FF : GROWL Chap. 3

Growl

Tittle              : Growl

Author            : Ohmija

Cast                : EXO and Park Yoora

Genre              : Action, Friendship, Family, Romance

Noted: Buat author lain, jika ada FF yang belum di publish, silakan kirim lagi dan mssg author. Mungkin kelupaan :’]

“Hari sabtu? Dua hari lagi?” Tao menoleh kearah Sehun yang sedang membaca komik sambil bersandar pada sebuah kursi kayu yang ada di atap sekolah.

“Kalian benar-benar membuatku muak”rutuk Luhan kesal lalu merampas komik yang dibaca Sehun kasar membuat wajahnya seketika disinari oleh sinar matahari. Ia meringis karena silau. “Terutama kau Oh Sehoon!”

“Hey, jangan merebut komikku! Aku harus membaca lanjutannya. Jiraiya mati karena—“

“Bisakah kau tutup mulutmu?!”tandas Luhan penuh penekanan. “Kau tidak akan pernah menjadi pintar jika kau terus membaca komik bodoh ini dan melakukan balapan lagi!”

Sehun mendengus, “oke Luhan, aku tau kau adalah siswa pintar yang selalu mendapat ranking pertama dan disetiap ujian harus rela membagi jawaban dengan tiga temanmu yang bodoh ini. Tapi—“

“Hey, aku tidak selalu meminta jawaban padanya”protes Chanyeol tidak terima

“Oke, terserah”balas Sehun tidak perduli. ”Yang jelas kepintaran tidak menjamin kau akan hidup sukses dikemudian hari. Dan menjadi pecundang adalah langkah pertama menuju kegagalan untuk menjadi orang sukses. Kau mengerti, tuan pintar?”

“Whooaa, Oh Sehoon! Darimana kau mendapatkan kata-kata itu?”

“pemikiranku sendiri”balas Sehun mengubah posisi duduknya membelakangi matahari. Detik kemudian matanya berbinar menatap Tao. “Whoa! Aku bisa berpikir! Tidak ku sangka tukang contek sepertiku mampu mengajari si pintar Luhan! Aku pikir otakku tidak bisa berfungsi lagi setelah appa memukulku dengan sapu waktu itu”lanjutnya bangga terlihat begitu bersemangat

“Mulai sekarang, kau harus menjaga otakmu dengan baik, Oh Sehoon”balas Tao tak kalah bodohnya. Ia menghusap-husap kepala Sehun pelan. Chanyeol terkekeh geli.

Luhan semakin geram, “Hey! Apa kalian pikir aku sedang bercanda?!”bentaknya seketika membuat tiga temannya yang lain langsung menatap kearahnya sambil menghusap-husap dada. “Kau sudah berjanji padaku untuk tidak balapan liar lagi kan?!”

“Luhan…ayolaah. Dia bermasalah dengan Tao…”

“Bukan Tao tapi dengan Do Kyungsoo itu! Kalian seharusnya tidak ikut campur!”

“Aku tidak ikut campur tapi mereka sudah mengganggu tidurku waktu itu”balas Tao ikut bersandar pada sandaran kursi disamping Sehun. “Aku berhak marah. Harusnya dia tidak mengganggu mimpi indahku yang sedang menyantap makan malam bersama Song Hye Gyo”

“Sudahlah. Aku tidak mengingkari janjiku padamu. Kali ini aku melakukan balapan untuk membela temanku, bukan untuk mencari uang”

“Itu adalah hal yang sama!”bentak Luhan

“Tidak!”seru Sehun tak kalah meninggi. Ia menatap Luhan lurus, kali ini ekspresinya berubah serius. “Aku membela sahabatku, Luhan”ujarnya dengan nada merendah

“Jika kalian bertengkar karena aku, aku bisa melakukannya sendiri” Tao akhirnya berdiri, mendorong tubuh Luhan pelan dan mengacaukan kontak mata antara Sehun dan Luhan yang semakin menajam. “Dengar? Aku akan melakukannya sendiri”ujarnya lagi memperjelas kalimatnya

“Kau tidak pandai mengendarai mobil, Tao”sahut Chanyeol sambil memainkan game di ponselnya. “Dan aku yakin Sehun tidak akan membiarkanmu terlihat memalukan di depan pria pendek itu”

Tao mendelik, “apa maksudmu dengan memalukan?Kau meremehkanku?”

“Bagaimana jika nyatanya dia sangat pintar mengemudi? Dia bisa mengalahkanmu dengan sangat mudah…” Chanyeol mengakhiri permainannya setelah mendapat skor tertinggi kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer. “…dan resiko terberatnya…bagaimana jika malam itu kakakmu beroperasi dan menemukanmu menjadi salah satu tersangka balapan liar? Aku yakin kau pasti akan menjadi pengganti Sehun sebagai samsak yang bisa ia pukuli”

“Oke, kau terlalu berlebihan Chanyeol…”

Sehun tersenyum tipis, kemudian berdiri dan menepuk sebelah pundak Luhan. “Aku hanya bermaksud untuk memberi peringatan padanya. Tidak lebih…”

“Kau tidak perlu melakukan itu”

“Memang tidak perlu. Tapi aku harus melakukannya”

“Kenapa?”

“Kenapa kau masih bertanya?”seru Sehun tertawa kecil. “Kau pernah mengingkari janjimu pada oema untuk tidak memakan ice cream saat kau sedang flu, tapi kau justru membelikanku ice cream dan memakannya bersamaku saat aku menangis karena dipukul oleh appa”

“Sehun, itu berbeda! Dan itu sudah terjadi belasan tahun lalu”

“Tidak ada yang berbeda Luhan”balas Sehun cepat. “Yang berbeda hanya waktu”

“Dengar teman-teman…” Tao mencoba menghentikan adu argumentasi yang tidak ada akhirnya itu. “Kalian berdua sudah berteman sejak kecil dan kalian baru mengenalku setelah kita berada di tingkat pertama. Ini adalah salahku yang melibatkan diriku sendiri dengan masalah yang terjadi antara kedua pria kerdil itu. Jadi hentikan pertengkaran kalian karena ini adalah masalahku…”

Luhan dan Sehun terdiam. Masih saling kesal dengan satu sama lain, bahkan membuang pandangan.

Namun tak lama, akhirnya Luhan menghela napas panjang,  “Kabari aku jika kalian ingin pergi…”serunya pelan sembari berjalan meninggalkan teman-temannya kembali ke kelas.

Kening Tao berkerut, “apa maksudnya?”

“Bodoh. Kau tidak dengar? Dia mengijinkan kita”jawab Chanyeol disambut dengan senyuman lebar Sehun.

“Chanyeol, aku rasa sekarang giliranmu…”

***___***

Kata-kata yang keluar dari mulut Luhan itu sebenarnya tidak sepenuhnya tulus. Ia masih saja gelisah. Masih khawatir jika nantinya Sehun akan tertangkap oleh Kris lagi dan di pukuli tanpa ampun.

Dia benar-benar merasa sedih jika harus melihat luka lebam di wajah sahabatnya lagi, ataupun bajunya yang kembali robek setelah dipukuli oleh kepala polisi yang terkenal kejam itu.

Masih ada waktu sebelum bel masuk berbunyi dan mengakhiri waktu istirahat sore. Dan Luhan memanfaatkannya menuju sebuah ruang kelas yang berada paling ujung koridor, didekat tangga naik lantai 2. Ia sudah mendapat informasi dari beberapa temannya jika seseorang yang dicarinya berada di kelas itu.

“Luhan…”sapa Youngmin, salah satu penghuni kelas 3B yang dikunjungi Luhan. “Kenapa kau tiba-tiba kesini? Mencariku?”tanyanya sedikit bingung karena tidak biasanya Luhan mencari seseorang, kecuali Sehun, Chanyeol dan Tao. Yah, dia memang sedikit pendiam dibandingkan teman-teman berandalannya.

Luhan menggeleng pelan kemudian tersenyum, “Aku mencari Kim Suho. Mengenalnya?”

“Kim Suho?” mata Youngmin melebar. “Kenapa kau mencari si aneh itu?”

Kening Luhan berkerut, “Si aneh?”

“Yeaah, dia murid baru yang selalu bersikap aneh. Sikapnya lebih terlihat seperti seseorang yang jauh lebih tua daripada umurnya”

“Maksudmu?” Luhan menjadi tertarik dengan ucapan Youngmin. Ia menjatuhkan diri disamping pria berwajah tampan itu.

“Kau tau? Setiap pagi, dia selalu membawa secangkir kopi di tangannya dan sebelum bel masuk berbunyi, dia selalu menyempatkan diri untuk membaca koran atau majalah”

“Kenapa aneh? Aku rasa hal itu wajar..”

“Hey, apa kau selalu meminum kopi sebelum pergi sekolah?”seru Youngmin. Dengan cepat, ia menjawab sendiri pertanyaannya. “Aku yakin tidak”

“Memang benar. Tapi…”

“Dan aku yakin kita lebih tertarik dengan komik daripada koran atau majalah” Youngmin memotong ucapan Luhan.

“Kau benar juga. Tapi, mungkin saja itu adalah kebiasaannya…”

“Mungkin” Youngmin mengangguk-angguk.”Tapi tetap saja tingkah lakunya sangat aneh. Pengetahuannya memang sangat luas dan aku mengakui jika dia mampu menguasai hampir semua pelajaran, tapi…aku tetap merasa dia seperti bukan seseorang yang seumuran dengan kita. Dan tentunya…dia tidak terlalu ramah untuk ukuran seorang murid yang baru berada dikelas ini selama 3 bulan”

“Itu dia…” Mata Luhan menangkap sosok Suho yang tiba-tiba muncul di ambang pintu sambil membaca buku yang ada ditangannya. Ia berdiri, menepuk pundak Youngmin pelan dan tersenyum tipis. “Terima kasih…”

Walaupun sangat tidak mengerti dengan tingkah Luhan, Youngmin tetap balas mengangguk dan membiarkan namja itu menghampiri Suho.

Suho tersentak saat tangan Luhan menepuk sebelah pundaknya, “kita harus bicara”seru Luhan tanpa basa-basi

“Tentang apa?”

“Bisakah kau ikut aku keluar?”

***___***

“Ada apa?” Suho kembali bertanya setelah mereka sampai di depan kelas.

Luhan terdiam sejenak, menarik napas pelan lalu menatap Suho lurus-lurus. “Sebenarnya, aku tidak ingin mencampurinya. Tentangmu atau tentang Do Kyungsoo itu. Hanya saja…bisakah kau membatalkan niatmu dengan temanku?”

Suho tertawa kecil, “apa dia takut?”

“Bukan dia”jawab Luhan cepat. “Tapi aku”

“Apa?”

“Dengar, mungkin kau hanya mengetahui bahwa aku dan teman-temanku adalah pembuat onar. Tapi, Sehun adalah sahabatku dan aku sangat tidak ingin melihatnya kebut-kebutan lagi”

“Aku tidak akan melakukannya jika teman-temanmu tidak mengganggu urusanku. Mereka yang memulai semuanya”

“Aku tau” Luhan menghela napas panjang. “Tolong maafkan mereka dan lupakan tentang balapan itu”

“Aku tidak menginginkan adanya balapan dan pertengkaran antara aku dan sahabatmu itu. Aku punya suatu urusan dan aku harap dia tidak mengganggunya. Aku tidak ingin berurusan dengan biang onar seperti kalian”

Bel tanda masuk kelas berbunyi. Suho menatap Luhan sejenak kemudian meninggalkan namja itu dalam helaan napas panjang.

***___***

“Kita tunggu sampai Yoora noona pulang baru mengatakannya”seru Chanyeol ketika mereka duduk bersama diatas tumpukan ban yang seketika berubah fungsi menjadi sebuah kursi.

“Ingat, kita harus memperlakukannya semanis mungkin agar dia mengijinkannya”sahut Tao duduk diatas motor besar Chanyeol, motor itu hampir sama bentuknya dengan milik Yoora. Hanya berbeda warna. Milik Chanyeol warna coklat.

“Chanyeol, sekarang giliranmu. Kita membutuhkan mobil itu untuk balapan nanti”

“Banyak mobil yang sedang diperbaiki dan baru akan diambil pada hari minggu. Kau tidak mau mencobanya?”tawar Chanyeol menunjuk beberapa buah mobil yang masih berada dalam tahap perbaikan yang ada didepannya.

“Aku tidak pernah memakai mobil lain kecuali mobil itu”geleng Sehun pelan. “Bantu aku untuk mengatakannya pada Yoora noona agar aku bisa menggunakannya lagi”

“Kalian benar-benar yakin?”sahut Luhan tanap memalingkan pandangannya dari lantai yang ia pijak. Punggungnya bersandar pada sebuah pilar. “Kalian tidak ingin membatalkannya?”

“Luhan, kau mulai lagi…”desah Tao panjang. “Kau sudah mengijinkan kami tadi”

“Oke, terserah kalian”balasnya singkat membuat Tao dan yang lain semakin menghela napas. Masih terlihat jika dia tidak sepenuhnya mengijinkan hal yang akan dilakukan oleh Sehun.

“Kalian lagi…”suara seseorang terdengar membuat Sehun dan teman-temannya seketika menoleh. “Kenapa kalian suka sekali berada di rumahku, huh?”rutuk seorang wanita yang ternyata Park Yoora itu kesal.

“Kami sedang mengadakan meeting”jawab Sehun asal

“Cih, kau bahkan mengetahui apa arti meeting, albino”cibir Yoora mendengus lalu melepaskan sepatunya asal dan menggantinya dengan sandal jepit yang bergeletakan di lantai bengkel.

“Tentu saja”balas Sehun bangga

“Noona, kau sudah makan? Mau aku belikan sesuatu?” Tao memulai aksinya

“Noona, harusnya kau masuk dari rumah kita bukan dari sini. Kakimu bisa kotor jika terkena noda-noda hitam. Atau mau aku ambilkan sandal dari rumah kita?” Chanyeol menambahi. Ia berdiri dari duduknya, menghampiri Yoora dan langsung mengambil alih tasnya membuat kakak kandungnya itu menjadi bingung.

“A-ada apa dengan kalian?”serunya terperangah menatapi wajah manis Sehun, Chanyeol dan Tao yang lebih terlihat menjijikan.

“Noona, kau lelah? Mau aku pijit?” Sehun juga bersuara

“Hey, ada apa ini?! Lepaskan…lepaskan…” Yoora merampas tasnya dari tangan Chanyeol dan memukul tangan Sehun yang hendak memijit pundaknya. Ia mundur dua langkah dan menatap ketiga namja yang berdiri didepannya itu dengan pandangan ngeri. “Cukup! Katakan padaku apa yang kalian inginkan?”

“Noona, mereka ingin meminjam mobil padamu” Bukan Sehun, Chanyeol dan Tao yang bersuara. Melainkan Luhan yang menarik punggungnya dari pilar dan ikut menghampiri Yoora. Ekspresinya datar, mengatakan hal yang ingin dikatakan oleh ketiga temannya tanpa beban sama sekali.

Seketika Sehun, Chanyeol dan Tao menoleh kearah Luhan dengan mata terbelalak, “bodoh! Rencananya tidak seperti itu!”bisik Sehun kesal

“Kita harus bersikap manis padanya terlebih dulu!”tambah Tao

“Jangan pengaruhi kejujuran Luhan dengan kebohongan kalian. Dasar biang onar!”ketus Yoora mengetahui akal bulus Sehun, Chanyeol dan Tao.

“Kami bukan biang onar”elak Chanyeol tidak terima dikatai oleh kakaknya seperti itu

“Oh Luhan, nasibmu benar-benar sial. Kau adalah anak yang baik tapi kau mendapat sahabat yang begini bodohnya. Bahkan tiga sekaligus. Tuhan begitu menguji hidupmu…”

Mata Chanyeol seketika membulat lebar setelah mendengar perkataan Yoora yang benar-benar menusuk, ia mendelik. “Kenapa ucapanmu terdengar seperti kami hanyalah parasit di hidup Luhan? Apa kami seburuk itu, huh?”

“Diamlah…” Yoora mengibaskan tangannya di depan wajah Chanyeol. “Apa yang akan kau lakukan? Kau pasti akan balapan lagi,kan? Bukankah sudah sejak lama kau meninggalkannya? Kau kekurangan uang? Atau Chen menantangmu lagi?”tanyanya berturut-turut

“Aiiish, kau berisik sekali. Pinjamkan saja padaku dan aku jamin aku tidak melakukan taruhan apapun”seru Sehun frustasi. “Aku hanya ada sedikit urusan dengan seseorang dan aku membutuhkan mobilmu”

Yoora menghela napas panjang, “Jangan membuat masalah lagi Oh Sehoon. Omoni pasti akan mengkhawatirkanmu”

“Tidak. Aku tidak melakukan apapun. Tenang saja”

***___***

Sekolah adalah dunia yang baru baginya sekarang. Setelah sekian lama meninggalkan dunia keremajaannya, kali ini ia dipaksa untuk kembali menjalani hal itu lagi. Sulit memang, namun ia berusaha untuk beradaptasi dan bersikap layaknya seperti seorang remaja demi sebuah tujuan penting.

Malam itu, disebuah café yang ada dipinggir jalan kota Seoul. Ia menikmati segelas capucino hangat dan pemandangan malam seorang diri. Matanya terus menatap keluar jendela kaca, kearah mobil-mobil yang terus berlalu lalang memenuhi jalan.

Hingga tak lama, seorang laki-laki berpostur hampir setinggi dirinya datang menghampiri dan tanpa basa-basi duduk dihadapannya. Wajahnya tampak ketus dan tidak terlihat jika dia sedang bahagia. Sama sekali.

“Aku pikir kau tidak akan pernah pulang”desisnya tanpa ingin basa-basi. Ia duduk bersandar, mencibir lalu membuang pandangan keluar jendela kaca.

“Aku pasti akan pulang karena ini adalah kota kelahiranku”

“Benarkah? Bukankah kau sudah bahagia dengan kehidupanmu di Amerika bersama orang tuamu?”

“Jongdae, mereka sudah meninggal sejak lama. Dan tolong berhenti untuk salah paham”

“Namaku adalah Chen!”potongnya cepat. “Jangan pernah memanggilku lagi dengan nama itu, Kim Junmyeon-ssi”

Seseorang yang ternyata bernama Kim Junmyeon itu menghela napas panjang, “Jongdae, aku mohon. Bukan salahku jika oema dan appa menitipkanku di panti asuhan sehingga mereka mengadopsiku dan membawaku ke Amerika. Lagipula, aku tidak pernah melupakan kau, oema dan appa sekalipun. Aku selalu mengirim surat tapi kau tidak pernah membalasnya”

“Kenapa aku harus membalasnya jika kau hanya membahas tentang bagaimana kekayaanmu disana, bagaimana kau bahagia saat hidup dengan keluarga barumu, dan bagaimana kau hidup serba berkecukupan sementara kami disini hidup sangat miskin sampai aku tidak bisa membelikan oema dan appa obat saat mereka sedang sakit dan akhirnya meninggal!”jelasnya bertubi-tubi. Ia menatap Junmyeon tajam, “kau bahkan tidak kembali disaat-saat terakhir mereka. Saat mereka sangat ingin melihatmu lagi…”

“Jongdae, kau salah paham. Aku tidak bermaksud memamerkan apapun, aku menulis surat itu untuk menenangkan oema dan appa. Agar mereka tidak mengkhawatirkanku. Aku selalu ingin mengirimi kalian uang, tapi aku tidak bisa karena saat itu aku masih menjadi seorang murid. Juga, aku tidak bisa kembali karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan disana”

“Apa hal itu lebih penting dari orang tua kita?!”balas Jongdae nyaris membentak. “Apa walaupun hanya sehari kau tidak bisa kembali hanya untuk sekedar melihat mereka?!”

“Aku tau. Tolong maafkan aku. Aku benar-benar menyesal dan kali ini aku akan menebus semuanya. Aku ingin hidup bersamamu dan menjagamu seperti yang seharusnya”

Jongdae tertawa mendengus, “cih, menjagaku?”cibirnya. “Selama 17 tahun ini, aku mampu menjaga diriku sendiri dengan baik. Kau tidak perlu repot-repot untuk mengurusiku!”. Ia menyelesaikan ucapannya lalu berlalu. Tidak ingin berada disana lebih lama lagi karena kekesalan itu benar-benar memuncak dan ingin meledak.

“Jongdae! Jongdae!”

Ditempatnya, Junmyeon hanya bisa berdiri dalam helaan napas panjang begitu melihat Jongdae masuk ke dalam sebuah mobil dan pergi meninggalkan café tanpa menoleh sedikitpun.

Ia mengerti. Penyesalan itu memang selalu hadir di bagian belakang. Dia pasti sangat membencinya. Pasti masih merasa kesal karena kejadian beberapa tahun lalu.

Tapi, selain untuk misinya. Kembalinya ia ke Korea juga untuk menebus sebuah kesalahan besar. Kesalahan yang mungkin masih bisa termaafkan. Kesalahan fatal pada…adik kandungnya.

TBC

 

 

 

 

 

32 thoughts on “FF : GROWL Chap. 3

  1. nina berkata:

    kim junmyeon itu suho kan eon?
    dia nyamar jadi murid sma kah??
    wajah na menyakinkan sih -__-
    tp apa iia eon alesan na suho sampe nyamar segala??
    albino?? hahahahaha ketawa aku eon baca na

  2. Nabila berkata:

    mwo? suho kakaknya chen? chen kan rivalnya sehun dalam balapan. astaga -_- kak otak lu ga rumit apa merangkai semua sandiwara cinta ini /? /aseek /muntah

    kalo aku luhan, sehun udh habis aku gebukin dah -_- ga nurut amat sama sahabat sendiri. tao juga cuma garagara terganggu tidurnya malah diperpanjang-_- elah dasar kaumlabil /?

    kakak bilang nanti bakal ada jongin ya? aku jadi penasaran si pezek itu jadi apa nanti disini, dari keterangan sebelumnya jongin rival lainnya sehun ya? apa jongin ada hubungannya dengan dio? ato malah sama yoora. tapi kak plis kalo lagi dan lagi dia jadi peran yang di nistain, mending ga usah di munculin aja -_- aku sa..kit :”< /hoeek/

    disini perannya yoora unni belum terbaca ya kak. eh yoora unni bakal jadi salah satu pemeran utamakan kan kak? bukan cuma jadi support cast doang? soalnya kalo cuma support cast ga mungkin fotonya ikut ditempelin di poster '-' secara kakakkan fans beratnya kakakku si thehun /buingbuing/ (p'-'q)

    sip kak udh segini aja ya comment aku. selanjutnya, ASAP KAK!!

  3. Fadhilah Ali berkata:

    Aduh misi apa sih?!? Greget gemes bacanya ·~·
    Two thumbs for ya!! ♡
    NEXT CHAPTERNYA JANGAN LAMA2 YA~!!! ^^ Hwaiting!

  4. YooXi kiszLUck berkata:

    wO.Ow .😀
    Adegan pertama pas sehun ngomong sok bijak itu bikin ngakak😀
    dan pas di bengkel w/ Yoora eon juga😀
    Junmyeon dn Jongdae saudaraan . alasan apa suho ke sini .
    sumpah, ini bakalan seru deh😀 (y) lanjutkan!!!
    Mija eon FIGHTING ^^)9

  5. jamonghyun berkata:

    “Kau tau? Setiap pagi, dia
    selalu membawa secangkir kopi
    di tangannya dan sebelum bel
    masuk berbunyi, dia selalu
    menyempatkan diri untuk
    membaca koran atau majalah” ini bagian bikin ngakak sumfeh bwhahaha … lololol .. suho ajjhusii gkgk

    woah .. ini jongdae sm suho ada apa deh .. crtanya bakal rumit” seruu .. dan disini peran luhan seru neh ..

  6. Tiikaa berkata:

    awal2 nya aku bacanya tegang eon,, apalagi wktu luhan marah2 sma sehun krna dia ngelarang sehun buat balapan lagi itu,, ckckck luhan emang shbat yg benar2 pngertian,,

    tapi aku lngsung ketawa2 sndiri wktu baca bgian youngmin menceritakan tntang suho.
    hahahaha
    baru pertama kali ketemu anak sekolahan kyak begitu,,

    kim jumyeon itu suho kan eon?? dia kk nya chen?? kok bisa?
    trus itu urusan apa yg mau dia selesaikan.. apa ada sngkut pautnya sma d.o?
    penasaraaannnnnn ><

  7. rani berkata:

    penasaran bgt banyak bgt pertanyaan di otak saya klo di tanyain semua bakal panjang komennya
    thor kamu itu jago bgt buat ff yg rumit jelimet muter2 yg akhirnya ketemu juga walopun selalu bikin penasaran tingkat akut

    lanjutkan thor fighting!!!!!!!!!!!!!!!

  8. cicil berkata:

    Luhan kawathir banget ama sahabat”nya ^^ perhatian deh
    emmmm ada cerita lagi di balik ini semua, rahasianya penasarannya aaaaaa pengen cepet” tau .-.

    Keep writing yaa

  9. MimiJJW berkata:

    Eon otaknya rangkap 3 ya padahal critanya bnyk bgt tapi ada za’ kepikiran bikin cerita baru ge’ dan seperti biasa ceritanya rumit bikin kepala Q nyut2an dan itu bikin aku penasaran abis n mari kita liat suho emang susah ya kalo bapak2(?) musti gabung ama anak ABG jadinya dikatain Aneh deh cuma gegara minum kopi dan baca koran pagi2. taplokYoungmin

  10. irna cho berkata:

    hwaaaa masih penuh mistery ya. msh blom jelas masalahnya apa-apa aja dan sm siapa aja. jd makin penasaran. lanjuuuut

  11. @Aprilia231204 berkata:

    Jangan jangan thuho agen fbi lagi ???

    Wkwkwkwkwkkw🙂 suho ternyata telah menjadi ahjjusi ne ??? Minum kopi setiap pagi dan membaca koran,,,wkwkwkwkwkw maklum Suholang kaya biasanya kayak gitu,,,

    Keep writing ne thor !! Cepet di next ne.

  12. indahtentiana berkata:

    Kapan baekhyunnyA keluaaaaar . Kagak sabar ngeliat dia berantem sama chanyeol .
    Aku selalu menunggu kelanjutan ffmu ini eonni
    Fighting !!!

  13. amel berkata:

    hohoho saya kembali lagi, udah lama gak koment :3
    maaf ya kamija, udah lama gak koment2/? di wp ini walaupun ada ff yg udah dibaca. tapi janji deh bakal dikoment semuanya😀 sebelumnya ada sesuatu/? yang bikin gak bisa koment :p

    FF ini kereenn banget😄 banyak misteri yg mau dikuak, bikin geregetan😄
    suho sama chen adek kakak? misi suho apaan? apa hubungannya sama kyungsoo?
    trus kyungsoo itu siapa? trus dll…/?
    ditunggu next chapt segera~😀

  14. ubbiems berkata:

    penuh misteri,, bkin q makin pnasaran, ni blog suka bkin pembacanya nagih buat lanjutin ff.nya deh., mungkin sih, tp q yg ngrsain kya g2, wkwk

    adenya c.suho syp ? Chen kah ? Gak ada part kyungsoo d sini ? Dan ni ff kurang pnjang…#songong bnget q… I love U

  15. Dini berkata:

    penasaran bgt sama ‘sesuatu’nya ff ini :O apa yg sebenernya Suho selidiki ? tentang siapa ? kasus apa ?
    Sehun kah ? u,u ternyata Suho kakanya Chen yah
    makin penasarannn…. Next ya author unnie🙂 hwaiting ^^9

  16. @baltacheakiriwe berkata:

    “Oh Luhan, nasibmu benar-benar sial. Kau adalah anak yang baik tapi kau mendapat sahabat yang begini bodohnya. Bahkan tiga sekaligus. Tuhan begitu menguji hidupmu…”

    /\
    /\
    Sumvah ngakak :v #udahgituaja :3

  17. Fafa sasazaki berkata:

    Seru. Bnyk spekulasi yg ada d otakq ttg alur ff ni.
    Prshbtan luchantaohun keren, ky yg d manga2 jpang,solid bgt.
    Stay wait for next chap.
    Tnggung jwb hrz smp end lho thor. Noh yg komen bejibun,,

  18. amelia berkata:

    ini chen yang di maksud yang sering berantem sama sehun dkk yang di sebutin yoora kan yah thor?? terus dia asli adiknya suho?? tapi kok mereka bisa pisah gitu?? apa mereka tinggal di panti asuhan??
    ah, thor aku masih menerka” setiap member exo disini jadi siapa” wkk..
    next yah thor.. ^^

  19. Niza berkata:

    mkin bingung dehhhh…. mSALAH APASIH YG SDANG D KRJAIN SUHO.. TEUSSSSSS knapa dia di adopsi… ahhh gk tau ahhh
    next ajahhhh/…. hwaiting!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s