Nightmare

Title                 :Nightmare

Author             : Rai Sha a.k.a. Rini Amini Raisa

Main Cast        : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast    : Member Exo

Length             : One Shoot

Genre              : angst (mungkin), brothership, family

Rating              : Parental Guide

Warning          : mungkin ada typo(s) dan OOC (out of Character), endingnya GAJEdeh kyknya

Disclaimer       : all cast(s) is belong to themselves

 

Pernah di share di fanpage facebook dan itu yang nulis saya sendiri, so ini bukan plagiat atau copast.Dulunya ff ini judulnya Déjà vu, tapi saya ganti dan ada beberapa yang saya rombak. Ingat ya, ini bukan PLAGIAT! Oya, kalau feel sad-nya kurang dapet maklum ya, karena ini ff angst pertama saya😀 Happy Reading^^

Hmm satu lagi deh, cover bukan saya yang buat of course.Saya nggak sejago itu buat cover ff, ini buatan orang lain bernama Hayati. Saya minta buatkan cover ff sama dia lewat fb. Gimana/ bagus kan? Iya dong, dia udah jago. Hmm, pokoknya gomawo banget buat cover ff-nya yaaa. Pas banget dengan image ff ini😀

 

“Ini semua hanya mimpi.Ini bukan kenyataan.Tapi, jika ini mimpi kenapa rasanya benar-benar menyakitkan?”

 

Author POV

“Chanyeol-ah!Apa yang kau lakukan? Kembalikan ayamku!” pekik Baekhyun ketika menyadari ayam goreng yang ada dipiringnya telah raib di ambil Chanyeol. Sejujurnya, dia sendiri tidak dapat memastikan apa benar Chanyeol yang mengambil ayamnya karena dia baru saja kembali dari dapur, mencuci tangan. Dia bilang seperti itu karena ayam—yang menurutnya adalah ayamnya—itu sekarang sudah ada dipiring Chanyeol.

“Apa?Aku tidak ada mengambil ayammu.Kau main tuduh saja,” protes Chanyeol ketika dirinya dituduh seperti itu oleh Baekhyun. Dia sama sekali tidak ada menyentuh ayam Baekhyun. Bahkan, seingatnya tadi Baekhyun belum mengambil ayam goreng.

“Aku tidak main tuduh karena memang kenyataannya seperti itu!” bentak Baekhyun sambil memandang Chanyeol tajam.Chanyeol yang sedang dipandangi seperti itu oleh Baekhyun, hanya membalas dengan tatapan tajam juga. Sepertinya sebentar lagi perang akan dimulai.

“Aku sama sekali tidak ada menyentuh ayammu!Kau bahkan belum ada mengambil ayam!” balas Chanyeol.Suho yang daritadi memang sudah ada di meja makan, pusing melihat mereka berdua. Dia bingung mau memihak siapa karena daritadi dia sibuk membaca koran. Sedangkan Kyungsoo sendiri masih ada di dapur, menyiapkan beberapa makanan lagi. Sehun dan Kai pun tidak ada di sana, mereka asyik nonton TV dan baru datang ketika mendengar pekikan Baekhyun.

“Aku sudah mengambil ayam itu tadi dan menaruhnya dipiringku!”Baekhyun menunjuk ayam yang ada di piring Chanyeol.Memang, potongan ayam goreng itu terlihat lebih besar dan menggiurkan, pantas saja mereka memperebutkan ayam itu.

“Tidak!Aku yang mengambilnya duluan.kau tadi belum ada mengambil ayam,” kata Chanyeol mulai berdiri dari duduknya. Member Exo yang lain hanya diam, tidak dapat melerai pertengkaran duo BaekYeol itu.

“Aku sudah mengambilnya.Kembalikan ayamku!”Baekhyun mencoba mengambil ayam yang ada di piring Chanyeol, tapi dengan sigap Chanyeol berhasil menjauhkan ayam itu dari Baekhyun.

“Enak saja!Ini ayamku.Kau bisa mengambil yang lainnya.”Chanyeol mengangkat tinggi-tinggi piringnya, berusaha menjauhkannya dari jangkauan Baekhyun.Tapi karena Baekhyun yang memang jauh lebih pendek dari Chanyeol, dia tidak dapat mengambil ayam itu.

“Chanyeol!Kembalikan ayam itu sekarang!” perintah Baekhyun dengan muka merah.Sepertinya dia kesal sekali dengan Chanyeol.

“Hahahaha.Kalau kau berhasil mengambil ayam ini dari tanganku, aku akan mengembalikannya padamu,” ucap Chanyeol yang terlihat mengejek Baekhyun.

Suho melipat korannya dengan kasar dan menaruhnya di meja.Habis sudah kesabarannya.Dia bangkit dari duduknya dengan wajah menahan kesal.“Yyaaa!Kalian bisa diam tidak? Sekarang jam makan malam dan kalian merusaknya! Kembali duduk di tempat masing-masing.Sekarang!” suara Suho menggelegar. Wajah Angel-nya sama sekali tak tertampak sekarang. Cukup sudah mereka mengabaikannya.Dia leader dan dia wajib mengatur semuanya.

Sehun yang pertama kalinya melihat Suho marah kaget karena tidak biasanya sang leader angel itu menampakkan kemarahannya. Kai yang ada di sebelahnya hanya diam mematung, tidak berani mengeluarkan suara.

Glek.

Bahkan suara tegukan Kyungsoo terdengar cukup nyaring karena saking susahnya menelan air liurnya yang mendadak terasa seperti batu.Matanya yang memang bulat tambah bertambah bulat ketika mendengar teriakan Suho. Sedangkan, Baekhyun dan Chanyeol—sang sumber masalah—hanya diam dan tertunduk dalam. Saat ini mereka takut kena semprot Suho lagi yang biasanya kalem itu.

Suho yang menyadari suasana menjadi canggung pun kelimpungan.Sejujurnya, dia sendiri kaget kenapa dia bisa berkata seperti itu.mungkin karena dia terlalu capek dan pusing oleh ulah Baekhyun dan Chanyeol, dia malah kelepasan dan jadinya seperti tadi.

“Eheem…” Suho berdehem untuk memperbaiki suasana.“Sebaiknya kita makan saja sekarang. Kyungsoo-yah, apa makanan sudah siap?” tanya Suho sambil kembali duduk di tempatnya semula.

“Ah, iya, sudah siap semuanya.Sebentar aku siapkan dulu,” jawab Kyungsoo, lalu pergi ke dapur.

“Tunggu apa lagi kalian?Cepat duduk,” perintah Suho dengan suara yang kembali tenang.Biasanya, kalau dia memerintah dengan ucapan seperti ini, member Exo tidak terlalu memperdulikannya, tapi kali ini member Exo dengan patuh mengikuti ucapannya.Sebenarnya, Suho merasa hebat juga sih, jarang-jarang member Exo bisa nurut seperti ini.

Chanyeol duduk bersebelahan dengan Baekhyun. Di depan Chanyeol sendiri ada Kai dan di depan Baekhyun ada Kyungsoo yang sudah kembali dari dapur. Di ujung masing-masing meja ada Sehun dan Suho.

“Kembalikan ayamku!” bisik Baekhyun dengan nada membentak sambil menyikut Chanyeol yang di sampingnya.Chanyeol sendiri sudah menjauhkan ayam goreng itu dari Baekhyun.

“Mwoya?Ini ayamku!” balas Chanyeol sambil menyikut Baekhyun juga.Mereka tetap berdebat tapi dengan suara kecil.Kai yang ada di hadapan mereka berdua menahan tawanya agar tidak keluar.Suho juga tidak menyadari bahwa duo rusuh ini kembali berdebat.

“Yyaa! Hyungdeul! Kalian ini ribut sekali.Biar adil bagaimana kalau ayam itu buatku saja?” ujar Kai sambil mengambil ayam goreng yang ada di piring Chanyeol dengan mudah.Dan sekarang, ayam itu sudah berpindah tempat, dari piring Chanyeol ke piring Kai.

Jongin lalu menggigit ayam itu dan merasakannya.“Hmm, masakanmu enak sekali, hyung…” ucap Jongin agak dilebih-lebihkan sedikit.Gayanya sudah seperti bintang iklan saja.

Chanyeol dan Baekhyun yang melihatnya hanya menatap miris ayam yang sekarang sudah tidak utuh itu.Mereka ingin membentak Kai tapi masalahnya mereka takut kena semprot Suho lagi.

Sehun dan Kyungsoo yang melihatnya pun hanya menahan tawanya. Sedangkan Suho, dia tidak bereaksi dan tetap tenang sambil melahap makanannya. Sesungguhnya ia ingin juga tertawa, tapi sepertinya suasananya sedang tidak mendukung.

“Lihat. Gara-gara kau, aku tidak bisa merasakan ayam itu,” desis Baekhyun sambil mulai mengambil ayam baru lagi.

“Apa?Dari tadi kau hanya menyalahkanku terus.Bukankah ini juga salahmu? Kau asal main tuduh saja!” dengus Chanyeol sambil mengikuti apa yang dilakukan Baekhyun.

“Tch. Aku benar-benar tidak menyukaimu!” ucap Baekhyun sambil menggigit ayam goreng bagian paha itu dengan kesal.

“Aku lebih tidak menyukaimu!” balas Chanyeol sambil menyuapkan nasi kemulutnya dengan kasar.

 

***

Baekhyun POV

Sudah dari jam makan malam tadi aku mengurung diri di kamar dan tidak membiarkan si Tower itu masuk. Tapi, hey, ini semua kan bukan salahku. Dia sendiri yang membuatku melakukan hal seperti ini.

Aku masih kesal sekali dengan tower menyebalkan itu.Aku tadi benar-benar ingat bahwa aku mengambil ayam itu dan menaruhnya di piringku.Tapi, setelah kutinggal cuci tangan, saat kembali aku sudah tidak melihat ayam goreng besar yang menggiurkan itu dipiringku. Mataku pun langsung beralih ke piring Chanyeol, dan di sana ada ayamku yang sudah kutaruh dipiringku! Aarghh! Dia benar-benar menyebalkan!

Akhirnya, setelah selesai makan tadi, aku langsung berhambur masuk kamarku dan Chanyeol dan langsung mengunci pintunya agar cowok yang dijuluki Happy Virus—menurutku dia lebih cocok dijuluki Sucks Virus—tidak bisa masuk ke kamar.Yaah, mungkin aku kedengaran jahat, tapi biar saja. Lagipula, dia sudah sering kok tidur di sofa depan TV.

“Yyaa! Baekki-yah, buka pintunya! Apa kau tega membiarkanku tidur di luar malam ini, eoh?” ucapnya sambil menggedor-gedor pintu kamar.Sejak tadi, dia tidak lelah juga menggedor-gedor pintu itu.aku sendiri sudah capek mendengarkan gedoran itu. benar-benar berisik!

“Tch. Apa kau mau tidur sekamar dengan orang yang tidak kau sukai?” sindirku yang masih tetap berbaring di ranjangku.

“Kau masih kesal dengan hal tadi?baiklah, aku minta maaf,” katanya. Ah, benar kan tebakanku tadi? dia memang bersalah!

Aku pun berjalan dan hendak membukakannya pintu.sejak tadi aku memang hanya ingin dia minta maaf dan mengakui kesalahannya padaku.

“Walaupun aku tidak bersalah.”Tunggu, dia memang masih tidak ingin mengakui kesalahannya?Dia hanya minta maaf tapi tetap tidak mau mengakuinya?Walaupun dia berkata dengan suara pelan, tapi posisiku ada di balik pintu dan bisa mendengar dengan jelas ucapannya barusan. Oke, karena dia tetap tidak mau mengakuinya, aku juga tetap tidak akan membukakannya pintu.

“Minta maaf saja tidak akan cukup.Lebih baik kau menyerah karena aku tidak akan membukakanmu pintu,” sahutku dingin dari balik pintu.aku mencabut kunci itu dari tempatnya dan menaruhnya di nakas yang memisahkan ranjangku dengan ranjang Chanyeol.

“Baekki-yah, bisakah kau tidak sekesal ini padaku?Bukankah aku sudah minta maaf?Lagipula, ucapanku tentangmu tadi di meja makan itu tidak benar.Aku tidak benar-benar tidak menyukaimu. Ayolah, Baekki, bukakan aku pintu. kenapa kau jahat sekali padaku, eoh? Kalau kau menyuruhku tidur di luar nanti aku bisa sakit.Apa kau mau saat kita comeback aku tidak bisa ikut?” rengeknya dari balik pintu itu.

“Kau bisa diam tidak?Aku di sini sedang mencoba untuk tidur!” bentakku lalu menyembunyikan wajahku ke balik bantal.

“Sudahlah Chanyeol. Kau bisa tidur di kamar ku saja.Kalau kau tidur di sini, nanti kau bisa masuk angin.”Ku dengar suara Suho hyung yang lagi membujuk Chanyeol untuk menghentikan aktifitasnya menggedor-gedor pintu.

“Hhh, tidak usah hyung.Aku tidak mau merepotkanmu.Aku tidur di sini saja.Mudah-mudahan aku tidak masuk angin.Oya, tapi bisakah aku meminjam selimutmu, hyung?” tolak Chanyeol dengan halus. Oke, kau sekarang membuatku merasa bersalah, tapi aku akan tetap pada pendirianku. Lebih baik aku tidur saja.

 

***

Aku terbangun akibat tepukan halus pada pipiku dan seseorang memanggil namaku.

“Baekki, bangunlah.Ini sudah pagi,” ucap suara itu.Perlahan kubuka mataku dan langsung memicingkan mata ketika bias-bias cahaya mulai memasuki mataku.Terlihat siluet sosok Chanyeol di hadapanku.Tunggu dulu, kenapa dia bisa masuk?

“Kenapa kau ada di sini?” pekikku kaget dan langsung mengambil posisi duduk.Chanyeol sendiri masih menampakkan senyumnya.

“Lho?Ini kan juga kamarku, Baekki-yah,” sahutnya masih sambil tersenyum. Ada apa dengannya sih? kenapa dia terlihat senang sekali?

“Maksudku, kenapa kau bisa masuk kemari?Bukankah aku sudah mengunci pintunya?”

“Hmm, aku sudah dari tadi malam kok di sini.apa kau lupa?” Chanyeol balas bertanya dengan raut wajah bingung.

“Tidak.Aku benar-benar ingat bahwa aku menguncimu di luar sehabis makan malam gara-gara kau merebut ayam gorengku.”

“Mwo? Hahaha…” Chanyeol tertawa dan langsung mengacak-acak rambutku.“Sepertinya kau baru saja bermimpi panjang.Kita tadi malam makan di luar Baekki-yah, merayakan ulang tahunmu,” lanjutnya.Makan diluar?Apa benar begitu? Kenapa sekarang aku jadi tertular penyakit lupanya Yixing?

“Ulang tahun?Kapan aku ulang tahun?”

“Sepertinya kau benar-benar lupa ya.bukanah hari ini kau ulang tahun? Cepat mandi.aku akan mengajakmu jalan-jalan seharian ini,” kata Chanyeol dan mendorongku keluar kamar. Jujur, aku masih bingung dengan hal ini.Kenapa tiba-tiba aku jadi pelupa seperti ini?Apa benar yang itu tadi hanya mimpi?Aku rasa ada yang aneh dengan kepalaku.

 

***

Author POV

Kejadian itu berlalu begitu cepat.Baekhyun tidak dapat berkata apapun.Pikirannya tidak dapat mencerna apapun untuk saat ini.Otaknya masih belum dapat merespon kejadian yang ada di hadapannya.

Mulai dari saat dia dan Chanyeol berjalan keluar dari dorm untuk merayakan ulang tahun Baekhyun, membeli ice cream—rasa strawberry untuk dirinya dan rasa pisang untuk Chanyeol—di kedai ice cream dekat dorm, hingga saat Chanyeol meninggalkan Baekhyun di pinggir jalan seorang diri—dengan alasan ada yang lupa dibelinya—dan menyuruh Baekhyun untuk tetap menunggunya sebentar di sana. Semua itu berlalu begitu cepat.

Baekhun menggeleng cepat, mencoba tidak mempercayai yang ada di hadapannya.Ia memang tidak percaya tapi tanpa sadar air matanya menetes. Dia tidak mau percaya, tapi semua bukti kini berada di hadapannya, memaksanya untuk mempercayai semua itu.

Tidak.Itu semua hanyalah ilusi.Ini bukan kenyataan. Ini pasti hanya mimpi dan Baekhyun akan terbangun dan mendapati ini semua hanya ilusi yang diciptakan otaknya. Tapi, kalau ini hanya mimpi, kenapa rasanya sesakit ini?Kenapa rasanya sesedih ini?Kenapa rasanya benar-benar seperti kenyataan?

Baekhyun terus menggeleng, namun air matanya keluar semakin deras.Dia menahan sebisa mungkin air mata itu untuk tidak keluar.Tapi percuma, air mata itu tidak bisa dihentikan, bahkan semakin menderas. Dia tidak percaya! Ini semua hanya mimpi! Ini semua tidak mungkin terjadi! Ini semua hanya mimpi kan?

Chanyeol tertabrak mobil ketika hendak menyebran jalan? Sulit dipercaya! Itu tidak mungkin terjadi karena ini hanyalah ilusi yang diciptakan otaknya.

Saat itu, Chanyeol baru saja ingin pergi membeli sesuatu dan menyuruh Baekhyun untuk menunggunya sebentar. Tapi, Chanyeol tidak menyadari ada sebuah mobil melaju ke arahnya ketika ia hendak menyebrang. Baekhyun mencoba memperingati Chanyeol dengan berteriak sekencang mungkin, tapi terlambat. Mobil itu sudah duluan menabrak Chanyeol sebelum Chanyeol sempat menghindar dan menyadari apa yang terjadi. Walau sang pengendara mobil sudah menginjak pedal rem, tapi karena jaraknya yang terlampau dekat, mobil itu tidak bisa berhenti dan akhirnya tetap menabrak Chanyeol.

Tubuh Chanyeol dikerubungi orang-orang sekitar dan berusaha menolongnya dengan memanggilkan ambulans ataupun mencari tumpangan untuk mengantarnya ke rumah sakit terdekat.

Keadaannya benar-benar menyedihkan.Wajahnya yang biasa terlihat tampan itu kini sudah dihiasi dengan luka-luka.Kepalanya mengeluarkan banyak darah.Di beberapa bagian tubuhnya terluka parah dan bukan tidak mungkin jika tangan atau kakinya patah.Sungguh mengenaskan.

Baekhyun tidak dapat melakukan apapun.Ia hanya berdiri diam mematung di tempatnya berdiri sejak tadi sambil menangis. Ia sama sekali tidak mau mendekati Chanyeol, dia takut. Benar-benar takut.Bukan takut terhadap darah atau hal lainnya, dia takut dengan kenyataannya. Dia takut dia tidak akan sanggup melihat dengan jelas keadaan Chanyeol saat ini. Dia takut kalau ini semua kenyataan karena dia hanya percaya bahwa semua ini hanya mimpi!

“Aku tidak percaya!” pekik Baekhyun yang masih menangis dan langsung berlari menjauh. Dia tidakakan pernah sanggup melihat keadaan Chanyeol yang mengenaskan. Dia tidak sanggup berada di sana lebih lama lagi.

 

***

“Bagaimana keadaan Chanyeol?Apa dia baik-baik saja? Dia sekarang ada dimana?” cecar Kris saat dia dan member Exo M baru saja sampai di rumah sakit. Ekspresi mereka semua sama, sama-sama menunjukkan kecemasan dan panic.Wajahnya mereka semua terlihat pucat dan bahkan beberapa dari mereka sedang menangis.

“Saat ini dia masih berada di ruang operasi.Aku tidak tau rentetan kejadiannya seperti apa karena yang sejak tadi bersamanya itu Baekhyun,” jawab Suho sambil menunduk.Dia tadi benar-benar kaget saat mendengar kabar dari rumah sakit bahwa Chanyeol kecelakaan.

Luhan mendekati Sehun yang terlihat menangis.Jujur, saat ini Luhan pun ingin menangis juga. Tapi, bagaimanapun dia harus kuat dan mencoba menguatkan member lain yang terlihat menangis. Bahkan Kai yang sangat jarang terlihat menangis saja mengeluarkan air matanya.

“Baekhyun gege di mana?” tanya Tao sambil mengedarkan pandangan saat dia berhasil sedikit mengontrol tangisannya yang deras. Dia sungguh mengetahui kalau diantara seluruh member, pasti Baekhyun yang paling terpukul juga sedih.Apalagi di saat-saat terakhir sebelum Chanyeol kecelakaan, Baekhyun sedang bersamanya.Di tambah lagi, hari ini hari ulang tahun Baekhyun.Pasti saat ini Baekhyun benar-benar terpukul.

“Dia menghilang sejak tadi.Ponselnya juga sama sekali tidak bisa di hubungi,” jawab Kyungsoo sambil menepuk-nepuk bahu Tao.Matanya terlihat sembab karena sejak tadi menangis.

Tao menggeleng pelan sambil menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan air matanya yang kembali menyeruak keluar.Tapi, tidak bisa, air mata itu tetap saja keluar walaupun Tao sudah menahannya sekuat mungkin.Dia kembali terisak.

 

***

Baekhyun duduk di bangku kayu di taman yang tidak jauh dari tempat kecelakaan Chanyeol tadi. Pandangannya terarah lurus ke depan dengan tidak ada titik fokusnya. Matanya sembab karena kebanyakan menangis.Sampai saat ini pun, Baekhyun hanya mempercayai ini semua hanya mimpi. Mimpi buruk yang akan segera berakhir. Dia mencoba membangunkan dirinya dari mimpi buruk yang menjerat ini, tapi dia tidak bisa.

“Baekhyun?”Baekhyun menoleh sekilas ketika mendengar namanya dipanggil.Orang yang memanggilnya ternyata Chen. Sepertinya Baekhyun sama sekali tidak menyadari kedatangan Chen tadi.

Chen pun duduk di samping Baekhyun sambil menepuk bahunya.Tepukan itu hanya untuk sekedar sapaan, atau mungkin sekedar tepukan untuk menguatkan hati Baekhyun.

“Kau tidak ke rumah sakit? Semuanya mencemaskanmu,” tanya Chen dengan lembut.

“Untuk apa aku ke rumah sakit?Bukankah ini semua hanya mimpi?” ujar Baekhyun kecil tanpa menatap Chen. Pandangannya masih terarah lurus ke depan.

“Kau harus kuat.Aku tau ini semua berat, tapi kau harus mencoba ikhlas.Aku yakin semuanya akan baik-baik saja,” kata Chen menguatkan Baekhyun.Dia lalu berdiri dari duduknya.

“Kau mau ikut aku ke rumah sakit?”

Baekhyun menatap Chen sekilas lalu menggeleng.Dia masih belum sanggup melihat Chanyeol untuk saat ini.Biarkan pikirannya tenang dulu untuk sementara waktu dan menguatkan hatinya untuk beberapa saat.

“Baiklah.Aku pergi dulu.Kalau ada apa-apa, kau bisa hubungi kami,” ucap Chen lalu melangkah pergi.

 

***

Baekhyun langsung menuju rumah sakit saat mendengar kabar dari Suho bahwa keadaan Chanyeol menjadi kritis.Baekhyun yang mendengarnya langsung menangis deras.Dia menyesal sudah meninggalkan Chanyeol tadi.

Bagaimana kalau Chanyeol meninggal?

Pikiran itu ditepis olehnya.Dia belum sanggup untuk kehilangan Chanyeol si Happy Virus. EXO tidak akan lengkap tanpa Park Chanyeol. Exo akan sepi tanpa Park Chanyeol. Bisakah kalian bayangkan jika Exo kehilangan salah satu membernya?

“Bagaimana keadaannya, hyung?” tanya Baekhyun sambil mendekati Suho. Suho hanya menunduk sambil menggeleng, dia tidak dapat berkata-kata.Bahunya terlihat bergetar dan dia terlihat seperti menahan tangis.

Chanyeol telah meninggal.Lagi-lagi pikiran itu terbersit di pikiran Baekhyun saat melihat keadaan Suho dan member lainnya.Tapi, pikiran buruk itu langsung dibuangnya jauh-jauh walau perasaan buruk itu mendominasi.

“Terlambat,” hanya kata itu yang keluar dari mulut Xiumin yang terlihat menangis.Suaranya bergetar.

Pikiran-pikiran buruk langsung menghantam kepala Baekhyun.Kata-kata ‘Chanyeol telah meninggal’ terus terlintas di benak Baekhyun.Tangannya gemetaran dan air mata sudah siap tumpah, tapi dia masih berpikir bahwa ini semua tidak benar.Dia masih menolak pikiran-pikiran buruk itu.

“Terlambat?Apa yang terlambat? Hyung! Beritau aku!” jerit Baekhyun sambil memandang semua member satu per satu.Mereka semua hanya menunduk dan tidak ada yang menjawab, tidak kuat untuk menerima kenyataannya.

“Hyung! Beritau aku! Bagaimana keadaan Chanyeol?” kali ini Baekhyun beralih ke Luhan yang juga terlihat menangis deras.

Baekhyun terdengar frustasi.Suaranya sudah bergetar menahan tangis.Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya.“Dia sudah pergi,” jawab Luhan sambil menangis.suaranya serak dan sedikit tersendat.

Ucapan Luhan langsung membuat Baekhyun seketika membeku. Dia tidak dapat mencerna apa yang baru saja dikatakan Luhan barusan.

Chanyeol sudah pergi? Tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi.Ini hanyalah akal-akalan para member untuk mengerjainya saat dia ulang tahun.

“Hahaha…” Baekhyun tertawa.Tawa yang dipaksakan. “Kalian bohong kan? Tidak mungkin Chanyeol pergi secepat itu.kalian semua hanya mengerjaiku kan?” Baekhyun terdengar seperti orang gila sekarang.Tertawa saat orang-orang sedang berduka.

“Ini semua kenyataannya Baekhyun,” ucap Lay kecil.

Baekhyun menggeleng cepat lalu memaksakan tawa lagi.Dia tertawa tapi matanya mengeluarkan air mata, sangat kontras.Dia tidak percaya semua ini.

“Kalian bohong!Chanyeol belum meninggal!” pekik Baekhyun frustasi.Sehun yang melihat keadaan Baekhyun, menangis tambah deras di pelukan Luhan.

Baekhyun menerobos ruangan yang di tempati Chanyeol.Terlihat dengan jelas tubuh Chanyeol yang terbujur kaku di atas ranjangnya.Tubuhnya sudah bersih dari darah, tapi wajahnya masih dipenuhi oleh luka.Baekhyun mendekatinya perlahan.Air mata mengalir deras di pipinya.

Dia berdiri di samping Chanyeol sambil memegang tangannya yang terasa dingin. Baekhyun tersenyum sambil menghapus air matanya.

“Yeollie, kau mendengarku kan?” tanya Baekhyun sambil memandang Chanyeol yang masih tetap memejamkan matanya.

“Yeollie, kau tidak benar-benar pergi, kan? Kau masih di sini dan mendengarkanku, kan? Kau masih akan tetap di sini dan menemaniku, kan? Kau masih akan tetap menjahili member Exo lainnya seperti biasa, kan? Kau masih akan menemaniku makan ice cream seperti biasa, kan?” kata Baekhyun yang mulai kembali menangis.

“Yeollie, kenapa kau tidak menjawabku?Kenapa kau tidak bangun dan bilang bahwa ini semua hanya kejutan ulang tahun?Yeollie, kumohon bangunlah.Kau sudah benar-benar berhasil mengerjaiku.”Baekhyun menghusap air matanya yang keluar semakin menderas.

“Yeollie, kenapa kau pergi saat aku ulang tahun?Kenapa kau tega pergi saat aku ulang tahun?Kau bahkan belum memberiku kado, Yeolli-ah.Yeollie, bangunlah. Kalau kau bangun, aku akan berjanji tidak akan kasar lagi padamu. Yeolli, aku…” Baekhyun tidak dapat melanjutkan ucapannya gara-gara dia menangis semakin deras.

“Yeollie, aku menyayangimu. Kumohon bangunlah… hiks…” Baekhyun terisak sambil mengguncang pelan bahu Chanyeol.

“Bangunlah Park Chanyeol. Aku mohon… hiks… Park Chanyeol! Bangun!” pekik Baekhyun sambil mengguncang-guncang bahu Chanyeol lebih kencang.

Suho dan member lainnya mendobrak masuk saat mendengar suara Baekhyun yang semakin kehilangan kendali emosinya.

“Baekhyun, sudahlah.Tolong ikhlaskan kepergian Chanyeol.Dia sudah tenang di alam sana,” kata Suho sambil menarik Baekhyun ke pelukannya.Baekhyun menangis semakin deras dalam dekapan Suho.Dia masih belum terima dengan semua kenyataannya.

 

***

Baekhyun membuka matanya akibat tepukan halus pada pipinya.Ada sebuah suara yang memanggil-manggil namanya.Suara itu terdengar berat, mengingatkannya pada Chanyeol.Tapi, sepertinya dia berhalusinasi.

“Baekhyun, bangunlah!Ini sudah siang.Apa kau mau kena marah manager hyung, eoh?” suara itu semakin jelas tatkala Baekhyun mencoba mengumpulkan kesadarannya.

Perlahan Baekhyun membuka matanya dan memicingkan mata saat bias-bias cahaya mulai menimpa penglihatannya.Terlihat siluet sosok Chanyeol di hadapannya yang sedang merapikan tempat tidurnya.Tumben sekali seorang Park Chanyeol merapikan tempat tidurnya.Tunggu, apakah itu benar-benar Park Chanyeol?

“Kenapa kau bisa ada di sini?”Baekhyun berseru tertahan saat dia benar-benar berhasil mengumpulkan seluruh kesadarannya.Awalnya dia pikir dia hanya berhalusinasi melihat Chanyeol, tapi ternyata itu sungguhan.

“Aku mengambil kunci cadangan dengan manager hyung.Apa kau pikir aku mau tidur di luar?”Chanyeol menyahut sinis sambil menunjukkan tatapan tajamnya pada Baekhyun.Baekhyun tidak menggubrisnya dan hanya terdiam di atas tempat tidur.Dia butuh waktu untuk mencerna semua ini.Mungkin saja ini mimpi.

“Tidak, tidak, bukan itu maksudku.Kenapa kau masih hidup?Bukankah kau sudah meninggal?”Baekhyun melontarkan pertanyaan begitu saja.Dia sendiri kaget kenapa bisa dirinya berkata hal aneh seperti itu.

Chanyeol sontak menoleh saat mendengar pertanyaan Baekhyun barusan.Meninggal?Meninggal apanya?Bukankah Chanyeol sekarang ada di hadapannya dengan keadaan sehat wal afiat?Sepertinya Baekhyun baru saja bermimpi panjang.

“Kalau aku sudah meninggal, lalu sekarang siapa yang ada di hadapanmu sekarang?” balas Chanyeol yang kembali merapikan tempat tidurnya.

Baekhyun tersadar. “Lalu yang tadi itu apa? Aku seperti melupakan sesuatu,” gumam Baekhyun tanpa sadar.Dia lalu berdiri dan berjalan menghampiri Chanyeol yang sedang menatap bingung ke arahnya.Baekhyun menepuk kedua pipi Chanyeol pelan, mungkin untuk memastikan bahwa ini nyata.

“Yyaa!Apa yang kau lakukan, eoh? Lepaskan tanganmu dari wajah tampanku!” katanya sambil menyingkarkan kedua tangan Baekhyun dengan kasar.Raut wajahnya terlihat kesal.

Baekhyun tidak menghiraukan ucapan Chanyeol dan malah memegang kedua pipinya.Dia baru sadar ada jejak air mata yang mengering di sudut matanya.“Aku habis menangis?” ucapnya pelan.

Chanyeol yang merasa kesal dengan tingkah Baekhyun—yang menurutnya aneh—hanya mendengus dan melangkahkan kakinya keluar kamar.

“Oya, kalau kau tidak mau kehabisan kue, sebaiknya kau cepat keluar,” ujar Chanyeol dengan suara datar saat dia berdiri di ambang pintu.

“Kue? Kue apa? Siapa yang ulang tahun hari ini?” tanya Baekhyun. Wajahnya yang polos menunjukkan raut kebingungan.

“Kau pura-pura lupa atau apa, eoh?” alih-alih menjawab pertanyaan Baekhyun, Chanyeol malah berkata sinis dan langsung pergi meninggalkan Baekhyun begitu saja. Dan kali ini, tumben sekali Baekhyun tidak merasa kesal karena saat ini dia benar-benar merasa bingung dengan semuanya.

Baekhyun melangkahkan kakinya pelan sambil memikirkan semuanya. Dia merasa ada sesuatu yang sangat penting, tapi dia sendiri tidak tau apa hal penting tersebut. Dia benar-benar lupa.

“Saengil chukkahamnida… saengil chukkahamnida… saranghaneun uri Baekhyun, saengil chukkahamnida… yeeeey!”

Tiba-tiba saja seluruh member EXO minus Baekhyun menyanyikan selamat ulang tahun.Baekhyun yang lagi sibuk dengan pikirannya sendiri kaget karena member EXO tiba-tiba ada di hadapannya sambil menyanyikan lagu ulang tahun.Ternyata dia yang ulang tahun.

Terlihat Kyungsoo yang sedang membawakan kue ulang tahun bertuliskan namanya dengan lilin-lilin kecil menghiasi kue itu. Semua member tersenyum lebar, menunjukkan suka citanya.

“Aku benar-benar tidak sadar kalau aku ulang tahun hari ini,” kata Baekhyun sambil menahan air mata yang mulai menetes.

“Ayo hyung, cepat tiup lilinnya,” seru Sehun yang membuat Baekhyun langsung menghapus air matanya.Dia lalu tersenyum dan mengangguk.

“Aku berharap kita semua akan bersama selamanya,” do’a Baekhyun sebelum meniup lilin-lilin kecil yang jumlahnya sepertinya setara dengan umurnya saat ini.Tapi, sebelum Baekhyun sempat meniup lilin itu, Chanyeol dengan sengaja meniup lilin itu sehingga tidak ada satu lilin pun yang menyala.

Baekhyun yang kaget langsung mendelik pada Chanyeol yang sedang menunjukkan cengiran lebar khas dirinya.“Habisnya kau terlalu lama Baekki-yah.Lilinnya sudah mau meleleh.”

“Yyyaaaaa! Park Chanyeol! Awas saja kau!” jerit Baekhyun kesal.Chanyeol yang sudah mencium ada gelagat tidak baik langsung nyengir lebar dan kabur mencari tempat persembunyian.

“Haaah, lagi-lagi seperti ini.Aku sudah bosan mendengarnya,” keluh Minseok yang kemudian langsung melangkahkan kaki menuju ruang keluarga di susul oleh seluruh member.Sedangkan Baekhyun sudah mengejar Chanyeol dan bersiap menyiksanya.

 

End.

7 thoughts on “Nightmare

  1. phiwzz berkata:

    Nyesek banget klo dapet nightmare kaya gitu, ogaaaaaaaahhhh😥 TT___TT😥
    Tp masa ga ada scene Baek nangis haru2 sambil meluk2 Yeol karna dia dapet nightmare thor?? Nunggu banget padahal *pouts* #plakk #klise #ceritaklasik -___-”
    Ayo!! Di-post lagi ff friendship-brothership exo nya thor!! Ditunggu ya😀

  2. chatty berkata:

    huaaaaaaaa aku suka banget ff nya chingu hehehehhe seru banget brothership nya BaekYeol ><
    Serem banget mimpi Baek TT
    semangat chingu untuk ff selanjutnya !!!!!

  3. L berkata:

    jd ikutan sdh pas bc ni ff.pa lg pas baekhyun nangis krn chanyeol meninggal.
    sprt doanya baekhyun,smga exo slalu bersma slmnya

  4. park jae young berkata:

    bisakah kalian bayangkan jika EXO kehilangan salah satu membernya ? bukti nya sekarang itu yg terjadi ..
    satu persatu member keluar ..
    daebak ff ny bagus

  5. Thalita Nurul Izzah berkata:

    huwaa… aku sempat menangis. ceritanya tuh menyentuh hati banget… semoga aja BaekYeol terus bersama selama lamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s