FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 12

Sixth sense

Tittle  : Sixth Sense

Author : Oh Mi Ja

Cast    : Zhang Yixing, Xi Luhan, Kim Jongin

Genre  : Brothership, Friendship, Mistery

 

Alunan suara piano mengalun merdu disekitar ruangan itu. Mengundang siapapun yang lewat untuk berhenti dan menatap ke dalam sejenak. Sudah banyak yang mengetahui jika dia adalah jenius. Si jenius yang sangat pandai mengundang banyak orang untuk mendengarkan musiknya.

Tubuh tinggi Jongin menyeruak dari banyak yeoja-yeoja yang berkumpul didepan ruangan. Mereka sedang mengintip ke dalam melalui jendela kaca lalu berbisik-bisik dengan teman-temannya.

Hal itu membuat Jongin tersenyum. Sahabatnya memang banyak berubah. Semakin hari semakin lebih baik. Dia tidak lagi pernah bersedih. Dan tidak pernah lagi menampakkan wajah tanpa ekspresinya.

Sekarang, dia selalu tersenyum dan sangat rajin memperlihatkan lesung pipinya didepan banyak orang. Baginya, lesung pipi itu seperti sihir yang mampu menarik para gadis untuk tertarik padanya.

Sejak kedatangannya ke universitas itu, Yixing memang datang sebagai murid biasa. Tapi lama-lama, ia berubah menjadi istimewa dimata semua orang. Seperti tidak ada yang tidak mampu dilakukannya.

Bernyanyi, menari, bermain musik dan menciptakan lagu. Dia mampu melakukan semuanya dengan sangat baik. Sikapnya yang pemalu dan juga sopan, semakin membuat semua yeoja menjadi tertarik hanya dengan melihat gesture tubuhnya.

“Hey,”sapa Jongin saat ia sudah masuk ke dalam ruangan membuat jari-jari Yixing yang masih asik menekan tuts-tuts piano berhenti. Ia menoleh.

“Kau sudah selesai menyelesaikan tugas bahasa Inggrismu?”

“Sudah. Sekarang kita bisa pulang…” secepat kilat ia menyambung ucapannya lagi. “Atau kau masih mau disini?”

“Bagaimana jika kita duet?”

Kening Jongin berkerut, “ha?”

“Aku akan memainkan sebuah irama dan kau harus menari. Kita sudah berteman cukup lama, aku rasa kita bisa berkomunikasi lewat musik dengan cukup baik”

“Tapi…” Jongin terlihat ragu

“Ayolaaah…”

Akhirnya Jongin setuju. Ia berjalan ke tepi ruangan dan meletakkan tas ranselnya, juga membuka jaketnya dan memperlihatkan kaus bergambar scorpion berwarna hitam yang ada dibaliknya.

Diluar, semakin banyak gadis yang menunggu apa yang akan mereka berdua lakukan.

KimZhang

Nama julukan untuk dua orang yang begitu berbeda namun sangat dekat itu.

Jongin dan Yixing. Mereka memiliki banyak perbedaan. Warna kulit, tinggi badan, sifat, dan kewarganegaraan. Tapi entah apa alasannya hingga mereka dapat begitu dekat dan tidak terpisahkan.

Seperti sahabat yang sudah bersahabat sejak lama. Yixing tidak akan mau diajak bermain bola basket dengan teman-teman kampusnya yang lain jika tidak ada Jongin. Dan Jongin juga tidak akan mau jika ada yang mengajaknya bermain sepak bola tanpa Yixing.

Yixing mulai menekan tuts-tuts pianonya lagi. Mulai memainkan sebuah instrument  ballad yang begitu merdu ditelinga. Berpadu dengan itu, Jongin mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan-gerakan pelan.

Karena pernah mempelajari tentang balet, tubunya menjadi lentur saat menari. Terutama pada instrument ballad seperti ini.

Jongin dan Yixing benar-benar dapat berkomunikasi dengan baik. Menciptakan keharmonisan antara tarian dan instrument yang begitu indah. Didengar dan dilihat.

Terkadang, ada seuatu yang tidak bisa tersampaikan dengan kata-kata tapi bisa disampaikan lewat musik dan… hati.

***___***

Ujian kenaikan kelas akan tiba sebentar lagi membuat Sehun harus mempelajari pelajarannya dengan lebih giat. Ia begitu bersemangat karena telah di iming-imingi hadiah dari kedua orang tuanya dan juga kakak-kakaknya. Tekadnya, dia harus berada diperingkat 3 besar dari seluruh murid tingkat 1.

Karena itu, setiap malam Sehun akan mendekam di kamarnya. Seperti prajurit yang akan melaju ke medan perang, ia juga mengikatkan sebuah kain putih bertuliskan ‘Hwaiting’ di kepalanya. Tak lupa, ia menempel sebuah tulisan ‘Menuju 3 besar’ di kertas dan menempelkannya di depan meja belajar. Sebagai penyemangat.

Besarnya semangat belajar yang tiba-tiba muncul dalam diri Sehun membuat Yixing, Jongin dan Luhan juga merasa kasihan. Karena setiap malam dia tidak akan bergabung dimeja makan. Akan tetap duduk dimeja belajarnya dari jam 7 malam hingga 10 lalu pergi tidur.

Untuk membantunya, Yixing, Jongin dan Luhan mengambil inisiatif untuk menjadi guru pengajar dan pengantar makanan secara bergantian. Mereka tidak ingin melihat adik mereka berjuang sendirian.

Yixing cukup ahli dalam bidang seni sehingga ia mengajarkan pelajaran itu pada Sehun. Jongin mengajarkan bahasa Inggris dan Luhan mengajarkannya matematika.

Malam ini adalah giliran Luhan untuk mengajari Sehun. Sebelum pergi ke kamarnya yang terletak di lantai dua, ia menghampiri nyonya Jung yang sedang berkutat di dapur terlebih dulu.

“Oema, apa makanannya sudah siap?”tanya Luhan sambil memanjangkan kepala dari balik punggung nyonya Jung, melihat makanan apa yang sedang dibuatnya.

“Kau mau mengantarnya keatas?”

“Emp, dia belum makan sejak tadi siang. Aku tidak mau dia sakit saat ujian”

Nyonya Jung menoleh ke belakang lalu tersenyum, “Terima kasih karena kau mau memperhatikan Sehunie dengan baik”serunya menghusap pundak Luhan

Luhan menggeleng,“Aku harus melakukannya karena dia adalah adikku”

Nyonya Jung meraih nampan yang berisi makanan dan memberikannya pada Luhan. Dua mangkuk nasi, dua mangkuk sup kacang merah, dan daging sapi yang diayak.

“Makan bersama dengan Sehun, oke? Kau tidak perlu menunggu Jongin dan Yixing, mereka bilang mereka akan pulang malam hari ini”

Mata Luhan melebar, “Oema tapi—“

“Oema tidak mau kau sakit saat bekerja”balas nyonya Jung cepat, membuat Luhan tertegun.

“Oema, gomawo”

***___***

Sama seperti remaja lainnya yang tergila-gila pada olahraga. Saat mempunyai waktu luang, mereka akan pergi ke taman sungai Han dan bermain basket. Tinggal disana hingga larut malam dan hingga lelah.

Melemparkan handuk putih pada Jongin yang sudah lebih dulu duduk, Yixing mengambil alih tempat kosong yang ada disisinya. Duduk bersisian dengan tarikan napas mereka yang terdengar bersahutan.

“Permainanmu sangat bagus. Berniat untuk menjadi pebasket professional?”tanya Jongin menoleh sekilas pada Yixing.

Yixing tertawa kecil, “tidak akan”gelengnya. “Aku ingin menjadi seorang pianis terkenal nantinya”

“Pianis?” Kening Jongin berkerut dengan tatapannya yang benar-benar berpaling pada Yixing saat itu juga. Yang ia ketahui, Yixing selalu ingin menjadi penyanyi atau penari terkenal. “Bukankah kau bilang—“

“Aku berubah pikiran” jawabnya seperti bisa membaca pikiran sahabatnya. “Akhir-akhir ini aku memikirkannya dan aku sudah yakin akan keputusanku. Aku ingin menjadi pianis terkenal yang bisa menciptakan melodi-melodi indah agar kau bisa menari dengan baik…”

“Hey, tapi menjadi penari adalah impian kita berdua!” Mata Jongin terbelalak lebar.

“Aku tau. Tapi, aku rasa percuma jika kita hanya menari. Tarian sangat membutuhkan musik. Jadi, jika kau menjadi tarian, aku akan menjadi musiknya. Kita harus saling melengkapi”

“Yixing, kita sudah memutuskan untuk menjadi penari sejak awal. Jika kau berubah pikiran karena kau ingin menjadi penyanyi, aku tidak akan protes karena kau pernah mengatakannya padaku. Tapi, jika kau berubah pikiran untuk menjadi pianis, aku tidak akan menyetujuinya. Kau tidak pernah mengatakan hal itu sebelumnya”

“Jongin-ah, terkadang seseorang bisa membuatmu berubah pikiran begitu cepat. Bahkan membuatmu menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak kau sukai” Yixing tersenyum lembut. “Aku masih ingat saat pertama kali kau masuk ke ruanganku waktu itu. Kau tidak mengetahui apapun, tapi Luhan ge tiba-tiba memukulmu karena dia pikir kau ingin melukaiku. Dan saat kau berkata jika aku harus mempunyai teman untuk berbagi dan bahagia. Saat mengantar ayam waktu itu, kau juga membuatku tertawa untuk pertama kalinya”

Dalam hati, Jongin benar-benar tersentuh dengan ucapan Yixing yang terdengar begitu tulus. Bahkan hal-hal itu tidak ia ingat lagi. Saat mereka bertemu di rumah sakit, saat ia mangantar ayam ke apartement Yixing dan lainnya. Tapi Yixing mengingatnya.

“Aku tidak menyangka jika dari semua pertemuan itu kita bisa menjadi sahabat. Bahkan karena kau, aku bisa mendapat sebuah keluarga baru. Terima kasih”

Ada ketulusan yang begitu dalam di mata Yixing saat ia menatap lurus pada Jongin yang sedari tadi hanya terdiam.

Semua perkataan Yixing seperti sesuatu yang dapat memancing ingatan Jongin. Seperti membawanya kembali ke saat-saat dimana ia hanya menganggap Yixing sebagai seseorang yang dingin dan menakutkan. Ia adalah orang gila yang bisa histeris secara tiba-tiba dan menangis.

“Karena kau selalu ada disampingku disaat apapun, aku juga ingin menjadi seseorang yang akan melengkapimu. Walaupun kau tidak pernah mengatakannya, tapi sebenarnya kau juga merasakan penderitaan yang sama. Kita sama-sama kehilangan keluarga kita untuk selamanya. Tapi mungkin kau jauh lebih kuat menahan sakitnya daripada aku. Namun sekarang, aku ingin menjadi yang kuat, yang akan melindungimu”

Untuk semuanya yang telah terjadi, Jongin benar-benar kehilangan kata-katanya saat ini. Ingin sekali mengatakan hal-hal yang selalu ia ucapkan untuk menenangkan orang lain, tapi kali ini, ia justru menjadi seseorang yang ditenangkan atas segala kesedihan terpendamnya.

Ia memiliki sebuah keluarga dan sekarang ia memiliki seorang sahabat. Mungkin dulu ia memang sempat berpikir jika Tuhan benar-benar membencinya karena telah tega membuatnya ditinggal oleh semua orang yang ia sayangi.

Tapi, jawaban-jawaban atas doa-doa bisunya yang tidak pernah ia katakan secara lisan, perlahan terjawab.

Ia tak lagi berjalan seorang diri. Ada langkah-langkah lain yang kini menemaninya hingga akhir. Ada sebuah tangan yang menggandengnya untuk meyakinkan jika dia tak lagi sendiri.

Yang ia tau, ia adalah orang yang kuat. Yang ia tau, ia selalu menjadi ketenangan untuk semua orang. Tapi sekarang, sepertinya ia akan melepaskan jubah dan topengnya. Memperlihatkan siapa dirinya yang sebenarnya. Ia tidak sekuat itu. Ia juga rapuh. Dan dia juga merasakan sakit.

Hanya saja, perbedaannya saat ini adalah dimana ia tidak akan lagi menjadi orang yang berpura-pura kuat. Tapi, seseorang yang memang kuat karena dia telah menemukan kekuatannya.

***___***

Mangkuk-mangkuk yang ada diatas nampan itu telah kosong dan tergeletak begitu saja di lantai. Dua orang namja yang tanpa disadari mempunyai kemiripan wajah masih saja duduk di meja belajar dan berkutat dengan buku-buku cetak super tebal.

Kening Sehun terlihat membentuk banyak lipatan saat Luhan terus menerangkan beberapa soal latihan yang tidak ia mengerti. Terus memaksa otaknya untuk mencerna setiap penjelasan yang telinganya dengar walaupun sebenarnya matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Ia ingin tidur. Ia ingin istirahat. Atau ia ingin bermain playstation hingga subuh. Belajar membuat kepalanya sakit dan juga jenuh. Tapi dia harus melakukannya agar ia bisa mendapatkan hadiah dari orang tuanya dan kakak-kakaknya.

“mengerti?”tanya Luhan setelah ia selesai menjelaskan pada Sehun tentang satu soal matematika. “Agar kau lebih mengerti, sebaiknya kau mengerjakan soal lain yang hampir sama dengan soal ini”

Sehun mengangguk tanpa suara. Menarik buku cetaknya agar lebih dekat lalu mulai mengerjakan sebuah soal. Ikat kepalanya masih bertengger manis. Membuat Luhan sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah polos murid kelas 1 SMU itu.

“Sehun-ah, sebenarnya hadiah apa yang akan diberikan appa dan oema untukmu? Kenapa kau terlihat bersemangat sekali?” Luhan menyela konsentrasi Sehun

“Aku ingin menonton piala dunia di Brazil, dan mereka akan membelikan tiketnya untukku jika aku bisa mendapat ranking terbaik. Aku ingin mendukung Korea Selatan secara langsung disana”jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya

“Lalu Jongin dan Yixing?”

“Jongin hyung berjanji akan membelikanku 50 kaset playstation. Dan Xing Xing hyung akan membelikanku Jersey Korea Selatan original yang harganya mencapai 500.000won”

“Jadi kau bersikeras untuk bisa mendapatkan peringkat pertama karena itu?”

“Tentu saja. Aku ingin semua hadiahnya. Lalu kau? Apa yang akan kau berikan untukku?”

Luhan tersenyum tipis, “apa yang kau inginkan?”

‘Setelah mendengar pertanyaan itu, barulah Sehun mengalihkan pandangannya pada Luhan. Keningnya berkerut.

“Aku tidak tau. Semua yang ku inginkan sudah diberikan oleh appa, oema, Jongin hyung dan Xing Xing hyung”serunya kemudian melanjutkan mengerjakan soal kembali. “Tidak usah memberikan apapun, hyung. Semuanya sudah cukup”

Luhan terlihat sedikit kecewa. Bukankah sebelumnya dia sudah berjanji akan memberikannya hadiah? Kenapa sekarang ia justru mengatakan jika dia tidak perlu menerima apapun?

“Aku tidak ingin membuatmu membenciku lagi, hyung. Aku ingin menjadi adik yang baik. Aku pikir caranya dengan tidak menyusahkanmu…” Buru-buru ia melanjutkan ucapannya sambil menyeringai lebar. “Tapi sepertinya sekarang aku sudah menyusahkanmu. Hehe.. aku berjanji ini yang terakhir”

Luhan menatap Sehun lurus, “apa kau menganggapku sangat membencimu?”

Sehun berpaling lagi, “Yah, karena dari awal bertemu pun kau terlihat sangat kesal karena aku terus menuduhmu mafia. Belum lagi karena aku yang selalu merepotkanmu untuk mengantarku ke sekolah atau menemaniku ke Lotte World. Aku minta maaf…”

Luhan benar-benar terpaku ditempatnya. Matanya masih menatap ke depan, kearah sisi wajah Sehun yang sudah kembali fokus dengan pelajarannya lagi. Aneh. Tapi hatinya merasa bersalah mendengar ucapan itu.

Baru menyadari jika perlakuannya selama ini membuat Sehun menganggapnya begitu membencinya. Sebenarnya, dia tidak membencinya. Hanya saja terkadang ia merasa kesal dengan sifat manja tidak mau mengalahnya. Tapi sekarang, ia merasa semua itu baik-baik saja. Seperti kata Jongin, ia sudah terbiasa. Sehun memang belum dewasa dan wajar ia bersikap seperti itu.

“Sehun-ah…”panggil Luhan lagi

“Yep?”jawab Sehun tanpa menoleh

“Jika kau mendapatkan peringkat yang baik, aku akan membelikanmu bubble tea setiap harinya. Bagaimana?”

“Mwo?! Jinjja?!” mata Sehun seketika berbinar. “Ah, tidak-tidak… aku sudah bilang jika—“

“Aniyo. Kau harus menerimanya. Aku juga ingin memberikanmu hadiah. Oke?”

“Hyung, tapi—“

“Jika kau mau menjadi adik yang baik, kau harus mendengarkan semua ucapan kakakmu”

Ada seulah senyuman yang terlukis di wajah wanita paruh baya itu saat melihat punggung keduanya. Begitu bersyukur jika ia mendapatkan kebahagiaan berlimpah atas hadirnya dua orang malaikat itu.

Yixing, anak polos yang begitu menyayangi Sehun. Selalu mengalah dan selalu membelanya saat Jongin memarahinya. Dia juga selalu berusaha bersikap sopan dengan orang yang lebih tua. Semua kata-katanya terdengar menyenangkan.

Sedangkan Luhan, walaupun awalnya dia terlihat tidak menyukai Sehun, tapi kenyataannya dia adalah orang yang paling sibuk memperhatikan Sehun sekarang. Mengantar jemput, menemaninya bermain playstation saat Yixing dan Jongin harus pulang malam, menemaninya makan malam, juga mengajarinya soal-soal sulit

Sesaat sebelum nyonya Jung menarik pintu kamar Sehun, matanya terarah pada sebuah foto yang terpajang di dinding kamar Sehun. Foto Taeyeon yang sedang mencubit pipi Sehun dan tertawa lepas, sedangkan ekspresi Sehun, dia cemberut dan tidak terlihat bahagia sama sekali.

Nyonya Jung tersenyum, “ttal, kau pasti sangat bahagia disana. Sehun memang sempat terpukul karena kepergianmu, tapi dia telah menemukan kekuatannya lagi. Tentunya, tanpa melupakan kedudukanmu di hatinya…”

Menghusap air matanya, nyonya Jung menutup pintu kamar Sehun tanpa suara.

***___***

“Kau akan pulang ke rumahmu?”tanya Yixing saat ia dan Jongin sudah dekat dengan rumah

Jongin mengangguk, “sebelumnya aku akan melihat Sehun dan Luhan hyung dulu”

“Hahaha mereka pasti sedang bertengkar saat ini” Yixing tertawa membayangkan tingkah Luhan dan Sehun yang mudah bertengkar

Jongin ikut tertawa, “tidak mungkin. Sehun mulai menyukai Luhan hyung sekarang”

“Oe?” Tiba-tiba langkah Yixing terhenti, “apa ini?” Ia membungkuk, mengambil sesuatu yang tergeletak di jalan.

“Mawar hitam?”sahut Jongin ikut menatap dua mawar hitam yang kini ada ditangan Yixing

“Ini adalah pertama kalinya aku melihat mawar hitam. Jadi bunga itu benar-benar ada? Aku pikir hanya ada di film misteri”ujarnya polos

Jongin menatap Yixing dengan kening berkerut, “siapa yang membuang mawar hitam disini?”

“Mungkin terjatuh”

“Tunggu…” mata Yixing seketika membulat lebar menatap Jongin saat ia menyadari sesuatu. “Mawar hitam menandakan kematian. Jangan-jangan…”

“Aku pulang!”

Tanpa menghitung aba-aba, Jongin tiba-tiba berlari meninggalkan Yixing. Sebelumnya ia sempat memukul tangan Yixing dan menjatuhkan bunga mawar itu.

“Ya! Kim Jongin! Tunggu aku!!”

***___***

Pada akhirnya, keempat namja itu tertidur disatu ruangan bersama. Luhan dan Sehun tertidur di meja belajar, sedangkan Yixing dan Jongin menempati ranjang kosong di kamar Sehun.

Karena terlalu lelah ,mereka sengaja tidak membangunkan keduanya agar ranjang itu tidak ditempati juga.

Keesokan harinya, Luhan dan Sehun terpaksa melakukan mandi kilat karena mereka sudah terlambat. Bahkan tidak sempat menyantap sarapan mereka dan tidak sempat memarahi Jongin dan Yixing yang dengan seenaknya tidur diranjang.

Karena itu, nyonya Jung membawakan mereka bekal makanan agar keduanya tidak kelaparan.

“Hyung, aku pergi dulu”seru Sehun langsung melompat saat mobil Luhan bahkan belum sampai di depan pintu gerbang

“Sehun, tunggu!”cegah Luhan

Sehun membungkuk di pintu mobil, “Apa lagi?! Aiiish…”

“Kau tidak lupa rumus yang ku ajarkan semalam, kan?”

“Tidak. Aku harus masuk sekarang”

“Sehun!”cegah Luhan lagi membuat Sehun semakin gemas. “Kau harus berhasil. Mengerti?”

***___***

“Aku benar-benar kelelahan. Bahkan aku tidak mengantar Sehun padahal hari ini adalah hari pertamanya ujian. Bodoh!”rutuk Jongin mengacak rambutnya kesal. Wajahnya yang masih mengantuk terlihat semakin kusut dengan rambutnya.

Yixing mengangguk, “aku juga. Harusnya aku bangun lebih pagi”

“Dia pasti akan melakukannya dengan baik, kan? Aku sedikit khawatir”

“Jangan khawatir, dia pasti bisa melakukannya”

“Tapi ini pertama kalinya dia pergi tanpa aku. Aku benar-benar bodoh, harusnya aku mengantarnya. Apa soalnya sulit? Atau apa dia merasa takut?”

Yixing berdecak, “Hey, Sehun hanya akan mengikuti ujian. Dia bukan sedang perang melawan Korea Utara”

“Karena ini adalah pertama kalinya aku tidak menemaninya. Kau tidak akan mengerti”

“Sudahlah. Ada Luhan ge yang mengantarnya” Yixing menepuk-nepuk pundak Jongin. “Bukankah kau dipanggil kepala jurusan? Kau harus menghadapnya sekarang”

“Baiklah, aku pergi dulu. Tunggu aku di ruang musik”

Yixing mengangguk, “oke”

Yixing menunggu Jongin hingga punggungnya menghilang terlebih dahulu baru berbalik dan melangkah menuju ruang musik. Ia ingin bermain piano dan menciptakan beberapa irama lagi.

Sesampainya, Yixing membuka pintu ruang musik menciptakan sebuah bunyi besi yang mengerit. Tiba-tiba saja angin berhembus kencang, membuat tirai-tirai putih jendela bergoyang-goyang kesana-kemari.

“Kenapa tiba-tiba ada angin?”gumam Yixing

Namun ia mengabaikan itu, meletakkan tas ranselnya di lantai lalu berjalan pelan menuju piano yang terletak di sudut ruangan. Tirai-tirai putih menari-nari diatas penutupnya, sehingga Yixing mengulurkan tangannya untuk mengikat tirai itu.

“Astaga!”

Detik berikutnya, Yixing nyaris terlonjak kaget saat matanya menangkap sekuntum mawar hitam tergeletak begitu saja diatas penutup piano. Bunga itu… tertutup oleh ujung-ujung tirai dan baru terlihat saat ia mengikatnya.

Yixing meraih bunga itu diiringi pandangannya yang terus lurus. Siapa yang meletakkannya disini?

Bukankah bunga mawar hitam adalah simbol… kematian?

TBC

 

43 thoughts on “FF EXO : SIXTH SENSE Chapter 12

  1. nina berkata:

    eon jangan bilang salah satu dari mereka (yixing jongin luhan sehun) ada yg mau meninggal
    ANDWAAEEEE!!!!!!!!!!
    eon jangan😡
    awas lhoo eon😡
    hahaha

  2. Tiikaa berkata:

    Deggggg
    Beneran ya eon, wktu aku bca bagian yixing nemu mawar hitam, trus jongin bilang bhwa itu tnda kematian , prasaan aku lngsung gak enak eon,, sumpah deh,,..
    Lngsung punya firasat klau sehun bkal meninggal atau gak tu luhan… Huaaaaaa eonnn,, aku gak mau ada yg meninggal2 lagi eon😦

    Huhuhuhu penasaran bnget sma kelanjutannya eon.. Smga gak ada yg meninggal2 lgi …
    Next aku tunggu ya eon..

  3. indahtentiana berkata:

    Jangan ada yang dimatiin dong lagi eonn . Sudah cukup taeyeon sama kris meninggal . Oh iya mianhae ya kalo aku baru comment d chap ini . Janji deh d chap selanjutnya comment terus hehe . Ghost ridernya jgn dilupain ya eonni buat d poat . Hehe . Aku selalu menantinanti ff itu soalnyaaa .

  4. Rhainykanata berkata:

    Authornim … Ff Ini mendekati end kan?!

    Please~happy ending ya, aku gk mau ada yg mati lg trtma hunhan … Andwe!

    Ckup ortu layhan, tae, sm kris aja yg mninggal!

  5. ElizElfishy berkata:

    Wahh….daebak. Makin membuat penasaran, apa tu arti mawar hitam yg terus”an ditemukan Yixing.? D’tunggu kelanjutannya.

  6. poororo berkata:

    aku curiga ke yixing X(
    jgn smp ad apa” sm keempatnya hueeee

    kak,aku nemu beberapa typo td hehe,mungkin krn kakak terburu atau emang lg sbk jdnya bikin typo😀

    tapi ff nya tetep bgs kok hehe
    aku nunggu kelanjutannya kak😀

  7. so eun_sehun berkata:

    halo thor..tolong dgn sngat jgn ada yg dimatiin lg thor pa lg dgn “YIJONG” dan “HUNHAN” dan jg oemma dan appax anak2 ckep itu thorrrrr……..
    awas lo’ dimatiin ya!?
    Ok skian dulu tank you.

  8. Nad berkata:

    loh loh kok yixing nemu mawar hitam lg siih??
    jgn blg salah satu dr mereka ada yg mninggal?? atau malah ortu sehun nya lagii?! aaaaa ANDWEE!!

    lnjuut eonn… ff nya kok jd serem gini yaa -__-

  9. Nana Wu berkata:

    kan yaaa lagi deg-degan akut tiba-tiba
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    TBC ᆞㅡᆞ
    tp gapapa, aku tetap setia menunggu karya-karyamu kak ^^

  10. khaiun16 berkata:

    Ada kemungkinan klo yg mati itu tuan sama nyonya jung atau, luhan sama sehun

    Keanya yg meninggal luhan sama sehun soalnya bagian mereka lmyn banyk

    Itu menurut pemikiran gue okey

  11. yuntil berkata:

    hua eonnn…
    jangan ada mati2 lagi dong…
    tpi kenapa perasaanku bilang bkalan yg jdi korban suho ya???…
    hua andwae….
    please eon…

  12. OJY berkata:

    eonnie….. jangan ada kematian lagi !!!!!
    please ending nya mereka tetep ber-4 !!! maaf eon baru comment hehe🙂
    ohh iya ghost rider lanjutin yang eon !!! penasaran😀

  13. juniaangel berkata:

    Ada mawar hitam :O
    Klu mwar hitam pertanda bkln ada yg mati aku cman tkut yg mti HunHan jngan smpai deh😦
    Pdhal kirain udah ga bkl ada mati“an lgi😦
    Lnjut thor di tunggu next chapnya

  14. Rychell berkata:

    Akhirnya ff nya keluar juga -_______________-
    Lay ge pecahkan misteri nya X3 mawar hitam itu :3 wkwkwk
    next , semoga LayHanKaiHun kgk kenapa” deh wkwkwk

  15. claire Noona berkata:

    jeng jenngg..

    TBC dengan tidak elit.. #dilempar
    jngn ad yg mati lg lahh.. -_-

    keren ff ny author nim.. ! sory bru komen di part ini ^^v
    reader baru.. lm knl🙂

  16. wulanaprian berkata:

    Hallo author🙂 maaf ga bs komen di semua part. Selama ini aku komen pake 2 id di sni. Wulan Aprian dan Sung Hye Hwa. Aku komen lompat2 karena banyaknya part dlm sebuah judul.

    Cerita author oh mi ja ini sangat menarik dan sangat aku tunggu. Walaupun lama. Tapi ketika membaca setiap partnya aku serasa ditarik ke dalam cerita.

    Hanya ada sedikit error penulisan dalam preposisi dan kata depan. Penyebutan Eomma dan kurang titik di akhir kalimat. (Ini hanya masukan) terima kasih kalo bs menerima😀

    Dan salam kenal #plaakk (padahal udah lama sering baca ff di sini) #bow

  17. MimiJJW berkata:

    Kenapa? Kenapa? Kenapa eonni spintar ini ngatur emosi aku?
    Di atas udc bahagia2 trus makin kebawah suasana mulai berubah dan TBC di pas tegang2nya egh aku kesel

  18. krishun ^^ berkata:

    ya tuhan…,kenapa sih segala ada mawar hitam?,bikin greget ni ff,seru bgt,lanjut thor…,jgn sehun ygpergi…,HUEEE T_T

  19. Firdhauzi DP berkata:

    ahahahay baru buka laptop saya… wahh ini KEREN pokoknya lah.

    ada mawar hitam segalah, duhhh jangan ada yang mati lagi dehhh

  20. phiwzz berkata:

    Aaaaaaaaaaaa… Oh I’m curious! Yeah~~!! *scream bareng SHINee*
    Seriusan, itu siapa yg iseng taro mawar hitam buat Yixing?!!!
    Kematian siapa selanjutnya??
    Tp knp baru kali ini ada mawar hitam??
    Apa…….kematian Yixing??
    Cepet update ya thor!!!

  21. golden_elf berkata:

    Huwaaaa pertanda apaan tuh..masa ada yg mau meninggal lagi..huwaaa andweeeee…jangan ambil sehun luhan kai xing xing kuuuu~~

  22. tia berkata:

    neomu neomu daebak~~ ini ff, bener2 bisa bikin reader terbawa oleh cerita😀
    penasaran bgt sama mawar hitam itu maksud’a apa? knapa feeling ku ga enak ya ke yixing,,,

    sangat sangat ditunggu next chapter’aaa, ditunggu bgt klanjutan’a..

    maaf bgt baru komen di part ini, di part selanjt’a pasti aku kasih komen seterus’a…
    dipart sebelum’a jg insyaAllah aku bakal kasih komen jg…

  23. diah berkata:

    Ya ampun salah bgt aku baca ff ini tengah mlm menjelang subuh gini… >.< degdegan nya ga nyantai thooorrr !!!! O.o!
    Ini knp thor ???!!! -_____-"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s