The Chair

971478_162754963914958_1106985814_a

The Chair

ONE SHOOT

Main Cast          : Lee Rae Ri, Kim Jong In

Other Cast        : Kris Wu

Genre               : Romance

Author              : krisbeibe

 

FF ini murni hasil kerja otak aku J jadi maaf kalau ada kesamaan cerita itu semua ketidak sengajaan

Happy Reading

 

– Tempat dimana kita bertemu,tempat dimana kita berbagi cerita, dan ia adalah saksi cinta kita-

 

“rae ri a,aku ingin semua ini berakhir sampai disini”

“ne? Oppa,apa yang barusan kau katakan? Oppa…”

“mianhaeyo rae ri a,aku merasa tidak ada lagi yang perlu dipertahankan lagi diantara kita”

Lalu namja jangkung itu pun meninggalkan yeoja itu sendiri…

“oppa…. kris oppa”

‘aku mohon jelaskan padaku kenapa kita harus berakhir seperti ini’ batin rae ri

 

Rae Ri POV

 

Aku berjalan tanpa tujuan yang jelas,hingga akhirnya aku terduduk disebuah kursi disebuah taman yang biasa aku kunjungi jika kris sedang sibuk. Air mata yang kutahan, kini keluar seperti sungai yang mengalir dan air mata ini tak henti-hentinya mengalir.

“oppa….”

—-

 

Author POV

 

Tiba-tiba datang seorang namja berkulit hitam mendekati kursi yang kini diduduki rae ri.

”em… chogiyo… bolehkan aku duduk disini?” tanya pada rae ri

“ne?” ucap rae ri sambil mengusap pipinya

Tanpa izin rae ri namja berkulit hitam itu pun duduk di sebelah rae ri.

Mereka kini terdiam untuk cukup lama, desiran angin membuat daun maple kini berguguran.

Hingga saat itu namja itu pun memulai percakapan.

“Aku sedang patah hati…. jika aku patah hati aku akan duduk disini.” Ucap namja itu tanpa menoleh ke arah rae ri, seketika ucapannya membuat rae ri pun mengenyritkan keningnya.

‘kenapa ia mengatakan padaku?’ batin rae ri

“kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mengatakannya padamu kan? Hahaha aku tidak tau kenapa aku mengatakan pada mu” ucap namja itu, seolah-olah dapat membaca pikiran rae ri kini.

“aku sedang patah hati… huft.. karena yeoja yang kusuka juga sedang patah hati…” ucapnya sambil memegang dadanya kini..

‘ah… namja aneh’ gumam rae ri

“keunde sepertinya kau tadi menangis, hogsi kau juga sedang patah hati?” tanya namja itu pada rae ri

‘Heh! Buat apa aku mengatakannya padamu’ batin rae ri

“Sudahlah kita terbuka saja eoh? Bagaimana kalau kita memulai menjadi teman saja? Eoh chingu hajana… ok? Oh iya nae ireumi Jong In, Kim Jong In, panggil aku Kai saja.”

“Mwo?” jawab rae ri binggung setelah dicecar oleh perkataan kai tadi

“urineun chingu hajana,deo ireumi mwo ya?” tanya kai

“naneun Rae Ri,Lee Rae Ri”  rae ri ragu

“Ok!! Kita sekarang berteman… hahahahaha. Nah karena kita sudah berteman bagaimana kalau kamu menceritakan masalah mu??” tanya kai

“itu…… bukan urusanmu” ucap rae ri ketus

“yaa….. kita kan sudah berteman. Ceritakan lah padaku” bujuk kai dengan aegyo-nya

‘heh! Kau kira aku akan luluh pada aegyo mu? Tidak akan’ batin rae ri

“sepertinya kau tidak bakal luluh pada aegyoku” ucap kai

‘apa ini! Apa dia dapat membaca pikiran ku?’ tanya rae ri padanya sendiri

Kai yang mempunyai sifat patang menyerah pun terus mencoba membujuk rae ri agar yeoja itu menceritakan masalahnya, tapi nyatanya ada sebuah tembok yang tak bakal diruntuhkan oleh kai begitu saja.

“heh! Ya sudah jika kau sedang sedih datang saja kesini,aku akan datang menghiburmu, cukup menyebut namaku 3x. Ok?”

“Ya! Kau kira kau jin? Apa menyebut namamu 3x heh! Dasar gila” jawab rae ri ketus

“Woahh…. akhirnya kau berbicara banyak… dari tadi kau hanya diam” ucap kai dengan nada senang 😀

“Aissh,jincha!” gumam rae ri lalu membuang wajahnya kearah lain

“yaksokhe kau akan kesini jika kau sedang sedih?” ucap kai sambil mengangkai kelingking kanannya

“ne?” tanya raeri heran

“ok! Kita sudah berjanji ya” kata kai sambil menautkan kelingking kanannya dengan kelingking kiri rae ri.

“em…”

 

-Tempat dimana kedua insan itu bertemu kembali-

 

Author POV

Cahaya matahari memasuki kamar yeoja cantik yang sedang terlelap, dari celah-celah gorden kamarnya, bagaikan alarm yang berbunyi cahaya matahari itu mengisyaratkan agar yeoja cantik itu untuk bangun.

 

Rae Ri POV

Aku terbangun dari mimpi burukku!

Putus dari pacarku, Kris. Bertemu namja aneh, Kai. Tapi, kenapa begitu nyata?

Dan apa ini? Tisu disekitar lantai kamarku?? Apa aku benar-benar putus dengan kris?

 

-Flashback-

“rae ri a,aku ingin semua ini berakhir sampai disini”

“ne? Oppa,apa yang barusan kau katakan? Oppa…”

“mianhaeyo rae ri a,aku merasak tidak ada yang perlu dipertahankan lagi diantara kita”

Lalu namja jangkung itu pun meninggalkan yeoja itu sendiri…

“oppa…. kris oppa”

 

Tanpaku sadari air mataku pun keluar dan terus mengalir kembali.

-Beberapa menit kemudian-

 

Flashback-

“heh! Ya sudah jika kau sedang sedih datang saja kesini,aku akan datang menghiburmu, cukup menyebut namaku 3x. Ok?”

 

Author POV

Ia pun segera bersiap untuk menuju kursi taman dimana ia ketemu Kai. Ia terduduk, menoleh ke arah kanan dan ke kiri mencari sosok yang ia temui.

‘kenapa ia tidak ada? Apa aku harus mencoba memanggilnya?’

“kai-ssi…. kai-ssi…. kai-ssi” panggil rae ri ragu.

“Eoh ? rae ri a?” panggil kai dari kejauhan. Kai pun segera berlari menuju kursi yang diduduki Rae ri.

“Kau kenapa? Lihat matamu bengkak seperti itu?” tanya kai khawatir

“Apa kau menagis sepanjang malam? Aishh… jincha namja itu auhhh!!!” sambung kai lalu memegang pipi Rae Ri.

“em… chogi… kai-ssi” panggil rae ri

“ne?” jawab kai dengan tangan yang masih berada dipipi rae ri.

“ige.. (ini)” ucap raeri sambil melirik kearah tangan kai

“eoh?? Mianhae yo….” ucap kai sedikit salah tingkah.

“Sebenarnya aku kemarin baru putus dari pacarku,aku rasa sekarang aku akan melupakannya” ucap raeri tenang

“betul! Kamu harus move on rae ri a” ucap kai memberi semangat pada raeri

“keundae… apa kau benaran jin?” tanya raeri

“mwo?” tanya kai binggung

“tadi aku menyebut namamu 3x lalu kau muncul disini”

“bwahahahahahahaha…..” tawa kai pun pecah

“ya! Kemarin aku hanya bercanda agar kau tersenyum, eh tapi kamu kemarin malah bilang aku gila. Sekarang kamu malah menanyakan apa aku benaran jin? Hahahahaahahahaha….” ucap kai sambil tertawa

“aku tadi hanya jalan-jalan disini bersama anjing-anjingku.” Sambung kai

“dde? Anjing-anjing mu? Tapi, sekarang dimana anjing-anjingmu?” tanya raeri

“tadi didepan taman aku ketemu hyung ku, ia bilang ia akan membawa anjing-anjing ku berjalan-jalan” jelas kai

“kau punya hyung?” tanya rae ri lagi

“iya, namanya Taemin, Kim Taemin. Oh iya satu lagi ia sudah punya yeoja chingu” kata kai

“Ya! Siapa akan yang mengincar hyungmu???” jawab raeri kesal

Dan kai hanya senyum-senyum dengan penuh arti.

 

Tanpa raeri sadari tembok antara ia dan kai kini mulai perlahan runtuh. Di kursi itu bukan lagi sebagai tempat mereka bersedih, melainkan….

-Tempat dimana mereka berbagi cerita-

 

 

Rae Ri POV

Aku kini berjalan menelusuri taman ini ‘lagi’, aku telah berkeliling sebanyak 3x karena bosan menuggu Kai yang saat ini belum muncul. Kami berjanji akan bertemu disini, tepatnya dikursi disaat kami pertama bertemu.. ku coba menyebut namanya tapi, berkali-kali aku memanggilnya ia tak muncul-muncul.

“huft… kurasa ia memang bukan jin, seharusnya aku meminta no ponselnya” gumamku

 

Author POV

Tiba-tiba datang seorang namja jangkung menghampri rae ri yang sedang asik berjongkok ditepi jalan setapak dengan daun maple masih mendominasi disekitarnya.

“Rae ri-a…” panggil namja jangkung itu

‘Apa itu kai? Tapi, kenapa suaranya berbeda?’ batin rae ri

Ia pun mendongkakan kepalanya keatas, ia lihat ternyata Kris, mantan namja chingunya.

“oppa…” ucap rae ri, ia pun berdiri menghadap kearah Kris

“rae ri-a… bogoshipeo..” ucap kris lalu memeluk rae ri dengan erat.

“oppa…” ucap rae ri yang kehabisan kata-kata

“rae ri-a, mari kita mulai dari awal lagi eotte? Aku ternyata tidak dapat bertahan tanpamu disisiku” ucap kris, lalu melepaskan pelukannya

“ne?” ucap rae ri dengan beribu-ribu pertanyaan di pikirannya, ia pun hanya berdiri diam mematung tanpa menjawab pernyataan kris tadi.

“bagaimana rae ri-a? Kau mau kan?” tanya kris yakin

Dari kejauhan, kai yang sedang menyaksikan layar lebar kris dan rae ri pun segera berlari menuju mereka.

‘aku tak mau kehilangannya lagi!’ batin kai

“lepaskan tanganmu dari tangannya” perintah kai tegas

“ddo duguya?” tanya kris

“aku… namja chingu nya!” ucap kai tegas lalu menarik tangan rae ri lalu membawanya kekursi tempat janjian mereka.

Setelah tiba, mereka hanya terdiam dan masih asik dengan pikiran mereka masing-masing.

“chogi…” ucap mereka bersamaan

“kau duluan saja ….” ucap kai mempersilahkan rae ri berbicara duluan

“gomawoyo” ucap rae ri singkat

“buat apa?” tanya kai pura-pura bodoh

“yang tadi…” jawab rae ri

“ah! Iya, sama-sama”

“lalu apa yang mau kau katakan padaku?” tanya rae ri sedikit penasaran.

“Apa kau masih belum bisa tidak mengingatku?” tanya kai pada rae ri

Rae ri pun seketika mengernyitkan keningnya

“Ya! Kau pikir aku amnesia atau apa hah!” ucap rae ri kesal

“nama mu kai, kau anak bungsu dari keluarga kim, hyung mu bernama Kim Taemin, kau memelihara 3 anjing, rumah mu didekat taman ini. Apa kurang lengkap? Apa aku harus menceritakan awal kita bertemu disini? Atau kau tadi kepalamu dipukul seseorang? Kenapa kai jadi aneh seperti ini?” cecar rae ri

“ya ya… bukan itu… issshh …. begini 10 tahun yang lalu kejadiannya disini…. seorang namja kecil sedang duduk disini sambil menangis, kerena kehilangan anjing nya monggu. Apa kau ingat…?” tanya kai

“bagaimana mungkin aku mengingatnya itu sudah lama sekali” jawab rae ri ragu

“coba saja mengingatnya..”

Rae ri pun mencoba mengingat kembali…

 

-Flashback-

12 tahun yang lalu

“huuuhuuuhuuuhuu…. monggu a ddo eodiseo?” isak namja kecil yang sedang duduk dikursi taman

“woahhhh…. kau membuatku terkejut!” ucap yeoja kecil yang manis

“kukira ada jin yang sedang menangis, ternyata kau yang menangis… kau kenapa menangis?” tanya yeoja kecil itu

“anjingku…. anjingku… anjingku menghilang…. huaaaaaa…” ucap namja kecil itu disertai tangisannya yang semakin keras

“ya ya jangan menangis seperti itu…. masa anak cowok cengeng..” ucap yeoja kecil itu menenangkannya

“kanghaji (anjing) katamu?” tanya yeoja kecil itu saat kai sudah tenang 

“iya namanya monggu…” jawab namja kecil itu

“ah! Iya tadi urri appa menemukan seekor anak anjing kurasa itu punyamu..” ucap rae ri

“ayo! Kita cari appa ku..” ajak yeoja kecil itu lalu menarik tangan namja kecil itu

-flashback end-

 

“kau ingat…?” tanya kai

“oh! Jin siang bolong itu… iya, aku ingat tapi kenapa kau tahu kejadian itu?” tanya rae ri sedikit binggung

“mwo? ‘jin siang bolong’ julukan apa itu, aku dulu begitu putih dan aku sangat lah manis… kau malah menyebutku jin?? Heh seperti saat kita bertemu lagi 1minggu lalu kau juga menyebutku jin -_- apa aku begitu mirip dengan jin” ucap kai

“ne? Namja kecil itu kau? Kau yang sekarang berbeda dengan namja kecil itu… tidak mungkin….. ckckckckck” ucap rae ri lalu menggelengkan kepalanya

“hahahahaha….. tapi dari kejadian kau menolongku aku mulai merasakan cinta… ya…. bisa dibilang kau cinta pertama ku rae ri a…” ucap kai pelan sambil menatap mata rae ri

“hah!”

“saranghae yo rae ri a….” ucap kai

“sejak kita pertama kali bertemu disini aku sudah menyukaimu…. apa kau mau menyerahkan seluruh hatimu padaku?” tanya kai.Rae ri pun terdiam sejenak lalu berkata…

“ne….” >///<

Lalu mereka pun berpelukan, lalu memandang satu sama lain… tanpa sadar bibir kai pun menyentuh bibir lembut rae ri….

 

Kini kursi dan pohon maple itu pun menjadi saksi cinta mereka

-Saksi cinta kita berdua-

END

Iklan

2 thoughts on “The Chair

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s