Wings part 2/3

FF

Tittle                   : Wings part 2/3

Author                : Irestu

Cast                     : Kim jongin aka kai (exo)

                               Seulgi aka seulgi (sm rookie)

                               Oh sehun aka sehun (exo)

                               Luhan aka luhan (exo)

Genre                  : Romance, Sad, little comedy

Length                 : 3 chapter

Rating                 : 15

Anyoong.. makasih sebelumnya untuk adminnya yang udah mau ngepublishin ff ini. Maaf agak lama ya.. lagi banyak tugas di sekolah hehe. Typonya udah aku coba kurangin, semoga suka sama terusannya. HAPPY READING!! Eh ia jangan lupa comment ya..

“oe? Ada satu pelanggan yang belum memesan” tutur kai

“nugu?” tanya sehun

“itu, yeoja yang itu yang duduk di pojok” tunjuk kai

Kening sehun dan luhan berkerut “yang mana? Ahjumma itu?”

“aniyo..” geleng kai “yang itu” kai terus saja menunjuk seorang yeoja yang dilihatnya, dia bingung bagaimana bisa sehun dan luhan tak bisa melihat yeoja itu padahal jelas-jelas ia tidak terhalangi apapun

Luhan menggeleng “aku tidak melihat siapapun”

“nado” sehun menggeleng, ia melirik kearah kai “kai-yah, aku tahu kau hilang ingatan. Tapi bisakah kau tidak gila juga?”

“lalu siapa itu?”

 

Waktupun berlalu. Para pembeli di restoran berkurang satu persatu bersamaan dengan menjelangnya malam. Sehun dan luhan sudah mulai sibuk membawa lap mereka. Membersihkan setiap meja yang sudah kosong.

Di dapur, kai dengan terapti mencuci semua piring dan mangkuk bekas pelanggan. Satu per satu ia cuci hingga mengkilap. Tangannya yang menggunakan sarung tangan karet terlihat mulai lincah bersama piring dan mangkuk itu

Di otaknya masih memutar sesosok yeoja yang ia lihat tadi pagi. Yeoja itu terus saja berdiam diri di bangku itu sendirian. Siapa yeoja itu? benar-benar membuatnya penasaran. Di tambah lagi fakta bahwa kedua saudaranya itu tidak bisa melihat yeoja itu.

Piring terakhir ia simpan di rak samping wasbak. Dilepaskannya kedua sarung tangan yang melindungi tangannya dari sabun itu. Dengan penuh penasaran kai keluar dari dapur. Menongolkan kepalanya langsung menuju bangku yang ada di pikirannya sejak tadi

Ya, yeoja itu masih di sana. Dari pagi bahkan hingga sekarang restoran hampir tutup ia tetap di sana. Tertungkul sendirian. Terkadang juga memandangi jalanan melalui kaca yang menjadi dinding restoran kecil-kecilan ini.

Melihat yeoja itu membuat rasa penasarannya semakin menjadi. Membludak dalam otaknya. Akhirnya ia mengambil sebuah lap yang ada di meja. Perlahan tapi pasti ia menuju bangku yang di duduki yeoja itu.

Selangkah demi selangkah, sehingga tinggal meninggalkan jarak satu meter di antara mereka.

“chogi..chogiyoo” tutur kai perlahan. Ia merendahkan kepalanya untuk menilik yeoja tersebut. Rambut panjang hitamnya menutupi wajahnya karena ia menunduk. Dress warna putihnya terlihat pas di tubuhnya.

Tak ada jawaban. Dengan takut-takut kai akhirnya benar-benar mendekati yeoja itu. Ya dia memang seorang namja, tapi jika yeoja itu hantu tetap saja ia takut.

“chogiyo” panggil kai lagi

Tiba-tiba saja yeoja itu mengangkat kepalanya cepat. Membuat kai langsung terlonjak sedikit kebelakang. Ia sudah mempersiapkan dirinya untuk melihat wajah menyeramkan seperti layaknnya di film-film horor.

Tapi tidak. Yeoja itu tidak menyeramkan seperti yang ada di fikirannya. Wajahnya cantik, putih dengan mata yang indah. Dan mata yang indah itu… menangis

“kau bisa melihatku?” tanya yeoja itu kaget dengan suara sedikit paraunya

Mendengar pertanyaan yeoja itu kening kai langsung berkerut “nde.. nuguseyo?”

“jinjja?” pekik yeoja itu tiba-tiba “ah sedari tadi aku sendirian. Tak ada yang berbicara denganku, tak ada yang bisa melihatku. Tapi kau bisa” senyumnya langsung membuat kai tertegun.

Kai melihat keadaan sekitar. Sehun dan luhan masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Tak terganggu sama sekali dengan pekikan yang cukup nyaring dari yeoja itu. Ya benar mereka tidak bisa melihat ataupun mendengarnya. Jadi sebenarnya siapa atau lebih tepatnya apa yeoja ini sebenarnya?

^_^

 

Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kai dan juga dua saudara barunya itu berjalan bersama di jalanan gelap malam bersama sambil terkekeh. Setelah menutup restoran mereka langsung pulang. Selama perjalanan selalu di selingi kekehan mereka yang saling bercerita satu sama lain

Namun ada sedikit yang berbeda dari kai. Ia lebih banyak terkekeh daripada bercerita seperti biasanya. Otaknya masih dipenuhi tanda tanya mengenai yeoja itu. yeoja misterius di meja pojok restoran.

Setelah ia mengajaknya bicara tadi. Tiba-tiba saja ia menghilang. Padahal kai hanya meninggalkannya untuk membantu sehun dan luhan menutup restoran.

“hyuuung bisakah kita beli dulu bubble tea?” tanya sehun pada luhan yang berjalan di sampingnya

Luhan menoleh “ini sudah malam sehunah” tuturnya enggan

“ahh hyung ayolaaah” rengek sehun mulai mengeluarkan puppy eyes beserta aegyonya yang ampuh

“arraseo” angguk luhan langsung kalah. Ia melihat kebelakang kearah kai “tak apa kan jika kita beli dulu bubble tae?”

“ia hyung” angguk kai menyetujui. Ia berjalan mengikuti dua namja adik kaka yang terlihat sangat akrab itu. Senyum tersungging di wajahnya. Kalau saja ia mengingat siapa dia dan keluarganya. Mungkin saja ia juga mempunyai hyung yang sangat baik seperti luhan, atau dongsaeng yang lucu seperti sehun. Atau mungkin dua-duanya.

Pemikiran kai tiba-tiba saja terganggu oleh sebuah suara. Langkahnya otomatis langsung terhenti. Ia melirik kebelakang. Namun tidak ada siapa-siapa. Lalu suara langkah kaki siapa tadi?

Kai berjalan kembali kedepan namun perlahan dengan kewaspadaan penuh. Lagi-lagi suara aneh itu terdengar. Dengan refleks yang sempurna kai langsung membalikkan tubuhnya. Tapi benar, tidak ada siapa-siapa.

Iapun kembali membalik kedepan. Dan langsung terlonjak kaget saat melihat yeoja itu ada di sebelahnya.

“ya! Sedang apa kau disini?” tanya kai kaget. Langkahnya terhenti. Membuat sehun dan luhan sudah berada cukup jauh di depannya

“kau mengikutiku?” tanya kai lagi

Yeoja itupun tersenyum “ye”

“waeyo? Kenapa kau mengikutiku?” tiba-tiba saja kai merinding. Membayangkan yeoja yang tidak bisa dilihat siapapun kecuali dirinya akan mengikutinya benar-benar membuat bulu kuduknya meremang. Ya walaupun yeoja itu cantik, tapi tetap saja dia hantu

“aku tak tahu lagi harus kemana” tutur yeoja itu

“ya terserah kau mau kemana, yang penting jangan ikuti aku” geleng kai mengernyit. Ia melihat kedepan di mana sehun dan luhan masih saja berjalan. Bagaimana jika mereka mengira ia gila gara-gara ia berbicara pada yeoja tak terlihat ini?

Yeoja itu langsung tertunduk. Wajahnya langsung berubah sedih. “tapi hanya kau yang bisa melihatku. Aku tak tahu lagi aku harus apa. Tak ada lagi yang aku kenal selain kamu”

Kai melihat yeoja itu dengan bingung. Melihat wajahnya yang bersedih benar-benar membuat namja berkulit gelap itu tidak tega

“aku juga tak tahu siapa aku, jadi aku tidak bisa pergi kemanapun. Yang aku tahu hanya kamu kai ssi” lanjut yeoja itu pelan

“kai!” panggil luhan yang sudah berada jauh di depan sana “sedang apa kau diam di situ?” teriaknya

“apa kau sakit lagi?” sehun ikut berteriak

“ani” geleng kai langsung. Ia melirik kearah yeoja di sampingnya. Ada sesuatu yang sama dalam diri yeoja itu. Suatu kesamaan pahit yang membuat nasib mereka menyedihkan. Mereka sama-sama tidak tahu siapa diri mereka.

 

^_^

 

Angin malam menghembus menerbangkan poni-poni kecil namja itu. Dirapatkannya seleting jaket yang ia kenakan hingga ke atas. Duduk di ayunan di malam hari sambil melihat bintang, tak menghiraukan angin dingin yang mencoba masuk ke dalam jaketnya

Dia melirik ke samping. Dimana seorang yeoja duduk dengan manisnya.

“kau tidak kedinginan?” tanya kai yang sedikit heran melihat yeoja itu hanya menggunakan sebuah dress putih pendek yang pasti akan membuat dingin jika yang memakainya itu manusia.

Yeoja itu menggeleng “aku tidak merasakan dingin. Aku juga tidak merasakan lapar ataupun lelah jadi aku tidak perlu tidur, mungkin itulah kelebihanku. Ya walaupun aku tidak tahu apa aku sebenarnya”

Kening kai berkerut. Dalam hati ia sangat mengerti bagaimana perasaan yeoja itu. Walaupun mereka berbeda wujud, tapi nasib mereka sama.

“jadi kau benar-benar tak tahu siapa… em apa dirimu sebenarnya?” tanya kai dengan penekanan dalam kata apa

Yeoja itu mengangguk “aku tak ingat apapun, yang aku tahu hanya namaku adalah seulgi”

“seulgi?” halis kai terangkat

Seulgi mengangguk “itu namaku. Sejauh ini yang aku ingat hanya itu” senyumnya

“lalu kenapa kau bisa ada di restoran kami?” tanya kai

Seulgi menghadapkan dirinya kedepan, melihat bintang-bintang di atas mereka. “entahlah, aku tiba-tiba saja ada di suatu tempat yang asing bagiku. Baru saja aku menyadari itu semua, tiba-tiba saja aku merasakan tubuhku tertarik. Seperti tersedot ke suatu dimensi lain dan aku langsung berada di restoran itu” potong seulgi

dan di temukan olehmu” seulgi langsung memandang tepat ke mata kai yang dalam. Senyumnya sangat manis di dalam wajahnya yang putih. Layaknya bulan di langit malam di atas mereka

Dengan cepat kai langung membuang wajahnya “kau.. hantu ya?”

“ya!” rutuk seulgi langsung cemberut “walaupun aku tidak tahu siapa aku, tapi aku yakin aku bukan hantu”

“bagaimana kau tahu?” tanya kai tak percaya “kau tidak bisa dilihat oleh siapapun, bahkan oleh sehun dan luhan hyung. Bukankah itu berarti kau hantu?”

Melihat wajah kai yang benar-benar tak percaya membuat yeoja itu bertambah kesal “ya! Bagaimana bisa kau langsung berubah menjadi namja menyebalkan seperti ini?” sungutnya

Kai langsung terkekeh melihat wajah lucu seulgi saat merajuk. Namun kekehannya itu langsung berubah menjadi sebuah erangan. Di pegangnya erat kepalanya itu. Tiba-tiba saja ada sebuah kilat yang muncul di matanya. Kepalanya berdenyut dan berdengung nyaring.

“ya kau kenapa?” tanya seulgi kaget sambil memegang tangan kai

Dalam beberapa detik kai pun kembali mendapatkan dirinya lagi. Perlahan ia membuka matanya, mengerjap-ngerjapkannya. Ia langsung menemukan wajah khawatir seulgi memandanginya.

“gwenchana?” panik seulgi “kau kenapa?”

“sebenarnya..” gantung kai “nasib kita sama”

“ye?” tanya seulgi tak mengerti dengan perkataan tiba-tiba kai

“seperti halnya dirimu, aku juga tak tahu siapa aku sebenarnya” potong kai “keluarga ini menemukanku yang terkapar tak berdaya karena sesuatu yang membuatku hilang ingatan. Jadilah sekarang mereka mengasuhku disini, karena aku juga tak tahu harus pergi ke mana. Aku tak tahu siapa aku sebenarnya” renung kai

Seulgi menatap wajah kai. Ia belum pernah melihat wajah namja yang tampaknya kuat ini sedih seperti ini. Entah kenapa, tapi ia tak suka melihatnya seperti ini

Tiba-tiba saja seulgi lagsung berdiri “mau aku tunjukkan sesuatu?” tanyanya

“mwo?” tanya kai

“sesuatu yang membuktikan bahwa aku bukanlah hantu seperti yang kau katakan” serunya mendelik kearah kai mengingat betapa menyebalkannya wajah namja itu saat mengatakan bahwa ia hantu

Ujung bibir kai terangkat sedikit “memangnya apa?”

Seulgi maju di depan kai. Ia tersenyum sebentar. Lalu iapun memejamkan matanya. Tiba-tiba saja sesuatu yang putih cerah muncul dari belakang seulgi. Sepasang sayap putih bersinar yang sangat indah. Menyempurnakan sosok seulgi yang bak malaikat.

“kau..kau punya sayap?” kaget kai tak percaya dengan apa yang ia lihat

“kan sudah kubilang aku bukan hantu” senyum seulgi puas

“oh memangnya kalau hantu tidak punya sayap ya?” tanya kai polos

“yah kau bukan hanya menyebalkan, tapi kau juga bodoh” geleng seulgi

 

^_^

 

Sinar matahari masuk ke sebuah kamar berdinding putih gading itu. Menerobos masuk kedalam mata yang masih terpejam dengan tenangnya. Perlahan mata itu mulai berjengit terganggu. Keningnya berkerut terusik

Mata itupun terbuka beberapa mili. Mencoba menyesuaikan dengan pencahayaan di sekitarnya. Iapun mendudukkan badannya dengan mata yang masih terbuka setengahnya. Matanya yang dalam menyapu seisi kamar itu.

Dilihatnya ranjang di sampingnya. Tempat di mana sehun biasanya tidur, kosong.

“ya! Kau tidur seperti kerbau” tiba-tiba saja sebuah suara muncul di sampingnya, membuat namja berkulit agak gelap ini langsung terlonjak

“ya! Bisakah kau tidak muncul tiba-tiba? Kau mengagetkanku” seru kai kesal

“kau sangat sulit untuk di bangunkan, malah aku kira tadi kau koma” geleng seulgi tak memperdulikan perkataan kai

Kening kai berkerut melihat ketidak acuhan yeoja itu mengenai perkataannya. Dengan santai seulgi duduk di atas ranjang kai dan sehun. Di pandangnya namja itu dengan tatapan lurus-lurus

“mwo?” tanya kai tak enak di pandangi secara intens seperti itu

Beberapa saat seulgi terdiam. Wajahnya sedikit demi sedikit mendekati wajah kai. Membuat namja itu termundur beberapa senti. Jantungnya langsung berdetak dengan tak beraturan. Apa yang akan di lakukan yeoja ini?

“kau…” gantung seulgi “kulitnya hitam ya” dia langsung mundur dengan wajah berkerut serius “apalagi saat kau bangun tidur”

Kai menghembuskan nafasnya keras-keras. Kesal bercampur merasa bodoh langsung terasa di dalam hatinya. “Ya!” bentak kai kesal

“mwo?” tanya seulgi polos

“apa yang kau lakukan hah?” kekesalan kai terus berlanjut, terutama melihat wajah polos seulgi

“melihat kulit wajahmu, memangnya kau pikir apa?” seulgi tetap mempertahankan wajah polosnya

Dengan kesal dan bingung kai menggaruk kepalanya sendiri “ya!” bentaknya lagi. Di angkatnya tangan kanannya. Berniat untuk menjitak kepala yeoja itu.

“kai-yah” tiba-tiba saja pintu terbuka dan langsung muncul sosok putih tinggi sehun. Ia masuk dan langsung mendapatkan kai yang sedang terduduk dengan tangan kanan yang tergantung di udara “apa yang sedang kau lakukan?” tanya sehun bingung melihat pose aneh kai

Melihat kedatangan sehun yang mendadak, kai langsung melihat kearah di mana seulgi tadi duduk. Namun yeoja itu sudah tidak ada di tempatnya lagi. “ah sehunah, good morning” senyum kai kikuk “aku.. senam pagi” tutur kai sambil memanjangkan tangannya yang tadi tergantung tanpa jelas di udara. Membuat gerakan-gerakan peregangan di atas ranjang.

Kening sehun tambah berkerut bingung “kau aneh” pendek sehun

Kai langsung menghentikan gerakan abal-abalnya sambil terkekeh “mmm ada apa?” tanyanya

“ah ia” sehun serasa teringat sesuatu “semalam kau kemana?”

“eo?”

“semalam aku terbangun sekitar jam dua belas malam. Tapi kau tidak ada di sampingku. Kau kemana?” selidik sehun

Mendengar pertanyaan sehun, kai langsung terdiam beberapa saat. Ia ingat semalam ia di luar bersama seulgi. Tapi ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Pasti sehun akan langsung mencapnya sebagai orang gila

“aku di luar” jawab kai singkat

“apa yang kau lakukan di luar malam-malam?” sehun terus bertanya, sifat wartawannya langsung keluar

“aku hanya duduk di luar, di ayunan” jelas kai

“gotjimal” geleng sehun

“ya! Aku benar-benar ada di luar, duduk di ayunan dan berdiam diri” kai mencoba menjelaskan lagi pada sehun

Mata sehun yang sudah sipit itu disipitkan lagi. Menyelidik aura kebohongan yang mungkin saja muncul dari kai.

“baiklah aku percaya” tutur sehun akhirnya “tapi.. tadi kau berbicara pada siapa? Aku dengar tadi sebelum masuk kau berteriak pada seseorang”

Teg! Skakmat! Lagi-lagi kai harus memeras otaknya yang sangat sulit diajak untuk berfikir itu.

“aku.. berbicara di telepon” kai langsung mengulurkan lengannya untuk mengambil ponselnya yang ada di bawah bantal

“telepon? Kau bertelepon dengan siapa? Memangnya kau sudah punya teman? Bukankah kau tidak pernah kemana-mana lagi sejak kau hilang ingatan?” tanya sehun penuh selidik. Mungkin di kehidupan sebelumnya dia seorang detektif

Kai menghembuskan nafasnya bingung. Bagaimana bisa namja dengan wajah polos dan penuh aegyo itu bisa sepintar ini?

“dengan teman” senyum kai lagi-lagi kikuk

“kau punya teman?” nada sehun meremehkan

“ya! Memangnya hanya kau yang boleh punya teman? Aku juga punya teman. Aku baru bertemu dengannya di restoran” jelas kai. Ya setidaknya ia tidak bohong kan? Ia memang bertemu dengan seulgi di restoran itu

“jinjja? Siapa dia? Apa dia seorang yeoja?” pertanyaan terus keluar dari mulut sehun

“iya dia seorang yeoja” angguk kai dengan senyum puas

“mwo? Apa aku mengenalnya? Siapa dia? Ah apa jangan-jangan kau semalam bersamanya makanya kau tidak ada di kamar?” tanya sehun lagi

“YA!!” bentak kai pada akhirnya. Kesabarannya habis sudah “kenapa kau menanyaiku seperti seorang istri yang menuduh suaminya berselingkuh huh?”

“lalu kenapa kau seperti suami yang ketahuan selingkuh?” tanya sehun tak mau kalah

“yayayaya” penyelamatpun datang. Dengan ekspresi bingung yang tertempel di wajah baby facenya luhan masuk ke kamar kedua dongsaengnya itu “ada apa ini? Kenapa berisik sekali?

“dia” tutur kai dan sehun bersamaan. Mereka menunjuk satu sama lain

“aigoo kalian ini.. sudah berhentilah bertengkar. Cepat makan, eomma sebelum pergi ke restoran sudah memasak untuk kita” tutur luhan

Ya seperti yang sudah terduga. Sebagai namja yang sedang dalam masa pertumbuhan, mendengar kata makan akan langsung membuat mereka bersemangat. Dengan cepat mereka langsung melupakan pertengkaran aneh mereka itu. Dan langsung bergegas ke dapur untuk mengisi perut rakus mereka

Di belakang mereka, luhan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua dongsaengnya

 

^_^

 

Waktu tak terasa berlalu. Tanpa disadari kai dia sudah sangat dekat dengan yeoja bernama seulgi itu. Walaupun bahkan sampai sekarang dia juga belum tahu siapa dia sebenarnya. Ya bagaimana ia bisa tahu jika seulgi sendiri saja tidak tahu.

Mungkin cukup tidak etis dan tidak masuk akal bagi manusia untuk berinteraksi dengan makhluk semacam seulgi. Namun bagi kai ia tidak punya masalah apapun mengenai itu. Setiap kali ia bersama seulgi, ia merasa tidak sendirian. Merasa ada juga seseorang yang bernasib sama dengannya. Sama-sama tak punya tempat tinggal, sama-sama tak tahu siapa diri mereka.

Hanya dengan alasan itu saja sudah cukup bagi kai untuk tetap nyaman jika bersama yeoja cantik itu.

“ya!” panggil seulgi lagi-lagi muncul tiba-tiba di samping kai yang sedang terduduk di atas ayunan sendiri. Hari ini dia luhan dan sehun tidak membantu di restoran. Nyonya dan tuan oh menyuruh mereka beristirahat di hari minggu karena mereka sudah bekerja keras selama beberapa hari ini.

Kai menghela nafasnya kesal, dielus dadanya yang terkejut karena kedatangan seulgi “sudah kubilang jangan muncul tiba-tiba” ujarnya dengan penuh penekanan kesal

“aku tidak muncul tiba-tiba” tutur seulgi

“apa maksudmu?” tanya kai

“aku tidak pergi dan langsung muncul secara tiba-tiba di sampingmu” geleng kai “aku selalu ada di sekitarmu” ucapan seulgi hanya menambah kerutan di kening kai

“aku bisa membuat diriku terlihat ataupun tidak terlihat sesuka hatiku” tutur seulgi menjelaskan “tapi itu hanya bisa aku lakukan padamu. Aku tak tahu kenapa”

“jadi kau selalu ada di sekitarku?” tanya kai

Seulgi mengangguk “yap se-la-lu” tutur seulgi “hanya saja aku membuat diriku tak terlihat olehmu” senyum seulgi

“kapanpun? Setiap waktu?” kai tiba-tiba merasa tak enak

“iya kai” angguk seulgi bosan

“bahkan saat aku di kamar mandi?” suara kai memelan

Mendengar itu seulgi bukannya menjawab. Ia malah tersenyum nakal pada kai.

“kau bohong kan?” tanya kai mundur beberapa senti dari seulgi. Namun yeoja itu malah maju mendekati kai

“kau hanya bercanda kan? Kau tidak ada saat aku di wc kan?” kai terus termundur. Dengan pandangan yang disipitkan seulgi memojokkan posisi kai.

“ya! kau mesum!” jerit kai menjauh dari seulgi. Wajahnya benar-benar langsung membuat seulgi tertawa terpingkal-pingkal. Seorang namja dengan tubuh kokoh, berkulit gelap, dengan wajah sangar tapi memberengut layaknya anak tikus yang terperangkap.

“buahahahahaha” seulgi terus saja tergelak

Dengan bingungg, kesal dan malu yang bercampur kai langsung duduk tegak kembali “ya!” seru kai

“kau harus melihat wajahmu sendiri tadi” ujar seulgi di tengah gelaknya

“ya!”

“harusnya aku tadi memotretmu” gelaknya terus

“ya! berhentilah tertawa” bentak kai

Perlahan tawa seulgi menghilang. Menyisakan sebuah ulasan senyum kecil di bibirnya.

“aish.. kau benar-benar hantu yang menyebalkan” geleng kai

“aku bukan hantu” tekan seulgi langsung kesal. Sesuatu hal yang akan langsung membuatnya tidak suka adalah mengenai makhluk apa ia sebenarnya. Namun kali ini tanpa sengaja kai mengatakannya. Di tatapnya kai kesal, namun ada sebuah kesedihan yang terpancar dari mata indahnya itu. yang langsung menohok jantung kai

“ah mianhae” tutur kai “aku hanya bercanda” seulgi membuang mukanya perlahan. Memandang tanah yang ada di bawah kakinya

“mianhae?” tutur kai lagi. Perlahan tangannya terangkat, dielusnya puncak kepala seulgi.

Seulgipun langsung menoleh kearah kai. Perlahan sebuah senyuman merayapi bibirnya. Senyum tulus dan manis yang membuat kai juga ikut tersenyum.

Namun senyum itu tak berakhir lama bagi kai. Sekelebat potongan adegan melesat di otaknya. Matanya berkedip hampir puluhan kali untuk beberapa detik itu. Kepalanya pening, potongan-potongan gambar terus saja berkelebat di otaknya.

“ada apa?” samar-sama terdengar suar seulgi

Sekuat tenaga kai mengembalikan kesadarannya. Ia menyesuaikan keadaan luar dengan otaknya kembali. Di sampingnya seulgi memandanginya denga khawatir.

“nan gwenchana” senyum kai langsung. Ada yang aneh dalam dirinya. Sesuatu dalam dirinya seperti terasa tersengat setiap kali dia menyentuh yeoja itu. Seperti layaknya dia pernah melakukan itu sebelumnya..

 

^_^

 

“aku bosan di rumah” tutur sehun sambil menyandarkan tubuh jangkungnya ke sandaran sofa. Di sampingnya luhan dengan tenang memencet tombol-tombol remote tv. Tampak di wajahnya dia juga kebosanan di rumah seharian.

“apa disini ada tempat yang menyenangkan?” tanya kai

“ah hyung benar juga. Kai kan belum pernah berkeliling desa ini. Bagaimana jika kita ajak dia berkeliling?” tanya sehun langsung bersemangat “kau mau kan kai?” senyum ceria sehun

Kai langsung mengangguk “tentu saja! Memangnya ada apa saja di sini?” tanya kai

“sawah.. taman.. kedai-kedai murah.. dan masih banyak lagi” sehun berbicara layaknya anak tk yang menyombongkan kepunyaannya

“wah sepertinya menyenagkan..” kai tak kalah kekanakannya

“aish kalian, jika sedang bertengkar kalian sangat berisik, sedang tidak bertengkarpun kalian malah tambah berisik” gerutu luhan melihat dua dongsaengnya yang terkadang sulit dimengerti ini

“ah hyuuung ayolah” rengek sehun langsung mengeluarkan jurus andalannya, aegyo

“ia hyuuung” kai mengikuti sehun

“ya! kai, jangan mengeluarkan aegyo padaku. Wajahmu sangat tidak pas untuk ber-aegyo” kekeh luhan memperhatikan wajah kai yang malah tampak aneh “arasseo, lagipula sepertinya udara di luar sedang bagus” angguk luhan

“yeeehet” seru sehun. Di angkatnya kedua tangannya untuk ber-tos ria dengan kai.

“tapi kalian harus mandi dulu. Kalian tidak lupa kan kalau kalian ini belum mandi dari pagi?” sidik luhan

Kai dan sehunpun hanya bisa tersenyum simpul. Jika tidak harus keluar rumah kedua namja ini sepertinya sangat enggan untuk memasukkan badan mereka ke dalam air. Toh tak akan ada yang memperhatikan mereka di dalam rumah. Lagi pula mereka tetap tampan walaupun tidak mandi

“palli! Aku tak mau pergi bersama kalian jika kalian belum mandi” seru luhan mendorong sehun danluhan

Kedua namja tinggi dan tampan itupun langsung berdiri, sedikit menggerutu karena sebenarnya mereka tetap malas untuk mandi. “kai-yah bagaimana jika kita mandi bersama saja biar cepat”

Kai langsung memandang sehun ngeri “ya! shireo!”

“palli.. jika kita terlalu lama nanti luhan hyung akan mengubah pikirannya” sehun menghentak-hentakkan kakinya beberapa kali seperti anak kecil yang kebelet pipis

Kai berpikir beberapa saat. Akhirnya ia mengangguk “baiklah, tapi kau duluan saja nanti aku menyusul. Aku akan ke kamar dulu mengambil baju”

Sehun mengangguk. Merekapun melangkahkan kaki panjang mereka ke berbeda arah. Dengan santai kai masuk ke dalam kamar. Di pilihnya pakaian yang sebenarnya milik sehun itu untuk digunakannya. Ya dia kan tak tahu di mana rumahnya. Jadi yang bisa ia lakukan hanyalah menggunakan pakaian yang ada

Saat kakinya hendak menuju kamar mandi kai langsung terhenti. Seketika saja otaknya langsung di ganggu sesuatu. Ia melirik ke kanan dan kekiri. Berkeliling melihat setiap pojok kamarnya.

“ya! seulgi-yah” panggilnya perlahan “seulgi-yah keluarlah” tuturnya lagi. Namun tak ada tanda-tanda kemunculan seulgi. “kau ada disini kan? Kau kan yang bilang sendiri” ujarnya

“wae?” ya seperti biasanya seulgi muncul secara tiba-tiba di hadapan kai. Walaupun sudah untuk yang keberapa kalinya tapi kai tetap saja belum terbiasa dengan itu.

Sambil mengelus dadanya kai melanjutkan “kau.. diamlah disini” tuturnya

Kening seulgi mengkerut “maksudmu?”

“aku mau mandi, kau diamlah disini. Jangan ikuti aku!” serunya. Ya dia teringat pembicaraan mereka mengenai seulgi yang selalu berada di sekitarnya bahkan saat ia di kamar mandi. Ia ingin memastikan yeoja itu tidak mengikutinya lagi

“bwahahahaa” tawa seulgi langsung membahana “jadi kau masih mengkhawatirkan itu?”

“ya! ini bukan lelucon. Aku serius! Jangan intip aku mandi”

“kai dengarkan aku” tutur seulgi “aku tidak pernah mengikutimu ke kamar mandi. Malas sekali aku harus melihatmu mandi” seulgi mengernyitkan hidungnya

“kau tidak bohong kan? Bisa saja kau sebenarnya psikopat”

“astagaa kai! Bisakah kau berhenti berburuk sangka padaku? Jika tidak aku akan benar-benar mengikutimu ke kamar mandi” ancam seulgi

“ah ia ia baiklah” seru kai “kau ini yeoja macam apa sebenarnya. Galak” gerutu kai. Iapun melengos meninggalkan seulgi yang tersenyum melihat kelakuan kai. Dalam hatinya ia mencelos. Ia juga tak mengerti mengapa, tapi ada sesuatu dari perkataan kai yang ia kenal. Apa kai pernah mengatakan hal itu sebelumnya padanya?

 

^_^

 

Pagi yang sejuk untuk memulai hari. Walaupun hari masih dingin karena musim dingin belum sepenuhnya berakhir. Tapi sedikit kehangatan sang raja hari menyelusup masuk, menghangatkan para makhluk yang kedinginan.

Dalam rumah sederhana itu, tiga namja sudah bersiap. Dengan rapi dan bersih mereka bertiga akan menuju restoran untuk membantu seperti biasanya.

“kai-yah” seru luhan terlihat mendekati kai yang baru saja akan keluar dari rumah

Kai berbalik “ye hyung?”

“ini milikmu?” tanya luhan sambil menyodorkan sebuah kartu persegi kecil kepada kai “ya sepertinya ini milikmu”

Perlahan kai menilik kartu itu. Matanya tiba-tiba saja melebar kaget “ini..”

“kartu tanda pengenalmu” tutur luhan

Dengan cepat kai langsung mengambil kartu itu. Ya ini miliknya, fotonya tertera di kartu itu.

“benarkan itu milikmu… jongin”

Kai langsung menaikkan kepalanya, menatap langsung kearah luhan. Ia tersenyum kecil, senang.. namun ada secercah kesedihan di dalamnya. Cepat-cepat kai kembali melihat artu itu. Kim jongin ya itulah nama aslinya yang tertera di kartu itu

“hyung.. di mana kau menemukan ini?” tanya kai bersemangat

“ah itu, aku menemukannya di jaket…..” luhan menggantungkan perkataannya. Seakan teringat sesuatu. “sehuuun!”

 

 

 

TBC

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s