FF : The House Tree 2 – Sembilan

The House Tree II

Tittle              : The House Tree 2

Author            : Ohmija

Genre              : Family, Brothership, Friendship, A little Comedy Action Sad

Cast                : EXO

Summary        : “Luhan hyung, saat ini adikmu dan sahabatmu sedang membutuhkanmu”

Author mau minta maaf karena ngga bisa sering update. Bener-bener sibuk banget sampe ngga punya waktu. Mohon sabar yaaa ^^

Happy reading ^^

Chanyeol hanya bisa duduk bersandar pada sandaran kursi didepan ruang ICU itu, punggungnya membungkuk dengan jari-jarinya yang saling bertaut satu sama lain. Rasa kekhawatirannya semakin lama semakin membesar.

Dan diantara rasa gelisahnya yang perlahan mendominasi itu, terselip rasa rindu yang amat dalam pada sebuah sentuhan seseorang. Sentuhan seorang sahabat yang biasanya akan selalu menghusap punggungnya saat ia sedang bersedih seperti sekarang.

Ia merindukan Baekhyun…

Biasanya, tanpa perlu diucapkan, tanpa perlu diberitahu. Baekhyun akan tiba-tiba muncul dari sana, dari balik tembok dan berlari kearahnya dengan wajah khawatir. Ia akan datang, ia akan berada disampingnya. Selalu…

Tapi, kali ini semua telah berbeda. Entah apa alasannya kenapa mereka tiba-tiba menghilang. Tiba-tiba pergi padahal sebelumnya semuanya masih baik-baik saja.

Ia merindukan Baekhyun…

Merindukan tentang ocehannya yang tidak akan berhenti selama ia membuka mata, merindukan cara konyolnya untuk membuatnya tertawa.

Sekarang, ia benar-benar sadar. Ia tidak bisa melakukan semuanya sendiri tanpa Baekhyun…

***___***

Chen membaca deretan huruf yang tertulis di secarik kertas kecil di salah satu telapak tangannya. Sambil sesekali melirik keluar jendela kaca mobil yang sedang dikendarainya.

Membaca tulisan itu sekali lagi, Chen kemudian melempar kertas yang dipegangnya kesamping setelah mengingat alamatnya. Ia harus fokus saat mengendarai mobil.

Bertemu persimpangan di depannya, Chen mengarahkan mobilnya kearah kiri lalu masuk ke dalam sebuah jalan aspal yang tidak terlalu besar. Ia menepikan mobilnya, meraih kertas catatan itu lagi lalu berjalan disana.

“Hhhhh… dimana rumah mereka sebenarnya? Kenapa daerahnya sangat terpencil seperti ini?”keluh Chen

Lingkungan disekitar jejeran rumah-rumah sederhana itu memang tidak begitu ramai. Bahkan sangat sepi disaat jam masih menunjukkan pukul 7 malam seperti ini.

“Oe? Lay hyung!” Tiba-tiba langkah Chen terhenti saat matanya menangkap seseorang yang juga sedang berjalan kearahnya.

Seseorang yang ternyata Lay itu seketika terkejut bukan main. Seperti seorang maling yang sudah tertangkap basah, Lay langsung membuang plastik sampahnya dan berlari menjauhi Chen.

Luhan sudah memberitahunya untuk tidak menemui Sehun dan yang lain. Walaupun merasa tidak setuju dengan keputusan itu, entah kenapa kakinya tiba-tiba bergerak saat ia melihat Chen. Dia pasti sedang mencari mereka.

“Lay hyung! Tunggu! Lay hyung!”teriak Chen sambil mengejar Lay

“Jangan mengikutiku! Jangan mengikutiku!”

“Lay hyung! Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian! Aku mohon berhenti!”

“Aku tidak mau mendengar apapun, Chen! Pergi!”

“LAY HYUNG! NYONYA PARK SEDANG MENGALAMI KOMA SEKARANG! DIA KOMA!”

Chen menyerah. Tidak lagi berlari mengejar Lay. Justru memberitahu kejadian yang sedang terjadi disaat yang tidak tepat seperti ini. Terpaksa. Dia tidak mau berhenti.

Detik itu juga, Lay langsung menghentikan larinya. Ia berbalik dengan mata terbelalak lebar. Begitu terperangah menatap Chen hingga bola matanya nyaris melompat keluar.

“Mwo?!”

Chen berusaha menormalkan debaran jantungnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Lay. Mulutnya sudah terbuka, namun sebuah suara lebih dulu terdengar mendahuluinya.

“Nyonya Park mengalami koma?”suara serak itu terdengar parau.

Chen dan Lay sama-sama menoleh. Menatap lurus kearah Baekhyun yang sudah berdiri dibelakang Lay, didepan sebuah pagar rumah. Matanya menerawang kearah Chen. Nyaris tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya.

Nyonya Park mengalami koma? Lalu bagaimana keadaan Sehun, Chanyeol dan Kris?

Chen maju dua langkah, menatap penuh harap kearah Baekhyun.

“Aku mohon… bisakah kalian datang? Mereka benar-benar sedang membutuhkan kalian saat ini”ujar Chen pelan. “Walaupun terlihat kuat, tapi aku yakin kalian tau jika ketiga saudara itu sangat rapuh. Mereka tidak bisa melakukan apapun tanpa kalian. Mereka benar-benar tidak tau arah saat kalian pergi. Aku mohoon…”

Ini adalah pertama kalinya. Selama ikatan persahabatan itu terjalin, ini adalah pertama kalinya saat wajah Chen benar-benar terlihat sedih. Dia jarang menangis tapi kali ini matanya sudah berair.

Mereka tau bagaimana rasa sayangnya pada Sehun. Bagaimana perjuangannya untuk menemukan adiknya saat ia menghilang beberapa tahun lalu. Mereka mengerti.

“Chen? Sedang apa kau disini?” Tiba-tiba Luhan muncul dari balik pintu pagar rumah. Menyusul saudara-saudaranya yang lain dibelakangnya. Mereka berniat memanggil Lay dan Baekhyun karena keduanya tak kunjung kembali.

Mata Jongin seketika membulat saat ia melihat Baekhyun, “Baekhyun hyung, ada apa? Kenapa kau menangis, huh? Apa yang terjadi?” ia mengguncang tubuh Baekhyun.

“Chen, jika kau menyuruh kami untuk kembali? Kami tidak akan—“

“Apa walaupun aku berlutut, kalian tetap tidak akan mau kembali?” Chen memotong ucapan Luhan. Suaranya mulai bergetar. “Aku tidak akan menyuruh kalian untuk kembali ke rumah itu, tapi aku mohon. Tolong kembali ke sisi Sehun, Chanyeol dan Kris hyung. Mereka benar-benar membutuhkan kalian”

“Chen, dengar—“

“Nyonya Park sedang mengalami koma! Kau tau?!” Baekhyun sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia mendorong tubuh Luhan keras hingga Xiumin harus menahannya dari belakang, jika tidak, mungkin Luhan akan terjerembap.

Sontak, Luhan dan yang lain seketika terkejut bukan main. Mata mereka membulat tak percaya. Koma? Bagaimana bisa?

“Ibu mereka sedang mengalami koma sekarang! Kau masih melarang kami untuk menemui mereka?! Aku tidak perduli lagi, hyung. Aku tidak perduli! Aku sudah cukup sabar menghadapimu! Kali ini aku tidak akan menuruti kata-katamu lagi!”

Baekhyun menghusap air matanya dengan lengan baju. Melepaskan cekalan Jongin di bahunya lalu berlari pergi. Tanpa sempat mengambil jaketnya disaat angin sedang berhembus kencang seperti ini.

“Baekhyun hyung?!”seru Jongin terkejut

“Aku akan menyusulnya…” Tao menyeruak ke depan lalu berlari mengejar Baekhyun

“Chen hyung, tunggu aku. Aku akan mengambil jaket dahulu” Jongin juga bergegas masuk ke dalam rumah namun tiba-tiba Luhan mencekal lengannya. Jongin menoleh. Menatap wajah Luhan dengan pandangan sinis. Matanya berair.

“Kau akan pergi?”

“Apa aku punya alasan untuk tidak pergi?”balas Jongin cepat. “Baekhyun hyung sudah pergi karena dia ingin menghibur sahabatnya. Aku juga ingin menghibur sahabatku. Dia pasti sedang sedih sekarang. Dan kau? Apa kau akan membiarkan Kris hyung menanggungnya sendirian?”desis Jongin kesal. “Terserah kau, tapi aku akan tetap pergi!”

Jongin melepaskan cekalan Luhan secara paksa. Ia masuk ke dalam tanpa memperdulikan jika semua pasang mata sedang mengikuti langkahnya.

“Luhan hyung, disebagian hidup Sehun, dia lebih besar menghabiskannya denganmu. Bukan denganku, bukan dengan ibunya, bukan dengan kakak-kakaknya, tapi denganmu. Apa selama itu dia pernah membuatmu bersedih?” Chen maju beberapa langkah hingga sampai di hadapan Luhan.

“Dia selalu menomorsatukan dirimu, hyung. Bahkan lebih dari dirinya sendiri. Apa itu masih belum cukup membuktikan semuanya?”

“Hyung, apa Sehun bukan adikmu?” Kyungsoo menambahi, menarik lengan Luhan dan memaksanya untuk menghadapnya. “Saat kau pergi ke Seoul, dia adalah satu-satunya orang yang akan menangis. Saat kau berada dalam bahaya, dia rela tubuhnya terluka untuk melindungimu. Kau tidak pernah lupa kan?”

“Cukup hyung. Tidak perlu membujuknya lagi” Jongin meraih lengan Kyungsoo dan menariknya mundur. “Biarkan dia berada dalam pilihannya”

“Jongin tapi—“

“Aku bilang cukup, oke?”tandas Jongin membuat Kyungsoo tidak membantah lagi

“Chen-ah, kami akan pergi bersamamu” Xiumin mengambil alih. Tanpa memperdulikan Luhan yang sedang menunduk dalam-dalam sekarang. “Walaupun tanpa dia, tapi kami akan pergi”

“Xiumin hyung…”

“Tidak ada bantahan, Suho”sela Xiumin berpaling pada Suho, memberikan pandangan tidak terbantahkan padanya. “Kita harus bersiap-siap. Ayo”

Xiumin dan yang lain masuk ke dalam rumah untuk mengambil pakaian dingin, sedangkan Jongin langsung menarik Kyungsoo ke sisinya dan memaksanya untuk berjalan bersama-sama. Ia akan pergi menggunakan taksi, sedangkan Xiumin dan yang lain akan pergi dengan mobil Chen.

Sebenarnya mereka perduli, sebenarnya mereka juga ingin tinggal sesaat untuk menemani Luhan. Tapi rasanya, kesedihan tiga bersaudara itu jauh lebih dalam saat ini. Mereka jauh membutuhkan seseorang dibandingkan dengan keegoisan Luhan.

“Luhan hyung, saat ini adikmu dan sahabatmu sedang membutuhkanmu”ucap Chen sebelum meninggalkan Luhan.

***___***

Sehun hanya bisa terduduk lemas dengan kepala yang ia tenggelamkan dalam-dalam diantara kedua lututnya. Sesenggukan, suara tangisnya terdengar memilukan. Pundaknya berguncang naik-turun seiring penyesalannya yang tak kunjung menghilang.

Ibunya mengalami koma karenanya, karena sifatnya yang selalu keras kepala.

Terkadang, ia merindukan saat-saat ketika ia menjadi Jung Baekgu. Seseorang yang sangat menyayangi orang tua dan saudaranya. Seorang anak laki-laki polos yang hanya mengetahui jika hidupnya sangat sederhana.

Tidak ada rumah mewah, tidak ada mobil sport, tidak ada harta yang berlebihan, juga baju-baju dengan merk terkenal. Yang ada hanya rumah sederhana, Chicken Resto, rumah pohon, lapangan bola, sepeda, dan laut. Hanya itu.

Menghusap air matanya sendiri, Kris berjalan pelan menghampiri Sehun yang terlihat sangat terpukul. Berjongkok didepannya lalu mengulurkan tangan untuk menghusap kepala adik bungsunya itu.

“Sehun-ah…”suaranya juga terdengar serak. Terbukti jika ia sendiri sedang menahan kesedihannya.

Tidak mampu menahan dirinya lebih lama lagi, Sehun langsung masuk ke dalam dekapan Kris dan menangis disana. Ia benar-benar membutuhkan sandaran. Ia membutuhkan tempat untuk mengadu semua masalahnya.

“Jika terjadi sesuatu pada oema, aku adalah orang yang akan merasa paling bersalah. Oema mengalami koma karena aku. Semua ini karena ulahku. Hyuung, bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada oema? Bagaimana?”isaknya

“Sehunie, jangan menangis lagi. Aku mohon…”

“Aku sangat menyayangi oema. Aku sungguh-sungguh menyayanginya. Hyung, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf”

“Sehunie, cukup. Jangan bicara lagi. Semua ini bukan salahmu” Kris semakin mengetatkan pelukannya. Air matanya juga mengalir deras di kedua pipinya. Kemudian ia melirik kearah Chanyeol, mengulurkan tangan untuk mengisyaratkan agar adiknya itu mendekat.

Chanyeol menghampiri keduanya lalu memeluk Sehun dan Kris dengan pelukan erat. Dia juga menangis. Tidak seperti Kris dan Sehun, walaupun pernah merasa kecewa denagn ibunya tapi Chanyeol adalah anak yang paling penurut. Ia tidak pernah membantah, ataupun melakukan hal yang akan membuat ibunya bersedih. Dibalik sifatnya yang sangat nakal, dia selalu menyayangi kedua orang tuanya juga kedua saudaranya.

“Hyung, oema akan baik-baik saja, kan? Oema akan bangun, kan?”isak Chanyeol

Menenggelamkan kepalanya diantara kepala Chanyeol dan Sehun, Kris benar-benar menumpahkan semua air matanya.

“Maafkan aku. Harusnya aku yang menjaga kalian dan oema dengan baik. Maafkan aku…”

Mungkin saat ini mereka hanya memiliki satu sama lain. Mungkin mereka tidak cukup beruntung untuk merasakan kasih sayang yang sebenarnya dari seorang ibu dan ayah. Mungkin, mereka sudah lupa bagaimana rasanya tertawa bersama.

“Chanyeol! Chanyeol!”

Kris, Chanyeol dan Sehun seketika melepaskan pelukan mereka saat mendengar suara seseorang. Bersamaan menoleh keujung koridor, kearah seorang laki-laki yang sedang berlari menuju mereka.

Itu Baekhyun. Dibelakangnya juga terlihat tubuh menjulang Tao.

Chanyeol menghusap air matanya dengan lengan baju, “Baekhyun…”

“Semuanya baik-baik saja? Apa yang terjadi dengan nyonya Park?”

“Kenapa kau kemari?! Bukankah kau meninggalkan kami?!”sentak Chanyeol mundur satu langkah lalu menepis tangan Baekhyun yang mencekal lengannya. “Kau bahkan tidak memberitahu apapun padaku! Kau pergi!”

“Chanyeol, dengar… aku punya alasan kenapa aku harus pergi. Maaf… aku memang bersalah. Tapi aku sungguh-sungguh tidak ingin meninggalkan kalian. Maafkan aku…” Baekhyun mencoba membujuk Chanyeol

“Kau tidak hanya meninggalkan rumah, tapi kau meninggalkan aku, Kris hyung dan Sehun. Kau meninggalkan kami!”

“Chanyeol…”seru Kris menahan amarah Chanyeol

“Baekhyun hyung…”panggil Sehun pelan membuat Baekhyun menoleh. “Kenapa kalian pergi? Kenapa kalian meninggalkanku? Apa aku sudah bukan Jung Sehun lagi? Apa aku sudah bukan Baekgu kalian?”tanyanya bergetar

Baekhyun menggeleng pelan bersamaan dengan wajahnya yang mulai memanas, “selamanya kau adalah Baekgu kami. Selamanya kau adalah saudara kami…”

“Lalu kenapa kau pergi?!”bentak Chanyeol kembali menangis. “Saat aku membutuhkanmu, kenapa kau justru meninggalkanku?!”

Baekhyun menghusap air matanya sebelum sempat menetes, kemudian menatap Chanyeol dengan tatapan sendu, “Saat kau bersedih karena merindukan adikmu, aku datang ke Sungai Han untuk menemanimu minum bubble tea dan menyembunyikan tangisanmu, saat kau pergi ke rumah sakit karena ibumu terkena penyakit jantung, aku juga pergi mengejarmu dan meninggalkan pekerjaan untuk menghiburmu, dan sekarang… saat kau bersedih lagi, aku pergi dari rumah dan dari saudaraku untuk menjadi sandaran karena khawatir kau akan menangis”jelas Baekhyun tulus.  “Aku tidak pernah meninggalkanmu, Chanyeol. Karena saat kau pergi dan tidak percaya denganku lagi, aku duduk sambil menangis di teras rumah seorang diri karena kehilangan sahabatku. Aku pernah merasakan bagaimana sakitnya, dan aku tidak mau merasakannya lagi”

Dan kali ini, ada setetes cairan bening yang jatuh saat Baekhyun mengerjap. Ucapannya benar-benar terdengar tulus. Benar-benar merasakan takut akan kehilangan lagi. Mereka pernah bertengkar hebat hingga tidak bertegur sapa satu sama lain, rasanya sangat menyakitkan saat sahabatmu berpaling dan bahkan bersikap seakan tidak saling mengenal.

Kris tersenyum tipis kemudian mengulurkan tangannya dan menjangkau belakang kepala Baekhyun sambil mendoronya ke pelukannya. Tidak akan berubah, selamanya Baekhyun tetaplah adiknya. Selamanya keluarga Jung adalah keluarganya.

“Terima kasih”bisiknya menepuk-nepuk punggung Baekhyun

“Kau tidak apa-apa?”tanya Tao juga menghampiri Sehun. Ia terlihat sangat khawatir setelah melihat wajahnya yang masih tersisa jejak-jejak air mata. “Maafkan aku…”

Sehun menggeleng pelan, “aku mengerti. Justru aku lah yang harus minta maaf”

“Baekgu, Baekgu!” Tiba-tiba Jongin dan Kyungsoo muncul. Seketika, keduanya langsung menghambur kearah Sehun. “Kau tidak apa-apa, huh? Ibumu… Chen hyung bilang…”

“Jongin-ah… oema…” suara Sehun mulai terdengar parau. “Dia…”

“Tidak akan”potong Jongin langsung mencekal kedua lengan Sehun. “Dia akan baik-baik saja. Percayalah”

Dan beberapa saat kemudian, Chen, Xiumin dan yang lainnya juga muncul di rumah sakit. Xiumin, Suho, Tao dan Lay duduk disekeliling Kris untuk menenangkannya. Sedangkan Baekhyun, terus saja menempel pada Chanyeol dan menepuk-nepuk pundaknya. Kyungsoo, Jongin dan Chen terus berusaha menguatkan Sehun agar ia tidak menangis dan menyalahi dirinya sendiri lagi. Dia terlihat sangat frustasi.

Dalam keterdiamannya, Kris menoleh pelan kearah Suho kemudian berbisik. Suaranya benar-benar pelan dan nyaris tidak terdengar.

“Luhan…”serunya. “Dia tidak datang…”

Entah ucapan itu adalah sebuah pernyataan atau pertanyaan. Yang jelas bisikan itu mampu membuat Suho seketika berbalik memandang Kris dengan mata melebar. Ada kesedihan yang begitu mendalam dibalik ucapannya. Saat ia tidak mendapati sahabat yang sangat ia butuhkan disampingnya.

Suho menggigit bibir bawahnya kelu, “Luhan…”

“Dia pasti sangat membenci kami”potong Kris cepat. Kemudian, ia menunduk sambil tersenyum kecut. “Maafkan sikap ibuku jika dia memang bersalah. Tapi, bukankah seharusnya dia juga berada disini? Setidaknya untuk menenangkan adik bungsuku”

“Kris, mungkin saat ini Luhan juga—“

“Aku tidak terlambat kan?”tanya sebuah suara membuyarkan keheningan mereka. “Maaf…”

TBC

36 thoughts on “FF : The House Tree 2 – Sembilan

  1. Jungie jun berkata:

    Hueeeee …. TBC saat yg tidak tpt..

    kak mija ffnya nyesek bgt sumpah…

    maaf baru bisa komen di chapter ini… over all semuanya bagus. sadnya bener nyesek brothershipnya juga.. kak mija JJANG….

  2. nina berkata:

    aaa eonniieeeeee😥
    dipagi hujan2 kau membuat kuu menangis T.T

    itu luhan kan eon?
    udah sadar, syukur laahh
    nyonya park gg usah berulah lagi lah
    kasihan sebener na klo gini
    tp klo inget sikapnya yg kmrn2 bikin bete
    kan kasihan mereka semua😦

  3. irnacho berkata:

    akhirnya luhan dateng juga. duh… pagi2 udah nahan2 biar ga nangis. resiko baca di kantor nih, ada yg ngliat ntar di sangkain gila nangis sambil ngliatin komputer haha

  4. cicil berkata:

    iya, aku lagi pilek pula -,- makin meler dah. akhirnyaaaa kembali juga mereka yaa, nangis bahagia nih aku. lulu telat deh nyadarnya -_- sehun jangan ngerasa bersalah gitu😦 lanjutttt

  5. GD berkata:

    sebenarnya kesel banget ama ny.park tapi ngeliat sehun kris and chanyeol nagis jadi ikutan sedih lu oppa kenapa kau ampe segitunya? ohh mudah* mudahn itu luhan oppa ditunggu next chaptrrnya palli juseyo ^^

  6. phiwzz berkata:

    Ebuseeetttt… bbrp chapter ke belakang ini bikin “pilek” mulu dah huks huks
    Feel nya always dapet di stiap chapter nya, ga bikin bosen, malah bikin nagih untuk cepet2 update!! hehe ^^
    Aaaaaaaaaa.. akhirnya Luhan dateng juga, kira2 gimana ya reaksi Trio-Tower-Prince itu (KrisYeolHun)??
    Huwaaaa.. ga nyangka ternyata Chanyeol anak yg paling sayang sama keluarga nya (Sehun n Kris juga, tp dari yg dibaca sih Chanyeol yg paling mwehehe) Anak “tengah” emank paling ngerti perasaan keluarga, ckckck😀
    Next chap buruan update ya thor😉

  7. indahtentiana berkata:

    Aaaaah sumpah kenapa aku malah seneng kalo nyonya park koma ? Hadeh -_- tapi aku suka banget sama persahabatannya baekyeol disini . Pokoknya suka deh sama ffnya

  8. rhaarhaa berkata:

    Lanjut…Lanjut…
    biar kagk bikin penasaran..
    thu yg terakhir pzti hannie khn, syukur lch dy udh nyadar🙂

    tettp lnjut ych….
    HWAITING!!!!

  9. Tiikaa berkata:

    huaaaaaaaaaa..

    asik asikkk eonie update😀
    makin seru eon ceritanya.. sbenernya aku rada kasian juga sma nyonya park dn sehun bersaudara… kasiann sehun yg nangis trus dn slalu ngerasa bersalah… tpi aku jga rada sebel tu ama nyonya park,, ini kan trjadi juga krna kesalahan dia juga.. lgian dia kok gk ad rsa berterima kasihnya sma luhan dn yg lainnya.. biar bgaimana pun luhan cs kan yg ngejaga sehun slama ini..

    iihhhh pokoknya nyonya park nya itu nyebelin banget eon…

    okedeh eon ,, kelanjutannya aku tunggu ya,, klanjutann ff eon yg lain juga aku tunggu..
    eonie fighting ^^

  10. poororo berkata:

    kak,aku nangis bacanya😥
    seandainya aja aku bisa punya kakak dan sahabat kayak mereka X'(
    aku nggak tau mau komentar apa lagi kak,udah habis dari bacaan pertama
    sama sekali nggak ada typo,kalaupun ada mungkin udah ketutuan sama ceritanya yang bagus dan bikin nangis
    dan aku bener” terharu waktu luhan dateng TT_TT

  11. eun yoo berkata:

    huaaaa akhirnya di post juga ^^
    gereget,, Itu kenapa luhan ga ngomong aja ke yang lainnya alasan dia gitu kan karna omongan nyonya park,
    Smoga si nyonya lampir itu cepet insaf, eh tapi enakan si nyonya parknya mati biar ga ada gangguan :v #kejam

    Aaaahh pokonya di tunggu eon kelanjutannya, penasaran terusss

    Eoonn DAEBAK !!!!😀

  12. choi jang mi berkata:

    ah… chingu akhirx ni ff muncul jg. q udah nunggu dan ini sngat membuat q galau antar ksihn n’ kesel tp lo’ gni kshn jg ma ny. park itu tp lo’ dah sdar keseln lg. kshn ma tiga tiang itu dech. untung disaat trkhir luhan sdar lo’ persaudaraan itu lbih pnting dr pada ego. HIDUP CHINGU….HIDUP EXO…

  13. al berkata:

    mengaharukan sekali yah. sekali post 2 chapter dong biar makin greget hehe
    bikin yang love story lagi unnie, terus semua member harus ikut biar makin seruu;-)

  14. sehunniexoxo berkata:

    Mian baru komen

    Sebenrnya kesle bgt sama ny.park, tp liat sehun kaya gitu TT_TT itu yg dtg luhan kan yah?

    NEXT CHAPTER!! DAEBAKK

  15. jingyumk berkata:

    Thorrrr lanjut yaaaa
    U.u baekyeol nya bikin orang gigit guling aja nih
    Thorr kali2 bikin ff yaoi baekyeol ver dongg
    Aku yakin kok ohmija bisa buat romance…gacuma brothership

    Cepet lanjut ya

  16. misriana berkata:

    kyaaa… akhirnya mreka bisa kumpul lagi… udah itu eomma sehun jangan jahat lagi deh… ngeselin banget klakuannya… ahahahaha aku jadi sesungutan… ditunggu next chapternya yaaa….🙂

  17. Nisrina Kyuhyun Yoona berkata:

    Unni kau telah membuatku menangis !!!
    Tanggung jawab eon buat ff ini sampe end ?!!!!!
    Pokoknya harus sampe END ?!!!!
    Ayolah… daddy bestfriend and autumnnya mana ??

  18. Shin Seul Gi_99HunHan shipper berkata:

    Yaah ,.nangis lg dh#uda resiko krn uda ska sh ma crta’y dr awl#..Hun ppa uljimayo0 sbnr’y Han ppa jga syang bgt xo ma Hun ppa,ya kan thor??HUNHAN&couple laen love bgt..ke”luargaan’y dpt bgt aq suka bgt ma jaln crta’y author,seul gi tunggu lanjutan’y fighting^^

  19. CY♥ berkata:

    Ini salah satu ff yang bikin aku nangis ㅠㅠ brothershipnya kerasa bgt :” next chapnya ditunggu~~ ASAP ya thor hehe x) Ohmija-nim fighting! (^-^)9

  20. Adilah Mandukhairani (Shin Ji Ae) berkata:

    Greget greget greget! Gue gregeeeet!! :’v *jambak rambut*
    itu sumpah si nyonya Park bikin gue bete, pengen gue bunuh sumpah -_-
    udah bisa tebak yg terakhir itu pasti Lu ge🙂 huwaaaa kaga sabar nungguin next part nya! Eon,cepetan lanjut ya. Udah bener-bener kaga sabar pengen baca next part nya^^
    ngomong2 aku salut sama MiJa eonni yg selalu sukses membuat kami semua berurai air mata dengan semua ff brothership nya,aaah aku bahkan menjadi Fans eonni sekarang😀
    keep writing eon! Terus bikin ff brothership yang keren2! :*

  21. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Di chap ini aku terharu, akhirnya mereka bisa bersama lagi…semoga Iblis itu cepet mati…*masih emosi* tpi klo dia berubah baik tar aku pikir2 lagi dah mau maafin dia apa kagak…*merasa ikut tersakiti*

  22. @asrinurhelfi berkata:

    huwaaaaa malem2 bercucuran air mata T.T
    daebaaaak ff nyaaa . ayo dooong bikin chapter lanjutan nya gak sabar buat tau lanjutan nya hehehe , oh iya sama ff daddy’s best friend nya juga di tunggu ya lanjutan chapter nyaaaa😀

  23. amelia berkata:

    kata”nya baekhyun bikin nyes banget thor ><
    baekhyun tulus banget..
    ah, makin gregetan kan..
    luhan akhirnya kamu sadar u,u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s