Triángulo de Amor (Part 1/2)

PicsArt_1390068497093

Title: Triángulo de Amor (Part 1/2)
Author: baekendar
Genre: Friendship, Romance
Lenght: Twoshoot
Cast: -Oh Sehun
-Park Hyeri (OC)
-Kim Naera (OC)

Annyeong! Ff ini ff debut author disini^^ Mohon maklum kalo ada typo atau hal hal yang agak aneh(?)

Happy reading!
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

Naera berlari menyusuri lorong sekolahnya. Dia sangat tahu dia terlambat. Sialnya, mata pelajaran pertama hari ini adalah matematika-yang sudah pasti ia akan diusir dari kelas-dan tentu saja itu akan membuat reputasinya sebagai murid baru menurun.

Syukurlah ternyata sang guru sepertinya belum datang. Dengan nafas terengah-engah Naera duduk di bangkunya. Tangannya sibuk membongkar tas, mencari botol air minumnya. Setelah menemukan benda itu dengan cepat Naera meneguk isinya hingga tinggal setengah botol.

“Hhh.. Aku beruntung hari ini. Untung saja Jung sonsaengnim belum masuk kelas. Kalau saja dia tahu aku terlambat, bisa mati aku!” Gumam Naera mencaci dirinya sendiri. Tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Ternyata itu Hyeri, sahabat barunya.

“Hey, tumben sekali kau terlambat. Pasti ada hubungannya dengan Baekhyun, kan?” raut wajah Naera mendadak berubah ketika mendengar nama itu. Orang yang dikenalnya lewat jejaring sosial dan membuatnya jatuh cinta walaupun belum pernah sekalipun bertemu langsung dengannya.

Dengan bodohnya Naera mempercayai orang yang lahir 2 tahun sebelum dirinya itu untuk menjadi namjachingunya. Namun ternyata, Baekhyun terlalu overprotektif dan melarang Naera berinteraksi dengan teman teman lelakinya. Hal itu membuat Naera sangat kesal padanya dan memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungannya lagi.

Tapi semalam entah kenapa Baekhyun kembali mengganggunya. Meneleponnya berkali kali, mengirimkan banyak pesan singkat. Naera sangat ingin mematikan ponselnya tapi dia membutuhkan alarm agar tidak terlambat. Tapi percuma saja kalaupun dia tidak mematikan ponselnya, bisa dipastikan dia akan terlelap dikelas. Dengan berat hati Naera menekan tombol off pada ponselnya. Alhasil, jadilah ia terlambat hari ini.

“Naera-ya!!! Kau ini kenapa sih?” Seru Hyeri sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Naera. Naera tersadar dari lamunannya dan hanya bisa memamerkan deretan gigi putihnya. Hyeri menatap sahabatnya itu. “Aku rasa kau sakit. Ah sudahlah, ada seseorang yang mau kukenalkan padamu!”

Naera terlihat penasaran akan kelanjutan kata kata Hyeri. “Hmm? Nugu?” Hyeri hanya membalas dengan winknya dan segera kembali ke posisinya semula. Aish.. Anak ini benar benar bisa.  membuat orang lain penasaran, gumam Naera pelan.

~(~)(~)~

Kringggggg

Bel istirahat yang selalu ditunggu para murid akhirnya berbunyi. Sang guru yang sedang mengajar pun mengakhiri pelajaran. Murid murid langsung menghambur ke kantin sekolah begitu sang guru meninggalkan ruang kelas.

Naera bergegas menghampiri Hyeri ke bangkunya. “Hyeri-ya cepat beritahu aku”

“Arasseo, arasseo. Kau ini benar benar tidak bisa bersabar ya, hahaha. Aku hanya ingin memberi tahu kalau kemarin Oh Sehun baru saja mengajakku berpacaran dengannya!” Naera tercengang. Oh Sehun? Si playboy itu? pikir Naera.

“Jinjja? Whoa, Oh Sehun yang terkenal itu berpacaran denganmu? Ck, ternyata ada juga yang tertarik padamu”

Hyeri mencibir ketika mendengar penuturan sahabatnya itu. “Kau pasti iri padaku kan? Tenang saja, kau juga pasti akan mendapat yang lebih baik dari Baekhyun, Naera-ya”

“Haha, semoga saja. Ngomong-ngomong, kau harus mentraktirku hari ini. Kajja kita ke kantin!” Kata Naera sambil menarik tangan Hyeri yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya yang satu ini.

Suasana kantin ramai seperti biasanya. Naera dan Hyeri harus rela berdesakan dengan ratusan anak lain demi makanan. Setelah berhasil memperoleh sumber energi untuk beberapa jam kedepan, mereka berdua pun kembali ke kelas.

Naera hendak membuang sampah bekas makanannya ke tempat sampah ketika mendengar seseorang muncul di depannya. Oh Sehun.

“Hey, Hyeri ada didalam? Bisa panggilkan dia?” suruhnya tanpa basa basi. Cih, dia pikir dia siapa? Seenaknya saja menyuruh orang. Tapi biarlah, ini kan demi sahabatku. Dengan wajah masam Naera masuk kedalam kelasnya.

“Hyeri-ya, ada yang menunggumu diluar.”

“Eh? Nuguya?”

“Oh Sehun” Mendengar nama Sehun disebut, Hyeri langsung berjalan keluar kelas dengan semangat dan meninggalkan Naera sendirian. Beberapa menit kemudian, dia kembali dengan raut wajah sedih.

“Wae?? Apa yang dia katakan padamu?” Naera langsung cemas melihat air muka teman terdekatnya itu. Sayangnya, Hyeri hanya diam. Naera kebingungan sendiri menghadapi sahabatnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun selain menepuk pundak Hyeri lalu berbalik pergi ke kursinya karena guru selanjutnya sudah datang.

~(~)(~)~

Aku merengangkan kedua tanganku saat Hwang sonsaengnim mengakhiri pelajaran hari ini. Sungguh hari yang melelahkan. Ditambah dengan sikap Hyeri yang mendadak pendiam sejak berbicara dengan Sehun istirahat tadi membuat hari ini semakin melelahkan saja. Semoga eomma memasak masakan yang enak hari ini, yah, setidaknya tidak membuat hariku tambah melelahkan.

Setelah membereskan buku-buku pelajaran yang berantakan di laci mejaku, mataku mencari-cari sosok Hyeri. Kemana anak itu? Apa dia sudah pulang? Tapi dia tak pernah pulang lebih dulu dariku. Hari ini dia aneh sekali. Ah sudahlah, mungkin besok dia akan bercerita. Lebih baik aku pulang sekarang. Sepertinya hujan akan segera turun.

~(~)(~)~

Sesampainya dirumah, Naera segera menyalakan ponselnya dan berharap tidak ada lagi pesan singkat ataupun telepon dari Baekhyun sesudah ini. Tapi, begitu ponselnya menyala, tampaklah puluhan pesan singkat dan pemberitahuan missed call dari Baekhyun yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit itu. Naera menghela nafasnya melihat semua itu tanpa ada niatan untuk membaca satupun pesan singkat atau menelpon balik Baekhyun. Sepertinya namja itu masih sangat berharap padanya. Sayang, Naera sudah terlanjur sebal dengan perilakunya dan menutup pintu hatinya untuk Baekhyun.

Dengan segera ia menekan tombol delete all dan hilanglah semua pesan singkat dari Baekhyun. Naera tersenyum puas. Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. Ada seseorang didepan rumahnya. Mungkin saja orang jahat. Naera mengintip dari balik gorden dan langsung melongo begitu melihat sosok Sehun sedang menunggunya. Mau apa dia kemari? tanya Naera dalam hati.

Dengan malas Naera melangkah untuk membukakan pintu.

“Mau apa kau kemari?” tanya Naera jutek. Sehun tertawa kecil melihat kejutekan Naera kepadanya.

“Ah ani. Aku hanya ingin bertemu denganmu, Naera-ya” jawab Sehun santai. Naera membelalakkan matanya mendengar Sehun memanggil nama belakangnya.

“Seenaknya saja kau memanggil namaku, Oh Sehun-ssi. Kalau tidak ada kepentingan lain, sebaiknya kau pergi dari sini.” balas Naera seraya menutup pintu. Akan tetapi, tangan kekar Sehun terlanjur memegang tangannya.

“Chamkaman. Aku belum selesai berbicara. Saranghae Naera-ya. Would you be mine?”

-TBC-

Huah.. Gimana chingudeul? Kependekan kah? Author mau minta maaf kalo disini Sehun keliatan kayak cameo doang^^v Tapi di part berikutnya Author janji Sehun bakal lebih banyak ngomong~ Commentnya akan sangat membantu^^ Kamsahamnida udah baca ff ini~~

Iklan

One thought on “Triángulo de Amor (Part 1/2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s