FF: Rose [1/2]

rose

Title : ROSE

Author : Nara Wu

Cast :

  • Oh Sehun
  • Kim Rose

Other Cast :

  • Xi Luhan
  • Byun Baekhyun

Genre : Romance , Hurt/Comfort , Sad

Rating : PG-15

Length : twoshoot

 

 

My love is like a red rose
It may be beautiful now
But my sharp thorns will hurt you..

 

 

Seorang yeoja terlihat sedang asik membolak-balikkan bukunya di perpustakaan , tak perduli dengan keadaan sekitarnya . Yeoja berdarah campuran Kanada-Korea itu lebih menyukai kesendiriannya ,dia tak begitu suka bersosialisasi dengan teman sebayanya .

BBRAK !!

Buku-buku berjatuhan dari tempatnya , tepat mengenai kepala gadis cantik itu . Yeoja itu meringis pelan hingga tiba-tiba muncul sebuah tangan yang terulur didepannya .

“Neo gwenchana ? Mianhae , aku benar-benar tak sengaja  menyenggol rak buku hingga isinya terjatuh semua seperti ini”

Namja itu masih mengulurkan tangannya , namun yeoja itu tak membalas uluran tangannya sama sekali . Yeoja itu lebih memilih untuk memandangnya tajam dan berlari meninggalkan namja yang masih setia mengulurkan tangannya tanpa kata-kata .

“YA ! apa-apan yeoja itu ? tak sopan sekali , cih”

Namja bernama Oh Sehun itu mengacak rambutnya kesal dan memilih untuk merapikan buku-buku yang jatuh berserakan karnanya , namun sebuah benda jatuh dari tumpukan-tumpukan buku itu . Sebuah plat besi panjang yang mempunyai pin dibelakangnya bertuliskan sesuatu yang mungkin saja berhubungan dengan gadis tak sopan tadi .

“K-I-M R-O-S-E . Kim Rose ? inikah nama yeoja tak tahu sopan santun itu ? cocok sekali dengan namanya , cantik namun penuh duri”

Sehun memilih untuk menyimpannya dan mengembalikannya nanti jika ia bertemu yeoja tadi . Dia pun melangkahkan kakinya ke lapangan basket tempat favoritnya selama ia bersekolah disalah satu sekolah menengah atas beergengsi di Seoul .

“Sehunnie ? darimana saja ? Kau ini lama sekali, ayo cepat ikut bermain dengan kami”

Baru saja dia memasuki lapangan , sesosok namja imut sudah menghujaninya dengan omelan.

“Aku sedang sial sekali hari ini Hyung”

“Mwo ? apa yang terjadi denganmu ?”

“Luhan hyung , apa kau tahu yeoja bernama Kim Rose ? sepertinya dia setingkat denganku”

Namja imut itu terlihat sedang mengingat-ingat nama yang Sehun sebutkan.

“Ah, Kim Rose ? Setahuku dia adalah yeoja yang cantik . Namun jangan berani-berani mendekat padanya Sehunnie , mungkin kau sial juga karenanya”

Namja yang sedari tadi sibuk memutar-mutar bola basket , mengerutkan keningnya .

“Nde ? Apa maksudmu hyung ? sial karenanya ?”

“Apa kau tak tahu sehunna ? Kim Rose itu dijuluki yeoja pembawa S-I-A-L”

Ujar seorang lagi yang dikenal dengan nama Baekhyun , namja itu datang dan tiba-tiba menerobos pembicaraan Luhan-Sehun .

“Oh ya ? maafkan aku kalau memang aku ini yeoja pembawa S-I-A-L , harusnya kau menggunakan suara merdumu itu untuk bernyanyi saja bukan untuk menghina orang lain Byun Baekhyun-ssi” ujar yeoja yang sedari tadi menjadi topik pembicaraan mereka yang kemudian melenggang pergi tanpa permisi .

Baehyun mengatupkan mulutnya yang sedari tadi terbuka karna kaget dengan perkataan yeoja itu.

“Apa setelah ini aku akan terkena sial ?”

“YA ! Bacon ! tutup mulutmu aish , kau ini suka sekali bicara sembarangan”

“YA SEHUNNA ! Aku ini hyungmu , panggil aku hyung !”

Baekhyun merengut kesal dengan kelakuan dongsaengnya itu dan menjitak kepalanya gemas .

“Hyung , appo !”

“Aish kalian berdua ini sudah-sudah jangan bertengkar” Ujar Luhan melerai kedua dongsaengnya yang memang suka berulah itu .

Sehun POV

Yeoja itu aneh sekali , dia terlihat tak begitu suka bersosialisasi . Ini sudah kesekian kalinya aku menemukannya sendirian di taman sekolah sambil membaca buku sendirian . Apa buku-buku itu bisa berbicara hingga dia enggan berbicara dengan manusia ? ckck .Aku masih penasaran dengan yang Baekhyun hyung bicarakan sebelumnya . yeoja pembawa sial ? . Aku melangkah mendekati yeoja itu sebelum aku mendengar para siswi yang sedang bergerombol dibelakang pohon tak jauh dari gadis itu . Aku menyimak pembicaraan mereka dengan seksama siapa tahu aku mendapat informasi bagus .

“Kau tahu , yang kudengar Kim Rose itu adalah anak dari pengusaha kaya”

Ujar seorang yeoja berkuncir kuda , dan temannya yang berambut sebahu terdengar sangat antusias .

“Jeongmalyo ?? setahuku sunbae-sunbae kita pun tak ada yang berminat karna mereka percaya kalau Rose itu membawa sial pada orang yang berada didekatnya”

“Jeongmal ! sunbae-sunbae kita itu benar  , ah dan kau tahu ? orangtua Rose meninggal karna kecelakaan mobil disana ada Rose juga didalamnya namun yang selamat hanya yeoja itu”

“Woaaah , sunbae yang dekat denganku juga bilang dulu ada salah satu sunbae kita yang berpacaran dengannya namun meninggal karna kecelakaan saat mereka sedang berkencan”

“Daebak !! Gadis itu sungguh pembawa sial , jangan sampai kita dekat dengannya ! Bahkan dia tak mempunyai sahabat satu pun disekolah ini eoh ?”

“Hmm , siapa juga yang mau mendekatinya kkk ~”

Aku menggelengkan kepalaku pelan , aku tak percaya dengan gosip-gosip murahan itu . Tak mungkin seseorang lahir sebagai pembawa sial bukan ?

Aku meneruskan langkahku mendekati yeoja itu dan duduk disampingnya.

Yeoja itu terlonjak kaget dan menatap ku tajam .

“Apa yang kau lakukan disini ?”

“Menurutmu apalagi kalau bukan duduk Nona Kim ? aku ingin menikmati pemandangan taman sekolah kita”

Gadis itu sepertinya tidak suka dengan keberadaanku dan beranjak pergi , namun segera kutahan tangannya .

“Chankamman”

“Wae ? Kau takut dengan perkataan temanmu itu eoh ? Kau bisa terkena sial jika berada didekatku Oh Sehun”

“Kau tahu namaku ?”

Aku menatapnya lekat , gadis ini benar-benar menarik.

“Siapa yang tak tahu namamu jika setiap kau datang semua perempuan-perempuan aneh itu meneriakkan namamu histeris”

Gadis itu menarik tangannya dari cengkraman tanganku dan melenggang pergi . Aku mengeluarkan papan namanya yang masih tersimpan disaku celanaku sejak saat pertama kali aku menemukannya . Kim Rose , aku pasti bisa menembus duri-durimu dan menemukan dirimu yang sebenarnya .

………………………………………

Aku merapihkan baju basketku setelah lelah berlatih bersama tim basketku yang akan segera mengikuti sparing dengan sekolah tetangga . Aku memutuskan untuk pergi ke toilet untuk membasuh kepalaku yang sangat berkeringat agar lebih segar , namun aku segera mengurungkan niatku saat mendengar suara-suara aneh dari arah gudang .

PLAK !!

“Berani sekali kau mendekati Oh Sehun eoh ??”

Demi Tuhan apa yang kulihat ini  nyata ? Rose sedang dibully oleh beberapa sunbae yang tak begitu ku kenal . Kenapa kau diam saja Rose ? . Aku masih memperhatikannya dari jauh , melihat tindakan mereka , jika terjadi sesuatu hal lebih aku akan turun tangan .

“Cih , menurutmu aku suka padanya ? Oh Sehun-mu itulah yang mendekatiku sunbae”

Ujar Rose tanpa takut sedikitpun  , dia malah menantang sunbae-sunbae itu dengan tatapan tajam miliknya .

“Kau tak mengaku hm ? mana mungkin Oh Sehun suka pada gadis pembawa sial sepertimu !”

Sunbae yang sedari tadi berdebat dengan Rose , mencengkram kerah baju Rose dan menatapnya garang . Pertengkaran antar yeoja apa selalu seseram ini ? aigoo .

“Oh ya ? sayang sekali , sepertinya memang iya . Oh Sehun menyukai gadis pembawa sial sepertiku hahaha” Rose kembali menjawabnya ketus dan lagi-lagi tanpa rasa takut .

“Kau mau membunuhnya lagi seperti caramu membunuh Donghae sunbae , Kim Rose ???”

Mata Rose sektika itu membulat dan mendorong sunbae itu keras dengan memancarkan aura kebencian yang sangat dalam .

“Tutup mulutmu yang hina itu sunbae atau aku tak akan segan memberikanmu kesialan seperti yang kau dan teman-temanmu bicarakan itu !”

Sunbae itu kelihatannya sedikit terguncang dengan apa yang Rose katakan ,itu sangatterlihat karna tubuhnya bergetar hebat . Dia melangkah maju dan sepertinya akan melayangkan tangannya ke arah Rose . Aku yang melihat itu segera berlari kearah mereka .

PLAKK !

Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku , untung sekali aku datang tepat pada waktunya , atau kuyakin wajah Rose akan lebam setelah terkena tamparan ini .

“O-oh se-sehun …”

Sunbae itu menatapku takut , tubuhnya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca . Aku maju mendekati sunbae itu dan mengelus pipinya . Kelihatannya yeoja itu terkejut degan apa yang kulakukan , tentu saja pasti dia membayangkan aku yang memakinya atau entahlah . Aku masih mengelus pipinya dan menangkup wajahnya dengan kedua tanganku , aku mendekati wajahnya dan mengeluarkan smirk andalanku .

“Sunbae , neo neomu neomu yeoppo”

Wajah yeoja itu memerah seketika dan teman-temanya hanya dapat melihat aksiku dengan mata terbelalak . Aku mengangkat tangan yeoja itu yang ia pakai untuk menampar Rose . Aku menatapnya lagi dalam-dalam.

“Jangan mengotori tanganmu karnaku Sunbae”

Gadis itu menghela nafasnya perlahan , kkk ~ pesonamu memang mematikan Oh Sehun .

Aku masih menatapnya dalam dan mencengkram wajahnya pelan .

“Karna tanpa perlu mengotorinya kau sudah sangat kotor, hatimu sangat kotor bahkan itu semua terpancar melalui wajahmu .Cobalah berkaca Sunbae , bahkan dengan hati yang seperti itu masih pantaskah kau mengganggu gadisku ?”

Tubuh yeoja itu bergetar lagi, bulir-bulir airmata mengalir sukses dipipinya . Aku meninggalkan sunbae-sunbae itu dan menarik tangan Rose keluar dari tempat ini , namun sunbae itu mengeluarkan suaranya .

“Dia gadis pembawa sial Sehun-ssi ! Orangtuanya bahkan sunbae kami yang menjadi pacarnya meninggal saat bersama gadis itu ! Kami hanya takut sesuatu terjadi padamu !”

Aku menatap yeoja itu sinis dan menarik Rose agar mendekat padaku .Segera ku tarik dagu Rose dan mencium gadis itu ,melumat bibir plumnya lembut . Manis . Rose tampaknya sangat terkejut dengan apa yang kulakukan , dia hanya diam terpaku . Tatapannya sedikit berubah beberapa detik , namun wajah datarnya kembali tampak .Gadis ini benar-benar bisa mengendalikan ekspresinya dengan baik . Tubuhku tumbang ke lantai dan mataku terpejam sempurna .

“ANDWEEEE ! SEHUNNIE ANDWEEE !”

Dapat kurasakan mereka berlari dan mengguncang-guncangkan tubuhku , mereka menangis kencang seakan-akan aku ini sudah mati saja -_- Lantas , aku terbangun tiba-tiba dan tertawa kencang, sungguh ini menggelikan sekali . Apa mereka benar-benar mengira kesialan itu ada ? Kurasa mereka hidup dijaman joseon dimana masih ada hal-hal mistik dan sebagainya . Tak masuk akal .

“See ? tak terjadi apa-apa bukan ? hahaha jinjja sunbae kalian ini benar-benar tak masuk akal !”

Mereka menatapku heran dan aku pun segera berdiri kembali membersihakan seragamku yang kotor terkena lantai berdebu gudang ini . Rose masih terpaku ditempat sebelumnya , dia memandangku dengan tatapan yang sulit diartikan . Matanya berkaca-kaca namun tak menghilangkan kesan dinginnya . Apa dia benar-benar takut bahwa ia memang pembawa sial ?

“Tertawalah Oh Sehun , kau anggap ini lelucon?”

Dia berlari meninggalkanku di gudang itu , kulihat bahunya naik-turun . Yeoja itu menangis . Bodoh kau Oh Sehun , apa yang kau lakukan ?

………………………….

“Sehunnie kau habis berkelahi eoh ?” Ujar Baekhyun hyung sambil mengamati susut bibirku yang terluka dan pipiku yang masih agak lebam .

Aku menggeleng lemah . Luhan hyung mendekatiku , dia memerhatikanku sama seperti Baekhyun hyung .

BUG !!

“AAAAA hyung ! apa-apaan kau ini ? neomu appo hyung !” Aku menatap hyungku satu ini kesal dan melemparkan death glare kepadanya .

“Mwo ? mwo ? kau berkelahikan ? tidak mau mengaku eoh ?”Dia  menunjuk-nunjuk wajahku kesal .

“Yak hyung ! Bisakah kau tidak berfikir yang tidak-tidak ??” Aku menatapnya kesal , dan mempoutkan bibirku .

“Lalu apa ? palli marhae !” Dia mengguncang-guncangkan bahuku . Aku menghela nafasku kasar dan memutuskan untuk bercerita kepada kedua hyungku itu tentang apa yang terjadi .

“MWO ? NEO JINJJA ! Walaupun aku tak percaya dengan rumor itu , tapi lebih baik kau menghindarinya ! Kau tahu kan satu sekolah ini tak ada yang mendekat padanya ? mungkin saja memang ada yang salah dengan yeoja itu !” Pekik Luhan hyung kesal .

Asssh bagaimana ini tak ada yang mendukung ku satupun ? .Daripada aku mendengar ocehan-ocehan kedua hyungku lebih lama , aku memutuskan untuk pergi dan mencari yeoja itu . Apa dia masih marah padaku ? . Aku pun mencarinya ke taman sekolah dimana dia biasa membaca buku sendirian , dan Bingo ! Aku menemukannya . Namun tanpa berkata apa-apa yeoja itu beranjak pergi saat aku baru saja menghampirinya . Dengan kesal aku menarik tangannya .

“Lepas” desisnya dingin . Matanya menatapku tajam dan terus saja menggerak-gerakkan tangannya dari cengkramanku .

“Kenapa kau menghindariku ? aku hanya ingin berteman denganmu !”

“Shireo !”

“Naega wae ??!” Ujarku mulai kesal . Dia terus mencoba melepaskan tangannya dari cengkramanku lebih kuat lagi .

“Kau tahu ? aku tak butuh siapapun , aku tak mau kau dekati Oh Sehun , aku membencimu !”

“Wae ?”

“Kau masih bertanya mengapa ? aku sudah bisa hidup tenang tanpa siapapun dan sekarang kau menggangguku ! Tidak cukupkah dengan hal yang terjadi padaku kemarin Tuan Oh ? Neo ttemune !”

Hatiku seketika seperti tertusuk duri-durinya yang mematikan . Aku membiarkannya pergi . Dia memang benar , karnaku dia ditindas oleh para sunbae-sunbae itu . Lalu aku harus bagaimana ? Tak adakah celah sedikit saja untuk kumasuki Rose ? duri-durimu membuatku tersiksa .

Rose POV

Namja itu terus saja menempeliku , apakah dia sadar ? kelakuannya membuatku menjadi sorotan dan aku benci itu . Aku masih mengingat persis kejadian beberapa hari lalu saat sunbae-sunbae itu menindasku , dan namja sialan itu menciumku lalu berpura-pura mati . Apakah menurutnya itu lucu ? Aku bahkan sangat benci dengan apa yang mereka bilang kepadaku “yeoja pembawa sial” dan bahkan namja sialan itu menganggap seakan-akan itu hanyalah lelucon biasa . Sungguh , nama panggilan itu sudah menggangguku 1 tahun ini dan bagiku itu bukanlah hanya sekedar lelucon . Aku memejamkan kedua mataku , berusaha menepis kenangan – kenangan masa lalu yang membuatku menjadi seseorang yang seperti ini . Aku mengingat saat orangtuaku meninggal , ya saat itu aku memang berada di mobil itu bersama mereka dan kecelakaan itu terjadi . Sebuah truk melaju cepat dan oleng menabrak mobil kami , saat itu eomma mendorongku keluar mobil secara paksa dan saat aku terguling ke jalanan ..

BAM !

Mobil itu meledak . Ya meledakkan kedua orangtua didalam sana . Disaat itu aku masih beruntung karna mempunyai sahabat-sahabat untukku bersandar dan seorang kekasih yang begitu mencintaiku Lee Donghae . Donghae oppa adalah sunbaeku disekolah . Saat tahu aku terlibat kecelakaan dan orangtuaku meninggal dia tak pernah  meninggalkanku sendiri . Dia selalu menjagaku agar terhindar dari mimpi buruk saat malam hari .

Namun disaat kami merayakan hari jadi kami , lagi-lagi aku harus kehilangan orang yang sangat kukasihi . Dia meninggal saat hendak menyebrang menemuiku yang sudah menunggu di sisi jalan yang bersebrangan , namun naasnya dia tak melihat lampu lalu lintas yang berubah menjadi hijau .Kecelakaan kembali terjadi didepan mataku ,dan saat itu juga aku kehilangan semuanya .

Sahabat-sahabatku , sahabat Donghae sunbae tak percaya dengan apa yang terjadi . Mereka melihatku seperti virus . Mereka memang tak mengatakannya secara langsung namun mata mereka berbicara “Kau memang pembawa sial Kim Rose” . Tak ada yang berbicara kepadaku atau menenangkanku .

Aku tersenyum kecut mengingat semua itu , tanganku mengepal keras . Tubuhku bergetar hebat dan emosi kembali menguasaiku .

“AAAAAARGH !”

“AKU BUKAN PEMBAWA SIAL  !”

“GEU YEOJANEUN , ANIYO !”

PRAAANG !!

Aku menghempaskan semua benda yang berada didekatku . Aku terduduk di lantai dan meremas serpihan-serpihan kaca dalam genggamanan ku . Perih ? tentu tidak , karna hatiku terasa lebih perih dan terluka sangat dalam , tak ada yang bisa mengobati , luka ini sudah membusuk bahkan bernanah . Tetesan darah segar mengotori lantai kamarku . Aku tertawa dan menangis , tertawa karna puas melimpahkan kekesalanku dan menangis karna hatiku sakit . Aku bangkit dan menatap cermin rias dihadapanku . Aku tertawa kembali , melihat betapa menyedihkannya diriku . Aku mencoreti cermin itu dengan nama orangtuaku dan Donghae sunbae  dengan darah yang terus bertetesan dari tanganku . Luka itu kembali datang , ketakutan itu merasuk semakin dalam .

“NAE TTEMUNE!”

“gaseumi aphayo hiks ..ige jeong-mal aphayo hiks”

“Omma .. Hiks.. appa hiks ..wae nal beorigo ganayo ? waeyo ? wae ? (mengapa kau pergi meninggalkanku ? mengapa ?)” Aku memukul-mukul kaca didepanku keras . Aku masih terisak , namun kali ini lebih keras . Dadaku sesak mengingat bagaimana Tuhan mengambil semua orang yang kusayangi didepan mataku sendiri .

 

End POV

 

“NONA ! WAE GEURAE ??”

Ahjumma Jung pelayan yang sudah bekerja di kediaman Kim itu menerobos masuk kamar majikan mudanya itu setelah mendengar suara benda-benda berjatuhan yang sangat keras . Gadis itu tak menghiraukan Jung Ahjumma yang datang menanyakan keadaannya . Rose masih terus saja menjatuhkan segala hal yang ada disekitarnya .

“Nona , geumanhe nona geumanhe “ Ahjumma menarik tubuh nonanya itu sekuat tenaga utnuk menghambur dalam pelukkannya . Namun hasilnya nihil , nonanya itu masih dikuasai oleh emosinya . Dia menghentakkan badannya keras dan membuat pelayan yang sudah berumur itu terjatuh ke kasur . Gadis itu masih berteriak histeris , melayangkan tinjunya berkali-kali ke cermin rias dihadapannya itu .

Ahjumma menahan isak tangisnya , tak tega melihat nona mudanya terlihat menyedihkan seperti ini . Ia memutuskan untuk menelfon seseorang yang mungkin saja bisa membantunya sekarang .

“Tuan muda, nde .. Nona mengamuk lagi , cepatlah kemari tuan aku tak tega melihatnya”

Setelah menelfon orang itu , ahjumma Jung kembali menghampiri nonanya . Rose menoleh kebelakangnya , melihat kepada sosok yang memeluknya . Dia mengerjapkan matanya perlahan dan kembali berteriak histeris .

“ANDWEEEE , ahjumma andweeeyo palli kha ahjumma ! Kau akan tersakiti jika berada disini ,saranghae Ahjumma , nan jeongmal sarang”

Jung Ahjumma tak dapat menutupi kesedihannya lagi , airmatanya mengalir sangat deras sambil memeluk nonanya erat , majikan satu-satunya yang sudah ia anggap putrinya sendiri . Jung Ahjumma sudah bekerja sejak Rose masih bayi , ia membantu Nyonya Kim untuk merawat putri .

“Gwenchanna chagi , gwenchanna .. tak akan terjadi apa-apa Rose , nan gwenchanna” ujar Jung Ahjumma sambil mengelus sayang puncak kepala Rose , berusaha menenangkannya .

“ANDWEEEEEE !”

TBC

 

5 thoughts on “FF: Rose [1/2]

  1. meg.. berkata:

    Aha… aha… aha.. i like it #promosi . Alurnya kecepatan? Aku setuju. Thor, bahasa koreanya menghambat aku untuk tahu cerita ini. Di minimalisir penggunaannya bisa thor? Atau dikasih translatenya kaya kalimat2 waktu dia marah, banyak yg aku gak paham. Sekian. Gomawo…. ^^

    *ditunggu sequelnya, yg cepet ya thor*

  2. Nunu^^ @Nurul_Hunie berkata:

    Wahh keren…jlan ceritanya juga baguss 🙂
    biasanya dlm ff yg cast nya sehun itu Sehunnya yg punya sikap dingin tp di sini Ceweknya yg begitu…jd beda dr yg lain bgus thorrr…lanjutin ya di tunggu jgn lma2…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s