FF: BABY DON’T GO Part 4

edff

Title                : Baby Don’t Go [Chapter 4]

Author             : @durrotunna

Cast                 : Byun Baekhyun (EXO K), Park Nara (OC) , Xi Luhan (EXO M)

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, marriage life , family , sad.

Rating             : PG

Disclaimer       : Cerita ini  hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan dan sebagainya, saya tidak peduli. Don’t Copas!

                        Cerita ini juga saya post di wp saya http://kimjongin96.wordpress.com

Dan di wp http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

 

 

 

“ Jangan lupa setelah ini “ ucap Baekhyun dingin kepada laki-laki yang ada disebelahnya saat ini.

Laki-laki itu tersenyum kecil sambil memperlihatkan deretan giginya yang bisa dibilang rapi.

“ Siap Tuan Baekhyun “ ucapnya sambil memberi sedikit penekanan pada kata ‘Tuan’ . Kemudian Baekhyun keluar dari mobil temannya itu.

Beberapa lama kemudian mobil itu sudah menjauh dari rumah mewah milik Baekhyun ini.

 

Baekhyun’s POV

Hari yang sungguh melelahkan. Rasanya aku ingin sekali beristirahat sehari saja. Berada dirumah ataupun berjalan-jalan keluar entah kemana. Kenapa akhir-akhir ini aku bersemangat sekali jika pulang kerumah. Apakah karena Nara? Aish.,. apa yang kau pikirkan Byun Baekhyun.

Kubuka pintu gerbang rumahku  yang sepi ini. Apakah Nara tidak tahu jika sekarang aku sudah pulang. Kenapa dia tidak membukakan pintu ?

Berbagai pertanyaan memenuhi otakku saat ini. Kini aku sudah berada didepan pintu rumah. Kenapa terkunci ? Mana mungkin jika dia berada didalam rumah ia mengunci pintunya.

Kuambil kunci yang memang aku memiliki sendiri. Kurasa memang dia belum kembali. Kemana sebenarnya dia?

“ Kamarnya terkunci ?“

Aku segera keatas untuk berganti pakaian. Beristirahat sejenak, mencoba untuk rileks.

Kubuka ponselku, sepertinya aku harus menghubungi seseorang.

Yoboseyo ? “

“ Benarkah ? Dari tadi pagi ? “

Ne.. gomawo Ahjussi

Sudah sejak tadi pagi kenapa dia belum kembali sampai sekarang ini.

“ Park Nara dimana kau sekarang ? “ ucapku sambil menatap kearah luar jendela. Bagaimana caranya aku menghubungimu saat ini.

Entah kenapa saat ini aku tidak tenang. Aku takut dia kenapa-kenapa. Apakah dia diculik ? Aigo.. Apa yang kau pikirkan Baekhyun. .

Apa yang harus kulakukan saat ini, ini sudah hampir malam. Park Nara, kau berhasil membuatku khawatir.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Kulihat nama yang ada di layar ponselku saat ini.

“ Ck.. Chanyeol kukira siapa “

Segera kuangkat telpon tersebut.

Ne.. “

“ Baekhyun-ah.. mobilmu sudah jadi. 10 menit lagi aku sampai kerumahmu. Oke “

Tut…

Sambungan terputus tiba-tiba. Dasar, bocah itu benar-benar tak tahu sopan santun.

Memang tadi aku menyuruh Chanyeol untuk membawa mobilku ke reparasi mobil. Makanya tadi aku pulang diantar olehnya.

“ Sebaiknya aku kebawah saja “

Aku berjalan menuruni tangga dengan langkah terburu-buru. Aku sangat cemas saat ini.

Kenapa banyak sekali permasalahan saat ini. Masalah pekerjaan saja sudah membuatku gila.

Entah kenapa , sepertinya aku mendengar suara seseorang diluar sana. Ah.. mungkin hanya perasaanku saja.

Kali ini sepertinya suara gerbang terbuka. Apakah itu Nara ?

Aku berjalan menuju arah pintu.

Kubuka pintu yang ada didepanku saat ini dengan perlahan.

Seseorang yang ada dihadapanku saat ini membuatku terkejut. Tapi sepertinya dia lebih

terkejut dariku.

Nara.. sekarang dia sudah ada didepanku. Kenapa wajahnya seperti ketakutan saat ini.

“ Dari mana saja kau.. “ ucapku datar.

Kulihat dia hanya menunduk. Kenapa kau diam saja Park Nara ?

“ Kenapa kau baru pulang ? “ tanyaku lagi.

Dia masih saja tidak menjawab pertanyaanku. Apa yang ia pikirkan saat ini.

Kenapa juga dia tidak berani menatapku.

Mianhae Baekhyun-ssi “

Aku menatapnya kasihan. Park Nara, sebegitu takutkah kau kepadaku ?

“ Masuklah, kau bisa menceritakannya nanti. “ ucapku santai sambil meninggalkannya menuju kedalam.

 

Nara’s POV

“ Masuklah, kau bisa menceritakannya nanti. “

Ucapan Baekhyun barusan membuatku terkejut. Apakah dia tidak marah ?

Kulihat dia sudah masuk kedalam sana. Aku masih berdiri didepan pintu. Masih belum sadar akan hal yang terjadi barusan.

Butuh beberapa saat untukku menyadarinya. Setelah itu aku segera masuk kedalama rumah. Saat ini Baekhyun sedang membaca-baca koran diruang tamu. Saat melewatinya jujur saja jantungku serasa berhenti sejenak. Aku merasa takut sekali. Apakah nanti ia akan memarahiku.

Aku masuk kedalam kamarku yang memang dekat dengan ruang tamu. Sesekali aku melirik kearah Baekhyun yang sedang sibuk membaca itu. Wajahnya terlihat serius tapi juga santai.

Kenapa dia bisa pulang secepat ini? Bukankah dia mengatakan akan pulang terlambat tadi pagi. Mobilnya juga tidak ada diluar. Aku segera berganti baju. Saat aku meletakkan jaketku tiba-tiba ada sebuah kertas yang terjatuh.

“ Ini jangan sampai hilang “ ucapku pelan. Kertas yang tertuliskan nomor Luhan-oppa ini kuletakkan di meja sebelah tempat tidurku.

Setelah selesai berganti baju aku duduk diatas ranjangku. Haruskah aku menemuinya sekarang. Apa sebaiknya aku langsung ke dapur ?

Kenapa aku jadi bingung seperti ini ? Tak sadar aku mengacak-acak rambutku sendiri.

Kau harus berani Nara.. Fighting !

Aku keluar dari kamarku dengan pelan. Bahkan saat menutup pintu aku menutupnya dengan pelan sekali. Entah kenapa aku menjadi seperti ini.

Kulihat Baekhyun yang masih duduk disana. Apakah dia tidak melihatku saat ini ?

Aku melanjutkan langkahku menuju dapur. Sebaiknya aku harus menyiapkan makan malam.

“ Aku harus memasak apa ? “ gumanku pelan.

Apa yang disukai Baekhyun ? Aku tidak tahu sama sekali, istri macam apa aku ini.

Aku baru ingat sesuatu, apakah tadi Baekhyun melihatku dengan Luhan-oppa ?

Bagaimana jika dia melihatku?

Hentikan pikiran negatifmu.. tenang.. kau harus tenang.

Aku mulai memasak dengan tenang. Dulu di China aku sering sekali memasak ini. Masakan ini sangat disukai oleh Luhan-oppa. Aku masih ingat dengan jelas, dia yang pertama kali mengatakan masakanku sangat lezat.

Tak sadar aku tersenyum-senyum sendiri sampai lupa masalah yang tadi.

Aku mendengar suara seseorang yang sedang berbicara dengan Baekhyun, sepertinya ada tamu.

Aku segera menyelesaikan kegiatanku ini. Masakannya juga sudah mulai matang.

“ Nara-ah.. tolong buatkan dua minuman “

Suara barusan mengagetkanku yang sedang menata piring ini.

Saat ini Baekhyun sudah ada di sebelah meja makan. Posisinya berseberangan denganku.

“ Ah.. Ne.. minuman apa ? “ ucapku sedikit gugup.

“ Terserah, “ ucapnya kemudian sambil meninggalkanku pergi.

“ T-ttunggu sebentar. Akan segera kubuatkan “ jawabku kemudian.

Biasanya minum apa ya ? Teh, Kopi , apa yang harus kuberikan?

Dia mengatakan terserah, karena ini sudah mulai malam sepertinya teh lebih baik.

Aku berjalan menuju ruang tamu. Kulihat Baekhyun dan temannya itu. Sepertinya aku pernah melihatnya.

Kuletakkan cangkir yang berisi teh ini di meja yang ada dihadapan mereka.

“ Hey.. apakah kau Nara ? Perkenalkan aku Chanyeol “

Ucapan teman Baekhyun barusan membuatku terkejut. Kulihat Baekhyun sebentar , dia hanya membalas tatapanku dengan wajahnya yang dingin.

Aku hanya mengangguk kearah teman Baekhyun yang bernama Chanyeol itu.

“ Kau benar-benar sangat cantik. Apakah kau mengingatku ? Dulu kita pernah bertemu sekali saat kau bersama Baekhyun di… Ah… Aku lupa.. “

Gomawo , aku juga tidak mengingat pasti. “ ucapku ragu.

“ Duduklah disini, kita bisa mengobrol bersama.. “

“ Chanyeol-ah.. “ ucap Baekhyun tiba-tiba.

Aku hanya diam saat itu.

“ Banyak sekali yang ingin kutanyakan denganmu. Kudengar kau berasal dari Cina, apakah itu benar ? Tapi kau terlihat seperti orang Korea asli.. “

“ Hentikan Chanyeol, cukup. Apakah itu penting untukmu ?  “

“ Ya Baekhyun-ah, aku hanya bertanya dengan istrimu. “

“ Cukup ! Nara, kembalilah “

Ucapan Baekhyun barusan membuatku sedikit takut. Sepertinya dia tidak suka dengan ucapan temannya tadi.

Ne.. permisi “

Aku segera kembali ke dapur dengan terburu-buru.

 

Baekhyun’s POV

Apa yang dipikirkan Chanyeol saat ini, sungguh menyebalkan.

“ Kau bisa menanyakan tentangnya denganku “ ucapku kemudian sambil meminum teh yang ada dihadapanku ini.

“ Begitukah ? Aku ingin sekali bertanya langsung kepadanya. “ gerutu Chanyeol sambil meminum tehnya juga.

“ Sebaiknya kau segera pulang, aku ingin beristirahat. “

Mwo ? Apakah barusan kau mengusirku Baekhyun-ah ? Dasar, sahabat menyebalkan. “

Aku hanya menatapnya dingin.

“ Pergilah segera, aku lelah.“

“ Aishh… kau ini. Baiklah-baiklah.. Aku akan segera pergi. Salamkan untuk istrimu itu “

“Jangan lupa datang ke pesta nanti Baekhyun-ah.. “

Ucapnya sambil menepuk pundakku pelan dan sesaat kemudian sudah berjalan keluar.

Aku hanya tersenyum kecil.

Aku berjalan kearah dapur, apakah Nara masih disana.

Kulihat dia sedang duduk diatas kursi makan sambil melamun. Apa yang ia pikirkan saat ini ?

“ Baekhyun-ssi, aku sudah menyiapkan makan malam “ ucapnya tiba-tiba saat menyadari aku sudah ada disini.

Aku segera duduk  sambil menatap makanan yang ada didepanku saat ini.

“Dia menyiapkan semua ini ? “ batinku dalam hati.

“ Apakah temanmu sudah pulang ? “ ucapnya pelan.

Ne “ jawabku sambil sibuk mengambil makanan.

Sepertinya dia memang pandai memasak. Sudah beberapa kali aku mencoba masakannya dan itu semua memang lezat. Kulihat dia hanya diam saja. Kenapa dia tidak makan.

“ Apakah kau tidak lapar ? “ tanyaku kepadanya.

“ Aku akan makan nanti, “

Kuletakkan sendok dan garpuku.

“ Makanlah sekarang. Setelah ini kita akan pergi “

Kulihat dia sedikit terkejut akan ucapanku barusan.

“ P-pergi kemana ? “

“ Ke Pesta Pernikahan temanku “

Dia terlihat ingin mengatakan sesuatu tetapi sesaat kemudian dia langsung mengambil piring.

Aku masih melanjutkan acara makanku.

***

Nara’s POV

Kini aku sedang mencuci piring. Baekhyun sudah kembali ke kamarnya. Dia menyuruhku untuk segera bersiap-siap. Kenapa dia tidak menanyakan kenapa aku pulang sampai malam seperti ini. Apa yang kau pikirkan Nara…. apakah kau berharap Baekhyun akan memarahimu. Jika nanti aku harus menjelaskan, apakah aku harus jujur?

Apakah aku harus mengatakan jika aku bertemu dengan Luhan-oppa.

Sudahlah.. aku tidak perlu memikirkan itu semua.

Sebaiknya aku segera mengaktifkan ponsel baruku.

Setelah sudah selesai semua aku kembali ke kamarku.

“ Leganya…. “ ucapku sambil merebahkan tubuhku diatas ranjangku ini.

“ Aaa.. ponsel baruku “

Kuambil ponselku yang ada di meja.

“ Akhirnya… “

Sepertinya aku tahu nomor siapa yang akan kusimpan pertama kali. Ku ambil kertas yang ada di atas meja yang ada disebelahku ini.

“ Selesai “ ucapku sambil tersenyum.

Sebaiknya aku harus memberi tahunya.

Luhan-oppa, ini nomor ponselku.

-Park Nara-

Kukirim pesan singkat kepada Luhan-oppa. Entah kenapa aku merasa bahagia saat ini.

Sesaat kemudian dia membalasnya.

Kenapa lama sekali. Kukira kau lupa.

Apakah aku boleh menelponmu ?

Setelah membaca pesan ini sontak aku buru-buru membalasnya.

Tidak boleh!

Besok saja, aku lelah oppa

Jika dia menelponku saat ini aku takut jika Baekhyun mendengarnya. Walaupun kamarku kedap suara tetap saja aku takut.

Ponselku berbunyi, cepat sekali dia membalasnya.

Benarkah ?

Kalau begitu istirahatlah, aku tidak akan mengganggumu.

Selamat beristirahat Park Nara

Aku tersenyum membaca pesan ini. Rasanya damai sekali, Luhan-oppa aku masih merindukanmu.

***

Saat ini kami sudah berada didalam mobil. Tidak ada percakapan diantara kami. Sesekali aku melirik kearah Baekhyun yang sedang serius mengemudikan mobil ini. Kenapa sifatnya berbeda dari biasanya. Dia juga tidak membahas kenapa aku pulang terlambat tadi.

Bahkan saat ini aku masih belum tahu ini akan kemana. Dia mengatakan akan menghadiri pesta pernikahan temannya.

Ingin sekali aku menanyakan itu semua. Akan pergi kemana ? Ke temannya siapa ?

Tapi.. aku tidak berani menanyakan itu. Dia masih saja berkonsentrasi menyetir.

Mobil Baekhyun berhenti di sebuah butik yang terkesan mewah ini. Aku masih bingung dengan ini semua.

“ Pilihlah dress yang kau sukai, kajja.. “

Aku hanya mengikuti Baekhyun dari belakang. Dia menarik tanganku, tangannya terasa sangat hangat. Aku sedikit canggung saat dia menggandeng tanganku.

Para penjaga butik itupun menatap kami dengan tatapan yang tidak bisa kujelaskan.

Sepertinya mereka semua sudah mengenal Baekhyun.

“ Selamat datang Tuan Baekhyun, ada yang bisa saya bantu ? “

Ucap salah satu karyawan butik yang saat ini sudah berada dihadapan kami.

“ Tolong antarkan dia memilih gaun yang cocok untuknya “

“ Mari silahkan nona “

Aku hanya mengikuti wanita yang ada didepanku ini.

Berbagai dress yang terlihat sangat mewah sekarang berada dihadapanku.

“ Silahkan nona, ini model baru dari butik kami. Desainnya juga sangat cantik. Anda bisa mencobanya dahulu, “

Jujur, aku sangat bingung saat ini. Aku tidak tahu mana yang akan kupilih. Semua terlihat sangat bagus.

“ Tolong pilihkan saya satu… yang menurut anda cocok untuk saya. “

“ Benarkah seperti itu ? Ehmm.. sebentar “

Wanita ini memilih-milih kumpulan dress yang ia tunjukkan tadi.

“ Ini sepertinya sangat cocok untuk anda nona. Desainnya sederhana tak terlalu rumit. “

Ucapnya sambil memberikan dress pilihannya itu.

“ Baiklah, eum.. dimana ruang gantinya ? “

“ Kesini nona, “

 

Baekhyun’s POV

Aku menunggu Nara sambil membaca majalah yang memang sudah disediakan  butik ini.

Satu jam lagi pestanya akan segera dimulai.

Beberapa menit kemudian kulihat Nara yang kini berjalan ke arahku.

Aku tidak bisa mendeskripsikan dia saat ini. Dia terlihat sangat sempurna, bagiku.

“ Apakah ini aneh ? “

Aku terdiam sejenak memandang Nara. Tak sadar akan yang ia katakan barusan.

“ Tidak. Sangat cocok untukmu “

Nara tersipu malu saat aku mengatakan hal itu. Dia semakin terlihat manis dengan ekspresinya seperti itu.

“ Tolong bungkus bajunya tadi, “ perintahku kepada penjaga butik.

Aku segera menuju kasir. Sesekali melirik kearah Nara yang masih terdiam berdiri disana.

Tak sadar aku tersenyum-senyum sendiri. Park Nara, kau memang wanita yang sempurna.

“ Ayo..” ucapku sambil menggandeng tangannya.

“ Kalian sangat serasi sekali, “ ucap salah satu penjaga butik yang melayani kami tadi.

Aku tidak tahu seperti apa wajahku saat ini. aku memandang Nara sekilas, sepertinya dia juga merasa seperti apa yang kurasakan.

Aku tersenyum kearah nona tadi ,begitu pula dengan Nara. Seolah berterimakasih akan yang diucapkannya tadi.

***

 

“ Ikuti aku saja. “

Nara mengangguk sambil melihat kesekelilingnya. Banyak sekali orang yang tidak dikenalnya saat ini. Sepertinya memang semuanya tidak ia kenal. Semua terlihat asing baginya.

Tapi bagaimanapun dia harus menyesuaikan diri secepatnya.

“ Hey Baekhyun-ah ! “

Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun dan Nara.

“ Kenapa kau lama sekali, Anyeong Nara.. “

Chanyeol mengedipkan sebelah matanya. Melihat itu Nara hanya tersenyum malu. Tetap berada disamping Baekhyun.

“ Bukankah acaranya baru saja dimulai ?”

Baekhyun menjawabnya sambil menarik lengan Nara.

“ Iya, tapi kau termasuk terlambat “

“ Baekhyun-ah, ada yang ingin kubicarakan denganmu.” tambah Chanyeol. Ekspresinya berubah menjadi serius.

“ Ada apa ? “

“ Ini masalah penting, sekarang dia berada disini juga. “

“ Baiklah, tapi setelah ini. Nara , ayo ikut aku sebentar “

“ Aku akan menunggumu disini Baekhyun-ah “ Ujar chanyeol sambil duduk.

Baekhyun mengajak Nara untuk memberikan selamat kepada temannya yang menikah itu.

Setelah berbincang-bincang sebentar , kemudian mereka kembali ke tempat Chanyeol tadi.

“ Dia berada disini, menurutku dia sedang mengawasi kita “ ujar Chanyeol kepada Baekhyun.

Nara hanya diam , dia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh dua orang ini.

Terlihat Baekhyun sedang berpikir keras.

“ Baekhyun-ssi… aku ingin ke toilet sebentar “

“ Apakah aku perlu mengantarmu ? “ Chanyeol menawarkan diri.

Sesaat kemudian tatapan serasa membunuh dihadapkan pada Chanyeol.

“ Aku hanya bercanda, “

“ Kau tidak apa-apa kan sendiri ? Toiletnya ada di sebelah sana, “ ucap Baekhyun sambil menunjuk arah toilet tersebut.

“ Tidak apa-apa, permisi.. “

 

Nara’s POV

Aku merasa jenuh sekali saat ini, untuk itu aku memutuskan untuk ke toilet.

Aku masih penasaran apa yang dibicarakan mereka tadi. Sepertinya itu sangat serius.

Tiba-tiba saja ada yang menabrakku.

Aku hampir saja kehilangan keseimbanganku. Kulihat pria yang kini ada didepanku, sorot matanya sangat  tajam dan dingin.

Entah kenapa dia memandangku seperti itu. Sungguh tatapan yang mengerikan. Tubuh jangkung, rambut blonde , penampilannya saat ini membuatku sedikit takut.

“ Kau, Park Nara ? “

Aku terkejut mendengar ucapannya barusan. Bagaimana dia bisa tahu namaku ?

“ S—ssiapaa kau ? “

“ Beruntung sekali aku bertemu denganmu, “

***

Baekhyun terlihat gelisah, sesekali matanya melirik kesekeliling, seperti mencari seseorang.

Wajar saja , karena dari tadi Nara belum juga kembali. Perasaan khawatirnyapun timbul.

“ Aku akan mencarinya dulu, “

Chanyeol seperti tak mendengar apa yang diucapkan temannya tadi. Karena dia sedang asik mengobrol dengan rekannya yang lain.

 

 

 

 

 

 

Mohon maaf kalau chapter 4 ini lama

Terimakasih buat readers yang setia baca ff saya ini😀, Apalagi yang udah komen (Bahagia)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s