FF: BABY DON’T GO Part 5a

edff

Title                : Baby Don’t Go [Chapter 5A]

Author            :@durrotunna

Cast                : Byun Baekhyun (EXO K), Park Nara (OC) , Xi Luhan (EXO M)

Other Cast       : Park Chanyeol (EXO K), Kis Wu (EXO M), Jung Han Ni (OC)

Length            : Chaptered

Genre             : Romance, marriage life , family , sad.

Rating            : PG

Disclaimer      : Cerita ini  hanyafiktif belaka. Jika ada kesamaan dan sebagainya, saya tidak peduli. Don’tCopas!

                        Ceritaini juga saya post di wp saya http://kimjongin96.wordpress.com

Dan di wp http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

Sepertinya aku juga mencintaimu Baekhyun-ssi….

 

**Baby Don’t Go**

 

Luhan masih menatap ponselnya , memandang foto seseorang yang memang sangat ia cintai. Orang yang begitu berharga baginya sampai saat ini.

“ Apakah kau sudah tidur ? “ Ucapnya sambil menatap foto itu. Foto yang ia ambil secara diam-diam saat mereka berdua pergi tadi.

“ Park Nara, aku masih merindukanmu …“

Yang ada dihadapannya saat ini adalah foto Nara. Berkali-kali ia melontarkan senyum yang mungkin orang mengira ia gila. Berbicara pada foto dan tersenyum-senyum sendiri. Seperti itukah jika seseorang sedang jatuh cinta?

Luhan bangkit dari tempat tidurnya , ia mengambil buku yang ada di meja belajarnya. Buku itu sangat tebal, mungkin hanya orang-orang tertentu yang mau menyentuhnya.

Ia mulai membaca isi buku tersebut , wajah tampannya begitu serius. Untuk mengejar impiannya menjadi seorang dokter, ia rela belajar mati-matian untuk itu. Bahkan sampai ia dipindahkan ke Korea saat ini.

***

Dua orang yang ada didepan Nara ini membuatnya bingung. Mereka saling berbisik satu sama lain.

“ Perkenalkan, aku Jung Han Ni. “ ucap wanita yang berambut pirang ini sambil mengulurkan tangannya.

Nara tidak langsung membalas uluran tangan tersebut. Ia menatap sebentar pria yang ada disebelah wanita itu. Seakan mengerti apa yang ia pikirkan , pria itu membalas tatapan Nara.

“ Nara, “ balas Nara sedikit ragu.

Saat ini yang ia pikirkan adalah Baekhyun. Dua orang yang ada dihadapannya saat ini sangat asing baginya.

Sesekali Nara melihat ke sekeliling, seolah mencari sosok Baekhyun yang mungkin ada disana.

“ Kris,.. dia merasa tidak nyaman. Kasihan dia, lagipula dia barusan kenal dengan kita,.. “

Ucap wanita yang bernama Hanni ini , ia sibuk menuangkan minuman yang akan ia berikan kepada dua rekannya ini.

“ Nara, kami adalah rekan kerja dari suamimu, Baekhyun. “

“ Oh ya, dimana dia sekarang ? “

Nara merasa ada sesuatu yang mengganjal disini. Dari awal ia bertemu dengan pria yang mengaku namanya Kris ini, ia sudah curiga.Siapa dia sebenarnya ? Apalagi saat ia mengucapkan nama suaminya, Baekhyun. Intonasinya sangat berbeda.

“ Baekhyun ada di sebelah sana, “

Ucap Nara asal, dia juga tidak tahu pasti tempatnya.

“ Ini untukmu, dan ini  untukmu Kris… “ Hanni memberikan gelas kecil tersebut kepada Nara dan Kris.

Nara menerimanya , tapi sesaat kemudian dia meletakkan gelas tersebut.

“ Apa yang kalian inginkan ? “

Dua orang yang sedang sibuk meneguk minumannya ini terkejut akan apa yang Nara ucapkan barusan.

Sebenarnya Nara sudah ingin pergi dari sini. Tapi ia masih menunggu apakah ada sesuatu yang penting yang ingin mereka beritahu kepadanya. Dari awal saat Kris menyuruhnya untuk mengikutinya sebentar. Yang membuatnya membatalkan rencana untuk ke toilet. Dan saat ini dia bertemu dengan wanita yang bernama Hanni ini. Apa sebenarnya maksud mereka berdua ?

“ Jika tidak ada yang penting, aku akan segera pergi dari sini. “

Kali ini Nara berdiri dari duduknya beranjak pergi meninggalkan mereka.

“ Tunggu dulu, sebaiknya kau duduk dulu. Dengarkan kami sebentar ,setelah itu kau bisa pergi. “

Hanni ikut berdiri sambil menahan lengan Nara yang ingin meninggalkan mereka itu. Nara  akhirnya kembali duduk dihadapan mereka lagi.

“ Begini.. kami hanya ingin memberikan ini padamu. “

Hanni mengambil sesuatu yang ada di tasnya.

“ Ini… berikan kepada suamimu itu “ lanjut Hanni sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Nara.

“ Berikan saja padanya, dia pasti akan mengerti. “ ucap Kris sambil memainkan batang rokok yang kini sudah mulai habis itu.

“ Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. “

Setelah menerima amploptersebut Nara segera meninggalkan dua orang aneh tadi. Penampilan mereka seperti mafia-mafia yang ia lihat di tv saat di Cina dulu. Kenapa ada orang berpenampilan seperti itu saat mengunjungi pernikahan.

“ Kenapa tidak mengatakan dari tadi kalau hanya ingin menitipkan ini. “ gerutu Nara sambil berjalan dengan cepat.

Dua orang yang ditinggalkan Nara tadi tersenyum bahagia. Keduanya tampak puas akan hal yang ia lakukan tadi. Entah apa maksud mereka sebenarnya.

“ Kita lihat bagaimana tindakan Baekhyun selanjutnya, “ ucap Pria yang bernama Kris itu. Dia tersenyum kecil menatap Hanni yang ada disebelahnya.

“ Jangan libatkan aku jika kau sudah berurusan dengan polisi. “

“ Nona Jung… Kau tenang saja. Asal kau mampu membantuku sampai akhir. ..” ucapan Kris terhenti, ia mengambil gelas yang ada di depannya.

“ Membalaskan dendam ayahku kepada keluarga Byun. “

Suara kris saat berbicara barusan membuat Hanni sedikit takut. Tatapan matanya begitu tajam.  Pria yang ada disebelahnya kini memang sangat membenci keluarga itu. Masa lalu yang kelam membuatnya bertindak sampai saat ini.

“ Nyawa tidak bisa dibayar apapun “ tambahnya lagi.

Hanni hanya menggangguk mengerti. Tak mengeluarkan ucapan apapun kepada bosnya itu.

***

 

Baekhyun kembali duduk disebelah Chanyeol. Matanya melirik ke sekitar, mencari sosok gadis yang ia cari sejak tadi.

Ia tidak bertemu Nara di toilet, untuk itu dia memutuskan kembali kesini. Ia kira Nara sudah berada disini, ternyata dia masih belum kembali.

“ Nara, kau membuatku gila “  ucap Baekhyun sambil mengacak-acak rambutnya.

Chanyeol yang ada disebelahnya kini menyadari bahwa sahabatnya baru saja pergi meninggalkannya.

“ Kau dari mana ? “ pertanyaan Chanyeol saat ini membuat Baekhyun geram. Bahkan saat ia pergi tadi Chanyeol tidak menyadarinya.

“ Tunggu… dimana Nara? Apakah dia belum kembali dari toilet ? “ ucapnya lagi sambil meneguk minuman yang ia ambil barusan.

“ Dia belum kembali. “

“ Benarkah ? “ Chanyeol terkejut akan yang diucapkan Baekhyun barusan. Membuat aktivitas minumnya berhenti sejenak yang membuat air dari minuman tersebut sedikit mengenai wajah tampan Baekhyun yang ada di depannya.

“ Aishh.. apa yang kau lakukan ? “

“ Maafkan aku Baekhyun-ah.. aku tak sengaja. “

Kemudian Chanyeol memberikan tissue kepada Baekhyun.

“ Hubungi dia saja “ tambah Chanyeol.

“ Ponselnya ditinggal, “ ucap Baekhyun  sambil menunjuk kearah tas yang ada di samping kirinya.

Chanyeol mulai berpikir, ia memandang sahabatnya yang sedang kebingungan itu.

“ Tunggu saja dia, dia tidak akan pergi. “ ucap Chanyeol tiba-tiba.

Baekhyun tetap saja khawatir, dirinya tidak bisa tenang.

“ Baekhyun-ssi… “

Suara barusan membuatBaekhyun terkejut, Nara ? Dari mana saja kau ?

“ Hey Nara , kenapa kau lama sekali ?” Tanya Chanyeol.

“ A-aku , perutku sakit.. jadi agak lama di toilet.. “

Ucapan Nara barusan membuat Chanyeol menahan tawa.

Ekspresi Baekhyun berubah saat itu juga. Astaga …Aku kira kau kemana Nara…

Chanyeol yang ada disebelahnya Baekhyun menatapnya dengan wajah sumringah.

“ Kau tahu , suamimu mencarimu” ucap Chanyeol.

Mianhae,,, “

Nara berbohong, dia tidak ingin menceritakan apa sebenarnya terjadi.

“ Aku sangat menghawatirkanmu. “ ucap Baekhyun yang kemudian meneguk minumannya. Saat ini ia sudah merasa lega. Kenapa tadi ia berpikir yang tidak-tidak.

“ Kau tahu bagaimana ekspresi Baekyun tadi, dia seperti orang gila.. “

Chanyeol kembali tertawa, Nara hanya melihatnya dengan heran,

“Diamlah. “ timpal Baekhyun.

Nara memasukkan amplop yang ia bawa tadi kedalam tasnya. Sepertinya Baekhyun dan Chanyeol tidak mengetahuinya.Menurut firasatnya, dua orang yang ia temui tadi seperti orang jahat. Untuk itu ia akan membuang amplop tadi selesai ia melihatnya nanti. Sepertinya itu memang tidak penting.

Nara mengambil minuman yang ada didepannya. Meminumnya sampai habis, seperti sangat kehausan.

Entah kenapa kali ini perutnya sangat sakit. Sesekali ia memegang perutnya, menahan sakit yang ia rasakan. Sepertinya maagnya kambuh.

“ Apakah kau ingin pulang ?” Tanya Baekhyun tiba-tiba.

“ Terserah kau saja Baekhyun-ssi.. “ jawab Nara lembut.

“ Wajahmu terlihat pucat, apa kau baik-baik saja? “ Tanya Baekhyun lagi.

Nara hanya menggeleng, menahan rasa sakit yang ia rasakan kini.

“ Sebaiknya kita pulang saja. Ayo , Nara.. “

Nara hanya mengangguk sambil membawa tasnya.

“ Kami pergi dulu, “

“  Hati-hati Baekhyun-ah “ ucap Chanyeol yang dibalas oleh anggukan Baekhyun.

Chanyeol duduk kembali pada kursinya dan mulai meneguk minumannya. Entah kenapa tiba-tiba tenggorokannya terasa sangat kering.

***

Baekhyun sesekali melirik kearah Nara yang ada disebelahnya itu. Ia sangat khawatir dengannya. Beberapa kali kedua manik mata mereka bertemu. Dan tentunya mereka langsung mengalihkan pandangan masing-masing.

“ Apa kau baik-baik saja ? “ Tanya Baekhyun tiba-tiba.

Ne. Aku baik-baik saja. “

Dari samping sini wajah Nara begitu sempurna. Tak sadar jika sejak tadi ia memperhatikan Nara terus. Apakah Nara menyadarinya jika Baekhyun menatapnya terus  ?

“Oh. “

Nara menahan sakit yang ada perutnya sambil meremas-remas tasnya sendiri.

Baekhyun tidak menyadari apa yang terjadi dengan Nara, ia hanya fokus menyetir.

Nara  melihat kearah kaca mobil, melihat pemandangan luar sana. Sepertinya hujan,

Entah kenapa hujan menjadi tambah deras, Baekhyun semakin mempercepat mobilnya.

“ Baekhyun-ssi.. “

“Hemm.. “

Baekhyun masih saja fokus menyetir, apalagi saat ini hujan membuatnya tambah berhati-hati.

Nara hanya diam saja, ia tak tahu apa yang akan ia tanyakan.

“ Katakanlah, ada apa ? “ ucap Baekhyun yang masih sibuk menyetir.

Nara menatap Baekhyun sebentar,

“ Apa besok kau libur ? “

“Mungkin  “

Sebenarnya Nara hanya ingin mengajak bicara saja. Rasanya di dalam mobil ini begitu sepi.

“ Oh.. begitu. “ Nara kembali menatap keluar jendela.Tak ada percakapan diantara mereka

Sepi, Hening.

Tidak seperti  jalanan kota Seoul yang diguyur hujan ini.

***

“ Kenapa kau ada disini ? “

Wanita yang berambut pirang ini sibuk memainkan ponselnya, menghiraukan seseorang yang mengajaknya bicara saat ini.

Melihat wanita yang ia ajak bicara hanya diam, pria berwajah manis ini buru-buru menambahi.

“ Kapan kau kembali dari Amerika ? “

“ Apakah kau masih mencintaiku ?”

Ucap wanita itu yang kini bangkit dari tempat duduknya , berdiri disamping Chanyeol yang dari tadi berdiri didepannya.

Mendengar hal itu Chanyeol hanya diam saja. Sebenarnya bisa saja ia mengatakan ‘iya’ .

Jujur dia masih mencintai wanita yang dulu sempat menjadi tunangannya ini. Lebih tepatnya saat ini ia menjadi mantan tunangan.

Menyedihkan sekali kisah cintanya, yang berakhir seperti itu.

“ Kalau iya memang kenapa nona Jung Hanni ? “ jawab Chanyeol kemudian.

“ Apakah kau tidak bisa melupakanku ?  Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa. “

Hanni berjalan melewati Chanyeol yang ada didepannya, tapi Chanyeol menahan lengannya.

“ Aku melihatmu dengan pria itu.. “

“ Jangan berhubungan dengan pria itu. Dia berbahaya. “ Chanyeol melanjutkan ucapannya.

Hanni melepaskan tangan Chanyeol yang kini memegang lengannya.

“ Kau bukan siapa-siapa bagiku, jadi kau tidak berhak mengatur hidupku. “

“ Tolonglah.. “

Chanyeol menarik lengan Hanni lagi, suaranya kali ini terdengar memohon.

“ Jangan pernah ikut campur dengan hidupku. “

Hanni melepaskan tangan Chanyeol dan berjalan meninggalkannya.

Chanyeol hanya menatap kepergian wanita yang ia cintai itu. Entah apakah ia bisa melupakannya atau tidak. Hubungan yang ia jalin selama 3 tahun berakhir sudah.

“ Kekasihku kini menjadi musuhku “

***

Mobil Baekhyun kali ini sudah memasuki gerbang rumahnya. Mereka berdua turun dari mobil dan segera masuk rumah.

Nara berjalan sangat pelan, sepertinya dia harus segera minum obat saat ini.

Baekhyun yang menyadari bahwa istrinya ada dibelakangnya buru-buru menghampirinya.

“ Apa kau baik-baik saja ? “

“ Ne. “

Baekhyun tak yakin jika istrinya tidak kenapa-kenapa saat ini. Wajahnya tampak begitu pucat. “ Sebaiknya kau segera beristirahat. “ ucap Baekhyun sambil membantunya berjalan.

Tiba-tibasaja pandangan Nara menjadi kabur, tubuhnya lemas. Ia pingsan.

“ Nara-ah! Kau kenapa! Bangunlah! “

Baekhyun yang panik itu segera mengangkat tubuh Nara. Ia tak tahu jika istrinya sampai pingsan seperti ini.

“ Kenapa kau selalu membuatku khawatir “

Ia mencoba membuka kamar Nara, tetapi ternyata dikunci.

“ Kenapa kau menguncinya, ckk  “

Lalu ia membawanya keatas, dikamarnya sendiri. Entah kenapa Baekhyun tidak kepikiran jika kuncinya ada didalam tas Nara. Dia terlalu panik saat ini.

Ia menidurkan Nara di ranjangnya dengan hati-hati. Tangan Nara begitu dingin, tetapi keningnya sangat panas.

“ Apa yang harus kulakukan ? “ ucap Baekhyun sambil mengacak-acak rambutnnya.

***

Nara’s POV

 

Aku terbangun dari tidurku, kulihat Baekhyun yang ada disebelahku. Ia tidur sambil duduk ?

Apa yang terjadi ?

Tangannya menggenggam erat tanganku. Handuk yang ada di keningku ?

Apakah ia yang melakukan semua ini ?

Aku mencoba untuk duduk, tanpa melepas genggaman tangan kami.

Kenapa aku bisa di kamarnya ?

“ Kau sudah bangun.. “ ucap Baekhyun tiba-tiba.

Suaranya barusan mengagetkanku yang membuat genggaman tangan kami terlepas.

“ Apa yang terjadi denganku ? “ tanyaku kepadanya.

“ Semalam kau pingsan, “

Kini Baekhyun memelukku, entah kenapa jantungku berdetak begitu cepat saat ini.

Apa yang terjadi denganmu Park Nara.

Baekhyun menyentuh keningku, seperti memastikan kondisi tubuhku saat ini.

“ Syukurlah, sudah tidak panas lagi “

“ Berhentilah membuatku khawatir “ ucap Baekhyun kemudian.

Aku hanya diam seperti orang bodoh. Tak sadar aku membalas pelukannya. Hangat. Sangat hangat. Aku merasa sangat nyaman saat ini.

Baekhyun melepaskan pelukan kami , menatapku dalam. Wajahnya begitu tampan saat ini.

“ Aku benar-benar mencintaimu Nara-ah.. “

Ia mencium bibirku dengan lembut. Ini ciuman pertama kami, aku yakin kali ini wajahku merah. Apakah dia mengetahuinya.Aku hanya diam tak membalas ciumannya.

“ Sepertinya aku juga mencintaimu Baekhyun-ssi “ batinku dalam hati.

 

 

 

Segini dulu ya 😀

Silahkan tinggalkan jejak kalian 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s