FF: Ghost Rider (Part 10)

Ghost Rider

Author : Oh Mi Ja

Genre : Horror. Mystery, Comedy, Friendship

cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Support Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Kim Jongdae

“Park Chanyeol…”

Baekhyun benar-benar terpaku di tempatnya. Hanya bisa bergumam pelan menatap tubuh menjulang yang sudah berdiri tak jauh di depannya. Ia tersenyum lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi dan bersih.

“Baekhyun, kau kenapa? Kau terluka?”serunya khawatir. Keningnya berkerut dan langsung menghampiri Baekhyun. “Baekhyun!”sentaknya mengayun-ngayunkan telapak tangannya didepan wajah Baekhyun karena ia hanya diam.

“Chanyeol…”

Perlahan, Baekhyun mengulurkan tangannya. Ingin menyentuh pipi Chanyeol namun menembus wajahnya. Chanyeol semakin terlihat bingung.

“Ada apa?”

Kesadarannya kembali. Kekuatannya untuk menyanggah tubuhnya lebih lama lagi semakin menjadi-jadi. Ia tidak bermimpi. Ini nyata. Dia tetap tidak bisa disentuh. Dia seperti asap.

“Ya! Kau kemana saja, hah?!”seru Baekhyun nyaris berteriak membuat Chanyeol seketika mundur satu langkah. “Kau menghilang tiba-tiba tanpa memberitahuku! Kau pergi! Dan meninggalkan banyak masalah yang tidak aku mengerti. Siapa kau sebenarnya?!”

Chanyeol mengerjap, “B-baekhyun, apa yang kau katakan?”

“Kau adalah hantu! Kau hantu! Kau hantu yang menakut-nakutiku dan memaksaku untuk menjadi seorang pembalap! Kau memaksaku untuk mengalahkan Myungsoo! Yaah, kau adalah hantu! Kau hantu!” Baekhyun masih saja berteriak-teriak penuh kekesalan.

“Baekhyun, aku tidak tau…aku tidak tau kenapa aku bisa tiba-tiba muncul di tempat ini bukan di rumahmu. Maaf…kau marah? Bahkan aku tidak sadar jika aku telah menghilang. Aku tidak—“

“Siapa kau sebenarnya Park Chanyeol?”desah Baekhyun. Kali ini suaranya merendah. “Kenapa kau tiba-tiba ada disana?”

Kening Chanyeol berkerut, “Disana?”

“Park Chanyeol, kau masih hidup!”

“Apa?!” matanya melebar tak percaya

“Kau ada disana. Kau sedang tidur dan mesin pendetak jantung itu masih berbunyi. Tubuhmu dipenuhi dengan alat-alat kedokteran. Kau masih hidup Chanyeol!”

“Baekhyun, itu tidak…”

“Baekhyun!”

Tiba-tiba Jongdae keluar dari ruangan Baekhyun dan menghampirinya. Kedua tangannya dengan sigap mencekal lengan Baekhyun untuk membopongnya.

“Kenapa kau disini, huh?! Dan kenapa kau berteriak?!”tanyanya khawatir

“Jongdae, kau harus membantuku untuk menjelaskan semuanya pada Chanyeol”

Bersamaan, mata Chanyeol dan Jongdae membulat lebar seketika.

“Chanyeol?”

“Baekhyun, kenapa kau memberitahunya?!” Chanyeol ingin mendorong pundak Baekhyun namun tangannya justru menembus tubuhnya.

“Chanyeol, semuanya sudah mengetahuinya!”balas Baekhyun membentak. “Semua orang sudah mengetahuinya! Kau adalah orang yang dicari oleh Lay dan Kris karena Kyungsoo terus saja menyembunyikanmu!”

“Kyungsoo?”

“Yah, kau mengenalnya kan? Do Kyungsoo! Selama ini kau terus bersamanya!”

“Baekhyun, aku rasa kau sudah gila…”

“Chanyeol aku tidak bercanda. Aku sungguh-sungguh!”seru Baekhyun dengan nada meyakinkan. Sedangkan  Jongdae, hanya bisa berdiri bingung memandangi Baekhyun yang sedang bicara pada dirinya sendiri. Bahkan, ia nyaris menganggap Baekhyun sudah gila karena ia terlihat seperti sedang menatap seseorang namun seseorang itu tidak terlihat.

“Do Kyungsoo adalah sahabatmu! Kau masih hidup!”

“Hentikan!”balas Chanyeol tidak kalah keras. “Berhenti bicara yang tidak-tidak! Aku tidak mengenal Do Kyungsoo dan aku sudah mati!”

“Chanyeol! Chanyeol!”

Dia menghilang. Tidak terlihat lagi disepasang mata Baekhyun. Dia benar-benar menghilang dengan amarah yang tercetak jelas di wajahnya.

“Baekhyun, ada apa?” Jongdae menepuk pundak Baekhyun.

Baekhyun menoleh pelan, “dia menghilang, Jongdae. Dia pergi…”

***___***

Baekhyun hanya duduk tertegun di ranjangnya menunggu Jongdae yang sedang pergi mencari Do Kyungsoo. Hatinya tidak sabar, juga bercampur gelisah karena kini Chanyeol menghilang lagi.

Kemana Chanyeol? Harusnya dia disini…

“Kau sungguh-sungguh melihatnya?! Dimana dia sekarang?! Dimana Chanyeol?!”

Kyungsoo tiba-tiba masuk dengan mata yang melebar bahkan nyaris terdengar mendobrak saat membuka pintu. Baekhyun menoleh, ekspresinya masih sama dengan ekspresi sedihnya saat menatap Chanyeol kemarin malam.

“Byun Baekhyun! Kau sudah gila?!”

“Hey, jangan membentak temanku!” Jongdae mendorong pundak Kyungsoo kasar.

“Mungkin aku memang sudah gila. Mungkin yang dikatakan kau dan Chanyeol benar. Aku gila karena aku menganggap hantu sebagai manusia yang masih hidup”gumam Baekhyun menatap menerawang ke bawah. “Chanyeol…siapa dia sebenarnya?”

***___***

Kyungsoo benar-benar terperangah hebat setelah mendengar ucapan Baekhyun yang mengatakan bahwa selama ini ia hidup bersama Chanyeol. Mulai dari bagaimana cara mereka bertemu hingga ia tiba-tiba menghilang.

Ia sangat tidak percaya. Hal itu mustahil. Selama ini tubuhnya selalu bersamanya, ia selalu duduk disamping tubuh yang tergeletak itu sambil berdoa dan menunggu suatu hari matanya bisa terbuka. Namun, Baekhyun tiba-tiba saja mengatakan jika rohnya selalu bersamanya.

“Aku bersahabat baik dengan Chanyeol, Lay dan Kris sejak kami masih kecil. Sejak taman kanak-kanak hingga SMU, kami selalu berada di sekolah yang sama. Kami benar-benar dekat walaupun kami mempunyai masalah dengan keluarga kami masing-masing”seru Kyungsoo tersenyum kecut. “Saat SMU, Kris mendapat masalah berat di hidupnya. Orang tuanya bercerai dan perusahaan ayahnya bangkrut. Ibunya pergi ke Los Angeles untuk bekerja sedangkan ayahnya tidak tau entah kemana. Saat itu, Kris hanya mempunyai sebuah mobil dan ia cukup pandai mengendarainya sehingga ia memutuskan untuk menjadi seoramg pembalap demi mendapatkan uang. Aku, Lay dan Chanyeol sudah berusaha menahannya tapi dia tidak pernah mendengar. Dan beberapa bulan kemudian, masalah kembali menimpa Chanyeol. Ibunya di vonis mengidap penyakit kanker padahal saat itu Chanyeol masih berstatus sebagai seorang pelajar. Ia telah menjual semuanya, termasuk rumah untuk membiayai pengobatan ibunya. Dan pada akhirnya, ia juga mengambil resiko untuk menjadi pembalap liar. Ia meminjam mobil Kris dan akhirnya bertarung diarena balap”

“Jadi Chanyeol…?”Baekhyun nyaris tidak bisa berkata apapun setelah mendengar penjelasan Kyungsoo. Chanyeol? Benarkah masalahnya serumit itu? Benarkah dia begitu menderita saat dia hidup?

Kyungsoo menghusap matanya dengan lengan baju saat dirasakannya ada genangan air disana.

“Chanyeol benar-benar depresi. Dan kami juga tidak bisa membantu apapun. Caranya mencari uang hanya itu”

“Lalu apa hubungan kalian dengan Myungsoo?”tanya Jongdae

“Dia adalah musuh Chanyeol di arena balap”jawab Kyungsoo kemudian menunduk. “Kris memang lebih dulu mengenal arena balap tapi dia hanya menjadikannya cara untuk mencari uang demi membiayai hidupnya dan Lay. Sedangkan Chanyeol, dia juga mencari uang lewat cara itu, tapi ternyata kesukaannya terhadap arena balap jauh lebih dalam. Ia pernah mengatakan padaku, saat duduk di kursi kemudi dan memegang kendali, rasanya bahagia. Rasanya ingin terus menginjak pedal gas dan menambah kecepatan. Karena itu, akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti pertandingan uji coba F1”

Baekhyun mengetahui cerita itu. Tentang mimpi Chanyeol yang sangat ingin berada di arena balap yang sebenarnya. Tentang mimpinya untuk menjadi pembalap profesional. Dia tau…

“Kemampuan mengendarai mobil Chanyeol benar-benar membuat kami kagum. Dia tidak pernah kalah sekalipun. Dari semua uang yang selalu ia sisihkan, akhirnya ia membeli sebuah rumah kecil dan mobil balap. Ia bilang, ia tidak ingin memyusahkan Kris lagi karena terus meminjam mobilnya”

“Maksudmu Audi A5 coupe warna biru dengan angka 13 di badannya?”

Kyungsoo langsung mengangkat wajahnya, menatap Baekhyun dengan mata terbelalak lebar, “Darimana kau tau?!”

“Mobil itu adalah mobil yang dibelikan oleh ayah dan ibuku. Dan karena itu juga, aku bisa bertemu dengan Chanyeol”lirih Baekhyun pelan

“Ceritakan pada kami tentang hubungan Myungsoo dan Chanyeol”seru Jongdae, masih penasaran dengan pria paling misterius itu.

“Myungsoo adalah seorang pembalap liar yang juga terkenal hebat. Semua orang juga tau jika dia dan Chanyeol adalah rival yang kuat. Saat orang dari tim F1 itu datang, Chanyeol dan Myungsoo sama-sama mendaftarkan diri. Waktunya seminggu…sebelum akhirnya pertandingan uji coba itu dilaksanakan”

Baekhyun dan Jongdae sama-sama mampu mendengar bagaimana perihnya suara Kyungsoo saat mengatakan kalimat akhirnya. Tentang waktu. Tentang masa.

“Aku, Lay dan Kris sama-sama terus mendukungnya. Sama-sama membantunya menyiapkan semua keperluan. Dia terlihat bagitu bersemangat. Dia bahkan mengatakan jika dia telah menjadi pembalap professional, dia tidak akan membiarkan kami hidup susah lagi. Dia akan membuat sebuah rumah yang besar dimana kami bisa tinggal bersama. Dia…dia…sangat yakin dia mampu membahagiakan kami” Dan kini, Kyungsoo tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia menunduk. Dan dia menangis. “Aku tidak tau jika itu adalah perkataan terkahirnya. Aku tidak tau jika setelah itu aku tidak akan bertemu dengannya lagi…”

Baekhyun tergugu di tempatnya, “Jadi benar? Jadi Chanyeol meninggal karena kecelakaan?”

“Bukan! Bukan kecelakaan!” Kyungsoo tiba-tiba berteriak sambil berdiri dari duduknya. “Myungsoo menabrak mobilnya! Dia sengaja melakukannya karena Chanyeol jauh lebih cepat! Dia melakukannya agar dia bisa menang dari Chanyeol! Dia membunuhnya!”

“Kyungsoo tenang…”seru Jongdae langsung menahan tubuh Kyungsoo agar dia tidak memberontak lagi.

“Harusnya malam itu aku melihat pertandingannya! Harusnya aku tidak lebih mementingkan berada di rumah untuk mengerjakan PR ku! Harusnya aku tidak membiarkan Kris yang menemani Chanyeol! Harusnya aku ada disana!”

“Kyungsoo….”

Mata Baekhyun melebar, “Apa maksudmu?”

“Kris melihat kecelakaan itu! Dia sengaja tidak bergabung di arena finish. Dia sengaja menunggu Chanyeol dipertengahan jalur untuk menjaganya. Tapi, saat kecelakaan itu terjadi didepan matanya, dia menghilang! Dia berlagak tidak melihatnya! Dia…dia…dia tidak memberikan pernyataan apapun untuk menjaga nama baik Chanyeol! Untuk melindungi kejahatan Myungsoo!”

“Tidak seperti itu!” Lay tiba-tiba muncul. Wajahnya sudah memerah menahan tangis. Sepertinya ia mendengar semuanya. Lay mendesis dingin bersamaan dengan rahangnya yang mengatup keras. “Kakakku memang bersalah! Dia memang melihatnya. Tapi, alasannya tidak mengatakannya karena dia telah menandatangani perjanjian besar dengan Myungsoo!”

“Perjanjian?”

“Sehari sebelum pertandingan itu berlangsung, Myungsoo menantang Kris untuk balapan. Aku tidak tau apa tujuannya tapi dia terus memanasi Kris sehingga Kris menyetujuinya”

Baekhyun menelan ludah pahit sembari menatap Lay lurus, “lalu apa taruhannya?”

“Rumah dan mobil. Kris sudah menandatangani surat perjanjiannya”jawab Lay tersenyum kecut. “Dia tau dia akan kalah. Dia tau dia akan kehilangan semuanya. Dan hal itu benar-benar terjadi, Myungsoo berhasil mengalahkannya. Karena itu, pada malam pertandingan, dia sengaja tidak menunggu Chanyeol di garis akhir. Dia ingin menjaganya, dia ingin menyemangati sahabatnya. Dan saat kecelakaan itu terjadi, dia berlari kesana untuk menyelamatkannya. Dia sudah berusaha untuk membawanya ke rumah sakit tapi tiba-tiba orang-orang Myungsoo menariknya dan membawanya pergi dari situ. Dia tidak sengaja melakukannya!”

“Jika dia tidak sengaja kenapa dia tidak mau menjadi saksi saat persidangan berlangsung? Kenapa dia hanya diam? Kenapa dia membiarkan Myungsoo yang terpilih sementara Chanyeol harus melawan masa-masa kritis di rumah sakit? Dan yang terakhir…kenapa dia membiarkan omoni bunuh diri karena depresi? Kenapa?!”

Lay memejamkan matanya kuat-kuat, sebisa mungkin menahan rasa sakit di dadanya sendiri atas kenyataan yang telah terjadi.

“Dia melakukannya karena aku…”lirihnya benar-benar sedih. “Myungsoo menawarkan pilihan. Jika dia masih mau memiliki rumah dan mobil itu, dia harus tutup mulut. Dia harus bersikap seolah-olah dia tidak melihatnya”tangisnya menunduk. “Aku tau…kakakku memang bersalah. Dia telah melakukan hal bodoh. Tapi dia melakukannya karena aku. Dia tidak ingin aku putus sekolah karena tidak mempunyai uang. Mobil adalah satu-satunya alatnya untuk mencari uang. Dia tidak punya pilihan lain…”

Lay menghusap air matanya lalu berjalan pelan mendekati Baekhyun yang matanya juga berair. Ia duduk ditepi ranjang, menatap Baekhyun penuh rasa penyesalan.

“Bisakah kau mengatakan pada Chanyeol jika aku dan kakakku sangat menyayanginya? Bisakah kau mengatakan padanya jika kami sangat menyesal? Selama ini…kakakku tidak bisa hidup dengan tenang. Selama ini…dia selalu mencari cara untuk bisa mengatakan semuanya. Dia juga selalu berlatih keras agar bisa mengalahkan Myungsoo, untuk membalas dendam Chanyeol padanya. Tapi, dia justru kehilangan kakinya. Kecelakaan itu benar-benar membuatnya terpuruk dengan keadaan. Bukan untuk dirinya, tapi dia menyesal untuk Chanyeol. Dia benar-benar menyesal”tangis Lay tumpah didepan Baekhyun. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Aku mohon…aku mohon katakan padanya…”

Tidak ada yang kata-kata yang bisa diucapkan Baekhyun atas semua yang didengarnya. Ia membeku. Tergugu. Membisu.

Entah kenapa tapi ia juga merasakan sakit. Sangat sakit dan juga menyesal atas penderitaan Chanyeol selama dia hidup. Banyak orang yang menyayanginya dan banyak yang mengkhianatinya.

Tapi, jika alasannya seperti itu, Baekhyun juga tidak bisa menyalahkan Kris sepenuhnya. Karena… bagaimanapun dia adalah eorang kakak yang harus melindungi adiknya. Dan kini, dia telah mendapatkan hal yang setimpal. Dia lumpuh dalam usahanya untuk balas dendam.

Suara tangisan Kyungsoo dan Lay meraung-raung ditelinga Baekhyun. Semakin membuatnya tidak bisa berkata apapun lagi. Dan… semakin sulit mngerti dengan arti persahabatan yang terjalin diantara mereka.

Baginya dan Jongdae, persahabatan mereka sangat sederhana. Selalu berusaha menempatkan diri disaat yang tepat dan dapat membedakan yang mana yang bisa dijadikan prioritas dan tidak.

Persahabatan bukan hal yang utama. Dan tidak bisa ditempatkan pada nomor satu. Tapi, terkadang ada saatnya kita harus mengutamakan persahabatan itu. Jika harus dilawankan dengan kekeluargaan, persahabatan tidak akan pernah menang. Darah lebih kental daripada air. Saudara lebih penting daripada sahabat.

Tergantung situasi. Tergantung resiko. Dan… tergantung pilihan.

Mungkin saat itu Kris memang tidak cukup pintar untuk memutuskan sesuatu.Terlalu menuruti emosinya karena dia merasa jika dia adalah laki-laki dan tidak mau dianggap sebagai pengecut.

Dia bukan orang jahat. Hanya seseorang yang mendapat nasib buruk hari itu. Jadi pecundang dan mengkhianati temannya sendiri. Baekhyun yakin Kris juga sama sakitnya.

Baekhyun tergelak saat dia mendengar suara tangisan seseorang. Lay dan Kyungsoo memang masih menangis. Tapi suara isakan ini berbeda. Perlahan ia menoleh ke kiri.

Dia… dia berdiri disana.

Berdiri dengan punggung membungkuk dan kepala tertunduk dalam-dalam. Pundaknya bergetar menandakan ia sedang menangis. Juga isakan tertahannya yang sesekali terdengar perih.

“Chanyeol…”desah Baekhyun hanya mampu mengucapkan namanya. Membuat Lay, Kyungsoo dan Jongdae mengangkat wajah, mengikuti arah pandangan Baekhyun. Mereka tidak melihat apapun. “Chanyeol!” Baekhyun melihat Chanyeol hilang dimatanya. Ia pergi. Sambil menangis.

“Dimana Chanyeol?!”tanya Lay dan Kyungsoo bersamaan

Baekhyun tidak tahan lagi. Sebelum dia menghilang, sebelum dia tidak ditemukan lagi, dia harus menemukan Chanyeol. Sekarang. Saat ini.

Tiba-tiba, Baekhyun mencabut jarum infus ditangannya. Menepis selimutnya kasar dan berjalan keluar. Ia seperti kehilangan kesadarannya. Tubuhnya seperti mati rasa hingga tidak bisa merasakan rasa sakit itu.

“Baekhyun!”

“Stop!” Baekhyun langsung berbalik saat Jongdae, Lay dan Kyungsoo mencoba untuk menahannya. “Biarkan aku sendiri!”

“Dimana Chanyeol?! Katakan pada kami!” Kyungsoo menuntut

“Jangan ikut campur! Aku bukan akan membawa sahabat kalian kembali. Tapi… aku harus menghibur sahabat hantuku. Dia pasti sedang bersedih saat ini”

***___***

Tubuhnya masih terbalut piyama rumah sakit saat kaki-kakinya berjalan menyusuri jalan aspal itu. Wajahnya terlihat pucat, serta penampilannya yang terlihat acak. Keringat dingin menyapu wajahnya, rasa sakit itu kembali lagi.

Seperti ada sesuatu yang mengigit tubuhnya tanpa henti, seperti ada sesuatu yang memukul kepalanya bertubi-tubi.

Baekhyun mengulurkan tangan, segera mungkin meraih pagar rumahnya untuk menopang tubuhnya yang hampir meluruh. Ia bahkan tidak yakin jika di kakinya masih ada tulang penyanggah atau tidak.

Perlahan, Baekhyun mendorong pintu pagarnya setelah berhasil meyakinkan dirinya dia masih punya kekuatan. Malam itu mendung, angin berhembus menerbangkan daun-daun kering yang berjatuhan di halaman rumah Baekhyun. Beberapa hari tidak pulang, rumahnya terlihat kotor.

Byul tidak ada, selama Baekhyun dirawat di rumah sakit, anjing itu dipindahkan ke rumah Jongdae. Adik perempuannya menyukai anjing dan bersedia merawat Byul untuk beberapa hari.

Mencari-cari sosok itu, Baekhyun tidak menoleh kearah mobilnya. Melainkan mendongak keatas, kearah atap rumahnya. Itu adalah tempat favoritnya saat dia bersedih dan dugaannya benar. Dia ada disana.

Menarik napas panjang, Baekhyun berjalang dengan langkah-langkah lebar memasuki rumahnya. Secepat mungkin menjangkau lantai dua dan menuju balkon kamarnya.

“Chanyeol…”panggilnya serak. Napasnya terengah-engah, tetap dengan keringat dingin yang mengucur tubuhnya. Baekhyun memegangi besi pembatas balkonnya sambil mendongak. “Chanyeol… aku ingin bicara…”

“Tentang apa?”seru Chanyeol tidak bergerak. Masih duduk diatas atap sambil menatap kearah langit. “Aku sudah mengetahui semuanya. Kau tidak perlu menjelaskannya padaku lagi. Aku mempunyai tiga sahabat, dan salah satunya mengkhianatiku. Aku tau itu…”

“Chanyeol, Kris sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Dia…” Baekhyun meringis karena merasakan sakit dikepalanya. “…dia sangat menyesal…”

Visual Chanyeol muncul disamping Baekhyun. Mungkin dia masih terkejut, mungkin dia masih belum bisa kenyataan yang telah didengarnya. Itu wajar.

“Saat aku membuka mataku… kau adalah orang pertama yang bisa melihatku…” Wajahnya terlihat sedih. “Saat aku tidak mengetahui apapun, kau adalah satu-satunya orang yang bisa ku andalkan. Aku tidak tau, aku tidak mengingat mereka semua. Aku bahkan belum berani melihat tubuhku sendiri…”

Baekhyun tersenyum tipis, menatap Chanyeol dari balik lapisan bening air mata yang menyelimuti pelupuknya.

“Kau masih hidup, Chanyeol. Kau masih punya kesempatan untuk meraih mimpimu. Kau bisa jadi pembalap professional”

Chanyeol tidak tau dia harus bahagia atau tidak saat mengetahui jika dirinya masih hidup. Dia merasakan hal aneh. Jika dia masih hidup, kenapa rohnya bergentayangan? Apa karena dendam?

“Chanyeol, selama ini.. aku benar-benar berharap jika kau bisa meraih mimpimu. Dan ternyata doaku dikabulkan, walaupun keadaanmu masih kritis, kau masih punya kesempatan” Baekhyun menatap Chanyeol sungguh-sungguh. “Apa kau masih bisa menyentuh benda mati?”

Baekhyun tidak memberikan kesempatan bagi Cahnyeol untuk menjawab pertanyaannya. Menyeret langkahnya, ia kembali masuk ke dalam kamar tidurnya. Mengambil sebuah komik naruto di rak bukunya dan menghampiri Chanyeol kembali.

“Kau mau apa?” Chanyeol mengerutkan kening

“Aku selalu ingin melakukan ini” Baekhyun meletakkan komik naruto diatas pundak Chanyeol. Komik itu tertahan, tidak menembus tubuhnya. Kemudian, ia mengulurkan tangannya dan menepuk komik itu. “Jika aku sedang sedih, biasanya Jongdae akan menepuk pundakku. Setelah itu, aku pasti akan merasa kesedihanku berkurang. Sekarang, aku ingin melakukannya padamu. Aku ingin kau tidak bersedih lagi…”

Tepukan itu dirasakanya samar. Tapi, hatinya mampu menjamah sentuhan itu. Dia sedikit lebih tenang. Membuat kedua sudut bibirnya tertarik dan memperlihatkan senyum.

Saat ia menyadari waktu, Baekhyun telah menjadi sahabatnya…

TBC

 

 

 

 

Iklan

44 thoughts on “FF: Ghost Rider (Part 10)

  1. Nabila berkata:

    aaaaaaaaaaaaa aku gila aku gila aku gila
    oke kak, bisa aku curhat sedikit? KAKAK NGEPUBLISH INI DISAAT YANG GA TEPAT! /sigh/ aku lagi ada masalah-berat sama sahabat-dekat, dan ngebaca ini ttg persahabatan chanyeol-baekhyun bikin aku, ya, you knowlah kak ;A;

    back to story._.
    AKU PENGEN MARAH, TAPI GA TAU SAMA SIAPA. Kris emg ga sepenuhnya salah, darah emg lebih kental dari air. Baekhyun benar, sebuah tepukan dipundak bisa ngebuat kesedihan sedikit berkurang :”

    akankah chanyeol kembali? MENGALAHKAN MYUNGSOO?
    DITUNGGU KAK !!!

  2. nina berkata:

    huuaaaaaa sedih aku pas tau kenyataannya eon T.T sama2 punya alasan
    dan sekarang tinggal masalah gima chanyeol sadar dari komanya, sama ngebales myungsoo

  3. Dini berkata:

    huaaaaa unnie aku nangis baca part iniiii 😥
    cerita derita persahabatan KrisYeolDOLay aaakkkrhhgt…… nyesek banget! se rumit ituh 😦
    keki abis sama Myungsoo !! kenapa dia jahat ? kenapa dia licik ? iiihhhhhhhh!! 😦 *bakaremosi*

    lanjut author unnie ^^/

  4. liu mei rin berkata:

    eonni… sepertinya yang gila bukan baekhyun tapi aku yg baca…
    pingin nangis krna terharu gak bisa, pingin marah tapi marah kesiapa, pingin senyum tapi takut dibilang orang gila…
    hah~ eonni lanjut lagi secepatnya…
    aku penasaran pake bgt! ini udah di climax kan? apa bukan? ah… pokoknya ini lagi seru2 nya…
    eon, ini imajinasinya ke potong sama “TBC”…
    lanjut lagi ya eon… ff mu selalu kutunggu #ji’ah 😛 hehe… 😀

  5. Tiikaa berkata:

    aaaaaaaaaaa.. daebakkk eon,,,
    jadi sebenarnya chanyeol itu masih hidup to..
    ishh itu myungsoo jahat banget sih..
    trus skrng knapa kris gak jujur aja tntang kejadian yg sebenarnya,,…

    oke deh eon ,, klanjutnnya aku tunggu ya 🙂

  6. @baltacheakiriwe berkata:

    Aku terdiam, bingung bacanya… Soalnya loncat Part, Ga sempet baca Part 9nya mueheheh (~‾▿‾)~ #tertabok
    Akhirnya abis selesai baca Part 10, balik lagi baca Part 9, dan ngulang baca Part 10, dan akhirnya ga dapet feelnya “…”

    …Qamvret Moment (~‾▿‾)~

    Aku menunggu kelanjutan FF Autumn, Sixth Sense, The House Tree, dan juga The Lord of Legend kak (~‾▿‾)~
    Update cepet oke, Laf ya (~‾▿‾)~

  7. Lia berkata:

    Huaaaa setelah nunggu lama akhirnya ada lanjutannya. Setelah lama g baca ni ff rasanya nyentuh bgt T.T #ngelap ingus. Next partnya jangan lupa Thor….

  8. anasetiandari berkata:

    hahh.. terharu banget bacanya. aku suka banget ff berbau fantasi ma brothership kaya gini ^^
    oh ya thor ff the lord of legend kapan munculnya? sumpa pengen cepet2 tau kelanjutanya nih

  9. MimiJJW berkata:

    Aku gak ngerasain horornya lagi tapi ini galau.
    Smua org punya alasan masing2 atas tindakan yg mrk lakukan? Gak bisa dibilang salah tapi juga gak 100% benar
    jangan2 ntar pas myungsoo muncul ada fakta lain Myungsoo juga punya alasan ngelakuin itu karna pengen menggapai impiannya?

  10. MimiJJW berkata:

    Ini rumit. Horornya aku gak rasain ge’ tp sad n friendshipnya kerasa bgt
    like always
    semua org punya alasan sndri dlm tindakannya gak benar sih tapi gak bisa disalahkan juga.
    ‘darah lebih kental dr air’ aku suka kata itu hehe.
    Apakah nanti Myungsoo juga bkal muncul dgn fakta lain mungkin aja dia tiba2 bilang alasan knf dia nabrak chanyeol
    buat ngeraih mimpinya?
    Ya udah deh aku tunggu aja.
    Dan maaf karna ini telat bgt.

  11. Winterqueen98 berkata:

    Hai Kak, aku suka banget sama cerita ini 😀
    Persahabatannya kerasa banget, jadi inget sama sahabat sendiri haha 😀
    Tapi keseluruhan ini fanfiction bagus dan mengandung arti banget. Aku suka dan jadiin fanfic ini favorit 🙂
    Perhatikan typo ya Kak 🙂
    Pokoknya harus lanjut dan selesein!
    Wajib. Kudu. Harus. 😀

  12. chatty berkata:

    wah ff author oh mija selalu sukses ya buat orang orang kagum dengan gaya bahasa sama jalan ceritanya :))) keren bangt thor!!!! aku merinding bacanya awwwwww
    next chapter selalu di tunggu hehehhehe~~

  13. nia joe or ljoe berkata:

    Mian thor baru comment..
    Hhahahah
    Dan kenapa juga smpai Ṡќяģ blm ªϑa͡ª lanjutannya..?hiksss

    Persahabatan mereka benar2 menyentuh..
    kris mnyesal dan ia juga lumpuh karena pengkhianatannya..
    Benar2 berharap Chanyeol bisa segera sadar..
    Lalu mereka semua bisa menjalin hubungan persahabatan yang erat..
    Dan juga brharap myungsoo bisa dapat hukuman..
    Yaaaaa,,mskipun tak tega..
    Soalnya dia bias ku (っ ‾̣̣̣﹏‾̣̣̣)っ:

    Nexttttt

  14. nayoung berkata:

    huaaaaa. ff ini bner udh bkin tisu aku abis TT knp serumit ini ceritanya? wae ? TT
    MYUNGSOOO. TUNGGU PEMBALASAN KAMI!!

  15. ShinNitaO berkata:

    Hueee sampai terharu sama persahabatan mereka, tapi sebegitu pahithah hidup yang deterima Kris dan Chanyeol. Arghh bener bener keren, nge-feel banget ini ceritanya.

    Dan Baekhyun intu bai banget, udah tau dia lagi sakt tapi nekat pulang demi mau cari Chanyeol. KYAAAA

  16. park dae hye berkata:

    daebakkk
    aku nangis di part ini…
    ini bener2 bukan sekedar ff tpi perlu dibikin film tuh thor…
    jeongmal kamsahamida buat author yg keren ..>.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s