FF : The One That Got Away (2 of 3 )

TOTGA

Title : The One That Got Away  (2 of  3 )

Author : Nara Wu

Cast :

  • Kris / Wu Yi Fan
  • Luhan/ Xi Luhan
  • Kwan Nara

Other Cast :

  • Han Chaeran
  • Lay / Zhang Yixing
  • Kim Suho
  • Gyu Na Mi

Genre : Romance , Hurt/Comfort , Comedy

Rating : R

Length : Trilogy

Disclaimer :

 

Annyeong  ! TOTGA sudah masuk part 2 dan tinggal satu part lagi hehehe ^^ Dimohon commentnya chingu , karna author masih belajar di dunia per ff-an *bow* , rencananya mau bikin sequel kalau peminatnya banyak . So , jangan lupa commentnya  *deepbow*

Warning typo bertebaran ^^ SIDERS and PLAGIAT OUT !!

 

 

 

Aku mencintaimu dari sisi manapun

Aku bahkan mencintai sifat ceroboh dan menyebalkan mu itu

Aku mulai gila karna mencintaimu  Kwan Nara..

Kau oksigenku , aku bahkan tak bisa bernafas dengan baik tanpa melihatmu setiap hari .

Will you marry me ??

 

“Xiao Lu neo—“

Aku mengerjapkan mataku cepat , kepalaku pening seketika mendapati pemandangan didepanku bukanlah suatu yang kutunggu-tunggu bukanlah suatu yang kuharapkan . Kedatangan namja jangkung itu bagaikan petir di siang bolong yang siap memporak porandakkan segalanya . Firasat buruk menggelayutiku , dan cepat-cepat kuusir dengan berbagai cara , hey kau masih ulangtahun bukanKwan Nara ? kau tentu tahu rusa sialan itu tak pernah berhenti membuatmu kesal , mungkin ini adalah salah satu sandiwaranya .

“Kris ? Luhan Oppa eodi ?”

Tanpa banyak bicara namja tinggi itu menarik tanganku cepat dan membawaku pergi bersamanya .

“Kris geumanhe , Luhan oppa eodi ??”

“Shikeuro”

Kami berjalan ke arah senuah motor yang diparkir dipinggir jalan . Kris menaikinya dan memakai helmnya cepat , dia sudah menyalakan mesinnya sedangkan aku masih berdiri mencoba mencerna segala hal yang terjadi . Apa ini benar-benar kejutan untukku ?

“Cepat naik”

Singkat namun sangat dingin , namja itu bahkan tak mau berbasa-basi sedikitpun membiacarakan hal ini . Aku cepat menurutinya dan memakai helm dan jaket yang dia beriakn padaku .

“Pegang pinggangku erat , aku tak akan menjamin apapun jika kau terjatuh”

Aku memegang pinggangnya patuh dan mencoba untuk menghapus segala fikiran buruk . Tanpa terasa kami sudah sampai di Seoul Hospital . Kris berjalan terlebh dahulu kedalam rumah sakit sedangkan aku masih termangu sendiri . Ya tuhan , kejutan apa yang akan kau berikan padaku?

Aku menguatkan kakiku untuk melangkah mengikuti Kris dari belakang , hingga akhirnya kami sampai di satu kamar . Kris mempersilahkanku untuk masuk terlebih dahulu . Dapat kulihat disekitar ruangan sudah ada Chae Ran ,Suho dan Lay Oppa . Tak ada yang berbicara sedikitpun padaku , Chae Ran hanya mengelus pundakku pelan , semakin meyakinkanku bahwa semua tidak baik-baik saja . Aku melangkah masuk ke dalam kamar itu, bau obat-obatan dan bunyi alat-alat medis membuat detak jantungku tak beraturan . Kulihat namja mungil itu terbaring disana sangat pucat , kabel-kabel medis entah apa terpasang di sekujur tubuhnya . Kususuri tiap senti tubuh namja tersayangku sendu . Aku membelai rambutnya , lalu turun ke dahinya yang di perban , menuruni alisnya , mata yang biasanya berbinar kini tertutup, hidung dan bibirnya tertutupi oleh selang oksigen , kubelai pipinya dan mendapati luka-luka yang menutupi ketampanannya . Wajahnya begitu tak berdaya , pucat  , menyedihkan . Jariku bergetar hebat saat menyentuh pipi yang biasanya sangat menggemaskan saat tertawa , bulir-buir airmata yang menumpuk di pelupuk mataku mulai berjatuhan ke pipiku .

“Rusa bodoh , bukankah sudah kubilang berhenti membuatku khawatir hm ?”

“Chugollae eoh ? kau bahkan sudah tak peduli dengan apa yang kukatakan bukan ?”

“Ireona Xiao Lu ! Ireona ! Aku tak suka jika kau memberiku kejutan yang seperti ini demi Tuhan !”

Hanya hening yang menjawab dan suara isakanku yang semakin keras . Namja itu tak bergeming sama sekali . Aku meremas selimut namja itu keras dan menenggelamkan tangisku di tangan pucatnya. Aku mendengar suara pintu dibuka , sepertinya Kris , Chae Ran dan Suho Oppa masuk . Aku sudah tidak peduli dengan penampilanku yang sangat menyedihkan ini , salahkan saja rusa bodoh ini !

“Ireona ! Bangun dan hadapi aku Xiao Lu ! Kau tahu aku tak suka kau mendiamiku seperti ini .. bangun Xiao Lu neo… hiks .. neo jinJja .. aku membencimu Lu ! hiks”

Aku menggoncangkan tubuh mungil itu namun tetap saja namja itu tak bangun dari tidurnya .

Chaeran menarikku dalam pelukannya dia membelai kepalaku sayang.

“Hiks .. Chae Ran-ah.. hiks bangunkan dia , bilang kepadanya aku tak menginginkan kejutan seperti ini”

 

 

LUHAN POV

Membosankan . Ya , benar-benar membosankan . Cuti yang kuambil kali ini benar-benar tak bermakna . Tiap pagi aku hanya berjalan-jalan saja mengelilingi Seoul dan malamnya melihat sahabatku Wu Yi Fan atau kau bisa panggil Kris itu balap liar. Tertarik ? tidak . Hanya saja aku tak mau mati kebosanan dirumahku .

“A-yo man , bagaimana penampilanku hari ini ?”

Aku terkekeh pelan melihatnya yang sungguh percaya diri , namun tak dapat diragukan lagi . Dia adalah pembalap liar yang handal , dia selalu memenangkan taruhan dengan mudah .

“Kau selalu saja membuat mereka kalah Kris , kuyakin besok-besok mereka tak akan mau bertaruh denganmu lagi . Kau membuat mereka bangkrut kkk~”

Dia memukul bahuku pelan dan merangkulku , kami pergi dari daerah balap liar itu dan mencari sesuatu yang hangat untuk menenangkan cacing-cacing di perut kami yang mulai memberontak . Kami memasuki kafe langganan kami dan memesan beberapa makanan dan kopi tentu saja . Kulihat Kris mengarahkan pandangannya ke salah satu gadis yang hanya berjarak beberapa meja dari kami.

“Kris ? Wae geurae ?”

“Aku kesana sebentar Hyung”

Dia menggeser kursinya cepat , dan menghampiri gadis itu . Ah , mungkin yeoja itu teman lamanya . Yeoja itu sangat cantik walau hanya terlihat dari samping . Rambut panjangnya jatuh tergerai di bahunya , tubuhnya mungil namun dapat terlihat dia lumayan tinggi dibanding yeoja-yeoja biasanya , kulitnya seputih susu dan bibir pinknya yang cantik .

 Love at the first sight ? Cinta pada pandangan pertama ? apakah mungkin ..

Aku menggelengkan kepalaku pelan sambil menertawakan diriku sendiri . Murahan sekali kau Xi Luhan , bagaimana bisa kau mencintai seseorang yang bahkan belum pernah berbicara denganmu ?

Aku menyesap kopiku perlahan dan memakan carbonara spaghetti yang memang kupesan tadi . Kris cukup lama mengobrol dengan gadis itu . Beberapa saat Kris kembali ke meja kami dan meminum kopi miliknya .

“Mianhae Hyung , dia teman lamaku dulu sebelum aku pindah ke China”

Aku mengangguk perlahan dan tersenyum . Kami memang pertama kali bertemu di China saat aku masih mengurus perusahaan pusat tempatku bekerja , perusahaan keluargaku . Dia adalah salah satu kolegaku , walau bagaimanapun Kris adalah pengusaha muda hebat . Taktik dan intuisinya saat menjalankan perusahaan sangatlah tajam . Jika di pagi hari dia adalah seorang CEO  bertangan dingin , di malam hari dia berubah menjadi pembalap liar yang tak terkalahkan . Kami berdua menjadi partner kerja yang sangat hebat dan tentu saja hubungan kami ini membawa suatu keutungan sendiri pada masing-masing perusahaan . Setelah akhirnya kami memutuskan bekerja sama dan membangun sebuah perusahaan di Seoul . Dan maka dari itu , disinilah kami sekarang . Seoul , kota yang begitu indah .

Tak lama setelah kami menghabiskan makanan kami , kami segera berjalan keluar dan pulang kerumah masing-masing . Sempat terbesit sekilas di fikiranku untuk menanyakan yeoja yang ia temui di kafe itu lebih jauh , namun aku tak yakin .

………………..

Aku mengerjapkan mataku perlahan , menyesuaikan mataku dengan cahaya yang masuk dari jendela kamar . Aku berjalan gontai kearah dapur dan mengisi kerongkonganku yang sangat kering ini dengan beberapa teguk air dingin yang menyegarkan .

DRTT ..

Ponselku bergetar , ada pesan masuk dari Han Chae Ran . Han Chae Ran adalah yeojachingu dari sekretaris perusahaanku Kim Suho . Kami bersahabat diluar perusahaan dan Han Chae Ran pun sudah kuanggap seperti yeodongsaengku sendiri .

From : Han Chae Ran

Oppa , kudengar kau mengambil cuti eoh ? Bagaimana kalau kita pergi berjalan-jalan ? Jangan lupa ajak Kris Oppa juga . Aku dan Suho akan menunggu kalian di Sungai Han . eotte ??

Aku berfikir sejenak sebelum menyetujui ide Chae Ran . Ah , jika aku tak ikut maka aku akan bosan sekali di rumah ini . Sepertinya sungai Han tak masalah , suasana disana kan sangat menyenangkan .

To : Han Chae Ran

Arra .  Satu jam lagi di Sungai Han

Aku menghubungi Kris segera ,nampaknya dia akan pergi bersama yeojachingunya . Hhhh ~ sepertinya aku akan menjadi nyamuk diantara mereka yang berpacaran . Namun apa boleh buat , aku sudah terlanjur menyetujuinya .

Sesampainya di Sungai Han , kami semua mencari sesosok Yeoja yang juga Chae Ran undang . Akhirnya Chae ran menemukan yeoja itu dan menghampirinya . Aku mengikuti Chae Ran  dari belakang dan saat kami semakin dekat dengan yeoja itu ….

DEG …

Yeoja itu … yeoja yang ada dikafe waktu itu .

“Kwan Nara !!”

Chae ran meneriakkan nam gadis itu, gadis itu menoleh dan memng benar , yeoja yang bernama Kwan Nara adalah gadis yang waktu itu Kris temui di kafe .

Dapat kulihat yeoja itu memandang Kris dengan tatapan yang sulit dijelaskan . Ada apa dengan yeoja itu ?

Aku masih memperhatikan yeoja itu bercakap-cakap dengan Chaeran .

“Ah , Nara-ya kau masih ingat dia ?? dia Kris .. Wu Yi fan . Kau masih ingat eoh ??”

“Ah nde , aku sudah bertemu dengannya beberapa waktu lalu”

“Jinjjayo ?? wah daebak ! dan satu lagi ini chinguku di kampus , Gyu Na Mi . Dia juga yeojachingunya Kris”

Yeoja itu mematung sesaat ketika Chaeran menyinggung tentang yeojachingu Kris , Gyu Na Mi .

“Annyeong , Kwan Nara imnida”

“Annyeong , Gyu Na Mi imnida”

Nara kembali dengan tatapan yang sulit diartikan itu , apalagi sejak Chae Ran mengenalkan Gyu Na Mi padanya . Apakah Nara menyukai Kris ? aigoo .. ini pertanda buruk Xi Luhan .

Aku memperhatikan yeoja itu dari ujung kepala hingga ujung kaki , sungguh sepertinya Tuhan kehilangan satu bidadarinya dari surga  #apasih Lu emang gue aja gak cukup?? -_- *authorsarap*.

Aku pun berjalan menghampiri mereka berdua bersama Suho . Dan Chaeran pun mengenalkan kami berdua . Ayolah Kwan Nara , setelah melihatku kau harus terpesona oleh keimutanku ini jebaaaal #ngarep banget Lu -,-

“Nara , namja imut yang sedang kau lihat itu bernama Xi Luhan , dan namja yang satunya lagi adalah nae namjachingueyo .. Kim Suho”

Yeoja itu mendelik sebal mendengar penjelasan Chaeran, sepertinya dia juga berfikiran hal yang sama sepertiku . Obat nyamuk diantara mereka yang membawa pasangan . Tentu saja menyebalkan .. yang lainnya asik berpacaran sedangkan aku harus mencari kesenangan sendiri , aku pun tak akan datang jika tahu hal seperti ini akan terjadi mengingat aku ini cute , free , and single #loh ? sexy kali Lu sexy !-,-“

“Ya kau bermaksud menjadikanku obat nyamuk eoh ?? neo ! Aish jinjja chaeran-ah!” Yeoja itu berteriak kesal ,woooah jinjja siapa yang tahu bukan dibalik wajah bidadarinya itu tersimpan moster yang siap menerkam siapa saja kkk~ Aku tertawa melihat sikapnya diikuti juga dengan yang lain . Yeoja ini benar-benar lucu sekali . Disela tawa kami Chaeran kembali membuka suara .

“Kenapa kau setakut itu menjadi obat nyamuk Nara-ah ?? lagipula aku heran padamu . Kau cantik , pintar , tanpa cela .. ya kecuali sifat ceroboh dan keras kepalamu yang tak pernah hilang kkk ~apa aku tak lihat ada Luhan disini ??dia juga tak punya pasangan ,keep calm honey”

Demi apapun Chaeran , kenapa kau mengerti sekali apa yang Oppa-mu inginkan ? Aku berusaha menyembunyikan kegembiraanku dalam-dalam . Chaeran menggoda Nara yang masih tak terima dengan title “Obat Nyamuk” nya itu . Aku pun meggunakan kesempatan untuk menunjukkan diriku pada yeoja didepanku ini .

“Nikmati saja , kajja !” Ujarku dengan senyum terbaik yang kupunya , menunjukkan ketulusanku untuk menemaninya , yah setidaknya kami berdua tak perlu menjadi “Obat Nyamuk” . Kulihat yeoja itu tak menolaknya sedikitpun .

Kami memutuskan untuk pergi ke lotte world dan bersenang-senang disana . Aku mengajaknya bermain kesana kemari dan berusaha membuatnya senyaman mungkin mengingat kami baru saja bertemu beberapa menit yang lalu . Tak sulit ternyata membuatnya nyaman , dia sangat menyenangkan . Perhatianku teralihkan oleh stand aksesoris yang berada tak jauh dari kami  . Aku menghampiri stand itu dan menemukan banyak sekali aksesoris lucu , hingga akhirnya aku menemukan sepasang topi koala .

“Woah Kyeowo” Ujarku sambil memegang kedua topi itu.

“Nara-ya , palli ! Aku menemukan sesuatu yang sangat lucu “

Aku memanggilnya setengah histeris dan menarik tangannya ke stand .

“Woah oppa , daebak !”

Yeoja itu tak dapat menahan rasa kagumnya melihat bermacam-macam aksesoris yang dijual di stand . Saat yeoja itu masih asik mengamati aksesoris-aksesoris itu , aku beralih ke rak yang menjual sepasang topi koala yang kutemukan tadi . Aku mengambil sepasang topi itu dan memakainya , aku megenggam topi lainnya dan menghampiri Nara . Yeoja itu masih serius sekali mengamati benda-benda lucu di depannya . Aku mendekatinya diam-diam dan memakaikan topi koala yang sepasang dengan milikku .

TAP!

“Ige mwoya ?!”

Nara terkejut saat aku tiba-tiba memasangkan topi di kepalanya , dia berteriak histeris . Tak sabar aku pu menariknya ke sebuah kaca besar di dekat stand . Dan saat itu juga ekspresi kagetnya berubah .

“Woaaah , kyeowo !”

Yeoja itu masih lanjut berkaca dengan topi koalanya . Aku tak tahan melihat wajahnya yang sangat menggemaskan . Tanganku bergerak ke pipinya dan mencubitnya . Saat itu juga pipinya merona , woaaa tuhaaaan aku sangat menyukai wajahnya yang merona seperti ini . Yeoja itu tersenyum dengan sangat cantik , senyum yang kusuka .

………………………………………..

Aku merebahkan tubuhku ke atas sofa menghilangkan lelah setelah berjogging disekitar rumah . Aku menekan tombol-tombol di remote mencari channel yang menarik untuk ku tonton .

“Ah … Molla”

Aku mengacak rambutku kasar , bosan sekali tinggal dirumah sebesar ini sendiri . Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling rumah . Aku mencari-cari apa saja yang bisa kurapihkan dari rumah ini , tapi nihil . Aku sudah membersihkannya 2 hari yang lalu ,itu juga karna aku bosan #Luhan bosen aja rapih-rapih rumah , suami yang baik :*

DRTTT…

Ponselku bergetar singkat , ada pesan masuk rupanya . Aku meraih ponselku malas dan melihat isi dari pesanku . Setelah melihat nama pengirimnya , aku langsung berteriak histeris dan duduk dengan benar .

“WOOOOAH , KWAN NARA DAEBAK”

Aku tak dapat menyembunyikan perasaanku senang ,lagipula siapa juga yang mau melihat atau mendengar ku hahaha .

From : Nara Kkrong

Oppa ! Bagaimana kalau kita pergi kesuatu tempat hari ini ? Jebaaaal , kau tidak mau melihatku yang cantik ini mati karna bosan eoh ?? Jebal oppa , aku berjanji akan beraegyo didepanmu nanti :3 *bbuing~bbuing~*

Lagi-lagi aku berteriak senang , apakah kami bertelepati sebelum ini ? bagaimana dia bisa tahu kalau aku juga mati bosan dirumah ? Aigoo . Jika kalian berfikir aku akan dengan mudahnya menyetujui idenya itu , kalian salah . Aku lebih suka menggodanya dan membuatnya kesal setengah mati terlebih dahulu dibanding menuruti kemauannya dari awal kkk~ Aku pun mengetik pesan yang kufikir bisa membuatnya berteriak kesal .

To: Nara Kkrong

YA ! Bisakah kau tidak mengirimiku pesan jika hanya ada maunya saja eoh? Aish jinjja gadis busuk ini ! -_-  Mati saja kau ! Aku tak peduli :p

Woah , Luhan jjang ! Pasti dia kesal sekali padaku setelah membaca pesan ini . Aku tertawa melihat nama kontaknya di handphoneku , Nara Kkrong . Demi apapun , gadis yang kusukai begitu kekanak-kanakan .Dibalik penampilannya yang yah tidak bisa dibilang feminim itu dia memasang ringtone aneh , ya ringtone suara naga kecil bernama Kkrong di kartun Pororo yang biasa adikku tonton . Kekanak-kanakkan sekaligus membuatku rindu pada adikku satu-satunya Sehun . Tidak cocok sekali dengannya yang galak dan pemarah itu -_- Maka dari itu aku memberi nama Nara Kkrong di kontaknya . Tak lama ponselku kembali bergetar , pasti yeoja pemarah itu lagi .

From: Nara Kkrong

Chugollae ??? Dwasseo !

Aku tertawa keras melihat pesan darinya , sungguh yeoja ini menyeramkan sekali . Bagaimana bisa dia dengan mudahnya terpancing dengan isi pesanku ? Kwan Nara neo jinjja paboya .Aku masih melanjutkan kejahilanku , aku pun mengetikkan pesan yang tak kalah mengesalkan dari pesanku yang sebelumnya . Aku yakin dia akan benar-benar kesal padaku kkk ~

To: Nara Kkrong

Benarkah kau akan beraegyo didepanku? Yakso ? Aku tak yakin kau akan melakukannya . Yeoja aneh sepertimu tak akan pantas bertingkah imut

Aku segera mengirim pesan itu dan tak sabar menunggu respon darinya . Aku memain-mainkan ponselku sambil menunggu balasan dari Nara , dan tiba-tiba ponselku bergetar lama . Siapa yang menelfon ? saat ku lihat nama kontaknya ternyata Nara menelfonku , mati kau Xi Luhan . Sepertinya yeoja itu benar-benar marah -_- Aku mengangkat telfon yeoja itu , dan mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa membuat gendang telingaku rusak .

“Yeob—“

“YA XI LUHAN  BISAKAH KAU BERHENTI BERTELE-TELE EOH??? APA SETELAH KAU PUAS MENGEJEKKU KAU AKAN MENGAJAKKU PERGI ?? AAAH GEUREKUNA , EJEK AKU SEPUASMU XIAO LU !”

Belum selesai aku berbicara dia sudah berteriak membabi buta  , aigoo kasihan sekali telingaku ini. Gadis itu benar-benar terpancing rupanya. Kena kau Kwan Nara . Aku tertawa senang mendengarnya ,ya walaupun telingaku sakit mendengar omelannya namun teriakannya adalah salah satu hal yang kurindukan .

“YA!!! CHUGOLLAE ??? KAU BENAR-BENAR AKAN MATI DITANGANKU OPPA !”

Dia mengancamku lagi , aku tak bisa menahan tawaku dan menertawakannya hingga perutku sakit. Aku dapat mendengarnya menghela nafas . Ckck , neomu bogoshipo Kwan Nara ,batinku .

“Aigoo , uri Nara sedang PMS eoh ? ini bahkan masih pagi Kwan Nara dan kau nyaris membuatku mati karna lelah tertawa . Suaramu begitu nyaring ditelingaku kkk~”

“Dwesseo ! Aku tutup telfonnya!”

“Chankkaman !”

“Wae” Sahutku malas .

“Aku akan menjemputmu satu jam lagi di apartemenmu nona Kwan”

“Nde?”

Tanpa banyak bicara lagi aku langsung menutup telfonnya lebih dulu dan bersiap-siap untuk menjemputnya .

Disepanjang jalan aku sibuk mebrowsing tempat-tempat yang menyenangkan untuk refreshing . Aku butuh suasana baru . Bosan sekali rasanya dengan suasana kota , mungkin pergi ke suatu tempat yang banyak bunga-bunga dan pohon adalah ide bagus . Aku mengingat sebuah tempat yang teman-temanku rekomendasikan saat aku pertama kali datang ke Korea pertama kali , aku segera mencari tempat itu di GPS , semoga saja tempat yang kupilih tepat untuk acara .. ah kencan kami. Tidak lupa akupun membawa benda yang sudah lama kubeli . Sebuah benda yang sangat berharga untukku .

…………………………………………………….

Nara sangat cantik dengan kemeja pink dan celana jenas yang dia pakai , rambutnya diikat setengah dan sisanya dibiarkan tergerai bebas .Sederhana , namun dapat membuatku benar-benar terpikat . Nara bukanlah yeoja yang banyak berdandan dan memperdulikan pakaiannya namun dia benar-benar cantik , cantik alami .  Aku mengendarai mobilku cepat , tak sabaruntuk segera sampai ke tempat yang orang-orang bilang indah itu . Mataku fokus kejalan didepanku , namun dapat kurasakan yeoja itu menatapku lekat-lekat . Aku berusaha menyembunyikan ekspresiku dan menahan desiran hebat di jantungku ini agar tidak berlari ke wajahku yang bisa membuatnya salah paham . Setelah sekian lama , yeoja itu mengeluarkan suaranya .

“Oppa , kita mau kemana ?”

“Diam saja tuan putri”

“Mana ada seseorang yang berkata seperti itu pada tuan putri” Cibirnya kesal.

Aku menertawakan kepolosannya itu , sedangkan dia hanya merengut kesal .

“Baik kalau begitu aku ralat , diam saja gadis menyebalkan”

Kami sudah memasuki sebuah wilayah dimana banyak pohon dan bunga disetiap sisi jalan . Yeoppoda .. Neomu Yeoppo ..

Aku dapat melihat yeoja itu tak dapat berhenti berwoah-woah ria ,jelas sekali dia sangat mengagumi pemandangan disekeliling kami . Aku tertawa kecil melihat tingkahnya , apa sebagai yeoja dia tidak bisa bersikap yang semestinya didepan namja sepertiku .

“Tutup mulutmu Kwan Nara , bisa-bisa ada lalat yang masuk kemulutmu jika terus seperti itu”

Dia melemparkan death glare andalannya kepadaku .

“Wae? Aku tampan eoh ? Ah Arasseo , aku memang tampan , kau tak perlu memandangku seperti itu kkk~”

Dia mencubit lenganku gemas dan menertawakan tingkahku . Tapi tunggu sebentar , aku memang tampan eoh ? #iya Lu iya gue tau :3

Aku memakirkan mobilku disisi jalan dan membawa kameraku yang memang sengaja kubawa untuk mengabadikan momen-momen hari ini . Sejujurnya aku tak begitu tertarik dengan dunia fotografi hanya saja aku menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan Nara . Jadi , kemana saja aku dan Nara pergi aku akan selalu membawa kamera kesayanganku untuk memotret pemandangan sekeliling kami yah walaupun biasanya aku hanya memotret Nara sebagai titik fokusnya . Tentu saja itu semua kulakukan sebagian besar tanpa sepengatahuan yeoja itu , dia tak terlalu suka difoto . Jadilah aku seperti penggemar rahasianya , memotretnya diam-diam yang tetap cantik dalam keadaan apapun .

Yeoja itu asik memandangi bunga-bunga yang bermekaran disekeliling kami , tak dapat menahan rasa kagumnya .

“Woah , yeoppoda” Ujar gadis itu riang .

Aku menyiapkan kameraku dan memanggil namanya .

“Kwan Nara !”

Sesaat dia menoleh dan aku langsung memotretnya .

JPRET !!

 

Gadis ini memang sempurna , aku menatap hasil fotonya puas sambil melemparkan senyumku padanya . Bunga-bunga itu cantik seperti dirinya , ani.. bahkan yeoja itu lebih cantik dibandingkan bunga-bunga disekelilingnya .

“Cantik , mereka cantik sepertimu “

Pipinya merona seketika , aigoo Kwan Nara kau tidak boleh memperlihatkan wajah seperti itu kepada namja lain selain aku . Kuyakin namja manapun akan dengan mudahnya jatuh hati padanya jika melihat wajah yeoja ini sekarang .

Yeoja itu agak salah tingkah karna terus kutatap lekat-lekat dan berusaha keras menyembunyikannya .

“Oppa , kajja ! Aku sudah tak sabar berjalan-jalan”

Aku menggaet tangannya cepat dan menarik tubuhnya agar lebih dekat denganku , hari ini kau milikku Nona Kwan . Bahagia sekali bukan , bergandengan tangan dengan orang yang kau sukai di tengah-tengah bunga bermekaran seperti ini .

“Woah aku tak menyesal mengajakmu kesini , neomu yeoppo”

“Kau sudah pernah kemari sebelumnya oppa ?”

“Opseo, aku hanya sering mendengarnya dari teman-temanku “

“Jeongmal ? eiyy jangan berbohong padaku Oppa”

“Jeongmalyo , aku baru saja mengecek rutenya sebelum kita kemari melalui GPS , seharusnya kau sudah cukup bersyukur kita tidak tersesat saat kemari kkk~” Ujarku jujur pada yeoja disampingku ini . Aku mengacak rambutnya pelan dan tertawa . Sungguh aku tak dapat menyembunyikan kebahagiaanku hari ini , rasanya ingin tertawa dan tersenyum sampai pipiku pegal .

Kami melanjutkan perjalanan kami . Kami membeli permen kapas kesukaan Nara dan tak lupa berselca ria , tumben sekali yeoja ini mau difoto . Mungkin , suasana hatinya sedang bagus saat ini . Hingga pada akhirnya diujung jalan aku melihat sosok yang ku kenal , Kris .

“Ah chankkaman , bukankah itu Kris ?”

Aku menunjuk sosok Kris agar Nara bisa melihatnya lebih jelas . Wajah yeoja itu berubah seketika saat melihat sosok Na Mi yang muncul dari belakang tubuh Kris . Apa kau benar-benar menyukai Kris , Nara-ya ? Yeoja itu menatap sepasang kekasih itu sendu , matanya mulai berkaca-kaca .

“Kris!”

Panggilku lagi kepada namja jangkung sahabatku itu  , aku hanya ingin memastikan apakah  Nara memang benar menyukai Kris ? Aku hanya ingin melihat sikapnya .

“Ah annyeong hyung”

Kris menghampiri kami tentu saja bersama kekasihnya , kami saling memberi salam satu sama lain .

“Apa yang kau lakukan disini ?”

“Na Mi memintaku untuk menemaninya untuk mengambil foto-foto pemandangan disini Hyung , kau sendiri ?”

“Aku ? Tentu saja berkencan” Ujarku , rahang namja itu mengeras . Tampak sekali dia terkejut dengan apa yang kukatakan , seketika aku dapat menangkap apa yang terjadi , Kris menyukai Nara . Ya Tuhan .. apa aku boleh egois saat ini ?

“Ah geurekuna”

Nara yang sedari tadi terlihat tak nyaman pun menarik lenganku dan mengajakku pergi , wajahnya tak berubah . Masih murung , sama seperti saat dia melihat Kris dan yeojachingunya pertama kali .

“Oppa kajja kita pergi melihat-lihat lagi  , kita tidak boleh mengganggu kencan mereka”

Aku pun mengangguk tanda mengerti dan kami pun segera pamit kepada mereka berdua untuk melihat-lihat pemandangan yang lainnya .Setelah sekian lama berjalan , kami menemukan sebuah bangku panjang untuk melepas lelah kami . Sepertinya aku memang harus melakukannya sekarang , sebelum mereka terjatuh pada perasaan mereka semakin dalam . Aku tak ingin yeoja didepanku ini , sekali-kali bertindak egois tidak apa-apa bukan ? Aku ingin memonopoli gadis ini seutuhnya .

“Na-ya , kau tahu aku tak pernah merasa senyaman ini dengan seseorang”

“Semua yeoja yang mendekatiku tidak pernah menjadi dirinya sendiri , mereka semua hanya berpura-pura . Ah ya , satu lagi .. mereka terlalu banyak berdandan kkk~”

Aku tertawa sekilas , menertawakan bodohnya diriku dimasalalu yang hanya dimanfaatkan oleh yeoja-yeoja yang haus akan hartaku .

“Ah , kau harus melihat ini”

Yeoja itu masih terlihat bingung , aku merogoh saku celanaku danmengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna pink yang berhiaskan pita berwarna senada . Aku menyodorkan kotak itu padaku dan megisyaratkannya untuk membuka kotak itu dengan wajahku . Ia membukanya hati-hati dan ketika Nara melihat isi didalamnya , ada sebuah cincin bermatakan berlian berwarna pink yang sangat indah. Cincin yang memang kupesan untuknya. Ukurannya pun sudah pasti pas karna aku mempunyai cincin hiasan miliknya yang tertinggal di mobilku dulu .Cincin itu seperti mencermikan dirinya dimataku , sederhana namun memikat .

Aku mengambil kotak itu kembali dan mengeluarkan cincin itu dari tempatnya . Aku menarik tangan kirinya dan memakaikan cincin indah itu di jari manis miliknya . Aku menatapnya dengan penuh kesungguhan yang aku punya dan menunjukkan senyum terbaikku .

“Nara-ya , apa kau mau menjadi yeojachinguku ? kau berbeda , kau membuatku merasa sempurna , kau satu-satunya gadis yang membuatku nyaman”

Yeoja itu berfikir keras , terlihat dari raut wajahnya , jantungku seakan ingin berlari dari tempatnya . Melihatnya yang tak henti-henti memakerkan wajahnya yang merona membuatku berfikir Persetan dengan Kris ..kkk ~ Namja mana yang bisa melewati bidadari secantik dirinya .

“Of course oppa”

Woaaaah , rasanya jantungku berhenti berdetak saat itu juga . Kau tahu ? Sensasinya sama seperti saat kau menaiki wahana Jet Coaster .Aku mengumpulkan seluruh jiwaku kembali dan tertawa bahagia .

“Gomawo , jeongmal jeongmal gomawo”

Aku tersenyum sangat lebar dan memeluk tubuhnya erat . Tak ada salahnya bukan untuk egois ? bahkan jika untuk menjadikannya milikkuaku harus menukar nyawaku aku akan melakukannya , tak ada rasa sebahagia ini yang pernah menyelundup di kehidupanku sebelumnya .

Aku memutuskan untuk mengajaknya makan malam bersama dan setelah itu mengantarnya kembali ke apartemennya . Hari ini benar-benar sempurna . Kuharap , perasaan apapun yang Nara miliki pada Kris bisa menghilang termakan waktu dan melupakan namja itu . Aku ingin dia berbahagia denganku , walau tak akan mudah pasti baginya untuk melupakan Kris .

……………………………………………..

Belakangan ini aku bekerja lebih keras dari biasanya , pekerjaan di kantor menggila belum lagi pekerjaan part time yang kuambil disebuah kafe . Aku menabung seluruh gaji bulananku dari hasilku bernyanyi di kafe itu . Bukan tanpa alasan aku menyibukkan diriku seperti ini , ini semua karna aku menyiapkan sesuatu yang spesial . Dan agar terasa lebih spesial , aku memutuskan untuk tidak menggunakan gaji dari perusahaan , tapi menggunakan gaji part timeku . Hasil jerih payahku begitu terasa dan membahagiakan . Jika di perusahaan aku dapat menerima gaji maksimal dengan kerja minimal , saat part time aku bekerja maksimal dengan gaji yang minim . Namun tak apa , ini akan menjadi kenangan membanggakan untuk kuceritakan ke anak cucuku nanti .

Tak terasa 1 tahun sudah kulewati bersama Nara . Tak begitu banyak masalah yang menerpa kami , kami berdua mampu melewatinya dengan baik dan itu membuatku sangat bersyukur . Kami memutuskan untuk merayakan hari jadi kami dengan sederhana , hanya piknik kecil di halaman rumahku tempat kami biasa menghabiskan waktu bersama . Kami memang sering bersantai disini karna Nara senang sekali merawat bunga-bunga di halamanku dan bermain ayunan . Aku mengambil sebuah selimut tipis dan kami menggelarnya di atas rerumputan sebagai alas untuk merebahkan tubuh .

Aku menggenggam tangannya erat dan mengangkatnya keatas , menatapnya lekat dan tak henti-hentinya bersyukur betapa beruntungnya aku memiliki yeojachingu sepertinya.

“Oppa , apa kau bahagia ?”

Pertanyaan gadis itu mengalihkan perhatianku dari tangan kami , aku menatapnya dalam dan tersenyum .

“Neomu haengbokhae , hanya saling bergenggaman tangan seperti ini pun aku merasa sangat bahagia”

Aku kembali memandangi tangan kami yang saling bertautan .

“Oppa , kau tahu aku sempat ragu pada diriku sendiri.. aku takut akan mengecewakanmu nantinya . Apa aku pernah membuatmu kecewa Oppa ?”

Aku kembali menatap gadisku lekat , mencari-cari arti dari pertanyaannya , tumben sekali dia berbicara seperti itu .

“Kurasa tidak , kau nyaris membuatku kesal setiap hari dengan tingkahmu . Apa itu termasuk dalam kategori membuatku “kecewa” ?” Ujarku sambil tertawa pelan , dapat kulihat wajahnya berubah garang seketika.

“Aku tahu aku memang gadis menyebalkan , dan tentu saja kau tahu itu dari dulu sebelum kita pacaran bukan ? jadi bisa kukatakan itu tidak termasuk kategori membuatmu “kecewa” ”.

Aigoo perkataan polos yeoja ini selalu saja membuatku tertawa , aku mengelus pipinya lembut dan perlahan menempelkan bibirku pada bibir plumnya  .Memang bukan pertama kalinya , namun bibir manisnya selalu menjadi candu untukku.

“Gomawo untuk satu tahun ini Kwan Nara , kau tahu betapa beruntungnya aku memilikimu .. Saranghae”

“Nado Oppa , nado saranghae”

Nara membelai pipiku lembut , namun tiba-tiba raut wajahnya seketika seperti ada yang tidak beres . Dia terus memperhatikan wajahku lekat-lekat . Jarinya menyusuri mataku , kemudian turun ke hidung dan berakhir di pipiku .

“Wae dear ?”

“Oppa , kau sakit ? ku perhatikan kau semakin kurus dan pucat belakangan ini ? gwenchana ? apa kau sering telat makan oppa ?”

Aku terkesiap mendengar pertanyaanku , dan segera memalingkan wajahku cepat .

Benarkah ? aigoo .. apa yang harus kukatakan . Aku berusaha terlihat senormal mungkin agar dia tak curiga . Nara memang mudah sekali khawatir jika sudah menyangkut kesehatanku.

“Ah nde ? Jinjjayo ? Aku merasa baik-baik saja . Mungkin karna kelelahan saja Na-ya”

“Geotjimal”

Dia berusaha mencari kebohongan di kedua bola mataku . Nara tak percaya denganku , karna mungkin dia memang melihat perubahanku yang sangat drastis .

“Aku tidak berbohong dear ..”

Aku menatapnya lembut dan membelai puvak kepalanya penuh sayang . Aku berusaha menenangkannya dan meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja. Aku memeluknya erat . Bersabarlah sebentar dear ini tak akan lama ..

……………………..

Seperti biasa disaat senggang aku bekerja part time di sebuah kafe menjadi penyanyi . Bernyanyi adalah salah satu hobiku , dan kelebihanku yang lain setelah wajah imutku ini pastinya kkk ~ . Hari ini Nara berjanji akan datang ke kafe dan membawakanku makan siang . Tak lama kulihat Nara berjalan memasuki kafe dan memilih meja terdekat untuk melihat penampilanku . Setelah selesai menghibur pengunjung kafe , Nara melambaikan tangannya kepadaku . Namun ketika aku berjalan mendekat , lagi-lagi wajahnya berubah tak suka . Mungkin hanya perasaanku , namun entahlah .

“Oppa !”

“Nara-ya ”

“Aku mengantarkanmu makan siang , kau semakin kurus Oppa”

Ah topik ini lagi yang ia bicarakan ..

“Mianhae membuatmu khawatir dear ..”

“Kau terlihat sangat lelah Oppa , berhentilah part time di kafe ini dan fokuslah dengan perusahaan keluargamu saja”

Aku sudah menduga apa yang akan ia katakan , namun aku tak bisa berhenti hanya selangkah lagi dan aku harus menyelesaikannya dengan baik

“Kau akan tahu alasanku melakukan ini nanti dear ..Aku hanya ingin menghasilkan sesuatu yang benar-benar dari hasil keringatku sendiri . Gaji dari perusahaan itu masih dengan campur tangan keluargaku pastinya”

“Oppa , kau tahu aku tak suka melihatmu seperti ini. Aku tak pernah melarangmu untuk melakukan apapun yang kau lakukan bukan ? Tapi mengertilah , sesibuk apapun kau harus tetap memperhatikan kesehatanmu Xiao Lu”

Dia mulai menyerah berargumen denganku , dia selalu memanggilku Xiao Lu disaat dia sedang kesal denganku. Aku mengerti sekali dia kecewa denganku , ini pertama kalinya aku benar-benar mengabaikan permintaannya. Aku menatapnya sendu , meminta pengertiannya . Tunggu sebentar dear , aku ingin memberimu kejutan..

Kulihat dia mengambil kantong plastik dari tasnya dan menyodorkannya kepadaku , aku membukanya dan dapat kulihat beberapa vitamin dan minuman herbal . Hatiku tersentuh atas perhatian yeojaku ini , namun aku tak dapat melakukan apapun karna ini belum saatnya dia tahu yang sebenarnya . Matanya mulai berkaca-kaca , dia berusaha keras mempertahankan airmatanya agar tidak jatuh sedikitpun.Aku tetap pada posisiku , tak bergeming sedikitpun atau bicara kepadanya , aku hanya membiarkannya kecewa padaku sementara ini .

“Aku pulang”

Dia mengambil tasnya dari atas meja dan berlari keluar kafe meninggalkanku yang sama sekali merespon tindakannya . Dapat kupastikan dia benar-benar marah padaku . Aku meremas kantong plastik itu pelan , hatiku berkedut nyeri melihatnya seperti itu . Mianhae dear ..

Aku mendatangi sahabatku Lay yang sebenarnya adalah pemilik kafe ini , aku memang bekerja sama dengannya membuat kejutan untuk Nara .

“Lay-ah , bagaimana apa barang-barang sudah siap ?”

Namja berlengsung pipi itu tersenyum dan mengacungkan jempolnya .

“Siap Ge , semuanya sudah kusimpan dibelakang .Bagaimana kita jadi mendekor kafeku hari ini ?”

“Gomawo , ne tentu saja”

Sahabatku yang satu ini memang bisa diandalkan . Sebenarnya ,aku banyak dibantu oleh sahabat-sahabatku untuk acara ini .Suho yang menyiapkan segala peralatan dan barang-barang yang dibutuhkan , Kris yang merancang ruangan , dan Lay yang meminjamkan kafenya untukku juga membiarkanku bekerja . Semua ini ku persiapkan dengan uang hasilku bernyanyi di kafe ini dan beberapa kafe lainnya di waktu senggang .

Sebelum mulai mendekor kafe milik Lay , aku memutuskan untuk menelfon Nara . Tentu saja untuk menyuruhnya datang ke kafe ini besok sore .

“Yeobseo”

Suara Nara sangat dingin , dia masih marah kepadaku.

“Na-ya , aku ingin mengajakmu ke suatu tempat besok . Temui aku di kafe tempatku bekerja eotte ??”

“Aku tak mau berjanji aku akan datang Xiao Lu”

“Berhenti memanggilku seperti itu , kau masih marah eoh ? kau harus datang arasseo ?”

“Nde ara , jam berapa ?”

“Jam 4 sore oke ?  dear .. mianhae jika aku mengecewakanmu jeongmal mianhae ..  You know you’re the only one ,right ? i love you dear , it’s so nice to be by your side”

“I know , berhentilah membuatku khawatir oppa”

“Ara dear , jinjja ara”

“Oppa semenyebal apapun aku , kau tidak akan meninggalkanku sendiri bukan ?”

“kkk~ apa yang kau bicarakan dear ? aku tak akan pernah pergi . Aku takkan pernah meninggalkanmu sendiri dear , dimanapun kau berada dapat kupastikan aku bersamamu disana”

“Eiyyy , kau sudah jago menggombal eoh ? Aish arra oppa arraaaa”

Lega sekali rasanya saat Nara memaafkanku . Sekarang aku hanya tinggal mempersiapkan segalanya. Fighting Xiao Lu ! ^^

Kafe sudah didekorasi dengan baik , karya 4 namja tampan kkk ~ Suasana kafe ini menjadi sangat romantis dan hangat . Mungkin terkesan seperti candle light dinner karena banyak lilin yang tersusun , lampu-lampu kecil yang menjulur disetiap sisi kafe dan bunga mawar merah kesukaan Nara .

“Ge , lalu bagaimana selanjutnya ? kita harus menyusun skenario dengan baik” Ujar Lay antusias.

“Ah, igeo kau harus memutar kaset ini saat Nara datang . Besok aku akan mengambil cake dan kalung yang kupesan , nah saat video ini selesai aku akan datang sambil membawa cake dan kalungnya . Arraseo ?”

“arraseo Ge”

Senyum namja berlengsung pipi itu sambil mengangkat tangannya ke atas alisnya , hormat kepadaku . Rasanya kami seperti sedang menjalankan tugas negara kkk~

……………………………………………

“Hyung gwenchana ? kau demam hyung ..Bagaimana kalau aku saja yang mengambil cake dan Kris yang mengambil kalungnya ?”

Ujar suho khawatir , suhu tubuhku memang lumayan tinggi pagi ini . Aku dapat melihat Kris yang baru saja datang .

“Ge , weishenma (ada apa) ??”

“Luhan Hyung demam dan memaksakan diri untuk mengambil cake dan kalung yang ia pesan sendiri”

Nifongla (Kau gila) eoh??”  Ujar Kris tak kalah khawatir .

Wu yau ma, Ge.. ( Jangan seperti ini)” lanjut Kris .

Aku hanya tersenyum kecil pada kedua sahabatku ini, namun aku tetap pada pendirianku , langkah terakhir ini biar aku yang menyelesaikannya .

“Gwenchanna, biar aku yang menyelesaikan ini , kalian berdua kutugaskan untuk menjaga Nara sampai aku kembali”

Aku segera bergegas pergi meninggalkan mereka yang masih terpaku melihatku .

Lay baru saja menelfonku , Nara sudah sampai di kafe . Woah berarti waktuku hanya tinggal sekitar 20 menit lagi . Kesehatanku memang memburuk belakangan ini karna terlalu memforsir tubuhku terlalu keras . Xi Luhan kau harus kuat , jangan sampai ini semua sia-sia !

Aku sudah mengambil cake dan kalung yang kupesan dari jauh-jauh hari . Aku bergegas pergi ke kafe karna waktu yang tersisa hanyalah beberapa menit lagi. Aku sengaja tak membawa mobil , karena di weekend seperti ini pasti aku akan terjebak macet . Kafe sudah didepan mata . Tubuhku sudah sangat terasa lemah , aku mengurangi kecepatan kakiku dan mengurut dahiku pelan.  Aku menyebrang dengan sangat perlahan karna nyatanya pandanganku mulai berbayang . Aku terus berjalan menuju kafe dan ….

BBRAK ..

Tanpa sempat merasakan atau menyadari apapun aku sudah tersungkur di atas aspal jalanan , pandanganku semakin  membuyar. Aku menatap lurus ke tangan kananku yang masih menggengam erat kalung dan buket mawar yang sudah kehilangan banyak kelopak-kelopaknya, dan berusaha melihat ke kiri mencari kue yang kupesan untuk yeojaku itu . Aku menatap nanar cake yang sudah hancur berantakan itu . Mataku panas dan siap mengeluatkan cairan-cairan beningnya  .  Kau gagal Xiao Lu , selamat kau telah gagal membuat yeojamu bahagia ,dan setelah itu semuanya menghilang .

Kris POV

Aku memandangi Nara yang masih tak dapat meutupi kesedihannya melihat Luhan yang koma saat ini . Kecelakaan itu memang cukup parah . Luhan tak mendengar bunyi lampu lalu lintas yang berubah warna menjadi hijau . Dia ditabrak oleh sebuah mobil cukup kencang . Dokter mengatakan terjadi pendarahan di kepalanya , entahlah .. yang pasti sekarang namja yang menjadi tempatku berkelu-kesah ini terbaring tak berdaya sedikitpun . Sejak yeoja itu memasuki kamar ini , dia masih tak berhenti menangis .. membuatku mengingat perkataan Luhan yang cukup gila menurutku beberapa saat sebelum dia tak sadarkan diri .

#FLASHBACK

“Kau mencintai Nara eoh ?”

“Apa maksudmu ?”

“Aku mengetahuinya Kris , jangan berbohong”

Aku terdiam seketika , bagaimana dia tahu ? kurasa aku sudah menyembunyikan perasaan ini dalam-dalam. Memang sejak pertama kali bertemu kembali dengan Nara , aku menyukainya . Namun tanpa disangka Nara tak berapa lama setelah itu Nara berpacaran dengan Luhan.

“Dia juga mencintaimu Kris-ah” Ucap namja mungil itu parau .

“Apa yang coba kau katakan sebenarnya Lu ?”

“Kau harus menggantikanku untuk menjaganya , kau harus berjanji padaku Kris”

#ENDFLASHBACK

Apa benar yeoja ini mencintaiku ?  kalau memang benar , dan Luhan mengetahuinya kenapa mereka bisa berpacaran sampai saat ini ?

Aku menarik lengan yeoja itu lembut dan menatapnya sendu .

“Ttarawa, kau harus makan.Pasti kau belum makan seharian ini”

Yeoja itu masih terisak pelan , dia menggelengkan kepalanya lemah .

“Makanlah jebal , Luhan bisa membunuhku jika tahu aku tak menjagamu dengan baik . Aku sudah berjanji padanya sebelum ia tak sadarkan diri”

Akhirnya yeoja itu mengalah dan mengikuti langkahku keluar dari kamar itu . Tanpa kusadari aku menggenggam tangan Nara erat . Sepertinya dia juga tak menyadari hal itu , dia masih sangat terguncang . Aku mengajaknya mencari makanan diluar , aku mencoba untuk mengganti suasana agar yeoja disampingku ini tak terus bersedih .

“Kau sebut dirimu namja eoh Kris-ah ?”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “FF : The One That Got Away (2 of 3 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s