Wings part 1/3

FF

Tittle                   : Wings part 1/3

Author                : Irestu

Cast                     : Kim jongin aka kai (exo)

                               Seulgi aka seulgi (sm rookie)

                               Oh sehun aka sehun (exo)

                               Luhan aka luhan (exo)

Genre                  : Romance, Sad, little comedy

Length                 : 3 chapter

Rating                 : 15

Anyoong J ini ff kedua yang di publish.. makasih sebelumnya untuk adminnya yang udah mau ngepublishin ff ini. Maaf kalau ada typo atau memang ceritanya aneh bin absurd, namanya juga masih belajar. Mohon juga commentnya yaa HAPPY READING!

Semuanya gelap. Aku tak tahu apa yang ada di sekitarku. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku. Aku tak tahu dunia macam apa ini. Semuanya begitu asing bagiku. Suasana, keadaan, orang-orang, bahkan namaku sendiri  semuanya terasa aneh di otakku.

“kai-ah” seorang namja putih pucat berlari-lari kecil menuju namja lain yang berdiri di depan rumahnya. Dia duduk di atas ayunan sambil melamun. Bahkan ada yang memanggilnya saja dia tak menyadarinya “yak!” sentak namja itu

Kai langsung mengerjapkan matanya beberapa kali. Sentakan namja itu berhasil menariknya kembali ke dunia nyata “oh sehunah wae?” tanya kai polos

Dengan kening berlipat ganda sehun ikut duduk di samping kai “aku sudah memanggilmu berkali-kali” sungutnya “kau melamun ya?”

“ah ani.. aku hanya menikmati angin” jawab kai tersenyum. Di pandanginya sehun dengan lembut. Namja itu, tingkahnya benar-benar seperti anak kecil. Tubuhnya tinggi melebihi dirinya tapi penuh dengan aegyo. Belum lagi kulitnya yang sangat putih bagaikan mayat, membuat kai yang berkulit agak gelap terlihat layaknya kopi susu jika bersebelahan dengan sehun.

“apa kau mengingat sesuatu?” tanya sehun. Ia membalas pandangan kai khawatir. Perban yang bertengger di kepala kai masih terlihat baru. Dia benar-benar masih mengingat kejadian seminggu lalu yang membuatnya masih berjengit ngeri bahkan sampai sekarang.

Flashback on

“hyung pokoknya kau harus membelikanku bubble tea kalau kau kalah” tutur sehun sambil mengepalkan tangannya di belakang kepala. Sehun dan luhan sedang merasa sangat bosan hari ini. Salju turun dengan deras membuat mereka tak bisa bermain bola di luar seperti yang biasa mereka lakukan. Jadilah mereka hanya bisa bermain gunting kertas batu dengan beberapa pinalti bagi yang kalah

Luhan melihat dongsaengnya itu dengan serius. Lalu melirik bagian belakang sehun yang ternyata adalah cermin. Pantulan tangan sehun yang mengepal langsung terlihat dengan jelas oleh luhan “lalu kalau aku yang menang berarti kau yang harus membelikanku bubble tea ya” seringa luhan

Dengan wajah serius sehun mengangguk. Dia sudah siap mengeluarkan kepalan tangannya dengan keyakinan penuh untuk menang “kali ini aku akan menang” sungutnya

“kaibaibung!!”

“yeeeeeeheee” seru luhan setelah mengeluarkan kelima jarnya terbuka, sebuah kertas yang dapat langsung mengalahkan sehun yang mengeluakan batu

“aish.. kenapa aku bisa kalah terus” rutuk sehun kesal. Sudah kelima kalinya dia kalah bermain kaibaibung dengan luhan

“karena kau sangat payah dalam permainan ini” tutur luhan bahagia.

“ani.. aku sering menang jika bermain dengan teman-temanku yang lain” ujar sehun tak mau kalah

“aigoo.. arraseo” luhan mengacak rambut dongsaengnya itu gemas. Umur mereka bertaut empat tahun. Dan sehunpun sudah lulus sma setahun yang lalu. Tapi terkadang kelakuannya masih seperti anak-anak. Yaa namanya juga anak bungsu selalu mendapatkan banyak perhatian jadi seperti inilah jadinya

“tapi kau tetap harus membelikanku bubble tea” seru luhan tak melupakan pinalti untuk sehun. Ia bertepuk tangan kegirangan karena akhirnya akan mendapatkan minuman kesukaannya itu

“ah hyuuung tapi di luar dingin!” rengek sehun

Luhan menggerak-gerakkan jarinya kekiri dan kekanan “nonono, kau harus melakukan pinaltimu” tuturnya “palli!!”

“arraseo” sungut sehun “tapi hyung harus menemaniku”

“aniyo shireo” tutur luhan menggeleng

“ah hyuuung” sehun langsung bergelayutan di tangan luhan yang tubuhnya lebih pendek darinya itu “nanti kalau di luar ada orang jahat bagaimana?” tanya sehun

“tidak akan ada orang jahat di luar. Jika ada orang yang keluar di hari bersalju seperti ini berarti dia orang gila”

“ah ia bagaimana jika di luar ada orang gila?” tanya sehun lagi

“tidak akan ada orang gila yang bertemu denganmu” geleng luhan teguh dengan pendiriannya

“wae?”

“karena kau orang gilanya! Kau kan yang akan keluar untuk membeli bubble tea di hari bersalju ini” kekeh luhan

“ah hyuuung”

“palli!!” seru luhan tak mau tahu

Sehunpun berdiri. Dengan bibirnya yang maju beberapa senti ia mengambil jaketnya topinya dan juga sarung tangannya. Segera ia pakai semua atribut itu dan bergegas memakai sepatu bootnya “aku akan segera kembali” tuturnya cepat

“ya! Kau marah?” tanya luhan tersenyum. Sikap ngambek yang dikeluarkan sehun benar-benar selalu membuatnya terkekeh

“hyung bagaimana kalau di luar ada hantu?” kini sehun mengeluarkan alasan terakhirnya. Ia tak tahu lagi bagaimana caranya agar luhan mau mengantarnya. Bukan, dia bukannya takut. Hanya saja keluar di hari dingin seperti ini sendirian sangatlah dibencinya

Luhan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“arraseo, aku berangkat” tuturnya membuka pintu dan dengan cepat langsung menutupnya kembali. Dan saat ia berbalik dia langsung tertegun. Bahkan bola matanya saja hampir keluar

“HYUUUUUNG!!! ADA ORANG GILAAA!!!” jerinya keras

“TIDAK ADA!” herit luhan juga dari dalam

“HYUUUUUUUNG!!! ADA HANTUU!!” jerit sehun lagi

“aishh.. kan sudah kubilang tidak ada yang namanya han…..tu” kata-kata luhan tersendat saat membuka pintu dan melihat apa yang sehun lihat.

Di depan rumah mereka ada seorang namja yang terduduk di atas es yang dingin. Tubuhnya merah penuh darah, bahkan wajahnya juga. Pakaiannya robek di sana-sini, benar-benar membuatnya seperti zombie

Dengan cepat sehun langsung bersembunyi di balik tubuh luhan yang kecil “hyung siapa dia?”

“chogi.. chogiyo” panggil luhan pada namja tersebut. Namun tidak ada respon apapun. Akhirnya luhan memberanikan diri untuk mendekati namja itu dengan sehun yang membuntutinya sambil memegangi lengannya dengan erat

“hyung hati-hati, mungkin dia orang gila” tutur sehun

Luhan tak menggubris perkataan dongsaengnya itu. Ia berjongkok di samping namja itu. Dan langsung menyadari bahwa namja itu tengah sekarat. Luka di kepalanya cukup parah sehingga darahnya mengalir hingga ke wajah. Namun karena suhu di luar sangatlah dingin membuat darahnya mongering begitu saja di wajahnya

“sehunah cepat keluarkan ponselmu! Panggil ambulan sekarang juga!”

^_^

Wajah tampan sehun dan luhan sama-sama dirayapi ketegangan. Mereka terduduk di depan ruang ugd yang tiba-tiba saja menjadi sangat ramai setelah mereka sampai di sana. Bahkan dokter saja langsung membelalakkan matanya setelah melihat keadaan namja itu. Bukan hanya lukanya, tapi dia juga terlkena hiportemia karena terlalu lama berada di luar dengan suhu yang sangat rendah.

“hyung, apa menurutmu dia akan selamat?” tanya sehun perlahan di pandanginya luhan yang juga sama-sama terlihat was-was

“semoga saja” jawab lihan “ani, dia harus selamat”

“bagaimana kita mengatakan hal ini pada oemma?” tanya sehun, dia hampir saja lupa kalau oemma dan appanya sebentar lagi akan pulang dari restoran ayam kecil-kecilan mereka ke rumah dan mendapatkan mereka berdua tidak ada di rumah.

“berbohong tidak akan menyelesaikan apapun sehunie, sebaiknya kita katakana saja apa yang sebenarnya”

“baiklah kalau begitu aku akan menceritakan semuanya dari awal. Dari mulai aku dan hyung bermain kaibaibung dan aku kalah terus lalu akhirnya aku harus membeli bubble tae hingga akhirnya aku menemukan orang itu” tutur sehun

Luhan hanya bisa memandangi sehun dengan hopeless. Memang dongsaengnya itu terkadang kelewat polos di umurnya yang sudah Sembilan belas itu.

Tapi tiba-tiba saja ruang ugd terbuka. Keluarlah dua orang dokter yang menangani namja itu sambil membuka masker mereka.

“dokter, bagaimana keadaannya?” tanya luhan langsung berdiri dari duduknya

“apa kalian keluarganya?”

“ah ani.. kamu yang menemukannya. Dia terkapar di depan rumah kami” jelas luhan

“oh baiklah, lukanya sangat parah. Sepertinya dia mengalami sebuah kecelakaan besar. Untunglah dia masih bisa selamat dan sudah melewati masa kritisnya”

“lalu apa dia sudah bisa di ketahui indentitasnya?” tanya luhan lagi

“untuk saat ini dia belum sadarkan diri” tutur dokter itu “dan dilihat dari luka di kepalanya.. ada kemungkinan besar sesuatu akan terjadi dengan otaknya. Munkin gagar otak atau bisa saja hilang ingatan”

“apa? Hyung jika dia hilang ingatan bagaimana kita tahu siapa dia sebenarnya?” tanya sehun kaget

“kami harap kalian bisa menjaganya dengan baik” tutur dokter itu “jangan khawatir kami akan memindahkannya ke ruang inap sebentar lagi” lalu dokter itupun pergi meninggalkan sehun dan luhan yang masih terkena shock

“hyung, ottokhae?” tanya sehun “kita tidak mungkin harus membiayainya di sini. Kita tidak punya banyak uang hyung”

Luhan masih terdiam. Tapi pada akhirnya dia menoleh pada sehun “pertama-tama kita katakana dulu yang sebenarnya pada oemma dan appa”

^_^

Seorang yeoja paruh baya memandangi dua namja yang tengah tertunduk lesu di depannya. Perlahan kedua tangan halusnya memegang dagu dua namja itu, membuat kepala mereka memandang lurus padanya “luhanie sehunie.. oemma tahu kalian berbuat kebaikan. Kalian sudah menyelamatkan nyawa orang” senyum oemma sehun dan luhan “jangan takut seperti itu, oemma tak akan memarahi kalian”

Sehun dan luhan langsung tersenyum “jinjja oemma? Oemma tidak marah?” tanya sehun ceria kembali, nyonya oh pun mengangguk

“tapi oemma, dengan begitu dia akan menjadi tanggung jawab kita. Bagaimana bisa kita membiayainya berobat sebegitu banyaknya?” tanya luhan

Nyonya oh mencuri pandang pada tuan oh yang juga tengah memperhatikan mereka “tenang saja, kita akan mencari jalan keluarnya nanti” nyonya oh menenangkan anak sulungnya itu

“tenang saja oemma, aku berjanji akan membantu oemma mencari biayanya” serius luhan

“nado oemma, aku juga akan membantu oemma” sehun tak mau kalah

“gomawo karena kalian sudah menjadi anak oemma yang paling bisa diandalkan dan dibanggakan”

^_^

Langkah empat orang itu langsung memburu masuk kedalam ruang rawat setelah mendapat kabar bahwa namja itu sudah siuman. Mereka benar-benar khawatir dan juga penasaran dengan keadaan namaj itu.

Setelah masuk mereka langsung menemukan namja itu membuka matanya. Namuan badannya tidak bergerak. Selang-selang masih banyak menempeli tubuhnya. Kepalanya di bungkus dengan perban yang tebal.

“chogiyo” tutur luhan perlahan mendekati namja itu sehingga membuat namaj itu melirik kearah suara

“bagaimana keadaanmu?” tanya luhan lagi

“kalian siapa?” tanya namja itu polos. Setelah wajahnya bersih dari darah ternyata dia cukup tampan. Kulitnya yang agak gelap membuatnya terlihat cool

“ah kami.. kau terdampar di depan rumah kami. Kami yang membawamu ke sini” jelas luhan

“dimana ini? apa yang terjadi padaku?” tanya namja itu “tunggu.. siapa aku?”

Flashback off

^_^

“adeul!” seru nyonya jung memanggil dua namja yang kini masih berada di atas ayunan bersama “ayo masuk oemma sudah memasak untuk kalian”

Sehun langsung mengangguk pada kai untuk mengikutinya. Dengan ekspresi datar kaipun mengikuti sehun masuk ke dalam rumah sederhana itu. Di meja makan duduk tuan jung dan nyonya jung di setiap ujungnya. Sedang di depannya ada luhan yang dengan senyuman manisnya makan sambil berbincang hangat dengan appanya mengenai pekerjaannya sekarang.

Sedangkan sehun duduk denagn tenang di samping kai. Ia makan dengan berisik sehingga membuat oemmanya harus mengingatkannya untuk makan dengan hati-hati.

“kai-yah” panggi nyonya jung dengan lembut. Kaipun menoleh “wae? Kenapa kau tidak makan? Apa kau tidak berselera?” tanya nyonya jung

“aniyo” geleng kai

“lalu kenapa? Apa ada yang sakit?” tanya luhan khawatir

“aniyo” geleng kai lagi

“hoksi.. apa kau tidak nyaman bersama kami?” tanya nyonya jung tiba-tiba

Mata kai membulat kaget mendengar pertanyaan itu. Dia terlalu bingung untuk membuka dirinya di dunia yang benar-benat tidak ia kenal ini. Walaupun ia masih bisa mengingat bahwa dia itu manusia bisa makan bisa berjalan dan juga berbicara tapi tetap saja keadaan yang ia rasakan saat ini terasa asing baginya “tentu saja tidak nyonya jung” geleng kai “aku senang berada di sini, kalian yang pertama kali kulihat saat aku pertama kali membuka mataku. Dan yang aku kenal sekarang ini hanyalah kelian, keluarga yang sangat baik padaku dan mau merelakan waktu kalian untuk mengurusku menampungku disini” tutur kai

“uaaah” tiba-tiba saja sehun bertepuk tangan “ini pertama kalinya aku mendengarmu berbicara sepanjang ini sejak pertama kali aku menemukanmu”

Keluarga jungpun terkekeh. Kai hanya tertunduk malu, ia sendiri tak tahu harus bereaksi seperti apa dihadapan keluarga ini. Ia benar-benar berterimakasih, tapi dia juga tak bisa berlama-lama lupa ingatan dan menyusahkan keluarga ini.

“kai-yah, tidak bisakah kau bersikap seperti keluarga kami? Kami sudah menganggapmu sebagai keluarga kami sendiri. Aku sudah menganggapmu sebagai dongsaengku sendiri” tutur luhan tersenyum, memancarkan sparkling di matanya yang indah

Melihat itu kai langsung tersenyum, senyum yang baru kali ini ia perlihatkan pada mereka. Senyum nyata yang sebenarnya ia miliki sejak dulu. Senyum yang sudah membuat seorang yeoja tak bisa lepas darinya.

“ghamsahamida hyung” jawab kai

“dan kalau bisa, jangan panggil aku nyonya jung lagi” tutur nyonya jung “aku seperti sedang dipanggil oleh pembeli di restoran jika kau memanggilku seperti itu” kekeh nyonya jung “panggil aku oemma”

“keundae..” tutur kai

“sudahlah, panggil saja oemma dan appa. Kau sudah kami anggap anak kami sendiri” kini tuan jung yang memang tidak banyak berbicara itu akhirnya mengeluarkan suaranya.

Dalam hati kai bersyukur karena telah mendapatkan keluarga baru yang sangat baik. Appa yang pendiam tapi sangat bijaksana, oemma yang penyayang dan juga berhati lembut, hyung yang sangat penyayang dan juga baik, dan saudara yang sangat bersahabat dengannya selalu berusaha membukanya dan menariknya dari kesendiriannya.

^_^

Matahari menyinari matanya yang masih tertutup. Perlahan ia mengerjap-ngerjapkan matanya itu berusaha untuk membukanya dan menyesuaikan matanya dengan cahaya yang terang itu.

Dengan mata yang masih setengah tertutup kai merayapkan tangannya meraih jam kecil yang ada di meja kecil di samping ranjangnya dan sehun. 07.30 tertera di jam tersebut. Perlahan iapun mendudukan dirinya, di sampingnya kosong. Tempat yang biasa dipakai sehun untuk tidur kosong.

Kaipun keluar dari kamar. Namun ia tak menemukan siapapun di sana. Di dapur juga kosong. Tapi matanya menangkap sesuatu yang menempel di kulkas. Sebuah note

‘kai-yah kau sudah bangun? Aku dan hyung membantu oemma dan appa di restoran. Jika kau ingin makan oemma sudah memasakkan makanan enak untukmu di lemari anyoong salam dari kiyoupta sehun’

Membaca itu senyum kecil langsung tersungging di bibir kai. Sehun memang setahunya seumuran dengannya tapi kelakuannya benar-benar seperti anak kecil.

Ia membuka lemari makan dan menemukan beberapa makanan yang hanya dengan melihatnya saja langsung membuat perutnya meraung-raung. Dengan cepat ia memakan makanan itu.

Setelah penuh perutnya, yang kai lakukan hanya berdiam diri. Rumah ini menjadi sangat sepi jika tidak ada sehun yang kerjanya merengek pada luhan dan juga tawa mereka jika sedang bermain kaibaibung berdua.

Melihat pemikirannya ini, mungkin memang sudah saatnya ia membuka dirinya pada mereka. Bagaimanapun juga mereka sudah memberikan yang terbaik untuknya yang jelas-jelas bukan siapa-siapa disini. Mungkin dengan cara ini ia akan mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya.

^_^

“omonaaa.. kenapa kau semakin tampan saja luhanie?” ujar seorang pebeli sambil terus memandangi luhan

Luhan tersenyum “ghamsahamida ahjumma, keundae apa yang akan anda pesan?”

“aigoo kiyoupta!! Bagaimana bisa kau sangat imut diumurmu yang sudah 19 tahun? Ujar suara pembeli lagi di ujung ruangan, yeoja itu mencubiti pipi sehun dengan gemas

“ah ahjumma appo” rengek sehun

“haha mianhae, aku tak bisa menahan diriku jika sudah melihatmu” kekeh yeoja itu “aku senang jika makan disini, karena dilayani dua namja tampan sepertimu dan hyungmu”

Dengan sedikit terburu sehun langsung membawa buku kecil yang bertuliskan pesanan mereka ke dapur. Di sana sudah ada luhan yang juga sedang memberikan pesanan dari pelanggan

Melihat sehun yang datang sambil bersungut-sungut dan lengannya mengusap pipinya luhan langsung terkekeh “dicubiti lagi?”

Sehun mengangguk “ahjumma itu benar-benar. Aku bahkan dipaksa datang ke rumahnya untuk dikenalkan kepada saudara perempuannya”

“haha sabarlah. Ini semua demi oemma dan appa. Dengan adanya kita disini pelanggan jadi lebih banyak kan” senyum luhan

“aaaaaaa!!!”

Sehun dan luhan langsung berburu keluar dari dapur untuk melihat keadaan di luar setelah mendengar suara jeritan para pelanggan. Namun saat luhan dan sehun melihatnya, mereka juga sama tidak percayanya

“kai-yah apa yang kau lakukan disini?” tanya sehun kaget

“apa aku dilarang datang ke sini?” tanya kai polos

Luhan menggeleng “ani.. keundae, apa yang kau lakukan disini?”

“aku ingin membantu juga seperti kalian” tutur kai

“mwo? Andwee” geleng sehun dan luhan

“waeyo?” tanya kai

“kau kan masih sakit. Sebaiknya kau diam di rumah saja” jelas luhan

“tapi di rumah sepi jika tidak ada kalian. Kalian bilang kan aku bagian dari keluarga, kalau begitu aku juga akan ikut membantu usaha keluarga. Aku juga ingin membantu appa dan oemma” tutur kai, ia tersenyum. Membuat sehun dan luhan tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka berdua tak menyangka jika kai akan cepat berubah seperti ini.

Selama satu minggu sejak pertemuan mereka yang mengerikan, yang kai lakukan hanyalah merenung. Terutama setelah ia tahu bahwa dia hilang ingatan. Ia berusaha dengan kuat untuk mengingat semuanya, namun hasilnya nihil. Jadilah ia hanya bisa melamun dan merenung sendiri. hanya sedikit kata-kata yang keluar dari bibirnya. Namun sekarang ia berbicara dengan kadar yang cukup banyak, bahkan dia tersenyum

^_^

Dengan sigap sehun membawa nampan berisikan beberapa gelas dan mangkuk yang sudah kosong. Dilapnya peluh yang bercucuran di keningnya. Sudah sekitar lima jam ia membantu dan pelangganpun belum berkurang sedikitpun.

Di perjalanannya menuju dapur sehun menemukan hyungnya tengah terdiam di meja keci. Senyumnya tersungging kecil di bibir kecilnya.

“hyung wae?” tanya sehun ia mendekati luhan

Luhan menunjuk kearah seseorang yang sedang sibuk kesana-kemari mengambil pesanan dengan senyum di wajahnya “dia kerjanya bagus juga”

Sehun ikut melihat kearah yang luhan tunjuk “kai? Ah ia dari tadi juga dia membantuku mengambil pesanan. Dan berkat dia juga para ahjumma jadi mulai meninggalkanku. Mereka terus saja memanggil nama kai”

“dia juga terlihat bahagia, aku belum pernah melihatnya tersenyum selama itu semenjak bertemu dengannya” tutur luhan lagi

“entahlah hyung, tapi aku suka kai yang seperti ini” sehun ikut tersenyum

^_^

Suasana makan mala mini terasa berbeda. Terasa lebih hangat, ramai penuh dengan celotehan dari seorang namja yang belum pernah seperti ini sebelumnya.

“jadi kau menikmati pekerjaanmu membantu di restoran?” tanya nyonya pada kai yang sedari tadi berceloteh tentang kejadian-kejadian yang terjadi saat ia membantu di restoran

Kai mengangguk mantap “cuaeyo oemma”

Nyonya jung tersenyum “walaupun oemma tak tahu bagaimana kamu sebenarnya, tapi oemma suka saat kau seperti ini”

“nado” tutur luhan “aku senang saat melihatmu mempunyai semangat seperti ini, sebagai namja kau memang seharusnya seperti ini”

“keundae..” tutur sehun “aku hanya penasaran, kau dapat wangsit dari mana sehingga kau bisa berubah sebegini cepatnya?”

Kai tersenyum mendengar perkataan sehun “dari pesanmu yang kau temple di kulkas”

“benarkan! Hyung kataku juga mengatakan bahwa surat itu dari aku yang imut itu tidaklah salah. Kau malah melarangku melakukannya lagi” seru sehun merasa menang pada luhan

“arraseo arraseo” angguk lihan terkekeh

“hyung oemma appa bolehkah aku membantu lagi besok?” tanya kai tulus

“tentu saja, kau boleh membantu kapanpun kau mau kai” jawab nyonya jung

^_^

Semakin hari kemahirannya dalam menangani pembeli semakin bertambah. Ia bahkan sudah bisa membawa mangkuk empat sekaligus. Ya semuanya diajarkan oleh sehun yang memang sudah sangat mahir membawa hal seperti itu.

Mungkin karena hari ini adalah hari kerja. Pada jam sepuluh seperti ini restoran terlihat sepi. Kai menuju bangku dimana luhan dan sehun duduk dengan santainya.

“hyung sehunie” panggil kai lalu ikut duduk di samping mereka

“oe kai-yah, apa kau lelah?” tanya luhan

“aniyo hyung” geleng kai bersemangat “sayang sekali hari ini sedikit sepi”

“ah untukku sih sedikit bersyukur, karena denga begini bengkak di pipiku tidak akan bertambah banyak” sehun mengelus pipinya yang lagu-lagi dan lagi di cubiti para pembeli setianya itu

“haha makanya kau jangan terus menumbuhkan keimutan di wajahmu” tutur kai “bukankah kau dan aku seumuran? Tapi kenapa kau seperti abak kecil?”

“aish.. bilang saja jika kau iri pada keimutan dan ketampananku” seru sehun membuat luhan dan kai langsung tertawa

Dari tempat mereka duduk mereka dapat melihat para pelanggan yang sedang makan dengan jelasnya. Itulah mengapa mereka senang berkumpul di sana, jadi jika ada pelanggan baru mereka akan langsung tahu.

“oe? Ada satu pelanggan yang belum memesan” tutur kai

“nugu?” tanya sehun

“itu, yeoja yang itu yang duduk di pojok” tunjuk kai

Kening sehun dan luhan berkerut “yang mana? Ahjumma itu?”

“aniyo..” geleng kai “yang itu” kai terus saja menunjuk seorang yeoja yang dilihatnya, dia bingung bagaimana bisa sehun dan luhan tak bisa melihat yeoja itu padahal jelas-jelas ia tidak terhalangi apapun

Luhan menggeleng “aku tidak melihat siapapun”

“nado” sehun menggeleng, ia melirik kearah kai “kai-yah, aku tahu kau hilang ingatan. Tapi bisakah kau tidak gila juga?”

“lalu siapa itu?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8 thoughts on “Wings part 1/3

  1. BabyMaknae berkata:

    KerEnnnnn🙂 itu siapa ? Jawabannya itu sesuatu yang hanya beberapa orang yang bisa melihatnya,syetan mungkin ???/plakkk/ /ngaur/
    Ok thor over all,,typonya agak banyak ne,tapi ini keren + daebakk..
    +
    +
    +
    +
    Sehunnya juga disini lucu ,imut jadinyanya
    Keep writing ne thor😀
    Lanjutnya jangan lama lama ne ^^

  2. nur utami s berkata:

    huaaaaaaa ini kewren bgt!!!! Helawwww ditunggu chapter selanjutnya! Ini penasaran bgt! Hey hey hey segera buat yaaaaa! Ga sabar neh, huhah huhah 😦

  3. Nur Utami S. (@utamiNS) berkata:

    duh ini sih bikin penasaran banget. kebayang bayang ekspresi sehun =)))) ayo dong cepet lanjutin. ga sabar huhah huhah huhah, cewe itu siapa cobaaaa?? cantik gaaa? masih sekolah? ada kaitannya sama dia ga? ko yang lain pada gatau sih. wah dia hantu kali ya, atau luhan sama sehunnya yang…… ah ayo dong lanjutin qaqaaa :((

  4. Dini berkata:

    Keren unnie ^^ ada apa dengan kai ? wanita itu apa seulgie ? tapi kenapa ga bisa dilihat sama luhan sehun ? apa ini jenis ff fantasy ? atau horor ? atau aku terlalu banyak tanya ? *aish.,abaikan kkkk
    Penasaran bgt deh … next ya thor🙂 keep writing ^_^9

  5. tami berkata:

    bagus ceritanya, bikin penasaran :)))) publish yang chapter 2 sama 3 nya dong, pengen tau gimana kelanjutannya :)) btw, itu cewe siapa ya…….. ko yang lain pada gatau? .____. aaaaaaaaaaah ditunggu pokonya deh :)))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s