Miracle

Nama : @Dea_hye
Title : Miracle
Tag tokoh : Park Chanyeol, Park JangMi, Byun Baekhyun and other
Genre : PG-15
Rating : family, sad, romance(?)
Legth : One-shot

JangMi Pov. Kebahgiaan itu sirna, tawa itu lenyap dan kehangatan itu
tak lagi terasa..

Setiap malam hanya Tangis pilu eomma yang selalu terdengar
menyesakkan , aku selalu mencoba untuk menenangkan eomma tapi ku rasa
eomma tak ingin aku melihatnya menangis bahkan eomma tak membiarkan
aku masuk kekamarnya eomma hanya berteriak dari dalam kamarnya

“Gwenchana JangMi-ah” lalu menyuruhku kembali tidur. Hell Siapa yang
bisa tidur dengan tenang saat mendengar isak tangis malaikatmu yang
memilukan sedangkan kamu tak bisa berbuat apa-apa salahkan
arsitekturnya yang membuat kamar eomma tak kedap suara alhasil aku
hanya bisa menangis membekap mulut ini agar tak mengeluarkan isakan
sepanjang malam selama aku menangis. Semua terjadi begitu saja ,
seperti sebuah mimpi yang menyeramkan tapi sayang kenyataan lebih
menyeramkan dari mimpi itu. Semua terjadi saat mobil yang appa
kendarai bersama selingkuhannya memasuki jurang membuat appa dan
wanita itu meninggal ditempat, saat kebohongan terungkap, saat aib
terlihat dan saat eomma membawa pemuda bernama Park Chanyeol masuk
kedalam kehidupannku lalu aku mengetahui semuanya bahwa Park Chanyeol
adalah anak dari hasil Perselingkuhan appa dengan wanita jalang itu.
Park Chanyeol yang lebih tua setahun dariku dan itu berarti appa telah
berselingkuh lama sebelum aku lahir kejam memang,

aku membenci appa yang megecewakan aku dan eomma, aku membenci wanita
jalang itu yang menghancurkan keluargaku , aku membenci eomma yang
terlalu baik dengan Park Chanyeol , aku membenci Park Chanyeol dengan
alasan yang sangat banyak, aku membenci diriku sendiri yang tak bisa
menerima kenyataan , aku membenci diriku yang tak bisa memaafkan appa
dan menerima Park Chanyeol sebagai Oppa ku, ak.. Ak.. Aku terlalu
membenci takdir… Pov end.

……..

Seperti Biasa sarapan pagi di kediaman Park begitu hening, semuanya
enggan memulai pembicaraan ah.. Ani sepertiya hanya JangMi yang enggan
berbicara sementara Chanyeol dan Ny.Park ragu untuk membuka topik
pembicaraan. “Aku sudah selesai , eomma aku berangkat dulu” ujar
jangMi memecah keheningan dan hendak berlalu pergi sebelum eommanya
mencegah lagi . “JangMi-ah hari ini kau berangkat dengan oppa mu Okay”
terlambat eommanya kembali lagi seperti hari-hari kemarin memaksanya
berangkat dengan Chanyeol,hell sampai kapanpun dia tak akan pernah mau
berangkat dengan Park Chanyeol , JangMi hanya memutar bola matanya
malas melihat eommanya menatapnya penuh harap ‘Oh.. Sungguh pagi yang
menyebalkan’ grutunya “Tidak” jawabnya singkat sangat malas berdebat
dengan eommanya pagi ini apa lagi hanya karena Park Chanyeol ,
Menyebalkan

“JangMi-ah tapi opp..” “Eomma, sudah ku katakan aku ini anak tunggal
aku tak mempunyai seorang oppa dan Park Chanyeol bukan oppa ku , dan
aku bisa berangkat sendiri, aku bisa naik bus” ujar jangMi kemudian
berlalu pergi tak melihat wajah kecewa Park Chanyeol “Ajhuma..”
Ujarnya pelan “Mianhe Chanyeolli dia tidak berubah” “Gwenchana ajhuma”
Chanyeol tersenyum lembut mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja,
bohong memang bahwa dia baik-baik saja hey.. Kau tak akan baik-baik
saja jika dianggap benalu dan parahnya dianggap tak pernah ada sangat
menyakitkan kau tau. Ny.Park hanya menghela nafas Berat sangat sulit
memang merubah putrinya yang keras kepala untuk menerima Park Chanyeol
di kehidupan mereka. Luka tetaplah luka dan Luka yang tertorehkan
dihati gadis itu sudah bernanah dan sangat sulit di sembuhkan sekeras
apapun usahamu akan sia-sia untuk menutup luka itu kecuali kau
berharap keajaiban akan menyembuhkan lukanya. “Chanyeolli sudah berapa
kali ku bilang panggil aku eomma, sekarang aku adalah eomma mu
arrachi”. “Arreso ajhu.. Eum.. Eomma” yah.. Chanyeol tau luka JangMi
memang terlalu dalam untuk kesalahan yang tak pernah dia lakukan ,
melukai JangMi dan parahnya melukai malaikat JangMi itu adalah
kesalahan terbesarnya dan terlahir kedunia adalah sebuah dosa baginya.
“Aigo Kyeopta.. Sudah cepat berangkat kesekolah eomma tak ingin putra
eomma di hukum hari ini” ‘Tuhan.. Apakah didepanku ini adalah seorang
malaikat, aku dan ibuku telah menyakitinya , menghancurkan keluarganya
dan membuat putrinya terluka , tapi dia memaafkanku begitu saja,
menerima ku sebagai anggota keluarganya bahkan menyebutku sebagai
putranya, dia adalah malaikat yang terpaksa turun ke bumi dan
tersakiti karena kelahairanku’ “Ne Eomma”
………

JangMi pov. Keadaan kantin memang mengenaskan oh.. Lihatlah aku harus
berputar-putar mencari meja kosong dan parahnya aku mendapatkan meja
yang berhadapan dengan meja Park Chanyeol ck, merusak nafsu makanku
saja. “JangMi-ah.. ” Oh.. GeeZ apalagi ini baru aku akan makan dengan
tenang si anak ikan hiu sudah menempel padaku lagi Ck, menyebalkan
“Wae?” Tanya ku ketus “Aigo.. Kau galak sekali JangMi-ah.. Seperti
ajhuma-ajhuma ”

Astaga sebenarnya dia ini anak ikan Hiu atau bebek? mulutnya.
Benar-benar tak bisa dikontrol, aku hanya mendengus sebal sangat malas
meladeni anak ikan hiu bermulut bebek ini. “Wae-yo Sehunni..?” Tanya
ku semanis mungkin dan hanya ditertawakan olehnya “Kkkk.. Aigo uri
JangMi neomu kyeopta” ujarnya seràya mencupit kedua pipiku, segera
kutepis tangannya dari wajahku lalu berteriak padanya. “Yakkk.. Oh
Sehun sudah berapa kali kubilang jangan panggil aku seperti itu”
“Kkkk.. Kau labil tadi kau ketus , tadi juga manis, sekarang kau
berteriak-teriak aigoo.. Kau tak lihat apa seisi kantin melihat kearah
kita kkkk”

astaga bodohnya aku terpancing oleh anak ikan hiu ini lihatlah seisi
kantin mentapku heran aku hanya membungkuk meminta maaf sedangkan
sehun hanya tertawa, menyebalkan, “JangMi-ah..”

Pangilnya lagi, aku hanya bergumam mengiyakan karena saat ini aku
sedang mengunyah makanan ku. “Kau tertarik dengan Chanyeol sunbae?”
“Uhuk.. Uhuk..”

Pertanyaan macam apa itu dasar Oh sehun apa mulutnya benar-benar tak
ada mesin kontrolnya berbicara seenaknya benar-benar.. “Ya..
Gwenchana..?” Ujarnya sambil menepuk-nepuk kepalaku, ck hey… Aku
sedang tersedak kenapa yang ditepuk kepalaku dasar Bodoh, Segera
kutepis tangannya dari kepalaku dan mendeathglernya. “Pabbo” “Ne?”
“Pertanyaan macam apa itu, aku tidak tertarik dengan Park Chanyeol
bodoh!” Ujarku sedangkan dia hanya ber’Oh’ria “Kufikir kau tertarik
dengan Chanyeol sunbae , karena sebelum aku kemari aku melihatmu
sedang menatap meja didepan mu dengan tatapan yang sangat sulit
diartikan” ujarnya, “Apa kau fikir Park Chanyeol hanya duduk sendiri
dia bersama temannya ada kemungkinan aku menatap temannya bukan Park
Chanyeol bodoh” “Oh.. Eum.. Apa itu berarti kau menyukai Baekhyun
Sunbae?”

DEG.. Apa-apaan bocah ini apa dia sedang mengintrogasiku ck,
menyebalkan “Te.. Ten.. Tentu saja tidak” Huft ku yakin wajah ku
memerah sekarang “Ck, tingkah dan jawabanmu sangat bertolak belakang,
jika sekarang ada cermin kau akan melihat bagaimana merahnya wajah mu
sekarang dan jawaban sesungguhnya akan terlihat jelas disana” ujarnya,
” Sudahlah tak usah dibahas cepat habiskan makanan mu, sebentar lagi
bel” “, kau bahkan salah tingkah apa kau tak lihat dari tadi aku tak
membawa makanan bodoh”

Oh God.. Tolong suruh bumi menelan pemuda bermarga Oh didepanku ini
dia sangat menyebalkan Haa.. Sudahlah sangat percuma berdebat
dengannya karea sudah pasti aku yang kalah lebih baik aku diam. Diam
kurasa pilihan yang tepat lihatlah si mulut bebek juga diam hahaha
pilihan yang tepat, TUNGGU mulutnya memang diam tapi matanya… “Wae?”
Tanya ku “Mwo?”

Ck malah balik bertanya dasar anak ikan hiu bermulut bebek bodoh “Kau
melihat ku lalu melihat Park Chanyeol lalu melihatku lagi Wae?” “Ani,
hanya saja kau terlihat mirip dengan Park Chanyeol,”

DEG apa-apaan dia apa dia memperhatikan ku sedetail itu sampai
menyamakan ku dengan Park Chanyeol? “Ap.. Apa maksudmu kami berbeda
bodoh!” “Tapi mata kalian terlihat sama , terlalu besar untuk ukuran
orang korea” ,

tak ku sangka anak ikan hiu bermulut bebek ini menyamakan ku dengan
Park Chanyeol, menyebalkan “Mata ku adalah keturunan appa ku, dan ini
adalah bukti bahwa aku adalah putri Park Junsu dan Chanyeol dia…”

‘ Dia juga putra Park Junsu bahkan dia terlihat sangat mirip dengan
Park Junsu dia Park Chanyeol saudara ku’ “Dia apa?” “Di.. Di.. Dia..
Tentu saja dia anak kedua orang tuanya dia bukan saudara ku yah dia
bukan saudaraku” “Aiyee.. Siapa bilang dia saudaramu aku hanya bilang
kalian terlihat mirip lagi pula apa salahanya jika kalian bersaudara
kalian sangat cocok menjadi oppa dan dongsaeng”

DEG Oppa dan dongsaeng apa kami terlihat seperti itu cih sampai
kapanpun aku tak akan sudi menjadi dongsaengnya , aku membencinya aku
membenci Park Chanyeol. “Aku sudah selesai” ujar ku sambil berdiri dan
berlalu pergi mood ku benar-benar hancur karena Oh sehun. “Yak..
JangMi-ah tunggu aku” “Berhenti mengikutiku Oh sehun, kau sudah
seperti anak ikan Hiu yang selalu mengikuti induknya bodoh” “Apa
peduliku” “Yakk Oh Sehun..” Pov end. Chanyeol Pov. “Di.. Di.. Dia
tentu saja dia anak kedua orang tuanya dia bukan saudaraku yah.. Dia
bukan saudaraku”. Aku mendengar semuanya aku tau semua yang JangMi dan
temannya bicarakan, sampai kalimat itu terucap dari bibirnya, mungkin
sampai kapanpun dia tak pernah menganggap ku sebagai saudaranya,
sampai kapanpun JangMi tak pernah menganggapku hadir dalam hidupnya
ak.. Ak.. Aku hanya bayangan buruk baginya . “Gwenchana?” Tanya
BaekHyun oh aku terlalu larut dalam fikiranku sampai tak menyadari
bahwa JangMi dan temannya sudah pergi. “Gwenchana” balas ku tersenyum
lembut Baekhyun hanya menatap ku miris “Dia akan menyadari keberadaan
mu Chanyeol-ah, suatu saat dia akan menganggapmu saudaranya aku yakin
kau hanya perlu bersabar” ujarnya Yah Baekhyun tau semuanya dia tau
tentang hubunganku dengan JangMi, dia ta u statusku sebenarnya tapi
dia tak pernah mempermasalahkannya bahkan saat aku bilang bahwa aku
adalah anak diluar pernikahan dia tak pernah merasa jijik pada ku,
bahkan dia masih mau berteman dengannku dia selalu bilang tak perduli
asal-usulku dari mana, tak perduli orang lain memandangku sebelah mata
yang dia tau aku Park Chanyeol sahabat sejatinya dan Dia Byun Baekhyun
sahabat sejatiku. Baekhyun adalah salah satu keajaiban dalam hidupku.
Pov end. Entah mengapa hari ini JangMi merasa sangat lelah lebih
tepatnya lemas, saat pelajaran di mulaipun JangMi memilih beristirahat
di UKS dan terlelap, Kriett.. Ah.. Sepertinya JangMi tidak terlelap
dia Hanya memejamkan matanya dan menyadari bahwa ada seseorang yang
memasuki UKS, tapi karena terlalu lelah JangMi memilih mengabaikan
orang itu bahkan untuk membuka matanya saja ia terlalu malas , langkah
kaki orang itu mendekat ke arah tempatnya beristirahat, mungkin
kesadaran JangMi mulai menipis dan mulai memasuki dunia mimpinya tapi
sebelum itu dia merasakan sebuah tangan menyentuh dahinya lalu turun
kebahunya mencengkram erat tapi lembut, membuat JangMi merasa nyaman
setelah itu dia benar-benar terlelap,

……………..

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Chanyeol saat makan
malam di kediaman Park berlangsung, JangMi hanya menatap Chanyeol
sekilas lalu menyantap makan malamnya lagi sangat enggan menjawab
pertanyaan Chanyeol “Kau terlihat Pucat da..” “Tak usah perdulikan aku
urus saja dirimu sendiri” ujar JangMi ketus memotong ucapan Chanyeol
mendengar nada ketus dari JangMi dan melihat wajah kecewa Chanyeol
Ny.Park Segera menengahi “JangMi-ah Chanyeol hanya menghawatirkan mu”
“Jangan memperpanjang masalah Eomma”

JangMi tau eommanya hanya ingin menengahi tapi ucapan eommanya lebih
terdengar seperti membela Chanyeol dan JangMi sangat malas untuk
mempermasalahkan itu tubuhnya sangat lelah bahkan untuk bertengkar
mulut saja dia tidak mempunyai tenaga. Sementara Ny.Park memilih diam
tidak ingin salah bicara lagi dan bertengkar dengan putrinya hanya
karena masalah yang sama lagi, apa lagi kalau bukan Park Chanyeol.
Hening .. Suara dentuman sendok dengan piring lebih mendominasi,
suasana yang akward selalu terjadi di ruang makan kediaman Park.
Hingga suara lembut Ny.Park memecah keheningan “Eomma akan pergi ke
jeju selama 3 hari” Semua pasang mata yang ada di meja makan itu kini
beralih menatap Ny.Park serius . “Apa eomma akan meninggalkan ku lagi”
Tanya JangMi ada nada sedih di setiap kalimatnya “Eomma tidak
meni….” “Tapi eomma pergi , aku tidak mau sendirian lagi”

fakta bahwa meninggalnya tuan Park juga pasti meninggalkan perusahan
yang harus diurus , sebagai istri dan kepala rumah tangga sekarang
mengharuskan Ny. Park mengurus perusahaan suaminya dan tidak menutup
kemungkinan akan membuat dirinya sibuk keluar kota dengan berat hati
meninggalkan putri sematawayangnya. “Kau tidak sendiri sayang ada
Chanyeol”

dan mempercayakan putrinya pada anak tirinya mungkin itu keputusan ah
ani lebih tepatnya keharusannya. “Aku selalu sendiri dari awal aku
sendiri aku tidak pernah merasa ada Chanyeol, hanya ada aku dan eomma,
Chanyeol dia bukan siapa-siapa”

selalu seperti ini setiap keributan yang terjadi antara Ny.Park
dengan Putrinya selalu Chanyeol yang menjadi topik utama mereka, dan
lagi-lagi JangMi menyalakan kehadiran Chanyeol diantar mereka, JangMi
berlalu pergi dia tak memperdulikan makananya yang belum habis nafsu
makannya benar-benar hilang. Sebelum menghilang dari ruang makan
JangMi berhenti merasakan pusing yang amat sangat dikepalanya tubuhnya
benar-benar lemas bahkan kakinya tak dapat lagi menopang tubuhnya dia
hampir terjatuh, dan sebuah lengan melingkar di pinggangnya sebelum ia
kehilangan keseimbagannya “Gwenchana?” Tanya Chanyeol yang menopang
tubuh JangMi ada nada Khawatir di kalimatnya .sebelum Ny.Park
mendekati mereka, JangMi sudah bisa menguasai tubuhnya dan melepaskan
tangan Chanyeol di pinggangnya dengan kasar, JangMi menatap Chanyeol
tajam dan berujar “Aku membencimu” lalu pergi benar-benar menghilang
dari ruang makan,

Kematian appanya adalah pukulan keras bagi JangMi dan mengagap
Chanyeol adalah penyebab dari semua kesusahan dalam Hidupnya yang
berawal dari kata Jika, jika saja ayahnya tidak berselingkuh, Jika
saja Chanyeol tidak lahir kedunia ini , Jika saja mobil itu tidak
masuk jurang, mungkin dia masih bahagia bersama appa dan eommanya,
suasana riang dan tawa di meja makan itu pasti masih terasa eommanya
juga tidak perlu berkeja dan meninggalkannya sendirian. Dan jika saja
ia bisa menerima kenyataan semua mungkin tidak terasa seberat ini.
Ny.Park mendengar sekilas ucapan JangMi, melihat raut sedih Chanyeol
membuat wanita itu merasa bersalah dengan Chanyeol “Jika kita
memberitahu yang sebenarnya eomma yakin JangMi akan bersikap lebih
baik Chanyeol” “Tidak eomma aku tidak ingin JangMi tau semuanya dan
terluka”

sakit itu yang dirasakan Chanyeol ketika orang yang dia cintai
mengatakan bahwa dia membencinya dengan nada penuh kebencian bahkan
tatapan mata itu juga mengatakan bahwa dia sangat membenci Chanyeol,
Yah Chanyeol tau perasaan itu salah tapi siapa yang bisa
menyalahkannya bahkan menyalahkan cinta dia juga tidak bisa
menyalahkan takdir perasaan itu tumbuh begitu saja dari pertemuan
pertama yang penuh air mata dia melihat bagaimana rapuhnya gadis itu
menangis di makam ayahnya, mata itu menatapnya lembut ada luka yang
amat dalam disana tapi keindahannya lebih mendominasi hingga Chanyeol
terjerat dan bodohnya tak bisa keluar lalu membiarkan perasaan itu
tumbuh begitu saja tanpa diminta. “Tapi kau terluka Chanyeolli”

memang ada rahasia dan kebohongan yang disimpan oleh Chanyeol dan Ny.
Park , rahasia yang ingin Ny. Park beritahukan kepada JangMi tapi
Chanyeol memintanya menyimpan rahasia itu dan merubah sebuah kenyataan
menjadi sebuah kebohongan dan menyakiti semua pihak “Gwenchana eomma”
“Tidak kau tidak baik-baik saja selama ini kau selalu bilang bahwa kau
baik-baik saja itu bohong eomma bisa melihanya Chanyeol hentikan semua
ini eomma mohon kita bisa memulainya dari awal kita lupakan semuanya
dan menjadi
keluarga yang harmonis itu impian kita semua bukan” seorang ibu adalah
yang paling bisa mengerti dirimu walaupun kau bukan dari rahimnya tapi
jiwanya sangat peka akan perasaan mu dia tau kamu lebih dari kamu
mengetahui dirimu. “Aku tidak bisa eomma” dia tidak bisa , dia tidak
sanggup untuk menjadi oppa yang baik untuk JangMi dan mewujudkan
harapan eommanya untuk menjadi keluaraga yang harmonis , dia ingin
sebenarnya mempunyai keluarga yang hangat seperti dulu lagi tapi dia
takut, takut akan perasaannya sendiri dia takut akan lebih mencintai
JangMi dan melukai Malaikat barunya itu bukan keinginannya yah.. Lebih
baik seperti ini JangMi membencinya dan mungkin dia bisa melupakan
perasaannya. Ny.Park melihat dengan jelas raut lelah tercetak jelas
diwajah Chanyeol bukan lelah fisik tapi hati, “Menangislah jika kau
lelah” ujar Ny.Park Chanyeol menatap eommanya binggung “Menangislah
tak selamanya kau bisa menyimpan semuanya sendiri Chanyeol punggungmu
tidak terlalu kuat berbagi lah dengan eomma, menangislah tak selamanya
air mata itu bisa kau tampung terus menerus kau juga harus
mengeluarkannya, jangan malu jika kau merasa Namja tidak boleh
menangis maka eomma takkan melihatmu sebagai seorang Namja tapi
sebagai Park Chanyeol anak eomma”

dan kalimat tulus itu sukses menjebol pertahanan Chanyeol yah eommanya
benar ia butuh seseorang yang siap menampung air matanya dan berbagi
sedikit bebannya dan disini, di pundak kecil wanita paruh baya ini
Chanyeol menumpahkan semuanya, malam ini adalah titik jatuhnya Park
Chanyeol, Mengelus surai Chanyeol dengan lembut. Ny. Park tetaplah
seorang ibu kepekaannya membuat Ny. Park dapat melihat kebenarannya ,
kebenaran akan perasaan Park Chanyeol.
………… Paginya Ny.
Park benar-benar pergi ke Jeju sementara JangMi dia berangkat lebih
awal dari biasanya bahkan dia tak memakan sarapannya dan Chanyeol akan
selalu JangMi anggap tak ada, JangMi Pov. Ternyata berangkat sekolah
lebih awal tak selamanya baik lihatnya karena aku datang pagi Seo
Songsangnim malah menyuruh ku mengambil buku-bukunyanya yang ada di
pertpustakaan.. Haaa… Aku baru menyadari bahwa jarak dari
perpustakaan dengan ruangan songsangnim sangat jauh astaga mengapa
orang-orang itu membuat gedung sekolah seluas lapangan bola ck,
menyebalkan . Mengapa buku ini terasa berat sekali, huft seharusnya
Seo songsangnim tau aku berangkat pagi-pagi sekali dan tentu saja
belum sempat menyantap sarapanku, badan ku benar- benar lemas.
Brukk… Sial apa aku harus sesial ini buku ini sangat banyak dan
sekarang telah terjatuh berhamburan di lantai karena aku menabrak
seseorang. “Mianhe..” Ujar ku menunduk mencoba membereskan buku-buku
itu Mengapa kepala ini sangat pening , dan Tes.. Cairan merah itu
menetes dari hidungku dan mengenai lantai yang ku pijak. “Ya..
Gwenchana?” Tanya seseorang yang tadi ku tabrak , dan dia melihat ku
mengeluarkan darah itu “Gwenchan..” Ucapku terputus karena orang itu
mengelap hidungku dengan sapu tangannya , aku menatapnya dan tatapan
kita bertemu, DEG.. Mata itu mengapa sangat indah, “Aku akan
mengatarmu ke UKS, dan seseorang akan membereskan ini nanti” ujarnya
Suranya mengalun lembut ditelingaku tanpa kesadaran ku aku mengangguk
setuju dan pasra saat dia menarik tanganku lembut menuju UKS, Dan aku
menyadari Aku telah jatuh oleh pesonanya , pesona seorang Byun
Baekhyun. Pov end.

………….. Pagi ini benar-benar pagi yang berantakan
bagi Chanyeol dan JangMi ke tidak adaan Ny.Park benar-benar berdampak
buruk bagi mereka lihatlah 5 menit lagi mungkin gerbang sekolah mereka
akan di tutup sedangkan mereka masih sibuk atau lebih tepatnya sedang
kerepotan, JangMi terlihat bingung menatap sepatu dan ikat rambutnya,
dia tidak ingin terlambat tapi masih binggung memutuskan yang mana
harus dia pakai duluan agar lebih menghemat waktu. Sepatu dia harus
memakainya duluan agar bisa langsung pergi kesekolah tapi ikat rambut
dia juga harus memperhatikan penampilannya bukan?, JangMi dilema akan
keputusan yang sangat sulit baginya alhasil dia hanya menatap sepatu
dan ikat rambutnya bergantian, Oh.. JangMi apa dia tidak menyadari
kegiatannya itu malah membuang waktunya . “Pakailah sepatumu dan ikut
aku kita sudah terlambat” ujar Chanyeol yang Bahkan seragamnya belum
di kancing dengan benar dan memperlihatkan kaus putihnya yang berlapis
seragam dan blazernya , JangMi tersadar dari pilihan bodohnya dan
menuruti Chanyeol memakai sepatunya menyusul Chanyeol keluar. _ Motor
Sport hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi membuat penumpangnya
memeluk si penggendara dengan erat sangat tidak ingin jatuh sepertinya
“Turunkan aku di pertigaan dekat sekolah” ujar JangMi “Kau akan
terlambat jika berjalan kaki dari pertigaan sampai kesekolah” Baiklah
mungkin ucapan Chanyeol benar dia tidak mungkin berjalan kaki dari
pertigaan sampai kesekolah itu terlalu jauh dan waktu sedang tidak
bersahabat kali ini. _ “Kita tetap terlambat” ujar JangMi dan
disinilah mereka berdiri di depan tiang bendera sambil mengangkat
kedua tangan mereka. Chanyeol hanya tertawa kecil mengingat mereka
hanya terlambat satu menit tapi penjaga itu tidak mau diajak
berkopromi sama sekali menyebalkan memang, tapi kalau dia di hukum
seperti ini bersama JangMi melihat gadis itu cemberut yang lebih
terkesan lucu mungkin Chanyeol lebih memilih terlambat dan di hukum
setiap hari , Gila.. Berbeda dengan Chanyeol yang terlihat bahagia ,
JangMi justru merasa kesal, hey.. Siapa yang tidak kesal jika kau
hanya terlambat satu menit tapi harus menerima hukuman di jemur di
bawah teriknya matahari apa lagi bersama orang yang sedari tadi
tersenyum sendiri !Gila mungkin. Rasa itu menyerang lagi rasa pusing
yang teramat sangat dikepalanya bersamaan dengan cairan merah yang
menetes dari hidungnya hingga ia tak lagi mampu menopang tubuhnya dan
terjatuh menyamping menimpa seseorang yang berada di sebelahnya ,
setelah itu semuanya gelap “JangMi” jerit Chanyeol melihat JangMi
pingsan menimpanya , wajah gadis itu Pucat pasi dan darah yang keluar
di hidungnya tàk berhenti menetes, Chanyeol membawa JangMi ke UKS,
tapi petugas UKS sedang keluar, akhirnya Chanyeol memilih membawa
JangMi langsung kerumah sakit terdekat. _ Sudah lebih dari 5 jam
JangMi tak sadarkan diri, dan Chanyeol memutuskan untuk memberitahu
Ny.Park beruntung karena Ny.Park pulang lebih awal dia segera menuju
kerumah sakit, dan sekarang Ny. Park sedang berbicara dengan Dokter
yang menangani JangMi. JangMi Pov. Bau Obat, itu yang kucium saat
kesadaran ku pulih, akh.. Mengapa kepala ini sakit sekali dan Juga
badan ku sangat lemas, haaa lebih baik aku istirahat saja karena mata
ini sulit sekali dibuka. “Mianhe..” Ucap seseorang, suara ini aku
kenal dengan suara ini , suara berat yang seperti ajhusi-ajhusi tapi
terdengar sangat menenangkan , siapa lagi kalau bukan.. Kurasakan
sebuah tangan mencengkram bahuku kuat namun lembut memberikanku
ketenangan , tangan ini sama seperti sebuah tangan yang hari itu
mencengkram bahu ku juga di UKS. Tangan ini milik Park Chanyeol.
Cklek.. “Eomma..”

Ku dengar Chanyeol menyerukan kata Eomma , apakah eomma sudah pulang,
mengapa cepat sekali bukankah dia bilang dia pergi selama 3 hari..
Sudalah aku juga senang jika eomma pulang lebih awal. “Chanyeol..
JangMi dia hiks” ujar eomma terisak , ada apa dengan ku mengapa eomma
sampai menangis “Eomma, bicaralah ada apa dengan JangMi” “JangMi di..
Dia..”

aku yang penasaran memaksakan tubuhku bangun dan terduduk, melihat
Chanyeol membelakangiku sambil memeluk eomma “Menderita Leukimia” DEG
ucapan Eomma sukses membuat Jantung ku seperti berhenti memompa darah
keseluruh tubuhku. “Datang lagi..” Lirihku tapi cukup di dengar oleh
eomma dan Chanyeol. Mengapa.. Mengapa penyakit itu datang lagi
bukankah 5 tahun lalu aku dinyatakan bebas dari penyakit itu, lalu
mengapa sekarang penyakit itu datang lagi.. “JangMi..” Ujar eomma
menghampiriku dengan penuh air mata. Tuhan mengapa kau buat dia
menangis karenaku. Karena penyakit ku sudah cukup dia menangis karena
kehilangan appa, tapi sekarang dia menangis lebih memilukan karena ku.
Pov End. “JangMi maafkan eomma, maafkan eomma..” Ujar Ny.Park memeluk
JangMi. Dia tau dosanya sangat berat tapi dia sudah mencoba menebus
segalah dosanya sekarang lalu mengapa Tuhan menghukumnya seberat ini
mungkin jika yang dihukum dirinya sendiri dia masih sanggup, tapi jika
putrinya yang harus menderita dia tidak bisa. “Eomma ini bukan salah
eomma, jangan meminta maaf pada ku lagi hiks” ujar JangMi terisak
sambil memeluk eommanya. Dia tau ini bukan salah eommanya tak ada yang
bisa disalahkan bahkan menyalahkan Tuhan, karena ini sudah takdirnya.
Sementara Chanyeol berdiri mematung melihat Ny. Park dan JangMi
berpelukan yang di derai air mata, dia tidak pernah tau jika JangMi
semenderita ini dan pukulan telak itu terasa lagi, dia semakin merasa
berdosa telah lahir kedunia ini dan menyakiti JangMi. Tak tahan
Chanyeol tak bisa menahan air matanya lagi melihat kedua malaikat
barunya menangis didepannya . Akhirnya Chanyeol keluar ruangan
bersandar didinding lalu merosot menumpahkan airmatanya dilantai
pijakannya dan untuk kedua kalinya seorang Park Chanyeol menangis
karena JangMi.
………..

Mungkin hari-hari yang dulu tak terasa lagi, suara ribut Ny.Park dan
JangMi yang bertengkar karena Park Chanyeol kini tak terdengar lagi
Ny. Park lebih banyak menangis sekarang sementara JangMi gadis itu
lebih banyak diam dan sering melamun jika disuruh memilih mungkin
Chanyeol lebih memilih gadis itu berteriak padanya atau berkata ketus
itu lebih baik dari pada melihat gadis itu diam seperti mayat hidup
itu lebih menyayat hatinya, Apakah ada sesuatu yang bisa Chanyeol
lakukan setidaknya membuat JangMi tersenyum atau berteriak lagi
menghibur JangMi mungkin, tak ada sepertinya, mengingat gadis itu
sangat membencinya, jangankan tersenyum pada Chanyeol bebicara baik
padanyapun tidak pernah, hey.. Mengapa Chanyeol menjadi sepenakut ini
tidak dia tidak boleh seperti ini dia harus mencoba menghibur JangMi
apapun hasilnya setidaknya dia sudah mencoba, mungkin dia akan
menerima usul Baekhyun membawa JangMi jalan-jalan bukan ide yang
buruk. _ Chanyeol sukses membawa JangMi keluar untuk jalan-jalan tentu
saja dengan sedikit paksaan, dan disinilah mereka sekarang.. “Lotte
word” gumam JangMi lirih tidak.. Tidak seharusnya dia berada disini..
Berada ditempat penuh kenangan bersama appanya, itu hanya akan membuat
luka dihatinya bertambah perih apa lagi dia datang kemari tidak
sendiri tapi bersama seseorang yang membuat tempat ini begitu
menyakitkan jika diingat, seseorang yang sudah dia nobatkan sebagai
penghancur keluarganya , seseorang yang bernama Park Chanyeol. Mungkin
Chanyeol tidak menyadari raut wajah JangMi yang berubah sedih pemuda
itu menarik tangan JangMi memasuki Lotte word. Merekan
Berkeliling,mencoba segala wahana yang tersedia di sana . Chanyeol
sangat menikmati acara jalan-jalan mereka hari ini . Sementara JangMi
gadis itu hanya diam mecoba menikmati setiap moment indah bersama
Appanya yang bisa ia ingat, tapi sepertinya gadis itu tak menikmati
karena setiap moment yang dia ingat saat itu pula luka dihatinya
terbuka perlahan. Sakit! Dan disinilah pucaknya. Puncak rasa sakit
yang dirasakannya didepan sebuah Bianglala, luka hatinya terbuka lagi
bahkan ternganga lebar dan air matanya merembes keluar tanpa dikomando
berlomba-lomba membasahi pipi JangMi dia ingat itu adalah wahana
terakhir yang ia dan Appanya naiki sebelum Appanya berubah, sebelum
kebenaran terungkap dan penyabab itu semua sedang menarik tangannya
memasuki bianglala. JangMi melepas tangan Chanyeol dengan kasar
sebelum kakinya menginjak bianglala itu. Gerakan Chanyeol yang ingin
memasuki Bianglala terhenti saat dirasakannya JangMi melepaskan
tangannya dengan kasar. Chanyeol menoleh kearah JangMi dan tercekat
melihat gadis itu menangis . Ada apa? Apa dia melakukan sebuah
kesalahan sepertinya tidak apa JangMi takut ketinggian sehingga dia
menangis tapi tidak mungkin JangMi adalah gadis pemberani itu yang dia
tau, lalu mengapa gadis itu menangis . “JangMi” panggil Chanyeol
JangMi tak menjawab dia hanya menatap tajam Chanyeol. Chanyeol melihat
tatapan kebencian gadis itu tapi luka dimatanya juga tidak dapat di
sembunyikan, luka itu terlihat jelas “Aku membencimu” hanya kata itu
yang terlontar dari mulut JangMi tapi sukses membuat Chanyeol membeku
ditempat “Kau yang mengingatkan ku tentangnnya, kau yang membuat luka
ini semakin dalam dan terasa begitu menyakitan” “JangMi apa yang kau
katakan aku tida..” “Kau memang tidak mengerti karena kaulah penyebab
semuanya andaikan kau tidak hadir dalam hidupku mungkin saat ini Appa
yang sedang menemaniku menaiki benda itu, tapi karena kau semua itu
hanya mimpi, karena kehadiranmu semua yang dulu-dulu hanya kenangan,
kenangan menyakitkan. Kau sendiri yang membuat dirimu di benci olehku
jadi jangan salahkan aku jika aku terlalu membencimu”

Setelah JangMi menyelesaikan ucapannya gadis itu segera berlalu pergi
meninggalkan Chanyeol yang mematung ditempat.

Yah Chanyeol menyadari kesalahannya dan dia hanya ingin memperbaiki
semua itu, tapi mengapa semuanya jadi seperti ini dan sekali lagi
Chanyeol membuat gadis itu menangis , mengejar JangMi pun percuma
karena gadis itu sudah pergi jauh, meminta maaf ini bukan saat yang
tepat dan yang bisa Chanyeol lalukan hanya menyesali, menyesali
kelahirannya.

…..

Keadaan bertambah parah sekarang JangMi bukan hanya diam dan sering
melamun, tapi gadis itu tidak banyak makan dan kondisinya bertambah
buruk obat-obatan dan segala terapinya juga tidak membuahkan hasil
apapun.
Melihat itu Chanyeol benar-benar khawatir bukan hanya dia sebenarnya
tapi Ny. Park juga.

_

Chanyeol hanya mengaduk-aduk makanannya dengan malas tanpa berniat
menyantap itu sedikitpun, sedangkan Baekhyun hanya menatap Chanyeol
miris lihatlah keadaan pemuda itu benar-benar mengenaskan rambut yang
acak-acakan baju seragam yang tak rapi sama sekali dia juga tidak
menggunakan blazernya benar-benar..
Tapi anehnya para gadis yang melihat keadaan Chanyeol menatap pemuda
itu kagum, mungkin kalau  bukan di tempat umum gadis-gadis itu sudah
berteriak-teriak melihat sisi bad boy Park Chanyeol.
karena itu sama sekali tak mengurangi ketampanannya justru itu membuat
para gadis semakin tertarik padanya.

“Apa ada yang mengganggu fikiranmu?” Tanya Baekhyun,
Mungkin Baekhyun adalah satu-satunya orang yang mengerti dirinya tanpa
diberitahupun Baekhyun sudah tau apa yang di fikirankan sahabatnya itu
apa lagi kalau bukan..

“Park JangMi”

Tepat itu adalah satu-satunya tersangka yang bisa membuat keadaan Park
Chanyeol semengenaskan ini

“Dia tidak mau bicara denganku, dia masih marah atas kejadian di lotte Word itu”

“Ajaklah dia jalan-jalan lagi kesuatu tempat yang ingin dia kunjungi mungkin”

“Aku tidak akan mendengarkan usulmu lagi Byun Baekhyun”

“Oh.. Ayolah Park Chanyeol mungkin saat itu kau memang kurang
beruntung atau mood JangMi benar-benar buruk, cobalah sekali lagi
dengan suasana berbeda, bila perlu ajaklah Ny. Park agar JangMi tidak
selalu mengingat appanya ”

“Matta, mengapa tidak ku fikirkan mengajak eomma mungkin bisa dibilang
sebuah piknik keluarga..
Kyaaa.. Kau pintar sekali Byun Baekhyun, kau benar-benar sahabat
terbaikku Saranghae” ujar Chanyeol sambil memeluk Baekhyun ide
Baekhyun kali ini patut dicoba dan berharap tidak gagal lagi,
Sementara Baekhyun hanya mendengus sebal tapi juga tersenyum tentunya
melihat sahabatnya ceria lagi ia sudah senang.

“Yakk kubunuh kau jika mengucapkan kalimat terakhirmu tadi sekali lagi
” ujar Baekhyun sembari mendorong Chanyeol kekursinya, hingga kursinya
terbalik dan Chanyeol terjungkang kebelakang , Baekhyun tertawa
melihat itu sementara Chanyeol dia cemberut tapi kemudian dia ikut
tertawa bersama Baekhyun.

‘Tak ada yang bisa menyaingi tulusnya persahabatan bahkan cinta sekalipun’

_

Sepertinya ide Baekhyun patut diacungi jempol, mengajak Ny.Park sangat
menguntungkan bagi Chanyeol lihatlah tanpa usaha apapun atau memaksa
JangMi keluar untuk jalan-jalan gadis itu dengan sendirinya menawarkan
diri untuk ikut ke acara Piknik keluarga mereka .
Dan disinilah mereka sekarang..

“Kebun Binatang” lirih JangMi
Sama seperti lotte word tempat ini juga sangat sering ia dan appanya
kunjungi, setiap memori indah itu terekam lagi diotaknya, dia senang
masih mengingat appanya dengan jelas tapi, tentu saja setiap memori
itu membuka luka di hatinya sedikit demi sedikit membuat rasa perih
disana.
Tidak dia tidak boleh mengingat appanya terus menerus, melukai dirinya
sendiri lalu menangis.
Untuk apa mengingat semua moment indah tapi menyakitkan itu, jika dia
bisa membuat moment yang lebih indah bersama eommanya disini
menjadikan moment indah bersama eommanya patut di ingat dan di kenang
selamanya karena sama sekali tidak menyakitinya.
Mungkin mengagap Chanyeol sebagai bagian dari mereka akan membuat
acara piknik keluarga itu terasa lebih menyenangkan.
Yah dia harus menikmati acara kali ini .
_

JangMi terus saja tersenyum melihat semua binatang-binatang yang ia
temui , kadang dia juga merengek pada eommanya meminta di belikan
permen membuat Chanyeol dan Ny. Park tertawa geli.
Dan jika dia melihat binatang yang mengerikan menurutnya dia akan
bersembunyi di belakang Chanyeol, entah mengapa bersembunyi di
belakang Chanyeol membuat JangMi merasa aman dan tenang.

“Chanyeol kemari lihat kesini” ujar JangMi memanggil  Chanyeol
mendekati sebuah kandang jerapah

“Wae?”Tanya Chanyeol saat dia sudah berdiri di samping JangMi

“Lihatlah jerapah yang itu” ujar JangMi menunjuk salah satu jerapah
yang dekat dengan mereka, sementara Chanyeol mengangguk mengiyakan

“Bukankah jerapah itu mirip denganmu, dia besar, matanya bulat, dan
sangat bodoh, lihatlah jerapah lain sibuk menerima makanan dari
pengunjung sementara jerapah bodoh itu malah sibuk mencari makanannya
sendiri bukankah sangat bodoh”

“Yah sangat bodoh”

Chanyeol tau dia bodoh sama seperti. Jerapah itu, sebuah kebahagian
telah di suguhkan kepadanya tapi dia lebih mencari kebahagiaan lain
yang entah kapan dia temukan bukankah sangat bodoh

“Hahahaha mengapa ada jerapah sebodoh itu”

Chanyeol melihat dengan jelas JangMi tertawa , ini adalah pertama
kalinya Chanyeol melihat JangMi tertawa.
Gadis itu terlihat lebih Cantik ketika dia tertawa dan Chanyeol
menyadari satu hal bahwa dia telah jatuh cinta untuk kedua kalinya
kepada seorang Park JangMi.

“Kyaaaaa… ” Jerit JangMi dan menyadarkan Chanyeol dari
keterpesonaanya pada gadis itu.

“Wae?” Tanya Chanyeol saat JangMi berlindung di belakangnya

“Jerapah itu mendekat kearah ku aku takut Chanyeol”

“Tenanglah ada aku disini jerapah itu tak akan menyakitimu”

DEG apakan ini sebuah dejavu JangMi masih ingat appanya dulu pernah
mengucapkan kalimat itu saat ada seekor anak rusa mendekatinya , dia
amat ketakutan tapi appanya segera berdiri dihadapannya agar anak rusa
itu tak mendekat lagi dan berbisik padanya

“Tenanglah ada appa disini rusa itu tak akan menyakitimu”

Dan sekarang kalimat yang sama persis itu terdengar lagi tentu saja
dengan suara yang berbeda.
jika boleh jujur JangMi sangat berharap bahwa yang mengucapkan kalimat
itu adalah orang yang sama dengan nada yang sama.
Sebenci apapun dia dengan appanya dia tetap tidak bisa berbohong dia
amat sangat merindukan sosok itu, sosok yang  hangat, penyayang dan
sabar, sosok yang begitu di kasihinya, sosok seorang appa dan visiual
Chanyeol seperti replika appanya membuat rindu pada appanya semakin
meledak-ledak.

Greb..

Kedua tangan itu memeluk Chanyeol dari belakan membenamkan wajahnya di
punggung Chanyeol.

“Aku merindukan appa”lirihnya
dan Chanyeol bisa merasakan bajunya basah saat ini dia juga mendengar
isakan-isakan kecil dari bibir gadis itu .
Tak bisa di pungkiri Chanyeol juga merindukan sosok appanya bahkan
bertahun-tahun dia merindukan sosok itu dan selamanya dia tak akan
pernah merasakan kasih sayang dari sosok itu.

“Nado..”

Ny. Park dapat melihat JangMi memeluk Chanyeol , dan mendengar
lirihan Chanyeol dan JangMi.
Dia menangis terlalu sedih melihat anak-anaknya merindukan sosok appanya

“Mereka merindukanmu yebbo”

…….

Mungkin hubungan Chanyeol dan JangMi mulai membaik sekarang walau
JangMi belum mengakui Chanyeol sebagai saudaranya tapi asalkan JangMi
mau berbicara saja itu sudah cukup, bagi Chanyeol tak ada hal yang
menyenangkan selain melihat gadis itu tertawa .

_

Kondisi JangMi melemah ia tetap memaksakan dirinya untuk bersekolah.
sebenarnya  Ny. Park melarang tapi hey.. Tak ada yang tidak luluh
dengan aegyo seorang Park JangMi.
Akhirnya eommanyaa mengizinkan JangMi bersekolah, tentu dengan syarat
pihak sekolah harus mengetahui kondisi JangMi yang sebenarnya, JangMi
tidak terlalu memperdulikan itu mau seluruh sekolah tau juga dia tidak
masalah toh itu sudah takdirnya jadi apa yang perlu ditutupi.
Tapi untuk syarat  yang satu ini sepertinya harus ada protes.
pulang-pergi bersama Park Chanyeol hell itu sama saja cari mati ohh
apa eommanya tidak tau bagaimana banyaknya fans fanatiknya Chanyeol
disekolah, dia bisa mati bukan karena penyakitnya tapi karena fans
Park Chanyeol. tidak-tidak dia tidak mau mati stragis itu.

_

Memasuki gerbang sekolah bersama Park Chanyeol disaat sedang
ramai-ramainya itu sama saja seperti memasuki rumah vampire kelaparan
Oh..
Lihatlah tatapan gadis-gadis itu seperti ingin memakan JangMi
hidup-hidup, menelannya dan membuat gadis itu enyah.
JangMi bergidik ngeri segera saja dia berlari dengan cepat memasuki kelasnya
Sepertinya dia tidak berani keluar sekarang

_

Baru sehari dia berangkat dan pulang bersama Park Chanyeol. Hari ini
ia sudah mendapat terror dari fans-fans Chanyeol.
Mengerikan!
_

Hari-hari berikutnya juga tidak berubah dia masih pulang-pergi bersama
Chanyeol,dan tentu saja  dia tetap mendapatkan terror-terror itu
bahkan terror-terror itu semakin mengerikan, seperti sebuah surat yang
ditulis dengan darah, bangkai tikus bahkan baju olahraganya penuh
dengan darah binatang, benar-benar mengerikan!
Tapi seorang Park JangMi tidak pernah memperdulikan itu semua ia tetap
saja mengabaikan ancaman-ancaman dari si pengirim surat.
Sebenarnya bukan mengabaikan JangMi juga tidak mau jika harus
pulang-pergi bersama Park Chanyeol dan mendapatkan terror-terror itu
hanya saja eommanya yang memaksa dan jika ia membantah maka
bermimpilah JangMi untuk bisa datang kesekolah lagi.

Mungkin fans-fans Chanyeol sudah muak dengan sikap JangMi yang
mengabaikan terror-terror mereka hingga saat inilah puncaknya

Brukkkk..

Tubuh JangMi dihempaskan dengan kasar di dinding toilet oleh tiga
orang siswi kelas 3 yang mengaku sebagai fans Chanyeol.
JangMi meringis pelan merasakan rasa teramat sakit di punggungnya.
Tapi ia bisa menyembunyikan itu dan menatap tajam ketiga siswi
didepannya.

“Apa mau kalian?” desis JangMi tajam
Sedangkan ketiga gadis itu hanya tertawa meremehkan

“Apa mau kami? Apa kau tidak menerima surat dari kamu huh?” Tanya
seorang gadis yang bertubuh agak besar dari yang lainnya

“Oh jadi kalian yang mengirim surat-surat menjijikan tapi menggelikan itu”

“Ia kami ! Bukankah kami sudah memperingatimu untuk menjauhi Chanyeol
oppa heum!” Ujar gadis lainnya

“Apa urusan kalian jika aku dekat dengan Park Chanyeol” ujar JangMi menantang

“Tcks ternyata kau punya nyali juga yah bocah! Ku beritahu padamu kau
tidak pantas bersanding dengan Park Chanyeol kau hanya gadis lemah,
penyakitan yang hanya akan menyusahkan Park Chanyeol kau sama sekali
tidak pantas, dan kuperingatkan sekali lagi padamu untuk menjauhi Park
Chanyeo Mengerti!” Ujar gadis paling depan yang menurut JangMi
berwajah cukup cantik tapi tidak dengan sifatnya.
Dengan tetap berani JangMi membalas ucapan gadis-gadis itu

“Apa kalian pantas bersanding dengan Park Chanyeol! Kalian bahkan
seperti segerombolan simpanse yang bermain kroyokan benar-benar tidak
layak untuk mendampingi Park Chanyeol”

“Jika ia kami memang segerombolan simpanse maka kami sedang mengeroyok
seekor simpanse lemah yang berharap keajaiban datang menolongnya”

“Maaf mengecewakanmu tapi sayang aku bukan simpanse yang lemah”

“Aku muak dengannya sudah habisi saja dia”

JangMi mulai was-was ketika gadis-gadis itu mendekat kearanya.
Gadis-gadis itu mulai menyerang JangMi menjambak , mencakar bahkan
merobek baju JangMi , tapi JangMi dia tidak mungkin diam saja dia juga
melawan.
3 : 1 , itu bukan angka yang seimbang JangMipun mulai kewalahan
menghadapi gadis-gadis yang menyerangnya
‘Sangat sial nasib mu Chanyeol mempunyai fans seperti moster,
mengerikan’ batinnya.

Brukkk..

JangMi terduduk dilaintai tak lagi bisa menahan serangan-serangan
gadis-gadis itu

“Haa.. Anak ini kuat juga rupanya” desah seseorang dari ketiga gadis itu

“Sudah kita lakukan rencana awal” ucap gadis lainnya, sementara gadis
yang cantik tersenyum kemenangan saat gadis bertubuh besar itu
mengeluarkan sebuah gunting dari blazernya

“Akhhh..” Erang JangMi saat rambutnya ditarik kasar

“Kau kalah.. Ini hanya peringantan jauhi Park Chanyeol” ucap gadis itu
dan sek.. Sek.. Sek.. Gadis itu memotong rambut JangMi tanpa ampun
lalu menghambur-hanburkan rambut JangMi diseluruh penjuruh toilet
sementara JangMi dia hanya bisa menangis melihat rambut-rambutnya
dilempar keatas dan berjatuhan di hadapannya

Brak..

Pintu kamar mandi didobrak dengan kasar memperlihatkan seorang pemuda
tinggi yang sedang tercengang hebat.
Chanyeol dia melihat bagaimana berantakannya kamar mandi itu
rambut-rambut berhamburan dan dia sangat tercekat melihat rambut
JangMi hanya sebatas bahu dan lebih parah keadaan gadis itu
benar-benar berantakan lihatlah wajahnya penuh lebam, cakaran juga
darah disudut bibirnya dan gadis itu menangis.

“Apa yang kalian lakukan”

“Chanyeol kami bisa menje..”

Plakk

Ucapan gadis cantik itu terputus saat Chanyeol menampar pipinya dengan keras

“APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA JANGMI! ” Bentaknya membuat ketiga gadis
itu tercengang belum pernah sekalipun mereka melihat Chanyeol semarah
ini apa lagi sampai memukul seorang gadis , JangMi pu tercengang dia
sama sekali belum pernah mendengar Chanyeol berbicara dengan nada
setinggi ini.

“Chanyeol kami hanya ingin mempertahankan mu agar kau tidak direbut
oleh gadis itu”

“Tak ada yang merebutku, dia adik ku dia sama sekali tak merebutku dan
kalian aku bukan milik kalian jadi kutegaskan tak ada yang merebutku”

Ketiga gadis itu tercengang hebat ‘ adik’ benarkah Chanyeol dan JangMi
kaka beradik?, mereka sama-sama bermarga Park, dan jika diteliti
mereka memiliki kemiripan wajah , bisa di simpulkan bahwa mereka
memang kaka beradik tapi mengapa mereka tidak bilang? Tunggu mereka
tidak bilang karena tak ada yang menanyakannya, semua orang hanya
menarik kesimpulan bahwa mereka adalah sepasang kekasih, lalu apa yang
harus ketiga gadis itu lakukan setelah mengetahui kebenarannya mereka
sudah terlanjur melakukan kesalahan terhadap JangMi.

“Keluar.. Keluar sebelum aku memangkas habis rambut kalian” desis
Chanyeol tajam.

Lalu ketiga gadis itu keluar dari toilet meninggalkan Chanyeol dan
JangMi didalam.

“JangMi..” Ujar Chanyeol lembut

JangMi menatap Chanyeol tajam, lagi tatapan kebencian itu terlihat
lagi tapi sekarang tak ada luka hanya kebencian yang mendominasi

“Mianhe…” Seru Chanyeol lagi

“Aku membencimu” desis JangMi tajam
Tak bisa di pungkiri bahwa keadaannya sekarang ini karena Chanyeol.
Dan kebencian itu terasa lagi dan bersarang dihatinya.
Chanyeol membeku mendengar kalimat itu, kalimat yang sudah jarang ia
dengar kini terdengar lagi.

“JangMi ku mohon jangan membenci ku, jika ada cara yang bisa ku
lakukan untuk memperbaiki segalanya apapun akan ku lakukan asalkan
jangan membenciku”

Di benci JangMi di waktu lalu itu cukup menyakitinya dan sekarang saat
semuanya akan berjalan dengan baik JangMi kembali membencinya
lagi-lagi karena kesalahan yang tak pernah dia buat, Dia tidak mau

“Caranya hanya kau pergi dari hidupku , menghilang dari hadapanku ,
tidak saling mengenal maka semua ini tak akan terjadi pada ku dan aku
tak kan membencimu”
ujar JangMi lalu ketika sudah menyelesaikan kalimatnya JangMi bangkit
berlalu pergi meninggalkan Chanyeol yang menatap kosong lantai
pijakannya.

“Jika itu cara agar kau tidak membenciku maka aku akan pergi”

…..

Sudah tiga hari berlalu sejak insiden dikamar mandi, tak ada yang
mengetahui insiden itu selain JangMi, Chanyeol dan ketiga gadis itu.
Beruntung sewaktu JangMi pulang dengan keadaan berantakan eommanya
sedang ada diluar kota sehingga tak mengetahui apa yang terjadi pada
putrinya, jika eommanya tau mungkin ketiga gadis itu sudah di depak
dari sekolah.
Sejak kejadian itu ia tak pernah lagi mendapatkan terror-terror ,
bahkan para gadis fans Chanyeol  mendekatinya, karena mereka
mengetahui JangMi adalah adik Park Chanyeol.
Mereka mengetahuinya karena Ny.Park datang kesekolah menanyakan
keradaan Chanyeol yang menghilang dan mereka menarik kesimpulan bahwa.
Park JangMi adalah saudara Park Chanyeol.
Yah.. Chanyeol menghilang sejak JangMi memintanya pergi , Chanyeol
benar-benar pergi, semua temannya tidak ada yang mengetahui Park
Chanyeol bahkan Baekhyun sekalipun, pemuda itu benar-benar menepati
Janjinya untuk pergi dari kehidupan JangMi.
Tapi pemuda itu tak pernah tau bahwa JangMi menyesal pernah memintanya
pergi, karena sekarang eommanya sering menangis bukan karena dirinya
atau appanya lagi tapi karena Park Chanyeol
Yang menghilang, eommanya sudah terlalu menyayangi Chanyeol dan
menganggap Chanyeol sebagai Putranya sendiri.

_

Drettt…

Ponsel JangMi bergetar tanda adanya panggilan masuk .
Nomor yang tidak ia kenal tertera dilayar handphonenya, tanpa ragu dia
mengangkan panggilan itu.

“Yebboseo”

“JangMi” ujar seseorang di seberang sana
DEG suara ini dia amat kenal suara ini..

“Chanyeol.. Kau kah itu kau kemana saja eomma men..”

“JangMi bisa kah kau keluar sebentar ke halte tempatmu biasa menunggu bus
Ada yang ingin aku bicarakan”

“Ne.. Aku akan datang 15 menit lagi”

Tak bisa dipungkiri bahwa JangMi sangat senang, ada sesuatu yang harus
dia beritahukan kepada Chanyeol , dia ingin meminta Chanyeol kembali
dan meminta maaf karena menyuruh Chanyeol pergi hari itu, meminta maaf
atas sikapnya selama ini, dia ingin memperbaiki semuanya, dia ingin
mempunyai keluarga yang hangat seperti dulu lagi,
Dia sudah memaafkan appanya dan menerima Chanyeol sebagai oppanya itu
bukan pilihan yang buruk.

_

Begitu keluar dari rumah, JangMi melihat butiran-butiran putih itu
turun menutupi benda di bawahnya.
Dia mengadahkan tanganya membuat salju itu tepat jatuh ketangannya
“Salju pertama diawal musim dingin” gumamnya, dia ingat betul 2 tahun
lalu disaat salju pertama turun diawal musim dingin eommanya
memperkenalkan seorang pemuda bernama Park Chanyeol sebagai oppanya
dan perlahan tapi pasti kebohongan itu terungkap, dia sangat
membencinya
Dia membenci Park Chanyeol.
Dan hari ini disaat salju pertama turun diawal musim dingin dia
merubah segala opininya pada Chanyeol, dia tidak membenci Chanyeol
lagi dia ingin memperbaiki semuanya sekarang.

Tes..

Salju itu kini berubah warna menjadi merah ketika darah dari hidung
JangMi menetes,
Tidak.. Tidak sekarang, penyakit ini tidak boleh datang sekarang
karena dia harus bertemu Chanyeol.
JangMi mengabaikan rasa sakit dikepalanya dan menghapus jejak darah
dihidungnya lalu dia kembali melanjutkan jalannya menuju halte.

_

Chanyeol dapat melihat siluet gadis itu di seberang Jalan, dia tetap
sama tetap Cantik, ingin sekali Chanyeol berlari kearah gadis itu
menumpahkan segala rindunya tapi melihat rambut JangMi yang hanya
sebatas bahu mengurungkan niatnya karena rasa bersalah itu datang
lagi.

Walau samar Chanyeol dapat melihat dengan jelas gadis itu tersenyum
kearahnya, sedang berusaha untuk menyebrangi Jalan yang sangat padat.
Chanyeol segera memberikan isyarat agar gadis itu tidak menyebrang
karena dirinyalah yang akan menghampiri JangMi di seberang jalan.

Jalan hari ini benar-benar padat beberapa kali Chanyeol mengumpat pada
pengendara yang tak mau berhenti sebentar membiarkannya menyebrang.
Chanyeol melihat samping kanannya kosong dengan sedikit berlari dia
menghapiri JangMi tapi belum sempat dia berdiri dihadapan gadis itu
sebuah truk dari arah kiri melaju dengan kecepatan tinggi
menghempaskan tubuh menjulang Chanyeol cukup jauh.

Kejadian itu begitu cepat bahkan hanya dalam satu kedipan mata itu
semua telah terjadi, JangMi membeku ditempatnya masih mencerna apa
yang dia liat barusan.
‘Chanyeol, ditengah jalan dan truk’ itu hanya beberapa hal yang dapat
di cernanya dengan baik.
Dan tanpa di minta satu tetes cairan itu keluar dari matanya.

“Chanyeol..” Lirihnya

“Chanyeoll…” Kali ini dia berteriak sambil berlari menghampiri tubuh
Chanyeol yang tergeletak tak berdaya ditengah jalan.

Jalan yang semula putih ditutupi salju kini berubah merah karena darah
dari tubuh Chanyeol tak berhentinya keluar.
JangMi mengguncang tubuh Chanyeol berharap pemuda itu membuka matanya.

“Tolong.. Tolong selamatkan oppaku” lirih JangMi.

Chanyeol dapat mendengar jelas lirihan-lirihan JangMi yang disertai isakan.
‘Oppa’
Ini adalah pertama kalinya Chanyeol mendengar JangMi memanggilnya oppa,
Tidak..
Dia bukan oppa yang baik untuk JangMi dia tidak bisa menjadi oppa
JangMi karena dia mencitai gadis itu bukan sebagai dongsaeng tapi
sebagai seorang wanita, dan dia tau cintanya sangat salah..

Dengan sisa kesadarannya dia membuka mata melihat seorang gadis yang
amat dia cintai menangis karenanya

“Mianhe..” Lirihnya pelan amat pelan

“Saranghae..”

Dan kata yang sama sekali tidak pantas dia ucapkan itu meluncur begitu
saja dari bibirnya..
Yah dia tau itu salah tapi dia hanya ingin gadis itu tau perasaannya
setidaknya dia tak akan pernah menyesal terlahir kedunia hanya untuk
mengucapkan kata  itu.

Seiring dengan berakhirnya kalimat itu Chanyeol menutup mata  membawa
cintanya pergi jauh dari kehidupan JangMi ,
sementara JangMi diam dalam tangisnya mendekap tubuh lemah Chanyeol
erat sangat tidak ingin melepas Chanyeol. Tapi dia menyadari satu hal
dia telah kehilangan lagi dan salju pertama diawal musim dingin itu
adalah saksinya, saksi jatuhnya Park JangMi.

……

2 tahun lalu Salju pertama diawal musim dingin datang membawa pemuda
bernama Park Chanyeol dalam hidup seorang Park JangMi, dan sekarang
Salju pertama diawal musim dingin itu datang lagi tapi membawa
Chanyeol pergi jauh dari kehidupannya.
kejadian 2  tahun lalu terulang  tapi dengan kodisi yang berbeda,
Dia menangis didepan nisan appanya dan Chanyeol datang, sekarang dia
menangis lagi dan. Sekarang Chanyeol pergi.

“Chanyeol tidak pernah suka melihatmu menangis” ujar seseorang
berjongkok disamping JangMi, menatap lurus nisan didepannya, dia Byun
Baekhyun.

Baekhyun menyodorkan setangkai mawar yang hampir layu kepada JangMi ,
JangMi menerima mawar itu dengan ragu

“Dari Chanyeol” ujar Baekhyun membuat gadis itu tersentak

“Harusnya dia memeberikanmu itu kemarin, seharusnya dia…”

“Apa yang ingin Chanyeol katakan kemarin pada ku?”

“Aku tidak tau pasti, tapi dia hanya ingin mengucapkan salam perpisahan”

“Perpisahan?”

“Chanyeol seharusnya kemarin pergi ke amerika ”

“Untuk apa?”

“Kau lupa bukankah kau yang memintanya pergi, dan dia ingin
menepatinya tapi tak kusangka dia pergi untuk selamanya menghilang
dari kehipanmu, kehidupanku dan dunia ini”

Kalimat Baekhyun barusan seperti ribuan jarum yang menyerang jantung
JangMi betubi-tubi , bukan-bukan ini yang dia inginkan bukan kepergian
seperti ini, dia merasa bersalah merasa jahat sungguh dia tidak pernah
bermaksud seperti ini.
JangMi hanya bisa menangis menyesali segala sesuatu yang telah terjadi.

“Chanyeol dia adalah seseorang yang menyayangimu dan mencintaimu
sekaligus , tapi dengan rasa yang berbeda, dia menyayangimu sebagai
adiknya dan dia mencintaimu sebagai seorang wanita, Chanyeol dia mampu
menempatkan mu di dua tempat sekaligus dihatinya, tapi bisa kah kau
memberikannya satu tempat dihatimu? Setidaknya menyadari kehadirannya
bisa kah?
Bukan keinginannya jika dia terlahir karena sebuah kesalahan, dan
bukan maksudnya jika kelahirannya menyakitimu, dia hanya menjalani
takdirnya..
Dan disini disaat dia sudah lelah oleh takdirnya dia memilih pergi.
Pergi jauh membawa cintanya..
Chanyeol dia tidak pernah bersalah”

JangMi tau ini adalah kesalahannya dan dari awal ini adalah salahnya
yang tak bisa menerima kenyataan dan menyalahkan Chanyeol adalah
pelampiasannya, tapi dia tak penah menyadari bahwa Chanyeol terluka

“Aku bersalah” lirih JangMi disertai isakan

“Jangan menangis , aku sudah berjanji pada Chanyeol agar tidak
membiarkanmu menangis” ujar Baekhyun berdiri dan berlalu pergi .

Baekhyun dia tidak menyalahkan JangMi karena ini adalah takdir tapi
melihat gadis itu hanya mengingatkannya pada Chanyeol, wajah gadis itu
telihat sangat mirip dengan Chanyeol.

Kehilangan sahabat sejatinya itu adalah hal yang paling berat,
sekarang dia harus berdiri sendiri tanpa sahabat yang selalu
menemaninya.
Tak ada lagi lelucon yang mereka buat, saling mengusap pundak satu
sama lain saat dalam kesusahan,
mereka senang dan sedih bersama.
Persahabatan mereka terlalu indah untuk menjadi kenangan”

“Chanyeol aku kehilanagan patner happy virus ku”

……..

JangMi berdiri didepan sebuah pintu disamping kamarnya, itu adalah
kamar Chanyeol.
Dulu Dia tidak pernah sedikitpun melangkahkan kakinya kekamar ini
karena dia selalu menganggap bahwa tak pernah ada orang yang menghuni
kamar ini.
Sekarang setelah Chanyeol pergi dia baru bisa melihat dengan jelas
bahwa ada kehidupan dikamar ini

Cklek..

Pintu kamar itu terbuka menampakan isinya yang rapi dan bersih, harum
khas sang pemilik juga masih melekat dalam kamar itu, JangMi
melangkahkan kakinya memasuki kamar Chanyeol , begitu tertarik dengan
sebuah mading yang tertempel di dinding kamar Chanyeol
Mading itu hanya berisikan tempelan kertas origami yang tertulisi
kata-kata tidak banyak sebenarnya tapi sangat menarik perhatian JangMi

‘Aku tak pernah ingin menyakitinya’

‘Aku tak ingin melihatnya menangis lagi’

‘Mengapa harus dia yang menderita’

‘Aku tidak ingin dia diam dan bersedih’

‘Aku hanya ingin menghiburnya’

‘Aku sadar aku sudah terlalu dalam mencintainya’

‘Aku akan pergi karena dia memintaku pergi’

‘Saranghae Park JangMi’

Airmata itu merembes keluar membuat aliran sungai kecil di pipi JangMi,
Dia tidak pernah mengira Chanyeol memperhatikannya , dan sikapnya dia
tau itu menyakiti Chanyeol beribu maaf dia ucapkan berharap Chanyeol
dapat menerima satu saja maafnya dia bersalah bahkan dia tidak bisa
memaafkan dirinya sendiri, dosanya pada Chanyeol terlalu banyak dengan
sadar atau tidak sadar dia sudah menyakiti Chanyeol.

Cklek..

Ny. Park menghampiri JangMi terlihat sekali matanya sebab habis
menangis, dia sangat terpukul karena kehilangan putranya dan lebih
terpukul lagi melihat putrinya yang selalu diselimuti rasa bersalah

“Eomma..” Lirih JangMi
Ny.Park segera memeluk putrinya erat dia tau putrinya amat terpukul
atas kepergian Chanyeol

“Aku bersalah eomma pada Chanyeol aku menyakitinya”

“Tenang sayang eomma tidak pernah menyalahkanmu dan eomma yakin
Chanyeol juga tidak menyalahkanmu”

“Eomma ak.. Aku berdos..”

“Sssttt.. Jangan bahas itu lagi okay.. Hey mau dengar sebuah rahasia
Park Chanyeol” ujar Ny. Park

Yah dia tau sekarang saatnya memberitahukan rahasian itu pada JangMi
walau rahasia itu sudah amat terlambat untuk di beritahukan.
JangMi hanya menatap eomma kemudia mengangguk setuju.
Mereka berbaring di tempat tidur Chanyeol , berpelukan Ny. Park
memulai ceritanya

“Sebelum appa mu menikah dengan eomma , appamu sudah pernah menikah
dengan seorang wanita pernama Park Haera sahabat eomma , dan dia juga
adik tiri appamu.” Mulai Ny.Park dengan mengotrol segala emosinya.
mengungkit masa lalu itu bukanlah hal yang mudah.
Sementara JangMi menegang mendengar awal cerita yang tak pernah ia
duga sebelumnya, dia tidak pernah tau bahwa appanya memiliki adik
bernama Haera setaunya appanya anak tunggal.

“Pernikahan appamu dengan Park haera berlangsung secara
sembunyi-sembunyi karena pihak keluarga tak merestui hubungan mereka,
tapi setelah 2 tahun menikah akhirnya keluarga mereka tau dan memaksa
appamu dan haera bercerai. Setelah bercerai, halmoni dan haraboji
menikahkan eomma dengan appa mu,
Setelah satu tahun pernikahan kami appamu mengetahui bahwa haera
mengandung anaknya, pihak keluarga menyuruh haera menggugurkan
kandungan itu tapi haera bersih keras untuk tetap mempertahankan
kandungannya, akhirnya keluarga Park mencoret nama haera dari keluarga
Park dan mengirim Haera ke amerika,
Appamu sangat terpukul dengan kejadian itu dia bahkan sempat depresi ,
tapi satu tahun setelahnya eomma mengandung
Akhirnya kondisi appamu membaik dan sedikit demi sedikit melupakan haera.
15 tahun berlalu semua berjaln dengan lancar karena kamu hadir
ditengah-tengah kami, tapi eomma tau appamu masih sangat mencintai
haera sampai akhirnya haera kembali sendiri sementara Chanyeol anaknya
masih diamerika .
Appamu menjalin hubungan lagi dengan haera, eomma tau itu semua tapi
eomma lebih memilih diam walaupun sangat menyakitkan karena  eomma
mengerti sakit haera lebih parah dari ini, dia menghidupi dirinya dan
Chanyeol sendiri menjadi orangtua tunggal untuk Chanyeol eomma tau itu
tidak mudah apalagi dia tinggal di negara lain , eomma tau itu pasti
sangat sulit. Eomma memilih mengalah untuk haera eomma , tapi
kecelakaan itu terjadi, haera dan appamu pergi meninggalkan eomma, kau
dan Chanyeol”

“Eomma Chanyeol..”

“Yah dia bukan seperti yang kau fikirkan , dia terlahir oleh ikatan
dan cinta yang tulus, Chanyeol dia tidak pernah bersalah disini tapi
dia yang tersakiti”

“Eomma mengapa Chanyeol tak memberitahukannya paduku?”

“Kau tau jawabannya ”

JangMi terdiam dia tau alasan Chanyeol itu karena…

“Chanyeol mencintaiku” lirihnya

“Ak..aku bersalah eomma”

“Ssttt.. Tidak ada yang bersalah eomma, kau , appamu , Chanyeol dan
haera terluka, kita terluka karena takdir, tapi takdir tidak bisa
disalahkan..”

Walaupun dia tau ini adalah takdir tetap saja rasa bersalah itu ada,
tak ada yang bisa memberinya kata maaf bahkan dia tidak bisa
memaafkan dirinya sendiri

“Eomma apa yang bisa ku lakukan untuk menebus segalanya” ujarnya terisak

“Caranya hanya kau harus merelakan Chanyeol, menerima takdir dan
memaafkan dirimu sendiri”

Mungkin dia harus menerima saran eommanya  dia memang akan merelakan
Chanyeol tapi tidak akan melupakan Chanyeol , dia sudah menempatkan
Chanyeol dihatinya dia menempatkan Chanyeol sebagai oppanya, oppa
terbaik dan tidak akan tergantikan. Dia akan memulainya dari awal, dia
akan hidup lebih baik , dia sudah berjanji di depan nisan Chanyeol dia
akan sembuh dia harus sembuh.

_

“Oppa.. Mungkin terlambat menyebutmu dengan kata itu, tapi bisakah aku
memanggilmu dengan sebutan itu kuharap iya..
Oppa mianhe jika selama ini aku banyak menyakitimu , aku menyesal maafkan aku.
Jika kehidupan selanjutnya itu ada makan aku tidak akan menyesal jika
harus terlahir sebagai adikmu lagi karena sekarang dan selamanya kau
adalah saudaraku”

-Park JangMi-

_

Jika lahir kedunia ini adalah sebuah dosa maka aku tidak akan pernah
menyesal jika harus berdosa hanya untuk melihatmu”

-Park Chanyeol-

End

Mianhe klo bahasanya bnyk kurang dimengeri sama typo bertebaran

6 thoughts on “Miracle

  1. L berkata:

    hhuuuaaaaaa…………….knp chanyeol meninggal……..???????
    shrsnya chanyeol,jangmi & ny.park mnjd keluarga yg utuh dan harmonis
    tp kren crtanya koq

  2. DeaHye berkata:

    Hahahaa gk nyambung yhhh ceritanyaa berantakan pulaa tp gpp makasih yah udh komen, dan ngasih kritik itu berguna bangett gomawo, buat L makasih udh bc aku seneng,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s