itu ia baru sadar harus melakukan sesuatu ia berbalik lalu memakai masker yang di berikah Luhan. Pura pura terbatuk menghadap belakang lalu berbalik kembali menatap lurus ke arah wajah dingin yang sangat di kenalnya itu.

“Mianhamnida.. aku sedang flue..” Ririn membungkuk berulang kali dengan menutupi wajahnya membuat Jessica merengut.

“Jika kau flue sebaiknya kau tak masuk sekolah di pagi buta, pergilah ke rumah sakit..”

Ucapan Jessica bagaikan tampara bagi hati Ririn. Ia tersenyum sebentar di balik maskernya. Lalu membungkuk kembali.

“Ghamsahamnida..”

 

(^^)

 

“Sombong sekali dia tidak menerima tawaran menjadi yang ke 11” Decak Hyeohyon dengan tangan melipat di dadanya.

Setelah pemilihan mereka di suruh menunggu di ruangan baru tempat Jessica mengajar. Ruangan berbentuk latihan dance dengan kaca di sekelilingnya.

“Tapi aku salut dengannya.. ia menolaknya dengan mantap” Ucap Chanyeol bangga dengan sikap berani Ririn.

Sehun hanya tersenyum mendengarnya. Ia pun tak menyangka gadis itu bisa menolaknya dengan mantap. Ia melirik ke arah Hara yang hanya diam di tempatnya. Di sampingnya Jongdae sibuk dengan HP nya. Ia ingin mendekati gadis itu dan menendang pria di sampingnya, tapi ia tahu itu prilaku bodoh.

“Kalian sudah lama menunggu?” Jessica mendekati 10 orang yang duduk di sofa ruangannya.

Ia duduk di depan 10 orang itu dengan senyuman cerah.

“Aku akan memperkenalkan diriku..”

“Tak usah songsaenim, kami sudah mengenalmu..” Ucap Baekhyun nakal, membuat para murid tertawa.

“aku bukan Jessica yang kalian kenal sebagai seorang artis. Aku di sini adalah songsaenim kalian. Panggil aku songsaenim Jung.. arraseo?”

“Arra..”

Jessica mengangguk ia mengeluarkan buku kecil dari matel bulunya. Ia sangat modis dan cantik. Bahkan terlihat sangat muda.

“Selama satu semester aku akan membimbing kalian. Bukan hanya aku, kami tim dari SM yang akan membimbing kalian”

Semua mengangguk mengerti, semuanya bersemangat. Bukankah ini kompetisi.

“Kalian masih belajar di Kirin seperti biasa, akan tetapi akan memiliki kelas eklusif.. anggap saja kalian bersepuluh ini adalah satu kelas”

Sehun tersenyum dalam anggukannya. Ini seperti mimpi, ia bisa menghabiskan waktu bersama Hara selama akhir sekolahnya. Sepertinya ia harus berterimakasih kepada eommanya setelah ini.

“Aku sudah membuat rencana untuk kalian. Karena aktivitas kalian selama bimbingan ini akan di tayangkan di TV. Kalian akan tinggal di rumahku..”

Semuanya terperangah, apakah mereka akan melakukan masa traini? Tinggal jauh dari rumah dan hanya berlatih setiap harinya.

“Rumahku memiliki studio tari dan musik yang lengkap. Dan tempat yang cukup untuk kalian. Tenang saja kalian menginap hanya di hari sabtu dan minggu. Karena kalian masih aktif sekolah di senin sampat jum’at”

 

-_-

 

Tangan Luhan berhenti saat pintu ruangan yang ingin ia ketuk terbuka tiba-tiba. Ia langsung membungkuk memberi salam saat Taemin menatapnya heran.

“Apa yang membuatmu kemari?”

Taemin melipat tangannya di dada menunggu Luhan membuka suara. Luhan terlalu takut, ia meremas kedua tangannya dan menggigit bibirnya. Ia sudah memikirkan ini matang-matang. Ia ingin masuk dalam group Lee songsaenim. Ia ingin menari sambil bernyanyi.

“Aku ingin masuk dalam group songsaenim” Jawab Luhan, ia menatap Taemin yang terperangah mantap.

Taemin tahu apa yang membuat Lay mencegah Luhan untuk masuk dalam groupnya dan ia mengerti. Lalu apa yang harus ia lakukan? Menerimanya? Atau menolaknya. Taemin tersenyum manis. Mencondongkan tubuhnya ke hadapan Luhan yang menunggu jawabannya takut-takut. Tak ada dendam sama sekali di hatinya saat muridnya ini menolak ajakannya. Ia mengerti sangat mengerti.

“Kau yakin Luhan?” Tanyanya, sedikit sedih menatap mata mantap itu teduh kembali.

“Aku akan berusaha songsaenim.. aku mohon”

Taemin menghela nafas, ia meregangkan tubuhnya dan mengangguk dengan senyuman. Membuat Luhan tersenyum cerah.

“Aku sudah di antisipasi oleh Heechul harus mendapatkan minimal 3 murid dan sekarang aku sudah mendapatkannya. Kompetisi ini akan di mulai bulan depan, jangan berlatih terlalu keras aku akan memberimu posisi vocal..”

“Songsaenim tapi aku ingin menari” Sahut Luhan, sedikit kecewa mendengar ucapan Taemin.

“Luhan, kau tak ingin gegemu itu membawamu pergi lagikan dari groupku. Aku tahu apa yang aku lakukan dengan groupku.. percayalah..”

Luhan hanya mengangguk. Ia pun permisi untuk keluar. Hari ini semua kelas di liburkan semua songsaenim tingkat 3 sibuk mencari murid yang masuk dalam groupnya, atau untuk mempersiapkan ajaran untuk group group yang akan mengikuti kompetisi ini.

Langkah kaki Luhan berhenti tepat di depan ruangan Lay. Ia harus meminta maaf kepada gegenya itu, gege yang selalu memperhatikan kondisinya. Ia pasti akan sangat marah mengetahui keputusan Luhan. Tapi ia harus bicara soal ini.

Punggung Luhan membungkuk saat melihat mata Lay sedang membaca sebuah surat di tangannya menatapnya. Lay hanya tersenyum dan mempersilahkan keponakannya itu duduk di hadapannya.

“Aku sudah tahu kau ingin bicara apa”

Luhan terdiam, ia menanti apa yang akan di bicarakan Lay selanjutnya. Tak ada kata pedas, hanya ada senyuman yang tulus bertengger di wajah datar Lay. Ia berdiri lalu menghampiri Luhan.

“Taemin sudah bicara soal kau masuk dalam groupnya”

“Mianhamnida” Luhan segera membungkuk ke arah Lay yang hanya diam.

“Tak perlu, kau sudah dewasa.. kau tahu apa yang kau lakukan..” Ucap Lay, menepuk pundak Luhan yang membungkuk. Lalu meninggalkan ruangannya dengan wajah datar seperti biasa.

 

(^^)

 

Suara deru nafas menghiasi studio tari yang bernuansa awan di dinding . 2 orang satu lawan jenis ini sama sama mengatur nafasnya setelah berjam jam latihan. Ini adalah kesekian kalinya mereka berlatih, dan kini mereka menghabiskan setengah hari mereka di studio yang sudah beberapa kali mereka sewa.

Jongin meneguk minumnya hingga tak tersisa sama sekali, ia bahkan menghabiskannya sampai tetes terakhir. Tak menghiraukan gadis di sampingnya menatap menginginkan minumannya itul. Ia melenguh sesaat merasakan air masuk kerongkongannya yang kering. Alisnya bertaut melihat wajah cemberut gadis di sampingnya.

“Wae?”

“Kau menghabiskannya pabbo! Air minumku habis..” Teriak Ririn frustasi di samping Jongin yang malah tertawa.

Jongin berdiri seraya menepuk nepuk bokong seragamnya. Ia menyampirkan blezzer beserta tas nya dan memberi kode dengan kepala untuk keluar dari studio tari. Ririn masih merengut kesal di belakang punggung Jongin yang berjalan di depannya. Ia berteriak kesal saat Jongin tiba-tiba berhenti di hadapannya, membuatnya menabrak punggung lebar Jongin.

Mata Jongin menatap tajam 4 orang dengan seragam layaknya bodyguard yang membungkuk ke arahnya. Ia bahkan mengeluarkan nafas berat saat salah satu dari mereka mendekatinya dan membungkuk hormat.

“Tuan Kim Jeomyeon ingin bertemu dengan anda tuan Jongin” suara berat pria dengan tubuh tegap dan kaca mata hitam yang menutupi matanya membuat Ririn berbisik ingin tahu di kuping Jongin yang ada di depannya.

“Mereka siapa?”

Jongin hanya menengok malas sebentar ke arah wanita yang masih diam di belakang punggungnya. Lalu mendekati 3 orang yang masih berdiri tak jauh dari 1 orang yang ada di hadapannya.

“Latihan Sudah selesai, aku pulang dulu” Ucap Jongin seraya berjalan di depan di ikuti ke 4 orang dengan baju serba hitam itu. Mereka semua menggunakan kaca mata hitam dan earphone layaknya bodyguard kaum elit. Siapa sebenarnya Kim Jongin? Siapa Kim Jeomyeon? Itu semua yang di fikirkan Ririn sebelum ia membayar dan pergi keluar mencari mobil sedan mewah yang tadi membawa Jongin.

“Latihan kalian sudah selesai?”

Ririn langsung mengeryitkan dahinya melihat siluet Luhan di sampingnya. Luhan hanya tersenyum melihat wajah heran Ririn.

“Aku masuk dalam group Lee songsaenim. Ia bilang kalau kalian sedang latihan, jadi aku kemari untuk bergabung. Kenapa sudah selesai? Bukankah kalian latihan selesai jam 10 malam?” Tanya Luhan melihat jam tangan nya yang menunjukkan pukul 8 malam.

“Kau masuk dalam group Lee songsaenim?”

“Nde”

Senyuman Ririn menghiasi wajahnya yang tadi khawatir. Ia lalu menceritakan semuanya pada Luhan. Latihan di percepat karena ia dan Jongin memiliki waktu luang hari ini. Ririn pun ingin tahu bagaimana Taemin dapat mengetahui tentang latihannya. Apakah jangan-jangan selama ini Taemin memata matainya dan Jongin. Songsaenim itu memang selalu membuat kejutan.

“Aku juga tak tahu. Sebelumnya aku menolak masuk dalam groupnya-“

Perkataan Luhan berhenti saat Ririn terbatuk dari bubble tea minumannya. Ia melotot ke arah Luhan tak percaya. Bisa-bisanya sahabatnya itu menolak bergabung dalam groupnya.

“Kau-“

“Aku jelaskan. Ia melihat video ku dan Sehun, dan ia tertarik. Tapi kau tahu kan aku tak bisa berdansa maka sebab itu, dari pada aku mengecawakannya aku mundur saja” Ucap Luhan, sedikit berbohong dengan alasannya.

“Jangan merendah Luhan. Kau memiliki bakat dalam dance, kau tahu… aku bahkan lebih menikmati dance mu dari pada Sehun menyebalkan itu”  Kata Ririn, ia masih saja kesal dengan perbuatan Sehun. Ia harus mencari cara membalasnya nanti.

“Ne gumawo” Luhan tersenyum manis ke arah Ririn yang mengangguk sembari menyedot minumannya.

“Oh ya, bukankah kau bersama Jongin? Dimana dia?”

“Aku tak tahu. Selesai latihan beberapa orang mencarinya.. Luhan bukankah kau tetangganya, bisa cari tahu Jongin itu siapa?”

Mata Luhan menatap Ririn yang menampilkan puppy eyes, ia hanya bisa mengangguk bila gadis yang biasanya menakutkan ini menampilkan aegyo menjijikkannya.

“Tapi aku tak janji kali ini. Jongin memiliki batas dalam keterdekatannya dengan seseorang, ku yakin bahkan Sehun tak tahu siapa Jongin”

Ririn mengangguk mengiyakan. Jongin adalah manusia tertutup. Ia selalu menceritakan mengenai permasalahannya dengan eomma dan eonninya pada Jongin, sedangkan Jongin. Laki – laki berkulit tan itu pun tak pernah memberi tahu di mana rumahnya. Terlalu tertutup.

 

(^^)

 

Punggung Jongin membungkuk di hadapan pria muda dengan setelan jas yang elegan. Dengan rambut yang di tata modern, pria yang sebenarnya sudah berumur 20 an ini terlihat masih remaja. Di tambah senyuman angelic yang tampilkan menyambut adiknya yang hanya memasang wajah masam di hadapannya.

“Kau tak suka bertemu hyung mu, Kai?” Jeomyeon berdiri dari kursinya dan mendekati Jongin yang menatapnya kesal, karena pria yang mengaku hyungnya ini memanggilnya dengan nama itu.

“Berhentilah memanggil nama itu Suho”

Bukannya takut pria bernama panggilan Suho itu malah tertawa tertahan, dan merangkul Jongin yang lebih tinggi darinya. Ia mengajak adiknya itu untuk duduk di sofa empuk berwarna coklat senada dengan warna dinding ruangannya.

“Kai.. oh maaf Jongin, appa ingin kau hadir di acara ulang tahun SM yang akan di adakan seminggu lagi..”

Wajah Jongin terperangah, menatap wajah Suho yang masih dengan senyuman angelicnya. Ia tak percaya, apakah benar, pria tua yang selalu menjadi musuhnya atau kita sebut appanya itu menginginkan dia hadir di acara besar tersebut. Tak mungkin, ini pasti akal akalan hyung nya yang selalu menjebaknya. Suho selalu menjebak Jongin, ia selalu mendapati pertemuan dengan appanya yang di rencanakan Suho.

“Aku tak akan termakan dengan kebohonganmu hyung”

Tangan Suho yang merangkul pundak Jongin langsung terkulai lemas. Melihat sedikit harapan yang ada untuk mempertemukan anak dan appa yang selalu berbeda pendapat ini.

“Aku adalah anak angkat keluarga Kim, sungguh malu bila kedua putra kandungnya tak mengambil alih perusahaan yang telah susah payang di bangun ini dari nol. Kau tahu betapa malunya aku bila saat rapat besar mereka menanyakanmu dan Chen. Kalian memang dari ibu yang berbeda tapi kalian adalah anak appa, darah daging appa. Tak ada yang bisa mengubah kenyataan walaupun kalian berdua tak ada yang tinggal satu atap dengan beliau”

Jongin menatap raut wajah frustasi dari hyung angkatnya. Ia mengerti, dan ia tahu. Tapi ego dalam dirinya mengatakan ia tak boleh menyerah. Ia tak ingin perusahaan itu, tapi ia ingin menjadi artis dari perusahaan itu. Yang ia lakukan ini bukanlah pemberontakan seperti para pemegang saham yang lain bilang, ia hanya ingin menunjukkan bahwa dia memiliki bakat, ia bisa menari dan bisa menjadi artis terkenal. Bukan hanya meneruskan perusahaan yang kini sedang naik daun.

“Hyung… mianhae, untuk saat ini aku belum bisa membantumu” Jongin menepuk nepuk punggung jeomyeon yang sudah membungkuk. Ia menaruh tangan di dagu, dan menopah wajahnya yang sendu.

“Sampai kapan? Kau dan Chen meninggalkan hyung… bolehkah aku ikut kalian?”

Jongin terdiam menatap wajah sendu jeomyeon yang memohon padanya. Meninggalkan hyungnya untuk hidup dengan appa yang keras dan ke 2 eomma yang sangat protectif memang membuatnya sangat kasihan. Tapi ia harus kuat, Kim Jongin tak boleh kalah.

“Ani. Jagalah appa… setelah ini aku berjanji akan membantumu”

Setelah menepuk pundak jeomyeon, Jongin segera beranjak dari ruangan, sebelum tangannya membuka kenop suara Jeomyeon menghentikannya.

“Datanglah Jongin,  Chen juga datang… appa akan sangat bangga. Setidaknya ke 2 anak kandungnya ada di sisinya saat acara besar itu berlangsung”

Suara nafas berat Jongin membawanya pergi keluar dari ruangan yang tertuliskan presdir. Ia tahu bagaimana sakitnya Jeomyeon. Hyung yang selalu ada di samping appanya itu bukanlah siapa siapa. Tak ada darah keluarga Kim yang mengalir, walaupun begitu, Jeomyeon adalah orang yang paling sabar menghadapi kekerasan appanya.

 

(^^)

 

Udara malam yang menusuk tulang membuat Ririn berulang kali menggosokkan tangannya untuk memberikan kehangatan. Ia yang sedang menyenandungkan sebuah lagu langsung terdiam melihat beberapa mobil mewah yang terparkir di halaman rumahnya. Rumahnya yang seperti istana ini memang memiliki halaman yang sangat luas, walaupun begitu bukankah ada garasi untuk menyimpan mobil mobil yang sudah merusak rumput di tamannya.

Mata nya makin membulat lebar saat melihat satu dari beberapa mobil yang ia kenal. No plat dan semuanya dia sangat kenal. Mobil Yongri. Apa yang Yongri lakukan di rumahku? Batinnya. Setelah itu ia mengingat ingat mobil sport silver, dan mobil sport berwarna merah menyala yang tak lain punya Sehun dan Kris.

“Ahjusshi, apakah ada tamu eomma?” Ririn segera menyembunyikan tubuhnya di pohon besar yang merupakan pusat dari tamannya.

“….”

“Bisakah kau membukakan pintu samping, aku.. aku… sudah kebelet mau ke toilet” Ririn menggigit bibirnya, meminta maaf kepada ahjusshi Kwon yang merupakan kepala pembantu di rumahnya karena telah berbohong.

Belum waktunya untuk teman-temannya, bahkan Yongri untuk mengetahui siapa ia sebenernya. Ia tak mau mereka semua menatapnya kagum hanya karena ia anak Jessica. Apalagi setelah kejadian tadi pagi, ia tak mau orang-orang memandang buruk hubungan nya dengan jessica yang memang sudah buruk.

Segera setelah pintu samping di bukakan, ia memerintahkan beberapa pembantu menolongnya untuk ke kamarnya yang ada di lantai 2. Para tamu kini sedang menikmati makan malam di studio. Membuatnya melenguh lega dan segera berlari ke arah kamarnya sebelum ada yang melihat.

“Ini sudah larut, apakah kalian sudah meminta untuk di jemput?” Tanya Jessica ke 10 anak didiknya yang duduk melingkar.

“Kami membawa mobil songsaenim” Jawab Yongri

Setelah memberitahu tempat latihan, dan kamar tinggal ke 10 besar. Ia segera memberi mereka makanan. Ada beberapa hal yang tak di perbolehkan yaitu memasuki studio tari pribadi milik Soojung, keluar saat malam hari, pergi ke rumah kaca dan pergi ke lantai 2.

Setelah membereskan sisa makanan, mereka pun pamit untuk pulang. Jessica memberikan senyuman termanisnya ke arah anak didiknya, dan melambai.

“Titipkan salamku ke orang tua kalian” Teriaknya saat para murid jalan menuju mobil masing masing.

“Aigo.. ibuku pasti akan sangat senang mendapatkan salam dari seorang Jessica” Ucap Yongri ke sahabat barunya Lami yang mengangguk senang.

“Aku bingung kenapa kita tak boleh ke rumah kaca dan lantai 2” Ucap Chanyeol, ia menyenderkan punggungnya ke mobil sport Kris. Sedangkan Kris sudah ada di dalam menunggu Chanyeol.

“Mereka memiliki privasi Chanyeol” Sahut Tao, memasuki mobil Yongri yang sudah menderu. Mereka lalu pamit terlebih dahulu bersama Lami di belakangnya.

Chanyeol lalu menggidikkan bahu, dan memasuki kursi penumpang di samping Kris dan pergi begitu saja tanpa pamitan.

“Kajja kita pulang..” Ajak Jongdae, Hara hanya mengangguk.

“Tunggu” Sehun tersenyum cerah ke arah Hara yang memandangi lengannya di tahan Sehun

“Rumahku dan rumahmu dalam satu arah, kenapa kita tak bersama saja? Jongdae akan sangat lelah bila harus mengantarmu dulu..”

“Yak Sehun” Baekhyun sudah ingin mendorong Sehun yang masih saja memegang lengan Hara, kalau saja Jongdae dan Hyeohyon tak menengahi mereka.

Hara segera melepaskan tangannya dan langsung masuk ke mobil Jongdae dan menutup pintu kaca gelap meninggalkan wajah sendu Sehun.

“Aku hanya menawarkan kenapa kau yang marah?” Desis Sehun tajam ke arah Baekhyun.

“Aku lelah dengan dirimu Sehun, kau tahu Hara dan Jongdae itu berpacaran, bisakah kau menghargai ini semua?”

“Baekhyun sudahlah” Jongdae mendorong lembut dada Baekhyun yang sudah naik turun menahan emosi. Sahabatnya ini memang sudah sangat kesal dengan Sehun yang sejak tadi menggoda Hara di hadapan Jongdae.

“Pulanglah, Hyeohyon kau ikut siapa?” Ucap Jongdae lembut, menatap wajah dingin Sehun yang menatapnya.

“Kau saja, aku tak ingin mati muda dengannya..”

Hyeohyon dan Baekhyun punmemauki mobil Jongdae. Jongdae lalu menepuk pelan pundak Sehun lalu memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan Sehun yang masih berdiri diam di tempatnya.

Gadis dengan balutan baju tidur bergambar katak hijau itu menatap kejadian tadi dengan seringaian. Ia puas sangat puas melihat wajah pria yang sangat menyebalkan baginya itu menatap tanah dengan melasnya. Apakah itu balasan yang di beri tuhan? Oh.. itu belum seberapa. Seringaian itu perlahan memudar menampilkan wajah yang khawatir, pria itu tak bergerak dari beberapa menit yang lalu. Apakah ia baik-baik saja? Hei.. Jung Ririn jangan pernah kau jhawatir dengan makhluk sepertia dia, teriaknya di dalam hati.

Sehun masih saja menahan emosinya, ia tak boleh mati muda karena terlalu emosi saat mengendarai. Tiba – tiba ia mendongakkan wajahnya ke atas balkon rumah mewah yang ada di hadapannya. Ia tahu, ada seseorang yang memperhatikannya dari tadi. Tapi sialnya, tak ada siapapun di atas balkon dengan jendela terbuka disana. Setelah itu ia menggidikkan bahunya ngeri dan memasuki mobilnya, meninggalkan gadis yang bersembunyi di balik pagar tembok balkon rumahnya.

TBC

Mian aku gak bisa bales comment kalian satu persatu, tapi beneran.. aku selalu makasih buat reader yang udah nunggu, baca dan komen FF yang selalu kurang ini hehe..

Gumawo ~

10 thoughts on “S.I.X part 4

  1. emaesa berkata:

    wah wah mreka bakal diam dirumah ririn ?
    gimana kalok ririn ketauan pasti mreka sangat syok haha
    ih oh sehun terlalu terobsesi sama hara -_-
    okelah author ini ff daebak ^0^
    lanjut author

  2. emaesa berkata:

    wah wah mreka bakal diam dirumah ririn ?
    gimana kalok ririn ketauan pasti mreka sangat syok haha
    ih oh sehun terlalu terobsesi sama hara -_-
    okelah author ini ff daebak ^0^
    lanjut author
    hwaiting

  3. poororo berkata:

    ada dua hal yang bikin aku kaget
    Jongdae sama Jongin ternyata saudaraan,terus kesepuluh besar tinggal dirumah Ririn
    kayaknya chapter selanjutnya bakalan tambah bikin penasaran
    ada beberapa typo,hehe
    tetep lanjutin nulis ya🙂

  4. Dyah berkata:

    Hi thor, slm knl qw readers bru
    mf bru coment di chap nie
    aku suka bnget thor m crta nie
    ap lg my bias.ku kim jongin
    jgn lma” thor publish.nya fighting!!

  5. vikkachu berkata:

    aigooooooooo thor……. ffnya bagus banget. menurutku, ini juga gak kalah keren dari early marriage.
    ff yang author buat selalu bagus deh pokoknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s