S.I.X part 3

Untitled

Tittle      : S.I.X

Author    : BPI

Cast         : Kim Jongin-Kai  (EXO)

Jung Ririn (OC)

Oh Sehun (EXO)

Xi Luhan (EXO)

Anh Hara (OC)

Kim Jongdae-Chen (EXO)

Shin Yongri (OC)

And other… (temukan sendiri)

 

Genre      :Friendship, School, Romance, Comedy (maybe)

 

Punggung Sehun masih menempel pada mobil silver sport miliknya. Berulang kali ia berdecak kesal melihat jam tangan yang melingkar indah di tangan albinonya. Punggungnya langsung tegak saat melihat seorang pria dengan seragam sekolah mirip dengan yang ia kenakan sekarang. Tapi bukannya senang, wajah itu malah tambah terlihat malas saat melihat orang itu. Bukan rambut hitam milik Jongin yang ia lihat, melainkan rambut coklat terang milik Luhan yang tersenyum senang melihatnya.

“Sedang apa kau di sini?” Tanya Luhan, masih tersenyum kepada Sehun yang menatapnya malas.

“Yang pasti bukan menunggumu”

Luhan masih saja tersenyum mendengar jawaban ketus Sehun. Ia mengangguk mengerti.

“Kau ada kelas pagi ini?” Tanya Luhan berbasa-basi, berharap hubungannya bisa lebih baik dengan Sehun. Sebenarnya ia ingin pergi segera. Tetapi meninggalkan Sehun sendiri sepertinya tak baik juga.

“Ada. Kenapa kau tak pergi?”

“Kau ingin ku pergi?”

Sehun mengerutkan keningnya melihat tampang polos Luhan. Hei… kenapa pria yang memiliki predikat prince smile ini sangat bodoh. Bukankah Sehun tak menyukainya. Tapi Luhan seperti menganggap mereka ini sahabat.

“Tentu saja. Sana pergi.. kau mengganggu saja..”  Usir Sehun, menggoyangkan tangannya di hadapan Luhan yang lebih pendek darinya.

“Aku tak mengganggumu. Aku menemanimu di sini..”

Sehun menutup mulutnya yang hendak tertawa. Demi apa pria di depannya ini benar-benar bodoh.

“Aku tak memintamu menemaniku Princess…” Ucap Sehun penuh tekanan.

“Bukankah kita sudah saling kenal? Kau memanggil namaku Luhan di kantin kemarin, tapi kenapa kau tetap memanggilku Princess…” Tanya Luhan, sedikit kesal karena Sehun memanggilnya princess

“Kalian terlihat akrab” Ucap Jongin, tersenyum cerah melihat kedua orang di hadapnnya.

“Kau lama sekali, aku terjebak dengan orang aneh ini…”

Sehun langsung membuka pintu mobilnya. Tak menghiraukan tatapan terkejut Luhan yang kesal dengannya. Kai hanya geleng-geleng kepala, menatap Luhan kasihan.

“Rumahmu dekat sini?” Tanya Kai, menatap Luhan yang hendak pergi.

“Nde. Sepertinya kita dalam satu apartemen. Kau Kai kan?”

Jongin terperangah menatap Luhan menyebutkan sebuah nama yang kini sudah tak ingin ia akui.

“Kamjjong.. ayolah.. butuh waktu 15 menit ke sekolah”

Jongin masih menatap Luhan yang menggelengkan kepalanya menyuruhnya masuk. Lalu ia berlalu begitu saja.

“Kenapa kita tak mengajaknya bersama?” Tanya Jongin setelah pantatnya duduk di bangku penumpang milik Sehun.

“Jika kau ingin jalan aku bisa mempertimbangkannya” Kata Sehun sebelum menghidupkan mobilnya dan melaju kencang. Jongin mengerti mobil sport milik Sehun hanya ada 2 tempat duduk. Bila Luhan ikut, ingin duduk dimana ia.

Luhan menatap mobil sport yang melaju kencang meninggalkannya. Ini yang membuatnya enggan untuk mencari sahabat pria di sekolahnya. Semuanya sensitif dengannya. Semuanya memandangnya sebagai pria cantik. Semuanya menganggapnya ancaman bagi para gadisnya. Luhan menghela nafas, sebelum berlari. Ia berharap bus terakhir dapat membuatnya tak telat masuk ke kelas ballad hari ini.

 

(^^)

 

Kerikil kerikil di tendang oleh seorang gadis dengan rambut kuncir kuda. Kaca mata yang kemarin ia tak kenakan, kini bertengger indah di hidungya. Bibirnya masih berdecak kesal. Sudah 30 menit ia menunggu Luhan, tetapi si rambut coklat terang itu belum juga muncul. Sudah beberapa kali Tao, teman nya di kelas rapper menghubunginya untuk masuk. Hari ini akan ada ujian di kelas rapper.

Mobil mewah tanpa atap membuat para murid menatapnya ingin tahu. 2 orang wanita turun dari mobil mewah itu. Yang satu berambut merah terang yang satu lagi berwarna emas. Ririn sangat tahu mobil itu, bahkan ia hapal nomor platnya. Tapi ia tak ingin si pemilik benar benar orang yang ia ketahui.

Teriakan para fans membuat Ririn menutup telinganya seketika. Tentu saja benar. 2 orang artis yang kini sedang naik daun itu berjalan beriringan masuk ke dalam sekolahnya. Di ikuti beberapa murid yang menatap mereka kagum.

“Siapa yang datang?”

Suara lembut Luhan membuat Ririn menoleh dan menatap pria ia itu kesal.

“Kenapa kau lama sekali?”

“Aku ada kelas jam 8. Ini masih jam 7 pagi” Bela Luhan

“Tapi kan aku sudah menyuruhmu untuk datang pagi. Sudahlah aku sudah telat masuk kelas.. kau sudah tahu kan apa tugasmu…”

“Errrr… tapi kau tahukan Jongdae itu-“ ucap Luhan ragu

“Aku mohon Luhan. Aku janji… aku akan melakukan apapun yang kau suruh nantinya..” Ucap Ririn terburu-buru.

Luhan mengangguk. Membuat Ririn menatapnya senang, ia menepuk pundak Luhan, lalu pergi begitu saja.

“Luhan.. kau yang terbaik..” Ucap Ririn sebelum berlari kencang, membuat Luhan geleng-geleng kepala.

Senyuman Luhan memudar saat punggung Ririn tak terlihat. Ia lalu berjalan kembali untuk ke kelasnya. Kelasnya masih sepi karena pelajaran masih 1 jam lagi di mulai. Ia melirik ke arah Jongdae yang sedang menunduk membaca sebuah buku. Luhan sangat mengenal Jongdae. Pria itu memang tak pernah menatapnya sinis seperti para murid yang lain. Tapi ia juga tak terlalu yakin Jongdae akan menerimanya dengan baik.

“Annyeong..” Sapa Luhan, ia melambaikan tangan . membuat Jongdae menatapnya.

“Aku Xi Luhan, kita dalam 3 kelas yang sama.. kau Kim Jongdae kan?” Tanya Luhan

“Sudah tahu kenapa kau bertanya” Jawab Jongdae masih menatap Luhan.

“Ahahhaha…” Luhan menggigit bibirnya kikuk. ‘apa yang aku bicarakan lagi’ fikirnya.

“Ada apa?”  Suara tanya Jongdae membuat Luhan tersenyum senang. Akhirnya ia tak perlu berbasa basi.

“Temanku Jung Ririn. Kau tahu?”

Jongdae mengangguk.

“Dia bilang kalau Lee songsaenim ingin mengajakmu dalam groupnya” ucap Luhan menunggu reaksi Jongdae.

“Aku tak mau”

“Hah?” Tanya Luhan meyakinkan.

“Bilang aku tak mau”

Luhan hanya diam. Ia mengerti. Ayolah…  orang seperti Jongdae mana mau masuk group yang akan menari dan bernyanyi. Jongdae memiliki bakat dalam bernyanyi ballad. Mungkin ia akan bersatu dalam group Yesung songsaenim nantinya.

Luhan mengangguk mengerti, lalu pergi dari hadapan Jongdae yang melanjutkan membaca. Ia mengetik beberapa kata di handphonenya lalu mengirimnya.

 

-_-

 

“Ishhh… menyebalkan”

“Kau bicara sesuatu Jung Ririn?”

Ririn melongo melihat Shindong songsaenim menatapnya lurus. Semua muridpun menatapnya. Suasana ruang kelas memang sedang dalam keadaan hening. Setelah Shindong songsaenim mengucapkan beberapa kriteria rapping dalam ujian kali ini.

“Mianhae songsaenim.. aku sedang tak enak badan..” Dusta Ririn membungkuk berulang kali di duduknya. Ia melirik kesal ke arah Chanyeol dan Jongin yang tertawa melihatnya.

Ririn masih saja memikirkan bagaimana ia bisa membawa Jongdae masuk dalam group. Ancaman Taemin untuk mengeluarkan Ririn dari group dan kelas dance modern benar-benar membuatnya tertekan. Ia tak mau keluar dari kelas dance modern, apalagi dari group Taemin. Tapi bagaimana caranya, Kim Jongdae yang selalu di segani para murid itu memang sulit sekali untuk di dekati. Ia ingin mengajaknya sendiri, tapi janjinya dengan Jongin harus di tepati.

Setelah memberitahu Jongin mengenai ini, pria berkulit gelap itu sangat kesal. Sampai sampai ia  akan keluar jika Jongdae masuk dalam group. Ririn pun harus berjanji karena kalau tidak, Jongin tak akan mengajarinya dance lagi. Semua ini benar-benar membuatnya frustasi. Apa lagi masih ada satu orang lagi yang harus ia bujuk masuk ke dalam groupnya.

“Ririn…” Suara Tao yang duduk di samping Ririn membuat gadis itu terkejut untuk ke 2 dari lamunannya.

Semua murid pun kini menatapnya kesal. Sudah 2 kali Shindong songsaenim harus menegurnya untuk lebih fokus pada arahan ujian hari ini.

Shindong hanya geleng-geleng kepala menatap muridnya itu.

“Aku tahu kau sudah tahu pengumuman ini. tapi bisakah kau memperhatikan bila songsaenim memberikan pengarahan…” Ucap Shindong, menatap Ririn lurus.

“Pengumuman apa?” Tanya Ririn, agak memelankan suaranya menatap Tao.

“Yang lulus ujian ini akan di bimbing oleh songsaenim tamu dari SM entertaiment”

“Apa?”

 

-_-

 

“Kalian akan di traini, tapi bukan traini biasa. Kehidupan traini kalian akan di liput di stasiun TV. Dan setiap harinya masyarakat akan memilih siapa murid yang pantas untuk debut”

Yongri masih saja antusias mendengar pengarahan Qian di depan kelas. Ini sebenarnya bukan jam kelasnya tapi ia meminta beberapa murid dari kelas nya untuk berkumpul mengenai pengumuman ini.

Dengan adanya hubungan kerja sama SM dengan Kirin, kepala sekolah menginginkan 10 murid terbaik untuk persiapan debut. 10 murid ini akan di bimbing langsung oleh seorang CEO dari SM yang juga akan menjadi songsaenim tamu. Sama dengan murid lain yang tak terpilih, mereka akan mengikuti beberapa latihan untuk melawan group lain dari songsaenim yang sudah di pilih juga.

Beberapa songsaenim dari kelas tahun akhir sudah mengumumkan beberapa murid andalannya untuk di uji kembali menjadi 10 besar. Senyuman Yongri makin melebar saat Qian mengatakan bahwa ia dan Tao akan menjadi wakil dari kelas dance tradisional China-Korea. Ini adalah mimpinya, mimpinya menjadi bintang. Setelah mengumumkan berita menggembirakan itu Qian langsung melesat meninggalkan hiruk pikuk beberapa murid yang terdengar kecewa tak dipilihnya.

“Songsaenim…!” Yongri berlari menghampiri Qian yang berhenti di koridor, menatapnya lembut.

“Ada apa Shin Yongri…”

“Ghamsahamnida… ghamsahamnida. Aku tak tahu harus berkata apa.. terimakasih sudah memilihku..” Ucap Yongri berukang kali membungkuk di hadapan Qian.

Qian tersenyum, lalu mengelus kepala Yongri. Mata bulat Yongri sudah berair.

“Kau harus tunjukkan kalau kau bisa Yongri~ aku akan memperhatikanmu..”

Yongri mengangguk mantap. Lalu membungkuk kembali, saat Qian pergi meninggalkannya.

 

-_-

 

Jemari lentik Ririn menelusuri papan pengumuman dari 10 kelas yang ada, tak ada namanya di 2 orang yang terpilih di masing-masing kelas. Sedikit bersyukur karena ia memang tak mau masuk dalam 10 besar itu. Walaupun begitu, ia bersyukur karena ke 2 sahabatnya Yongri dan Luhan masuk dalam 2 besar di kelas mereka.

Yongri dan Tao perwakilan dari dance tradisional China-Korea. dan Luhan perwakilan lirik lagu dan model. Ririn tak tahu kalau Luhan masuk dalam kelas model.

Mata nye berhenti saat melihat Jongdae masuk dalam kerumunan, dan berdiri di sampingnya. Tak perlu beberapa detik Jongdae langsung saja pergi. Ririn terdiam sesaat dan ingat sesuatu ia harus membujuk pria itu.

Setelah keluar dari kerumunan, ia kehilangan jejak Jongdae yang baru saja pergi. Ia mengumpat kesal, bagaiman caranya ia memberitahu Taemin mengenai penolakan Jongdae. Wajahnya berubah ceria saat ide cemerlang memasuki otaknya. Walaupun begitu ia harus mencoba membujuk pria itu terlebih dahulu.

Jongdae masuk dalam 3 perwakilan kelas sekaligus. Sudah pasti ia masuk dalam 10 besar itu. Dan pastinya Taemin tak akan melakukan ancamannya karena ini semua rencana sekolah. Ririn mengangguk, tersenyum licik dengan ide nya.

Jongdae menelusuri koridor ke belakang taman sekolah. Semakin ia berjalan. Semakin sedikit para murid yang ia temui. Senyum manisnya langsung terpampang jelas saat melihat gadis sedang duduk di bangku kecilnya dan asyik dengan kanvas dan pensil di tangannya.

“Kau lama menungguku?” Tanya Jongdae, ke wanita yang sedang asyik melukis.

“Lama. Hari ini hanya ada kelas melukis” Ucap Hara masih membuat sketsa di kanvasnya.

Jongdae tersenyum, ia merebahkan tubuhnya di rumput dan menghirup udara dalam. Halaman samping sekolah ini jarang sekali di lewati para murid. Mungkin hanya beberapa murid terlambat, seperti Jongin yang suka melewati taman ini.

“Kau tak bosan di sini?” Tanya Jongdae, kini ia menaruh lengannya sebagai bantal.

“Tentu saja tidak. aku suka keheningan.. kau tau itu”

Jongdae mengangguk mengerti, ia memperhatikan Hara yang masih asyik mencoret kanvasnya. Wajahnya yang tersenyum berubah datar melihat sketsa wajah, yang belum berbentuk itu.

“Sehun”

Hara langsung menoleh ke arah Jongdae yang dapat menebak sketsa yang ia buat. Hara tersenyum manis, menatap Jongdae yang kini menatap awan.

“Kau cemburu?” Tanya Hara, menghentikan kegiatannya. Duduk di samping Jongdae yang berbaring.

“Tidak” jawab Jongdae cepat

“Jongdae yah.. itu dirimu”

“Aku tahu Hara. Rahang tegas yang kau buat itu Sehun…” Ucap Jongdae, enggan menatap gadis yang kini mengerucutkan bibirnya kesal.

Hara tersenyum jahil. Mendekati wajah Jongdae yang masih menatap awan. Lama kelamaan wajah itu saling mendekat. Tak tahu apa yang mereka lakukan . rambut panjang hara menutupi wajah mereka berdua. Membuat Ririn yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya diam di tempatnya.

Ia menutup mulutnya, menyembunyikan keterkejutannya sebelum ia pergi dan memukuli kepalanya sendiri. Bodoh. Itulah kata yang di keluarkan Ririn setelah jauh dari taman belakang. Tadi ia sengaja mengikuti Jongdae, mungkin bila ia di ajak bicara baik-baik berdua pria itu mau masuk di groupnya. Tapi tanpa ia ketahui Jongdae ternyata menemui Hara. Dan mereka…

Belum sembuh dari keterkejutannya tadi Ririn kembali menganga saat melihat wanita rambut merah dan seorang wanita seperti pria sedang makan berdua di kantin. Kedua artis itu terlihat biasa saja , padahal para murid sedang memperhatikan mereka, bahkan ada yang mengambil gambar dan video.

“Apa yang mereka lakukan di sana?” Umpat Ririn, lalu berbalik.

Ia harus menekan rasa lapar nya untuk beberapa menit. Ia mengambil handphone nya dan menghubungi Yongri.

“Yeoboseyo?” Jawab Yongri di seberang sana

“Yongri aku pesan makanan dan minuman ne?”

“Eh? Waeyo? Kenapa tidak ke kantin?”

Luhan mengadahkan kepalanya saat mendengar suara Yongri. Mereka kini sedang istirahat bersama di kantin. Biasanya mereka istirahat ber 3 bersama Ririn.

“Kau tak bisa ke sini? Kenapa?”

“Aishh.. sudahlah jangan banyak tanya. Ku tunggu di ruang balet ne..” Ririn memutuskan telpon sepihak dan memasuki ruang balet. Hanya kelas ini yang dekat kantin. Menunggu beberapa menit tak apalah.

“Siapa?” Tanya Luhan setelah menghabiskan minumannya.

“Ririn. Ia menitip makanan”

“Kenapa?”

“Aku tak tahu..” Jawab Yongri menggidikkan bahunya “ia bilang malas ke kantin. Padahal para murid malah ingin ke kantin…” Ucap Yongri menatap begitu banyak sekali murid di kantin sehingga terlihat begitu sesak.

Yongri yang melihat raut wajah bingung Luhan, menghela nafas panjang lalu menjelaskan maksud perkataanya.

“kau lihat mereka?” Tanya Yongri menunjuk 2 orang yang sedang asyik makan dan menjadi perhatian kini.

“Krystal dan Amber Fx”

“Mereka artis” Tunjuk Yongri

“Aku tahu. Lalu?”

“Ya.. aku bingung saja kenapa Ririn enggan datang kemari padahal ada artis disini”

“Mungkin dia sedang malas..” Jawab Luhan seadanya.

Berbeda dengan murid lain. Jongin malah menutupi wajahnya dari penglihatan ke 2 orang yang kini masih menjadi sorotan di kantin.

Ia sibuk sekali mengatur poninya untuk menutupi wajahnya agar tak terlihat membuat Sehun tersenyum geli melihatnya.

“Sudahlah Jongin. Mereka tak akan mengenalimu..” Ucap Sehun, menyeruput bubble tea pesanannya.

“Oh ya? Lalu bila mereka mengenaliku, dan mempermalukanku?”

“Ah… mereka kemari”

Jongin langsung menoleh dan tepat sasaran. Krystal dan Amber melihatnya. Sehun hanya tertawa terpingkal pingkal saat wajah Jongin menatapnya kesal. Tentu saja Sehun hanya membohongi Jongin untuk melihat ke arah ke 2 artis itu, dan sangat tepat sasaran.

“Mati kau Sehun..”

“Kau tak tahu kan aku masuk dalam perwakilan akting di kelas…”

Dan perkataan Sehun benar. Amberlah yang bersemangat mendekatinya. Ia langsung merangkul pundak Jongin dan duduk tanpa permisi di samping pria berkulit gelap itu.

“Kai ah~ sudah lama aku tak bertemu dengan mu, apa kabar?”

Semua murid langsung mengambil gambar mereka. Pasti Jongin dan Amber akan menjadi headline berita besok.

“Amber perhatikan kelakuanmu..” Ucap Krystal dingin, ia melipat tangannya di dada. Dan berdiri di hadapan mereka.

“Duduklah..” Ucap Sehun ramah, menepuk kursi di sampingnya

“Yak lepaskan aku..” Jongin menghempaskan tangan Amber yang masih bergelayut di pundaknya.

“Hei hei hei.. aku dan Kai ini berteman dekat dulu…. ya saat Kai menjadi traini..”

Jongin menatap Amber dengan tatapan tajam. Mantan traini baginya itu sangat sensitif. Ia tak suka bila ada orang yang menyinggung ia adalah mantan traini. Jongin segera bangkit dari duduknya. Tak menghiraukan panggilan Amber dan Sehun.

 

-_-

 

Hara membuka pintu ruang balet dan menemukan Ririn sedang menari ballet. Sepertinya ia tak mendengar suara pintu di geser, karena ia memasang headshet di kupingnya. Tariannya berhenti saat ia melihat siluet Hara di belakangnya dari kaca ruang balet.

“Tarianmu bagus.. hanya saja kurang sedikit lentur.. kau harus begini..” Hara mempraktekan bagian di mana tadi Ririn gagal melakukan putaran.

Ririn memutarkan bola matanya malas di hadapn Hara. Tapi wajahnya langsung berubah tersenyum ceria.

Ia memang gagal membawa Jongdae, tapi ia belum mengajak Hara. Bukankah Taemin bilang padanya “Bila kau bisa membawa si pria, aku yakin si wanita dengan mudahnya masuk juga”. Mungkin sebaliknya bisa. Ia baru mengerti maksud songsaenimnya itu setelah melihat kejadian tadi.

“Hara…” Panggil Ririn ceria membuat gadis itu merengutkan kening heran. Ia duduk untuk memakai sepatu ballet. Karena mereka akan ada kelas balet beberapa menit lagi.

“Kau tahu Lee songsaenim? Songsaenim yang sangat tegas dan terkenal dengan dance modernya.. ia menginginkan mu masuk dalam groupnya dan-“

“aku tak mau”

Ririn menatap Hara yang sudah memakai sepatu balletnya. Ia menggertakkan gigi kesal. Ririn mencoba sabar, ia bahkan tersenyum saat Hara melewatinya. Ayolah.. ia harus bisa melawan egonya untuk membawa gadis yang paling di bencinya ini masuk ke dalam groupnya.

“Kau tak lihat aku masuk ke dalam 2 perwakilan kelas, ballet dan musik. Aku tak mau mengecewakan Lee songsaenim nantinya..”

Ririn mendecak kesal. Amarahnya sudah sampai ke ubun – ubun. Sombong sekali gadis di hadapannya ini.

“Dan kau.. kau tak menjadi perwakilan kelas, jadi kau pasti menerima penawaran Lee songsaenim untuk masuk ke dalam groupnya kan?” Tanya Hara. Menatap wajah Ririn tanpa dosa.

“Yak..” Teriak Ririn . tangannya sudah gemetar melawan amarahnya “Walaupun aku di pilih dalam 10 besar itu.. aku tak akan mau menerimanya”

“Ada apa ini? Jung Ririn kenapa kau berteriak kepada Hara.. kau ku beri hukuman-“

“Skors saja aku, aku tak mau masuk kelas hari ini..”

Ucap Ririn seketika membuat Yuri dan para murid lainnya menatapnya terperangah. Jongin yang berdiri paling belakangpun menatapnya terkejut.

“Yak Jung Ririn..” Teriak Yuri saat Ririn langsung saja pergi melewati para murid yang menatapnya heran bercampur kagum.

Tak ada yang berani melawan songsaenim di SMA Kirin. Karena sopan santun merupakan hal paling di utamakan di sekolah ini setelah bakat. Jongin menengok ke arah Ririn yang berjalan keluar dari kelas dengan senyumannya.

“Daebak” Ucap Jongin sebelum memasuki ruang kelas.

 

Yongri dan Luhan berhenti saat melihat Ririn berjalan lurus ke arah mereka. Mereka baru saja keluar kantin hendak menemui Ririn di ruang Ballet. Yongri tersenyum memperlihatkan makanan yang ia bawakan. Tapi senyuman Yongri menghilang saat Ririn begitu saja melewatinya tanpa berkata apa-apa.

“Yak Ririn!” Teriak Yongri, kesal dengan sikap Ririn.

“Ririn..aish.. lepaskan tanganku Luhan..”

Luhan hanya menatap punggung Ririn sendu. Tangannya masih menahan lengan Yongri yang ingin mengejar sahabatnya itu.

“Sepertinya dia sedang marah, kau tak lihat raut wajahnya menakutkan..” kata Luhan masih menahan Yongri.

“Nde aku tahu maka sebab itu aku ingin menanyakannya.. Yak lepaskan”

Luhan masih saja menahan lengan Yongri, sehingga gadis itu harus menghempaskan tangan Luhan, dan menatapnya tajam.

“Kau pernah bilang padaku jangan mengganggu macan yang sedang marahkan?”

Yongri terdiam. Benar kata Luhan. Ririn sahabatnya itu tak akan mau di ganggu saat ia benar benar marah seperti sekarang ini. Ia menatap Luhan lalu mengangguk.

“Aku hanya khawatir..” Cicit Yongri

“Aku juga, setelah ini aku akan menghubunginya.. aku ada kelas..”

Luhan meninggalkan Yongri yang masih saja diam di tengah tengah koridor kelas, gadis itu menghela nafas sebelum melanjutkan langkahnya menuju kelas selanjutnya.

 

(^^)

Sehun langsung menarik lengahn Ririn yang sedang berjalan lurus, memojokkannya di tembok depan sekolah di mana semua murid dapat melihatnya. Tatapan dinginnya hanya tertuju kepada mata tajam Ririn yang kini sedang emosi.

“Apa yang kau lakukan?”

“Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan?” Tanya Ririn, menghempaskan tangan Sehun yang menahannya.

Mata tajam mereka bertemu, penuh dengan kebencian Sehun menahan pundak Ririn yang hendak pergi dari hadapannya. Lebih memperdekat jarak di antara mereka.

“Kau mau apa huh? Semua murid melihat kita?” Teriak Ririn, ia mencoba melepaskan diri dari Sehun.

“Jangan ganggu Hara” suara dingin Sehun seperti ancaman yang membuat Ririn tersenyum sinis.

“Aku tak mengganggunya, dia menggangguku” Bela Ririn, masih saja mencoba membebaskan diri.

Semua murid kini sudah berkumpul. Setelah jam istirahat, pasti banyak kelas yang belum di mulai. Kebanyakan dari mereka mengumpat kesal karena Sehun membuat Ririn berada sangat dekat dengannya.

“Tapi kau berteriak dengannya..”

“Aku juga berteriak padamu sekarang, jadi aku tak boleh mengganggumu?” Teriak Ririn, kini memukul Sehun dengan tangannya.

Dengan sigap tangan Sehun yang menahan tubuhnya dengan dinding memegang tangan Ririn yang memukulnya dan mendekatkan jarak wajah mereka. Membuat mata Ririn melebar di balik kaca matanya.

“Kau tau para penggemarku mungkin akan membunuhmu setelah ini.. jadi dengarkan ucapanku. Jangan ganggu Hara, dan jangan berteriak padanya”

Sehun langsung  mengecup sedikit ujung bibir Ririn, membuat para siswi berteriak histeris. Beberapa dari mereka mengumpat kesal, dan berjanji akan membuat Ririn berada dalam masalah.

Senyum licik Sehun bertengger, meninggalkan wajah syok Ririn di hadapannya. Ia masih tak percaya apa yang di lakukan pria paling menyebalkan padanya. Menciumnya. Ciuman pertamanya.

“Yak!”

Tangan Ririn lagi lagi di tahan oleh tangan Sehun.

“Kau mau menggodaku? Ingin ku cium lagi?” Ucap Sehun dengan nada menjijikkan di telinga Ririn.

Wajah Ririn makin merengut kesal. Menggodanya? Walaupun mereka ada di neraka bersama sama, ia bersumpah tak akan menggoda pria ini.

Sehun pergi begitu saja, menyisakan gumaman kesal dari beberapa yeoja yang kini mulai mendekati Ririn. Ririn langsung saja pergi, tapi seseorang menarik tasnya hingga ia tersungkur.

“Kau menggodanya?”

“Kau bahkan mendapat ciuman pertamanya.. aigoo kau benar-benar..”

Ririn berdiri ia menatap kesal ke arah para murid yang kini telah menggerubunginya.

“Apa yang ingin kalian lakukan? Dia juga mengambil ciuman pertamaku ”

 

-_-

 

Pintu ruangan musik terbanting menyisakan suara berisik yang membuat para murid yang sedang di kelas merengut melihat namja tinggi tanpa blezeer mendekati Jongdae.

“Aku ingin bicara” Ucap Sehun berdiri di hadapan Jongdae yang sedang asyik dengan harmonikanya.

“Bicara saja..” Jongdae menaruh harmonikanya di bangku kosong di sampingnya. Menatap Sehun berdiri di sampingnya.

“Bisakah kau melepaskannya..”

“Hah.. masalah yeoja” Ucap Baekhyun sedikit menggeram. Pria berwajah imut itu berdiri dari kursi pianonya “ yak kalian… pergilah.. aku tak mau kalian dengar pertengkaran anak kecil ini..” Suara Baekhyun membuat para murid keluar dengan decakan kesal.

“Jongdae.. aku akan menunggumu di depan pintu beritahu aku kalau anak albino itu memukulmu lagi..” Ucap Baekhyun sebelum ia menutup pintu dan menunggu.

“Aku akan melepaskannya kalau ia ingin ku lepaskan..” Ucap Jongdae santai, ia melipat tangannya di dada.

“Kau bahkan tak bisa menjaganya”

“Hanya karena ada seorang gadis berteriak di hadapannya, kau membuat gadis itu di pukuli oleh fans mu. Maksudmu begitu cara menjaganya?” Ucap Jongdae, matanya lurus menatap Sehun.

“Hahaha.. ternyata sekolah ini bukan hanya melahirkan artis, mereka juga bisa menjadi biang gosip yang hebat…” Sehun mengambil bangku dan duduk di hadapan Jongdae. Ia melipat kaki dan tangannya.

“Seorang fansmu mengunggah gambarnya di SNS, sepertinya gadis itu di habiskan..”

“Aku mau kau melepaskan Hara”

Jongdae menatap sehun yang masih saja menampakkan wajah dingin di hadapannya. Ia tersenyum manis menatap Sehun yang dingin.

“Sudahku bilang bukan-“

“Jika kau melepaskannya, aku akan menjaganya…” Ucap Sehun, matanya memohon menatap Jongdae.

Jongdae menghela nafas panjang. Berdiri lalu menyampirkan ranselnya.

“Kau tahu kenapa ia ingin lepas darimu? Karena kau masih seperti anak kecil. Usia kita sudah 18 tahun, berhentilah bermain main layaknya kita masih SMP”

 

 

-_-

 

“Menjemputku?” Langkah kaki Jongdae berhenti di hadapan pria imut yang menyender di mobil sedan hitamnya. Pria itu melambaikan tangannya di depan wajah Jongdae.

“Aku ada urusan, kau sudah dengar soal 10 terbesar kan? Aku bangga kau masuk dalam perwakilan 3 kelas sekaligus..”

“Jangan berharap ahjusshi”

Minseok tersenyum mengangguk,  ia lalu berputar untuk memasuki mobilnya. Tapi tangannya berhenti melihat gadis dengan tampang acak acakan. Seragam nya basah dan kotor dengan debu. Bahkan wajahnya penuh dengan luka cakar dengan darah segar dari ujung bibirnya.

“OMO.. apa yang terjadi padamu?”

Teriakan Minseok mampu membuat Jongdae dan Ririn menatapnya terkejut. Jongdae sudah tahu apa yang terjadi, setidaknya ini bisa di bilang salahnya. Ia keluar dari mobil membuat Ririn semakin terkejut.

“Aigoo.. apa yang terjadi denganmu, kajja aku antar kau kerumah sakit..”

Ririn segera menahan tangan Minseok yang menyeretnya masuk ke dalam mobil.

“Ghamsahamnida, tapi aku benar tak apa apa..” Ririn membungkuk berulang kali di hadapan Minseok yang masih menatapnya cemas.

“Tak apa.. lihat wajahmu penuh dengan cakaran, dan lihat ujung bibirmu.. aigo.. apakah di sekolah ini ada sistem pembullyan kenapa Heechul tak mengatasi ini” Teriak Minseok kesal, ia masih menatap Ririn yang tersenyum menahan perih di ujung bibirnya yang baru saja mendapat ciuman dan pukulan.

“Ahjusshi jangan terlalu berlebihan” Omel Jongdae, ia mengambil sesuatu di dalam mobil dan melemparkannya ke arah Ririn.

“Itu P3K untuk mengobati lukamu, aku tahu kau pasti tak akan ke UKS dengan keadaan seperti ini dan ini..” Jongin melepaskan blezzernya dan melemparkan kembali ke arah Ririn yang langsung menangkapnya.

“Kajja ahjusshi.. bukankah kau ada pertemuan dengan Jessica sunbaenim di SM?”

Jongdae segera masuk sebelum Ririn mengucapkan terimakasih. Minseok masih menatapnya dengan cemas, ia bertanya lagi pada gadis itu. Dan gadis itu tersenyum untuk menjawabnya.

Matanya menatap sendu mobil sedan yang kini mulai menjauh, sedikit tersenyum mengingat masih ada yang peduli dengannya. Ia menggertak kan gigi kesal, ia harus membuat seorang Oh Sehun seperti ini. senyuman liciknya memudar saat ingat apa yang di katakan Jongdae. Jessica. Jung Seoyon. Ibunya di Korea.

Ririn segera mengambil handphone nya. Ia harus segera di rumah sebelum Jessica melihatnya pulang dengan keadaan seperti ini.

 

(^^)

 

“Kau sungguh tak apa apa? Aku melihat photomu di SNS itu lucu..”

Jongin tertawa dengan handphone di telinganya. Ia kini sedang memasak mie di dapur kecilnya. Tangannya meraba-raba bumbu garam dan memasukannya ke dalam masakannya.

“Yak yak yak.. mianhae. Tenang aku sudah memarahi Sehun, tapi sepertinya sekolah tak akan memberikannya hukuman, kau tau kan Perusahan Oh adalah pemegang saham terbesar di Kirin”

“Nde aku tahu.. uang bisa membeli semuanya ternyata” Decak Ririn di telponya, ia masih mengurung di kamarnya.

“Jadi hari ini libur? Hah.. aku sudah keluar dari pekerjaanku. Jadi apa yang harus ku lakukan?” Tanya Jongin, kini ia sedang menghirup wangi mienya.

“Kau bisa jalan-jalan.. tidur… mengerjakan PR.. seterah kau mau apa..”

“Nde akan ku fikirkan. Kau hati-hati.. mulai sekarang sekolah adalah tempat berbahaya bagimu”

“Aku tahu”

Jongin mengakhiri telponnya dan menikmati makanannya. Ia sudah memikirkannya, mungkin ia harus mengajak anak-anaknya jalan-jalan. Ia menatap ke 3 anjing yang sedang asyik main di kandangnya.

“Kalian mau jalan-jalan.. appa akan mengajak kalian ke taman sore ini” Ucap Jongin menatap lurus ke 3 peliharaannya lalu memakan mie nya.

Karena lift apartemen mati Jongin harus menuruni beberapa tangga untuk sampai ke bawah. Ia kewalahan karena ke 3 anjingnya itu sangat bersemangat berlari. Walaupun begitu Jongin tetap saja tak mengomeli mereka.

“Perlu bantuan..”

Luhan langsung mengambil satu tali pengikat anjing dari tangan Jongin yang menatapnya heran.

“Aku melihatmu kesusahan, boleh aku bantu?” Tanya Luhan, melihat Jongin yang menatapnya heran.

“Jika kau tak keberatan” Jawab Jongin, tersenyum menatap Luhan.

“Tentu, aku suka anjing..” Ucap Luhan, berjongkok dan mengelus anjing yang ia tuntun.

“Mereka anak anakku”

“Mwo?” Mata Luhan melebar saat Jongin berjalan mendahuluinya.

“Bagaimana kau manusia mendapatkan anak berupa anjing?”

Pertanyaan bodoh Luhan mampu membuat Jongin menatapnya tak percaya. Ia lalu tertawa hebat membuat para pejalan kaki menatapnya heran.

“Yak… kau mabuk eoh?”

“Tidak, aku masih di bawah umur untuk meminum minuman”

Jongin malah menggelengkan kepalanya melihat wajah polos Luhan yang menjawab pertannyaannya. Mereka mengahabiskan sore bersama. Untuk pertama kali Luhan merasakan begitu senang dapat memiliki pengakuan bahwa ia ini seorang pria. Jongin memang terlihat dingin bila bersama Sehun. Tapi ia dapat berubah hangat di setiap dekat Luhan. Ia dapat tersenyum manis membalas senyuman Luhan.

“Gomawo”

“Untuk apa? Ah.. bubble tea ini..” Ucap Luhan menunjuk segelas bubble tea di tangannya. Ia baru saja membelikannya untuk Jongin.

Jongin malah tersenyum sedih. Luhan memang sangat polos.

“Kau sudah membantuku membawa ke 3 anakku ini bermain” jelas Jongin menatap kesal Luhan.

“Oh.. aku juga senang.. terimakasih sudah memperbolehkanku membantumu”

Jongin terdiam, ia kenal Luhan. Murid pindahan dari China yang merupakan objek pembullyan para pria karena banyak yeoja chingunya menyukai Luhan. Jongin bukanlah orang yang ingin ikut campur urusan orang lain. Di saat semua murid membully Luhan, Jongin hanya diam dan pergi begitu saja.

“Wajahmu tak asing bagiku..” Kata Jongin, mereka kini berjalan pulang ke apartemen.

Luhan menoleh ke arah Jongin merengut bingung, tanganya menggendong anjing coklat Jongin yang paling besar.

“Aku adalah penyanyi cilik China”

“Bukan. Seseorang pernah memberikan photomu padaku..”

Luhan masih menengok ke arah Jongin yang sedang berfikir. Kedua tangannya masih memegang pengikat anjing yang berjalan di kanan kirinya.

“Ahh aku tau.. Xiumin songsaenim. Kau tahu?” Tanya Luhan membuat Jongin terkejut.

“Xiumin?”

“Aku lupa nama korea nya.. Kim. Kim Min..” Luhan menggigit bibirnya

“Kim Min seok?”

“Ah nde, ia memberitahuku tentang kau yang tinggal di apartemen, dan dia bilang dia kenal dirimu dengan nama Kai”

Wajah Jongin berubah sendu. Ia mendecak kesal, lalu berjalan cepat. Membuat ke dua anjingnya berlari di samping kiri kananya.

“Ada apa? Aku salah?” Tanya Luhan, menyamai langkah kaki Jongin.

“Bisakah kau tak memanggil nama itu lagi, itu memuakkan” Ucap Jongin, masih berjalan cepat.

“wae?”

“Karena itu nama debutku, debut gagalku, itu nama gagalku…”

— TBC –

 

Thanks reader yg udah meluangkan waktu buat baca cerita ini. ini mang gak sedaebak Early marriage hehe.. aku udah mau move on tapi ngeliat ff ini peminatnya sedikit jadi mau balik lagi hahha.. bercanda

Thanks buat reader yang udah koment sama baca ^^

12 thoughts on “S.I.X part 3

  1. GD berkata:

    oh jadi kai gagal debut toh ckk kok bisa ya? tapi keren deh tentang impian anak sma yang bener* penuh perjuangan mian komen di chapter ini ditunggu next chap

  2. Lee Mi Young berkata:

    Kelanjutannya eonn….
    Ada konflik baru yg bikin penasaran
    next chap ditunggu eonn, selamat berkarya eonn, figthing ^^9

  3. chanyeolxiumin71 berkata:

    jgn khawatir min degn reader yg tak banyak yg koment tpi msih ada yg setia.. ttp semangat yh jgn puts di tgah cerita hx krn sedikit peminat..;) sedikit bukan berarti g ada tpi itulah yg setia mennti karya mu😉 berkaryalah untk yg selalu menntimu..😉

    oh thehun Ya.. auhhh evil dan licik sekali cra mu nak..🙂
    my forst coffee aka xiumin knp bsa berhub sm hampir semua anak distu?????
    jgn lama2 yh min postx🙂

  4. Kim Hyun Jae berkata:

    Author ini aku Kim Hwang Eun aku ganti nama buat post comment nde,oh ya menurutku ini terlalu pendek(tapi ga maksa author buat manjangin kok^^) yahh konfliknya mulai keliatan ehm perbanyak momen friendship nya ya author daebak buat ffnya fighting

  5. Aerin Choi Kai berkata:

    Yaaaahhh sehunya minta ditimpuk.. Maen colong first kiss ririn aja..!! Padahal aku pengennya yg nyolong tuh jongin..!!

    Aaiiihhh semoga Ririn & Jongin makin mesra kedepannya..

    Dilanjut ya thor.. Hwaiting..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s