FF: The Wolf and not The Beauty (part 8)

The wolf and not the beauty

Tittle                          : The Wolf and not the beauty

Author                        : Ohmija

Cast                            : EXO

Genre                          : Fantasy, Friendship, Comedy, Action, School life

Summary                    : “Tapi kehadiran Kyungsoo sepertinya mulai membangkitkan ingatan itu lagi. Ia mengingatkannya pada D.O Rouler…”suara Kris terdengar perih ditelinga Sehun. “…sahabatku…”

“membunuh?”Sehun menatap Kai tenang sambil terus memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. “Kau mabuk?”

“Sehun!” Kai menggebrak meja Sehun kesal membuat sisa-sisa murid yang belum pulang menjadi menambah laju tangan mereka untuk memasukkan buku kedalam tas lalu meninggalkan kelas. Mereka tidak ingin terlibat jika Kai sedang marah.. “Aku tidak bercanda!”

Sehun menatap ke sekeliling, kearah teman-temannya yang berjalan cepat menuju luar kelas. Kemudian ia menghela napas panjang.

“Kau membuat mereka pergi”

“Cepat katakan! Apa yang terjadi antara kau dan Luhan?! Kenapa Kyungsoo ada disana dan terluka?”

“Aku bahkan tidak tau jika ada perkelahian. Daritadi, aku berada di kelas. Memang benar jika sejak tadi sore Luhan dan teman-temannya, juga Kyungsoo tidak ada ditempat duduk mereka, tapi aku tidak tau jika mereka berkelahi di gedung belakang sekolah”

Mata Kai seketika melebar mendengar penjelasan Sehun, “tidak mungkin! Chen mengatakan jika kau hampir saja membunuh Luhan tadi siang!”

Sehun mengangkat wajahnya setelah semua buku pelajarannya masuk ke dalam tas, menatap Kai dengan tatapan tenang tidak berdosa seperti biasa. “Jadi kau lebih mempercayai Chen? Bukankah seharusnya kau mempercayaiku?”

“Tapi—“

“Sudahlah Kai”putus Sehun malas sambil berdiri dari duduknya. “Ini sudah larut malam dan aku ingin istirahat. Dan…bukankah kita mau mengunjungi Kyungsoo? Dia adalah teman sebangkuku sekarang, jadi aku harus perduli dengan keadaannya” Sehun lebih dulu memberikan pengelakan sebelum Kai bertanya.

Kai hanya menatap Sehun dalam keterdiaman. Ia tidak bergerak dan untuk sesaat menelusuri kebenaran dari mata coklatnya. Entah, tapi ia merasa ada perbedaan yang perlahan ia sadari dari diri saudaranya. Ada sesuatu yang perlahan mencuat dan berusaha menunjukkan wujudnya.

***___***

Baekhyun dan Chanyeol sudah berada disebuah ruangan rumah sakit saat Kai dan Sehun tiba. Disana, mereka melihat Kyungsoo tengah terlelap dalam tidurnya dengan wajah yang memar dan ditempeli beberapa plester coklat di beberapa area.

Baekhyun dan Chanyeol sama-sama menoleh begitu menyadari ada seseorang yang datang.

“Dokter bilang, lukanya tidak parah. Tapi, tetap saja harus meminum obat penghilang nyeri dan mengompres lukanya agar memarnya hilang” Chanyeol memberikan laporan sebelum Kai bertanya. Kemudian ia menghela napas panjang dan melanjutkan ucapannya pelan, “aku sudah menghubungi ibunya, dan dia sedang dalam perjalanan kesini…”

“Suho dan Tao juga akan kesini. Mereka tidak menemukan kita di kelas sehingga tadi menghubungiku”sahut Baekhyun beranjak dari kursi yang ada disamping ranjang lalu menghampiri Kai dan Sehun.

Kai tidak menjawab apapun, hanya menatap Kyungsoo dari tempatnya berdiri. Rasa khawatir itu teramat besar. Tidak sabar rasanya menunggu hingga pria mungil itu bangun dan menanyakan semua hal padanya.

Tentang alasan perkelahian itu, dan yang paling penting tentang keadaannya saat ini. Apa dia baik-baik saja? Apa dia tidak merasa sakit? Dan masih banyak lagi.

“Anakku…dimana anakku?” Tiba-tiba sebuah suara terdengar. Ada seseorang yang menerobos masuk ruangan dan langsung menghambur kearah Kyungsoo. Kai dan yang lain sudah sangat mengetahuinya, dia pasti ibu Kyungsoo. Seorang wanita yang lumayan tua namun tetap terlihat cantik dengan pakaian sederhana. “Kyungsoo, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau begini?”tangis wanita itu sambil memeluknya

Melihat itu, Kai langsung mengambil kendali dengan menghampirinya dan menepuk salah satu pundaknya pelan.

“Nyonya, kami adalah teman-teman Kyungsoo…”seru Kai pelan membuat ibu Kyungsoo menoleh dengan wajah yang sudah basah. “Dia terlibat perkelahian di sekolah…”

“Kenapa?! Apa anakku berbuat salah?! Kenapa dia berkelahi?! Dia adalah anak yang baik. Dia tidak mungkin terlibat perkelahian!”elak ibu Kyungsoo memandang Kai geram

Kai menggeleng pelan, “aku tidak tau. Tapi, aku berjanji akan mencari penyebabnya”

Dalam keterdiamannya, ada rasa bersalah yang begitu besar di dalam hati Sehun. Ada rasa kegagalan yang menyesaki dadanya, yang memerintahkan kakinya untuk pergi sekarang juga untuk membalas dendam pada Luhan dan teman-temannya, terutama pada Lay.

Kyungsoo tergeletak lemah adalah karena dia. Karena ingin melindunginya. Jika saja dia tidak memberikan kesabaran pada Luhan, jika saja ia melawan saat Luhan mulai memukulnya. Yang ia pikirkan saat itu, hanyalah tidak membuat masalah semakin rumit lagi dan menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya. Hanya itu.

Saat ponsel yang ada didalam saku jaketnya bergetar, barulah dia tersadar dan mengalihkan pandangannya. Ia merogoh ke dalam saku dan membaca nama yang terpampang di layar ponsel.

Kris.

“Aku keluar dulu, mommy menelpon”seru Sehun pada Chanyeol yang berdiri paling dekat dengannya karena saat ini Kai sedang sibuk untuk menenangkan ibu Kyungsoo. Chanyeol mengangguk.

“Ya?”ujar Sehun mengangkat panggilan Kris setelah sampai diluar ruangan.

“Bagaimana keadaan Kyungsoo?”

“Dia baik-baik saja. Hanya babak belur”

“Begitu? Baguslah. Aku pikir tulangnya patah sehingga ia harus di operasi”seru Kris disebrang panggilan. “Lalu kau? Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik?”

“Yeaaah, sedikit…”

“Mulai sekarang kau tidak boleh lupa meminum obatmu”

“Aku tau”balas Sehun cepat. “Aku rasa efeknya berakhir sangat cepat karena aku melihatnya dipukuli. Sumpah itu benar-benar sangat menyiksaku”

“Tidak hanya kau, aku juga merasakannya. Tapi, sumpah tetaplah sumpah. Sumpah itu akan terus berlanjut hingga akhir”

Sehun menghela napas panjang lalu menyandarkan punggungnya pada dinding, “Malam ini, sepertinya aku tidak bisa menjaganya. Aku tidak merasa sehat. Yeaah, seperti yang kau tau jika darah pemburu juga mengalir di dalam tubuhku. Akhir-akhir ini, aku sulit untuk menguasai kesadaranku. Aku takut aku akan membunuhnya jika aku terus berada didekatnya”

“Baiklah, karena kau adalah makhluk yang baru mengetahui duniamu yang sebenarnya jadi aku memaafkanmu. Tapi, kau harus terus berlatih menahan hasratmu sendiri. Kau adalah keturunan terakhir keluarga Rouler”

“Ah, sudahlah.. jangan menceramahiku, Verdun. Kau seperti daddy”

“Hanya memperingatkanmu”jawab Kris menanggapi keluhan malas Sehun. “Lalu kapan kau akan memberitahu Kai yang sebenarnya?”

Sehun tidak langsung menjawab, ia justru mengacak rambutnya frustasi lalu menghembuskan napas panjang kembali. “Entahlaah. Aku rasa hilang ingatan itu lebih baik daripada dia harus menderita lagi. Dan selama klan Thiess itu masih terkunci, semuanya aman dan aku tidak perlu memberitahunya apapun”

“Tapi kehadiran Kyungsoo sepertinya mulai membangkitkan ingatan itu lagi. Ia mengingatkannya pada D.O Rouler…”suara Kris terdengar perih ditelinga Sehun. “…sahabatku…”

“Sudahlah. Aku tidak ingin mengingat hal itu lagi, karena jika mengingatnya, aku benar-benar menjadi ingin membunuh Luhan”

“Hey, dia tidak mengetahui apapun. Oke?”

“Tapi, dia adalah keturunan terakhir Theiss”balas Sehun tidak mau kalah. “Yeaah, walaupun dia tidak mengetahui apapun”

“Semuanya aman jika tidak ada yang membuka kunci itu dan membangkitkan auranya lagi. Kau tenang saja”

“Oke baiklah. Aku rasa kita harus mengakhiri obrolan karena Suho dan Tao sedang berjalan menuju ruangan ini”

“Oke, nanti malam aku akan berjaga. Bye”

Sehun mengakhiri sambungan panggilannya bersamaan dengan Tao dan Suho yang muncul dari balik dinding. Menegakkan punggungnya, Sehun tersenyum pada keduanya.

“Sedang apa kau diluar?”tanya Suho bingung

“Ah, tadi aku menerima telepon dari mommy”

“Bagaimana keadaan Kyungsoo?”

“Hanya luka sedikit. Ayo masuk”ajak Sehun

Di dalam ruangan, ibu Kyungsoo sudah terlihat tenang. Bahkan sudah mengobrol santai bersama Kai, Chanyeol dan Baekhyun. Sebenarnya, ibunya sudah mengetahui jika anaknya itu terkenal aneh dan dijauhi oleh teman-temannya tapi sekarang, setidaknya ia bersyukur karena akhirnya mempunyai sahabat.

“Kai, aku ingin pulang. Kau bilang kau ingin ikut denganku”

Kai menoleh, “aku rasa aku tidak akan menginap malam ini, aku ingin menemani nyonya Do menjaga Kyungsoo”

Mata Sehun seketika melebar, “Apa?!”

“Aku akan menunggunya hingga ia sadar”

Sehun tercekat, “Kai tapi—“

“Sehun, aku tidak mungkin meninggalkan nyonya Do sendiri”

“Kau tidak perlu khawatir, Kai bisa menjaga dirinya dengan baik”tambah Baekhyun menepuk pundak Sehun

Bukan itu yang dipermasalahkan oleh Sehun, bukan tentang Kai bisa menjaga dirinya dengan baik atau tidak. Tapi, bagaimana jika Kyungsoo sadar dan Kai bertanya tentang apa yang terjadi, ia akan menceritakan semuanya? Bagaimana jika Kai mengetahui jika tadi siang dia memang akan membunuh Luhan?

“K-kalau begitu, aku juga akan menemanimu”seru Sehun akhirnya

“Ha? Tidak perlu. Kau pulang saja, bukankah kau bilang kau sangat lelah? Tenang saja, besok pagi aku akan pergi ke sekolah”

“Kai, bukan begitu—“

“Sehun, sebaiknya kau pulang. Wajahmu terlihat letih”ujar Suho. Saat tangannya bersentuhan dengan tangan Sehun, seketika matanya melebar. Ia nyaris menjerit. “Tubuhmu sangat panas!”

“Ha?!” Kai langsung menghampiri Sehun dan mengulurkan tangannya, hendak menyentuh kening Sehun namun pria bertubuh tinggi itu menepis tangan Kai.

“Aku tidak apa-apa”

“Sehun, tubuhmu panas!” Kai juga menjerit khawatir

‘sial, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan hasratku’

“Kau harus pulang, oke? Atau kau mau aku mengantarmu?”

“Tidak usah” Sehun menolak saran Kai. “Aku akan pulang sendiri. Bye”

Secepat mungkin, sebelum hasrat pemburu itu bangkit kembali, secepat mungkin ia berlari. Mengambil langkah seribu dan meninggalkan Kyungsoo sejauh-jauhnya agar hasrat itu sedikit teredam.

Pria mungil itu…tidak salah lagi…dia benar-benar keturunan terakhir.

Melompat ke dalam mobilnya, Sehun langsung menyalakan mesin sambil merogoh ponsel dan mendekatkan ke telinga setelah mencari nomor kontak seseorang.

“Kris, Kai menginap di rumah sakit”

“Apa?!”terdengar Kris menjerit disebrang sana

“Bisakah kau berjaga sekarang? Aku takut rahasiaku terbongkar saat Kyungsoo sadar. Hasrat ini muncul lagi, aku harus pulang sekarang”

“Oke. Aku tau. Hati-hati”

***___***

Rasa sakitnya seperti tidak terasa padahal tadi siang ia hampir saja mati tercekik oleh kedua tangan besar itu. Pikirannya benar-benar kalut. Bayangan tentang kilatan merah dimata pria berambut merah itu kembali melintas diotaknya.

Ia melihatnya, bahkan sangat yakin jika matanya masih mampu melihat dengan jelas. Matanya berubah menjadi merah dan wajahnya terlihat sangat menyeramkan.

Entah, tapi Luhan bukan pria bodoh yang akan menyerah dengan apa yang telah membuatnya ingin tau. Dia terus memikirkannya. Tentang Kai…tentang Sehun…dan…Kyungsoo.

Ia yakin ketiganya berhubungan walaupun masih mempunyai sedikit keraguan akan hal itu. Tapi, sejak rumor tentang Kai dan Kyungsoo adalah gay mencuat, juga kedatangan sosok pria berambut merah itu, semuanya berubah. Semuanya menjadi aneh.

Banyak pertanyaan yang ingin ia ketahui tentang kenapa Kai terlihat begitu perduli. Awalnya, ia terpengaruh dengan gosip itu dan hanya menganggap jika Kai benar-benar seorang gay. Tapi, sejak melihatnya beberapa kali menyelamatkan Kyungsoo, pikirannya jadi berubah. Ia lebih dari sekedar perduli.

Juga, Sehun yang tiba-tiba berubah menjadi marah saat melihat Kyungsoo dipukuli. Bukan hanya sekali, tapi sudah dua kali pria berambut merah itu memukulnya hingga babak belur. Dan semuanya…tetap karena Kyungsoo.

Memang ada keganjalan. Seperti ketiganya mempunayi hubungan sebagai Kyungsoo yang berada di titik pusat. Dimana ia menjadi penyebab atas semua kemarahan dan perkelahian.

Hal itu, membuat Luhan semakin lama semakin memikirkannya. Semakin lama semakin ingin tau. Dan semakin lama semakin ingin mengetahui siapa Kai dan Sehun sebenarnya.

***___***

Ternyata tidak hanya Kai, tapi Tao dan Suho juga menemani nyonya Do menjaga Kyungsoo. Dan juga…tanpa ada yang mengetahuinya, sejak tadi seseorang itu terus berjaga di luar. Terus mengawasi dari tempat yang tidak terlihat dan memperhatikan semuanya.

Angin berhembus kencang menerbangkan rambut-rambut yang terjulur di dahinya, berpadu dengan cahaya lampu koridor rumah sakit yang semakin menegaskan kulit pucatnya.

Kilatan merah itu terlihat, perlahan berubah dan menutupi warna dasar matanya. Ia bersyukur, setidaknya tidak ada darah pemburu yang mengalir di tubuhnya. Walaupun sebenarnya juga kesal karena seumur hidupnya, dia akan terikat oleh sumpah.

Pria itu bertubuh tinggi, berambut coklat dan bermata tajam. Wajahnya tegas, juga rahangnya yang terlihat kuat. Ia mampu berpindah-pindah dengan cepat, dan merasakan kehadiran seseorang dalam jarak yang cukup jauh.

Dari celah horden yang tercipta, ia mengintip ke dalam ruangan itu. Mengamati apa yang sedang mereka lakukan disana.

Ia berdiri cukup lama hingga tiba-tiba ia merasakan hal aneh terjadi dengan cepat, ada seseorang yang sedang menuju kearahnya sebelum sempat ia menghindar. Ia lengah.

“Kris”

Kris langsung menoleh dengan napas terengah.

“Suho”

“Sedang apa kau? Dan kenapa wajahmu pucat?”

“Ah, aku? Tidak. Aku sedang mencari angin” Kris mengelak dan bersikap sesantai mungkin.

“Kenapa kau ada di rumah sakit ini?”

“Aku menjaga keluargaku. Kau sendiri?”

“Aku menemani Kai menjaga Kyungsoo. Karena dingin, aku keluar untuk membeli kopi”serunya tersenyum. “Sudah larut malam, sebaiknya kau kembali ke ruangan”

“Oh oke” Kris menggaruk belakang kepalanya kikuk, masih berusaha menyembunyikan rasa gugupnya. Kemudian, ia membiarkan Suho berlalu.

***___***

Kyungsoo baru membuka matanya saat Kai meninggalkan ruangan untuk bersiap pergi ke sekolah. Ia harus kembali pagi-pagi sekali ke rumahnya untuk membersihkan diri dan mengganti baju.

Hanya tersisa ibunya yang menjaga Kyungsoo saat ini. Ia tidak bertanya apapun karena tidak ingin membuat anaknya semakin merasa terpojok atas kejadian itu. Untuk saat ini, ia ingin menjaga kondisi mental Kyungsoo.

“Permisi…”seru seseorang membuka pintu ruangan. Ia menjulurkan kepalanya kemudian tersenyum saat Kyungsoo dan ibunya menoleh.

“Sehun?”

“Hai Kyungsoo. Bagaimana keadaanmu?”tanya Sehun sambil berjalan menghampiri Kyungsoo dan ibunya

“Kenapa kau kesini pagi-pagi sekali?” Kyungsoo justru balik bertanya

“Aku menyempatkan diri menjengukmu sebelum pergi sekolah”

“Bukankah kau yang kemarin?”seru ibu Kyungsoo masih mengingat Sehun

“Yah, aku saudara Kai hehe..”

“Kau juga teman Kyungsoo?”

“Tentu saja. Jika tidak, aku tidak mungkin datang kesini”jawab Sehun polos membuat ibu Kyungsoo tersenyum geli.

“Baiklah. Kalian mengobrol dulu. Aku ingin mengambil air hangat diluar”

Sehun mengangguk saat ibu Kyungsoo berlalu dan berjalan keluar ruangan, meninggalkan dia dan Kyungsoo berdua. Saat ia mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo, ia mendapati pria itu sedang menatapnya dengan pandangan aneh.

“Kenapa kau tidak terluka?”tanya Kyungsoo tidak melihat sedikitpun luka diwajah Sehun

“Kau ingin aku terluka sepertimu?”

“Tidak. Maksudku, kenapa kau tidak terluka padahal kau dipukuli habis-habisan”

Sehun tertawa kecil, “bodoh. Aku bukan pria lemah sepertimu”

“Benarkah?”

“Jika kau tidak pandai berkelahi, kenapa kau berlari kesana dan menyelamatkanku? Aku bisa mengatasinya sendiri”

“Tidak. Kau diam saja saat Luhan memukulmu”

“Itu hanya luka kecil”elak Sehun.

“Karena…aku sudah berjanji pada Kai untuk melindungimu”

Seketika mata Sehun melebar, “apa?”

“Kai memintaku untuk menjagamu jika Luhan ingin melukaimu”

Ada pukulan keras yang menghantam dada Sehun saat itu juga. Ada rasa sakit yang perlahan menjalar dan memaksanya untuk kembali mengingat masa lalu.

Ia mendengarnya. Ia mengingatnya. Saat pria dari masa lalunya mengatakan sebuah kalimat dengan yakin dan tanpa keraguan.

“Aku adalah anak tertua. Aku akan melindungimu”

Bahkan, ia masih mampu mengingat bagaimana senyumannya saat mengatakan hal itu. Dan kini, sosok visualnya kembali muncul secara nyata di hadapannya. Mirip, sama persis. Walaupun mereka adalah dua orang yang berbeda. Tapi, pria yang sekarang seperti mampu meyakinkannya jika kenangan itu masih hidup. Masih membekas dan tidak menyisahkan akhir.

“hey, Kim Sehun”suara Kyungsoo membuyarkan lamunan Sehun.

Sehun mengerjap, “ya?”

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Tidak ada” Sehun buru-buru menggeleng lalu tersenyum. “Sebenarnya, ada satu hal yang ingin aku minta darimu”

Kening Kyungsoo berkerut, “Apa?”

“Bisakah kau tidak mengatakan hal yang terjadi kemarin pada Kai? Seperti yang kau tau…dia sangat mengkahwatirkanku, aku tidak ingin dia kembali berkelahi dengan Luhan jika mengetahui bahwa aku terlibat”

Sebisa mungkin Sehun memasang wajah yakin dan memanfaatkan kelemahan hati Kyungsoo yang sangat sulit untuk menolak permintaan orang lain.

“Tapi—“

“Perkelahian kemarin benar-benar menyeramkan. Ku dengar Luhan dan Lay dirawat di rumah sakit karena dipukuli oleh Kai yang mengamuk. Kau tidak mau hal itu terjadi lagi kan?” Ia semakin memanasi.

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya kelu sambil menatap Sehun dan beberapa saat kemudian akhirnya ia mengangguk menyetujui.

“Baiklah”

Sehun tersenyum lebar. Ia berhasil. “Terima kasih”serunya seraya berdiri dan meletakkan sebuah bungkusan putih diatas meja. “Aku membawakan buah-buahan untukmu. Aku harus pergi sekarang. Sampaikan salamku untuk ibumu”

Kyungsoo mengangguk, “terima kasih, Sehun”

***___***

Olimpiade itu semakin dekat dan tim basket yang dipimpin oleh Kai semakin giat berlatih keras. Kai, Baekhyun, Chanyeol, Tao dan Kris sudah berada di gedung olahraga. Demi kepentingan olimpiade, mereka semua dibebaskan dari jam pelajaran dan difokuskan pada latihan.

Kaus putih yang dipakai oleh Kai bahkan sudah setengah basah karena keringat. Ia bekerja begitu keras agar mendapatkan hasil yang memuaskan nantinya. Tekadnya sudah bulat dan dia tidak akan membiarkan dirinya kalah dari Luhan dan timnya.

“Kai, bisakah kita istirahat sebentar? Aku sangat lelah. Bukankah kau juga kurang tidur semalam?”seru Tao. Napasnya sudah terengah-engah.

Kai menghentikan langkahnya yang masih mendribble bola lalu menoleh kearah Tao.

“Kalian istirahat, aku akan tetap berlatih”

“Hey, Kai! Kau juga harus istirahat”sahut Chanyeol khawatir dengan kondisi Kai

“Aku harus latihan, Chanyeol. Aku tidak mau kita kalah”

“Tim basket ini tidak hanya memiliki dirimu. Kau memang menjadi titik pusat tapi kau juga memiliki kami. Kau tidak akan bisa menang jika kau mengandalkan dirimu sendiri. Kau harus bekerja sama”

Baekhyun mengangguk, menyetujui ucapan Chanyeol. “Jika kami istirahat, kau juga harus istirahat. Jika tidak, kita bisa masuk UGD bersama karena kelelahan latihan. Asalkan kita bersama”

Kris menatapi teman-temannya dalam keterdiamannya. Ia tersenyum tipis melihat semangat dan persahabatan dari teman-teman barunya itu. Dan selama ini, saat ini adalah pertama kalinya ia berada ditengah-tengah orang yang menyenangkan. Ditengah-tengah orang-orang yang saling melindungi satu sama lain.

Ditempatnya, kemudian ia menoleh kebelakang saat menyadari kehadiran seseorang. Dari celah pintu gedung olahraga yang sedikit terbuka, ia melihat Sehun disana. Menatap kearah mereka dengan senyum tipis di bibirnya. Mungkin dia bahagia karena saudaranya itu telah memiliki teman-teman yang baik. Dan dia sangat lega karena hal itu.

Mengakhiri tatapannya, Sehun merapatkan pintu gedung tanpa suara lalu berbalik. Bergegas hendak kembali ke kelas namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat Luhan sudah berada dibelakangnya. Pria itu terlihat baik walaupun dilehernya memakai alat penyanggah.

“Jika kau masih sakit, sebaiknya jangan memaksakan diri masuk sekolah”seru Sehun santai

Luhan tidak menanggapi hal itu. Ia tetap menatap Sehun dengan tatapan menelusuri. Mencari keanehan diwajahnya dan sekali lagi melihat warna matanya.

“Siapa kau sebenarnya?”

“Ha?”

“Makhluk seperti apa kau ini?”

TBC

64 thoughts on “FF: The Wolf and not The Beauty (part 8)

  1. BabyHun berkata:

    bener2 nguras perasaan cerita persaudaraan kaya gini, dan ngerasa janggal karena luhan jahat.. kenapa luhanku yg unyu2 bin cimut2#apadeh jadi jahat.. tpi bagus juga sih sekali2🙂

  2. retno ayu w berkata:

    Sehun manusia serigala kan…? Kyungsoo pemilik darah itu kan… tpi sehun terikat sumpah untuk melindungi kyungsoo jdi sehun nggak minum darahnya… kadang hasray ingin mmbunuh itu muncul di diri sehun (ngayal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s